The Half Blood ELF ~Part 2~


Aku tidak membutuhkan apapun. Aku tidak inginkan apapun. Yang ku minta rasa percayamu. Karena kepercayaanmu memberiku kekuatan untuk tetap disampingmu.

Dia belum kembali, sebuah cahaya berwarna perak menyembul dari langit-langit.

Seorang wanita bersayap transparan tersenyum santai, aku tau.

Kau mengurungnya diluar sana. Apa kau sudah gila? Cahaya perak itu berpusar di satu titik kemudia muncul wanita bersayap perak dari dalamnya, tempatnya bukan disini, kau hanya menyiksa rakyatmu dan dia disini.

Wanita bersayap transparan itu menatap wanita bersayap perak, “Dewi bulan yang terhormat, apa kau lupa siapa yang mengurungnya di tempat ini. siapa yang membuatnya tidak bisa merasakan kehidupan yang sebenarnya.”

“tapi kau melibatkan manusia dalam masalah ini.”

“kau yang terlebih dahulu melibatkan manusia dalam masalah ini.” Dewi Bunga menuang the kedalam gelas kecil.

“itu berberda. Bagaimana jika manusia mengenali eksistensi kita?”

“mereka sudah tau hal itu Dewi Bulan.”

“itu hanya sebagai mitos dan dongeng.”

Dewi Bunga menatap Dewi Bulan dengan tatapan lembut, “aku hanya membereskan hal yang pernah kau perbuat.”

“kau membuatnya semakin rumit

Dewi Bunga hanya tersenyum, “aku hanya ingin menujukan sesuatu yang benar, Dewi Bulan. Cinta itu tidak bisa di paksa. Meski kau memisahkan dua manusia dalam dua alam yang berbeda.”

__________d_e_s_o_n__________

Heechul memijat-mijat keningnya yang terasa sakit. Ia tidak bisa menerima semua ini. ia hanya percaya bahwa yang tinggal di dunia ini hanya manusia. Manusia yang jahat dan manusia yang baik.

Tapi semua yang ia lihat kini menunjuk ke sebuah fakta bahwa gadis di depanya ini hanya wujudnya saja yang manusia.

Aku tidak bisa mengatakannya, tapi aku bisa menunjukannya. Gadis itu duduk dihadapan Heechul, sebaiknya kau percaya, ini akan lebih memudahkan kita.

“Aish,” Heechul mengorek-orek telinganya yang berdengung. Gadis itu tidak membuka mulutnya sedikitpun tapi ia dapat mendengar suaranya dengan jelas.

Wae, gadis itu menatap Heechul khawatir

Heechul menatapnya geram, “kau bisa tidak jika memakai suara yang lebih normal?”

Suara apa? Gadis itu menatap Heechul polos di balas oleh tatapan tajam Heechul.

Gadis itu tersenyum lalu menarik bibirnya, “suara seperti ini, maksudmu?”

Heechul menatap gadis di hadapannya, ia terpana oleh suaranya jernih dan indah, “Ya, seperti itu lebih baik.” Heechul menyunggingkan bibirnya.

Gadis itu tersenyum manis.

“Jadi kau benar-benar seorang peri? Seorang Elf.” Ucap Heechul dengan ragu.

Gadis itu mengangguk.

“apa kau bisa melakukan sihir?” tanya Heechul antusias

Gadis itu melemparkan pandangannya ke jendela, “aku tidak bisa mengatakannya. Kau harus menyakininya.”

Heechul menatap gadis itu tajam, “bagaimana aku meyakini sesuatu yang tidak masuk akal. Tunjukan kau seorang peri baru aku percaya.”

Gadis itu memandang Heechul dengan tatapan dictactor, “tidak semua yang kau lihat itu nyata Tuan, tidak semua yang dengar itu benar. Kadang otak manusia hanya bisa menerima apa yang di kecap oleh indra, tidak bisa merasa di luar itu.”

Heechul mengerutkan keningnya, “aku tidak mengerti.”

“huffft… aku hanya meminta kepercayaanmu. Hanya itu yang bisa mengantarkanku pulang ke tempatku.”

Heechul mengedarkan pandangannya tidak peduli.

Rumah yang mereka tempati hanya berukuran kecil di tengah hutan pinus. Tidak ada peralatan yang mencolok hanya benda-benda yang terbuat dari kayu saja.

Heechul merogoh sakunya. Ia mencari mencari ponselnya.

“aish.” Heechul menepuk keningnya. Ia lupa jika ia menyimpan ponselnya di dalam mobil. Ia melihat jam di tangannya. Ia sudah meninggalakan acara-acaranya, semua orang pasti sedang kebingungan mencarinya.

“kenapa?”

“Ponselku tertinggal. Semua orang pasti kebingungan mencariku.”

Gadis itu menatap datar Heechul, seolah bukan masalah yang besar baginya.

“Dimana kita sekarang? Aku harus pulang. aku tidak bisa meninggalkan perkerjaanku.” Ucap Heechul pada gadis itu.

“Apa kau percaya jika aku bisa mengatarmu ke tempat aku menemukanmu pertama kali di jam yang sama?”

Heechul terkekeh, ia menganggap gadis didepannya sudah gila,  “ya, ya, ya, aku percaya. Kau puas…”

Belum sempat Heechul menyelesaikan kata-katanya. Ia merasa dunia yang ia tumpangi berputar dan menyusut pada sebuat lubang tidak kasat mata. Perutnya terasa bergejolak seperti ada yang hendak keluar dari dalamnya.

“Seperempat dari kecepatan cahaya.” Gadis dengan nafas yang tersengal. Ia tidak mampu menahan berat badannya lagi langsung tersungkur ke tanah.

Heechul mengerjap-ngerjapkan matanya, masih sedikit bingung. Ia melihat kesekeliling. Malam. Mobilnya terparkir di tempat ia tinggalkan.

Ia melirik jamnya. 02.45. itu artinya 5 menit setelah dia meninggalkan pesta.

Heechul menatap gadis itu masih tidak percaya.

“kau memberatkan pekerjaanku, harusnya kau percaya padaku sepenuhnya.” Ucap gadis itu mencoba bangkit namun gagal.

Heechul meraih tangan gadis itu dan menariknya kesampingnya. Heechul memengang pinggangnya agar gadis itu bisa berdiri tegap.

Gadis itu meringis kesakitan.

“kau tidak apa-apa?” Heechul sedikit khawatir

“tidak sesakit saat pertama.” Ucap gadis itu santai, “tapi kau memegangku terlalu banyak.”

Heechul melepaskan tangannya, “terimakasih, aku mempercayaimu, yah walau masih sedikit bingung.”

“Sama-sama.”

“bagaimana aku bisa mengantarmu pulang?”

“aku tidak tau.” Gadis itu menunduk lemas, “aku kehilangan pintunya.”

“lalu aku harus bagaimana?”

Angin berhembus menyibakan gaun tipis gadis itu. Ia sedikit mengigil namun segera ia tepis. Ia merasakan lengandan pinggangnya panas, tepat ditempat Heechul menyentuhnya.

“kau tidak bisa disini terus. Sekarang masih musim dingin.” Heechul menarik tangan gadis itu.

Gadis itu meringis kesakitan tapi tidak menepis tangan Heechul.

Rasanya tidak sesakit yang dulu. Hangat namun terasa perih.

__________d_e_s_o_n__________

Gadis itu memandang ngeri pada gedung didepannya. Ia tak sanggup lagi untuk masuk kedalamnya. Ia begitu kesakitan. Tubuhnya memerah dan muncul keringat dingin. Bahkan saat di dalam mobil ia terus meringis kesakitan.

“ayo masuk.”

Gadis itu tetap berdiri di tempatnya.

Heechul memandang gadis itu heran, “Kenapa?”

“kau tau aku tidak bisa bersentuhan dengan besi. Disana terlalu banyak besi.”

“kau dia bisa, percayalah. Kau bisa masuk kedalam mobilku. Sekarang kau bisa masuk kedalam rumahku.”

“aku sudah tidak sanggup lagi.” Gadis itu menunduk lemas, “tenagaku sudah habis.”

Heechul menghela nafasnya dalam-dalam. Ia tidak tega melihat gadis itu kedinginan dan sendirian. Meskipun dia punya kekuatan, dia tetap seorang gadis.

Heechul melepas jasnya lalu meyampirkannya ke bahu gadis itu, “kau pasti bisa.”

Heechul memeluk tubuh gadis itu yang terbalut jasnya, “jika begini kau tidak sakitkan??” tanyanya.

Gadis itu menggeleng lalu melangkah bersama Heechul ke dalam gedung.

Tanpa mereka sadari seseorang memfoto kejadian tersebut dan tersenyum puas.

­__________d_e_s_o_n__________

Heechul menangkap ekspresi ketakutan gadis itu. Jika manusia tubuhnya pasti pucat pasi. Tubuhnya bahkan sudah lemas.

“terlalu banyak besi, “ucapnya lirih.

Heechul mengangguk, “sebaiknya kita lewat sini.” Heechul membimbingnya memasuki tangga darurat.

Heechul membiarkan gadis itu berjalan didepannya. Ia tidak ingin menambah penderitaan peri itu.

Heechul tidak bisa melakukan apa-apa. Ia meresa bersalah karena telah melempar cincinya ke sembarang arah. Ia melihat kulit gadis itu semakin lama-semakin memerah. Apa itu akibat berdekatan dengan manusia?

Gadis itu berjalan sempoyongan dan akhirnya ia terjatuh di lantai delapan. Untuk ukuran manusia biasa disebut dengan pingsan. Heechul tidak tau kosta kata yang tepat untuk seorang peri.

Heechul akhirnya membopong gadis itu sampai ke dormnya yang ada di lantai duabelas.

Setibanya di dormnya, Heechul langsung mengeluarkan semua benda-benda dikamarnya yang terbuat dari besi. Ia tidak ingin peri ini tambah kesakitan.

Heechul menidurkan gadis itu di kasurnya. Ia memandang peri itu sekilas. Wajahnya sempurna. Terlalu sempurna untuk menjadi manusia terlebih matanya yang berwarna biru safir. Tenang seperti lautan namun dalam dan menghanyutkan.

“Hyung apa kau sudah pulang?”

Heechul melepas tatapan takjubnya dan melangkah ke luar kamar. Ia mendapati Donghae sudah berdiri di depan kamarnya, “ada apa?”

“Kau keluar pesta begitu saja. Kami khawatir dengan keadaanmu.” Ucap Donghae.

“aku tidak apa-apa. Aku tidak akan menangis karena seorang perempuan.” Heechul menutup pintunya, lalu melangkah ke sofa.

“wartawan tadi sempat memfoto kalian apa kau sudah menghubungin manager Hyung?” tanya Leeteuk.

“Belum. Aku masih capek.” Ucap Heechul jujur. Ia memang capek. Capek hati dan capek pikiran.

“sebaiknya kau segera menghubunginya.” Saran Leeteuk sambil masuk kekamarnya di ikuti Donghae.

Heechul bersandar ke sofa. Badannya tersa pegal dan hatinya masih sakit. Kejadian beberapa jam lalu terasa sebuah mimpi baginya.

Heechul memijat pelipisnya yang sedikit berdenyut. Tidak lama setelah itu dia tertidur.

__________d_e_s_o_n__________

“hyung… hyung… ireona Hyung!”

Heechul merasakan tubuhnya berguncang. Ia membuka matanya perlahan dan melihat Donghae ada dihadapnya.

“Hyung kenapa kau tertidur disofa?”

Heechul memegang bahunya yang sakit akibat tidur di sofa. Ia teringat kejadian semalam dan… Heechul menghembuskan nafasnya berat.

“jadi semua ini bukan mimpi.” Ucap Heechul lirih

Donghae memandang Hyungnya itu, ia merasa miris pada Hyungnya yang satu ini, “sabarlah Hyung masih banyak wanita didunia ini.” Donghae menepuk pundak Heechul.

Heechul menadang Donghae tidak mengerti. Wanita? Jika hanya wanita biasa, ia tidak akan repot-repot seperti ini. Namun ini bukan sekedar wanita, dia peri. Sesuatu yang tidak bisa di pikirkan oleh otak manusia normal.

Heechul tersenyum, ia tidak mungkin menjelaskan semua ini pada Donghae. Ia sendiri masih tidak percaya apalagi Donghae.

“Heechul-ya, kenapa barang-barangmu ditaruh diluar?” tanya Leeteuk saat melihat semua barang Heechul berserakan didepan kamarnya.

Heechul berpikir sejenak, “aku hanya butuh sesuatu yang baru, Hyung.”

Leeteuk menadang Heechul dengan tatapan miris.

Heechul beranjak dari duduknya lalu pergi kekamarnya. Ia membuka kamarnya pelan-pelan dan tidak lebar-lebar. Ia takut bila Donghae dan Leeteuk melihat kamarnya dan seorang gadis sedang tertidur didalamnya.

Donghae mendekati Leeteuk lalu berbisik, “kau lihat Hyung, dia begitu tertekan.”

“aku tau.” Ucap Leeteuk sambil megangguk

“lalu apa yang harus kita lakukan. Kau tau jika moodnya jelek, bisa berimbas pada kita.”

Leeteuk tampak berpikir, “Aku bahkan tidak tau kalau dia sangat mencintai Choi Eunhee.” Leeteuk menghela nafasnya, “harusnya aku melarangnya mendekati gadis itu.”

__________d_e_s_o_n__________

Heechul melihat kamarnya kosong melompong. Ia tidak melihat gadis itu didalam kamarnya. Heechul menghela nafasnya.

“semua itu hanya mimpi.” Heechul menegaskan pada dirinya.

“kau mencariku?”

Heechul menoleh dan mendapati gadis itu tersenyum di balik pintu. Tubuhnya tidak semerah tadi malam juga tidak sepucat pertama kali bertemu.

“kau bukan mimpi?” Heechul mengumpulkan kesadarannya.

“tentu saja, aku nyata. Aku memang bukan makhluk hidup. Aku makhluk abadi. Ingat itu.” gadis itu duduk di kasur Heechul.

“tapi tadi aku tidak melihat kau di kamar ini.”

Gadis itu terkekek, “tadi aku memakai wujud periku dan kau tidak akan pernah bisa melihatnya.”

Heechul mengangguk. Ia sengaja menjaga jarak dengan gadis itu. Ia takut kalau gadis itu meringis kesakitan.

Heechul melihat lengan gadis itu, luka di tangannya masih tampak nyata. Membuatnya sadar bahwa gadis itu amat sangat kesakitan.

“kau tau, saat aku terbangun. Aku dalam keadaan wujud manusiaku. Aku pikir aku pasti mati. Tapi ternyata tidak aku masih hidup.” Ucapnya riang, “tapi satu hal yang ku aneh. Aku tidak bisa kembali ke wujud periku dengan cepat. aku bahkan kehilangan beberapa kekuatanku.”

Heechul menatap gadis didepannya dengan tatapan tajamnya, “kau pikir aku peduli?”

Gadis itu menatap Heechul sendu, “aku akan mati jika aku terus berada diduniamu.”

“katamu kau makhluk abadi. Berarti kau tak akan mati.”

Gadis itu menatap Heechul tajam, “Mati adalah sesuatu yang akan terjadi tuan. Makhluk hidup sepertimu akan mati cepat atau lambat dan makhluk abadi sepertiku kematian bisa dihidari. Kematian adalah kecerobohan.”

“Anggap saja kau peri yang ceroboh.” Ucap Heechul santai

Gadis itu menatap Heechul dengan kecewa. Seseorang yang dianggapnya bisa sebagai jalan keluar masalahnya, malah menuduhnya sebagai makhluk yang tidak berguna.

Ia mendengus kesal kemudian berbalik dan menghilang.

Heechul masih tertegun setelah melihat peri itu menghilang dihadapnnya.

Heechul mengetuk kepalanya perlahan. Mungkin ia sudah gila. Tapi hatinya berkata bahwa dia benar benar peri.

__________d_e_s_o_n__________

Heechul memasuki ruang latihan dengan wajah kusut. Ia duduk di pojok memandang sebuah koran yang berisi dua foto dirinya. Foto pertama saat dia sedang menonjok Junho dan satunya lagi saat dia menggandeng peri itu dorm nya.

Ia memegang keningnya yang berdenyut.

“hyung, kau baik-baik saja?” ucap Donghae

“iya hanya kurang tidur saja.” Jawab Heechul asal.

Donghae menatap Siwon yang masih latihan dengan Eunhyuk ketika Heechul menyentuh pundaknya.

“Donghae-ah, apa akau percaya dengan mitos?”

Donghae memandang Heechul tidak mengerti.

“kau percaya dengan segala sesuatu tentang hal-hal mistis dan mitos?” lanjut Heechul”

Donghae memandang Heechul dengan tatapan takjub, mungkinkah seorang Kim Heechul kembali ke jalan yang lurus (?).

“sejujurnya Hyung, aku percaya pada beberapa bagian.”

Heechul mengerutkan heningnya meminta penjelasan lebih.

“aku merasa ada seseorang sana yang mengawasi kita.” Donghae menunjuk ke langit, “meski aku belum pernah melihatnya langsung. Aku juga percaya ada makhluk lain selain kita dan aku percaya ada kehidupan setelah kehidupan ini berakhir.”

Heechul memandang Donghae antusias, “apa maksudmu dengan makhluk selain kita.”

“Ya hantu Hyung~”

“Hantu???” Heechul memandang Donghae, “itu hanya ilusi yang dibuat oleh alam bawah sadar kita saat sedang ketakutan.”

Donghae sejenak ragu, “Entahlah Hyung… mungkin saja.”

“lalu bagaimana dengan peri. Apa kau percaya dengan peri.”

“Peri? Dulu aku percaya, saat ibuku mendongengkannya sebelum aku tidur.” Ucap Donghae santai, “apa lagi peri gigi.” Ia kemudian terkekeh

“peri gigi?”

“Ya~ dulu saat aku kecil, gigiku berlubang tapi aku tidak mau mencabutnya. Lalu ibuku berkata, ‘Donghae-ah, jika kamu mau mencabut gigimu dan meletakkan gigimu dibawah bantal maka Peri gigi akan menganti gigimu dengan sebatang coklat.’ Aku akhirnya mencabut gigiku dan menaruhnya di bawah bantal. Keesokan paginya aku terkejut saat melihat sebatang coklat di bawah bantalku.” Ucap Donghae dengan mata yang berbinar-binar.

Heechul hanya melonggo mendengar cerita Donghae.

“tapi setelah aku dewasa aku tau, bahwa yang menaruh coklat di bawah bantalku adalah ibuku.” Ucapnya sambil terkekeh

Heechul memandang Donghae, “lalu hal apa lagi yang kau ketahui tentang peri-peri?”

Donghae berpikir sejenak, “Ehmmm… setahuku, mereka berukuran kecil, pemakan nektar, hidup di kelopak bunga. Diantara mereka ada yang sebagai penabur bunga di musim tertentu, ada yang menciptakan angin, ada yang menciptakan salju, hujan dan panas.”

“apa mereka akan mati?”

Donghae sejenak berpikir, “ibuku tidak pernah menceritakan bagian itu.”

“apa kau tau cara masuk kedalam negeri peri?”

Donghae mengerutkan keningnya tidak mengerti, “kenapa Hyung? Tumben kau menanyakan hal yang seperti ini.”

“Anii… aku tidak apa-apa.”

Donghae memandang ke depan namun ia bisa melihat Heechul dengan ekor matanya. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres tentang Hyungnya itu. Ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Hyungnya ini. Mereka memang tidak terlalu dengat tapi selama lebih dari lima tahun bersama, tidak mungkin Donghae merasakan keanehan Heechul.

“Hyung wanita yang ada di koran itu.” Donghae sedikit ragu untuk mengangkat topik pembicaraan itu. ia takut Heechul akan marah.

“ah ya… kenapa?”

“itukah alasanmu tidur di sofa?”

Heechul mengangguk, “dia bukan gadis seperti yang kalian pikirkan. Dia gadis yang sangat berbeda.”

Donghae mengangguk, “Aku mengerti. Dia sangat sangat cantik. Tidak mungkin dia gadis seperti itu.”

“hyung kenapa kau tidak mengenalkannya pada kami.” Siwon duduk di sebelah Heechul sambil menyeka keringatnya dengan handuk, membuat Heechul menggeser menjauhinya.

“aku tidak yakin dia mau.” Ucap Heechul santai

“Ayolah~ ku pikir Hyosun akan senang bertemu dengannya.” Bujuk Siwon.

Heechul berdiri dan meninggalakan Donghae dan Siwon yang masih menunggu jawabannya.

“Hyung, kenapa kau melakukan itu. dia kan baru kena kasus.” Ucap Donghae pelan namun masih terdengar oleh Heechul.

“Butuh sebuah cinta lain untuk menghilangkan sakit hati.” Ucap Siwon.

Heechul tersenyum saat mendengar ucapan Siwon. Apakah seorang peri bisa menghilangkan sakit hati?

TBC

__________d_e_s_o_n__________

Cerita ini terinspirasi dari karakter DOOBBY di Harry Potter dan sebuah karya Mellisa Marr yang judulnya Fairy ~kalo gak salah.

dibagian-bagian tertentu terinspirasi dari cerita dongeng peri gigi, peri cacing, Cinderella, Rapunzel, Peterpan, dan MV Really MSS YOU nya SM THE BALLAD…

Dan tentu saja MY BEST INSPIRATION saya, tan tan trann traann traaaannnn….  KIM HEECHUL

So Guys yang tau dari cerita2 dongeng diatas pasti bisa nebak ending nya…

bagi gag tau harap sabar, n bagi yang tau simpan dulu spekulasi anda dan kita cocokan di ending nanti…

see u later

Komen, Please…

_deson_

Leave a comment

8 Comments

  1. ikANDonghae

     /  February 8, 2011

    Annyeong Queen of typo..
    I’m come back again..

    Tlalu bnyak typo.
    Kyakny julukan Queen of typo cocok bwt u Omet.

    C ikan nongol..
    C ikan junior polos bgd iah..
    Pcaya aza ma peri gigi..
    Bener” cocok ma gw yg polos ne..
    Pasangan polos (?)

    Hyosun??
    Nuguseyo??

    Heechul diem” peduli jg ma it peri..

    Like it..
    Makin seru critany,.

    Okay..
    Gw simpen spekulasi gw bwt part ending.

    Like

    Reply
  2. AmayaKawaii

     /  February 9, 2011

    G’ tau gmn endingny. . .
    So lanjut . . . . . . .

    Like

    Reply
  3. Annyeong…🙂
    Miss.Pumpkin datang kembaliiii…😀
    jujur kacang ijo.. sukaaaa sama cerita model kek gini.. karna diriku pun penyuka harpot,, jadi interest kalo ada cerita yang berbau “Magic”

    ditunggu lanjutannya yaaa..
    buat authornya.. SMANGAT…!!!
    Btw,, diriku ga bisa nebak endingnya seperti apa?.. jadi penasaran.. >.<

    Like

    Reply
    • Nde… Kaka Annyeong
      suka sama harpot juga yah… sama dunk
      kelanjutannya agak lama jadi tunggu ajaaa ya
      gomawo udah baca n komen

      Like

      Reply
  4. nisha

     /  November 10, 2012

    bagus c crita’a, tp yg part nie w ga trlalu ngerti..😦

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: