CoffeeMilk: What is Right, What Is Wrong???

CoffeeMilk  What is Right, What Is Wrong???

Pernah kah kau perhatikan awan??? Tak berbentuk tapi dari ketidakberbentukannya ia memberikan suatu pertanda. Memberikan kita peringatan akan sesuatu yang -bahkan kita sendiri tidak menyangkanya.


Pernahkah mendengar tentang ramalan cuaca??? Bahkan ada cara dan ilmu tersendiri untuk mengetahui cuaca. Ada ahli astrologi dan sebagainya, bahkan bisa melihat nasib dari bintang dan astrologi lainnya.


Tapi kenapa begitu sulit untuk mengartikan sebuah tatapan seorang wanita? Kenapa semua pria sama saja. Tidak pernah mengerti apa yang dirasa oleh perempuan. Sementara ikatan antara perempuan begitu dalam dan kuat, bahkan meski tidak perlu di pelajari.


Bukannya ingin menjadi wanita yang lemah dan terus menerus mengeluh. Tapi apa pernah terpikir sekali saja untuk memberikan ruang kepada sang wanita untuk berdiri sendiri??? Pernah berhenti untuk membuat wanita berhenti menitikan air mata???


Bukannya ingin menjadi wanita perajuk yang manja dan tidak mandiri. Berhenti terus bergelayut dan membuat gerah. Sekuat apapun wanita berdiri sendiri, sekuat apapun wanita dengan kekerasan egonya, hatinya tetap lemah, hatinya menangis.

Lalu siapa yang salah??? Siapa yang benar???

Tidak ada.

Tidak ada yang salah hanya waktu untuk itu tidak tepat.

_30 Jam Sebelumnya_

Yeosin menghempaskan tubuhnya ke sofa. Badannya remuk setelah seharian berkeliling Mall untuk cuci mata bersama Chaesun dan Sanni.

Tidak hanya badannya yang lelah tapi telinganya juga. Siapa yang tidak lelah jika ketika mereka mengobrol santai ada orang yang datang dan menawarkan NET WORKING untuk menambah penghasilan.

Bukannya mereka bertiga tidak mau, tapi perkerjaan sosial Yeosin sebagai Duta parawisata saja sudah menyita banyak waktu tenaga dan pikirannya. Belum lagi Sanni yang mulai membuka bisnis butiknya secara perlahan yang mungkin akan menguras waktunya. Dan kegiatan Chaesun dalam sosialisasi peraturan pajak ke berbagai daerah dan hutting informasi tentang Donghae yang sehari tiga kali dan tidak boleh terlewatkan.

Tapi orang itu terus mengoceh panjang lebar dan luas. Tentang berbisnis MLM itu. membuat migran ke tiganya semakin bertambah parah.

“Mau minum apa???” tanya Chaesun pada Yeosin yang masih memijat keningnya.

Yeosin melirik jam di ruang tamu Chaesun. Yeosin memang tidak pulang ke apartermennya dulu karena Heechul berjanji akan mengajaknya jalan-jalan dulu setelah siaran Youngstreet. Acara jalan-jalan sebelum mereka bertemu keluarga masing-masing.

“Aku ingin air. Air apapun asal sehat untuk diminum.” Ucap Yeosin tanpa melirik ke arah Chaesun.

Yeosin mengambil baju yang baru dibelinya. Ia menatap lekat baju itu.

“Kenapa masih di liat begitu???” tanya Chaesun sambil menyerahkan Coke dingin

“kau yakin baju ini cocok untuk dipakai untuk menemui neneknya Heechul?” tanya Yeosin yang membuat Chaesun gatal karena berulang kali Yeosin menanyakan hal itu.

“Iya Honey, jarang-jarang aku menyukai sesuatu berbau pink.” Ucap Chaesun santai.

“tapi apa tidak terlalu terbuka. Inikan belum musim panas?”

“TidakYeosin Honey bunny Sweety…” Chaesun menatap lekat sahabatnya ini, “ini sangat cocok untuk musim semi.”

Yeosin menghembuskan nafasnya beraat.

“Dari sikapmu yang aneh, yakin kau ingin menikah muda?” tanya Chaesun

“Cepat atau lambat, mau kemanapun aku pergi. Pada akhirnya aku akan kembali lagi kepada sosok yang bernama Kim Heechul.” Yeosin meniup poninya, “aku tidak yakin ada pria yang bisa mengantikan posisinya.”

“lalu bagaimana dengan Wamil.”

Yeosin menghembuskan nafasnya berat. Itulah kendala yang membuat resah hatinya selama ini. Wamil. Wajib Militer. Tidak masalah jika Heechul bukan seorang selebritis. Mungkin ia sudah melakukan wajib militer. Tapi pada kenyataannya Heechul merupakan seorang artis dan wajib Militer di akhir ujung duapuluh tahun.

“Menikah sekarang atau setelah wamil?” Chaesun membuka dua Opsi, “menikah setelah wamil itu artinya kau harus bisa melepaskan Heechul dan Heechul harus melepasmu karena dua tahun itu bukan waktu yang sebentar, kau mempunyai kebebasan karena kau masih muda dan masih bisa melakukan apapun. Atau kau menikah sekarang dan menjadi JABLAY selama dua tahun???

Yeosin menghela nafas panjang, masalahnya adalah dua tahun itu bukan masa yang sebentar.

“Apakah aku harus kembali pada Jiyoung Oppa???”

Chaesun menoleh, “hah??? siapa lagi dia??”

“teman masalalu.” Jawab Yeosin santai

Chaesun menatap Yeosin curiga. Mereka memang baru kenal dan akrab hampir satu tahun belakangan dan separuh hidup Yeosin tidak pernah ia ketahui seutuhnya.

“Aku tau kau dan Ryeowook pernah bertetangga. Aku tau kau pernah hampir di jodohkan dengan Junsu gara2 ibu kalian yang dekat. Aku tau kau sempat dekat dengan Brondong yang sebentar lagi akan debut itu dan aku tau kau pernah dekat dengan salah satu bulu di NewYork dan aku tau kau sangat dengan dengan Zac Effron karena ulang tahun laian sama. Aku tau kau…”

“Tapi kau tidak tau apa-apa tentang hatiku..” Potong Yeosin cepat.

“Lalu siapa itu Jiyoung???” sergah Chaesun penuh antusias

“Seseorang yang berada di masalalu.” Jawab Yeosin sekenanya

Chaesun menatap Yeosin lekat. Ia butuh penjelasan lebih dari sekedar itu, “Apa dia semacam ban serep???”

Yeosin terkekeh, “kau pikir aku main-main dengan statusku?”

“Lalu dia??”

“Saat aku memutuskan untuk jadi Miss Korea dan terikat dengan kontrak. Dia merelakanku. Dia bilang, jika waktunya sudah tepat maka si itik ini akan menjadi angsa yang cantik. Aku percaya itu jika sang angsa tidak akan kehilangan jati dirinya karena aku akan selalu berada disampingnya.”

Chaesun terbelak tidak percaya, “dia sangat romantis, dan kau melepaskannya?”

“Kau berkata seperti itu karena tidak tau sisi romantisnya Heechul Oppa.” Cerocos Yeosin tidak mau kalah, “lagi pula dia tidak pernah menghubungiku lagi setelah aku kembali ke New York. Ku pikir dia sudah menemukan gadis lain.”

“Bagaimana dia akan menemuimu jika kau mempunyai kekasih seorang Buldog.”

Yeosin tersenyum sinis, “Hei bebek, lebih baik kau selamatkan ikanmu sebelum kukuras semua air dilaut.”

>>deson<<

Yeosin menggeliat malas saat jam wekernya berdering. ada sebagian dari hati kecilnya ynag mengatakan bahwa tidak usah datang ke kampus.

Satu jam kemudian

Yeosin sudah siap dengan kemeja dan tasnya. Ia menghela nafas panjang lalu berangkat.

Masih sangat teringat jelas di kepala Yeosin saat ia melihat jam sebelum pergi 7.30 padahal kelas masuk jam 7.00. bukannya ingin menjadi mahasiswa yang nakal atau sebagainya tapi ia tau bahwa dosennya yang satu ini tidak akan pernah masuk kurang dari jam 8.00.

Dan benar saja sang Dosen datang jam 8.30- dan langsung memberikan tugas membuat makalah dan harus dikumpulkan tepat jam 11.00-

Ada yang salah????

Yang salah adalah kenapa dia tidak bolos sekalian.

Dari pada menghadapi Dosen yang seenaknya dan memberikan tugas semaunya dan gak kira-kira.

Asdfghkl;ertyuiop[cvbnm,./sdfghjklp[ertyuiop

Fghjkl;rtyuiop[vbm,.sbnmchc9hc9cdwcdcdwcdw

*udah gak usah dibayangin gimana betenya mukanya c Yeosin*

Yeosin pun masuk ke lab dan ternyata sang dosen sudah mengunci pintu dari dalam dan ia tidak bisa masuk ke dalam.

Yeosin hanya menatap takjub dan salut. 9 orang mahasiswa dari 33 orang yang ada didalam dan mengikuti pelajaran sementara sisanya-termasuk dirinya sendiri diluar tidak jelas nasibnya.

Dfghjkl;diop[dcndcjmdpcwdji0iwhcncocnd


sncoichdoicdncowicnwicnwocw

Yeosin menggembungkan pipinya sebal.

Jika bakal begini untuk apa dia bangun pagi-pagi dan berangkat kuliah.

Belum lagi saat Andri Ahn mengatakan bahwa tidak ada perusahaan yang menerima proposal kunjungan perusahaan sementara deadlinenya tinggal sebulan lagi.

Belum lagi daftar nama keuangan anak satu angkatan yang entah kenama bisa nyasar dan ketidak beresan catatan ini dan itu.

Oke jika masalah kuliah hanya mengganggu moodnya sekitar 35 %, maka masalahnya dengan kunjungan perusahan menambah mood jeleknya 20%.

Belum lagi ketika Yeosin mencervis modemnya, ia harus berkeliling dari ujung ke ujung karena gerainya pindah tanpa pengumuman >.<’ menambah mood jeleknya sebesar 5%, dan yang amat membuatnya merasa terganggu adalah pelayanannya yang kurang.

Yeosin harus memasang tampang yang luar biasa sangar saat perhadapan dengan Costumer servisnya, dengan hati penuh dongkool dan cacaian, “Mbak saya tau saya cuma mahasiswa tapikan saya juga costumer juga >.<’”

Yeosin menghempaskan nafas panjangnya. Perutnya yang dari kemarin belum menyentuh nasi dan moodnya yang benar-benar kacau. Membuatnya kehilangan nafsu makan.

>>deson<<

Yeosin berusaha mengatur moodnya yang jelek dan berusaha tersenyum. Ia tidak ingin terlihat freak di hadapan keluarga Heechul.

Ia mematut bayangannya di cermin sekali lagi. Sempurna.

Yeosin langsung melangkahkan kakinya ke luar kamar.

“Mau kemana???”

Yeosin menoleh dan mendapati Hyojoo sedang menatapnya tajam.

“ingin keluar. Jalan-jalan.” Ucap Yeosin sambil tersenyum hambar.

“Dengan Kim Heechul???”

Yeosin memamerkan deretan gigi putihnya lalu langsung pergi dari hadapan Hyojoo. Ia tau kakaknya itu pasti akan mengomel panjang kali lebar sama dengan luas tentang hubungannya dengan personil boyband.

Heechul sudah menunggu dengan mobil peugout silvernya. Yeosin masuk diselingi beberapa cengiran.

“Kenapa kau cengengesan begitu???” tanya Heechul yang melihat gelagat aneh kekasihnya itu.

“Anni- aku hanya merasa deg-degan saja.” Kilah Yeosin.

Heechul memajukan perlahan membelah kota Seoul menuju Hweng Sung kota kelahirannya.

>>deson<<

“Inikah pacarmu???” tanya Kim Adjusi membuat Yeosin merona, “cantik seperti namanya Yeosin-Dewi.”

“Kau memang pintar memilih calon istri…” sahut Kim Adjuma

Heejin onni yang sudah beberapa kali bertemu dengan Yeosin hanya ikut tersenyum mengerti perasaan canggung Yeosin.

“Tapi menurutku lebih cantik Hwangbo.” Ucap nenek Heechul

Yeosin menyampirkan rambutnya ke telinganya.

“Hwangbo lebih hangat dan lebih ramah. Juga bisa mencairkan susana tidak canggung seperti ini.” tambah nenek Heechul

Yeosin merasa seluruh ilmu yang didapatnya saat menjadi Miss Korea dulu-cara-cara berhadapan dengan orang lain, sopan santun dan senyum yang baik itu runtuk seketika. Jika mood siangnya hancur maka mood malam harinya ia ingin memangis sejadi-jadinya.

“Hwangbo juga penyanyi dan seorang artis. Dia sangat cantik.” Tambah nenek Heechul

Heechul menggenggam erat tangan Yeosin di balik meja.

“Saat dia memelukku, rasanya hangat dan aku percaya dia bisa menjaga cucuku dengan baik.”

Yeosin tertunduk lemas. Kata-kata nenek Heechul merupakan nasihat yang sangat meluakai hati.

“Jangan terlalu dipikirkan. Nenek memang begitu.” Ucap Heejin saat mereka mencuci piring didapur.

“Tidak apa-apa, bukan masalah bagiku.” Ucap Yeosin di selingi senyuman

“Aku juga merasakan yang sama saat pertama kali berkunjung ke rumah orangtua kekasih. Rasanya cangung. Tapi aku yakin kau dapat melewatinya dengan baik. Nanti kau juga akan menjadi bagian dari keluarga kami, Arraso, Kim Yeosin.”

Yeosin terkekeh saat marganya di ganti menjadi Kim.

“Apakah aku harus menunggu dua tahun lagi setelah Heechul Oppa menyelesaikan kewajibannya?”

Heejin Onni menoleh, “Waktu adalah ucapan bersedia menunggu ketika dua orang sedang jatuh cinta. Hari ini, esok dan seterusnya akan menjadi sama cinta. Maka hari ini,  esok dan seterusnya tidak akan berbeda.”

“Jika kalian ingin bersama selamanya sampai akhir hayat maka waktu dua tahun itu hanyalah sekejap mata. Itu akan menjadi hiasan cinta kalian. Merindukan. Sesuatu yang kan menambah rasa cinta kalian menjadi berlipat-lipat.”

Yeosin menggangguk saat Heejin menyelesaikan kalimatnya, “Onni, bolehkan aku memanggilmu onni???”

“Ne, tentu saja, kau kan adikku juga.”

>>deson<<

“Kenapa wajahmu di tekuk seperti itu??” Ucap Heechul saat mengantarkan Yeosin pulang.

“Mana bisa wajah di tekuk Mr. Kim???”

“Itu Pribahasa Babo???”

Yeosin mendengus kesal.

“Kenapa kau bersikap dingin begitu kepada nenek, hah?? apa kau sudah bosan hidup.”

“Aku bosan hidup bersamamu?”

Skkkkkkkkiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit………… bledakkkkkkkkkkkkkkkk

Heechul mengerem mobilnya mendadak membuat dahi mulus Yeosin bertubrukan dengan dashboard.

“Oppaaa… Appooooo…”

Heechul menatap Yeosin tajam, “Aku serius dengan ucapku Han Yeosin, apakah kau serius dengan ucapanmu?”

“Iyaaa… kepala ku sakit.” ucap Yeosin sambil memegang keningnya.

“Aku serius dengan ucapanku Han Yeosin. Aku tidak ingin mendengar kata-kata itu lagi dari mulutmu atau aku akan melepas dirimu.”

Yeosin menatap Heechul dalam, “Lepas saja aku Mr. Kim, lalu mulailah berpacaran dengan Hwangbo. Kurasa nenekmu lebih menyukainya dan lagi pula bukannya kau lebih menyukai wanita yang lebih tua dari mu, hah??”

“Jaga Mulutmu Han Yeosin.”

Yeosin menatap Heechul dengan penuh amarah, emosinya sudah memuncak. Semua masalah berkelebatan di otaknya, rasa dongkol, sakit hati, kesal, marah semuanya bercampur menjadi satu.

“Aku memang anak kecil, Mr Kim. Anak kecil yang tidak tau urusan orang dewasa.” Lirih Yeosin sambil menahan air matanya, “Aku salah, seharusnya sejak dari awal aku tidak berada disampingmu. Kau bukan untukku.”

“Berhentilah.” Heechul membuang wajahnya, ia tidak sanggup melihat tetesan air mata Yeosin. Gadis itu menangis. Ya, Gadis itu menangis ia butuh mengeluarkan emosinya.

“Berhentilah mengganggapmu anak kecil karena dimataku bukan seorang anak kecil tapi dewi yang memberikan cahaya dimataku.” Ucap Heechul tanpa melihat ke arah Yeosin, “Berhentilah menjudge bahwa kau tak layak bagiku karena sesusungguhnya akulah yang tidak pantas disampingmu.”

“Kau terlalu berharga untuk ku genggam. Kau terlalu indah untuk membingkai aku yang buruk ini, Nega jongmal nappeun Namja, neo Nappeun Yeoja Anniya…”

Yeosin tertunduk sambil mengeluarkan air matanya sementara Heechul memandang luas ke depan.

Ada kalanya kita tidak membutuhkan kata apapun.

Ada kalanya diam merupakan jawaban dari segalanya.

Tidak ada yang salah dalam cinta juga mencintai yang salah adalah waktu yang kita ambil untuk menjalankan cinta.

“Kadang mereka bilang untuk apa memilih Heechul, dia sama sekali tidak romantis. Bukan tipe yang misterius ataupun bisa bikin geregeatan. Justru menurutku Heechul Oppa adalah pria yang paling romantis, bisa kita lihat dari cara dia berciuman, orang yang bercuimannya seperti itu menandakan orang yang romantis.”

“Tapi aku memang tidak romantis.”

“Kadang kadang orang romantis tidak menyadarinya.”

“Hmmm… lalu???”

“Bukan tipe yang misterius… menutku susah sekali menadapatkan isi hatimu. Hatimu tertutup bagi orang disekitar kecuali yang benar-benar dekat denganmu.”

“Lalu??”

“Bukan orang yang bisa bikin gregetan. Aku juga bingung dengan kalimat itu tapi setidaknya bagiku, meski kau berkelakuan aneh, kau melakukannya demi tuntutan perkerjaanmu dan di balik semua itu kau jauuuuuuuuuuuuh lebih aneh.”

“=.=”

“tapi aku menyukainya…. Mereka bilang kau tua, suatu saat kita juga akan tua.”

“lalu???”

“gantian… apa yang kau rasakan???”

“Kenapa aku memilih Han Yeosin sementara Ahn Sohee lebih muda dan cantik.”

“>.<”

“Karena hatiku memilihmu, kau yang bisa membuatku jatuh cinta setiap aku memandang wajahmu dan setiap kali aku merindukanmu aku hanya berfikir bagaimana agar aku bisa melihatmu segera. You are my addic.”

“Hanya itu???”

“Aissshhhhh… kau itu… kau bisa lebih bawel dari pada si bebek bawel jika kau sudah mengenal seseorang sangat dekat. Kurasa mereka yang dekat kalian saat mengobrol akan langsung pergi ke dokter THT.”

“Opppaaaaa~~~”

“Kau suka merajuk dan manja dan kuinginkan itu hanya berlaku padaku. Jangan bilang kau wanita dewasa yang ingin mandiri, aku tau hatimu menangis maka aku akan menyediakan bahuku untuk tempatmu mengeluh.”

“Kau yakin ingin mendengar curhatanku???”

“Apakah aku juga harus mengasuransikan telingaku untuk mendengar curhatanmu???”

“Anni Oppa… hanya saja…”

“Hanya apa???”

“Kau siap mendengar semua tentangku??? Tentang masalaluku???”

“Bukankah sudah tidak ada rahasia lagi antara kita.”

“Aku takut kehilanganmu.”

“Nado~~~~”

Fin~~~~~

ngebaca CoffeeMilk diatas udah kayak sinetron,klo sinetron banyak iklannya CM banyak curhatan terselubungnya kkkkk

curhat masalah kuliah n curhat masalah Neneknya Heechul, “halmoni kapan kau kan merestui kami ^w^*

Leave comment please

deson

Leave a comment

20 Comments

  1. mae_mour

     /  May 18, 2011

    wew . . . pengalaman pribadi bisa jadi cerita bagus kekeke
    emg d gerai tadi u d apain wi???

    Like

    Reply
    • ini bukan cerita tapi curhat terselubung kkkkk

      benerin modem tapi sumpah met… gw esmosi tingkat tingiiii…

      klo misalnya gak da orang tuh mbak2 udah gw jambakk ^^ seenak nya ajaa ma Laptop gw >.<'

      semena-mena… mau gw laporin ke komnas perlindungan leptop tuh Huffft…

      Like

      Reply
  2. I’m coming ^^
    Langsung aja deh komennya..

    “hutting informasi tentang Donghae yang sehari tiga kali dan tidak boleh terlewatkan” What?? Ige mwoya??
    Kesannya Chaesun ga da kerjaan banget plus ditambah kesan trlalu overprotect banget ma c ikan..
    But it’s okay Lah^^

    Wkwkwkwk
    it semua kata” gw u masukin ke ff..
    Inget aja gw ngomomg aph..
    Gw malah udah lupa..

    Akhirnya u bikin juga Heechul yg lebih romantis..

    Pengalaman pribadi kemarin plus hari ini u masukin semua..
    ccckkkk#geleng kepala..

    U beneran bilang “Mbak saya tau saya cuma mahasiswa tapikan saya juga costumer” ma CSnya??

    Awal n akhir ff keren..
    tapi bagian tengah curhatan u agak ngebingungin dikit..
    kayaknya bikin pake emosi deh makanya jadinya kayak gitu..

    Bagian yg kunjungan perusahaan..
    kayaknya perlu qta bahas lebih lanjut,,
    tapi ga disini..

    Finally,, bubye #lambaitangan

    Komen gw kepanjangan >,<'

    Like

    Reply
    • gw doain biar Yeosin cepet direstuin..
      takut ngJablay klo ga buru drestuin soalnya..
      wkwkwkwk

      Like

      Reply
    • asiiik yg udah dpt modem… komenya jd kayak kereta apii kkkk

      abis gw bingung u sibuk ngapain… emang kerjaan u jd kuncen tax center n ngejigrok di depan leppy kan??? kkk

      kata2 u masih fresh di otak gw
      jd gw inget semua apa yang u omongin kkkkk

      ooo udah romantis yah??? gw pikir ini malah ga da adegan romantisnya malah yg ada perang dunia…
      yaudah g jadi bikin yg romantis full version deh klo gitu maaah

      namanya juga curhatan terselubung kkkk

      sayangnya gw pergi sendiri klo gw ma tmn gw gw berani bilang kayak gituu abis nyebelin bgt c…

      gw bikin curhatan itu dengan hati yang campur aduk… pengen nangis tapi gak bisa pengen curhat juga gak tau ke siapa… ujung2 nya malah bikin laper ….

      yupz ntar kita omongin tapi kapan???? jadwal kita gak da yang barengan n gk mungkin kita ngomong di depan anak2…
      gw udah hopeleesss… apa lagi klo u denger ceritanya c Andri Ahn… bikin geleng2 kepala dah…

      belesan komen gw juga udah panjang
      Annyeong~~~

      Like

      Reply
  3. vanny

     /  May 19, 2011

    ige mwoya???
    nge galau karna ga dapat restu dari neneknya mas heechul ya?? ^^

    keknya dah mulai kena marriage blue neh alias masalah2 menjelang pernikahan hehehehe…

    heechull = buldog?? kadang2 hehehehe

    Like

    Reply
    • sebenernya aku gak masalah sama neneknya Heechul… yg bikin bete itu masalah dikampus n sama CS ituu…

      klo neneknya Heechul mah mungkin belum akrab sama Yeosin aja makanya dia bilang begitu…

      Heechul buldog tp bisa manis kyk cuhuahua kkkkkkkk

      Like

      Reply
  4. vanny

     /  May 20, 2011

    berdoa aja, pasti ada solusi buat masalah yg dikampus…
    biasanya jalan kluarnya slalu muncul pas deadlinenya dah di ujung jari(?) ^^

    kalu soal CS mah, no komen deh, aku jg sebel bgt kalu berhubungan sama yg namanya CS… ^^

    Like

    Reply
    • bisa2 aku mati duluan sebelum deadlinenya, kak
      yasudahlah, mau acaranya gagal atau enggak klo ada deson pasti rame kkkkkkkkkk #narsis gila

      Like

      Reply
  5. hey,
    aku hadir…

    nggak bisa komen lewat hape soalnya,
    tapi sekarang bisa lewat leppy plus lolanya yang minta ampun,
    *lah, curhat*
    #abaikan..

    kekekeke^^,
    si chaesun ngejonggrong ngeliatin ikan..
    gue suka!! ^^

    hwangbo?
    lumayan manis lah.
    hhahahah.
    #ditabok yeosin!!

    nice ff sayang,

    Like

    Reply
  6. annyeonghaseyo Onnie..
    Aq reader baru nih…
    Onnie kata2 d ff ini kok kereeeeeen bgt ya… bikin aq jatuh cinta ma authornya *D tendang Heechul Oppa*

    Like

    Reply
  7. megheechullie

     /  June 20, 2011

    Ahhh..ini ff pertama yg aku baca d blog ini..
    Ga bisa berkata apa-apalahh.. Romatisssss bgtt..
    Ky.a bakal sering2 mengunjungi blogmu,onnie..

    Like

    Reply
  8. autumnsnowers

     /  June 21, 2011

    Annyeong reader bru disini..

    Wuaaaah eon. . . Aq bingung mw bc yg mana dlu, abs.y ichul smw!! >< *frustasi*

    romantis bgt!! Jd ga sbr bwt bc ff yg lain.. Eonni daebak!! Nice ff🙂

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: