CoffeeMilk: Am I Jealous? Of course NOT

Setiap orang berhak mencintai dan di cintai. Setiap orang berhak untuk membalas mencintai… tapi bisakah kali ini aku bersikap egois. Aku ingin memilikimu seutuhnya.

“Ya ampun Kim Heechul! Dia tampan sekali.” Ujar Sae penuh binar saat melihat majalah yang ia pinjam dari Chaesun, “apa lagi dengan rambut pendek hitamnya.”

Chaesun menanggapi Sae dengan dingin sementara Yeosin memilih mendengarkan headset lalu memandang keluar jendela.

Mereka sedang duduk bertiga disalah satu restoran kecil didekat kampus. Biasanya hanya Yeosin dan Chaesun yang asik dengan mereka masing-masing. Mereka punya segudang imajinasi yang tidak tersampaikan. Mereka kompak dan senasib. Sama-sama kekasih yang statusnya dirahasiakan.

Chaesun memang menyukai Donghae. Ia sering blak-blakan pada teman-temannya jika ia suka Donghae. Sumua orang percaya. karena Chaesun seorang ELF. Bahkan ia selalu apdet soal SuJu. Tapi tidak ada yang menyangka sama-sekali kecuali Yeosin jika dia adalah pacar dari seorang Lee Donghae.

Berbeda dengan Yeosin. Dia sama sekali tidak apdet. Semua orang hanya tau jika dia itu ngefans dengan Lee SeungGi. Sebenarnya ia tidak begitu tertarik dengan dunia keartisan apalagi Lee SeungGi. Ia hanya penasaran dengan hubungan Lee SeungGi dengan kakaknya Han HyoJoo.

Yeosin juga tidak pernah membuat klarifikasi soal itu. toh, dia juga tidak peduli.

Yeosin tidak pernah tertarik dengan siapapun kecuali KIM HEECHUL. Ia tidak mengenal Super Junior yang ia kenal hanya Heechul. semua isi laptop, ponsel dan diarynya penuh dengan Heechul.

Tapi ia tidak pernah menunjukan semua itu pada siapapun termasuk Chaesun.

Hanya dia yang tau tentang isi hatinya.

“Inget loh jangan terlalu suka. Heechul itu udah punya cewek.” Ucap Chaesun sambil melirik Yeosin.

Yeosin tidak peduli ia terus menatap keluar jendela.

Chaesun tau Yeosin hanya pura-pura tidak peduli. Ia juga tau bahwa Yeosin tidak mendengarkan lagu apapun karena Ipod-nya mati.

“Heechul bilangkan ia hanya akan memamerkan otot perutnya pada kekasihnya. Dia tidak bilang punya kekasih.” Kilah Sae

“Tapi dia bilang dia sedang jatuh cinta. Dia juga bilang akan menelepon gadisnya setelah acara Youngstreet”

“Ya~ orang jatuh cinta itu belum tentu pacaran.”

“Tapi…”

Chaesun ingin membalas ucapan Sae ketika ia mendapat tatapan tajam dari Yeosin.

“Aku tidak peduli apapun, bagaimanapun, kenapa dan siapapun. Aku suka Heechul dan akan tetap menyukainya.” Ucap Sae.

Chaesun terdiam ia melihat Yeosin mengenggam gelasnya erat. Ia marah tentu saja. Siapa yang tidak marah jika kekasihnya di puji orang lain.

“Chaesun kau maukan ikut aku ke Youngstreet malam ini?” Sae menatap Chaesun dengan puppyeyesnya.

Yeosin mencibir. Jika bukan karena kekasihnya seorang superstar dan hubungan mereka tidak disembunyikan ia ingin sekali merobek mulut gadis itu.

__________d_e_s_o_n__________

Yeosin memandang sosok tampan di hadapannya. Tampan?? Benarkah??

Bukannya dia itu lebih cantik dari seorang gadis.

Yeosin terkekeh saat melihat setiap garis di diwajah kekasihnya. Ia ingat bagaimana dulu ia bersikeras untuk menjadi yang paling cantik. Ia sampai mengikti kontes kencantikan ratu sejagat hanya untuk mendapat gelar yang CANTIK. Ia tidak ingin kekasihnya lebih cantik dari dirinya.

Empat tahun yang lalu saat nick Cinderlela melekat padanya. Menguatkan dirinya untuk menjadi yang lebih cantik

Tiga tahun lalu saat dia gagal dalam kontes kecantikan

Dua tahun lalu saat dia bersikeras mengikuti ajang kecantikan itu lagi dan akhirnya menjadi finalis yang mewakili Korea.

Satu tahun lalu saat ia mendapat posisi runner Up ajang Pemilihan Ratu Sejagat.

Dan kini setelah yang ia cari sudah ia dapatkan. Ia hanya bisa memandang sosoknya dari jauh. Ia sangat tampan dengan rambut simple seperti itu. membuat aura kelaki-lakiannya muncul.

Tak ada senyum manis yang dapat memikat hati pria. Yang ada hanya senyum jenaka dari bibirnya. Kerlingan matanya tidak nakal tapi tajam.

Yeosin terpatri pada sosok yang sedang siaran radio itu. Ia terlihat seperti seorang pangeran dari negri dongeng.

“Ia lebih kelihatan Manly dengan rambut pendeknya.” Entah sudah berapa kali Sae mengucapkan hal itu, Semua orang juga tau pria itu tampan, “coba kalau dia seperti itu dulu mungkin aku sudah jatuh cinta padanya sejak dulu.”

Pensil yang Yeosin pegang patah menjadi dua. Ia meremas pensil itu untuk meredam emosinya..

Orang-orang disekitar mereka yang sama-sama melihat siaran radio Yeoungstreet juga mengiyakan ucapan Sae. Mereka semua memuji penampilan Heechul.

Yeosin mencibir, tiba-tiba saja ia benci melihat Heechul dengan gaya rambut barunya. Ia ingin rambut Heechul yang panjang yang indah hasil krembath dari salon itu menutupi wajahnya agar orang-orang tidak akan sadar betapa tampannya ia. Tampan??? Ralat. Bukan tampan tapi CANTIK.

“Setelah ini antarkan aku masuk kedalam yah?” ucap Sae setengah berbisik pada Chaesun tapi Yeosin juga dapat melihatnya.

“untuk apa?” tanya Chaesun penasaran.

“Aku ingin membuatnya jatuh cinta padaku.” Ucap Sae yakin

Jlebbb…

Yeosin mengerjapkan matanya tidak percaya. Ia yakin dengan pendengarannya meski matanya masih menatap sosok manis dihadapannya.

Pria itu memandang kedepan. Kearahnya tepatnya lalu tersenyum manis.

“Lihat dia tersenyum padaku.” Ucap Sae girang.

Riuh suara penonton disekitarnya karena pria tampan dihadapannya itu melambai kearahnya.

Yeosin menatap Pria dihadapnnya nanar, ‘apakaha aku terlihat seperi fansmu? Apa arti diriku dimatamu?”

__________d_e_s_o_n__________

“Kau tidak bisa masuk kedalam?” ucap Chaesun saat Sae mendesaknya untuk mengantarnya kedalam studio.

“Ayolah Chaesun~ya. Hanya sekali.”

Chaesun menatap Yeosin. Ia dan Yoesin bisa-bisa saja masuk kedalam. Toh, mereka memang biasa keluar masuk Studio Youngstreet. Tapi kali ini beda. Ada Sae diantara mereka. Jika dia tau tentang hubungan Yeosin dan Heechul pasti tidak akan lama lagi seluruh petals yang ada di dunia tau.

“Aku hanya ingin berkenalan denganya dan berfoto itu saja kok.” Ucap Sae memelas.

Chaesun memandang Yeosin meminta persetujuan.

“Aku ada urusan aku pergi dulu.” Yeosin tanpa melihat ke arah Chaesun. Chaesun melihat arah tatapan Yeosin. Ia melihat Heechul sedang mendekat kearahnya.

“ha…mm…” Yeosin sudah pergi sebelum Chaesun angkat bicara.

“Ada yang bisa kubantu?” Heechul berdiri dihadapan Chaesun dan tersenyum manis.

“waaaa~~~ Heechul Oppa, bolehkah aku berfoto denganmu?” ucap Sae berbinar.

Heechul mengerutkan kening kemudian mengangguk, “tentu saja.”

Sae menyerahkan camdignya pada Chaesun. Lalu melingkarkan tangannya ke lengan Heechul.

Heechul melepaskan tangan Sae dengan halus dan tajam, “Maaf, jangan sembarangan menyentuh.”

Chaesun hanya terkekeh melihat Sae cemberut.

__________d_e_s_o_n__________

“kau tau ada apa dengannya?” Tanya Heechul pada Chaesun ditelepon, “dia tidak pernah menelepon atau mengsms atau membalas smsku dan mengakat teleponku. Tiba-tiba saja dia ada di youngstreet.”

“aku juga tidak begitu tau, semester sekarang kami tidak sekelas lagi. Dia juga sibuk dengan kegiatan yayasannya.”

Heechul mendengus kesal.

Ia segera menjalankan mobilnya ke daerah Gangnam. Salah satu apartermen dimana kekasihnya tinggal sendiri. Sendiri? Iya tidak yakin Yeosin mampu hidup sendiri. Meski tinggal sendiri tapi semua pekerjaan dikerjakan oleh Jung Adjuma setiap Selasa dan Jumat.

Heechul menekan-nekan bel pintu apartermen Yeosin dengan tidak sabaran. Tidak lama setelah itu Yeosin membukakan pintu.

__________d_e_s_o_n__________

Yeosin mendengar suara bel. Ia masih kesal dengan sikap Sae pada Heechul apalagi tadi Chaesun bilang kalo Sae memeluk lengan Heechul. ia saja tidak pernah melakukan itu. Mereka hanya pegangan tangan. Apa lagi dihadapan publik mereka seolah tidak ada hubungan apa-apa.

Suara bel terdengar lagi. Yeosin mengerutu sendiri, “siapa sih yang malam-malam datang… mengaggu saja.”

Yeosin membuka pintu dan terkejut melihat Heechul di depan Apartermennya.

Blammm….

Yeosin menutup pintunya lagi. Ia pasti sudah gila manamungkin seorang Kim Heechul datang ke apartermennya. Mengantar sampai halaman apartermennya saja biasanya sulit.

“Yeosin-ah…. Brukkk… brukkk…” Heechul memukul pintu, “kau tidak tau hah, disini dingin sekali. Apa kau ingin melihat kekasihmu mati kedinginan?”

Yeosin terdiam sendiri ragu. Apa itu benar-benar Heechul.

“Ya baiklah jika kau tidak ingin menemuiku. Aku pergi,”

Yeosin langsung membuka pintu. Melihta dengan seksama tamunya-nya.

“kau ingin membiarkan aku mati keidnginan disini?” ucapnya ketus.

Yeosin menatap Heechul tidak heran, “Aigo~~~ kau benar, benar Kim Heechulssi??” Yeosin melebarkan bukaan pintunya.

“Iya ini aku. Kau pikir siapalagi. Atau jangan-jangan kau punya pacar selain dari aku.” Heechul menatap Yeosin tajam.

Yeosin mencibir sambil berpaling dari Heechul, “Kau pikir aku wanita seperti apa? Aku bukan sepertimu yang suka dipegang-pengan oleh orang lain.”

“Ya~ kau ini bicara apa?”

Yeosin tidak peduli dengan bentakan Heechul malah duduk di sofanya, “sudah sana temui fansmu, pegang-pegang sesukamu dan terbar senyuman pada mereka.”

Heechul mengerutkan keningnya, kemudia ia tersenyum, “Kau cemburu ya???”

Yeosin kaget tapi kemudian ia menguasai dirinya kembali, “Of Course, NOT.”

Heechul berjalan mendekati Yeosin. Tiba-tiba saja kakinya menginjak sesuatu. “Au… au…” Heechul meringis kesakit. Ia melihat kakinya yang dilapisi sendal rumah-tertanjab paku..

“paku???” Heechul mengambil paku itu. Heechul melihat kesekelilingnya. Ia melihat tumpukan majalah berserakan di meja. Kaleng-kaleng soda, tisu, baju kotor, kardus-kardus dan makanan ringan dicampur menjadi satu.

“Ya~ Yeosin-ah kau bisa mengurus rumah tidak?” Ucap Heechul ketus.

Yeosin mengedikkan bahunya tidak peduli.

“Kau ini seorang gadis atau bukan masa… aisshhhh… sampai berantakan begini.” Heechul bergedik jijik.

“Kim Heechul-ssi jika kau ingin ceramah tentang kebersihan sebaiknya jangan disini.”

“Aku heran kenapa kau bisa dipilih menjadi Miss Korea. Padahal aku saja yang lelaki bisa lebih bersih darimu.”

Yeosin menatap Heechul tajam, “Jika kau tidak suka aku. Katakan saja. Tidak usah mengungkit-ungkit hal lain. Aku memang tidak bisa menjadi yang sempurna.”

“Ada apa denganmu?”

Yeosin tidak menjawab.

“kau minta aku selalu memberi kabar. Aku selalu memeberi tahukannya meski kau tidak pernah membalas. Apa kau memberitahukan aku kabarmu? Tidak. Aku selalu meneleponmu di waktu senggang. Apa kau menjawabnya. Tidak. Kau bahkan tidak menelepon balik.”

“kau egois Han Yeosin. Kau hanya mementingkan dirimu sendiri. Padahal aku selalu menyeimbangimu. Aku selalu melakukan apa yang kau inginkan. Agar kau tidak terluka.”

“Kau selalu membuatku merasa baikan. Kau selalu merubah moodku menjadi baik saat bersamamu. Tapi kenapa aku tidak boleh melakukan itu padamu?”

Yeosin menahan air matanya. Ia tidak ingin menangis dihadapan Heechul.

“Aku lelah… aku ingin tidur.” Yeosin masuk kekamarnya tanpa menunggu jawaban dari Heechul.

Didalam kamar Yeosin berusaha menahan tangisnya agar tidak terdengar oleh Heechul. Tangis yang selama ini mengendap dihatinya keluar begitu saja.

__________d_e_s_o_n__________

Yeosin terbangun dengan mata bengkak dan perih. Kepalanya terasa pusing dan amat menyiksa. Ia masuk kedalam kamar mandi dan mencuci wajahnya. Jika bukan karena telah berjanji pada Sanni-Eonnie, ia malas sekali bangun pagi-pagi apalagi selamalam telah terjadi perang dunia ketiga.

Yeosin duduk di meja kerjanya. Ia melihat setumpuk surat yang masih belum dibaca. Matanya kemudian memandang bunga lili putih. Ia tidak ingat siapa yang telah memberikannya lili putih.

Disampingnya ada sebuah boneka sapi. Didalam tas boneka sapi itu terdapat sebuah kertas. Yeosin mengambil kertas itu lalu membukanya. Tulisannya tidak asing lagi.

Yeosin-ah kau menyiksaku. Kenapa kau mengurung diri begitu… Aku merindukanmu. Semua orang menjauhiku karena takut aku jadi sasaran mereka. Aku tersiksa. Sangat.

Aku tau ini sangat berat bagimu. Kadangkala aku tidak bisa disampingmu saat kau membutuhkanmu. Kau selalu ada dihatiku Yeosin-ah. Bisakah aku selau ada dihatimu?

Jangan percaya dengan kata-kata orang lain. Percayalah pada hatimu.

Kim Heechul.

Yeosin menatap boneka sapi pemberian Heechul, “kapan dia memberikanmu padaku?”

Yeosin keluar dari kamarnya. Ia melihat apatermennya sudah rapih.

Ia merasakan perutnya keroncongan kemudian memasak ramyon.

Saat ia sedang asik makan bibi Jung masuk. Bibi Jung masuk dengan terheran-heran.

“Ageshi yang membereskan semua ini?” ucap bibi Jung sambil menaruh belanjaannya.

Yeosin mengerutkan keningnya, “tidak kukira Jung Adjuma yang membereskannya.”

“Adjuma baru datang tidak mungkin sudah membereskannya.”

Yeosin mengerutkan keningnya, siapa yang membereskan apatermennya. Mungkinkah?

“Bibi Jung kau tau siapa yang memberikanku boneka sapi?”

Bibi Jung terdiam sejenak, “saya tidak tau nona, saya menemukannya didepan pintu saat terakhir saya datang kemari. Ya hari selasa lalu.”

Yeosin memandang ramyonnya lagi tanpa nafsu.

__________d_e_s_o_n__________

Yeosin dan Sanni berjalan berdua di sebuah mall. Sanni ingin memberikan sesuatu untuk bulan pertama mereka jadian.

Dia meminta Yeosin mengantarnya karena ia tau Yeosin dekat dengan Jungsoo.

Setelah seharian berputar-putar mereka duduk disalah satu restoran yang iklannya di bintangi oleh kekasih mereka.

“Sanni Eonni…” Sanni menoleh ia curiga saat mendengar nada manja dalam panggilan Yeosin, “Aku ingin memasak.”

“Mwo???”

“Ayo antarkan aku beli bahan-bahannya.”

Sanni menatap Yeosin tidak percaya. Ia tau Yeosin itu Miss Korea tapi ia sama sekali tidak berbakat menjadi ibu rumah tangga.

__________d_e_s_o_n__________

Sanni sedang duduk manis di sofa dorm lantai sebelas. Ia diungsikan oleh Jungsoo untuk menghindari amukan Heechul. Kata Jungsoo, Heechul sedang dalam keadaan siaga satu.

“Nuna… kau tadi pergi dengan Yeosin?” tanya Ryeowook

“Ne, ada apa?”

“tidak aneh saja dia tiba-tiba menanyakan beberapa resep masakan.” Ucap Ryeowook

Sanni mengangguk, “iya dia bilang tadi dia ingin memasak.”

“memasak??? Kau pasti sedang bercanda.”

“Anni dia serius, dia bahkan sudah membeli semua bahan yang dibutuhkan.”

Ryeowook melongo mendengar ucapan Sanni, “Ya ampun bahkan dia tidak bisa membedakan antara kunyit, kuncut dan jahe. Dan lebih parahnya dia tidak tau tanda air yang sudah matang.”

“mwo???”

“dia bilang jika sesuatu dimasak maka warnanya berubah menjadi coklat, tapi jika ia masak airnya tidak pernah berubah menjadi coklat.”

“hah??” Sanni hanya melongo mendengar penjelasan Ryeowook, pasti dia merencanakan suatu pembunuhan.

Brukkk… pintu dorm terbanting dan Heechul pelakunya.

Wajahnya sayu, rambutnya acak-acakan dan matanya merah. Benar kata Jungsoo, Heechul dalam siaga satu… bukan siga dua belas lebih cocok.

“Wooki-ah aku lapar.” Heechul langsung duduk di meja makan.

“aku darimana Hyung?” tanya Ryeowook

“Bukan urusanmu, cepat butkan aku makanan aku lapar sekali.” Heechul menatap Ryeowook dengan tatapan membunuh.

Sanni mengedik melihat kelakuan Heechul. Ia berharap suapa Jungsoo segera turun dari kamarnya.

“Tunggu sebentar Hyung, akan kubuatkan sesuatu.”

Ddrttttttt…. Drttttttt….

Sanni mengangkat teleponnya tanpa melihat siapa yang menelepon, “Oppa???”

“Yak Eonni ini aku…” Sanni menjauhkan teleponnya.

“Ya~ Yeosin –ah kenapa kau berteriak!” ucap Sanni membuat Heechul dan Ryeowook menoleh.

“Brushhh… ahhhh… Eonnie Eotthoke???” Sanni mendengar suara ribut-ribut di belakang Yeosin.

Heechul melihat kepanikan di mata Sanni langsung mengambil ponsel Sanni, “ya-Yeosin kau sedang apa?”

Yeosin tidak menjawab, ia malah berteriak kencang. Dibelakang Yeosin terdengar suara yang aneh namun tidak asing.

Heechul menyerahkan ponsel Sanni pada pemiliknya lalu langsung keluar dari dorm.

“Hyung kau tidak makan dulu?” tanya Ryeowook yang sebal melihat masakannya hampir matang.

“Wooki-ah dia pasti sudah lupa jika dia sedang lapar.”

__________d_e_s_o_n__________

Yeosin menghela nafas panjang saat melihat ayam yang dia goreng sudah tidak mencipratkan minyak kemana-mana. Ia paling benci menggoreng karena takut minyaknya muncrat ke kulitnya. Ia menyesal sudah menyuruh bibi Jung pulang.

Yeosin memandang hasil karyanya. Makanan itu sudah ditata raih dalam box makanan. Rencananya makan ini akan dia berikan pada Heechul nanti. Sebagai penebusan rasa bersalahnya.

Yeosin mendengar bel rumahnya berbunyi. Ia langsung membuka pintunya. Ia kaget saat melihat Heechul berdiri dengan tampang cemas.

“Oppa…”

“gwenchanayo?”

Yeosin memandang Heechul tidak mengerti. Tapi kemudia dia menyuruh pemuda itu masuk kedalam apartermennya.

“Kau kenapa?” tanya Heechul

“Aku tidak apa-apa.” Yeosin kembali kedapurnya.

“kalau tidak apa-apa, kenapa kau menelepon Sanni sambil berteriak tidak jelas.”

Yeosin tersenyum mendengar penjelasan Heechul, “Tadi aku sedang meggoreng ayam. Aku panik karena minyaknya muncrat kemana-mana.”

Heechul bisa melihat dapur Yeosin yang berantakan, “cih padahal kemarin sudah aku bereskan.”

Yeosin menatap Heechul tidak percaya, “kenapa kau membereskan semua ini?”

Heechul menadang Yeosin yang masih sibuk dengan acara masaknya, “terlalu berantakan membuat berbagai sumber penyakit. Aku tidak ingin kau sakit. Hanya itu.”

Yeosin tidak menjawab apapun. Ia kemudian membawa masakannya ke meja makan lalu menarik Heechul ke meja makan.

“aku juga tidak ingin kau sakit jadi kau harus makan yang banyak.”

Yeosin mengambil piring lalu memasukan hasil eksperimennya ke piring tersebut, “Tadinya aku akan membawanya ke tempatmu tapi berhubung kau sudah datang kesini. Sekalian saja makan disini.”

Heechul memenggang tangan Yeosin, “kenapa kau melakukan hal ini?”

Yeosin menatap Heechul lembut, “Mianhae, seharusnya aku tidak kekanakan padamu. Seharusnya aku lebih dewasa dalam menghadapi masalah.”

“Aku senang kau bermanja-manja di hadapanku.” Ucap Heechul lembut.

“yeah…” Ucap Yeosin menyingkirkan tangan Heechul dari tangannya.

“Suapi aku,” ucap Heechul penuh nada perintah. Yeosin pun segera menyuapkan nasinya ke mulut Heechul, “Apa kau cemburu?” tanya Heechul disela mengunyah

“Tidak.” Yeosin menatap kedua mata Heechul, “Tapi aku iri pada mereka.”

“Apa yang kau irikan, Girl. Kau memiliki aku sedang kan mereka tidak.” Ucap Heechul kemudia disusul suapan besar dari Yeosin.

“Aku membencimu.” Ucap Yeosin datar, “Aku membenci penampilan barumu. Aku benci rambut pendekmu. Karna itu banyak wanita yang menyukaimu dan karena itu aku bisa melihat raut lelah diwajahmu.”

Heechul terkekeh, “Aku memotongnya karena kau yang memintaku. Ingat tidak? Saat kau curhat pada Simon D tentang betapa bencinya dirimu melihat rambut blondeku yang klimis. Emphh…” Yeosin menyumpal lagi mulut Heechul dengan nasi dan lauk yang banyak. Ia ingat saat ia mencak-mencak di hadapan Simon D dan kekasihnya tentang penampilan Heechul.

“Tapi aku…” Yeosin berusaha mencari kata yang tepat.

“Jika mereka menyukaiku karena aku terlihat tampan, memang aku tampan.” Mulut Heechul sudah kosong, “jika aku terlihat lelah berarti kau tidak memberiku gizi yang baik.”

Yeosin menyuapi Heechul lagi, “Makanya kau harus banyak makan.” Yeosin menyumpal kembali mulut Heechul.

Heechul membekap mulutnya. Ia sudah tidak bisa menerima suapan bertubi-tubi dari Yeosin, “Kau ingin membunuhku yah.” Ucapnya setelah menelan bulat-bulat makannya.

Yeosin mencibir. Ia kemudian menyendok makananya dan memasukannya ke mulutnya sendiri.

Yeosin mengunyah sebentar dan dia merasa.

Yeosin menutup mulutnya lalu segera pergi ke wastafel. Ia memuntahkan semua makanan yang ada di mulutnya.

“Yeosin-ah gwenchana?” Heechul menghampiri Yeosin. Ia memberikan segelas air putih pada Yeosin.

Yeosin menatap Heechul tajam, “Oppa kenapa kau tidak bilang kalo makananya tidak enak. Apa kau ingin mati ditanganku?”

Heechul terkekeh, “Aku bersedia mati jika bisa melihatmu bahagia.”

“Yakkk~~~ Oppa.” Yeosin memukul dada bidang Heechul.

Heechul terkekeh sambil memeluk Yeosin

Yeosin bisa merasakan dada bidang Heechul yang hangat, “Oppa kau serius akan memperlihatkan absmu pada KEKASIHMU?”

“Mwo???”

Fin…

masih berkutat soal ABS…  wkkwkwkkk kira2 Yeosin bisa ngeliat ABSnya Heechul gak yah ????

Leave comment please

_deson_

Previous Post
Leave a comment

13 Comments

  1. ikANDonghae

     /  February 26, 2011

    Owh ne curhatan u gara” punya saingan baru..

    Wkwkwk
    jd masakan kmrn rencanany buat heechul..
    Knp u bawa buat gw??

    Heechul g bakal ngliatin absny ma yeosin.
    Soalny dy g pnya abs..
    Wkwkwk
    Yg punya abs it hae ma soo oppa..
    Iah kan cha onn??

    Like

    Reply
    • iyaa itu khusus buat u, meta n fitri
      baekkan gw tadinya Cha Onn juga di tawarin tapi dia g mau kkosan gw

      kalo punya gw kan enak kalo punya Yeosin yang bilang enak cuma Heechul doang wkwkwkkkk

      Liat aja di skuelnya yg laen… *merong*

      Like

      Reply
  2. baca cerita ini jadi langsung keingetan sama kata-katanya chul oppa di Youngstreet.. beneran bukan sii dia udah punya yeoja chingu?…

    Tapiii.. Tapii.. salut ah sama chul Oppa yang cuma mau ngeliatan absnya sama yeoja chingunya, jadi khan kesannya eksklusif gitu,, kkkk XDD😀

    Han Yeosin-ssi,, kalo main-main ke dormnya suju,, titip salam yaa buat my pumpkin bear.. umin.. hehehe..😉

    Like

    Reply
    • Iya bener ceweknya itu saya Yeosin LoL

      iyaa dong Heechulkan hanya untuk Yeosin *dirajam Petals*

      gak mau ah~~ Umin juga kan udah punya cewe *dirajamkakdina*

      Like

      Reply
  3. chaaa

     /  February 26, 2011

    *angguk2 kepala setuju sama ika*

    ya~,
    knpa gw dipanggil nuna sm wookie??
    ='(

    Like

    Reply
  4. chaaa

     /  February 26, 2011

    ga ada sayang?
    waktu diskuel yg lu fitnah gw ngebanting samsung tab aja,kyu cuma manggil gw nama,
    lu belum kasih penjelasan?
    apa karna dia pacar leader sang tetuah makanya dipanggil nuna??
    =0

    Like

    Reply
    • perasaan gw udah nulis dah *lupa*^^
      yups itu alasannya…
      klo kyu mah jangan ditanya dia kan ga pernah bilang Hyung…
      apalagi bilang nuna…

      Like

      Reply
  5. chaaa

     /  February 27, 2011

    oooowh…
    =’0

    Like

    Reply
  6. vanny

     /  March 1, 2011

    cinta bgt ama heechul disini, biasanya dia yg egois. eh disini dia sabar bgt hehehehhee..

    Like

    Reply
  7. Weeeee karakter Heechul di sini Heechul banget. *lho?
    Pokoknya suka onn
    Onnie nggambarin Heechul nya mantap sangat o(^▽^)o

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: