CoffeeMilk: Everything’s Gona Be Okey, Right…

CoffeeMilk 12 Everything’s Gona Be Okey, Right…

Yeosin menatap malaikat kecil yang sedang makan sebuah biskuit itu. Ia tersenyum saat melihat malaikat kecil itu tersenyum padanya.

“Kau lihat kan? Apa kau tega melihat dia terlunta-lunta bersamaku.” Yeosin menoleh dan mendapati Park Adjuma menatapnya dalam.

Yeosin mendesah, pagi-pagi sekali Adik dari ibunya itu datang dengan membawa bayi berumur 22 bulan. Ia meminta Yeosin untuk menjaganya sementara dia akan mengunjungi suaminya yang sedang bertugas di timur tengah.

“Tapi dirumah tidak ada Hyojoo Onnie…” kilah Yeosin.

“Juni tidak rewel, dia anak yang baik.”

Yeosin memajukan bibirnya, “kau kan ibunya pasti dia menurut padamu.”

“Hanya satu minggu, Yeosin-ah.” Hena menggenggam tangan Yeosin erat, “akan kuusahakan kurang dari satu minggu.”

Yeosin memandang adik dari ibunya itu. Ia tidak menggeleng juga tidak mengangguk.

Hena segera pergi tanpa menunggu Yeosin. Ia hanya mengecup pipi anaknya sebelum pergi.

“Yeosin-ah, suatu hari kau akan menjadi seorang ibu… maka belajarlah menjadi ibu yang baik.”

Yeosin hanya melongo mendengar ucapan adjumanya itu.

Yeosin hanya bisa menghela nafas. Kakak perempuan satu-satunya sedang pergi keluar kota, ibunya juga tidak bisa membantu karena mengurusi sang ayah yang sedang liburan ke luar negri.

Belum lagi Jung Adjuma yang punya trauma terhadap anak kecil dan tidak mau mengurus Juni.

Yeosin menatap Juni yang sedang asik memakan biskuitnya. Anak itu seakan tidak peduli dengan kondisi rumah bahkan kondisi nuna-nya itu.

Sesekali Juni memamerkan gigi mungilnya pada Yeosin.

Yeosin menjadi tidak tega jika membayangkan Juni digendong ibunya pergi menemani sang ayah dalam misi perdamaian di timur tengah.

Ia pun tidak akan ikut jika ayah ibunya pergi ke medan perang seperti itu.

Juni menggulurkan tanggannya yang sedang menggenggam sebuah biskuit. Ia memiringkan kepalanya sambil menatap Yeosin.

Yeosin mengerti maksud Juni ia mendekatakan wajahnya ke tangan Juni lalu membuka mulutnya membiarkan Juni menyuapinya.

“Gomawo…” Yeosin mencubit pipi Juni gemas.

>>deson<<

“Heechul-ah tolong kau berikan ini pada Kyuhyun.” Leeteuk memberikan sebuah handuk dingin pada Heechul.

“Iya simpan saja disitu.” Jawab Heechul sambil bertwitteran ria dengan Jungmo

Leeteuk menaruh handuk dingin itu di meja di hadapan Heechul.

Setelah bosan bertwitteran Heechul beralih ke sms-an. Terkadang ia tersenyum sendiri saat melihat balasan dari teman-temannya.

“Aigooo… Kim Heechul, kau sedang apa? Kau tidak mendengar apa yang kukatakan hah?” ucap Leeteuk saat melihat Heechul tak bergeming dari tempatnya.

Leeteuk memandang Heechul dengan tatapan tajamnya.

Aishhh… Heechul mendecak sesal dengan tatapan Leeteuk. Leadernya itu sangat mementingkan sang maknae dari pada yang lainnya.

Heechul mengambil handuk dingin itu lalu bergegas ke kamar Kyuhyun.

“Aigooo… cuma lecet sedikit saja tapi manjanya minta apapun.” Ucap Heechul saat menyerahkan handuk yang hampir tidak dingin lagi.

“Aku kan kecelakaan Hyung.”

Heechul mencibir, “jika kau bukan maknae sudah ku terkam dari dulu.”

Heechul memainkan kembali ponselnya.

Kyuhyun menatap Heechul, “Hyung kenapa Yeosin tidak kemari? Biasanya gadis itu menemanimu seharian?”

“Dia sedang UTS?” jawab Heechul dingin.

“Kau tidak curiga dengannya? Bagaimana jika dia selingkuh?”

Heechul mencibir, “tidak mungkin.”

“Aku mendengar sebuah gosip. Kau tau acara reallity show We Got Married? Katanya salah satu Miss Korea akan ikut diacara itu.”

“Miss Korea itu tidak boleh menikah saat menjabat Kyuhyun-ah.”

“Aisshh… maksudku mantan Miss Korea, hyung.”

“Oh… Untung Yeosin bukan Miss Korea.”

“Dia memang tidak menang sebagai Miss Korea tapi dia ikut pemilihan Miss Univers tahun 2009 lalu kan??”

“tapi dia juga tidak menang Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun menatap geram Heechul yang seolah mengaggap enteng ucapannya, “terserah aku malas berbicara denganmu.”

>>deson<<

Yeosin menggajak Juni ke sebuah taman bermain. Juni terlihat senang saat melihat banyak anak yang bermain disana.

Yeosin memperhatikan Juni dengan intens saat Juni main mandi bola. Juni masih belum genap 2 tahun tapi ia ingin mencoba mengikuti permainan anak lima tahun.

Yeosin hanya bisa mengelus dada khawatir saat Juni mencoba naik ke perosotan.

“Aogooo~~ kyeopta….” Ucap seorang ibu sambil mencubit pipi Juni, “siapa namanya?”

Juni menatap ibu-ibu tersebut kemudian menangis.

Yeosin langsung mendekati Juni lalu menggendongnya. Ia mengusap punggung kecil Juni untuk menenangkannya.

“Mianhae.” Ucap ibi tersebut.

“Tidak apa-apa.” Balas Yeosin

Yeosin membawa Juni ke pinggir taman. Juni sudah tidak menangis lagi tapi ia tidak ingin bermain lagi.

“Lihat anak laki-laki itu lucu yah, ibunya aja cantik.” Ucap segerombolan ibu-ibu yang berjalan didepan mereka.

“iya, jadi kepengen punya anak kayak dia.”

Yeosin hanya tersenyum mendengar ucapan itu.

Drrttt… drttt…

Yeosin mengambil poselnya, “yeobseo…”

“Mwo… tapi aku… aissshhh baiklah…”

Yeosin menutup teleponnya kemudian mengendong Juni. Ia memasukan Juni ke kotak duduk bayi disamping kursi kemudi.

Yeosin memandang Juni sebentar.

Sekertaris atasannya menelepon tiba-tiba saya ketua yayasan meminta rapat dadakan dan tentu saja Yeosin tidak bisa mengajak Juni.

Yeosin memutar otaknya.

Ia menekan tombol yang sudah dihapal diluar kepala.

“Chaesun Honey, boleh aku minta tolong.” Ucap Yeosin sambil memasang earphonenya.

“MWO?? KIM HEECHUL??”

Juni tersentak mendengar nada tinggi Yeosin. Yeosin membelai kepala Juni pelan untuk menengangkan Juni.

>>deson<<

“Apa maksudmu mengadakan lelucon seperti itu???”

Heechul mengerutkan keningnya saat mendapat telepon dari Yeosin. padahal ia sangat senang ketika gadis itu menelepon, tapi gadis itu marah marah-marah tidak jelas.

“Kau pikir itu lucu, hah? Kau tidak sadar kau membuat orang lain terluka, kau membuat orang lain dalam masalah besar.”

Heechul mengalihkan poselnya ke telinga kirinya, sakit telinga kanannya mendengar omelan tiba-tiba dari Yeosin, “Ya~ kenapa tiba-tiba kau mengatakan seperti itu?”

“Kau membuatku kesal, Oppa!”

“Sudah dua minggu kau mengganggurkanku dan sekarang kau tiba-tiba menelepon dan memarahiku, pintar sekali Han Yeosin.”

Yeosin tidak menjawab dan Heechul pun berada dia mabang kemarahannya juga.

“Kenapa kau tidak menjawab, hah? Ribuan kali aku mengirimimu pesan, tak ada yang kau balas. Apa aku sudah tidak dihatimu lagi, hah?”

Yeosin tidak menjawab lagi.

“Katakan sesuatu Han Yeosin! apa sahabatmu lebih berati dari aku. Aku ini kekasih mu atau bukan?”

Heechul segera mematikan sambungan teleponnya. Ia benar-benar marah dengan gadis itu. Selama dua minggu gadis itu menolak untuk bertemu dengan alasan sibuk dengan ujiannya.

Dan tiba-tiba saja gadis itu menelepon lalu marah-marah tidak jelas. Alasan sepele karena Heechul membuat lelucon antara Donghae dan Sunye.

Aisssh…

Heechul mengacak-acak rambutnya frustasi.

>>deson<<

Yeosin membanting stir mobilnya. Aissshhh… ia tidak bisa menyetir dalam keadaan seperti ini.

Yeosin kaget saat mendengar dari Chaesun bahwa Heechul kembali berulah. Yeosin kemudian mengecek berbagai situs Online dan benar. Lelecon Heechul kali ini sangat tidak bagus.

Apa maksudnya mengumbar gosip antara Donghae dan Sunye.

Oke, mungkin Donghae dan Heechul itu dekat tapi bagaimana jika netizen mulai menyelidiki hal itu lalu menemukan bahwa Donghae sudah memiliki kekasih, Shim Chaesun adik dari Shim Changmin.

Atau opsi kedua adalah bagaimana jika Sunye menganggap serius lelucon Heechul dan mulai menyukai Donghae. Itu mungkin saja terjadi mengingat panggilan sayang Donghae pada Chaesun adalah SUN dan west name Sunye adalah SUN.

Siapapun akan membenarkan kesalahpahaman ini. Tidak ada yang tau arti SUN ini kecuali kami yang benar-benar dekat.

“Aigoo… Kim  Heechul berpikirlah yang panjang dengan akal sehatmu itu.” ucap Yeosin Yeosin gemas.

Yeosin melirik ke arah Juni. Juni tersenyum manis pada Yeosin.

“Juni-ah, nanti jika kau besar jadilah laki-laki dewasa yang baik jangan seperti Namjachingu Nuna, araso?”

Juni mengagguk, membuat Yeosin gatal untuk mencubit pipi Juni.

>>deson<<

“Kau sudah memberi Juni makan? dia tidak boleh telat makan dan juga minum susunya. Ingat jangan diberi makan sembarangan umurnya masih belum cukup. Jangan ajak terlalu lama main dia btuh istirahat.”

Sanni lelah terus menganggukkan kepalanya, bodoh padahal Yeosin tidak bisa melihat ia mengganggukan kepalanya.

Sanni mengoperkan ponselnya ke telinga kiri, “lalu apa lagi Nona Han.”

“Aku akan pulang sebentar lagi. Dimana Juni sekarang?”

“Juni sedang bermain dengan Siyoon Oppa.” Sanni melirik Juni yang sedang melemparkan bola ke berbagai arah, “Kau tidak perlu khawatir dia baik-baik saja. Pergilah dan cepat selesaikan rapatnya.”

Sanni menatap Juni dari kejauhan. Ia juga ingin punya anak laki-laki.

“Ha… Oppa aku benar-benar ingin punya anak laki-laki.” Rengek Sanni.

“Ya sudah angkat saja Juni jadi anak mu.” Jawab Siyoon enteng.

“Aku tidak mau aku ingin anakku sendiri.”

“ya sudah tinggal bikin saja, gampang kan.”

Sanni mencibir, “Jika aku tau aku akan membuatnya sendiri.” Sanni menggendong Juni yang sudah mulai mengantuk. Ia lalu mengayunkan Juni mencoba untuk menidurkan anak itu.

Tidak lama digendong Sanni Juni tertidur. Sanni membawa Juni ke kamarnya lalu meletakkan Juni di Box bayi Juni yang dibawa Yeosin.

“kau mau tau cara membuat seorang bayi?” Ucap Siyoon setelah Sanni menidurkan Juni.

“apa? Bagaimana?”

Siyoon mendekatkan wajahnya kemudian berbisik pada Sanni, “kau ambil sebuah telur lalu………… kau eramkan selama empatpuluh hari.”

Sanni terdiam.

Lima menit kemudian.

“Yak Oppa kau pikir aku ini ayam, hah?” Sanni mencubit pinggang Siyoon.

“Awww…” Jeritan Siyoon terpotong dekapan tangan Sanni.

“kalau kau sampai membangunkannya matilah kau.” Sanni meniru ucapan Kyuhyun saat Kyu tidak mau diganggu maen game.

>>deson<<

Yeosin merasa badannya remuk. Jadwal yang berubah secara tiba-tiba dan mengharuskannya setiap pagi mengikuti jadwal yang menggila.

Pagi-pagi sekali Yeosin harus mencari korban untuk menjaga Juni. Yeosin tidak mau Juni dititipkan di penitipan anak meski Yeosin juga tidak begitu percaya pada temannya. Tapi apa boleh buat, ia tidak bisa menjaga Juni setiap saat.

Belum lagi setiap malam Juni menangis karena teringat ibunya. Yeosin tidak tau apa yang harus ia lakukan untuk menghentikan tangis Juni.

Sudah tiga hari ini Yeosin tidak tidur malam juga tidak tidur siang. Yeosin merasa matanya berat sekali. Biasanya saat seperti ini Heechul selalu ada disampingnya tapi manusia AB itu tidak juga menampakkan batang hidungnya.

“Juni-ah, nuna harus kemana lagi. Siapa yang akan menjagamu besok.” Yeosin membelai rambut keriting Juni.

Yeosin menggenggam ponselnya, ia ragu untuk menghubungi Chaesun. Mungkin Chaesun orang yang tidak sedang sibuk sekarang. “Tapi… Aigooo… Kim Heechul kau membuatku naik darah.”

Yeosin mencoba peruntungannya ia mengetikan sesuatu di ponselnya kemudian mengirimkannya.

Juni memainkan mainan mobil-mobilannya. Ia mencopot semua ban dan aksesorisnya lalu melemparkan kesemua arah.

Yeosin sudah tidak peduli lagi ia membiarkan apapun yang bisa membuat Juni tidak menangis.

Drttt drttt…

From : ChaesunShim

Aku tidak marah hanya kesal pada Oppamu. Baiklah aku akan ke apartermenmu.

Sebuah senyuman mengembang dibibir Yeosin. Ia kemudian memeluk Juni erat.

“Juni-ah kau orang yang sangat beruntung.”

>>deson<<

“Jadi kau marah padanya karena dia marah padamu?” tanya Kyuhyun pada Heechul.

Heechul menggangguk.

“Demi Tuhan Kim Heechul, kau benar-benar tidak logis.” Kyuhyun mendecak kesal, “kalau aku jadi Yeosin aku juga akan marah padamu.”

Heechul menatap Kyuhyun, “kalian itu satu tipe, jadi kalian akan melakukan hal yang sama.”

“Bukan itu maksudku Hyung.” Kyuhyun mengambil sebuah kertas dan pensil, “wanita itu kadang sensitif dan memikirkan perasaan dari logika.”

“makanya aku mengatakan dia lebih membela sahabatnya dari pada aku…”

“Dengarkan aku dulu Hyung.” Potong Kyuhyun

Heechul menggangguk.

“Yeosin mengerti disisi sebagai seorang wanita mungkin akan ada persaan suka, apalagi mengingat Donghae dan Sunye dalam variety show terlihat sangat dekat. Bisa saja Sunye salah paham, karena Sunye tidak tau masalah Chaesun.”

“Jadi intinya?”

Kyuhyun menatap Heechul tajam, “jika wartawan tau panggilan sayang Donghae ke Chaesun adaha Sun bisa jadi identitas Chaesun terbongkar atau Sunye semakin GEER.”

Heechul menggangguk, “jadi apa yang harus ku lakukan? mengenalkan Chaesun pad Sunye atau bagaimana?”

Kyuhyun mengaruh kepalanya, “molla aku tidak tau, akukan namja bukan Yeoja.”

Heechul memandang Sinis Kyuhyun, “Ayolah Kyu bantulah hyungmu ini.”

“aku sudah membatu.” Ucap Kyu kembali ke game nya.”

“kau hanya memperkeruh otakku saja.”

“bodo.”

>>deson<<

Yeosin tiba di apartermennya, ia telat satu jam dari jadwal yang seharusnya. Ia takut Chaesun meninggalkan Juni sendirian. Ia sangat khawatir. Yeosin segera menyerahkan kunci mobilnya kepada vallet parkir, ia tidak sanggup untuk memarkirkan mobinya lagi.

Berkali-kali Yeosin melirik jam ditangannya, perjalanan ke apartermennya terasa sangat lama.

Eskrim yang dibawanya untuk Juni pun meleleh.

Yeosin kaget saat melihat apartermennya menjadi sangat berantakan seperti kapal pecah.

Yeosin merasakan kakinya lemas.

“Tuhkan jadi hilang tutup botolnya.” Ucap Chaesun yang berada di dalam pantry, “Oppa kau kemanakan tutup botol Juni. Juni belum minum susu.”

“Kau ini bawel sekali, kau kan mengurus Juni bukan aku.” Jawab Heechul dari arah kamar yang disediakan untuk Juni.

Yeosin melonggo saat melihat pemandangan dihadapanya. Otaknya benar-benar kacau.

“Yeosin-ah.” Chaesun menyadarkan Yeosin yang masih belum kembali otaknya.

“Yeosin.” Heechul tersadar kehadiran Yeosin.

Yeosin menatap dua makhluk dihadapnnya, “Yak, kalian apakan rumahku, kenapa menjaga bayi satu saja bisa menghancurkan rumah. Aigooo, lalu apa yang kau lakukan di sini Oppa? Bukannya kau marah padaku kemarin hah? Apa kau lupa?”

Yeosin memengang kepalanya yang tersa pusing.

“semua ini ulahnya,” Chaesun menunjuk Heechul, “sebelum ada dia rumahmu masih bersih.”

“Aigooo, kau.” Rutuk Heechul pada Chaesun, “aku kesini mencarimu tapi yang ada malah si bebek bawel ini.”

Yesoin lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa.

“Aku ingin minta maaf padamu.” ucap Heechul sambil duduk di sebelah Yeosin.

“Kau seharusnya tidak meminta maaf padaku.”

“Arra, aku juga sudah meminta maaf pada Chaesun.”

“lalu?”

“biarkan semuanya berjalan seperti biasa. Mungkin orang-orang akan lupa tentang leluconku itu.”

Yeosin menatap Heechul sesaat.

“Sepertinya tugas kuselesai, aku harus pulang, aku belum memasak untuk Changmin Oppa.”

Chaesun mengambil tasnya lalu pergi.

“sejak kapan Chaesun memasak?” tanya Heechul

Yeosin menggeleng sambil menepuk bahunya yang sakit.

“Kau lelah sini aku pijat.” Heechul membalikan badan Yeosin sehingga membelakanginya lalu memijat bahunya.

“Bagaimana?enak?” tanya Heechul

Yeosin mengangguk, “sangat.”

“kau sangat lelah, lihat matamu sudah seperti panda.”

Yeosin meraba matanya, “aku lupa sudah tiga hari akau tidak tidur.”

“kau gila…” Heechul masih memijat bahu Yeosin.

“Aku ingin berhenti dari kegiatan yayasan Oppa, aku ingin fokus menjadi mahasiswa biasa.”

“kenapa, bukankah kau senang menjadi bagian dari yayasan itu, bukankah kau ingin membatu orang-orang yang tidak mampu.”

“aku ingin sangat ingin, tapi terkadang aku tidak mampu untuk menjalankannya. Aku lelah.”

“everything is gona be oke, right?” Heechul memeluk Yeosin dari belakang, “aku akan mendukungmu, aku akan memijatmu ketika kau lelah dan aku akan selalu memelukmu dari belakang seperti ini.”

Yeosin membalikan tubuhnya menghadap Heechul, “aku merindukanmu Oppa~”

“Aku tau.” Heechul memencet hidung Yeosin, “Aku juga sangat merindukanmu.”

Heechul mendekatkan wajahnya ke hadapan Yeosin. ia merngkuh leher Yeosin dan…

“hah?? Oppa dimana Juni?” Yeosin segera bangkit dan pergi ke kamar Juni.

Heechul menggerutu sebal, sial. Umpatnya dalam hati.

Yeosin tidak menemukan Juni di tempat tidurnya dan di selitar kamar, “Oppa dimana Juni?”

Heechul menyusul Yeosin, “aku baru saja memandikan dan memakaikan dia baju.”

“tapi dimana dia sekarang?” ucap Yeosin kesal.

“mereka berdua mencari Juni ke sekeliling kamar. Tapi Juni tidak nampak sedikitpun.

“mungkin diluar?” ucap Heechul.

“Juni-ah, Park Juni.” Panggil Yeosin lembut, “ini nuna, kau dimana.”

Yeosin menghela nafas saat tidak menemukan Juni.

“Omma…”

Heechul dan Yeosin terdiam lalu menghadap ke tirai. Mereka kemudian tersenyum saat melihat sosok kecil keluar dari tirai itu.

“Omma… Appa…” Juni berlari kecil ke arah Yeosin.

“Aigoooo Juni-ah, bogoshpo.” Yeosin memeluk Juni erat lalu mencium farfum bayi di tubuh Juni. Yeosin mengerutkan keningnya saat melihat aksesoris dan baju yang dipaka Juni semuanya berwarna pink, ”kenapa bajumu pink semua?”

Yeosin menatap Heechul tapi Heechul segera membuang pandangannya.

“Omma…” ucap Juni dengan suara seraknya.

“Ne, Omma disini.” Yeosin mengecup pipi Juni gemas.

“Appa.” Tunjuk Juni ke arah Heechul.

Yeosin melonggo.

Heechul menggaruk kepalanya yang tidak gatal, menyembunyikan wajah malunya.

“Oppa apa yang kau ajarkan padanya?” tanya Yeosin.

fin~~~~

akhirnya bisa OL juga setelah satu minggu mengurus Juni (?), sayangnya Juni yang saya urus tidak selucu Juni disini wkwkwkwkkwkkkkk

leave Your comment please

_deson_

Leave a comment

8 Comments

  1. vanny

     /  April 26, 2011

    kyaaa…. heechul dah pengen punya anak ya ampe ngajarin juni buat manggil dia appa en yeosin omma??? wkwkwkwkwkwk…

    tyt yeosin bisa juga ya ngerawat anak ampe ga tidur 3 malam… gud2.. jadi ntar dah ada bekal pas dah nikah ama heechul kekeke

    enaknya dipijit ama heechul…. *mau* ^^

    Like

    Reply
    • kayaknya sih gitu tapi Heechul kok g ngelamar-lamar yak kekekekkekk

      Yeosin emang suka ma anak kecil… dari dulu udah minta ade ama omanya tapi g dikasih…
      katanya kalo mau ade bikin aja sendiri (?)

      jgn mau dipijit ma Heechul, bukannya sembuh malah salah urat wkwkwkwkkkk

      Like

      Reply
  2. wkwkwk
    dbahas Sun disini..
    Manx sempet sebel ma heechul,
    dtambah sebel jg ma u.
    Tiap ktemu manggil” Sun(ye) mulu..
    BeTe..
    Jadi jangan salah saia klo kalian brantem..

    Aku tau..
    Aku tau..
    Juni yg it kan..
    Dy mah bukan baby lagi..

    Pengen punya anak kyak Sanni??
    Dff u sanni it polos aph bego ceh??

    Like

    Reply
    • wkwkwkwkkkk…
      emang terispirasi dri u kok…
      tadinya mau dibin sunseassion tp ga jadi

      itu versi gedenya
      u gak liat versi kecilnya c…

      gw emang sk ma ank kecil tp kalo pengen ank skrg g deh

      Like

      Reply
  3. Ya ampun
    Heechul ngajarin apa itu ?? Pasti nggak bener ya onn =P
    Hasrat *?* Heechul buat punya anak sudah membuncah hahahhaahhhah ^^

    Bagus Onnie ^^
    lama saya nggak baca coffeemilk =D

    Like

    Reply
  4. Pertamax sy ga ngerti. Kok tiba2 yeosin marah sm heechul yg bkin lelucon kayak gitu. Tp pas baca ke bwahx, trnyata yeosin anak yg baik hati *terbang deh yeosinx. LOL* dia mikirin nasib chaesun jg. So sweetttt XD~
    Heechul lamar yeosin gih, spya bs pux dedek juga. Ingat umur bang. Kan udh mau msuk wamil tuh *terusssss??????*
    Ngiahahahaha

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: