Take a CoffeMilk When SunSeaSion

Take A COFFEEMILK When SUNSEASION

 

Kita melangkah menuju masa depan… bukan berarti kita tidak boleh menoleh ke belakang. Justru saat kita menoleh untuk mengingatkan kita tentang perjuangan yang telah kita lakukan. Menambah semangat kita untuk terus berjalan ke depan.

 

“Oppa…” Ucap Chaesun sambil bersandar di pundak Donghae. Melepaskan seluruh rasa rindu yang melanda hatinya.

Donghae menumpukan kepalanya di atas kepala Chaesun. Jarak yang memisahkan mereka kini sudah tidak ada lagi. para pengganggu seperti Eunhyuk dan Kyuhyun sudah pergi menjauh. Kini hanya ada mereka berdua.

“Kenapa kau pergi lama sekali, hah? kau tidak merindukanku???” Chaesun membelai dada bidang Donghae.

“Sunni-ah aku kan pergi untuk kita untuk membangun istana kecil kita. Impian kita berdua.”

“Tapi kenapa lama sekali…” cibir Chaesun

Donghae mengangkat kepalanya lalu menatap kedua mata Chaesun, “Aku pernah mengeluh hal yang sama pada Heechul Hyung. Lalu dia menjawab: untuk dua hati yang saling mencintai jarak tidak lebih dari sebuah kata untuk menunggu.”

Chaesun mengerutkan keningnya.

“Setiap aku mengeluh betapa lamanya aku meninggalkanmu, aku teringat Heechul hyung. Dia bahkan membiarkan waktu dua setengah tahun untuk menunggu Yeosin. Tanpa ada kejelasan. Hanya janji akan kembali dan hati yang sama sama terikat.”

“Aku pernah mendengar Yeosin pergi ke New York selama satu tahun ku pikir hanya Yeosin yang saat itu sudah menyukai Heechul.”

Donghae terkekeh, “Mungkin kau hanya mendengar dari sisi serang Yeosin, Kau tau Yeosin sangat mudah dibaca isi pikiran dan  hatinya dan Heechul hyung dia selalu menceritakan isi hatinya padaku.”

“Ceritakan padaku apa yang terjadi pada mereka.” Chaesun menatap Donghae dengan penuh harap.

Donghae tersenyum, “Ini rahasia, kau jangan mengatakan pada siapapun juga. Janji.”

“Janji.” Chaesun melingkarkan kelingkingnya ke kelingking Donghae.

>>deson<<

_Desember 2005_ Miracle perform SBS Inkigayo

Namanya Han Yeosin. Saat Ryeowook memperkenalkannya pada kami. Dia merupakan mantan tetangga Yeosin dulu saat di Incheon. Gadis itu tinggi dan cantik, terlihat sangat dewasa ketika aku tau bahwa umurnya masih 15 tahun.

Pihak SM pernah menawarkanya menjadi artis dan penyanyi. Tapi ia menolak. Dia bilang dia tidak pantas dan tidak berbakat.

Kuakui jika dia menjadi artis atau model dia pasti terkenal.

Dia hanya duduk di pojok saat mengantar Ryeowook latihan tanpa benar-benar memperhatikan kami sama sekali. Iya hanya melihat Ryeowook, berbicara dengan Ryeowook.

Satu-satunya orang ku ketahui dekat dengannya adalah Xiah Junsu, Ryeowook bilang karena ibu mereka juga saling mengenal.

Sejak saat itu aku mengambil satu kesimpulan bahwa Yeosin adalah orang yang sulit dengan orang lain, tapi jika dia sudah dekat seseorang maka akan terasa sangat dekat dan hangat.

Aku tidak menyadari sejak kapan. Tapi aku merasa tatapan Heechul Hyung ke Yeosin berbeda. Ku akui Heechul hyung sangat pandai berakting. Dia selalu tidak peduli pada Yeosin tapi aku tau berkali-kali dia melirik gadis itu.

Aku pernah mendengar gumaman Heechul hyung, “Seandainya dia debut menjadi girlband, aku akan menjadi fans pertamanya.”

Aku pikir saat itu hanya kekaguman bisa tapi aku salah. Aku tidak berani menanyakannya dan pertanyaan itu terjawab sekarang.

Heechulah yang pertama kali jatuh cinta pada Yeosin.

Tapi ia hanya diam tidak berani mendekat. Tidak berani mengatakan perasaannya pada Yeosin.

Jika mereka dalam satu ruangan, Heechul akan memilih diam semantara Yeosin lebih tertarik melihat Ryeowook.

>>deson<<

_Mei 2006_ Kyuhyun debut

“Yeosin-ah kau harus liat pertunjukanku.” Aku tidak tau kenapa Ryeowook sangat ingin Yeosin melihat pertunjukannya. Ia bahkan mengajak Yeosin masuk  ke ruang ganti Super Junior. Kupikir dia masih dan butuh teman. Dia belum akrab dengan kami karena dia bergabung empat bukan sebelum kami debut.

“Setiap kau tampil aku kan melihatnya.”

Aku tertegun saat mendengar hal itu. Seorang Yeosin melihat perfom kami rasanya sulit dipercaya, bahkan saat melihat kami latihan langusungpun dia tidak berminat sedikitpun.

“Itukan lewat tipi, aku ingin kau melihat betapa kerennya aku saat dipanggung.” Sahut Ryeowook tidak mau kalah.

“Untuk apa? Untuk melihat sepatumu yang terlepas.” Yeosin terkekeh.

Aku mengedarkan pandanganku mencari sosok Heechul Hyung. Aku melihatnya yang sedang menata rambutnya yang panjang. Melihat dia sedang memandang Yeosin tanpa bicara. Ia menarik ujung bibirnya membentuk seulas senyum yang samar-samar.

“Ini debut perdana Kyuhyun. Kau tau maknae yang baru masuk super junior?”

Yeosin terdiam.

“Kau tau tidak?” ucap Ryeowook lagi.

“Iya aku tau Kyuhyun. Cho Kyuhyun.” Ulang Yeosin tegas.

“Siapa lagi member Super Junior?”

Yeosin menatap Ryeowook enggan, “Iyaa… iyaa aku tau ada Kim Ryeowook, Kyuhyun, Kibum, Kangin, Sungmin, Yesung, Hyukjae-“

“Eunhyuk… dia akan marah jika dia tau kau menyebut namanya.” Ralat Ryeowook, “lalu?”

Yeosin menggaruk kepalanya, “Shindong, Heechul, Donghae, si ganteng Siwon dan Leeteuk si leader.”

Ryeowook mengagguk puas, “kau benar-benar seorang ELF.”

Aku tersenyum geli, dia pandai sekali. Dia hafal semua member super junior tapi aku yakin dia tidak tau siapa namaku.

>>deson<<

Aku melihat gerakan aneh Heechul Hyung. Ia terus terusan menyembunyikan tawanya.

Aku bertanya kenapa padanya.

Dia tersenyum padaku lalu berkata, “Aku pergi ke toilet lalu adik Ryeowook itu mengikuti ke toilet pria. Dia menyangka aku adalah seorang waniita.” Dia memberi penekan pada kata adik Ryeowook.

Aku melonggo mendengar ucapan Heechul hyung. Gadis itu polos atau bagaimana. Meskipun rambut Heechul hyung panjang, sangat panjang tapi masa ia tidak tau kalau ia seorang laki-laki. Sudah jelas Heechul hyung itu tidak mempunyai buah dada.

Aku juga melihat binar bahagia dimata Heechul hyung.

Aku melihat Yeosin kembali dari toilet ia mendudukan wajahnya. Aku tersenyum geli saat membayangkan gadis itu masuk ke toilet pria. Dia mengangkat kepalanya, dia melihat ke satu arah di sampingku.

Ya Tuhan sudah berapa lama ini?? sejak pertemuan kami yang pertama aku baru melihat dengan jelas mata Yeosin menuju seorang selain Ryeowook.

Wajahnya menyerona merah saat melihat wajah Heechul hyung. Aku bisa melihat banyak tanda tanya di raut wajahnya. Dia seperti bingung dan mengingat- ingat sesuatu.

“Pria toilet.” Ucapnya lirih.

Benar dugaanku sebelumnya. Dia hafal semua nama member Super Junior tapi dia tidak mengetahui wajah mereka satu persatu.

>>deson<<

Itu awal mereka saling melihat satu sama lain.

Yeosin pernah ikut menjadi trainee selama tiga bulan. Tapi setelah itu dia berhenti. Dia bilang dia memang tidak berbakat menjadi artis ataupun penyanyi. Rasanya tidak bebas dan terkekang.

Yeosin itu makhluk yang tidak bisa di kekang. Itu fakta kedua yang bisa aku ambil.

Kami mulai dekat saat setelah dia keluar dari SM. Siapa lagi yang kalau bukan Ryeowook yang mengajaknya.

Aku mengenalnya saat aku, dia, Eunhyuk dan Junsu sedang beristirahat seusai latihan.

Dia bukan orang yang kaku atau semacamnya. Dia bahkan lebih gila dari Heechul hyung. Dia suka melakukan hal konyol. Ku pikir dia sangat pemalu tapi ternyata dia bisa malu-maluin.

Dia sangat ramah. Bahkan dia selalu menyapaku jika kami berpapasan. Aneh padahal kami sering bertemu sebelumnya.

“Kau pikir, kau orang yang sangat angkuh tapi ternyata aku salah menilai.” Ucapku saat tengah mengobrol santai dengannya.

Yeosin malah terkekeh, “makanya jangan melihat orang dari luarnya Oppa, kau harus melihat dari dalam juga.”

Dia benar.

“Pria toilet?” ucap Yeosin polos. Kuikuti arah tatapannya.

Aku tersentak saat yang ditatapnya saat itu adalah Heechul hyung. Heechul Hyung itu kolot, ia sangat menjunjung tinggi tata krama dan sopan santun. Bagaimana gadis itu bisa mengatakan ke pria yang lebih tua 7 tahun darinya itu??

Heechul yang secara tidak sengaja sedang berjalan dengan Yunho berhenti sejenak lalu menadang Yeosin. Heechul menatapnya tajam. Aku yakin dia mengumpulkan emosinya agar tidak keluar. Heechul Hyung menarik nafasnya lalu menatap dingin Yeosin.

“Aku tidak suka melihatnya.” Ucap Heechul hyung sambil berjalan kembali dengan Yunho.

Yeosin menatapku dengan tatapan tidak mengerti. Raut wajahnya sangat kacau. Sepertinya ia merasa bersalah telah mengatakan seperti itu.

Yeosin mengambil nafas dalam, lalu menatapku. Ekspresi sedihnya itu langsung hilang seketika, “dia anggota superjunior bukan?” tanyanya polos.

Aku mengerutkan kening, “kau sering melihat perfom kami secara langsung dan menyebutkan nama kami satu persatu. Bahkan kau juga sering bertemu dan mengobrol dengan kami.”

Yeosin memamerkan deretan gigi putihnya, “Aku punya semacam phobia tapi tidak terlalu akut. Aku merasa sangat pusing saat berada diantara banyak orang. Makanya aku selalu diam bila banyak orang. Itulah sebabnya aku tidak hafal kalian.”

Aku menggangguk mengerti.

“Jadi Oppa, apakah itu salah satu member super junor?” tanya lagi.

Aku menggangguk, “namanya Kim Heechul.”

Dia menggangguk sambil menggumam, “Kim Heechul.”

Ya itulah Han Yeosin. Gadis kecil itu tidak bisa mengenal banyak orang sekaligus. Tapi dia mampu melihat karakter orang yang dia kenal.

>>deson<<

_Juni, 2006_Ryeowook birthday

“Kau menyukainya?” Ucapku saat melihat tatapan Yeosin yang mengarah pada Heechul.

Dia menatapku dengan wajah kaget. Ia menggelengkan kepalanya, “aku tidak menyukainya.” Ucapnya cepat

“Kau tidak bisa membohongiku Yeosin-ah, kau tidak berbakat berbohong.”

Aku bisa melihat rona merah dipipinya, dia benar-benar menyukai Heechul.

“Sejak kapan?” tanyaku penasaran

Wajah Yeosin semakin memerah, bukan karena kepanasan tapi karena hatinya sedang kasmaran.

“Sejak pertama kali aku melihatnya.” Ucap Yeosin ragu-ragu, “Entahlah Oppa, aku juga tidak tau. Awalnya aku malu padanya karena kejadian salah toilet itu, kemudian aku benar-benar membencinya setengah mati.”

“Membencinya kenapa???”

“Dia marah padaku, karena aku menyebutnya pria toilet. Dia sangat menyeramkan. Kami bertengkar sangat hebat. Ada bagian dariku yang tidak ingin mengalah darinya. Dia juga tidak melihatku sebagai seorang gadis, dia memperlakukanku sangat kasar.”

“Aku membencinya sangat.”

“Aku bertemu lagi dengannya lalu kau menyebutkan klo namanya Kim Heechul. Aku lalu mencari tentangnya, melihat dramanya melihat iklannya, mencari fakta tentangnya. Tuhan aku sangat membencinya.”

“Lalu sekarang kau menyukainya??” godaku

Yeosin menggeleng, “aku membencinya Oppa sangat.”

Aku mengerutkan kening. Aku melihat ada sesuatu yang berbeda dari tatapannya. Aku ikuti arah tatapannya. Heechul dan Jessica sedang bersama.

Yeosin menusukan garpunya ke meja. Makanan di hadapnya di biarkan begitu saja. Padahal dia bilang masakan Ryeowook adalah masakan yang paling dia suka.

Aku memengang tangannya erat. Mencoba meredam emosinya.

“Jangan membencinya mereka tidak ada hubungan apa-apa.” Aku menarik wajah Yeosin agar melihatku, “Mereka hanya berteman.”

“Aku mendengar banyak kabar di Internet. Tapi aku tidak pernah membayangkan jika semua ini benar.”

“aku benar-benar membecinya. Aku harap dia pergi dari hidupku, selamanya.” Mata Yeosin mulai berkaca-kaca.

Aku menatap matanya yang kecoklatan, “mereka hanya berteman, percaya padaku.”

Yeosin menarik ujung bibirnya kemudian tersenyum.

>>deson<<

_Agustus 2006_

Aku melihatnya lemas tidak berdaya di rumah sakit. Aku tidak tau bagaimana perasaanku saat itu. Heechul hyung salah satu orang terdekat yang aku punya saat itu. Jauh sebelum ada Eunhae.

Dia bahkan membiarkanku menyebutnya tanpa embel-embel hyung.

Paha, lutut, dan pergelangan kaki kiri Heechul hyung patah gara-gara kecelakaan itu dan harus dibedah selama 6 jam. Lidah Heechul hyung harus dijahit. Dia keluar dari rumah sakit tanggal 13 September 2006 dan menjalani perawatan luar. Heechul hyung kembali ke rumah sakit untuk menjalani pembedahan kedua untuk melepaskan beberapa penopang dari baja di kakinya pada tanggal 10 Oktober 2006 dan akhir Oktober dia mulai beraktifitas seperti biasa.

Aku menemaninya selama dirumah sakit. Hatiku sangat hancur.

“Aku tau ini bagian yang tersulit.” Chaesun mengusap punggungku, “Setiap kisah pasti ada bagian sedih, tapi bagian itu justru bagian yang terpenting.”


“Aku tau… kisah ini berat di awal tapi indah di akhir. Aku tau kisah mereka dari awal hingga akhir. Aku selalu berharap agar mereka selalu bersama.”


“Aku pun berharap kisah kita bisa bisa sampai akhir nanti.”

Aku melihat Yeosin menatap Heechul hyung dengan tatapan sedih. Dia selalu hadir saat Heechul hyung tertidur.

“Aku menyesal.” ucapnya saat menemaniku menjaga Heechul.

“Menyesal menyukukainya? Karena akan cacat?”

Yeosin menggeleng, “Aku menyesal telah mengatakan aku tidak ingin melihat dia selama hidupku.  Aku ingin menarik ucapanku.”

“Kenapa? Karena kau menyukainya?”

“Karena aku tidak sanggup menyingkirkan dia dari hidupku. Meski berkali-kali dia membuatku marah, dia membuatku terluka. Pada akhirnya aku selalu mencarinya.”

Aku membiarkan kepalanya bersandar dibakuku. Kami sama-sama menangis. kami sama-sama meluapkan rasa bersalah kami.

“Aku seperti orang bodoh yang mencintainya tanpa alasan sementara dia tidak pernah menyukaiku. Aku ingin menghentikan semua ini.”

“Kenapa kau menyerah bahkan sebelum memulainya?”

“Disetiap awal pasti ada akhir. Maka aku akan mengakhiri semua ini sebelum aku mulai.”

Aku menatap wajahnya yang kacau. Aku tau dia sangat tersiksa.

“Aku tidak bisa mengatur hidupmu. Memaksakan agar kau tetap menyukainya. Aku hanya bisa berdiri disampingmu, aku adalah orang yang akan mendengar kisah ini dari awal sampai akhir nanti.”

Yeosin tersenyum manis, “terimakasih Oppa, cerita ini cerita yang paling indah dalam hidpuku. Cinta pertamaku, selamat tinggal.”

>>deson<<

Saat itu aku berpikir bahwa aku tidak akan pernah melihat dia lagi. aku salah. Dia tetap hadir dengan senyum cerianya. Tapi aku tidak pernah melihat dia menatap Heechul. semua orang menyangka jika Yeosin tidak dekat, tapi aku tau hati mereka.

“Kau menyukainya???” Aku Menatap Heechul hyung tidak percaya.

“Tidak. Dia sudah kuanggap sebagai adikku.”

Heechul terkekek, “Kalian berdua cocok, kurasa akan menjadi pasangan yang baik.”

Aku menandang mata Heechul. Ada satu kebohongan dimatanya. Ia tidak bisa bohong dariku.

“Kau juga menyukainya kan Hyung???” balasku diselingi cengiran

“Pernah aku mengatakan bahwa aku sangat menyukai Sohee Wondergirls???”

Dia berbohong lagi.

“Sohee itu idolamu dan Yeosin ituu??”

“Aku senang jika dia menjadi adik iparku.” Jawabnya tanpa menatap mataku.

“Entahlah mungkin dia lebih menyukaimu dari pada aku.”

“Jika begitu aku kan menghindarinya.”

Aku mengerutkan keningku. Ada apa dengan kedua orang itu. Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran mereka. Mereka saling menyukai tapi mereka saling menghindar.

“Hyung jika kau mengira aku adalah orang ketiga diantara kalian maka kau salah besar. Karena aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan kalian.”

Heechul menatapku tajam.

“Jika ada orang ketiga diantara kalian itu adalah ego kalian.” Ucapku tegas.

Heechul menatapku seakan tidak percaya.

>>deson<<

_April 2007_

Aku ragu. Aku tidak mempunyai bakat sebagai dektetif atau pembaca pikiran. Aku tidak tau apa yang di pikirkan dan hati Heechul hyung saat itu. Dia memang sering melakukan hal yang aneh-aneh.

Diantara kami para member Super Junior, dialah yang paling sering menjenguk Kyuhyun saat dirumah sakit. Aku pikir mungkin karena dia mempunyai tanggung jawab sebagai Hyung. Dimana saat itu juga Leeteuk juga sedang sakit karena kecelakaan yang sama.

Tapi pikiran itu runtuh saat Ryeowook mengatakan bahwa Yeosin di rawat di rumah sakit yang sama Kyuhyun karena penyakit Hepatitis.

Aku pernah memergoki dia sedang menatap menatap kamar rawat Yeosin. Lama sekali. Ia memandangi Yeosin yang sedang tertidur. Matanya tidak pernah lepas dari Yeosin. pandangananya terlihat sangat protectiv.

Mungkin jika aku menjadi Heechul hyung aku akan mendekti Yeosin dan mengajaknya berkencan. Aku pasti tidak akan kuat bertahan jika terus memendam rasa itu. Terlalu menyakitan.

“Oh jadi itu alasan kenapa kau terus menempel padaku. Padahal aku sudah menolakmu berkali-kali.” Cibir Chaesun


“Karena memendam itu tidak nyaman, Sunn-i. Aku mencoba untuk menjadi gentelman, diterima atau di tolah toh aku sudah menyatakan perasaanku.”


“Jadi kau bilang Heechul Oppa. Tidak gentelmen, huh??”


“Aku sudah bilang padamu bahwa Heechul punya pertimbangan lain. Dia adalah tipikal orang yang tidak mudah ditebak pikirannya.”


“Atau dia mempunyai harga diri yang sangat tinggi” Celetuk Chaesun sambil terkekeh

Heechul hyung terus bertahan dengan sikapnya sendiri. Ia seperti terus menyembunyikan perasaannya.  Tapi dia tidak bisa menyembunyikan sorot matanya ketika dia melihat Yeosin. Terlalu jelas.

Ia terus menghindari Yeosin tapi matanya tidak pernah melepas sosok gadis itu.”

>>deson<<

_November 2007_

“Ya~ panggil aku cinderella.” Ucap Heechul galak. Yeosin hanya melongo melihat kelaukan Heechul. Mana ada pria yang ingin dipanggil cinderella kecuali Heechul.

Yeosin mengembungkan pipinya. Mungkin karena kesal melihat Syuting Marry U yang tidak kunjung berakhir.

Ia menyaksikan sendiri jalannya syuting. Bahkan ia hampir saja diminta untuk menjadi modelnya tapi ia menolak. Ia lebih senang melihat Ryeowook syuting. Sampai-sampai matanya terarah ke sebuah gambar yang di tangkap kamera. Ia melihat Heechul membuat Lovesign.

Bukan padanya tentu saja, pada kamera. Namun Yeosin merasa dadanya bergetar. Aku bisa melihat semburan merah keluar dari wajahnya.

Aku tau gadis itu masih menyukai Heechul. Sangat. Seberapa besar ia berharap melupakan Heechul ia tetap tidak pernah berhenti menatap Heechul.

“Aku rasa gadis itu menyukaimu?” Yeosin sedang membaca majalah mendengar ucapan Hankyung. Ia tidak menoleh namun tetap menajamkan telinga.

Ryeowook sedang mengambil selfcameranya dan yang lain mengantri.

“Hah? Sebegitu tampankah diriku sampai gadis kecil itu menyukaiku.” Aku tertegun mendengar ucapan Heechul, “ya, aku memang sangat tampan bahkan lebih cantik darinya.”

“Ya~ kau ini narsis sekali.”

“Aku serius aku hanya mau menikah dengan wanita yang paling cantik.”

Aku bisa melihat tangan yeosin yang begetar. Ia meremas majalah itu. matanya tidak fokus dan hampir menangis.

Saat itu juga aku ingin berteriak, Hyung kenapa kau menyakiti dia lagi? tidak kah kau menyadari dia sangat menyukainmu?

>>deson<<

_Februari 2008_

Aku menatap Heechul yang tampak berantakan. Ia mencoret kertas dihadapannya lalu meremasnya kemudian membuangnya begitu saja.

Aku melihat isi Cywordnya berisi pusis sakit hati.

Dia sakit hati? Kenapa??

Kupikir mungkin karena dia memang menyukai hal yang melankolis.

Tapi setelah itu tau kenapa dia menjadi murung. Yeosin mulai dekat dengan Junsu.

Dimanapun ada Yeosin disitu pasti ada Junsu. Mereka terlihat sangat dekat. Yeosin dengan setia menunggu Junsu latihan dan sebagiannya.

Mereka terlihat sangat santai dan dekat.

Aku tidak berkata apa-apa saat seperti itu. Aku tidak mau menjadi korban amukan Heechul hyung.

Aku tetap membiarkan kisah itu mengalir begitu saja.

“Bodohnya aku, saat aku jatuh cinta aku menyadari bahwa aku sudah terlanjur tua.” Ucapnya sambil menerawang.

“Kita tidak ada kamus tua atau muda dalam cinta, hyung begitupun denganmu.”

“Tapi aku terlihat sangat bodoh sekarang. Cinta bertepuk sebelah tangan. Menyedihkan.”

“Mereka belum menikah Hyung masih ada kesempatan untukmu?”

“Tidak. Aku tidak akan merebut kekasih siapapun.”

“Dia menyukaimu, Bukan Kim Junsu.”

Heechul hyung tidak mendengarkanku, ia malah menutup telinganya dengan earphone.

>>deson<<

“Kau sering terlihat bersama dengan Junsu.” Ucapku saat aku dan Yeosin bertemu secara kebetulan.

Ia memamerkan deretan gigi putihnya, “Iya aku dan dia mempunyai urusan yang sangat penting.” Ucapnya santai.

Kami bercerita seperti biasa. Aku menceritakan sub grup baru kami SuperJunior M yang akan debut dan menuai banyak kotrofersi. Dia menanggapinya dengan serius dan memberikan beberapa semangat.

Aku benar-benar tidak percaya dia sangat dewasa bahkan sebelum ia lulus sekolah menengah atas.

Mata Yeosin kemudian tertarik ke sebuah arah. Aku tau itu pasti Heechul hyung. Yaps aku benar. Aku bisa melihat dari mata Yeosin, Heechul hyung sedang berjalan berdua dengan Jessica.

“Kenapa kau membawa tas besar?” tanya ku mengalihkan perhatiannya.

Dia melihat tasnya yang besar lalu tersenyum, “aku akan pergi latihan dengan Junsu Oppa.”

“Latihan??? Bukannya kau sudah tidak menjadi treinee lagi???”

Dia menggangguk, “Aku latihan bukan untuk menjadi penyanyi tapi untuk menjadi sesuatu yang berharga.”

“Apa itu?” tanyaku penasaran.”

“Suatu saat akan kuberitahu.” Aku tau dia pasti ingin melakukan sesuatu untuk Heechul Hyung sayangnya aku tidak tau apa itu.

“Apapun itu lakukan dengan sepenuh hatimu. Jangan sungkan untuk bercerita padaku.” Aku menepuk bahunya perlahan.

“Ne Oppa Gomawo~.”

>>deson<<

_Juni 2008_

Aku melihat Ryeowook murung setelah mendapat telepon dari seseorang.

Hangeng sebagai leader menghampirinya. Saat itu kami sedang berada di China untuk promosi Album Super Junior M.

“Yeosin, gege…” Ucap Ryeowook saat ditanya kenapa.

“Kenapa dengan Yeosin?”

“Dia menangis.”

“Bukankah katamu dia itu cengeng. Wajar jika dia menangis.” Ucap Hangeng.

“Bukan karena itu tapi karena dia gagal dalam pemilihan Miss Korea.”

Aku dan Hangeng mengerutkan kening, “Miss Korea???”

“Yeosin bercerita padaku. Dia ingin Heechul hyung melihatnya sebagai seorang wanita bukan sebagai gadis ingusan. Dia ingin menjadi seseorang yang lebih cantik dari Heechul Hyung, dia ingin lebih cantik dari gadis manapun. Dia ingin menjadi Miss Univers.”

Aku dan Hangeng memandang Ryeowook tidak percaya.

“Aissshhh… Kim Heechul Babo… sudah tau gadis itu menyukainya dia tetap saja mempertahankan egonya.” Gumam Hangeng yang terdengar olehku.

Jadi cerita ini bukan seutuhnya lagi milikku. Cerita ini sudah menjadi konsumsi publik member Super Junior. Bahkan Hangeng pun merasakan yang sama.

“Jadi itu mengapa dia sering terlihat bersama dengan Junsu?” celetuk Siwon.

Kami semua menoleh.

“Ibunya Junsu kan mantan Miss Korea. Mungkin Yeosin meminta ibunya Junsu mengajarinya.”

Hah…. itukah arti ucapan Yeosin, “Aku latihan bukan untuk menjadi penyanyi tapi untuk menjadi sesuatu yang berharga” sesuatu yang lebih indah untuk Heechul.

“Kau katakan padanya agar dia berhenti menangis dan ikut audisi tahun depan.” Ucap Kyuhyun datar.

“Hyung Babo… mana mungkin bisa ikutan pemilihan dua kali.” Celetuk Henri.

Aku menghembuskan nafas panjang. Mereka berdua sangat hebat. Bisa membuat kepanikan antar negara. Korea dan China.

Aku salut.

>>deson<<

_September 2008_

Aku tidak tau darimana beritanya tapi berita itu membuatku syok. Heechul hyung berpacaran dengan seorang yang lebih tua darinya. Ini gila.

Saat ada seorang yang tulus mencintainya dia menyia-nyiakan begitu saja dan sekarang. Sepertinya kisah ini harus dibuatkan sebuah novel yang panjang.

Kisah cinta seorang Kim Heechul.

Kurasa akan laris di pasaran.

Aku penasaran lalu menghubungi Yeosin.

“Yeosin-ah, gwenchana-yo???” tanya ku khawatir.

“Aku baik-baik saja, aku malah lebih bahagia.”

Dia berbohong. Bagaimana bisa dia berkata-kata bahwa dia baik baik saja jika suaranya parau. Bodoh.

“Oppa aku akan pergi.” Ucapnya lagi.

“Kemana?”

“New York.”

“Kau ingin menghindari Heechul hyung. Kau menyerah begitu saja? Kau bilang akan berusaha sebisamu tapi mana buktinya??” ucapku penuh emosi.

“Aku tidak menghindarinya Oppa. Dia mempunyai kekasih itu bukan masalahku.” Dia mengambil jeda untuk bernafas, “Aku akan mewujudkan mimpiku Oppa. Aku tidak akan menunjukan wajahku sebelum aku meraih cita-citaku.”

Aku tidak mengerti, “Kau?”

“Pemenang Miss Korea telah mengikuti ajang Miss Word, jadi aku sebagai runner Up di minta untuk menjadi finalis Miss Univers.”

Aku mendengarnya tidak percaya.

“Aku tau Oppa, ambisiku terlalu kekanakan, tapi aku percaya Tuhan akan memberikan yang terbaik untukku.”

“Ku yakin kau akan pergi?”

“Aku percaya padamu, Oppa. Jaga Hatiku. Selamat tinggal.” Dia menutup teleponnya.

>>deson<<

Aku tidak pernah mendengar kabar apapun dari Yeosin. Ia mengubah nomor ponselnya. Ryeowook dan Junsu pun tidak tau keadaan Yeosin.

Ia seperti hilang ditelan bumi. Jika bukan karena melihat Heechul hyung aku pasti sudah melupakannya. Heechul hyung selalu mengingatkanku pada dia.

Tidak lama setelah kepergian Yeosin. Heechul putus dengan pacarnya. Aku tidak tau alasannya tapi dia begitu depresi.

“Kau tidak menasehatinya lagi?” tanya Chaesun


“Untuk apa? Aku sudah cape… aku membiarkan dia berjalan dengan sendirinya sendiri. Biarkan dia menadapat hidayahnya sendiri.”

Aku pernah memergoki dia sedang memandang foto Yeosin beberapa kali. Tapi dia berkilah dan tidak mengakuinya.

Dia selalu sering melamun dan menatap langit.

Dia pasti merindukan gadis itu dan gadis itu juga pasti sedang tersiksa dengan perasaannya itu.

Apa gadis itu tau jika Heechul hyung sudah putus dengan pacarnya.

>>deson<<

_Maret 2009_

Aku dan Heechul hyung sedang sarapan dilantai sebelas ketika ia melihat Ryeowook bermuram durja.

Tangannya memengang sendok namun tak pernah sampai ke mulutnya. Matanya memandang ke luar jendela tidak fokus. Selama beberapa menit Ryeowook seperti itu hingga ia menjatuhkan sendoknya dan lalu pergi kedapur.

Ryeowook terus bolak-balik. Ia uring-uringan tidak jelas. Mulutnya menggumamkan sesuatu yang tidak jelas.

“Wookie-ah kau kenapa?” akhirnya Heechul hyung memberanian diri untuk bertanya.

Ryeowook menadang Heechul hyung sejenak, ia menghembuskan nafasnya, “dia menangis Hyung.”

“Siapa?”

“Yeosin.”

Heechul mendecak, “Ya~ kukira ada apa. Dia itu kan cengeng wajar saja jika dia menangis.” Ucap Heechul santai. Aku bisa melihat binar bahagia di wajah Heechul saat Ryeowook mengucap kata Yeosin.

Ryeowook menghampiri Heechul, “dia adik sabahatku Hyung. Itu artinya dia adikku. Dia menangis dan aku tidak ada disisinya.”

Heechul menatap Ryeowook tidak mengerti. Aku ingin mengetok kepala Heechul dengan sendok.

“Hyung sadarlah jika hanya kau di matanya. Tiga tahun yang lalu hingga sekarang hanya ada kau. Tidak akan pernah ada yang lain. Sekarang dia menangis. Dia takkan pernah kembali lagi.”

“Aku tidak mengerti.”

“Hyung apa kau tidak tau selama ini dia terus menjagamu. Dia yang menunggumu saat kau kecelakaan. Ia mengirimu pesan-pesan singkat. Membawakanmu bunga. Dia yang selalu mengingatkanku untuk memberimu makan.”

“Dia berusaha untuk menjadi yang terbaik. Ia berusaha agar kau melihatnya. Dia ingin menjadi wanita yang tercantik agar kau melihat padanya. Dia berusaha keras untuk mendapatkan gelar Miss Univers dan sekarang dia gagal.”

“Dia berkerja keras belajar Bahasa Inggris dengan Kibum dan Belajar bahasa mandarin dengan Hangeng Hyung. Sekolah dipagi hari dan pergi les kepribadian bersama ibu Junsu dimalam hari. Itu semua untukmu tapi kau sama sekali tidak perduli. Kau malah mengaggapnya tidak pernah ada.”

Ryeowook menghapus air matanya, “aku mendukung apapun yang dia lakukan. hanya bisa medukungnya, tidak bisa mengapus air matanya.”

Aku baru mendengar Ryeowook mengucapakan kata-kata sebanyak itu. Biasanya ia cenderung pendiam.

Heechul menatap mata Ryeowook lekat-lekat. Ia mencari sesuatu dimata Ryeowook. Kejujuran.

“Berika aku nomor ponselnya.”

Ryeowoook dan aku memandang Heechul hyung tidak percaya. Ryeowook kemudian mengambil ponselnya di kamarnya lalu menyerahkannya ke Heechul.

Heechul menelepon Yeosin dengan menggunakan ponsel Ryeowook. Ryeowook sendiri yang menyarankan katanya Yeosin tidak akan mengangkat nomor asing.

Oppa…” Aku bisa mendengar nada serak dalam suara Yeosin dengan jelas. Heechul sengaja menekan tombol speaker agar Ryeowook bisa mendengar percakapannya.

“kau menangis?”

Tak ada jawaban dari Yeosin ia pasti mengenal suara Heechul.

Heechul menarik nafasnya berat, “meski kau bukan yang tercantik di dunia ini. kau tetap gadis yang tercantik di hudupku. Sudah jangan menangis lagi kasihan New York jika banjir gara-gara air matamu.”

Tidak ada jawaban kemudian Yeosin mencibir, “Kau di bayar berapa untuk menghiburku?” ucap Yeosin ketus.

“Ya~ kau ini gadis menyebalkan. Pantas saja kau tidak menang sikapmu sungguh menyebalkan.”

“cih, sudah kuduga sikap manismu itu hanya kedok Ryeowook oppa semata.” Heechul masih bisa mendengar suara serak Yeosin gadis itu masih menangis.

“Aku serius. Bagaimana kalau kita pergi berdua ke Lotteworld setelah kau pulang dari New York.”

Aku tidak akan pulang Oppa… aku harus tinggal disini selama satu tahun setelah kontrakku selesai aku baru pulang.”

“Ya~ selama itukah? Kau tega meninggalakanku sendiri?”

Hah? Memangnya kenapa?” tanya Yeosin polos

“Kau tidak merindukanku?”

Yeosin terdiam.

“Kenapa diam?”

“Karena aku tidak mempunyai alasan apapun. Aku hanya itik buruk rupa yang berharap menjadi angsa.”

Heechul terkekeh, “Pikirkanlah alasanmu dengan baik. Aku akan menunggu jawabanmu. Hatiku selalu menunggu. Hatiku selalu berharap. Wahai kekasihku, cepatlah kembali. Aku merindukanmu.”

Yeosin terdiam.

“Kami akan mulai sibuk dengan album ke 3 kami. Jadi jangan buat Ryeowook uring-uringan lagi, arra~”

Tidak ada jawaban lagi. Namun kami bisa mendengar suara deru nafas Yeosin yang tersendat.

“Kamshahaeyo, sudah mau menyukaiku badboy ini.” ucap Heechul hyung sebelum menutup sambungan teleponnya.

“Hyung…?”

Heechul menatap Ryeowook, “Berikan aku satu kesempatan untuk menyukainya.”

“Berikan aku satu kesempatan untuk menyukainya??? Bukankah dari awal Heechul Oppa sudah menyukai Yeosin?” tanya Chaesun


“Sudah kubilang sebelumnya jika dia masih mementingkan egonya.”


“Lalu kapan kisah ini berakhir?”


“Kisah ini tidak akan pernah berakhir. Selamanya akan menjadi kisah terindah dalam hidupku. Yang selalu mengingatkanku bahwa jarak yang kita buat tidak seberapa jika dibandingkan dengan ego yang kita punya.”

>>deson<<

_April 2010_

Heechul memandang gadis dihadapannya. Ia bahkan tidak akan mengenali gadis itu jika ia tidak merindukan senyumnya. Senyum tulusnya yang selalu membuatnya bertahan.

“Kenapa kau mengajakku kesini?” ucap Yeosin saat memandang Lotteword. Bukankah tempat itu sangat ramai. Bagaimana jika Heechul di temukan oleh fansnya.

“Untuk mengajakmu berkencan, bodoh.” Heechul menarik tangan Yeosin

Yeosin mengerutkan keningnya, “Memangnya kapan kita jadian.”

“Bukankah kau menyukaiku dan aku juga menyukaimu. Berarti kita sepasang kekasih, bukan?”

Yeosin mengibaskan tangannya, “Aku bahkan tidak tau jika kau menyukaiku dan kapan kau menyatakan perasaanmu padaku.”

Heechul terkekeh, “Aku menyatakan perasaanku padamu empat tahun yang lalu saat aku memberikan Lovesign padamu dan aku selalu menyatakan cintaku padamu setiap kau melihat MV itu.”

Wajah Yeosin memerah, ia tetap tidak mau mengalah, “tapi kau tidak mengatakannya langsung.”

“Aku juga mengatakan di telepon tahun lalu. Kau tidak ingat?”

Yeosin menggeleng.

“Sudahlah jangan menggungkit masa lalu lagi. karena aku adalah masa depanmu.” Heechul menggendeng tangan Yeosin memasuki Lotteword.

>>deson<<

Sosokmu yang begitu indah dimataku membuatku tidak bisa berpaling kemanapun, sejauh apapun aku pergi pada akhirnya aku selalu menemukanmu di ujung jalanku. Aku hanya ingin menjadi yang terbaik yang dipilihkan Tuhan untukmu-Han Yeosin


Terkadang kita seperti orang bodoh saat berhadapan dengan cinta, bukan karena kita bodoh tapi karena kita tidak cukup pintar untuk mengungkapkannya, tidak cukup cakap untuk menyadarinya.-Kim Heechul

Fin???? Of Course NOT

Hanya Tuhan yang bisa mengakhiri cerita ini. kkkkk bahasa gw

akhirnya selesai juga kisah awal ini… Donghae Side… Yups cz menaren Yeosin n Heechul berantem gara2 cerita yang mereka omongin berbeda.

Heechul bilang klo Yeosin yg pertama kali suka. Yeosin bilang Heechul yang ngejar-ngejar sampe amrik… Yups akhirnya Donghaelah yang terpilih *tepuk tangan.

ya ya ya ya …Picnya aneh… bukan aneh itu kami para pencipta Han Yeosin n Shim Chaesun… nanti juga bakal ada SunSeaSion bagaimana kisah awal SUN dan SEA saling jatuh cinta…

yang jelas gak bakal bikin menguras energi n emosi kyk begini wkwkwkwkwkkkkkkk

leave comment please

_deson_

Leave a comment

20 Comments

  1. Ya~ ikan mas Donghae it klo manggil Chaesun it Sun~ bukan Sunni..
    ntar ketuker ma nama Sanni onn klo gitu..
    Kenapa Chaesun dsitu super duper manja???
    merinding sendiri gw bacanya

    Kata”nya keren..
    Dalam banget tuh..
    Ampe dalamnya lautan pun tak sebanding #Abaikan

    Ya…ya…ya…ya…
    Yeosin gadis paling cantik dmata Heechul #bikinDesonSeneng

    Gw jealous T_T
    Masa Yeosin dket banget ma c ikan mas Donghae *Noel”TanahSambilNangisDiPojokan
    Ga rela…

    Jadi u bikin c ikan ngejar” Chaesun gitu??
    ampe ditolak berkali” tapi ga nyerah..
    Salut ma abang ikan \(^.^)/

    WHAT???
    apaan it note yg u tulis..
    gw lagi ga moood nulis..
    it butuh proses lama bikinnya..

    Udah ceh jual aja ceritanya..
    katanya kisah SinChul laku dipasaran klo djual..
    ntar bagi” komisinya $_$

    Finally,,
    gw suka kisah SinChul..
    Bisa aja u ngepasin ceritanya ma kejadiaan yg Heechul alami..
    Gw tau it hasil nyangkul u di mbah google tadi siang kan??
    Kekekeee
    Udah ah..
    komen gw udah super junior eh super panjang ding..
    capek ngetiknya..

    Bubye ^^

    Like

    Reply
    • panjang bgt chinguu
      iyaa i’m sorry
      hehehee.. slh pendeskripsian yah…
      gw mau bikin bawel tp malah manja mian ^^

      emang Heechul bilang YEosin yg paling cantik???
      gw g nyadar klo gw nulis begitu…

      inikan Donghae Side… makanya keliatan klo Donghae deket ma Yeosin…
      tadinya mau Ryeowook side tp ntar malah g nyambung sama cerita kita…

      lah bkannya u bilang klo Chaesun itu preman trus gara2 donge jd insyaf
      bearti donge g berhenti bwt bkin u insyaf dong

      eitzzz..
      gw dah bikin u jg hrus bikin #maksa

      g sanggup deh Chingu abis nulis ini gw langsung sakit…
      gw lupa makan

      ini ceritanya gk pas… taunnya kelewatan…

      thanx

      Like

      Reply
      • Chaesun preman??
        kapan gw bilang gitu =_=”
        gw og ga inget..

        jangan jd pemaksa..
        Lama” u kayak Heechul ntar..

        Lagi badmood
        ga bisa nulis..
        Mau ngelanjutin nangis dulu ah😛
        Bubye

        Owh iah jangan lupa makan lagi ^^

        Like

        Reply
        • Ehmmm… dirimu ituuu….
          emang Heechul it pemaksa ya????

          nangis aja ampe air mata u kering
          gak bosen apa nangis mulu…
          yg kayak gitu g usah ditangisin
          tapi di hadapi smoga pas tes lisan cuma u yg bisa

          Chaesun yg gw kenal kan pinter walaupun dosennya jarang masuk
          Chaesun kan cerdas bisa mengerti bahasa dosen yg abstrak
          masa kalah sama orang yg begitu….

          Chaesun yg gw kenal….
          Chaesun yang baweeeeeeeeelllllllll, tp gak bisa mendeskripsikan gimana suasana hatinya

          Hwaiting Chingu-ya
          saranghae :33

          Like

        • Hiks..hiks..hiks…
          jadi terharu…
          seperti it kah aku di mata u??

          Aku juga ga pengen nangis lagi..
          ga ngerti deh gw kenapa gw jadi keran bocor gini..
          padahal kemarin” ga..
          Keseringan maen ma c ikan jadi nular neh..

          btw fyi gw ga jdi kjogja.
          Sendirian d bogor dunx, u kan pergi k jawa T.T

          Like

        • gak juga c…. kkkkkkk
          u tau kan gw orangnya sangat lebayyyy…
          wkwkwkkkkkkk

          bagus deh klo udh berhenti nangis…
          skrg giliran gw yg g berhenti k WC (?)

          huum td kt Mr. Andri Ahn jg g jadi…
          jangan merindukanku ya wkwkwkkkkkk

          Like

  2. Jadi ini kisah perjalanan cinta Kim Heechul & Han Yeosin. Ternyata panjang dan berliku yaaa.. Salut deh sama perjuangannya Yeosin tuk jadi yeoja ideal buat chul.. Jadi resminya thn 2010 toh.. Suka sama kata2 intronya..😀 neng, beneran deh kalo ni dibuat novel pasti banyak yg minat buat baca.. Diriku aja sekali baca langsung ketagihan buat baca next storynya,, kkk XDD

    Like

    Reply
    • mereka c bilang jadiannya bulan maret 2009, sebelum album sory2
      gak tau yg mana yg bener…

      gaksangup klo d bikin novel…
      segini aja bikin bikin aku jatuh sakit apalagi klo d panjangin lagi…

      Like

      Reply
  3. akhirnya lu inget juga tanggal resminya..
    #sujudsyukur.

    dijadiin novel keren tuh kayaknya,
    novel yang tak berujung..
    kekekeke^^

    salut gue sama lu,
    pintar meletakkan situasi dan itu semua pas,
    nggak salah cita-cita lu pengen jadi penulis,
    tapi kok malah nyasar di akuntansi?
    #plaak!
    #abaikan…

    good job saeng~…^^

    Like

    Reply
    • gak sangup bikin novel unn…
      segini aja udh bikin aku sakit

      itu ada yg salah
      banyak…
      tahunya terlalu mepet

      Like

      Reply
      • chaaanycha

         /  May 24, 2011

        menurut gue nggak kok,
        timing nya pas,
        banget malah!!

        emang yang nggak pas dimananya??

        Like

        Reply
  4. Wah…serasa menelusuri perjalanan yg tak kunjung usai..
    seru bgt Teh…
    Kata2nya selalu aja keren..
    Sebegitu menginspirasi nya kah seorang Kim Heechul????
    Kenapa dari banyak member Teteh memilih Heechul Oppa???

    Like

    Reply
    • emang g da akhirnya…
      g tau harus diakhir kayak gimana #plaaak

      Iya… dia sumber inspirasi saya ^////^

      Hmmm kenapa ya???
      karena dia yg paling mencolok… karena dia yg mudah di hapal… karena dia yang mudah dikenali…
      klo g da dia g rame,
      menurut teteh dulu, semua member suju mukanya sama semua, kecual Heechul
      heheheeee ^///^

      Like

      Reply
  5. vanny

     /  May 23, 2011

    brarti tgl jadiannya april 2010 toch?? ^^
    baca ini brasa nonton film..
    awal ketemuan ampe mereka jadian diselingi dengan bumbu2(?) hehehe

    Heechul menarik nafasnya berat, “meski kau bukan yang tercantik di dunia ini. kau tetap gadis yang tercantik di hudupku.” ==> saiah suka kata2 ini..berari heechul mmengagumi kecantikan orang lain #tiba2 inget world idol yg hee ngomong ama kaca# hehehe

    Like

    Reply
    • mereka bilang jadiannya Maret 2009
      gak tau tuh mana yang bener kkkkkk
      aq pikir ceritanya kayak sinetron lebay banget kkkk

      itu tipu muslihat mungkin, biar Yeosinnya gak nangis terus #plaaak

      Like

      Reply
  6. vanny

     /  May 24, 2011

    terlalu bagus untuk jadi sinetron kekekeke
    bisa jadi seh, secara kuping dia dah sakit kali ya denger yeosin nangis hehehehehe

    Like

    Reply
  7. autumnsnowers

     /  June 22, 2011

    Cerita.y bagus bgt…
    ><

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: