…Interlude…

Sejenak diam dan menatap satu titik. Disatu masa saat kita mulai lelah dengan hidup. Ia datang dengan godaan. diam atau beranjak.

Aku mencintainya namun tetap tak bisa melepas bayangan lain di hatiku…

__________DESON__________

Aku sedang menyelesaikan tugasku tiba-tiba seseorang datang dengan seikat bunga.

Aku menoleh dan mendapati dia sedang tersenyum.

“Aku lapar, ayo makan siang!” dia menyerahkan bunga padaku.

Aku memadang bunga itu. Sudah berapa ratus bunga yang ia berikan padaku setiap hari, yang akhirinya harus berakhir di tempat sampah.

Aku menaruh bunga itu di meja kerja, “ayo!”

Dia mencoba menghentikanku tapi kemudian ku tepis dengan halus.

Kami makan di tempat biasa. Dia mulai menceritakan banyak hal dan tentang semua hal, sedangkan aku memilih menjadi pendengar yang baik.

Makanan kami sudah habis tapi jam istirahat masih lama. Dia kemudian menggenggam erat tanganku.

“Han Yeosin~,” ucapnya lembut, “Aku menyukaimu. Maukah kau menikah denganku?”

Aku menatap matanya. Mencari kebohongan. Tapi yang aku lihat adalah harapan yang besar.

“Aku tidak bisa.”

“Kenapa?” ucapnya heran, “kau belum menikah dan kau juga tidak mempunyai kekasih.”

Aku tidak sanggup menatapnya lagi. Terlalu menyakitkan

“Izinkan aku untuk memiliki hatimu, Yeosin~a!” ucapnya lirih

“berikan aku waktu.” Akhirnya aku memutuskan

“Aku tidak bisa menunggu lama. Tapi akan ku tunggu sebisa mungkin.”

Aku menatapnya heran, “kenapa tidak bisa menunggu lama, Heechul-ssi.”

Dia mendekatkan wajahnya padaku, “Karena aku sudah tidak sabar untuk menikah denganmu, jagi~”

Aku menutup wajahku yang memerah.

Sebenarnya Heechul bukan pria yang jahat atau buruk. Dia bahkan lebih baik. Meskipun sifatnya kadang menyebalkan karena moodnya sering berubah. Tidak pernah sekalipun dia menyakitiku.

Satu alasan kenapa aku menolaknya adalah karena aku sedang menunggu. Menunggu seseorang yang aku sayangi. Aku masih menunggunya, karena hatiku terus berkata bahwa suatu hari aku pasti bertemu dengannya.

~flashback~

Aku sedang duduk dibangku di dalam kelas memperhatikan lapangan basket yang kosong. Aku datang terlalu pagi, sekolah masih sangat sepi.

Aku menangkap sosok seorang yang sering aku lihat tapi aku tidak tau namanya. Dia berjalan melewati kelasku. Ia berjalan pelan saat melewati kelasku. Aku memperhatikannya berbelok dan akhirnya tiba di kelasnya. Aku melihat dia masuk kelas yang ada di seberang lapangan. Tepat berseberangan dengan kelasku. Aku menatapnya aneh. Kenapa dia malah berputar mengelilingi kelasku.

Aku pikir mungkin dia datang kepagian sama sepertiku, jadi dia berputar mengelilingi sekolah.

Hari berikutnya aku pun melihatnya lagi. Berputar seperti biasa dan ketika melewati kelasku dia berjalan sangat pelan.

Aku heran dengan yang dia lakukan.

Suatu hari aku tidak melihatnya melewati kelasku. Aku pun tidak melihatnya didepan kelasnya.

Setelah lima menit bel berbunyi, aku mendengar suara derap langkah. Aku menoleh ke jendela dan mendapati dia sedang berjalan santai melewati kelasku menuju kelasnya.

Kenapa dia selalu melewati kelasku padahal dia sudah terlambat. Bukankah lebih cepat jika dia langsung kekelasnya.

Lama-kelamaan aku menjadi pengemar rahasianya. Aku selalu melihat dia dimana pun. Senyumnya sukses membuat otakku terangsang untuk kembali melihatnya. Ada sesuatu yang kurang jika aku tidak melihat senyumnya.

Apakah aku mulai menyukainya? Sejak kapan? Perasaan ini tiba-tiba saja sudah bersemayam dihatiku.

Aku membuka buku tugasku, semuanya penuh dengan kata cinta. Aku sekarang seperti punjangga yang haus akan cinta.

Siapa dia bahkan namanya saja aku tidak tau.

Setelah satu tahun, akhirnya aku mengetahui namanya. Kim Ryeowook.

“Han Yeosin?” suatu hari dia membuatku hampir gila karena menyebut namaku.

Aku menatapnya gugup.

“kau di panggil oleh Lee seosangnim.”

Aku hanya mengganguk, lalu pergi meninggalkannya. Bodoh kenapa aku lupa untuk mengucapkan terima kasih padanya.

Lee seosangnim menyuruhku untuk mendekor pesta perspisahan kami. Aku baru sadar bahwa kami akan lulus beberapa bulan lagi tiba-tiba terbesit keingin tahuan ku kemana dia akan melanjutkan kuliahnya.

Aku sedang kerepotan membawa kaleng-keleng cat. Tiba-tiba dia datang lalu mengambil semua bebanku.

“Gomawo…” ucapku saat sudah tiba di aula sekolah

Dia menatapku, “Cheongmaneyo.”

Dia adalah rekan kerjaku dalam mendekor aula untuk perpisahan. Satu minggu kami berkerja bersama. Kami semakin dekat.

Tuhan, kenapa kau dekatkan kami saat kami hendak berpisah.

“kenapa?” tanya Ryeowook saat melihat wajahku murung

“Tidak hanya merasa sedih.” Aku menadang hasil karya kami, “sebentar lagi kita berpisah, kuliah di tempat yang berbeda padahal kita disini sudah dekat.”

Ryeowook ikut-ikutan memandang hasil karya kami, “Jika disana ada pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi kenangan tidak akan terhapuskan.”

Aku memandang Ryeowook, “Apa aku boleh mengenggam kenangan ini?”

Ryeowook memandangku. Aneh memang kami dekat selama seminggu ini. Tapi aku sudah menyukainya sejak tahun lalu.

~Flashback End~

__________DESON__________

Heechul telah berdiri di depan pintu dengan seikat buka lily kesukaanku. Dia tersenyum manis.

“sudah siap?” tanyanya

Aku mengangguk, “memangnya siapa yang ingin bertemu denganku?”

“nanti kau juga tau.”

Heechul bilang dia ingin memperkenalkanku pada seseorang. Entah kenapa jantungku berdetak kencang.

Heechul berhenti di depan rumahnya. Aku sudah beberapa kali kerumahnya dan sudah sering bertemu dengan keluarganya. Tapi kenapa hari ini aku sangat gugup.

Aku mendengar melodi yang sangat indah dari dalam rumah. Melodi yang menceritakan sesuatu yang sedih.

Heechul membawaku masuk. Aku tertegun pada sosok yang sedang bermain piano. Kim Ryeowook.

Ia terus memainkan piano nya tanpa menoleh padaku dan Heechul.

“Dia adikku. Ryeowook.”

Ryeowook berhenti bermain piano tersenyum padaku sesaat lalu memainkan pianonya lagi.

“Kau tidak pernah bilang kau mempunyai adik laki-laki.” Ucapku sambil menyembunyikan kekagetanku.

“Dia adik tiriku.”

Aku memandang Ryeowook. Ekspresinya sangat datar dan seakan tidak peduli. Apakah dia sudah melupakanku.

Heechul mengajakku makan siang bersama keluarganya. Semuanya anggota keluarganya hadir termasuk Ryeowook dan Heejin kakak perempuan Heechul. Dia duduk dengan santai dihadapanku.

Kenapa dia datang lagi setelah ada seseorang yang akan mengantikan posisinya.

“Jadi bagaimana rencana pernikahan kalian?” tanya Kim Ahjussi

“kami sudah menentukan tempatnya, tapi tanggalnya belum kami tentukan.” Ucap Heechul mantab.

“jangan terlalu buru-buru, tapi harus dipikirkan secara matang.” Sambung Ahjumma

“Umma, untuk hal ini aku tidak mau menunda lagi. Sebelum Yeosin digondol orang lain.” Heechul mengedipkan matanya padaku. Membuatku bersemu.

“Aku sudah menyiapkan semua yang kalian perlukan nanti.” Tambah Heejin

“gomawo Noona.” Ucap Heechul sambil mengenggam erat tanganku.

__________DESON__________

~Flashback~

Pesta kelulusan. Aku pasti sudah gila.

Aku melihat Ryeowook sedang memeluk yeoja lain. Membuat aku ingin menangis. Aku tidak bisa marah meskipun aku ingin marah, tidak ada hubungan apa-apa di antara kami.

Aku membalikan tubuhku menjauhi keramaian. Aku duduk di kelasku di tempat aku biasa melihatnya berjalan memutar ke arah kelasnya. Belum juga kami berpisah aku sudah sangat merindukannya.

“Yeosin-ssi,” Ryeowook masuk kedalam kelasku.

Aku menghapus airmataku

Ryeowook duduk disebelahku lalu tersenyum manis, “kenapa kau menangis?”

“Aku sedih,” ucapku jujur, “aku takut kehilangan…”

Ryeowook mengenggam tanganku, “aneh memang jika kita begini,” ucapnya canggung, membuatku semakin gemas.

“aku hampir gila karenamu.” Ucapnya kemudian, “kenapa sulit sekali membuatmu jatuh cinta.”

“hah??”

Ryeowook mencubit pipiku gemas, “Tapi sekarang sudah terlambat.”

“Apa maksudmu?”

“Percuma aku katakan aku mencintamu. Aku mencintaimu sejak pertama bertemu. Kau akan pergi jauh dari sisiku.” Ryeowook melepas pandangannya dariku, “Kuliahlah dengan baik disana, aku akan selalu berdoa untukmu.”

“Kau…”

“lupakan aku.” Ucapnya dingin

“Apa?”

“kau diam atau pergi, semua tidak akan berubah. Karena cinta yang ku miliki ini seutuhnya milikmu.” Mata Ryeowook semakin menerawang jauh, “kau merasakan atau tidak. Semua sama saja. Sesuatu telah terjadi padaku.”

“kau sekarang tau perasaanku. Aku akan menunggumu. Kita pasti bertemu lagi.”

“Aku pasti akan menemukanmu.” Ryeowook memeluk tubuhku, “sebelum itu lupakan aku.”

“tidak akan.”

Sejak saat itu aku tidak pernah bertemu lagi dengan Ryeowook. Sulit melupakan sosoknya yang selama setahun telah melekat di hatiku.

Bodoh bagaimana aku bisa melupakanmu. Kim Ryeowook bodoh.

Bagimana aku bisa mencari cinta yang lain bila sayap hatiku telah patah. Hatiku telah terikat oleh dirimu. Tapi yang tersisa di antara kita hanyalah kenangan.

~Flashback End~

__________DESON__________

Aku sedang menunggu Heechul di taman belakang rumahnya, saat Ryeowook datang dengan dua gelas jus ditangannya.

“Anyeong…” sapanya datar

“Anyeong…” balasku

“Lama tidak berjumpa.” Ucapnya

“Kupikir kau sudah melupakan aku.” Ucapku penuh sindirian.

“Mana mungkin aku melupakanmu.” Ucapnya

“kau tau aku akan menikah dengan kakakmu, kenapa kau tidak mencegahku.”

“sudah terlambat.” Ucapnya santai mebuatku semakin murka.

“Kau tau kami dekat bahkan aku sudah sering datang kemari. Kenapa kau tidak mendatangiku.”

“untuk apa? Sejak dulu kita memang tidak pernah ada hubungan.”

Aku tersentak dengan kata-kata Ryeowook, “tidak ada yang terjadi, tapi kenangmu sangat kuat terukir di hatiku.”

“tak ada yang kekal dalam kenangan. Tak ada yang bisa merubah kenangan.”

Aku mengepalkan tanganku. Dia benar. Selama ini aku terlalu berharap padanya. Aku salah selalu mempertahankannya.

“Rencana pernikahan kalian, siapkanlah baik-baik. Kegagalan dalam perencanaan sama dengan merencanakan kegagalan.” Ucapnya sambil pergi meninggalkanku

“Aku harap bisa merencanakan kegagalan. Aku masih belum bisa melupakanmu Kim Ryeowook.” Batinku

__________DESON__________

Aku terus saja menimbang-nimbang tentang pernikahanku. Aku belum siap. Aku meminta Heechul untuk mengundurnya. Hatiku masih goyah.

Firasatku tidak enak dan entah kenapa bayangan Ryeowook terus merasup ke pikiranku.

__________DESON__________

Aku menjenguk Chaesun yang sudah melahirkan tadi malam. Dia menintaku untuk menemaninya selagi Donghae pergi berkerja. Aku pun menurut karena pekerjaanku sedang tidak banyak

“jadi kau mengundudur pernikahanmu?” tanya Chaesun

Aku mengangguk

“terus Heechul bilang apa?”

“dia belum menjawab.”

“Yeosin, kau ini bodoh atau apa sih. Kenapa kau terus memikirkan orang yang sudah tidak peduli padamu” ucap Chaesun dengan nada tinggi membuat bayinya menangis.

Aku mencoba menggendongnya, “Chaesun apa benar ini anakmu?”

“wae?” Chaesun meraih anaknya dari gendonganku

“kenapa mirip sekali dengan Donghae??”

Chaesun tersipu malu.

“Kau juga harus cepat menikah dan segera berikan anakku teman bermain.”

Aku mencibir.

Mataku tertuju pada pintu kamar. Aku melihat sesosok tubuh yang aku kenal. Kim Heechul.

“Chaesun aku pergi dulu nanti aku kesini lagi.”

Aku mengikuti Heechul yang berjalan dengan tenang. “untuk apa dia pergi ke rumah sakit.”

Heechul masuk ke dalam sebuah ruang. Aku berdiri didekat pintu mencoba melihat kedalam.

Heechul menyerahkan bunga yang ia bawa. Ia lalu duduk di pinggir. Aku tidak dapat melihat siapa yang ia jenguk karena wajahnya terhalang oleh tirai.

“Hyung kau kenapa?”

Aku mengenal suara itu. Ryeowook

“Yeosin menunda pernikahan kami.” Ucap Heechul lesu

“Wae? Kenapa dia bisa begitu.”

“Entahlah.”

“hyung kau tidak lupa janjimu kan.”

Heechul terseyum, “tentu saja.”

“Aku ingin sekali melihatmu bahagia. Aku akan memerikanmu banyak keponakan.”

Kata-kata Heechul Membuatku merona merah.

“kau janji menikah sebelum aku pergi. Kau tidak bohongkan?” ucap Ryeowook lagi

__________DESON__________

“Pasien bernama Kim Ryeowook itu mengalami Pembengkakan pembuluh darah diotaknya. Sudah dua tahun dia dirawat disini.” Ucap seorang perawat.

“sejak kapan dia mengidap penyakit itu?”

“sejak kecil, tapi penyakitnya semakin parah sejak dia menginjak SMA.”

Aku tertegun mendengar penjelasan dari perawat itu.

Aku masuk kedalam ruang perawatan Ryeowook. Ia pasti sangat sedih tinggal jauh dari keluarganya. Itulah sebabnya aku tidak pernah melihatnya dirumah keluarga Kim.

Ryeowook sedang tertidur saat aku masuk kedalam. Ia tertidur sambil memeluk sebuah kotak. Aku melepas kotak itu dari pelukannya.

Kotak itu terbuka. Aku melihat fotoku ada di dalamnya.

Tuhan benarkah aku yang ada di foto itu. Foto saat pertama kali masuk ke SMA. Foto saat kami mendekor aula. Foto-foto perpisahan kami. Foto saat aku dirumah Heechul pertama kalinya. Foto-foto saat aku tersenyum dengan Heechul.

Didalamnya ada sebuah buku sketsa. Aku membukanya. Ada puluhan gambarku yang terpajang. Beberpa kata-kata yang menggambarkan kerinduannya.

Hatiku telah terpaut dalam dan terbelenggu

Terobek oleh masa yang tak bisa ku sentuh

Hanya kenangan yang dapat ku genggam

Mengoyak perasaanku…

Katakan kau tidak mencintaiku

Katakan kau akan mencari penggantiku

Biar aku menyimpan kisah ini

Abadi bersama hembusan nafas terakhir yang ku punya

Aku menangis membaca tulisannya. “Ryeowook kenapa kau tidak memberitakuku.” Lirihku

“Kau tau…” dia memandangku dengan tatapan datarnya.

“Jangan pakai topeng kepura-puraanmu lagi.” Ucapku

“Aku tidak pernah berpura-pura. Semua itu memang tulus. Aku ingin kau bahagia.”

“Aku hanya mencintaimu.”

“Yang kulihat bukan cinta tapi kasihan.” Ucapnya ketus, “Pergilah sebentar lagi Hyung datang.”

“Aku tidak mau.”

“Yeosin, ku mohon menikahlah dengan Hyungku. Dia juga sangat mencintaimu. Aku tau itu. Dia tidak akan meninggalkanmu seperti aku.”

“Tapi yang ku cinta hanya kau.”

“Bodoh aku tidak mungkin bersamamu, sebentar lagi aku mati.”

“Semua manusia akan mati.” Ucapku lirih

“Setidaknya tidak secepat aku.” Ryeowook menatapku lembut, “Aku tidak ingin memulai hubungan denganmu karena aku takut akan mengakhirinya. Biarlah kisah ini berakir seperti ini.”

Aku mendangnya sendu.

“hyungku sangat mencintaimu. Dia selalu bercerita tentangmu. Dia bahagia bisa mengenalmu. Ku harap kau juga bahagia. Aku hanya jadi penghalang bagi kalian berdua.”

__________DESON__________

Satu tahun kemudian…

“Yeosin…” seseorang menepuk pipiku

Aku membuka mataku.

Senyum Heechul merekah sempurna, “jagi~” ucapnya mesra

Aku memegang kepalaku yang masih sakit. Tadi aku pergi ke kamar Ryeowook dan mendapat sebuah puisi yang dia kirim untukku.

Aku sangat merindukannya, hingga akhirnya aku jatuh pingsan.

“Gomawa Jagi~” ucap Heechul lagi di dekat telingaku, “Aku janji akan menjadi ayah yang baik untuk anak kita.”

Aku menatapnya tidak percaya.

__________DESON__________

Aku memutuskan untuk menikah dengan Heechul, setelah aku bicara dengan Ryeowook. Ryeowook pun memaksakan hadir dalam pernikahan kami. Dia sangat bahagia dan tersenyum sangat manis.

Senyum termanis yang pernah dia berikan.

Dua bulan kemudian penyakitnya kambuh. Ia sempat mengalami koma selama beberapa minggu. Aku dan Heechul terus menemaninya. Selalu disampingnya.

Sebelum dia pergi dia membuat surat untukku. Aku sering membacanya saat aku merindukannya.

Selamat tinggal Kim Ryeowook. Walau raga kita berjauhan tapi hati kita bertautan

Interlude

Satu dari sepenggal kisah cinta

Antara seorang Dewi dan pujangga

Hati berkelit dan berdusta

Cinta tetap menunjuknya


Bagaimana cintamu bisa membebaskanku

Bila hati dan cintaku terpaut oleh sebuah sosok

Yang tidak tergantikan didalam hatiku


Sosokmu dalam hatiku

Cintamu dalam hatiku

Bagai sebuah tatao yang tak terhapus

Terus membekas meski pudar…

I LOVE YOU

P.S: Jongmal Mianhae buat Fans nya Ryewoook… maaf saya telah membuat Ryeowook Oppa menderita…

Leave a comment

12 Comments

  1. chanycha

     /  December 2, 2010

    aigoooo,
    khayalan tingkat tinggi..
    *geleng2 kepala mode on*

    Like

    Reply
  2. chanycha

     /  December 3, 2010

    jagi~ itu apa???

    Like

    Reply
  3. Good day I was luck to find your Topics in bing
    your Topics is quality
    I obtain a lot in your theme really thanks very much
    btw the theme of you site is really impressive
    where can find it

    Like

    Reply
  4. vanny

     /  January 5, 2011

    gw kira heechul cuma karena disuruh wookie makanya dia mau ama yeosin, ternyata dia cinta toh hehehehehe

    lopdisff

    Like

    Reply
  5. wookie kasian bgt di sini.. Aaaiissh, ga nyangka chullie bs sdalem it syg ma org..😀

    Like

    Reply
  6. klo ga tega kenapa harus wookie??
    kasian kan abang wookienya..😥

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: