CoffeeMilk: My Private Doctor

”Kau ingin tau segala hal tentang ku tapi kau menyembunyikan segala sesuatunya dariku”


Yeosin memandang ke luar jendela. Ia bisa melihat pemandangan Seoul dimalam hari dari bis yang membawanya ke Incheon. Ia bersandar ke jendela sambil memeluk tubuhnya yang mulai menggigil kedinginan.

Ia merasa tubuhnya benar-benar sudah bisa dia ajak kompromi. Satu minggu penuh dia mengerjakan kerja rodi untuk mengosongkan jadwal untuk hari Senin 7 Maret 2011, yang mereka Klaim sebagai hari jadian.

”Memangnya kalian jadian tanggal 7 Maret?” pertanyaan Chaesun bergelung di kepala Yeosin.

Yeosin menggeleng, ”Nan molla… kami sendiri lupa kapan tepatnya kami resmi dengan hubungan ini.”

Wajah Chaesun yang tadinya ceria karena bisa bertemu dengan Donghae berubah menjadi kusut, ”kau sama sekali tidak ingat.”

”Aku benar-benar tidak tau. Aku awalnya aku tidak menganggap serius ucapannya. Tapi kemudian dia membuktikannya. Aku benar-benar tidak menyangka hal itu terjadi.”

Chaesun menatap Yeosin binggung, ”kau ini babo atau bodoh.”

”Ya~ itukan tidak penting yang penting itu sekarang.”

Chaesun menghela nafas, ”Kau benar-benar tidak ingin pergi ke Shanghai?”

Yeosin menggeleng, ”kau saja. Nanti jika aku ikut ELF akan curiga dengan kita. Lagian aku masih bisa bertemu dengannya hari senin nanti.”

Chaesun memandang Yeosin.

”Sudah cepat berbenah jangan sampai kau di tinggal gara-gara telat satu menit.”

Chaesun mencibir, ”Aku bukan kau, Nona Han.”

Yeosin memandang kota Seoul dimalam hari. Banyak pasangan yang menghabiskan malam minggu bersama. Malam Minggu bagi Yeosin adalah hal yang tabu. Mereka sama-sama buta di malam minggu.

Mereka lebih sering menghabiskan malam minggu dengan kerjaan masing-masing dari pada dengan kekasih.

Drtttt… drtttt…

MyPrinceFrog Calling…

Yeosin menimbang-nimbang untuk mengangkat telepon dari Heechul. Ia sudah menghabiskan suaranya saat bersama dengan Chaesun. Suaranya sudah hilang bahkan untuk sekedar membalas ceramah dari Sanni ia tidak bisa. Sanni sudah memperingatkannya untuk pergi ke dokter tapi Yeosin menolak.

Ponsel Yeosin berhenti berdering. Yeosin menghela nafasnya. Ia melirik ke jam. Bukannya saat ini dia sedang Sushow? Tapi kenapa menelopon.

Drttt… drttt…

Sebuah pesan masuk.

From: MyPrinceFrog

Kau masih berkerja?
Sebentar lagi aku akan tampil. Aku ingin mempersembahkannya untukmu. Aku iri pada Donghae yang bisa berduaan dengan Chaesun di belakang panggung. (=.=)

Yeosin terkekeh saat melihat tampang cemburu Heechul, ia segera membalas pesan dari Heechul dengan cepat.

To: MyPrinceFrog

Sudah Jangan menganggu mereka. Aku sudah bosan mendengar Chaesun mengeluh merindukan Donghae Oppa.

Baru beberapa detik Yeosin mengirim pesannya. Heechul sudah membalas

From: MyPrinceFrog

Ya~ kenapa kau tidak mengangkat teleponku, tapi malah membalas pesanku  >.<’

Belum sempat Yeosin membalas Heechul sudah meneleponnya. Yeosin menimbang-nimbang sesesaat sebelum ia merejeck telepon Heechul. Ia tidak bisa bersuara bagaimana ia bisa menerima telepon Heechul.

From: MyPrinceFrog

Ya~ kenapa kau tidak mengangkat teleponku >.<’

Yeosin menimbang-nimbang sesaat. Ia tidak ingin Heechul marah, apalagi mereka akan merayakan aniversary mereka. Ia Kemudian membalas pesan Heechul

To: MyPrinceFrog

Biar aku yang meneleponmu.

Yeosin memasang sambungan 3Gnya.  Lalu menekan nomor yang yang sudah di hapalnya dilauar kepala.

Ya~ kenapa kau lama sekali.” Yeosin hanya terkekeh mendengar omelan dari Heechul betapa rindunya ia pada nada tajam Heechul, ”kenapa kau tidak ikut kesini. Coba jika kau dan Sanni ikut pasti tidak akan membosankan seperti ini. Aku merindukan tingkah konyolmu dan Kyuhyun saat mengerjai Sanni. Really missing it.

Yeosin mengerutkan keningnya. Ia ingin sekali mencubit pipi putih susu Heechul. Bisa-bisanya dia lebih merindukan jeritan hati Sanni dari merindukannya gadisnya.

Kenapa kau diam saja? Kau sakit?” tanya Heechul panik

Yeosin menggelengkan kepalanya.

lalu kenapa kau terus diam? Aku membuatku semakin frustasi.”

Yeosin terkekeh melihat wajah panik Heechul. Wajhanya benar-benar lucu.

”Ya~kau jangan sakit. Jika kau sakit aku tidak bisa tinggal diam dan akan sangat sedih. Berhentilah bertindak bodoh. Aku menc…”

”Heechul-ah ayoo siap-siap…” Belum sempat Heechul menyelesaikan omelannya Jungsoo Oppa sudah memanggilnya.

Jangan membuatku khawattr. Aku akan meneleponmu setelah Sushow berakhir.” Ucap Heechul sebelum memutus sambungan teleponnya.

Yeosin memandang ke luar jendela. Rasa dingin yang tadi menyelimutinya perlahan menghilang. Jika suaranya tidak menghilang pasti ia sudah berteriak kegirangan saat ini.

__________d_e_s_o_n__________

Drrrttt… drrrttt…

Yeosin meraba meraba ponselnya kepalanya masih terasa berat. Ia masih ingin tidur. Ia membuka matanya perlahan lalu melihat jam dinding. Jam 9.

Yeosin memegang kepalanya yang terasa sakit. Ia tiba di rumahnya di Incheon sekitar jam 9 malam lalu langsung masuk kamarnya dan tertidur. Ia bahkan tidak sadar bila Jung Adjuma telah menggantikan bajunya.

Yeosin mengambil ponselnya. Ia membuka pesan masuk. Matanya belum fokus 100% tapi ia bisa menangkap kata-kata Heechul dalam pesan itu.

Yeosin memfokuskan matanya lalu membaca pesan dari Chaesun.

Kau dimana? Katamu kau ada di Incheon, kau tidak menjemput kami? Heechul saat ini benar-benar terluka.

Yeosin mengerutkan keningnya. Otaknya merespon sangat lambat.

To: Chaesun

Apa maksudmu? Aku tidak mengerti?

Lima menit kemudian Chaesun membalas.

From: Chaesun

Kau ini bagaimana? Kau tidak liat di internet dan di twitter? Heechul terluka. Aku sudah berusaha mengobatinya tapi dia tidak mau. Tidak ada seorangpun yang berani memegang wajahnya.

Deg…

Heechul terluka. Yeosin merasa badannya sangat lemas. Ia tidak sanggup membalas pesan Chaesun. Yeosin merasakan kepalanya berpedar sangat kencang.

ia kemudian membuka twitternya dan berbagai fanpage resmi Heechul. tangannya yang sudah lemas semakin lemas saat melihat wajah Heechul yang kena timpuk.

Yeosin membaca berita itu dengan teliti.  Meski Heechul berkat ia baik baik saja Yesosin dapat melihat Heechul sempat meringis kesakitan.

Yeosin melihat beberapa gambar yang sangat jelas.

Ketika Yeosin melihat berita yang mengejetukan. Jia Miss A dan temannya yang lain mengetahui berita ini sedangkan dia kekasihnya tidak. TIDAK TAU APA-APA

Brukk…

Ponsel yang di pegangnya jatuh. Butir air matanya jatuh di kedua sudut matanya. Ia tidak bisa melakukan apapun kecuali menangis.

__________d_e_s_o_n__________

Sanni mendapat sebuah pesan dari Chaesun mengenai Yeosin. Anak itu tidak mengangkat atau membalas pesan darinya dan Chaesun. Ia kemudian mengemudikan mobilnya ke Incheon untuk melihat keadaan Yeosin

Meski Sanni sering mendapat kejutan jail dari dongsang dan dongsang iparnya tapi Sanni selalu ada untuk menolong para dongsaeng yang mendapat kesulitan.

Sanni di persilahkan masuk oleh Jung Adjuma saat tiba di depan rumah mewah Yeosin. Sanni tidak berharap bertemu dengan siapapun kecuali Yeosin dan para pelayannya. Yeosin pernah bercerita bahwa di rumah itu ada ayah kandungnya tapi ia tidak pernah bertemu dengannya sejak kematian ibunya.

Yeosin sedang menangis saat Sanni masuk kedalam kamarnya.

Sanni mengambil ponsel Yeosin yang tergeletak dibawah ranjangnya. Ia kemudian membetulkan posisi tubuh Yeosin.

Yeosin menatap Sanni dengan wajah memelas. Mulutnya menggumamkan sesuatu tapi ia keluar sebuah suarapun.

”Sudah jangan banyak bersuara. Nanti suaramu rusak.” Sanni duduk menghadap Yeosin, ”jangan dengarkan perkataan Chaesun. Dia memang hobi bikin galau.”

Yeosin menatap ponselnya nanar. Bahkan sampai saat ini Heechul belum menghubunginya lagi.

”dia belum menghubungimu?” tanya Sanni

Yeosin menggeleng lalu mengambil ponselnya. Dengan tertatih ia memencet beberapa nomor yang sudah ia hapal. Ia melihat layar ponselnya nanar. Ia ingin melihat keadaan Heechul.

”bagaimana kau menghubunginya kau kan tidak bisa bicara?” tanya Sanni penasaran.

Yeosin tersenyum lalu memperlihatkan samungan 3G-nya pada Sanni.

Heechul tidak mengangkat panggilannya. Yeosin geram lalu mengacak-acak rambutnya kesal.

”dia tidak mengangkatnya Eonni…” Yeosin dan Sanni sama-sama kaget mendengar suara serak menyeramkan Yeosin.

”Sudah jangan banyak bicara. Coba hubungi lagi. Aku akan meminta obat pada Bibi Jung.” Ucap Sanni santai sambil keluar dari kamar megah Yeosin.

Yeosin mencoba menghubungi Heechul berkali-kali. Namun namja super ibuk itu tidak mengangkatnya. Yeosin kesal lalu meleparkan ponselnya ke sebrang kasur.

”sudah bisa?” Sanni masuk kedalam kamarnya sambil membawa nampan.

Yeosin menggeleng.

”sebaiknya kau minum obat dulu.” Sanni menyodorkan sebuah obat pada Yeosin.

”Shiroo…” Aku tidak sakit Yeosin mendorong tangan Sanni lalu bangkit dari kasurnya.

Sanni hanya bisa menghela nafasnya dalam. Bagaimana anak keras kepala dan manja begitu bisa di pilih menjadi Miss Korea. Mungkin semua jurinya sedang sakit mata jadi memilihnya dengan asal.

Drrtttt… drtttt….

Sanni melihat ponsel Yeosin berdering, lalu melihat siapa yang menelepon ”Yeosin-ah Heechul meneleponmu.”

”apa dia memakai sambungan 3G?”

Sanni melihat layar ponsel Yeosin, ”kuarasa tidak.”

Yeosin mendengus kesal, ”abaikan saja.”

Sanni menaruh ponsel Yeosin meja sebelah Yeosin, ”Sudah jangan terlalu memikirkan keadaan Heechul tapi pikirkan juga kesehatanmu juga.”

Yeosin mencibir, ”Aku tidak sakit. Jika aku sakit aku akan pergi kerumah sakit.”

”Ya~ kau itu kau tidak mendengar suaramu sudah seperti moster. Berhentilah mengomel jika sakit.” Sanni gemas melihat kelakuan keras kepala Yeosin.

Drttt…. drrrtttt….

Sebuah pesan masuk. Sanni meraih ponsel Yeosin dan menyerahkan pada Yeosin.

From: MyPrinceFrog

Kenapa kau tidak menjawab teleponku, hah? Kau cari mati ya?

Yeosin mendengus kesal ia ingin membalas pesan Heechul tapi tangannya tidak bisa mengengam dengan baik poselnya, ”Eonni, bisa kau balaskan pesanku.”

Sanni memandang tidak tega pada Yeosin. Ia kemudian meraih ponsel Yeosin, ”mau dibalas apa?”

Yeosi berpikir sejenak, ”kau sendiri yang tidak menjawab panggilanku.”

Sanni kemudian membalas pesan Heechul.

Beberapa detik kemudia Heechul membalas, ”dia bilang, Ya~ kenapa denganmu. Aku benar-benar tidak mengerti dengan sikapmu akhir akhir ini.”

Yeosin mendengus, ia mengatur nafasnya yang berat. Sudah sekali baginya hanya untuk mengatakan sesuatu, ”katakan saja, Ehmmm… aku yang tidak mengerti sikapmu. Kenapa kau lebih percaya pada Jia dari pada Yeosin.”

__________d_e_s_o_n__________

From: MyPrinceFrog

Ya~ aku tidak apa-apa. Kenapa kau berlebihan seperti itu.

To: MyPrinceFrog

Apa nya yang tidak apa-apa? Kau tidak punya kaca huh? Apa kau masih bisa menganggap dirimu tampan?

From: MyPrinceFrog

Ya aku memang tampan. Dengan luka ini aku malah terlihat macho. Kau sendiri kenapa tidak mengangkat teleponku. Apa karena suaramu hilang?

To: MyPrinceFrog

Bukan urusanmu.

From: MyPrinceFrog

Apa yang bukan urusanku? Kau bukan menghidariku kan. Kau juga sedang sakit.

To: MyPrinceFrog

Aku tidak sakit. Jika aku sakit aku akan berada dirumah sakit

From: MyPrinceFrog

Kalau begitu aku juga tidak sakit. Aku masih bisa berteriak, aku masih bisa membalas semua pesanmu. Sedangkan kau meminta Sanni Nuna untuk membalaskan pesanku.

Sanni dan Yeosin terhenyak melihat balasan dari Heechul, ”bagaimana dia tau jika aku yang membalas pesannya.” ucap sanni tidak percaya.

Yeosin kemudian meraih ponselnya lalu membalaskan pesan Heechul.

To: MyPrinceFrog

Siapa bilang aku tidak bisa membalas pesanmu. Aku bahkan bisa berlari sampai ke tempatmu.

From: MyPrinceFrog

Sudahlah tidak usah melakukan hal yang konyol, kau itu sedang sakit.

To: MyPrinceFrog

Kim Heechul aku serius dengan ucapanku. Jangan kabur aku akan menemuimu.

Yeosin mengirim pesan terakhirnya. Ia menghela nafasnya yang berat.

”Eonni antarkan aku ke dorm suju.” ucap Yeosin masih serak.

”aku yakin kau kan masih sakit.”

”Aku tidak sakit yang sakit itu dia…” Yeosin bangkit dari kasurnya lalu pergi kekamar mandi.

”dasar keras kepala.”

__________d_e_s_o_n__________

”Hyung kau yakin yang membalas pesanmu itu Sanni bukan Yeosin?” Tanya Heechul sambil meringis menahan sakit di amta kirinya.

”Aku hapal sekali gaya tulisan pesan Sannu. Aku yakin dia Sanni. Lagi pula kata Chaesun, Sanni ada di rumah Yeosin di Incheon. Dia saja yang tidak hapal gaya SMS-ku dasar gadis tidak peka”

Heechul mendengus kesal, ”kenapa gadis itu membuatku semakin khawatir, dasar gadis keras kepala.”

”Kau juga sama saja, keras kepala. Kau masih bisa mengobati lukamu sendiri?” Tanya Leeteuk saat melihat Heechul sedang mengompres lukanya sendiri.

”aku tidak suka orang lain memengang wajah tampanku.” jawab Heechul seenaknya.

”kenapa kau tidak menjawab panggilan Yeosin dan malah meneleponnya balik?”

”dia menggunakan 3G. Jika dia melihat lukaku habislah aku kena omelannya.”

”lalu kenapa kau meneleponnya saat tau ia kehilangan suaranya.”

Heechul menaruh kompresan lukanya, ”aku hanya ingin membuktika ucapan Chaesun itu tidak benar. Tapi sialnya ucapan Chaesun itu benar.”

”sudahlah jangan terlalu dipikirkan dia gadis yang kuat.” Leeteuk menepuk bahu Heechul.

”dia bukan gadis kuat, dia gadis keras kepala dan tidak sadar diri kalau manusia itu butuh istirahat.”

”YA~ seharusnya kata-kata itu ditujukan untukmu. Tidak sadar juga. Kau tidak bisa menghindar dari lemparan fans karena kau sangat lelah.”

Heechul menunduk, ”aku sangat ingin mempunyai satu hari kosong bersama dengannya seharian.”

”memangnya kenapa dengan hari itu?”

”kami menjadikan hari senin nanti sebagai hari jadian kami?”

”loh bukannya hari jadian kalian sudah lewat.”

Heechul mengerutkan keningnya, ”bagaimana kau tau, kami saja sudah melupakan hari itu.”

”hah?” Leeteuk mengerutkan keningnya,  ”kalau tidak salah kau mengatakan cinta pada Yeosin saat ia masih disekolah menengah.”

”iya kalau itu aku juga tau tapi kapan tepatnya.”

”Tunggu sebentar.” Leeteuk kemudian masuk ke kamarnya lalu keluar dengan sebuah buku jurnal kecil, ”kau bilang meneleponnya larut malam dan mengatakan berbagai macam hal hanya untuk mencegahnya mengatakan selamat ulang tahun pada Minho. 9 Desember 2008.”

”tapi saat itu aku hanya mencegahnya melakukan itu. Dia juga tidak menjawab ajakan kencanku.”

Leeteuk kemudian membuka jurnalnya, Heechul penasaran dengan tulisan cacing Leeteuk mencoba untuk mengintip tapi sial Leeteuk menutupinya.

”1 januari 2009. kau mengajaknya merayakan ulang tahun Sungmin.”

Heechul menggeleng.

Leeteuk kemudian membuka jurnalnya lagi, ”kau tidak pernah mengatakan padaku kau telah menembaknya dan dia menerima. Kau hanya bilang kau berkencan dengannya. Itu saja.”

Heechul memandang Leeteuk curiga.

”Hyung kenapa kau mempunyai catatan sedetail itu?”

Leeteuk terkekeh, ”ini jurnal pribadiku bersama semua dongsaengku. Aku mencatat semuanya disini.”

Heechul menatap Leeteuk sinis, ”berarti jika aku ingin mengetahui semua rahasaia member yang lain aku harus membaca jurnalmu?”

Leeteuk menyembunyikan Jurnahlnya, ”Andwae, ini punyaku.” Ia langsung pergi ke kamarnya lalu menyembunyikan jurnalnya.

__________d_e_s_o_n__________

Yeosin menatap sosok pemuda di depannya. Pelipis mata kirinya terluka. Luka itu sangat jelas meski ia melihat dari jarak yang cukup jauh.

”Ya~ kenapa kau malah diam saja. Kau masih sanggup berjalan kan?” tanya Sanni membuyarkan pandangan Yeosin yang dari tadi menatap Heechul.

”Aku masih bisa berjalan dengan baik. Bahkan aku masih bisa melihat dengan kedua mataku.” Ucap Yeosin penuh sindiran.

”Aigoo~ kau tidak mendengar suaramu sudah seperti monster.” sindir Heechul tajam

Yeosin mendengus kesal. Ia benar-benar ngeri melihat luka Heechul. Ia pasti mengelami pendarahan di pelipisnya itu.

”Sanni-ah ayo kita pergi mencari makan. Aku sangat lapar.” Leeteuk mengerlingkan matanya ke Sanni.

Sanni mengerti maksud Leeteuk kemudian mengangguk.

Yeosin dan Heechul duduk dalam diam. Yeosin bisa menatap pelipis mata Heechul yang terluak sementara Heechul bisa melihat wajah pucat Yeosin dengan jelas.

”Sudah berhenti membuatku khawatir. Ayo aku antar kau pulang ke apartermenmu.” ucap Heechul semakin tidak tega melihat wajah Yeosin.

”Dengan mata seperti itu? Kau yakin bisa melihat jalan dengan benar. Untuk membalas pesanku saja kau minta pada Jungsoo Oppa.”

”Mwo??”

”kau pikir aku tidak sensitif Sanni Eonni yang tidak bisa membedakan mana pesan darimu dan dari Jungsoo Oppa.”

Heechul memandang Yeosin, memperhatikan wajah gadisnya lekat-lekat, ”kau benar-benar mengetahuinya.”

”aku tidak perlu menjadi kekasihmu untuk tau itu pesan darimu. Bahkan jika kau menggunakan nomor orang lain pun aku tau itu darimu.”

Heechul mendekati Yeosin lalu mengenggam tangan dingin Yeosin erat, ”Kau bahkan memikirkan aku saat dirimu sakit.”

”Kau selalu datang dalam pikiranku, meski aku tidak memikirkanmu. Kau yang membuatku terus memikirkanmu. Apa yang kau lakukan? Apa kau sakit? Apa kau terluka?”

”Aku tidak inginkan kau sakit. Aku tidak ingin melihat kau terluka.”

”kau menerima telepon dari Jia dan dari temanmu yang lain. Kau tidak mengabariku dan tidak mengangkat telepon dariku. Siapa aku bagimu Kim Heechul?” Yeosin menitikan air matanya.

Heechul mengengam erat tangan Yeosin, ”Kau Yeosin. Bagiku kau tetap Yeosin. Dewi yang amat berharga dimataku. Membayangkannya menangis aku tidak bisa dan sekarang dia menangis di hadapanku. Aku harus bagaimana?”

Pintu dorm terbuka Sanni dan Leeteuk masuk kedalam sambil membawa jinjingan, ”ini obat lukamu dan obat Yeosin.” ucap Sanni kemudian pergi kedapur, ”aku akan membuatkan bubur untuk kalian.”

Yeosin mengangkat tangan kirinya lalu membelai wajah Heechul, ”kenapa lukamu tidak di obati?”

”Aku tidak ingin mereka menyentuh wajahku.”

”bodoh… kau harus di obati. Bagaimana jika kau terkena Tetanus?” Yeosin mengambil kapas dan membasahinya dengan rivanol *di Korea ada Rivanol ga sih? Kekkeeee

”suaramu juga sangat aneh. Kau pasti kesakitan saat bicara.” Heechul mengambil obat pereda tenggorokan lalu menyuapkannya pada Yeosin.

”Awwww… ssshh…” Heechul meringis saat Yeosin mengobati lukanya, ”sepertinya kita harus mengubah hari anniversary kita.”

Yeosin mengerutkan keningnya.

”bagaimana kita bisa merayakan hari jadi kita jika wajahku terluka seperti ini dan kau kehilangan suaramu. Tidak mengasikkan. Bagiamana jika kita merubah hari jadi kita.”

Yeosin memiringkan kepalanya.

”kurasa tanggal 7 Maret tidak bagus. Bagaimana kalau 9 maret?”

Yeosin menggeleng

”10 maret?”

Yeosin menggeleng.

”kalua begitu tanggal berapa?”

”Aku ingin setiap hari. Itu anniversary kita.”

”hah?”

”tidak peduli kapan hari kita jadian yang penting hari ini esok dan seterusnya kita selalu bersama.” ucap Yeosin yang sudah kehilangan suara seraknya.

”aigoo~~ baru beberapa menit denganmu dia sudah sembuh. Benar-benar ajaib.” ucap Sanni.

”ya seperinya mereka memang tidak butuh dokter. Mereka hanya butuh satu sama lain.” cibir Leeteuk membuat wajah Yeosin dan Heechul bersemu merah

”ya ya ya jika semua pasangan seperti mereka sepertinya profesi dokter tidak laku lagi.” Sanni membawa dua mangkuk bubur ke hadapan Yeosin dan Heechul, ”waktunya makan.

”bubur? Shirooo… AKU TIDAK SAKIIT…” ucap keduanya bersamaan.

 

Cr: Koreanindo.wordpress.com

Leave a comment

9 Comments

  1. chaaa

     /  March 6, 2011

    gw memang selalu jadi tempat curhatan buat para dongsaeng..
    gw ngga peka sama tulisan jungsoo?
    aigoo~,

    Like

    Reply
  2. Annyeong,,

    saia dtg ninggalin koment menjelang pagi buta..
    Kena insomnia lgy..
    Makin parah aza ne mata.
    G bsa dajak kompromi..
    Aku kan pngen tdur mimpiin my east sea..

    Bener” klewatan..
    Sama cmz gw ma c omet aza g bsa bedain..

    Gmna cmz soo oppa ma heechul..
    Wah,bkan onnie yg baex..

    Omet turun bduka cita atas anniversary yg penuh luka (??)

    Bener” pngen gw timpuk it org yg nglempar bang ichul..
    *emosi jiwa*

    Oiah komen u gw blz dcni aza iah omet..
    Ayo! Ff slanjutny qta bkin sanni menderita..

    Gw bru blajar bkin ff jdi harap maklum..
    Hhe
    *deep bow*
    mohon bantuanny seosangnim🙂

    Aigo,tanpa saia sadari komen saia sudah tlalu pnjg.
    Klo gtu saia akhiri dulu..
    Annyeong ^^
    Get well soon Omet’n heechul oppa ^^

    Like

    Reply
    • saya jg kena Insomia tadi malem…
      kayaknya tiap dirumah gw jg kena insomnia mulu apa bawaan sakit gitu…
      gw aja baru bisa tidur abis nyolong kipas dari kamar ade gw… kekkeeee

      omet gw g ad pulsa bwt nge sms u…
      *tadi ada lagu super girl di trans tv*

      seosangnim??? gw kan masii muda…

      iyaa makasii atas doanya *hug omet*

      Like

      Reply
  3. chaaa

     /  March 7, 2011

    aigoo~,
    gw tuh bingung kalo tulisan sms,
    tapi kalo tulisan tangan asli mah gw ngeh,

    terserah kalian lah mau membuat diriku menderita
    aku tetap sayang sama kalian…^^

    Like

    Reply
  4. ikANDonghae

     /  March 7, 2011

    Cie,,
    cha onn og jdi kyak gini..
    Dampak baca ff qta iah..
    Wkwkwk

    Like

    Reply
  5. tanjung

     /  March 10, 2011

    sepertinya saia sudah menjadi fans berat blog ini… hehehe.. Good Job sist..🙂

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: