Always be My Cubby Girl

13884_218590228287523_713363358_n.jpg

Always Be My Cubby Girl

Chapter 1

“Siapa pemilik rasa ini. Sakit dan menyedihkan. Tak pernah sekalipun engkau melihatku. Meski aku berjalan di sampingmu. Meski tanganku kau genggam, mengapa tak hatiku saja yang kau pegang erat…”

“Kyu~?!!”

Kyu terlonjak refleks menyembunyikan sebuah buku di balik punggungnya, “Aku disini Hyung, ada apa?”

“Apa yang kau lakukan di gudang?” Eunhyuk mendelik curiga

“Aku mencari Keyboard-ku yang rusak.” Kyu mengenggam erat buku yang baru ia temukan.

“Oh…!!!” Eunhyuk lalu pergi meninggalkan Kyu

Kyu menandang buku itu dengan seksama. Han Yeosin, itulah nama yang tertera di dalamnya. Tak butuh waktu lama untuk berfikir, kyu membawa buku itu serta keyboardnya ke kamarnya.


__________d_e_s_o_n__________

“Hyung apa yang kau lakukan?”

Aku melepaskan perhatianku lalu menoleh ke arah Donghae.

“Aku sedang mencari sesuatu.” Ucapku lalu kembali fokus kepada tumpukan buku di depanku.

“Biar ku bantu,” Donghae berdiri di sebelahku, “Apa yang sedang kau cari?”

“sebuah buku berwarna Ungu!” jawabku singkat

Donghae mengangguk, lalu mulai sibuk dengan pekerjaannya. Donghae tidak hanya membantuku mencarinya di gudang, tapi ia juga mencarinya di seluruh ruangan dorm lantai 12 ini.

Tiga jam kemudian Donghae menghempaskan tubuhnya ke sofa, “aku lelah Hyung, buku apa sih yang kau cari?”

“Buku berwarna ungu…”

“yang ini juga ungu.” Donghae menunjuk sebuah majalah P***O bersampul salah satu Pornstar berbaju ungu, “Apa kau lupa telah membuangnya?”

“Aku tidak tahu, seingatku, aku membawanya saat pindah dari dorm lama.”

“Mungkin buku itu ada di gudang lantai 11…” Donghae menatapku, “Ayo kita cari dibawah!”

Aku menggeleng, “Sudahlah mungkin aku memang harus melupakannya!”

Donghae menatapku tidak mengerti.

“Aku sudah melupakannya, tapi akhir-akhir ini aku malah mengingatnya terus…”

Donghae terdiam menatapku, dia tau kegelisahanku. Dia menungguku bicara. Tapi ini sangat susah.

“kau tau restoran kecil didepan tempat latihan kita dulu, saat masih menjadi traineer” akhirnya aku bicara

Donghae mengangguk, “ya aku ingat, dengan anak pemilik resotan itu.”

“Aku juga tidak tau bagaimana aku bisa dekat dengannya!” Aku mencoba mengingat semua tentangnya, “Han Yeosin… itulah dia!”

__________d_e_s_o_n__________

“Dia sangat dingin, tidak ada yang berani didekatnya. Dia sangat ketus dan galak. Dia makan siang dengan cepat lalu pergi meninggalkan teman-temannya. Aku penasaran dengannya lalu kuikuti dia. Aku terkekeh saat melihat dia berjalan melewati paman berambut kuning. Aku tidak tau apa yang dia bicarakan.

Tapi sepertinya dia sengaja mencari perhatian paman rambut kuning itu. Dasar aneh.”

“Kyu~ temani aku makan dong!” Eunhyuk sudah berdiri di depan pintu kamar Kyuhyun

Kyu langsung menutup bukunya, “Aku masih kenyang Hyung!”

Eunhyuk mengerutkan keningnya, “kau tidak bermain game?”

“keyboard-ku rusak semua,” jawab Kyu ketus

Eunhyuk melirik ke arah buku yang di pegang oleh Kyuhyun. Kyuhyun langsung menyembunyikanya

“Hyung aku sedang bad mood jadi jangan ganggu aku!”

Eunhyuk mendelik curiga, kemudian menutup pintu kamar Kyu pelan.

Kyu kembali membuka bukunya.

“dia bekata bahwa kami bertemu saat aku mengantarkan makanan ke tempat latihannya. Tapi menurutku tidak, kami sudah bertemu jauh hari sebelum itu. Di tidak menyadarinya. Tidak apa-apa karena kami sekarang semakin dekat.”

__________d_e_s_o_n__________

Harus ku gambarkan dia seperti apa? Dia itu beda dengan gadis seusianya. Bukan karena dia sedikit gemuk tapi mengemaskan. Dia itu pandai membaca situasi. Seberapa jeleknya moodku saat itu dia dapat memperbaiki keadaanku.

“Apa aku menganggu?” tanyanya

Aku tidak menjawab

Lalu dia pergi. Dia mengambil sebuah ranting. Dia berputar-putar dia atas pasir. Aku sedikt khawatir dia jatuh. Tapi dia melakukan dengan baik. Ia mengesekan ranting itu di pasir. Berputar-putar.

Dia berhenti dan memandang hasil karyanya. Dia lalu berlari. Tubuhnya yang tambun berlari. Aku takut dia jatuh. Dia lalu naik ke atas perosotan lalu tersenyum.

Aku menandangnya tidak mengerti. Dia menatapku seakan menyuruhku untuk mendekatinya.

Aku mengikutinya, berdiri dia atas perosotan dan memandang hasil karyanya. Menabjuban. Bagaimana dia bisa melukis dengan pasir dan ranting.

“Bagaimana? Baguskan?”

Aku hanya terdiam.

Dia terdiam

Kami sama-sama terdiam.

Aku memandang hasil karyanya. Aku tau dia sedang memandangku.

Angin berhembus menghapus gambarnya. Aku menatapnya. Tidak ada satu kekecewaan diwajahnya. Yang ada dia tersenyum.

Aku tidak mengerti tapi aku tidak bertanya.

__________d_e_s_o_n__________

“Angin menghapus lukisanku. Kecewa. Tapi aku bahagia, dia melihat kearahku. Jantungku berdetak dengan kecang. Aku tidak mau mati muda. Tapi dia terus menatapku membuatku tersipu.

Sadarkah dirinya bahwa aku menyukainya.”

 

“dia terlalu indah, bahkan untuk ku sentuh. Tapi aku juga tidak bisa jauh darinya.”

 

“Aku mengikutinya lagi. Dia tidak menyadarinya. Aku berdiri di sampingnya. Dia tidak menoleh. Dia selalu saja tidak menyadari kehadiarnku. Bagaimana aku bisa masuk kedalam hatinya?”

“Kyu~”

Kyu menutup bukunya lalu segera menenggelamkan wajahnya di antara bantal, pura-pura tidur.

Pintu terbuka, Eunhyuk masuk kedalam, “kau sudah tidur?”

Kyu memejamkan matanya lebih rapat

Eunhyuk menghampiri Kyu

“kau aneh sekali hari ini?” Eunhyuk memegang kening Kyu, “Tidak panas!” lalu pergi ke luar

Blup..

Pintu tertutup.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya lalu menarik membuka kembali bukunya. Sejenak dia ragu untuk membaca buku itu kembali tapi rasa penasarannya meningkat.

‘ah~ coba saja kalo keyboardku tidak rusak!’ batinnya

“Mengapa orang yang terpilih itu adalah kau. Seseorang yang tak bisa aku miliki.

Mengapa kau yang selalu ku lihat meski kau tidak pernah melihatku. Hatiku mulai sakit saat kau bersamanya. Dia yang lebih cantik dari aku.”

dia bilang aku cubby. Bilang saja aku gemuk.”

“Aku ingin kurus…”

__________d_e_s_o_n__________

Sikapnya aneh akhir-akhir ini. Dia semakin pucat dan lemas. Dia selalu menolak jka di ajak makan. ada apa?

Aku mencubit pipi cubby-nya dan bertanya ada apa

Tapi dia malah marah dan berkata, “Oppa aku tidak mau dianggap anak kecil!”

“Kau memang bukan anak kecil!”

“berhentilah mencubit pipiku. Aku tau aku gemuk!”

Aku tidak bermaksud untuk mengatainya gemuk, aku memang senang mencubit pipinya, “Kau tidak gemuk, hanya montok!” ucapku di telinganya

Wajahnya memerah.

“Aku ingin kurus Oppa…!” lirihnya

“Untuk apa?” aku mentapnya heran, “Kau jauh lebih lincah dan gesit, dan kau juga sehat.”

Dia menunduk. Aku tidak tau apa yang dipikirkannya saat itu.

Aku mengenggam tangannya. Ada sesuatu yang berbeda. Aku memandangnya dia memang jauh lebih kurus dari sebelumnya.

__________d_e_s_o_n__________

“Aku sempat mengurungkan niatku untuk menguruskan badan karenamu. Tapi  aku sudah terlanjur dengan niatku. Berhenti sekarang juga sudah terlanjur. Aku akan terus melanjutkannya.”

 

“Dia tidak akan pernah tau betapa aku menyukainya. Mungkin dia akan menyadarinya saat aku sudah tidak ada. Karena cinta ini tidak memerlukan balasan, dan tidak tergantikan. Karena rasa ini satu-satunya yang kupunya dan hanya tercipta hanya untuknya”

__________d_e_s_o_n__________

Aku kaget saat melihat puluhan obat pelangsing didalam tasnya.

“kau sudah gila!” bentakku

“Mwo?”

Aku menunjukan obat pelangsingnya

Dia lalu merebut obat itu dari tanganku, “Bukan urusanmu, Oppa!”

Dia lalu pergi meninggalkanku sendiri

Hati kecilku menyuruhku untuk mengejarnya tapi kemudian Siwon menyuruhku untuk latihan.

Sore harinya aku bertemu dengannya.

Ia sedang berdiri didekat tiang listrik. Wajahnya pucat dan kacau. Matanya tidak fokus dan bibirnya membiru. Bajunya terlihat kebesaran.

Aku takut dia masih marah padaku. Aku putuskan untuk memberi tahu Hankyung untuk membantunya.

Hankyung membantunya tapi dia menolak, dia menepis tangan Hankyung. Dia berjalan sendiri, tapi dilangkah ke limanya dia terjatuh. Aku refleks berlari kearahnya. Hankyung yang lebih dekat segera menangkapnya lalu mengendongnya.

Aku melihatnya miris. Tidak tau apa yang harus dilakukan. Aku melihat sebuah buku berwarna ungu dengan bunga edelwise kering sebagai hiasan. Aku mengambilnya dan membuka halaman pertamanya ada foto Yeosin dan jauh samar di belakangnya ada fotoku dan Kibum sedang tersenyum.

Aku membawa buku itu. Akan ku beriakan buku itu padanya.

__________d_e_s_o_n__________

“ketika tingkat narsisku sedang tinggi. Aku berfoto dengan berbagai pose. Aku tidak peduli dengan omongan orang, yang penting aku bahagia. Aku tidak menyadari kalau di belakangku ada dirinya dan sahabatnya”

 

“lihat fotoku, seperti kami seperti dekat sekali. Dia tertawa dan aku tersipu. Seperti pasangan yang cocok.”

Kyu memandang foto yang hanya separuh itu. Foto seorang gadis yang sedang tersenyum manis.

“kenapa fotonya cuma setengah? Aku kan ingin tau siapa yang disukai gadis ini!” gerutu Kyu

Brukk…

Kyu memandang ke arah pintu. Ada bayangan yang mengendap-endap di belakannya. Kyu mengerutkan keningnya lalu berjalan kearah pintu.

“dia tidak salah minum obatkan?” suara Eunhyuk terdengar seperti bisikan

“Aku rasa tidak!” Kyu tau itu suara Sungmin

Kyu lalu membuka pinta.

Kedua pria itu langsung tersungkur dilantai

“Apa yang kalian lakukan?” tanya Kyu

“aniyo~!” jawab Sungmin dan Eunyuk bersamaan

Kyu kesal lalu mengambil masker, hoody dan bukunya keluar

“Kalian membuatku tidak tenang!”

“Kau mau kemana Kyu?” tanya Sungmin

Kyu tidak menjawab

Di atap Kyu membuka bukunya lagi.

“Ungu itu berati kesetiaan dan edelwise itu keabadian. Sebuah kombinasi yang cantik kesetiaan yang berakhir dengan keabadian. Tau kah engkau bahwa cerita ini tidak berujung. Aku tidak mau memulainya karena tidak mau berakhir. Tapi di sisi lain aku membutuhkanmu. Aku tau kau bukan miliku. Aku ingin menjadi milikmu. Yang selalu ada untukmu.”

 

“Dibalik sifatnya yang cuek dan aneh. Hatinya lembut dan halus. Seperti kapas. Dia mudah menangis dan tersentuh. Ia mengkhawatirkanku. Aku tau itu. Dia datang ke rumahku dan menemuiku.”

 

“Aku ingin menangis, kenapa saat dia mengalami perubahan, dia mulai memperhatikanku disaat aku sadari aku sudah tidak bisa bertahan dengan semua ini.”

 

“Setiap kisah pasti berakhir.”

 

“Kepalaku pusing, dia tau aku mengkonsumsi obat pelangsing. Aku tidak bisa mengelak. Aku ingin kurus. Agar dia tertarik padaku. Meski aku salah. Harusnya aku sedot lemak sekalian, kalau pun gagal akau langsung mati tidak perlu menderita seperti ini.

Kyuhyun berhenti dihalaman terakhir buku tersebut. Dia kemudian membaca ulang buku itu sekali lagi. Ia sangat penasaran siapa pria yang dimaksud dibuku ini.

__________d_e_s_o_n__________

Sudah beberapa hari ini aku tidak melihat dia. Aku bertanya pada Han Ajushi. Dia bilang bahwa Yeosin masuk rumah sakit.

Aku kaget mendengarnya. Bagaimana mungkin? Apa dia serius memakan semua obat pelangsingnya.

Aku ingin sekali menemuinya tapi jadwalku selalu padat. Apalagi Superjunior sebentar lagi akan debut.

Aku tidak tau harus berbuat apa lagi.

Dimusim gugur yang gugur. Aku melihatnya di depan tempat latihan. Aku tidak bisa menemuinya karena harus fokus pada latihan. Selama berjam-berjam dia menungguku di luar.

Kenapa dia tidak masuk ke restorannya. Apa dia mau mati kedingan.

Latihan selesai aku tidak melihatnya. Aku lega mungkin dia sudah masuk ke restorannya.

Tapi kemudian Kangin berteriak ada seorang gadis pingsan di luar.

Aku berlari dan melihat dia sudah membiru.

Aku membantunya berdiri, tapi dia menolak. Aku merasakan tangannya yang dingin. Wajahnya sangat pucat dan bibirnya sangat biru.

Dia mencoba bangun dan berjalan sendiri. Aku mengikutinya dari belakang. Aku selalu refleks memegangnya saat tubuhnya oleng tapi kemudian dia melepas tanganku.

Dia mengajakku ke taman. Ketempat yang sering kami tuju. Dia duduk dibangku panjang dan aku duduk di sebelahnya.

“Oppa besok aku ulang tahun!” ucapnya

“chukhae…! Apa yang kau inginkan?”

“Aku menginginkanmu!”

“disini dingin ayo kita pulang!” ajakku

Dia menggeleng, “Aku ingin bersamamu.”

“tapi kau masih sakit!”

“Tapi aku ingin bersamamu. Kenapa kau tidak mengerti!” dia membentakku dengan mata yang berkaca-kaca

“Besok saja jika kau sudah sembuh. Kita akan bermain sepuasnya!”

Dia menunduk, “besok saat kau mulai debut dan mulai melupakanku!”

“Aku tidak akan melupakanku, kau akan selalu menjadi gadis cubby-ku!”

Dia menatapku, “Oppa, aku sekarang sudah kurus, aku tidak akan menjadi gadis cubby-mu!”

Yah dia benar, kini dia kurus, sangat kurus. Dia hanya sebuah tubuh tanpa nyawa.

“Mungkin kini aku seperti mayat berjalan. Memang itu yang terjadi!”

“ssttt…”

“kau tidak tau betapa tersiksanya aku tanpa dirimu. Hanya kenangan indah darimu yang dapat membuatku tersenyum. Tapi mereka semua mau merampasnya. Aku tidak mau Oppa!”

Aku tidak mengerti, “Apa maksudnya?”

“Aku ingin kurus Oppa, agar kau melihatku. Aku ingin selalu bersamanu, Oppa karena aku menyukaimu, Oppa!” dia menunduk, “tapi aku salah, semua yang kulakukan bukan membuat kau semakin mendekat padaku tapi membuatmu jauh dari ku!”

Aku menatapnya tidak percaya

Dia mengangkat wajahnya lalu tersenyum, “dokter bilang bahwa saraf otakku rudak karena terlalu banyak mengonsumsi obat pelangsing. Aku akan di operasi Oppa!”

“Kau akan baik-baik saja!”

“Aku rasa tidak, karena aku akan kehilangan sebagian memoriku Oppa!” dia mengenggam tanganku, “Aku akan melupakanmu, betapa sakitnya hatiku ini dan nanti perlahan kau akan melupakanku karena kesibukanmu sebagai seorang idola.”

Aku mengenggam tangannya erat. Saat aku berada dalam masalah dia selalu menghiburku. Tapi aku tidak pernah bisa menghiburnya. Tidak adil memang dia sangat menyukaiku tapi aku membuatnya menderita.

“Aku akan kehilangan memoriku atau mati. Aku ingin memilih mati agar bisa melihatmu terus daripada melupakan hal yang paling berharga.” Aku terkejut, tangannya menggenggam erat tanganku membuatku tenang, ia lalu bersandar dibahuku, ”Aku lelah. Biarlah aku bersandar dibahumu. Meskipun tidak selamanya biarlah ku lepas lelah ini dibahumu sekali ini saja.”

Aku membelai rambutnya, “Aku tidak akan melupakanmu Yeosin meski kau akan melupakanku.”

Dia terdiam. Lama sekali dia tertidur di pundakku. Aku melihat jari-jarinya sudah membiru. Aku membalikan badan dan melihatnya sudah seperti mayat. Aku panik lalu mengendongnya ke rumah sakit.

__________d_e_s_o_n__________

Kyu sudah kembali ke dorm. Ia sibuk mencoret-coret kertas dihadapannya.

“siapa pria itu?” batinnya

“Kibum, Ryeowook, Sungmin, Eteuk, Heechul, Shindong, Siwon, kangin, Yesung, Donghae, hankyung, Eunhyuk?”

__________d_e_s_o_n__________

“Kau pulanglah!” ucap Han ajushi

Aku menatap Yeosin yang masih tidak sadarkan diri.

“Kalau kau disini, itu kan membuatnya semakin susah melupakanmu!”

“Tapi aku…”

“dia hanya gadis kecil yang takut sendirian. Dia takut saat dia membuaka mata, tidak ada seorang pun disampingnya. Aku kan disampingnya. Kau pergilah” Ajushi menepuk pundakku, “Berdoalah supaya Yeosin bisa melupakanmu, dan kau bisa mencintai orang lain yang kau sukai!”

Aku memandang Yeosin ragu untuk meninggalkannya, tapi kemudian aku sadari bahwa aku harus meninggalkannya cepat atau lambat.

__________d_e_s_o_n__________

“Sepertinya bukan Ryeowook” Kyu mencoret nama Ryeowook, “Dia menjadi traineer 4 bulan sebelum debut, dan gadis itu sudah menal pria itu lebih lama lagi!”

“Dari sifatnya yang lurus dan cuek, mungkin Yesung atau Kangin? Tapi Arrgggggghhhhh….” Kyu mengacak-acak rambutnya

Di sudut lain dorm lantai 11 Eunhyuk menatap sebuah foto yang sudah robek, “Kyu kau sedang patah hati? Kenapa foto gadis secantik ini ia robek?”

__________d_e_s_o_n__________

“aku tau harus meninggalkannya agar dia tidak tersiksa.” Ucapku

Donghae memberiku sebuah tissue, tanpa menyadarinya aku menangis. Bodoh.

“Besok tanggal 18 Oktober, mungkin jika dia masih ada besok adalah ulang tahun yang ke 20-nya!”

“Kau ingin menemuinya hyung?”

“aku tidak tau!”

“Kurasa kita harus menemukan diary itu!”

Aku mengeleng, “tidak perlu, aku memang harus melupakannya!”

T.B.C

Pages: 1 2 3 4
Previous Post
Leave a comment

6 Comments

  1. Cha Eunhae

     /  October 30, 2010

    Akhirnya…
    u post jg neh ff..
    Like this Lah..
    dtunggu ending baruny..

    Jgn lupa post jg ff yg lain..
    I’ll always support u chingu..
    ^_^

    Like

    Reply
  2. Han Eun Hee

     /  October 30, 2010

    Hahaaaaaaaa,
    Chingu kau makin stressss ajaaaa

    Like

    Reply
  3. Mae_mour

     /  November 6, 2010

    Jah,yg ne c dah baca

    ayo atuh pos ff u yg laen

    kan u punya bnyak ff

    Like

    Reply
  1. … Always be My Cubby Girl …part 3 | Secret Garden

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: