CoffeeMilk: I CRIED BABY

CoffeeMilk 17 I CRIED BABY

Jaena sedang membereskan tugas-tugasnya. Dia benar-benar sibuk karena sebentar lagi akan ada pemilihan Miss Univers dan dia diminta sebagai salah satu pendamping Miss dariKorea.

Harusnya Yeosin yang mendampingi MissKoreananti. Tapi Yeosin menolak. Jaena tau alasan Yeosin menolak pekerjaan ini. itu karena dia ingin…

“Arrrghhhh…”

Jaena menghentikan perkerjaan lalu menoleh pada sumber suara. Jaena bisa melihat Yeosin sedang meringis kesakitan sambil memegangi kaki kanannya yang bengkak

“Jaena-ya… Eottokhe???” lirih Yeosin.

Jaena memandang pergelangan kaki Yeosin, “ddo??? Kenapa dengan kakimu?”

Yeosin menadang Jaena dengan tatapan memelas.

“Yak~ kenapa kakimu?” tanya Jaena galak.

Bukannya menjawab Yeosin malah menangis sambil memegangi kakinya. Jaena semakin bingung dengan sikap Yeosin.

~Fashback~

Yeosin menyesal telah meninggalkan Heechul. Ia harusnya tidak marah pada Heechul. Heechul berhak melakukan apa yang ia mau. Heechul berhak berbicara dengan siapapun dengan wanita maupun pria.

Yeosin menendang apapun yang ada di hadapnnya dengan kesal. Ia mengutuki dirinya bodoh.

“Aishhhh…” Yeosin menendang sebuah kaleng di hadapannya. Hingga kaleng itu mengenai seorang pejalan kaki.

“Yak~”

Yeosin langsung kabur saat orang itu akan memarahinya.

Yeosin menangis sambil berjalan pulang. Ia tidak tau harus berbuat apalagi. Ia ingin menelepon Heechul tapi dia malu. Baru saja ia meninggalkan Heechul, masa ia harus menjilat ludahnya sendiri.

­­Setelah tiba di apa di apartermennya ia kembali sibuk dengan tugasnya yang hilang. Ia terus duduk dihadapan komputer. Pikirannya terbagi dua, antara tugas dan Heechul.

Ia tidak bisa berbuat apa-apa saat Heechul tidak menghubunginya juga. Heechul malah bertwiteran dengan Siwon.

“Arrrghhh…..” Yeosin mendecak kesal.

Ttting ttong…

Yeosin melirik kearah pintu.

“Yeosin-ah… Ini aku…” Suara Hyojoo Eonni terdengar dari interkom, “Aku lupa bawa kunci.”

Yeosin mendecak kesal lalu bangkit dari duduknya. Yeosin hendak saja melangkahkan kakinya dan brukkk…

Ia menginjak roknya sendiri hingga jatuh.

Ttting ttong… Ttting ttong…

Yeosin mendecak kesal saat mendengar panggilan kakakknya itu, “iya ya…”

Yeosin berjalan ke arah pintu sambil tertatih tatih.

Hyojoo melihat jalan Yeosin yang tertatih-tatih, “kenapa kakimu?”

“bukan Urusanmu.” Jawab Yeosin ketus.”

Yeosin bisa mendengar gerutuan Hyojoo tapi ia tidak bisa membalas. Kakinya terasa sakit.

~FlashbackEnd~

>>deson<<

For someone it’s happy saturday, for sombody it’s sad saturday.

Heechul menatap ponselnya dengan tidak semangat, tidak ada jadwal sushow atau acara lainnya. Biasanya ia dan Yeosin menghabiskan waktu berdua dengan dorm atau di apartermen Yeosin. kadang-kadang mereka makan berdua di restoran.

Heechul kembali membuka akun twitternya. Tidak peduli dengan ribuan mention yang masuk. Dia langsung mentweet untuk Siwon.

@siwon407 do you wanna eat together with hyung ^-^

Tidak ada balasan dari siwon.

Heechul menadang kamarnya yang sepi. Ia ingin menghubungi Yeosin tapi gadis itu pasti sedang marah padanya. Percuma ia menghubungi Yeosin gadis itu pasti tidak mau mengangkat panggilannya.

Heechul memutuskan untuk tidur.

Argh Sleep..

Heechul membolak-balikan badannya. Ia tidak bisa menutup matanya barang sekejap saja.

Heechul pun akhirnya mengotak-atik ponselnya. Ia mengirimi pesan ke beberapa member chochoball.

Tidak ada jawaban.

Heechul kemudian bermain dengan Heebum. Sesekali Heebum mengeong. Setelah bosan main Heebum, Heechul kembali merenung. Renungannya terhapus saat ia mendengar suara ponselnya. Heechul memang sengaja membesarkan volume ponselnya agar dimanapun ia bisa mendengar ponselnya berdering.

Senyum cerah mengembang di wajah Heechul. Ia medapat balasan dari Jungmo.

Heechul kemudian mengambil topi dan jaketnya.

>>deson<<

“Kau ini Hyung…” Jungmo menggelengkan kepalanya saat Heechul menceritakan kenapa Yeosin marah.

“Apa salahku.”

“Kau salah besar, Hyung. Tidak ada wanita yang ingin melihat kekasihnya dekat dengan perempuan lain.”

“Tapi dia bilang tidak apa-apa.”

“Itulah perempuan, mulutnya berkata tidak padahal hatinya sangat marah.”

Heechul terdiam sejenak mendengar penjelasan dari Jungmo, “lalu apa yang harus aku lakukan?”

Jungmo berpikir sejenak, “bagaimana jika kita culik dia.”

Heechul menadang Jungmo tidak percaya, “menculik bagaimana?”

“Sudahlah Hyung kita buat Yeosin tidak bisa melawan.”

“Yak~,” Heechul membulatkan matanya tidak terima, “awas jika kau melakukan hal yang aneh-aneh padanya.”

Jungmo terkekeh melihat reaksi Heechul, “Kau marah??”

Heechul terdiam.

>>deson<<

“Kenapa kakimu Yeosin-ah?” tanya Sanni saat melihat kaki Yeosin.

Yeosin menatap Sanni dengan tatapan melas, “aku terkilir Eonni.”

Sanni malam ini menemani Yeosin menginap di apartermen Yeosin. Sanni harus mengerusus beberapa tugas yang menumpuk. Ia juga ingin merancang baju pengantin untuk Yeosin. awalnya Yeosin menolak karena belum tentu orangtuanya merestuinya dengan Heechul dan bisa menikah dengannya tahun ini.

Namun Sanni sudah bersisikukuh ia malah sudah membuat beberapa rancangan baju untuk Yeosin. Ia juga sengaja datang keIndonesiauntuk mencari bahan yang bagus dan melihat rancangan yang bagus.

“Kenapa bisa begitu?”

Yeosin menghela nafas panjang. Ia bingung harus menceritakan dari mana.

~Fashback~

“Typhon.” Pelik Yeosin saat melihat Jungmo di depan pintu apartermennya. Jungmo duduk sambil bersender di pintu.

“Kau dari mana? aku sudah menunggumu selama satujam.” Keluhnya sambil bangki berdiri.

“Kenapa kau tidak menghubungiku dulu. Akukanbisa pulang lebih awal.” Yeosin menghampir pintu ingin membukanya.

Jungmo segera menarik tangan Yeosin lalu membpong tubuh Yeosin yang ringan.

“Yak~ Typhon… apa yang kau lakuakan.” Yeosin meronta sekeras mungkin.

“Tubuhmu ringan sekali padahal Heechul hyung bilang kalau kau berat. berhentilah meronta atau kau ku jatuhkan.” Jungmo membetulkan tubuh Yeosin di pudaknya.

Yeosin menghela nafas panjang, “kau mau apa?”

Yeosin baru terdiam saat ia melihat peugeot silver yang terparkir rapih di basement. Ia tau siapa yang ada didalamsana.

Yeosin mendelik kesal saat Jungmo memasukannya ke dalam bangku belakang. Yeosin bisa melihat Heechul sudah duduk dengan rapi disitu.

Jungmo duduk di belakang kemudi sementara kekasihnya duduk di sampinya.

Yeosin menundukan kepalanya mencoba meredam rasa sakit dikakinya. Ia tidak ingin Heechul khawatir.

“Sepertinya orang yang tidak bisa berceloteh itu tidak bisa menemukan kata-katanya untuk sang kekasih.” Ucap Jungmo pada kekasihnya

Yeosin mengembungkan pipinya sebal.

“Aku ingin pulang.” ucap Yeosin pada Jungmo

“Sudah kubilang dia jika marah akan memakan waktu bertahu-tahun.” Ucap Heechul pada Jungmo lagi.

Yeosin mendelik pada Heechul, mungkin jika ia tidak mengenal Heechul lebih dalam, ia akan sakit hati, “Typhon-ssi., bisakah kau antarkan aku pulang, aku tidak ingin menjadi obat nyamuk diantara kau dan kekesihmu.”

“Sudah ku bilang rencanamu akan gagal. Dia bahkan harus memakai kacamata agar bisa melihat mahluk tampan sepertiku.”

“Kalian berdua itu sama saja. Bicaralah dengan nyaman. Aku juga ingin jalan berdua dengan kekasihku.” Ucap Jungmo dingin.

“Jebal Typhon… aku ingin pulang.” ucap Yeosin menahan air matanya.

“Dia bahkan tidak mempedulikanku.” Lirih Heechul.

Jungmo bisa melihat wajah kecewa Heechul.

Yeosin terus merengek minta pulang meski Jungmo tidak pernah menedengarnya dan selalu mengalihkan pembicaraan. Ia bahkan memancing Heechul untuk ikut berbicara. Namun semuanya sia-sia. Yeosin terus merengek minta pulang, membuat kekeasih Jungmo sakit kepala.

Yeosin tersentak saat melihat tujuan mereka. Hikking.

“Jebal, Jungmo-Oppa~” ucap Yeosin penuh harap.

Jungmo mendelik pada Yeosin. baru kali ini Yeosin memanggilnya dengan sebutan Jungmo-oppa… biasanya gadis itu akan memanggilnya dengan sebutan Typhon-ssi.

Heechul menatap Yeosin tajam, “Sampai sebegitunyakah kau tidak ingin melihatku?”

Yeosin menatap Heechul dengan tatapan tajamnya, “kau tau ucapanmu sangat menyakitkan.”

“Tingkahmu menyebalkan.”

“Berhentilah berfikir aku tidak mencintaimu, Kim Heechul-ssi. Aku sangat mencintaimu, tapi Jebal… aku tidak bisa pergi kesana.” Yeosin menunjuk gung yang terjal dihadapannya.

“lantas kenapa kau tidak mau pergi bersamaku?” Heechul menatapnya dalam

“Karena…” Yeosin menundukan kepalanya, “Baiklah aku pergi. Kau puas?” Yeosin melangkahkan kakinya dnegan kesal. Ia bahkan lupa jika kakinya tengah terkilir.

Yeosin berjalan paling depan. Dia tidak ingin menoleh ke belakang. Ia sangat kesal dengan tingkah Heechul

“Kakimu kenapa?” tanya kekasih Jungmo

Yeosin memandang kakinya, kakinya sekarang sudah bertambah besar dua kaki lipat.

Yeosin tidak menjawab ia malah mendelik kesal sambil terus berjalan. Ia mulai berjalan tertatih tatih. Ia tidak kuat menahan rasa sakitnya lagi.

“Yeosin-ah kakimu kenapa?” tanya Jungmo

Yeosin merasakan tangannya ditarik.

“Naikalah.” Heechul berjongkok dihadapan Yeosin, “Cepat naik sebelum aku berubah pikiran.”

Yeosin memandang punggung Heechul yang kecil.. Jungmo mungkin saja kuat menggendongnya tapi Heechul???

Heechul kesal lalu menari tangan Yeosin. Ia menarik Yeosin ke dekapannya lalu menggendong Yeosin dengangayabride style. Heechul lalu melingkarkan tangan Yeosin ke lehernya.

“Apa kakimu sakit?” tanya Heechul

“Masih bertanya. Sudah tau kakiku sudah seperti gajah.” Gerurtu Yeosin di Yeosin tepat di telinga Heechul.

“Kenapa kau tidak mengatakannya.”

“Kau tidak bertanya.”

“Mereka romantis seperi pengantin baru.” Ucap Jungmo pada kekasihnya, membuat Yeosin menyembunyikan wajahnya di bahu Heechul.

“Mereka pasangan yang lucu.” Ucap kekasih Jungmo.

“Kau harus banyak diet, agar saat kita menikah nanti, aku tidak keberatan menggendongmu.” Ucap Heechul dingin

Yeosin memajukan bibirnya, “Harusnya kau makan yang banyak agar badanmu bisa seperti, Siwon oppa.”

“hanya dalam mimpimu girl.”

>>deson<<

Yeosin sedang duduk di sebuah tempat perisitirahatan sedangkan Jungmo dan Heechul mengobrol dan saling mengambil foto.

Yeosin tidak bisa menikmati pemandangan yang indah, padahal ia ingin sekali mengambil foto dan bermain air gunung.

Jungmo mendekati Yeosin lalu menyerahkan ponselnya pada Yeosin.

Come to play at Jungmo and took a good shot~ There are only pride and photos left… It’s indeed a real man’s shot. It’s ok that not being a real man so please at least for once, a girlfriend please come to me …()

Yeosin terkekeh melihat twitt Heechul.

Yeosin bisa melihat Heechul sedang melihatnya dari kejauhan. Yeosin hanya bisa tersenyum saat melihat wajah Heechul dibalik topi hitamnya.

Heechul kemudian mendekati Yeosin lalu mengulurkan tangannya.

Yeosin menerima uluran tangan Heechul. Heechul lalu memampah Yeosin ke tempat yang tinggi.

Heechul memeluk Yeosin dari belakang, “Indahkan?”

Yeosin mengangguk, “jika kakiku tisak terluka, kita pasti bisa membuat kenangan yang indah.”

“Kenangan indah seperti?”

“Ehmmm… seperti bermain air bersama. berjalan disepanjang jalan sambil berpegangan tangan bersama.”

Heechul bergumam kemudian berkata, “bukankah seperi ini lebih menyenangkan. Kita sangat dekat.” Heechul mengeratkan pelukannya

~FashbackEnd~

“jadi kau pergi ke gunung saat kakimu terkilir.” Ucap Sanni sambil menahan tawa “pabo.”

Tentu saja Yeosin tidak menceritakan bagian gendong mengendong dan peluk memeluk.

“Lalu aku harus bagaimana. Aku tidak bisa kabur.” Yeosin mengunci pintu apartermennya. Mereka hendak mecari makan diluar karena Yeosin malas memasak.

“Tapi kakimu semakin terluka. Semakin parah, mungkin kakimu harus di terapi klo diIndonesiaitu harus di urut.”

“urut??” Yeosin mengerutkan keningnya.

“Eonni hujan.” Yeosin melihat ke langit-langit.

Yeosin pun membuka panyungnya, “ini Eonni harusnya princess yang di payungin.” Yeosin menyerahkan payungnya ke Sanni tapi…

Gedebuk…

Sanni jatuh terperosot.

Yeosin memandang Sanni yang sudah tergeletak dibawah.

“Eonni gwenchana???”

“ponselku-ponselku…” ucap Sanni sambil mencari ponselnya

Yeosin mengerutkan keningnya, “Eonni aku mengkhawatirkanmu kau malah mengkhawatirkan ponselmu.”

“Aku tidak apa-apa tapi ponselku,” sanni memeriksa ponselnya, “tergores.”

Yeosin menahan tawanya, “makanya klau jangan menertawakanku, tuh kan jadi kena tuah kkkkkkk ^^.”

Fin~~~~

Tutupin kepala pake panci *siap2 di lempar batu ma Cha unnii wkwkwkkkkkkkkkkk

makanya uni jgn ngetawain kaki aye, tuh kan jd jatoh…

aslinya ni FF cuma curhatan doang dua lembar,… tp pas liat twitt Heechul jd gatel pengen nambahin hahahhahaaaaaaaaaa

Leave a comment

14 Comments

  1. chaaanycha

     /  June 19, 2011

    i’m the first…^^

    ya~! udah gw bilang jangan masukin insiden gw jatuh…!!
    udah 2 cerita yang di dalamnya gw jatuh mulu…
    >,<

    gara2 tu jatuh pinggang sama tangan gw jadi sakit begini,
    *kenapa sih gw suka jatuh???*

    dilihat dari ceritanya ini galau gara2 tweetan heechul sama siwon semalam deh,
    kekekeke^^,
    eteuk pake acara ngucapin "asalay malaykum…" (untuk yang ke 6 kalinya…)
    hhahahahahahah^^..

    yang jelas pinggang gw sakit sekarang..!!!
    kadir oppa, aku jatuh,,, TT^TT
    #curhat

    Like

    Reply
  2. wonwonwon

     /  June 19, 2011

    Kyaaaa sumpahhh heechul… muah muah :p
    aku udh pernah comment disini belum sih? *lupa

    aigooo aku speechless … masih senyum” sendiri ni *blushing
    gendong”an coba aigoo…
    ahh ini bagus😀 author jjang!😀

    Like

    Reply
  3. Dapat ilham dari twit Heechul smalam ,,,

    Jadi Chaa onn bener” jatuh??
    kasian nian kau onn..

    Like

    Reply
  4. Neng… Neng… Neng….
    Paling bisa deh nyambung-nyambungin antara real lifenya Heenim sama imajinasimu sendiri,, KERENLah…😀
    akhir-akhir niy Heenim sering bgt ngetwit, apalagi pas bahas ttg underwear sama Siwon, beneran yaa itu bikin pengen ketawa. ahahahaMIN…😀

    udah sembuhkah sakit radangnya?…
    trus skrg kakinya yang sakit?… Hadeeeew~ gantian gitu sakitnya…. hwhwhwhw

    Like

    Reply
    • Twitt Heechul itu bikin aku tambah gilaaaa…
      klo dia ngetwit tuh tangan aku gatel…
      otak kiri aku pengen belajar tapi otak kanan pengen bikin FF

      radangnya udh sembuh cuma masih batuk sedikit…
      Ehmm… aku ceroboh sampe jatoh tiga kali… Y.Y

      Like

      Reply
  5. vanny

     /  June 20, 2011

    astaga wi, kapan seh sakit menjauh dari mu nak?? kekeke
    kmrn batuk2 sekarang kaki mu yg sakit?? ckckckck….
    tapi untunglah (?) kakimu sakit sehingga ada FF ini hehehehehe *sadis*

    Like

    Reply
  6. vanny

     /  June 21, 2011

    kekekeke ga tega kok, justru itu ungkapan keprihatinan ku hehehehe..
    setdah..ampe dipijit sama 4 orang?? sembuh ga??
    mau dunk dipijitin juga hehehe..

    Like

    Reply
  7. sweebee

     /  June 29, 2011

    ya ampun Teteh.. baru aja sembuh batuknya eh skrng malah kaki bengkak..*pijit2 kaki Teteh pake minyak nyong2*
    jatuh dmn Teh??

    Ampun deh tuh Abang Chuli ngeselin bgt yak, g ada peka2nya sama skali..
    Tenang Teh, aq akn membalaskn kemarahanmu pdnya *acung2in golok ke bang Ichul*

    Like

    Reply
    • Udh biasa jatoh jd g masalah kkkk
      jatohnya banyak

      jangan pake golok…
      g mempan…. dia kan udah kebal ma golok kkk

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: