Because I am a Fool (바보라서) Part 1

Apa itu pengorbanan? Berdiri dengan hati terluka, sementara dia memikirkan gadis lainnya.

Apa itu kesetiaan? Tetap bertahan menunggunya meski dia tidak pernah datang meski hanya untuk sekedar berterimakasih.

Lalu… Apa itu cinta?

>>deson<<

Chapter 1

Flip…

Aku menutup ponselku. Baru semenit aku menginjakan kaki di Korea, Eomma sudah menodongku dengan beribu pertanyaan.

Kenapa aku pulang ke Korea tanpa perberitahuan, Ada urusan apa di Korea, Berapa Hari aku Ke Korea, Dengan siapa aku ke Korea dan lain sebagainya.

Aku mendesah perlahan. Ku masukan ponselku ke dalam tas.

Ku lihat yang lain sudah meninggalkanku.

Aku mencoba mengejar mereka lalu menyamai langkah mereka.

Ini adalah pertama kalinya, aku menginjakan kaki di Korea sejak aku mengikuti ajang pemilihan Miss Univers tahun lalu. Meski aku tidak keluar sebagai pemenang tapi aku didaulat sebagai Miss Parawisata Korea.

Aku bersama Miss Korea lainnya baik senior maupun Juniorku dan Tim dari kementrian parawisata mengadakan beberapa acara promosi tentang pariwisata Korea. Kami berkunjung ke beberapa negara dan mengadakan presentasi.

Aku merasakan seseorang memandangku. Aku merasakan banyak, kami memang selalu bahkan harus menjadi pusat perhatian orang lain. Tapi aku merasakan sesuatu yang berbeda.

Aku menoleh.

Apakah ini berlebihan, Jika aku melihat dia sedang memandangku? Aku membalas tatapan matanya teduh itu. Aku merasakan jantungku berdetak kencang dan udara di sekitarku menipis.

Dia menatapku tajam hingga aku benar-benar kehilangan nafasnya.

“Yeosin-ah…”

Aku menghentikan langkahku sesaat. Katakan aku berhalusianasi atau aku sedang bermimpi? Tapi suara itu benar-benar nyata.

Aku menolehkan pandangganku ke sosok dibelakangnya.

“Aigooo… apakah ini kau Yeosin-ah?”

Aku melihat Ryeowook Oppa. Ryeowook Oppa merentangkan tangannya ke arahku. Aku menyambutnya dengan suka cita. Kami memang dekat sangat dekat.

Aku mendelik ke bawah untung aku tidak memakai High heels jd aku masih terlihat lebih pendek dari Ryeowook Oppa.

“Oppa bogoshipo~~” ucapku manja

Lama sekali aku tidak bertemu dengan Ryeowook Oppa. Mungkin terkahir bertemu dengannya sebelum aku memutuskan menjadi seorang Miss Korea.

“Ehemmm…”

Ryeowook Oppa langsung melepaskan pelukannya setelah mendengar suara dehaman itu, lalu menggaruk pipinya yang tidak gatal. Dia masih seperti dulu, sangat pemalu.

“Hyung ini Yeosin, aku dan kakaknya berteman akrab dan dia sudah ku anggap adikku sendiri.”

Aku membungkukkan badannku pada Oppadeul.

“Yeosin??” aku terpaku, aku yakin dengan pendengaranku, aku yakin aku tidak salah mendengar. Dia menyebut namaku, “Han Yeosin.”

“Iya dia salah satu Miss Korea dan baru pulang dari New York. Tak ku sanggka aku bisa bertemu dengannya disini….”

“Kenapa namamu Yeosin??” ucapnya seakan tidak perduli pada Ucapan Ryeowook Oppa.

Aku memamerkan deretan gigiku, “Ayahku bilang dia bertemu seorang Dewi sebelum aku lahir jadi ia memberiku nama Yeosin. Dewi.”

Bodoh.

Aku ingin mengutuki jawaban yang keluar dari mulutku tadi. Kenapa aku bisa melantur seperti itu. Aku hanya menghela nafasku dalam, aku tidak bisa menarik kata-kataku lagi

“Oppadeul aku harus pergi. Sampai nanti Annyeong.” Ucapku saat aku melihat rombonganku sudah tiba di depan bis.

Aku membungkukkan badanku sebelum pergi.

>>deson<<

Berkali-kali aku membalikan badanku. Aku mencubit lenganku. Sakit. Itu artinya aku tidak bermimpi.

Aku benar-benar melihat dia dari dekat dan dia mengingat namaku. >///<

“Kenapa kau senyum-senyum sendiri?”

Aku menoleh dan mendapati Jaena sudah memandangku dengan tatapan yang sangat intensif.

Aku langsung memasang wajah sepertitidakterjadiapaapa, “Aku sepertinya mengalami de Javu.”

“De Javu??”

“Entahlah tapi sepertinya aku telah mengenal pria itu sebelum aku lahir ke dunia.”

Jaena mengerutkan keningnya.

“Sudahlah jangan dipikirkan terkadang didunia ini banyak yang tidak bisa di pikirkan oleh otak manusia. Termasuk cinta.” Aku mengibaskan tanganku dihadapannya

Jaena semakin mengerutkan keningnya, “Jangan kau katakan jika kau Love at first sight?”

Aku melihat butiran bunga dandelion.

Apa benar bunga dandelion itu mengabul permohonan, jika ia aku ingin bertemu dia sekali lagi.

“Entahlah tapi sepertinya aku telah mengenal pria itu sebelum aku lahir ke dunia.” Jaena mencibir perkataanku, “Aigooo… jangan katakan kau menyukai pria itu?”

Aku tersentak saat mendengar pernyataan Jaena.

Jaena memicingkan pengelihatannya, “Aku tidak pernah melihat mu seperti ini. Kata-kata itu benar-benar menjijikan.”

Aku terkekeh melihat ekspresi wajah Jaena yang meniruku.

Jika di pikir-pikir memang perkataanku menjijikan tapi di sudut hatiku yang lain aku menyukainya.

“Jatuh cinta memang tidak salah, kau juga sudah menyelesaikan kewajibanmu sebagai Ms Korea. Kalaupun kau punya pacar tidak akan menjadi masalah.” Ucap Jeana menghapus lamunanku.

“Kau tau Jaena-ya…” Aku duduk menghadap Jaena, “Dulu aku mempunyai cita-cita, hanya ingin punya satu pacar dalam hidupku, pertama dan terakhir. Yang akan menjadi ayah bagi anak-anakku.”

“Kau ini terlalu idealis.” Cibir Jaena.

“Itu mimpi Jaena-ya… itu cita-citaku.”

>>deson<<

Aku meniup poniku berkali-kali. Ponselku mati dan dompetku tertinggal. Aku sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan menuju apartermenku di kawasan Gangnam.

Aku duduk di bangku halte. Kuusap keringat yang bercucuran di keringatku. Memalukan untung aku sudah tidak memakai mahkota lagi. Jika ita aku sudah menjadi nontonan orang-orang.

Aku melihat highells dari sponsor yang sudah tidak berbentuk. Aishhh aku mungkin sudah gila jika merusak benda semahal ini. Tidak mungkin juga jika aku berjalan kaki sampai apartermen.

Kuhempaskan lagi nafasku dengan berat.

“Omma mengapa anakmu ini begitu ceroboh, hingga melupakan dua benda yang sangat penting, dompet dan ponsel.”

Kulangkahkan kakiku dengan berat. Cuaca musim semi mulai terasa sangat panas sepertinya melebihi musim panas. Kuusap lagi keningku yang sudah banjir keringat. Aku sudah tidak bisa menerka seperti apa wajahku sekarang.

Ingin aku melempar burung-burung yang menari diatas kepalaku. Mereka seakan mengejek diriku yang bodoh ini.

Haiissss… aku benar muak pada mereka.

Ku kibaskan tanganku di atas kepala tapi burung burung itu tidak mau pergi. Mereka semakin merejalela dan akhirnya menutup semua pengelihatanku.

Apa yang terjadi padaku? Aku juga tidak tau.

Saat ku buka mataku. Aku sudah berada di ruang berwarna putih. Aku tidak mencium bau obat jadi bisa ku pastikan jika ruangan ini bukan rumah sakit.

Kupeganggi kepalaku yang masih sedikit pusing, sudah tidak ada burung-burung jelek itu tapi masih sedikit sakit.

Kreeeekkk…

Seseorang membuka pintu. Kusipitkan mataku untuk melihat siapa yang datang.

Dia.

“Ini ruanganku. Kau tidak perlu khawatir?” ucapnya sambil membawa nampan, “kau sudah baikkan?” dia mendekatkan wajahnya ke arahku. Aku menahan nafas, bukan karena ku tidak ingin dia mencium nafas nagaku tapi paru-paruku berhenti berkerja begitu saja di dekatnya.

“Kenapa kau bisa terjatuh pingsan di depan dorm kami???”

Hah? Dorm mereka bukannya dorm mereka berlainan arah dengan apartermenku?

“Kau tidak usah memaksakan dirimu. Jika tidak kuat berjalan jauh.”

“Bagaimana kau bisa tau?”

Dia tersenyum, senyum yang cukup menawan bagiku, “aku melihatnya dari sini.” Dia nunjukan jendela kamarnya yang cukup besar. “Aku melihatmu berjalan dari ujang sana kesini.”

Aku menepuk keningku. Pantas saja apartermenku terasa amat sangat jauh ternyata aku tersesat.

“Aku harus pergi. Terimakasih karena menolongku.” Aku mencoba bangkit. Sebagai penghormatan aku membungkuk padanya.

Aku melihat raut khawatir di wajahnya. Aku perempuan dewasa. Aku pasti bisa.

Aku memberinya senyum termanis yang aku punya. Aku berpamitan padanya kemudian pergi.

Aku melangkahkan kakiku dengan berat. Sejujurnya aku tidak ingin meninggalkan dia. Tapi aku malu bila terus di dekatanya. Aku tidak ingin kebodohanku terungkap didepannya. Tidak. Tidak akan pernah.

“Kau ingin berjalan kaki sampai rumah???”

Aku menoleh dan mendapati dia dengan penyamaran plus-plus. Tampan.

“Aku tau kau tidak membawa dompet ataupun ponsel.”

Mwo??? Dari mana dia tau??

“Biar aku yang mengantarmu pulang.” Dia membetulkan letak topinya lalu menarik tanganku.

Panas.

Aku bisa merasakan Parfum mahal yang di pakainya. Aku bisa melihat sorot matanya ketika dia melihatku.

Saat pertama kali melihat film Titanic aku bisa mengerti perasaan Ross saat di bawa lari oleh Jack. Yang tidak aku mengerti adalah kenapa aku merasakan hal itu sekarang. Aku merasa jantungku berdebar sangat kencang. Apa aku benar jatuh cinta.

“Kau ini benar-benar bodoh.” Ucapnya saat kami sampai mobil Peugeot silvernya, “berpergian tanpa dompet dan ponsel, aku yakin kau pasti tidak makan sejak pagi?”

Aku menggeleng. Bagaimana aku bisa makan jika aku tidak membawa dmpet.

Dia mendecak, “bagaimana bisa kau berpergian tanpa dompet, hah?”

Aku mendunduk, “aku tadi di jemput Jaena tapi dia tidak mengantarkanku pulang, ku putuskan untuk berjalan kaki.”

“Satu hal yang harus kau ingat jika hal ini kembali terulang maka kau harus menghubungiku, arraso???”

Aku menggangguk.”

>>deson<<

Aku tidak tau bagian mana dulu yang harus aku ceritakan pada Jaena. Semuanya sangat penting untuk di ceritakan sampai aku pusing sendiri bagaimana cara menceritakannya.

“Kau sudah gila.” Jaena mendecak kesal saat aku tidak kunjung bicara.

“Aku memang sudah gila.” Rutukku sendiri, “aku memang bodoh.”

“Jika melihat tingkahmu yang seperti ini, aku tidak percaya kau pernah menjabat sebagai Miss Korea. Kau benar-benar bodoh.”

Aku memang bodoh. Sangat bodoh. Bahkan aku tidak tahu cara bernafas saat di dekatnya. Padahal sejak dulu aku ingin sekali bertemu dengan orang itu. Orang yang sangat aku kagumi.

“Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan?” tanya Jaena

Aku meniup poniku, “tidak tau, aku tidak ingin mendekatinya terlebih dahulu.”

Why, sekarang bukan jaman batu lagi. Tekhnologi sudah berkembang, bahkan dibeberapa negara perempuan sudah bisa memimpin laki-laki.” Ucapan Jaena terdengar seperti kampanye calon pejabat.

“Bukan itu Jaena-ku sayang… seberapa pun jaman berkembang, sepintar apapun seorang wanita, setinggi jabatan wanita itu pada akhirnya ia akan kembali ketempatnya semula yaitu dapur dan mengurus suami dan anak-anaknya.”

“Lalu apa yang akan kau lakukan tetap berdiam diri walaupun setengah mati kau mencintainya?”

“Jika dua orang di takdirkan untuk bersama, waktu dan jarak tidak lebih dari sebuah kata untuk bersedia menunggu.”

“Menununggu tanpa berbuat apa-apa tidak akan menyelesaikan apa-apa.” Jaena tetap berkeras hati.

“Bukannya tidak ingin berbuat apa-apa. Aku hanya tidak ingin mengejar sesuatu yang akan menyiksaku. Aku ingin dia mencintaiku dan saat tu aku tidak akan melepaskannya.”

Jaena menatapku dalam kemudian matanya bergeser tepat ke belakangku, “jangan hanya terfokus pada satu satu orang, lihatlah begitu banyak orang yang menyukaimu.” Jaena memberikan isyarat padaku untuk menoleh ke belakang.

Aku menoleh dan mendapati Junsu sedang menatapku. Dia kaget dan pura-pura mengalihkan pandangannya saat aku menoleh.

“Junsu Oppa~~~” Ucapku membuatnya menoleh lagi padaku,

“Yeosin-ah, kapan kau pulang dari New York?” Junsu Oppa menghampiri kami lalu duduk di hadapanku.

“Ehmmm… sekitar seminggu yang lalu.”

“Kau tega tidak memberitahukanku.” Dia menggembungkan pipinya membuatku ingin mencubit pipinya.

“Yak~ Mr NG, kemarin aku bertemu dengan Changmin, dia bilang sudah hampir beberapa bulan kalian tidak bertemu.”

Ekspresi Junsu berubah. Senyum cerianya pudar dan berubah menjadi seringai aneh.

“Kalian tidak sedang bertengkarkan?” tanyaku lagi takut perkataanku sebelumnya menyinggunya.

“Aniya~, ternyata kau pergi lama sekali, dua tahun memang waktu yang tidak sedikit dan dua tahun itu telah merubah segalanya kecuali hatiku.” Ucapnya meracau sambil mengacak-acak rambutku.

“Oya~ kenapa oppa ada disini?” tanyaku mengalihkan perhatiannya untuk mengacak-acak rambutku.

“Kau lupa yah, jika ibuku juga masih menguruh yayasan Miss Korea juga.”

Aku menepuk keningku. Aku memang tidak berbakat mengalihkan perhatian, yang ada aku malah membuat diriku terlihat bodoh.

Junsu melirik jam ditangannya, “sepertinya aku harus pergi. Sampai jumpa Naui Yeosin.” *Naui Yeosin = DewiKu

Junsu tidak lupa mengacak-acak rambutku perlahan.

Aku memandangi kepergiannya. Dia tidak pernah berubah selalu seperti itu.

“Mungkin kau tidak menyadari, dia telah banyak berubah.” Aku lupa jika di sebelahku masih ada Jaena.

“Mwo??” ucapku meminta Jaena mengulangi perkataannya.

“Dia telah keluar dari grupnya dan membuat grup baru dengan Jaejoong dan Yoochun. JYJ.”

Aku membulatkan bibirku,  pantas saja ada yang terasa aneh, “Dua tahun memang waktu yang panjang, telah merubah banyak hal. Tapi hatinya tetap sama, dia pasti sedih harus berpisah dengan Changmin dan Yunho.”

Jaena menepuk keningnya.

Ada yang salah dengan perkataanku???

Berat harus berpisah dengan orang yang sangat dekat apalagi mereka sudah hampir 7 tahun bersama dan sekarang harus di bagi menjadi dua grup. Kasihan mereka pasti sangat sedih.

“Han Yeosin, kau ini benar-benar… “ Jaena meremas kedua tangannya di hadapanku, matanya menatapku gemas seakan ingin memakanku hidup hidup.

>>deson<<

“Yeosin-ah.” Ryeowook Oppa melambaikan tangannya.

Aku tersenyum lalu membalas lambaian tangannya.

Aku melirik Jaena yang sedang sibuk dengan acaranya. Kami memang sama sama dari bagian Parawisata memang para Miss Korea yang masih muda seperti kami lebih sering menjadi duta atau menangani masalah berbau parawisata, mungkin kami masih energik sementara yang sudah ahli atau senior lebih sering mengadakan acara bakti sosial, baik masalah lingkungan anak-anak ataupun bantuan sosial lainnya.

Jika aku mempromosikan Korea lewat tempat-tempat parawisata menarik Korea maka Jaena menangani promosi makanan khas Korea.

Dan kali ini Jaena mengajakku untuk melihat SuperJunior yang sedang mempromosikan makanan Korea.

Menurut Jaena aku harus lebih sering terlihat oleh orang yang kusuka. Tapi aku bukan orang yang agrsif. Aku cenderung pendiam. Buktinya dari tadi aku malah asik memperhatikan Jaena atau Ryeowook Oppa.

Aku tidak sanggup untuk melihat dia.

Memikirkannya saja membuat perutku berputar seperti dikocok. Lututku lemas dan saat mata kami bertemu, aku merasa otakku melayang entah kemana dan tidak mau kembali. Blank.

“Kau hanya duduk disini?”

Deg…

Suara ini.

“Hei, aku berbicara padamu Han Yeosin.”

Aku menoleh dan…

“Ini bukan acaraku, aku hanya diminta Jaena untuk menemaninya.” Ucapku dengan hati berdebar. Tuhan kenapa sangat sulit sekali berbicara padanya.

“Oh, gadis itu yang bernama Jaena?” Dia menunjuk Jaena dengan sorot matanya.

“Ne, Shin Jaena.”

“Kau tau untuk melepas rasa sakit hati?”

Aku mengerutkan keningku tidak mengerti.

“Kau sedang tidak berkerjakan? Bagaimana jika kita pergi dari sini.”

Belum sempat aku menjawab dia menarik tangaku. Aku mengikutinya menuju mobil peugeot silver itu lagi.

>>deson<<

Selama perjalanan dia tidak berbicara apa-apa dia hanya fokus pada jalan dihadapannya.

Sesekali dia membantik stir dan menggerutu tidak jelas.

Sepertinya dia dalam masalah, tapi apa saat syuting tadi dia kelihatan biasa-biasa saja.

Dia menghentikan mobilnya di pinggiran sungai Han.

Kami turun dari mobil kemudian duduk di salah satu bangku yang menghadap sungai.

“Maaf aku membawamu ke sini.” Ucapnya sambil menunduk.

“Tidak apa-apa, mungkin kau lebih butuh aku dari pada Jaena.”

“Yeosin-ah kau mengingatkan aku pada seseorang.” Ucapnya lagi

“Nugu?” tanyaku polos

“Choi Eunhee.”

Aku tau Choi Eunhee. Dia adalah salah satu artis juga model papan atas yang memiliki tubuh langsing dan proposional. Wajahnya asli dan tanpa oplas. Tutur katanya lembut dan sopan. Ia bahkan menang dalam berbagai polling dan survei yang diadakan netizen dan merupakan salah wanita yang ingin dikencani saat malam tahun baru.

“Oh Ne…” ucapku, kuuanggap kata-katanya sebagai pujian.

“Aku pernah punya impian untuk bermain film dengannya.” Ucapnya lagi.

“Aku tau dia sangat berbakat.” Tambahku lagi, aku juga fans dari Choi Eunhee meski tidak terlalu fanatic atau lebih tepatnya aku merasa iri padanya.

Kami sama sama terdiam. Tak ada satu katapun yang keluar dari mulut kami.

Dia memandang langit sedangkan aku lebih nyaman memandang air yang mengalir perlahan. Lebih tepatnya aku terlalu malu untuk mengangkat wajahku ke langit. Aku takut jika dia melihat wajahku yang memerah.

“Ehmmm… Yeosin-ah… ayo kita menikah?” ucapnya tiba-tiba

Aku menoleh padanya. Dia –yang entah sejak kapan- memandangku dengan tatapan yang sulit diartikan.

Dia menatapku.

Dan aku…

“Kim Heechul-ssi…”

“Ayo kita menikah.” Ucapnya lembut dan tegas. Dia berbisik namun bergema di hatiku. Semuanya ini terasa mimpi bagiku. Mimpi yang sangat indah.

“Iya…” ucapku seperti kehilangat logika.

Tuhan, apa ini yang disebut sihir????

TBC…

Yupzzz this my promis lanjutan dari The Half Blood ELF

hohhohooo…

mian lama… saya mencoba untuk menjadi orang yang sok sibuk (?)

kenapa ada junsu???? kenapa yah saya juga bingung kkkkkkkkk

leave your comment please

_deson_

Leave a comment

19 Comments

  1. Neng Dewi dari kemaren hobinya ngomongin nikha mulu niih.. Hayoloh ada apa?.. Hehehe.. Didukunglah kalo mau nikah..😀

    Like

    Reply
    • hehheee…
      bukan kayak gitu emang udah di rencanain ceritanya gitu… tapi pas diketik momennya malah samaan

      ini gara2 curhatan rahasia para mahasiswi yang lagi nunggu dosen (?)
      jadi kepikiran buat nulis kayak gitu…

      Like

      Reply
  2. Hohoho.. Begitu toh ~ tapi gpp juga sii.. Khan biar bisa segera nyusul Mr.Evil sama Miss.Evilia,, kekeke..😀

    Like

    Reply
  3. Sengaja bikin Yeosin kliatan babo iah..
    Tapi gw malah suka karakter yg kayak gitu.
    Lebih dpt feel nya.

    Setuju komen diatas *nunjukkomenatas*
    seneng banget bahas nikah..

    Ini critanya kpn ceh t’jadinya?
    Tahun ini?
    Og DBSK udah bubar.

    Junsu anywhere.
    Ga dCM ga disini ngeksis mulu.

    Jaena jd duta pariwisata bagian makanan.
    Kayaknya gw tau alasannya neh kekekeee

    It acra Secret Delicious*benergatulisannya* bukan?
    Soalnya suju jd duta makanan korea kan dacara it.

    Like

    Reply
    • tahun 2011 sebelas chingu lebih tepatnya sesudah sushow d jepang kkkkk

      Junsu itu selingkuhan saya wkwkwkkkkk

      iya acara itu anda tepat sekali *pakyantomodeon*
      saya lupa judul acaranya *author gagal*

      Like

      Reply
  4. vanny

     /  May 16, 2011

    lum baca, tapi liat posternya ada junsu my lovely namja, gw dah triak2 ga jelas di kantor *untung sepi*,
    yaolloh, napa aye jadi deg2an liat ada FF ttg junsu, tenang van, tenang LOL..

    Like

    Reply
  5. vanny

     /  May 18, 2011

    dah baca… ^^
    pantesan pas baca di awal, kek dah pernah ku baca
    ternyata lanjutannya half ELF
    kalu kmrn dari hee’s side ya, sekarang dari yeosin

    rh aje gila, masih part 1 aja om hee dah ngajak nikah ckckckck, dah kebelet nikah ya om?? hehehehe

    trus junsu critanya naksir ama yeosin ya??
    ya ampun, itu mah sia2 sayang, ga bakalan kamu ditrima ama yeosin, wong dia dah cinta mati ama hee, mending kamu ama saiah saja hehehe

    Like

    Reply
    • Yupzzz klo kemaren itu ceritanya rada setengah imajinasi tingkat tinggi sekarang mau melow-melow

      udah kepepet sama umur kali, jadi pengen cepet2 punya anak kkkkk

      heheheheeee… ka Vanny jangan cemburu yak Junsu nya naksir Yeosin kkkk
      mereka ga da hubungan apa-apa kok, cuma kakak -adek doang ^^

      Like

      Reply
  6. vanny

     /  May 19, 2011

    ga cemburu kok cuma nyesek aja hehehehe… #kidding
    aku yakin kok, junsu ntar sadar kalu aku cinta mati ama dia en dia juga bakalan cita ama saiah hehehe *pedeketinggian*

    Like

    Reply
  7. vanny

     /  May 20, 2011

    yakin mau bikin yeosin ganti couple???? hehehe
    perlu di coba tuh hehehe..

    Like

    Reply
  8. nisha

     /  November 13, 2012

    akhirnya ketemu juga nie ff lajutan’a the half blood elf..
    di cariin dr kmrn.. >o<

    Like

    Reply
  9. sagittaliez

     /  May 18, 2013

    dari awal senyum” gak jelas pas akhir knpa saiia jd cengo?? ._.
    Heenim knpa lngsung ngjak nikaj??? knpa knpa knpa :O
    ohh iya author, saiia izin acak” blog nya ya hehe

    Like

    Reply
  10. Huaa heechul langsung ngajak nikah?

    Aku harap, yeosin bukan jadi pelampiasannya, tapi heechul ngajak nikah karena dia mencintai yeosin..

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: