CoffeeMilk: Boys Before Flower

CoffeeMilk 11 BOYS BEFORE FLOWER

“Eonni…” Yeosin melambaikan tangannya ke perempuan yang ada di peugeot silver.

Yeosin menghampiri peugeot silver itu. kemudian masuk kedalamnya.

“Tumben kau tidak bawa mobil.” Ucap Sanni saat Yeosin sudah duduk di sebelahnya.

“Aku malas mencari tempat parkir, lagipula BBM mahal dan sudah semakin jarang.”

Sanni mencibir kemudian melajukan mobilnya.

“Eonni, nanti kita mampir ke hotel star dulu yah, aku ada pertemuan untuk bakti sosial.” Ucap Yeosin sambil melihat ke buku agendanya.

“Mwo???” Sanni mengerutkan keningnya, “nanti kalau aku diusir bagaimana?”

“Tenang bilang saja kau asistenku, jadi kau tidak bisa diusir.” Ucap Yeosin sambil menyeringai.

“cih,”

>>deson<<

“Ayolah Hyung, dia itu cuma menurut padamu.” Heechul menatap kedua mata Leeteuk

“Kalau dia tidak mau bagaimana?”

“Kalau kau yang mengajaknya pasti dia mau.”

“aiisshhhh…” Leeteuk mengacak-acak rambutnya frustasi, “susah hidup diantara dua makhluk keras kepala.”

“Hyung, aku kan hanya ingin dia hadir di sushow terakhir, aku hanya ingin perlihatkan bahwa aku tidak seburuk yang dia pikirkan.”

“Heechul-ah, kau seperti tidak tau sifat Yeosin saja. Dia itu sangat keras kepala, kalau dia bilang Ya, berarti ya. Kalau dia bilang tidak ya tidak.”

“Hyung please, kalau dia tidak ikut ke Vietnam aku juga tidak akan ikut.” Heechul melipat kedua tangannya lalu memanyunkan bibirnya.

>>deson<<

“Itu tadi acara apa, saeng?” tanya Sanni saat mereka kembali ke mobil.

“Ada seorang istri mentri yang ingin mengadakan bakti sosial. Dia ingin menyumbang sebuah perpustakaan mini untuk beberapa panti asuhan.” Ucap Yeosin tanpa melihat ke Sanni, “tapi sepertinya aku tidak akan ikut.”

“Wae??? Bukankan kau itu senang melakukan hal seperti itu.”

Yeosin melepaskan tatapannya dari agendanya, “hari kamis aku sudah UTS, dan gilanya Eonni, hari pertama aku dapat intermedite, alias akuntansi keuangan menengah GILA. Aku hampir mau mati.”

Sanni menyeringai, “kenapa kau tidak minta diaajari sama Chaesun, bukankah kalian satu jurusan?”

Yeosin menghela nafasnya, “dia lebih parah, Dosennya saja 4 kali tidak datang dan 2 kali pengganti hanya satu jam.”

Sanni membulatkan matanya tidak percaya.

>>deson<<

“Kau tidak bisa seperti itu, Chul-ah.”

Heechul masih menekuk wajahnya, “Aku hanya ingin dia datang. Apa susahnya sih.”

Leeteuk menghempaskan nafas frustasi, “Lebih baik aku memberikanmu sebuah bintang daripada menjanjikan hal itu.”

Heechul mencibir, “aku sudah punya sebuah bintang di langit, yang aku mau cuma satu bintang di hatiku.”

Leeteuk mengaruk kepalanya yang tidak gatal, “aku juga seorang bintang yang terkenal.”

“Yak~” Heechul menendang Leeteuk hingga tersungkur, “aku bukan hombreng, dan kau bukan seleraku.”

>>deson<<

“Eonni, bagaimana kalau yang ini sedikit di modif.” Yeosin melihat hasil design Sanni.

Sanni mengamati rancangan bajunya untuk Yeosin yang akan Yeosin pake untuk acara amal.

“Aku lebih nyaman dengan pakaian yang simple.”

“Baikalah nanti aku modif.”

Yeosin meninggalkan Sanni yang mengubah gambar designnya. Yeosin mengelilingi ruang kerja Sanni yang terkesan minimalis tapi abstrak. Di sekelilingnya banyak gambar-gambar hasil rancangan Sanni.

Drrrttt… drrrttt…

Yeosin mengambil ponselnya yang ada disaku.

ShimChaesun Calling…

“Yeobseo…”

Yeosin-ah.” Yeosin langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya.

“Yak-aisshhh…” Yeosin mengelus telinganya.

“Yeosin nanti malam aku ke tempatmu yah. Aku ingin belajar intermedite.”

Yeosin mengerutkan keningnya, “mau belajar apa? aku juga tidak mengerti.”

“ajak saja Jaena.”

“ide bagus.” Yeosin tersenyum simpul, “kau yang hubungi dia, oke?”

“Yeosin-ah.” Sanni menyerahkan ponsel miliknya, “ada telepon untukmu.”

Yeosin mengerutkan keningnya. “dari???”

“Jungsoo Oppa,” jawab Sanni jutek

Yeosin menerima ponsel Sanni dengan ragu, “yeobseo.”

“Yeosin-ah kenapa pnselmu tidak bisa dihubungi,”

Yeosin bisa melirik ke arah Sanni yang kembali ke meja kerjanya, “ada apa Oppa mencariku?”

“kau bisa ke dorm?”

Yeosin bisa merasakan aura cemburu Sanni, bagaimana tidak cemburu jika Jungsoo lebih dekat denganYeosin daripada dengan dia yang notabennya kekasih Jungsoo.

“aku tidak bisa Oppa.”

“Wae?? Akhir pekan kemarin kau juga tidak k dorm padahal kami tidak ada sushow.”

“Kau tau sendiri kan Oppa jadwalku akhir pekan juga sangat padat.”

>>deson<<

“Tidak bisa.” Leeteuk menutup ponselnya.

“Kau kurang memelas dan memaksa, coba kau keluarkan jurus andalanmu Hyung. Kau pasti bisa.” Cerocos Heechul

Leeteuk menatap Heechul, “Coba kau yang lakukan sendiri, aku sudah melepas semua harga diriku untuk membujuknya namun dia tidak mau. Masa aku harus merengek dan berguling-guling dihadapannya.”

Heechul terkekeh saat membayangkan Leeteuk menangis dan merenggek sambil berguling-guling ditanah seperti anak kecil.

Leeteuk mencibir kelakuan Heechul.

Heechul menarik nafasnya perlahan, “Hyung kenapa dia tidak pernah mau melihat sushow?”

“yak kau ini, pendek sekali ingatanmu.”

Heechul mengerutkan keningnya.

“Kau tidak ingat saat kau mengajaknya ke sushow 2 Seoul, kau mengajaknya menonton di tempat yang sudah kau sediakan tapi apa akibatnya, kau malah salah mengambil tangan orang lain DIDEPAN MATANYA dan mengecup tangan itu.”

Heechul teringat kejadian itu saat dia melakukan solo performance dan berencana membuat perlakuan romantis untuk Yeosin dengan mengecup punggung tangan gadis itu. tapi yang dia lakukan adalah mengambil tangan orang lain dan mengecupnya di depan mata Yeosin.

“Kau tau jika itu bukan tempat VIP. Kau sudah menyiksanya dan menyiksanya. Untuk dia tidak memutuskanmu saat itu.”

Heechul tertunduk, ia merasa amat merasa bersalah.

>>deson<<

Chaesun menekan tombil apartermen Yeosin. Chaesun mendekatkan wajahnya ke kamera kecil di dekat interkom apartermen Yeosin. ia mengdip-ngedipkan matanya ke benda kecil berukuran 2cm itu.

“yak~~~”

Chaesun mundur beberapa langkah saat ia mendengar jeritan Yeosin.

“apa yang kau lakukan wajahmu menyeramkan.” Ucap Yeosin dari interkom.”

“cepat buka.” Ucap Chaesun yang masih kaget

Chaesun masuk saat Yeosin membukakan pintu. Yeosin tidak langsung masuk tapi ia mampir ke kompter keamana di sebelah pintu masuknya.

Chaesun mengerutkan keningnya tapi mengikuti langkah Chaesun, “ige mwoya…”

Tunjuk Chaesun saat melihat wajahnya close up full dengan komedo-komedonya.

Yeosin hanya terkekeh, “suruh siapa ngeliatin kamera ampe deket-deket gitu, tuh kan jadinya komedonya keliatan.”

Chaesun menanyunkan bibirnya, “hapus.”

“nggak, biar Donghae Oppa liat.”

“Hapus.”

>>deson<<

Chaesun mengambil sepiring spageti yang baru matang di microwave. Kemudian ia mengambil secangkir kopi dari coffee machine.

Chaesun menghampiri Yeosin yang sedang duduk menatap ponselnya. Yeosin tampak sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Wae???”

Yeosin memandang Chaesun sesaat, “Yoon Jihoo, dia memintaku mengajarinya intermedit.”

“so?”

“Bagaimana terima atau tidak.”

“terserah.”

“ya sudah aku terima saja. Dari pada nanti pas ujian dia membuatku tidak konsentrasi dan menanyakan terus jawaban.”

Chaesun mengedikkan bahunya kemudian menyendok spagetynya, “Honey, apa kau tidak punya makanan lain?”

“aku punya dua kotak eskrim?”

“Yakin mau makan eskrim, ntar suaranya hilang lagi.”

Yeosin menepuk bahu Chaesun, “sudahlah yang penting enak.”

>>deson<<

“Yeosin hanya bilang kalau dia ada acara bakti sosial tapi dia tidak akan ikut karena dia sudah mulai UTS.” Ucap Sanni saat Heechul menanyakan jadwal Yeosin.

“Apa tidak tertulis di agendanya untuk menonton sushow?”

Sanni mengangkat bahunya, “molla.”

“Hyung,” Heechul menatap Jungsoo, “ Apa jika Hankyung ikut menonton dia juga akan ikut menonton?”

“Molla.”

“apa jika aku berdemo dia akan ikut?”

“molla.”

“Aisshhh… kenapa jawabannya molla semua.”

Leeteuk mendekati Heechul lalu menepuk bahunya, “kalau kau ingin mintalah dengan baik-baik.”

>>deson<<

Yeosin melonggo saat melihat empat pria di depan pintu apartermennya.

“Chaesun-ah Eottoke???”

Chaesun ikut-ikutan melihat ke layar interkom Yeosin. Ia hanya terkekeh saat melihat ke empat namja yang berdiri didepan pintu apartermen Yeosin.

“Kupikir cuma dua orang, kalo segini banyak gimana cara ngajarinnya?”

Chaesun kembali terkekik, “selamat berjuang Yeosin-ah, hwaiting.” Chaesun mengepalkan tangannya lalu kembali ke kamar Yeosin.

Yeosin membuka pintu aparermennya dengan sedikit gugup. Ia melebarkan senyumnya saat melihat ke empat namja itu. Go Junpyo, Yoon Jihoo, So Yijung dan Song Woobin.

Keempat cowok yang senang tidur saat jam kuliah dan sangat iseng itu kini di hadapannya.

Dengan kekuatan ekstra dan suara yang mulai serak, Yeosin mencoba untuk menjelaskan pelajaran yang dia pelajari dengan pas-pasan kepada ke empat temannya.

“Mengertikan??” tanya Yeosin lagi.

Ke empat namja itu terdiam dan memandangi selembar kertas yang sudah di coret-coret oleh Yeosin.

Yeosin memegang pelipisnya, yang terasa sangat pusing, ia melirik kamarnya sekilas, “Kenapa Chaesun tidak membantunya.”

>>deson<<

“Iya Oppa aku sedang belajar di apatermen Yeosin. Iya dia sedang belajar dengan teman-temannya di ruang tengah. Mwo??? Kau diluar. Arraso, aku tidak akan bilang padanya.”

Chaesun keluar dari kamar Yeosin lalu melihat Yeosin yang sedang frustasi menjelaskan panjang lebar dengan suara parau.

“cih sudah tau tidak bisa makan eskrim malah nekat makan eskrim.” Gerutu Chaesun dalam hati.

Chaesun membuka pintu dan melihat Heechul dengan penyamaran sempurna.

“Oppa kau tidak takut identitasmu terbongkar. Didalam banyak teman-temanku dan Yeosin.”

Heechul menggeleng, samar terdengar suara namja. Heechul penasaran lalu masuk tanpa di persuruh oleh Chaesun.

Heechul bisa melihat empat orang namja yang sedang duduk di sekitar Yeosin. Meski mata ke empat namja itu mengarah ke kertas yang sedang dicoret-coret Yeosin tetap saja Heechul merasa gerah.

Heechul jadi teringat drama BBF, “aishh itu tidak mungkin ke empat cowok itu tidak lebih bagus dariku dan Yeosin bukan Geum Jandi dia sama sekali tidak pantas.” Batin Heechul

Heechul menatap Chaesun dengan tajam, “kenapa kau tidak bilang temannya namja?”

“loh memangnya Oppa menanyakan hal itu?”

Heechul mencibir lalu pergi meninggalkan Chaesun. Chaesun mengerutkan keningnya, “katanya mau ketemuan tapi pergi lagi.”

“Aishhh dasar AB bilang saja cemburu.”

>>deson<<

Heechul menatap foto Yeosin di layar ponselnya. Ia mendukan gadis itu tapi setiap dia ingin membayang kan wajah gadis itu yang terbanyang adalah sosok gadis itu bersama ke empat teman prianya.

“Apakah dia begitu popular di kampus?” tanya Heechul pada boneka sapi yang ada dipojok kasurnya, “pria macam apa mereka yang mau berguru pada gadis yg IQ-nya di bawah garis normal.”

Heechul menghembuskan nafasnya berat, “Apa mata semua namja itu sudah katarak tidak bisa membedakan mana gadis yang cantik atau tidak.”

Heechul mendengus frustasi kemudian memeluk boneka sapinya.

“Positif thinking Heechul-ah, Yeosin akan menghadapi UTS dan dia harus belajar agar tidak mencoreng nama baikmu dengan nilai baiknya.”

“Aku tidak akan memaksamu lagi Yeosin-ah, aku akan menunggu sampai kau mau datang ke acaraku dengan sendirinya.”

>>deson<<

Yeosin melangkahkan kakinya dengan cepat. Nafasnya sudah tersenggal dan kakinya sudah keram karena lelah berjalan. Berkali-kali ia melirik ke arah jamnya. Sial, gerutu Yeosin dalam hati.

Yeosin sudah melihat pintu masuk ke gedung tempat ujian diadakan. Ia sudah belajar dengan mati-matian dan sudah hapal dengan setiap langkah jawaban yang ia berikan.

“Heh, kamu… ruangannya dimana?”

Yeosin menoleh pada dosen penjaga, “saya? Diruangan B04.”

Dosen itu melirik ke jam yang terpampang di dinding. 13.36, “kamu udah telat ngapain masuk?”

Ngapain masuk? Ya belajar lah bu, masa mau mejeng. Ucap Yeosin dalam hati sambil mengatur nafasnya.

“ya udah kamu isi ini aja.” Si dosen memberikan sebuah kertas berwarna putih dengan enteng

Yeosin menatap dosen itu dengan cermat, ia hapal dengan dosen itu. dosen itu juga yang tidak membiarkannya masuk kedalam ruangan UJIAN saat semester 1 dulu.

Yeosin sudah tau isi surat itu. Itu surat keterangan bahwa dia tidak boleh mengikuti ujian.

Yeosin menghela nafas cape dan sebal.

Sumpah jika dia tidak ingat bahwa dia seorang mahasiswa yang baik, dia akan mengacak-acak rambut dosen itu…. Aisssshhhhhhh Yeosin menulis namanya dengan kasar di surat itu.

“kenapa kamu telat?”

“nganterin temen dulu tadi dia kena komdis n disuruh ganti celana.”

“temen kamu yang kena komdis kenapa kamu ikutan nganterin dia, rugi dikamunya dong.”

Yeosin menatap Dosen itu garang, “bu, percuma kalo nilai akademik bagus tapi ga punya rasa empati ke temen sendiri.”

Yeosin meninggalkan ruangan itu lalu keluar.

Ia tidak tau harus berbuat apalagi.

Dulu dia pernah berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dia tidak ingin terjebak lagi. Dia berjanji untuk tidak telat lagi dalam ujian tapi kenyataannya dia telah melanggar janjinya itu lagi.

>>deson<<

Chaesun mengedarkan matanya ke penjuru taman. ia melirik jam di layar ponselnya dengan gusar, “aisssshhh… miss ngaret katanya janjian di taman setelah ujian kenapa dia tidak datang ato jangan-jangan dia sudah pulang duluan.”

Chunsaboda nae arundawo…

Chaesun menatap layar ponselnya.

MyEastSea calling…

“Sea…” ucap Chaesun riang dan sejenak melupakan masalahnya dengan Yeosin.

“Sun, bogoshipoyo!!!!”

“nado Sea… kau sedang apa?”

“sedang memikirkanmu, kau sedang apa naui sun?”

“Aku sedang menunggu Yeosin, dia bilang akan menungguku tapi sepertinya dia pulang duluan.”

“Kalian bertengkar lagi?”

“Tidak, kami baik-baik saja bahkan aku sempat menginap untuk belajar di apartermen Yeosin.

“oh ya lalu…”

“kami belajar hingga larut malam, Yeosin juga mengajak teman prianya untuk belajar.”

“Heechul hyung?”

“Bukan tapi teman kampus mereka belajar sampai larut malam, sepertinya Yeosin tidak ingin nilainya kali ini jatuh lagi.” Chaesun mengedarkan pandangannya lagi. Matanya kemudian tertarik ke seorang yang sedang berjalan santai Jihoo dan sahabat dekatnya Go Junpyo, “Sea jangan dulu ditutup.”

“Jihoo ya???” Chaesun melambaikan tangannya.

Jihoo mendelati Chaesun, “ada apa?”

“Kau tau dimana Yeosin?”

“Molla, aku tidak melihat.”

“Ya kau ini bagaimana kau itu kan sekelas dengan Yeosin.”

“Itu juga yang aku herankan, tadi dia tidak ikut ujian padahal dia yang mengajari kamu intermedit.” Ucap Jihoo diikuti anggukan Junpyo.

Chaesun menatap Jihoo tidak percaya, “Tidak mungkin.”

Jihoo dan Junpyo meninggalkan Chaesun yang masih tepaku mendengar kabar dari mereka.

“Sun…”

Chaesun mendekatkan kembali ponselnya, “sepertinya Yeosin dalam masalah. Nanti aku hubungi lagi ya Sea. Saranghae”

Chaesun memutuskan sambungan teleponnya kemudian menghubungi Yeosin. namun sial ponsel Yeosin tidak aktif.

>>deson<<

“aku tidak tau Hyung, Tapi teman Chaesun bilang, Yeosin tidak ikut ujian.”

“kau yakin Hae?”

“100%, Hyung.”

Heechul memandang apartermen yang berdiri tegap di hadapannya. Setelah mendengar kabar dari Donghae, Heechul segera menelepon Yeosin namun gadis itu tidak menganggkat teleponnya.

Heechul menimbang-nimbang sesaat sebelum masuk kedalam apartermen Yeosin. Gadis itu pasti sedang menangis.

Heechul membuka twitter gadis itu kemudian membaca banyak pesan hati yang ditulis oleh kekasihnya.

Sudah belajar mati-matian, malah daper surat ujian susulan dari dosen itu LAGI.

Dan masih banyak kata yang ditulis oleh gadis itu.

Setelah satu jam menunggu didepan apartermen Yeosin. Heechul akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam apartermen Yeosin.

Tidak butuh waktu lama sampai menunggu gadis itu membukakan pintunya.

“Oppa~” seru Yeosin saat melihat Heechul di depan apartermennya, “tumben sekali Oppa kemari?”

Yeosin kemudian menarik tangan Heechul ke sofa, “Kau merindukanku ya Oppa?” ucap Yeosin penuh dengan cengiran.

“Kata Chaesun kau kemarin datang tapi pas melihatku sedang belajar dengan anak-anak pria kau langsung pergi. Apa kau cemburu Oppa?”

Heechul menggeleng, lalu membelai wajah Yeosin.

“Jangan memasang tampang seperti itu aku jadi takut.” Ucap Yeosin saat melihat tampang Heechul yang kaku.

“kau jangan bersikap seperti itu, katakanlah.”

Yeosin menatap Heechul, ia tau arah pembicaraan Heechul. yang ia bingungkan adalah kenapa Heechul bisa tau. Bukankah ia tidak mengatakan apapn pada Chaesun.

“katakanlah!” ucap Heechul di lembut.

“apa yang harus aku katakan. Sudah jelaskan semuanya.”

“Jelas apanya?”

“Lihat Oppa, aku tidak menangis sedikitpun. Aku dewasa bukan?” Yeosin memamerkan deretan gigi putihnya, “semuanya akan baik-baik saja. Aku cuma telat dan bisa mengikuti ujian susulan. Oppa tenang saja aku pasti akan lulus.”

Heechul menarik tangan Yeosin lalu memeluk tubuh gadis itu. heechul bisa merasakan tubuh gadis itu yang dingin dan bergetar.

“Aku tidak mau kau dewasa. Terlalu menyaramkan. Aku ingin kau yang apa-adanya yang manja hanya padaku.” Ucap Heechul ditelinga Yeosin, “Menangislah Han Yeosin.”

Yeosin menarik kembali tubuhnya, “Oppa aku tidak ingin menangis, semakin aku menangis semakin hatiku sakit. Aku tidak ingin menangis lagi Oppa. Life must go on, Right?

Heechul tersenyum saat Yeosin kembali memamerkan gigi putihnya.

Masalah membuat kita semakin dewasa. Masalah bukan untuk di tangisi tapi diselesaikan. Seberapa besar masalah yang kita hadapi, itulah kapasitas kita menerima masalh. Tuhan tidak akan pernah memberi cobaan yang tidak akan sanggup diselesaikan umatnya.

“Besok kau masih ada Ujian?” tanya Heechul lagi.

“Ada kewirausahaan.” Ucap Yeosin sambil menggerutu, “semuanya Teori, aku malas menghapal.”

Heechul mengerutkan keningnya, “aishhh anak ini, kau gagal di hari pertama bukan berarti hari kedua dan seterusnya kau menjadi lalai.”

“bukan begitu… otakku bukan otak tipe hapalan.”

“sini biar aku bantu menghapal, aku kan jago menghapal.” Ucap Heechul bangga.

Yeosin tersenyum lalu mengambil bukunya yang tebal.

Heechul membatu Yeosin menghapal semua materi yang diberika dosennya. Heechul memberikan tatapan tajam saat Yeosin salah menjawab. Tapi jika Yeosin benar maka Heechul akan…

Cup…

Yeosin memenggang pipinya, “ige mwoya.”

“mana yang lebih menyenangkan belajar dengan ke empat namja itu atau denganku?” tanya Heechul

Yeosin memutar matanya.

“aku ingin belajar dengan… dengan… Kyuhyun oppa…”

Heechul membulatkan matanya, “mwo???”

“karena dia lebih pintar matematikanya.”

Heechul menekuk wajahnya sebelum Tangan Yeosin bergelayut manja dilengannya, “dan aku ingin menikah denganmu Oppa.” Yeosin mengedipkan sebelah matanya.

cerita ini diambil dari kisah hidup saya tapi tidak semua adegan dalam cerita itu saya alami. tambahan cerita hanya untuk memperseru cerita bukan untuk hal lain…

leave your comment please… ^^

Previous Post
Leave a comment

18 Comments

  1. omo~,
    benar kan feeling gw,
    pasti lu langsung bikin ff..

    dasar miss instant,
    berapa jam tu lu bikinnya??

    Like

    Reply
  2. Hadeeeeu.. Emang paling ga enak tuh ikut ujian susulan.. >.< Pake bayar pula lagii.. Skrg kalo ikt ujian susulan msh byar jg tak??.. Wahh.. Wahh.. Akhir2 ini kata2nya heechul bijaksana yaaa.. *keprok-keprok* kyaaaaa..!!! Ada ktotboda namja nyasar ke FF ini,, huahahahaMIN..😀 pantesan judulnya itu.. *lirik judul diatas* :p

    Like

    Reply
    • iya bayar kak 100rb, gila mending nabung bwt sushow

      Ichul lg insap kak kekekeeee

      iya itu terinspirasi dari keempat cowo yg nyasar ke kosan trus minta ajarin,
      eh yg ngajarin malah g ikut Ujian *parah*

      Like

      Reply
  3. Akhirnya u dpt endingnya jg..
    Pngalaman pribadi u bsa jd ending yg menarik
    ^.^V

    Sabar gw jg ga suka ma dosen it..
    Kekekee

    Hwaiting buat ujian susulan u!

    Like

    Reply
    • pengalaman pahit…
      g bakal jd yg ke 3 kali…
      rasanya pengen ngetekin itu dosen…

      Dosen favorit gw tuh wkwkwkwkkkk
      demen bgt nyengsaraain gw >.<
      klo gw ketangep lg ma id gw kasih penghargaan pribadi dr gw tuh dosen…

      Gomawo ^^

      Like

      Reply
  4. eey,pegeout gw warna putih bukan silver,
    >.<

    eeh,gw itu sebenarnya masih kuliah ato udah kerja?
    kok ada ruang kerja gitu???

    Like

    Reply
  5. vanny

     /  April 1, 2011

    untung pas kuliah dulu ga pernah ujian nyusul, cuma perbaikan nilai 1 kali hehehhehehe…

    Masalah membuat kita semakin dewasa. Masalah bukan untuk di tangisi tapi diselesaikan. Seberapa besar masalah yang kita hadapi, itulah kapasitas kita menerima masalh. Tuhan tidak akan pernah memberi cobaan yang tidak akan sanggup diselesaikan umatnya ==> like this very much… thanks ya buat kata2nya.. jd semangat neh ngadapin masalah kekekekeke

    Like

    Reply
  6. oowh,
    ya sudahlah,
    lagian sanni juga lagi nyusun skripsi..
    bentar lg mau tamat..
    =D

    Like

    Reply
  7. Hahahhahahhaa
    Nggak bisa Ngebayangin kali Heechul bisa di satu dunia sama F4 onn ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ
    Pasti lucu banget hahahhahhaaaa
    Nice FF onn (^O^)/

    Like

    Reply
  8. superol

     /  April 4, 2011

    Aih, semakin hari heechul makin romantis aja ni, bkin kecantol…
    Rada aneh klo lgi ngmongin pelajaran, latar korean tapi matkul ipb punya hahaha
    cerita yg menarik + bermakna, nice..
    Btw, itu yg jadi F4 siapa tah? Kocak wakakaka

    Like

    Reply
    • kekekee
      namanya curhatannya pribadi🙂

      F4???
      siapa yah??? yg pasti ber4
      u juga kenal tp g mau nyebutin merek
      hheheheeee

      Like

      Reply
  9. superol

     /  April 4, 2011

    Oiy kelupaan, itu heechul bneran gokil deh, nyium tangan cewek laen yg dikira pacarnya! Niat romantis malah jadi sadis wahahahaha * ngakak di pojokan

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: