CoffeeMilk: Don’t Give Up

Tidak semua yang kita harapkan bisa datang. Kadang sesuatu yang tidak kita sukai bisa lebih sering menyapa kita. Menghindar bukan cara melepakan diri dari masalah. Menyerah tanpa alasan malah menginjak harga diri.

Introspeksi diri dan bangkit dari kesalahan adalah cara menggapai kemenangan.



Yeosin membolak-balikan tubuhnya diatas kasur. Jantungnya berdetak kencang, tangannya mengeluarkan keringat dingin. Ia melirik kalender pribadinya yang hanya ada satu diseluruh dunia. Karena kalender itu buatan Yeosin sendiri.

Februari.

Yeosin memperhatikan dengan seksama kalender buatannya itu. Dalam kalender itu terpampang fotonya dan kekasihnya sedang bergandengan tangan. Matanya kemudian tertarik pada satu titik dibawah. Tanggal 18 Februari.

Tidak ada yang istimewa dalam hari itu selain ulang tahun kakak sahabatnya itu.

Yeosin mendengus kesal. Ia tidak ingin hari itu.

Yeosin kembali merapatkan selimutnya. Ia menghembuskan nafasnya lalu memejamkan matanya. Berharap jika ia terbangun ia hari itu tidak akan datang.

­___________d_e_s_o_n__________

Heechul mengetuk meja dengan buku buku jarinya. Berkali-kali matanya melirik ke ponselnya yang diam. Heechul mencoba profesional. Ia mencoba berkonsentrasi pada pekerjaannya sebagai seorang DJ.

Senyumnya mengembang manis, tapi hatinya terus gelisah.

Setelah siaran Youngstreet, Heechul segera menarik poselnya lalu menekan angka 2. Ia menunggu sesaat sampai ada suara jernih di sebrang sana.

‘maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktiv atau…’

“Aishhh… Heechul menatap ponselnya dengan sebal.”

Heechul menatap ponselnya dengan sabar. Foto manis Sohee wondergilrs terpampang manis sebagai walpaper, tapi bukan itu yang ingin dia lihat. Dengan sabar ia menunggu sampai ponselnya menampilkan screensaver.

Heechul tersenyum saat melihat screensavernya. Seorang gadis dengan rambut dikuncir kuda muncul dengan senyum mengembang. Heechul mengelus layarsentuh ponselnya. Tidak cukup pelan hingga membuat foto gadis itu membuyar.

“Aissshh…” gerutu Heechul.

Kemarin mereka bertengakar hebat karena ia lupa menghubungi kekasihnya itu. bukannya lupa, ia terlalu sibuk dan tidak punya waktu meski hanya untuk mengsms kekasihnya.

Tapi bagaimanapun diotaknya selalu mengingat kekasihnya.

Setelah mengemas barang-barangnya Heechul keluar dari studio SBS. Berkali-kali ia menghubungi kekasihnya itu namun tidak pernah bisa.

“Jadi siapa sekarang yang tidak bisa dihubungi?” Gerutu Heechul, “Aishh… bukankah kemarin dia yang marah karena tidak bisa menghubungiku, tapi kenapa sekarang dia yang tidak bisa dihubungi.”

Heechul mencak-mencak sendiri saat seseorang menyapanya dari belakang.

“Hyung… kau jadikan datang ke pesta ulangtahunku?” Changmin menatap Heechul serius.

“Ne, tentu saja besok aku tidak ada jadwal.” Ucap Heechul santai.

“kalau begitu ajak Yeosin nuna juga ya!”

“Nuna??? Aish.. kau ini bagaimana bukankah dia lebih muda dua tahun darimu?” ucap Heechul penasaran.

“Ya Hyung, suatu saat kan dia akan jadi nunaku juga jadi aku berlatih untuk memanggilnya nuna.” Changmin memamerkan deretan gigi putihnya.

“ara… ara… ara…” ucap Heechul santai, “Changmin~ah, boleh aku minta nomor adikmu?”

“mwo??? Untuk apa?” Changmin menatap Heechul curiga.

“Aishh… jangan berpikiran negatif begitu. Aku hanya ingin menanyakan Yeosin. Hari ini aku tidak bisa menghubunginya sama sekali. Padahal kami baru berbaikan dua belas jam yang lalu.”

Changmin tak heran saat mendengar cerita dari Heechul. Ia sudah sering mendengar tentang pasangan CoffeeMilk yang hobbynya bikin rusuh.

Setiap ketemu berantem tapi jika jauh saling kangen. Detik ini damai. Detik berikutnya bertengkar.

Memang susah jika dua moodmaker jadi pasangan.

Changmin akhirnya memberikan nomor adiknya karena tidak tega melihat wajah melas Heechul dan disatu sisi ia takut jika Heechul akan marah padanya.

___________d_e_s_o_n__________

“Bagaimana dengan yang ini?” Donghae menangkat sebuah sweeter berwarna merah.

Chaesun menggeleng, “dia sudah punya banyak sweeter, Honey.”

“Sweeter bukan, kemeja, bukan, celana juga bukan lalu mau apa lagi?” Ucap Donghae kesal saat menemani Chaesun membeli kado untuk kakak tercintanya.

“Aku ingin sesuatu yang beda. Yang belum pernah ia miliki.”

“aishh, Honey, ia itu seleb yang terkenal. Dia mampu beli apapun yang dia inginkan. Kalaupun dia tidak bisa, fansnya sering membelikannya.”

Chaesun memandang Donghae sebal, “cih, bilang saja kau tidak mau menemaniku belanja.”

“bukan begitu Honey, kita sudah keliling lima mall. Masih kurang juga. Bagaimana jika ada orang yang mengenaliku dan melihat kita jalan berdua?” Donghae memengang kedua bahu Chaesun dan meminta tatapannya.

“aku tau tapi…”

Drttt…drtttttt…

Chaesun memandang deretan angka asing di ponselnya.

“siapa?” ucap Donghae

Chaesun menggeleng kemudian memasukan ponselnya ke tasnya lagi, “tidak tau.”

Mereka akhirnya memilih-milih lagi kado yang cocok untuk Changmin.

Drrrtttt… drtttt…

Untuk kesekian kalinya ponsel Chaesun berdering. Chaesun malas mengangkat telepon dari orang yang tidak ia kenal.

_One received message­_

Chaesun membuka flip ponselnya dengan malas. Kemudian matanya terbelak mendapati deretan huruf  yang hampir membuat nyawanya melayang.

Donghae melihat gelagap aneh kekasihnya lalu membaca pesan yang diterima oleh kekasihnya itu.

Ini aku Kim Heechul… Aishh kenapa kau tidak mengangkat teleponmu

Drrrttt… drrtttt…

“yeob…” belum sempat Chaesun bicara suara diujung sana sudah mengelegar.

“Aissshhh… kenapa kau lama sekali mengangkat teleponnya. Kau tidak tau aku sangat sibuk. Jika karena bukan hal yang penting aku tidak akan menunggumu seperti ini?”

“Ya! Oppa? Kenapa kau tiba-tiba menghubungiku?” Ucap Chaesun sambil menjauhkan ponselnya dari telinga.

“Apa kau tau dimana Yeosin. Aku tidak bisa menghubunginya.”

Chaesun mendecak kesal, “tentu saja kau tidak bisa menghubunginya. Dia kan merusak ponselnya kemarin.”

Chaesun mendengar Heechul mengerutu tidak jelas, “babo gateunna, apa kau tidak bersamanya sekarang?”

“ani, aku sedang membeli kado bersama Donghae Oppa.”

“apa kau tau kira-kira sekarang dia ada dimana?”

Chaesun berfikir sejenak, “mungkin dia pergi kekampus.”

“oh, baiklah Gomawo Chaesun-ah, sebaiknya kau memberi kado yang dibuat oleh tanganmu bukan yang dibeli di toko. Kurasa Changmin akan lebih menyukainya.”

“hah? Op~ tut…tut…” belum sempat Chaesun menjawab Heechul sudah menutup sambungannya.

“ada apa?” tanya Donghae

Chaesun menutup flip ponselnya lalu memasukannya ke tas, “biasa pasangan abal-abal.”

Donghae mengumamkan kata ‘o’

___________d_e_s_o_n__________

Heechul menunggu dalam mobilnya. Ia melirik beberapa kali ke jam yang tertera di dasboard. Sudah hampir tiga jam ia menunggu didalam mobil. Tapi kekasihnya itu belum menampakan diri juga.

Heechul mengambil ponselnya lalu mengetikan sesuatu.

To Shimduck:

Kau punya nomor lain untuk menghubunginya.

Tidak lama kemudian sebuah balasan datang

From Shimduck:

Aigooo Oppa, Kau ini kekasihnya atau bukan sih. Masa nomor darurat kekasihmu saja tidak tau. Kau ini benar-benar parah Oppa. Ini nomor rumahnya 01xxxxxxx.

Heechul terkekeh melihat jawaban dari Chaesun.

To Shimduck:

Gomawo~~, jangan terlalu banyak bicara, lama-lama kau bisa seperti bebek betulan. Kekeekeeeee…

Heechul kemudian menghubungi nomor yang diberikan oleh Chaesun. Pada deringan ketiga seseorang mengangkat telepon.

“Yeobseyo~~~” ucap seorang wanita paruh baya.

“Yeobseyo, apa aku bisa bicara dengan Han Yeosin?” tanya Heechul sopan.

“Ini Siapa?”

“Heechul. Kim Heechul.”

“Kau siapanya nona?”

Heechul berpikir sejenak, “aku… aku pacarnya.”

Perempuan itu tertawa, “kau bohong nona tidak punya pacar.” Perempuan itu langsung membanting telepn.

Heechul menatap ponselnya heran. Ia kemudian menghubungi nomor itu sekali lagi.

“Yeobseyo!”

“Ini aku kim Heechul. Teman Yeosin apa aku bisa bicara dengannya?” Ucap Heechul to the point.

“Ya~ kau pikir aku mudah ditipu? Kau tadi bilang kau pacarnya sekarang kau bilang teman. Aku tidak percaya.” perempuan itu membanting teleponnya lagi

“Aissshhhh…” Gerutu Heechul.

___________d_e_s_o_n__________

“Jung Adjuma bilang seharian Yeosin mengurung diri dikamar. Ia bahkan tidak makan sepulang pesta di dorm kemarin.” Ucap Chaesun setelah meminta Chaesun menghubungi Yeosin.

“Sekarang dia dimana?” tanya Heechul

“Jung Adjuma bilang, sejam yang lalu Yeosin pergi. Katanya sih ke kampus.”

Heechul mengerutkan keningnya, “Sejam yang lalu? Aku menunggunya selama tiga jam tapi dia belum juga menampakan diri.”

Chaesun terdiam, “kau menunggunya? Dikampus?”

“Ne, aku menunggunya di mobil.”

“Kau menunggunya disebelah mana?”

“ditempat parkir.”

“Tempat parkir mana?”

Heechul melongok ke luar, “parkir pintu satu.”

“Aishh… Oppa ini bagaimana. Sampai gajah turun berat badan juga kau tidak bisa menemukan Yeosin. Yeosin tidak pernah lewat pintu itu. Jurusannya ada di pintu Tiga Oppa.”

“hah?” Heechul menjitak kepalanya sendiri

___________d_e_s_o_n__________

Heechul melihat seorang gadis berjalan gontai mengarah ke mobilnya. Heechul bisa melihat mata gadis itu yang tidak fokus. Ia berjalan menunduk sambil melihat kertas yang dia bawa.

Teeeeeeettttttttttt….

Heechul menekan klaksonnya hingga membuat gadis itu melonjak kaget.

Gadis itu marah, lalu mendekat mobil Heechul. Heechul menurunkan kaca mobilnya. Ia dapat melihat ekspresi kaget dari kedua mata gadis itu.

“cepat masuk!”

Gadis itu masih terhenyak sambil menatap Heechul.

“aku tau aku tampan, kau tidak usah menunjukan wajah mupengmu itu.” ucap Heechul cuek dan narsis.

Gadis itu kemudian tersadar lalu memutari mobil Heechul lalu masuk kedalam. Ia duduk di bangu belakang bukan bangku depan.

“Ya~ kau pikir aku ini supirmu apa? Cepat pindah ke depan!” perintah Heechul galak.

“Shiruh… aku tidak mau.”

“pindah ke depan atau…”

“atau aku keluar dari mobilmu.”

Heechul melihat kekasihnya itu dari pantulan kaca, “Yeosin-ah Jebal…”

Gadis itu membuang wajahnya, “shiruuh…”

Heechul menarik nafasnya berat. Sangat sudah berbicara dengan gadis keras kepala seperti Yeosin. Jika sudah mengambil keputusan maka akan dibela mati-matian.

Heechul memajukan mobilnya pelan. Berkali kali ia melirik Yeosin yang duduk melamun di jok belakang.

Matanya tidak fokus dan kadang kadang gadis itu seperti sedang menahan air mata.

Heechul memarkirkan mobilnya dikediaman keluarga Shim. Ia melirik gadisnya yang masih termenung.

“Yeosin-ah kita sudah sampai.”

“hah?” Yeosin masih setengah sadar.

“Kita sudah sampai Nona~~”

Yeosin melengok keluar. Ia hapal dengan rumah itu karena memang rumah sahabatnya, rumah itu juga merupakan rumah kedua baginya.

Yeosin masuk kedalam rumah tanpa menunggu Heechul.

Heechul mengerutkan kening saat melihat tingkah kekasihnya.

___________d_e_s_o_n__________

Pesta ulang tahun Changmin berlangsung sangat meriah. Banyak seleb yang hadir. Changmin juga mengundang pacar barunya ke pesta.

Heechul memandang Yeosin yang sedang duduk termenung sambil melihat air kolam. Dari awal pesta Yeosin terus mengacuhannya. Yeosin juga tidak bergabung dengan Chaesun dan teman-temannya. Aneh biasanya DOU hebring itu tidak terpisahkan.

“Yeosin-ah.” Ucap Heechul sambil menarik tangan Yeosin

“Hah?” Yeosin menarik tangannya. membuat Heechul bertanya-tanya.

“Ada apa denganmu?”

“Naega? Tidak apa-apa?” Ucap Yeosin tanpa menatap Heechul.

“tidak usah berbohong. Katakanlah?”

“Aku tidak apa-apa.”

Heechul menarik dagu Yeosin dan menatap dua bola mata Yeosin dengan tatapan teduh, “Aku tau Girl, kau tidak bisa berbohong katakanlah.”

Satu detik, dua detik, tiga detik

Air mata Yeosin mulai mengalir. Yeosin mulai menangis.

Heechul mendekatkan tubuhnya pada Yeosin lalu memeluk erat tubuh gadis itu.

Setelah merasa baikan Yeosin menarik tubuhnya lalu mengusap air matanya.

“kau sudah baikan?” Tanya Heechul disusul anggukan Yeosin, “apa yang terjadi?”

Yeosin terdiam sejenak lalu air matanya mengalir lagi. Heechul pun memeluk kembali Yeosin lalu mengusap punggung gadis itu.

“aishh… dasar cengeng!!!”

Setelah benar-benar kelelahan dan air matanya habis. Yeosin berhenti menangis.

Heechul masih menunggunya dengan sabar.

“Kau ini kenapa, gadis cengeng. Kenapa kau terus menangis. kau benar-benar membuatku kehabisan kesabaran.”

Yeosin tidak merespon ucapan Heechul.

“Ya~ aku boleh melakukan apapun yang kau suka. Kau boleh merusak samsung tab yang baru seminggu ku berikan. Kau boleh keras kepala. Kau boleh menangis sesuka hatimu. Tapi jangan biarkan aku mati penasaran seperti ini. aku merasa seperti pria yang bodoh.”

Yeosin memandang Heechul ragu, “Aku tdak tau harus berkata apa.” Ucap Yeosin lirih.

“katkanlah aku akan mendengarkannya.”

Yeosi kemudian membuka tasnya kemudian menyerahkan selembar kertas pada Heechul.

Heechul membaca kertas itu dengan seksama. Matanya terhenti pada satu huruf, “apa ini? C?” Heechul memandang Yeosin tidak percaya.

Yeosin mengagguk, “kau pasti kecewa padaku. Aku tau.” Yeosin mulai menangis lagi.

“aishhh…” Heechul menarik dagu Yeosin kemudian mengecup kedua mata Yeosin, “kenapa kau sampai sebodoh itu hah?”

“aku memang bodoh.” Ucap Yeosin lirih, “aku gagal meraih Cumlaude. Aku gagal membuatmu dan orangtuaku bangga. Aku manusia gagal.”

Heechul menghapus air mata Yeosin dengan tangannya, “Ya~ ada satu C dalam IP-mu tidak akan jadi akhir dunia. Kau masih bisa bernafas, kau masih bisa tersenyum.”

“Jangan menyerah Girl, masih ada ribuan kesempatan didepan matamu. Kau masih mendapatkan predikat lainnya selain Cumlaude. Kau masih bisa lulus sebagai sarjana akuntansi meski tidak Cumlaude. Kau juga masih bisa menyandang gelar sebagai kekasih Kim Heechul.”

Yeosin tersenyum.

“berhentilah menangis Yeosin~ah, kurasa matamu tidak beres karena keseriangan menangis.” Ucap Heechul jutek

“Arraso, Mr. Kim.” Yeosin mengembangkan senyumnya.

“tapi memalukan sekali masa Akuntansi biaya dapat C.” Heechul terkekek dan langsung disambut oleh serangan cubitan dari Yeosin.

___________d_e_s_o_n__________

“pasangan abal-abal itu sudah kembali rujuk.” Ucap Donghae saat melihat Yeosin dan Heechul sedang tertawa bersama.

“Ya sepertinya Yeosin sudah kembali dari kegalauannya.” Ucap Chaesun.

“memangnya dia kenapa lagi?”

Chaesun menatap Donghae, “kau mau tau saja urusan wanita. Ayo kita kesana.”

Donghae menarik tangan Chaesun, “aku tidak mau. Nati galaunya Yeosin pindah padamu. akukan tidak mau jadi korban kegalauanmu.” Ucap Donghae manja.

“Aishh Jinjja…”

“Lebih baik kita tidak usah merecoki pasangan itu. Jarang-jarang melihat mereka tidak ribut.” Donghae menarik Chaesun untuk mojok disuatau tempat. Tempat apakah itu. jangan tanya saya tanya saja sama orangnya wkwkwkwkwkkkk #plaaak

___________d_e_s_o_n__________

“kau merahasiakan hubungan kita dari keluargamu?” tanya Heechul.

“kau juga merahsiakan hubungan kita dari orang lain.” Balas Yeosin.

“tapi aku berbeda. Aku seorang selebritis. Kau bisa hancur saat mereka tau kau adalah kekasihku. Aku tidak mau orang yang aku suka di musuhi oleh orang yang menyukaiku.”

“Aku menyukaimu, Boy. Untuk kali ini biarlah hubungan ini berjalan seperti ini.” ucap Yeosin lirih sambil memeluk Heechul erat.

Kegalauan masih berlanjut entah sampai kapan.

wkwkwkkkkk…

ini adalah CoffeeMilk series curhatan kalau saya lagi galau. kalau gak galau maka gak bakal dibuat #plaaak

jadi doakan saja semoga saya cepet sembuh dari kegalauan saya dan dapat menulis FF dengan otak yang lebih waras lagi.

Leave Komen Please

_deson_

Leave a comment

15 Comments

  1. ikANDonghae

     /  February 19, 2011

    Queen of typo..
    Kmrn u galau tapi g da typo..
    Skrg galau lgy typo jd btebaran..

    Mwoya??
    Shimduck??
    U pikir gw bebek..
    Iah biarpun gw suka bebek bkan brarti gw bebek kan..

    Aph it DOU??

    Tumben u mmunculkan nama Heechul dr awal..

    Jdi posisi gw kmrn dganti ma Heechul.
    Nangis dpelukan Heechul..
    Mimpi..

    Ayo chingu semangat..
    Sperti yg u bilang datas*nunjuk atas* dunia blum brarti biarpun u dpt C..

    Like

    Reply
    • wajar aja Typo gw ngetik cuma 2 jam doang…

      U kan bawel kayak bebek… wkwkwkkkk Bebek

      gw lg kangen berat ma dia, jadi gw munculin nama dia diawal…

      gw emang nangis di depan Heechul kok *baca:di depan poster Heechul*

      Dunia emang gak bakal kiamat meski dpt C tapi harga diri jatoh dan yang pasti udah gak bisa dpt CUMLAUDE lagi, Nan babogateun…
      Y.Y

      Chingu, IP semester 4 ini kita harus 4 lagi… ^o^9

      Like

      Reply
  2. chaaa

     /  February 19, 2011

    ampuun daaah,
    queen of typo bgt lu,

    hhahahahah^^,
    ika dipanggil bebek..
    *kaburrr…

    kok ff gw cuma sedikit..
    ^0^

    Like

    Reply
  3. vanny

     /  February 21, 2011

    keren2… salut ama heechul yg bisa sabar kekekekek

    Like

    Reply
  4. Bagus onn
    Tapi yeosin kok gemborkan ya onn ??? #dilemparkekoreasamayeosin
    Suka deh sama couple ini (*^_^*)

    Like

    Reply
  5. pasangan abal abal
    hahaha aku suka😀

    Like

    Reply
  6. kimbyen unchu magnae

     /  June 11, 2011

    ak sneng bgt baca ff heechul. cz ak sk heechul… hehehehe. thor ak sk critany. oh y ak readers bru d blog author…

    Like

    Reply
  7. LJK~

     /  December 24, 2011

    huaaa
    Heechul mw ngomongnya pedas jg ujung2nya ttp aj sweet
    Kekek
    Dsni karakter yeosin mahasiswi akuntansi y?sama dong sma aku *gk nanya*
    Kekke

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: