CoffeeMilk: Disclaimer

CoffeeMilk:  Disclaimer

“Ada satu titik dimana kita bisa merasa jenuh. Merasa bosan dan ingin mengganti suasana baru. Titik itu akan selalu datang dan datang lagi…”

Canda tawa dan senyuman masih melekat wajah manisnya. Lontaran kata pedas kadang ia ucapkan tapi hatinya tetap gundah.

“Hyung kenapa kau memasang tampang seperti itu dihari ulang tahunku?” Hongki memanyunkan bibirnya merasa aneh dengan sikap Heechul di pesta ulang tahunnya.

“Ya~ siapa yang memasang tampang seperti itu?”

Hongki terkekeh, “Kau bertengkar lagi dengan Yeosin?”

Heechul menggeleng

“lalu?”

Heechul memandang Dongsaengnya itu lekat-lekat, “apa kau pernah merasa bosan bermain denganku?”

“iya sering.” Ucap Hongki polos

“aishh…” Heechul menggaruk kepalanya sebal, “kau membosankan.”

Hongki menatap Heechul tidak mengerti, “sebenarnya apa yang terjadi. Kau membuatku bingung?”

“kau bingung atau bosan?”

Hongki semakin mengertukan keningnya. “aku bingung dengan sikapmu yang berbelit-belit.”

Heechul mengela nafasnya dalam, “aku takut Yeosin bosan mencintaiku.”

Hongki menatap Heechul sejenak sebelum tawanya pecah. Simon D, Jonghoon, Yesung, Jonghyun dan para AB-line memandang Hongki curiga. Mereka melihat ketidakberesan Hongki kemudian mendekati Heechul.

Heechul memandang semua teman-temannya. Ia mengetahui semua rahasia teman-temannya tapi mereka tidak pernah tau rahasia Heechul.

Mereka lebih muda darinya membuatnya merasa canggung untuk bercerita. Heechul mengacak-acak rambutnya frustasi. Ia sendiri tidak tau kenapa ia bisa uring-uringan seperti ini.

­­­­­­­­­­____________d_e_s_o_n___________

Yeosin memandang Sae dengan gemas. Gadis itu terus menguntit kemanapun ia pergi. Bahkan gadis itu mengancam akan terus menguntitnya sampai ia menerima tawaran gadis itu pergi ke Youngstreet.

Mulanya Yeosin tidak perduli dengan Sae tapi lama-lama ia risih mendengar dengungan lebah Sae. *Sae=lebah

Perkerjaan Yeosin terganggu karena kehadiran Sae. Karena Sae ia tidak bisa pergi ke Busan padahal rencananya akan ada bakti sosial di sana. Ia juga tidak mungkin pergi Itaewon karena ia khawatir Sae akan semakin merepotkan.

Ia memilih untuk mengerjakan laporannya. Sementara Sae terus berkicau dan memecahkan semua konsentrasinya.

“Miss Lee apa yang anda inginkan?” Ucap Yeosin sambil menahan suaranya agar tidak meledak. Ia harus bersikap. Bersikap lebih sopan. Mungkin dengan cara itu Sae lebih mengerti.

“hah?”

“Kau menghambat perkerjaanku. Aku tidak bisa menemanimu sepanjang hari. Seperti yang kau lihat aku sedang sibuk.” Yeosin memandang bingkai kacamata Sae.

“Aku hanya ingin pergi ke Youngstreet.”

“Berhentilah menjadi anak kecil Lee Saera. Jika kau ingin pergi pergilah sendiri. Aku tidak bisa menemanimu.”

Sae memandang Yeosin dengan tatapan memelas, “sekali ini saja temani aku menemui Kim Heechul. Ke dorm mereka pun tidak apa-apa.”

Yeosin menatap Sae tidak percaya, apakah gadis itu sudah benar-benar gila.

____________d_e_s_o_n___________

­_July 2006­_

“Ini kekasihmu yah?” Goda Kangin

Heechul melirik Ryeowook. Dari jarak itu ia bisa melihat rona wajah Ryeowook.

“Ani Hyung dia cuma adikku.”

Heechul mencibir. Meski tidak ikut dalam percakapan tersebut Heechul tau Ryeowook berbohong.

Heechul memandang gadis enambelas tahun tahun itu dengan tatapan menilai. Gadis itu mempunyai senyuman yang manis. Setiap pria pasti menyukai senyumannya. Ia juga mempunyai tubuh yang tinggi. Kulitnya tidak seputih orang Korea lainnya, kulitnya kecoklatan.

“Ya~ kau kan tidak punya adik.” Sambung Donghae.

“Dia adalah adik sahabatku jadi dia juga adikku.” Ucap Ryeowook lagi, “dulu kami sama-sama tinggal di Incheoon sebelum pindah ke Cheongju.”

Heechul kemudian terlarut kembali keaktivitas semulanya yaitu mendengarkan music dan bernyanyi pelan.

Ia tau bahwa dulu Ryeowook pernah hampir bertunangan dengan gadis tu. Namun gadis itu menolak. Gadis itu sangat cuek bahkan tidak menyadari tatapan aneh Ryeowook, benar-benar gadis yang tidak peka.

____________d_e_s_o_n___________

­Heechul merasa Dormnya sangat sepi. Kenapa semua orang pergi. Semua member, Leeteuk dan Yesung, dan sekarang Yeosin.

Heechul membelai Heebum yang tidur dipangkuannya, “apa kau bosan? Kalau aku sangat bosan.”

Heebum hanya mengeong.

“apa jika Ryeowook ada disini dia juga akan ada disini?” Heechul memandang foto Ryeowook dan para member yang terpajang besar diruangan tengah.

“Kenapa dia hanya patuh pada Ryeowook dan Kangin. Kenapa dia tidak pernah mendengarkanku. Kenapa dia mau menuruti semua perintah Ryeowook. Apa dia mulai berubah?”

Heechul memandang fotonya dan Ryeowook. Ryeowook sekarang sudah berubah dia bukan remaja jail yang suka makan eskrim. Ryeowook  sudah berubah menjadi sosok pria dengan garis keras rahangnya dan bersuara indah.

Yeosin hampir di tunangkan dengan Ryeowook. Heechul memang tidak peduli dengan masalalu Yeosin, ia hanya melihat Yeosin kini disisnya. Tapi fakta itu tidak bisa di hindarkan. Ryeowook dan Yeosin.

Bagaimana jika Yeosin mulai bosan dengannya dan kembali ke Ryeowook.

____________d_e_s_o_n___________

­_7 Maret 2009_

Heechul sedang sarapan ketika ia melihat Ryeowook bermuram durja.

Tangannya memengang sendok namun tak pernah sampai ke mulutnya. Matanya memandang ke luar jendela tidak fokus. Selama beberapa menit Ryeowook seperti itu hingga ia menjatuhkan sendoknya dan lalu pergi kedapur.

Ryeowook terus bolak-balik. Ia uring-uringan tidak jelas. Mulutnya menggumamkan sesuatu yang tidak jelas.

“Wookie-ah kau kenapa?” akhirnya Heechul memberanian diri untuk bertanya.

Ryeowook menadang Heechul sejenak, ia menghembuskan nafasnya, “dia menangis Hyung.”

“Siapa?”

“Yeosin.”

Heechul mendecak, “Ya~ kukira ada apa. Dia itu kan cengeng wajar saja jika dia menangis.” Ucap Heechul santai

Ryeowook menghampiri Heechul, “dia adik sabahatku Hyung. Itu artinya dia adikku. Dia menangis dan aku tidak ada disisinya.”

Heechul menatap Ryeowook tidak mengerti.

“Hyung sadarlah jika hanya kau di matanya. Tiga tahun yang lalu hingga sekarang hanya ada kau. Tidak akan pernah ada yang lain. Sekarang dia menangis. Dia takkan pernah kembali lagi.”

“aku tidak mengerti.”

“Hyung apa kau tidak tau selama ini dia terus menjagamu. Dia yang menunggumu saat kau kecelakaan. Ia mengirimu pesan-pesan singkat. Membawakanmu bunga. Dia yang selalu mengingatkanku untuk memberimu makan.”

“dia berusaha untuk menjadi yang terbaik. Ia berusaha agar kau melihatnya. Dia ingin menjadi wanita yang tercantik agar kau melihat padanya. Dia berusaha keras untuk mendapatkan gelar Miss Univers dan sekarang dia gagal.”

“dia berkerja keras belajar Bahasa Inggris dengan Kibum dan Belajar bahasa mandarin dengan Hangeng Hyung. Sekolah dipagi hari dan pergi les kepribadian dimalam hari. Itu semua untukmu tapi kau sama sekali tidak perduli. Kau malah mengaggapnya tidak pernah ada.”

Ryeowook menghapus aiir matanya, “aku mendukung apapun yang dia lakukan. hanya bisa medukungnya, tidak bisa mengapus air matanya.”

Heechul menadang Ryeowook. Ia benci melihat dongsaengnya menangis. bagaimanapun Ryeowook itu dongsaengnya ia harus menjaganya.

“Berika aku nomor ponselnya.”

Ryeowoook memandang Heechul tidak percaya. kemudian ia mengambil nomor Yeosin di kamarnya lalu menyerahkannya ke Heechul.

Heechul menelepon Yeosin dengan menggunakan ponsel Ryeowook. Ryeowook sendiri yang menyarankan katanya Yeosin tidak akan mengangkat nomor asing.

Oppa…” Heechul bisa mendengar nada serak dalam suara Yeosin.

“kau menangis?”

Tak ada jawaban dari Yeosin ia pasti mengenal suara Heechul.

Heechul menarik nafasnya berat, “meski kau bukan yang tercantik di dunia ini. kau tetap gadis yang tercantik di hudupku. Sudah jangan menangis lagi kasihan New York jika banjir gara-gara air matamu.”

Tidak ada jawaban kemudian Yeosin mencibir, “Kau di bayar berapa untuk menghiburku?” ucap Yeosin ketus.

“Ya~ kau ini gadis menyebalkan. Pantas saja kau tidak menang sikapmu sungguh menyebalkan.”

“cih, sudah kuduga sikap manismu itu hanya kedok Ryeowook oppa semata.” Heechul masih bisa mendengar suara serak Yeosin gadis itu masih menangis.

“Aku serius. Bagaimana kalau kita pergi berdua ke Lotteworld setelah kau pulang dari New York.”

Aku tidak akan pulang Oppa… aku harus tinggal disini selama satu tahun setelah kontrakku selesai aku baru pulang.”

“Ya~ selama itukah? Kau tega meninggalakanku sendiri?”

hah? Memangnya kenapa?

“kau tidak merindukanku?”

Yeosin terdiam.

“kenapa diam?”

“karena aku tidak mempunyai alasan apapun. Aku hanya itik buruk rupa yang berharap menjadi angsa.”

Heechul terkekeh, “pikirkan lah alasanmu dengan baik. Aku akan menunggu jawabanmu.”

Yeosin terdiam.

“kami akan mulai sibuk dengan album ke 3 kami. Jadi jangan buat Ryeowook uring-uringan lagi, arra~”

Tidak ada jawaban lagi. Namun Heechul bisa mendengar suara deru nafas Yeosin yang tersendat.

“kamshahaeyo, sudah mau menyukaiku badboy ini.” Heechul menutup sambungan teleponnya.

“hyung…?”

Heechul menatap Ryeowook, “berikan aku satu kesempatan untuk menyukainya.”

____________d_e_s_o_n___________

­“baiklah aku akan mengantarkanmu pada Heechul tapi nanti. Setelah perkerjaanku selesai.” Ucap Yeosin pada Sae.

Sae mengangguk, “bagaimana caranya?”

“sudahlah biar aku yang mengaturnya. Sekarang kau pulanglah nanti aku kabari lagi.”

“kau tidak akan kabur kan?” tanya Sae lagi

Yeosin menatap Sae lekat-lekat, “pernahkah aku tidak menepati janji?”

Sae mengaguk.

Sae kemudian pergi meninggalkan Yeosin. Membiarkan Yeosin sendiri dengan perkerjaannya.

Yeosin menatap ponselnya kemudian dia menelepon Leteuk.

____________d_e_s_o_n___________

­Heechul sedang memandang jadwalnya tidak bersemangat ketika pintu Dorm terbuka. Heechul menoleh dan mendapati Leeteuk masuk bersama tiga orang perempuan. Sanni, Yeosin dan seorang gadis yang pernah dilihatnya di Yeoungstreet.

“Chul-ah, ada seseorang yang ingin menemuimu.” Ucap Leeteuk.

Heechul mengerutan keningnya.

“Mari kita bicara didalam.” Leeteuk menyuruh gadis itu kedalam melewatinya.

Mereka duduk diruang santai. Sanni dan Leeteuk duduk berdampingan Heechul duduk berhadapan dengan gadis yang mengaku namanya Lee Saera. Sementara Yeosin ia sedang mengangkat telepon di  dapur.

Leeteuk menjelaskan bahwa Sae adalah fansnya. Heechul melirik Yeosin yang sedang sibuk dengan teleponnya. Ia tau pasti gadis ini yang memaksa Yeosin menemuinya.

“Aku hanya ingin berfoto denganmu.” Ucap Sae pada Heechul

Heechul mengagguk, kemudian mereka berfoto.

Yeosin datang lalu duduk di sebelah Sanni, ia menunjukan ekspresi biasa saja tapi Heechul tau gadis itu sedang kacau perasaanya.

“Oppa sebaiknya kau memeriksakan Sanni Eonni kedoker!” ucap Yeosin pada Leeteuk.

“memangnya kenapa?” Tanya Leeteuk dan tatapan sadis Sanni

“Kekasihmu itu baru saja jatuh dari kursi gara-gara menertawakan orang lain. Alkibatnya dia di ttertawakan satu kelas.” Ucap Yeosin antusias dan di sambut oleh tawa khas Leeteuk.

“Jinjjayo?” sambut Leeteuk antusias, “kenapa kau tidak memfotonya Yeosin-ah.”

“aku tidak sempat. Kau tidak tau betapa lucunya tampangnya saat dia terjatuh. Bukannya berdiri dia malah bengong.”

Plaaak… Sanni menjitak Yeosin, “Kau berjanji tidak akan menceritakannya kenapa kau malah bercerita.”

Yeosin hanya menjulurkan lidahnya.

____________d_e_s_o_n___________

­“gomawo.” Ucap Sae saat Yeosin mengantarnya sampai ke jalan, “ini akan jadi hari yang terindah.”

“Cheongmaneyo…”

“Aku iri padamu.” Ucap Sae, “Kau benar benar pasangan yang sempurna untuk Heechul.”

Yeosin megngerutkan keningnua.

“Jangan pikir aku tidak tau Yeosin-ah. Kau tidak bisa berbohong padaku. Semuanya sudah terlihat jelas dimataku.”

“Sae~ah…”

“Kau memang keras kepala dan perkerja keras Yeosin-ah, tapi kau tidak egois. Kau selalu berfikir dari dua sisi berbeda. Kau bisa mencintai Heechul apa adanya. Kau tidak memonopoli Heechul meski hatimu sakit saat melihat Heechul bersama wanita lain. Kau mengerjakannya dengan sempurna.”

Sae menggenggam tangan Yeosin, “tapi hati tidak bisa di bohongi. Seberapa besar kau menyembunyikannya hal itu akan terlihat.”

“Kau tidak berencana untuk membocorkannya kan?” tanya Yeosin.

“Tenang saja aku tidak sejahat itu. aku akan pergi ke Autria Yeosin-ah.”

Yeosin memandang Sae tidak percaya.

“Terimakasih untuk semua ini.” Sae memeluk Yeosin erat.

____________d_e_s_o_n___________

­Yeosin menghempaskan tubuhnya ke sofa. Sudah lama sekali tidak ke dorm ini. Yeosin bisa melihat SanTeuk sedang bermesraan di dapur. Mereka pasti sedang masak beduaan. Yeosin merasakan tubuhnya sakit. Ia benar-benar butuh istirahat.

Yeosin baru saja memejamkan matanya saat ia mendengar suara jernih Heechul, “Sebaiknya kau pulang, wajahmu terlihat mengerikan.”

Yeosin mengeliat lalu memeluk Heechul, “biarlah seperi ini. Sekali saja.”

Heechul merangkul Yeosin. Ia menyadarkan Yeosin ke dadanya, “Ku pikir kau bosan padaku. Kau tidak menghubungiku dan tidak membalas semua pesanku.”

Yeosin terkekeh, “waktuku tidak banyak dan semua waktuku habis untuk mendengar semua pesanmu yang banyak itu. Apa kau benar-benar tidak ada kerjaan?”

“Aku kesepian. Aku merindukanmu.”

“Aku juga merindukanmu tapi aku masih harus mengerjakan perkerjaanku.”

“Aku tidak suka kau mengatakan itu. Seolah kau menduakanku.”

Yeosin bangkit lalu menatap Heechul lekat, “Aku tidak pernah menduakanmu. Aku melakukan ini karena kau.”

“Aku takut jika kau bosan mencintaiku.”

Yeosin terkekeh lalu membingkai wajah Heechul dengan tangannya, “Aku tidak akan pernah bosan menyukaimu. Jika saat itu datang maka aku akan melihat ke masalalu dan aku akan menyukaimu lagi.”

Heechul menggenggam tangan Yeosin, “Benarkah??”

Yeosin mengangguk, “Aku sangat lelah.”

Heechul menarik tubuh Yeosin lalu menyandarkan tubuh Yeosin ke dadanya. Ia membelai puncak kepala Yeosin, “Aku hanya takut kau bosan dan mulai melupakankanku. Tetaplah seperti ini Girl”

 

Ajikggaji motthaejun geumal
Moki Meyeo Sikeunhan geumal
Nuguboda saranghae
Ojik neowa na nannana nannana nanna

I still can’t saying that
I’m falling head over, tingling to say that word
Love you more than anyone else
Only you and me and me, and me, and me

I sungani haengbokhae jeongmal
Naege waseo gomawo jeongmal
Nareul da julhan saram
Ojik neowa na nannana nannana baro neo

I’m really happy in this moment
Really thank you for coming to me
Thanks for the one who loves me
Only you and me and me, and me, exactly you,

Rap] Baby Boo My hot little figure
Sesangeul ontong dwijyoe
juchyeo sseureojil ddaejjeum
Nune balnhin venus nuni busyeo
It feels like a dream, so don’t wake me up
We so fly nalagalrae to the sky
amudo uwil banghae mothadorok malya
Jabeun duson nohji aneul georan gobaek
Modu uril bureowo halgeoya yaksokhae

Baby Boo, My hot little figure
Whom I was searching anywhere on earth
When I almost collapse with exhaust
I just eye on you, my beloved Venus
It feels like a dream, so don’t wake me up.
We so fine Do you want to fly to the sky
I mean no one can interfere us
Both holding hands will never let you go, I admits

Igeon butakiya Baby
Naege neomanui namjaro
Neul gyeote meomulsu itge soneul naenileo

This is what I’m begging,Babe.
Can I be the only guy who stay with you and holds your hands
My significant thing is you.

Naege jungyohangeon neoya
Ddeonalggabwa mobsi geobna neol motnwa
eoddeohgedun jikil geoya

I’m afraid that you would leave.
I wouldn’t let you go.
How can I keep you this way?

Keun donggwa joheun cha (naege)
Eobseodo manjokhae (manjokhae)
Teukbyeolhan neoui jonjaen
Geu mueotdo geneumi andwae

Big money or nice car (For me)
They’re not what I’m satisfied. (Satisfied)
Your existence is special
Nothing can be measure

neol algo mannan mankeum (jeomjeom)
nan heumbbeok bbajyeotji (bbajyeotji)
ggumggwotdeon jakeun gibbeum
neoreul bomyeon geuryeojyeo

The more I getting know you (closer)
I completely have a crash (heard over)
Having dream is a little delight
Drewing to see you

Ajikggaji motthaejun geumal
Moki Meyeo Sikeunhan geumal
Nuguboda saranghae
Ojik neowa na nannana nannana nanna

I still can’t saying that
I’m falling head over, tingling to say that word
Love you more than anyone else
Only you and me and me, and me, and me

I sungani haengbokhae jeongmal
Naege waseo gomawo jeongmal
Nareul da julhan saram
Ojik neowa na nannana nannana baro neo

I’m really happy in this moment
Really thank you for coming to me
Thanks for the one who loves me
Only you and me and me, and me, exactly you,

“kau tau empat hari lagi hari apa?” ucap Heechul

Yeosin berfikir sejenak, “Masa oppa tidak tau itukan hari senin.”

Heechul menatap Yeosin kesal, “Hanya itu? aku tau kau sibuk tapi jangan sampai melupakan hari itu.”

Yeosin mecubit pipi Heechul, “Aku tau Boy… it’s Our anniversary.”

Heechul tersenyum lalu membelai wajah Yeosin, “bisa kau menemaniku seharian.”

Yeosin tersenyum, “Tentu saja. Aku sudah mempersiapkan hari itu untukmu.”

Heechul menarik bibirnya membentuk senyuman. Ia tidak peduli dengan masalalu ia hanya ingin melihat Yeosin untuk sekarang dan seterusnya.

Previous Post
Leave a comment

8 Comments

  1. chaaa

     /  March 4, 2011

    ya!!
    kenapa adegan gw jatuh dari kursi ada di ff ini..
    ='(

    Like

    Reply
  2. ikANDonghae

     /  March 4, 2011

    cha onn,
    bener” jatuh dri kursi??
    Wkwkwk
    Luthu ngbayanginny,.

    Yeosin,, so sweet amat ceh..
    Ngiri..
    Jdi pngen dpeluk abang donge..

    Untung wookie pinter,
    jdi dy g jdi tunangan ma yeosin..
    Klo dy tunangan ma yeosin pzti g bakal nyaman hidup dy (??)

    Like

    Reply
    • iyaa beneran jatoh n jatohnya itu lucu banget…
      dia ngetawain orang ampe dia sendiri jatoh dari kursi
      abis gitu bukannya bangun malah bengong kekekeeeeee

      iyaa dong kamikan pasangan romantis abad ini kekekeeee

      maksudnya???
      wooki itu gw n gw adiknya wooki

      Like

      Reply
  3. chaaa

     /  March 4, 2011

    tapi adegan gw ga seperti yg digambarin diatas,
    gw ga kayak gitu jatuhnya!!
    ='(

    Like

    Reply
    • udah jatoh mah jatoh aja
      kekekeeeee🙂

      Cha kemaren pas ke dokter u periksa ke dokter otak ga?
      takut ada yang konslet otak u gara2 mikirin jungsoo mulu kekekeee

      saya puas dari kemaren ketawa mulu kekekeeeee🙂

      Like

      Reply
  4. chaaa

     /  March 4, 2011

    dasaaar!
    gw kemaren ke dokter periksa perut gw,
    udah beberapa hari ini perut gw perih,
    ternyata maag gw yg kambuh,
    untung ga apa2..

    Like

    Reply
  5. vanny

     /  March 7, 2011

    love so sweet deh *arashimodeon

    hahaha

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: