Permintaan Hati

-Permintaan Hati-

Seorang pemuda sedang duduk di sebuah cafe. Ia duduk sendiri di bangku kotak kecil dengan tiga bangku yang di biarkan kosong begitu saja. Ia tidak peduli dengan orang-orang yang menginginkan bangku kosong itu untuk diduduki. Malam minggu memang saat teramai cafe tersebut.

Pemuda itu menatap jam di tangannya. Ia mendecak kesal saat tau bahwa dia datang dua jam lebih cepat dari waktu yang di janjikan sebelumnya.

“Setiap pasangan pasti membunya hubungan yang di diikat oleh benang merah yang kasat mata. Dan kini aku melihat benang itu menghubungkan antara kau dan aku.”

Pemuda itu terkekeh saat mendengar rayuan gombal sang casanova di belakangnya. Pria casanova itu sedang menggoda kekasihnya yang terlihat sedang marah.

“Aku memang dekat dengan banyak wanita tapi dihatiku hanya dirimu seorang.”

Pemuda itu menggelengkan kepalanya. Ia tidak habis pikir kenapa makluk yang bernama wanita mudah sekali di terpedaya oleh rayuan seperti itu.

Ia kemudian mengalihkan perhantiannya, ia menatap kertas-kertas kosong di hadapannya. Mungkin ia bisa membunuh waktu dengan membuat animasi yang keren. Ia kemudian mengambil pensilnya kemudian mencoretkannya ke kertas putih itu.

Ia memandang gambarnya yang setengah jadi. Gambar seorang gadis dengan rambut se bahu dengan mata bulat yang indah. Rambutnya yang digerai cocok dengan gaun selutut yang ia pakai.

Byurrr…

Saat ia sedang asik dengan imajinasinya seseorang menguyurnya dari belakang. Ia bisa mencium bau bensin yang ada melumuri tubuhnya. Bau dan lengket. Ia mendorong kursinya lalu menoleh ke belakang.

Amarah sudah memenuhi puncak kepalanya. Ini bukan april mop atau apapun. Jika itu pun teman-temannya, lelucon ini sudah sangat di luar batas wajar.

Amarahnya meluap bergitu saja saat, ia mendapati seorang gadis yang menatapnya penuh kebencian. Gadis itu membuang drijen bensin itu ke sembarang arah lalu mengambil pematik api dengan tangan yang bergetar.

Semua orang di cafe mulai mempehatikan mereka. Pria casanova itu menarik kekeasihnya menjauhi pemuda itu. Mereka mulai menjauh membentuk satu lingkaran dan mulai menontonnya.

“Hey…” Pemuda itu mencoba menghentikan aksi gadis itu, “Ada apa ini?”

Pemuda itu menatap sang gadis lebih dalam. Gadis itu sangat berantakan. Rambut panjangnya di biarkan tergerai tanpa sentuhan sisir. Tanktop sederhana berwara gelap juga kulit pucat yang menghiasi wajah cantiknya. Matanya berkaca-kaca menahan tangis.

“KAMU… KAMU JAHAT…!!!” Seru gadis itu dengan bibir bergetar. Tangannya juga ikutan bergetar tidak lepas dari pematik api yang dia pegang.

Pengunjung cafe membulatkan bibirnya menyerukan huruf ‘o’.

“Tunggu… tunggu… tunggu sebentar…” pemuda itu mencoba menenangkan sang gadis, “kamu siapa? Kamu….”

“AKU ADALAH KAMU…” gadis itu masih dengan suara bergetar, ditambah dengan tetesan air mata yang dari tadi ia tahan, “KITA DULU ADALAH SATU.”

Kebencian yang terlihat dari mata gadis itu sangat jelas. Membuat pemuda itu takut jika gadis itu benar-benar melemparkan pematik apinya dan tidak hanya dia tapi seluruh mengunjung kafe akan meledak.

“Okey… tunggu dulu… tunggu dulu…!” pemuda itu tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh sang gadis. Ia tidak mengenal gadis itu. Tidak pernah, “Coba kau jelaskan, salahku apa?!”

Gadis itu mendecis sesaat, ia menghirup udara sebanyak-banyaknya, “KAMU UDAH NINGGALIN AKU…” gadis itu menyalakan pematiknya apinya yang padam, “KENAPA HEECHUL-Ssi,… KENAPA…??!!”

Pemuda bernama Heechul itu tersentak. Ia tidak mengenal gadis itu tapi gadis itu mengenalnya dan mencoba membunuhnya dengan bensin.

>>deson<<

Seorang pemuda berjalan di lorong sendirian. ‘HATI’nya tertarik saat mendengar suara ribut di ujung lorong. Ia terdiam saat menyaksikan seorang gadis yang sedang di tampar oleh kekasihnya dan gadis itu tidak melawan. Hatinya miris. Pedih.

Gadis itu hanya terdiam melihat barang-barangnya berserakan di lantai. Sementara sang kekasih meninggalkannya begitu saja. Tanpa ada rasa tanggung jawab untuk menolong gadisnya.

Gadis itu menangis memegangi lukanya. Luka yang ada di tubuhnya tidak seberapa dibandingkan dengan luka yang ada dihatinya. Luka yang sama juga menghampiri sang pemuda.

Setelah menimbang-nimbang Pemuda itu akhirnya memberanikan diri untuk mendekati gadis itu lalu membantunya membereskan barang-barang sang gadis yang berceceran. Ia bisa melihat tangan sang gadis yang bergetar serta gemeretuk dari giginya.

“Gak sampai di logika aku…” ucapnya sambil membantu sang gadis. Pemuda itu menatap sang gadis, “kenapa makhluk yang sangat mulia bernama wanita… mau diperlakukan seperti ini?!!”

Gadis itu menatap sang pemuda. Mata bulat gadis itu dengan warna iris berwarna coklat muda asli. Mata polos itu menarik lebih dalam sang pemuda ke dalam kecantikan alami sang gadis. Tubuh tinggi dengan barat yang ideal serta senyum simetris yang seakan-akan seluruh wajahnya tersenyum.

Gadis itu tersenyum, “habis mau bagaimana lagi?!… sudah “SAYANG’…!!!”

“kayak ‘drugs’ ya?!” Pemuda itu membalas senyuman sang gadis, “tapi bukan berarti gak bisa sembuhkan?!”

Pemuda itu menyerahkan barang-barang si gadis, “Aku Kim Heechul.”

Gadis itu tersenyum lalu menyambut uluran tangan Heechul, “Han Yeosin.”

>>deson<<

Heechul bisa mendengar bisikan mencibir dari pengunjung cafe yang lain. Kata-kata tidak mengenakkan mulai ia dengar.

“KAMU DATANG TEPAT DISAAT AKU BUTUH SESEORANG YANG…” gadis itu menatap Heechul dengan tajam, “SESEORANG YANG SEPERTI KAMU.”

Heechul menghela nafasnya. Ia berusaha mengingat apa dia pernah mengenal gadis itu. Ia mencoba untuk menjelajahi setiap inci dari wajah serta tubuh gadis itu. Ia mencoba untuk mengingat kejadian-kejadian yang pernah ia alami. Namun nihil, ia tidak bisa menemukan apa-apa. Ia tidak mengenal gadis itu

“Maafin aku… klo memang aku pernah nyakitin kamu… tapi aku benar-benar tidak mengenal kamu…!”

Mata coklat gadis itu seperti mengeluarkan lidah api, “BOHONG…!”

Ada sedikit kekecewaan dan juga dendam dalam mata itu, sekalipun ia menangis, Heechul bisa tangis itu hanya ungkapan kesedihan yang tiada tara. Heechul mencoba mengingat kembali, apakah dia pernah menyakiti seseorang. Apa dia pernah melakukan suatu kejahatan.

Gadis itu menjulurkan tangannya bersiap-siap untuk melempar pematik apinya, “KAMU UDAH NINGGALIN AKU…!!!”

>>deson<<

Aku hilang tanpamu

Aroma air yang jatuh dari bukit terhempas begitu saja masuk kedalam rongga pernafasan. Diselingi aroma beberapa bunga yang membiarkan dirinya menyentuh air, memberikan wanginya pada air.

“Seharusnya mereka bikin satu kata baru…”

Suara sejernih malaikat itu terdengar di sela suara air yang jatuh. Suara suara manja yang ceria. Suara yang pemiliknya sedang memandang pemuda dihadapannya dengan penuh cinta, tidak. Bukan hanya cinta tapi sesuatu yang melebihi cinta.

.”..Yang bener-bener bisa ngejelasin apa yang aku rasain ini… satu kata diatas kata ‘SAYANG’, diatas kata ’CINTA’… satu kata yang artinya lebih dari yang semua kata yang pernah ada.” Gadis itu memainkan tangannya di air membuat ciptratan-cipatran kecil ke arah air mancur. Sesekali senyumnya mengembang saat ia melihat wajah pemuda dihadapanya.

“Karena kata “CINTA’ nggak cukup mewakili apa yang aku rasain sekarang…!!!” gadis itu menautkan tangannya dengan tangan sang pemuda dihadapannya.

“Terlalu berat untuk manusia biasa…” Heechul melepaskan tangannya lalu memengan tangan Yeosin. Biarlah ia yang memegang tangan Yeosin sendiri, selamanya, seutuhnya. Karena dia ingin menjadi satu-satu yang orang yang bisa mendapingi hidup Yeosin seumur hidupnya, “Untuk bisa mengerti dan menjalani cinta”

“Tapi yang pasti…” Heechul terdiam lalu menatap mata bulat kekasihnya itu. Ia merogoh sakunya kemudian mengeluarkan benda bulat kecil berwana silver, “Pernikahan dengan dengan cinta akan berlangsung selamanya.” Heechul memasangkan cincin emas putih itu ke jari manis Yeosin.

“Karena cinta itu hakiki.” Heechul mencium kening Yeosin dengan lembut.

>>deson<<

“AKU BUKAN APA-APA TANPAMU.” Suara lirih gadis itu menggema di telinga Heechul, “AKU “HILANG” TANPAMU…!!!”

Heechul mengerutkan keningnya, siapa pria yang dimaksud gadis itu. Karena dia tidak pernah bertemu atau melakukan hal-hal yang diceritakan olrh gadis itu. Tidak terbayangkan sedikitpun.

Atau gadis itu adalah gadis stress yang ditinggalkan oleh kekasihnya ketika akan menikah. Kekasihnya meninggal dan dia masih syok, kemudian dia mencari kekasihnya dan mendapati dirinya seperti kekasihnya.

Tapi Heechul tidak melihat anggota rumah sakit jiwa atau sebagainya.

Heechul memfokuskan pikirannya.

“Berikan aku satu alasan.” Heechul menghela nafas lagi, baginya semua ini memang tidak masuk ke logikanya, “Kenapa aku bisa meninggalkan makhluk se’indah’ Kamu…??”

>>deson<<

Yeosin melangkahkan kakinya memasuki kamarnya dengan langkah berat. Ia baru saja pulang dari sebuah pemakaman. Pemakaman yang begitu menyayat hatinya.

Ia melihat Heechul terdiam untuk selamaya. Tidak bicara. Tidak mencegahnya untuk menangis. Ia melihat yang terkasih pergi meninggalkannya untuk selamanya.

Yeosin melihat sebuah surat yang bertuliskan untuknya. Ia tau itu tulisan Heechul. Rasa penasaran bergelayut di hatinya ketika ia mencium bau darah, ia juga melihat bercak darah dimana-mana. Dengan penuh perhatian ia membuka surat itu lalu membacanya dengan seksama.

Untuk Han Yeosin
Cahayaku…
Tidak ada satu kata yang bisa aku sampaikan
selain kata ‘MAAF’ dan “TERIMAKASIH’
sudah memberikan arti hidupku yang sempit ini.
… aku harus pergi
Bukan berarti aku meninggalkanmu
tapi hanya terlepas darimu
jika kamu yakin akanku
maka memang inilah cara yang terbaik
untuk dijalankan…

Yeosin menatap kertas yang baru dibacanya. Ia tidak mengerti. Tangannya bergetar saat membaca surat tersebut. Bau darah semakin merasuk kedalam rongga hidungnya.

 Ia menatap surat itu dengan nanar.  Ia menjerit lalu mengacak-acak seluruh kamarnya. Ia membuang semua buku-bukunya. Ia membating semua foto-fotonya bersama Heechul.

>>deson<<

“Aku baik-baik saja.” Ucap Heechul saat mendengar penjelasan gadis itu, “aku tidak kenapa-kenapa… apa maksud kamu sebenarnya.”

Gadis itu masih memegang pematik apinya dengan tangan bergetar, “JIKA AKU BISA KEMBALI KE MASA LALU….!!! AKU AKAN BUNUH KAMU… SEBELUM AKU BERTEMU DENGAN KAMU… DAN TERNYATA ‘PERMINTAAN’ AKU DIKABULKAN…!!!”

Heechul tercekat mendengar ucapan gadis dihadapannya, “Jadi kamu datang dari masa depan hanya untuk membunuhku??!!”

“KAMU GAK TAU BETAPA TERSIKSANYA AKU TANPA KAMU.”

Heechul menghela nafas lagi, “maafkan aku atas semua kesalahan yang belum aku perbuat. Aku tidak ingin mengin menyakiti siapapun.”

Gadis itu menggelengkan kepalanya.

“TIDAAAAAAKK~~~”

>>deson<<

“Hyung… hyung…” seseorang menggoyangkan tubuh Heechul.

Heechul mengerjapkan matanya mencoba menyesuaikan matanya dengan cahaya disekitarnya.

“Hyung… hyung…”

“Jungmo-ya…” ucap Heechul saat berhasil membuka matanya.

“Sudah berapa lama kau tertidur disini?” tanya Geunseok

“Lihat kau bahkan membuat pulau pribadi.” Kekeh Hongki sambil menunjuk ke kertas-kertasnya.

Heechul mengambil kertas-kertasnya yang penuh dengan ‘Pulau-Pulau’ pribadinya. Ia lalu menyuruh teman-temannya untuk duduk di bangku yang sudah di persiapkan.

“Mana kue-nya? Sebentar lagi jam dua belas malam bukan?” tanya Hongki.

“Sebentar aku ambilkan.” Ucap Jungmo kemudian mengambil kue ulang tahun untuk Heechul.

“Sepertinya kita butuh bangku tambahan.” Ucap Jia yang baru datang.

Heechul menoleh saat melihat Jia dengan gaun merah selututnya namun bukan itu yang menarik matanya tapi seorang yang di belakangnya yang sangat menarik perhatiannya.

Gadis dengan gaun hijau selutut dengan tali satu. Rambut panjangnya di gerai dan di biarkan bergelombang membingkai wajahnya yang bulat. Bibirnya yang di poles dengan lipgloss peace memberikan kesan seksi tersendiri. Matanya yang coklat menyadarkan sesuatu pada Heechul, mata yang pernah ia temui sebelumnya dan entah dimana.

“Tidak apa-apakan jika aku mengajak temanku, ikut pesta.” Tanya Jia.

“Tentu saja tidak apa-apa kan Hyung, lagi pula kau kan perempuan sendirian.” Ucap Jungmo mengeluarkan wajah playboy-nya

“Annyeonghaeso, Choneun, Han Yeosin Imnida, bangapsumida.” Gadis itu membungkuk sembilan puluh derajat.

“Han Yeosin?” gumam Heechul perlahan

Heechul mencoba menatap gadis itu dengan lekat. Ia seperti telah melihat gadis itu sebelumnya. Matanya, hidungnya, bibirnya, senyumnya, suaranya.

“Apakah kalian tau bahwa kita pernah bertemu dengan jodoh kita di dalam bawah sadar kita, namun saat terbangun kita akan melupakannya. Maka saat kita melihatnya untuk pertama kali, otak kita berpikir bahwa kita pernah melihatnya sebelumnya.” Heechul menoleh ke belakangnya mendengar suara pria casanova itu sekali lagi.

“Mungkin itukah alasannya mengapa ada Love at first sight?” tanya kekasihnya.

“Iya beberapa orang sudah membuktikannya dan itu adalah cinta sejati.”

Heechul melirik sekilas ke arah Yeosin dan tanpa di sengaja mata mereka bertemu. Semburat merah diwajah Yeosin membuat Heechul semakin tertarik untuk mengenal jauh gadis itu.

“Hyung… Hyung… sudah jam dua belas… ayo tiup lilinnya…” ucap Hongki seperti anak kecil.

Mereka kemudian menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Heechul menatap kue cokltat bertuliskan 29tahun dengan gambar jjinbang yang lucu.

“Ayo hyung tiup lilinnya.” Seru Geunseok.

Heechul melirik Yeosin sebelum memejamkan mata. Ia berdoa untuk semua hal lalu diselipkan sebuah permintaan hatinya yang paling dalam. Tentang kekasih yang akan mendampinginya seumur hidupnya.

Jika kekasih itu ada maka aku ingin, itu adalah kau Han Yeosin.” Ucap Heechul dalam hati kemudian meniup lilinnya.

Permintaan hati -Letto

Terbuai Aku Hilang
Terjatuh Aku Dalam
Keindahan Penantian
Terucap Keraguan Hati Yang Bimbang
Yang Terhalang
Kepastian Cinta

Aku Hilang
Aku Hilang

Tersabut Kabut Malam
Terbiasnya Harapan
Yang Tersimpan
Secita Bertuah

Terasa Kerinduan Hati Yang Bimbang
Yang Terhempas Kepastian Cinta

Dengarkanlah Permintaan Hati
Yang Teraniaya Sunyi
Dan Berikanlah Arti Pada Hidupku
Yang Terhempas
Yang Terlepas
Pelukkan Mu
Bersamamu
Dan Tanpamu
Aku Hilang Selalu

Fin~~~

Kim Heechul-ssi….

Tidak ada kata yang mengungkan semua yang kau rasa… tak juga dengan diriku… Meski kau tidak akan pernah bisa membaca tulisanku… Meski kau tidak pernah bisa menyadari ribuan tulisan yang ku buat tentang dirimu… Kau akan hidup dengan caramu sendiri

Seperti sebuah kata yang pernah kutulis tahun lalu untukmu dan kata itu masih sama…. “seandainya kita hidup dalam BAHASA yang sama… mungkin akan lebih mudah bagi kita.”

Tiga tahun sudah berlalu, Kim Heechul-ssi…

Tiga tahun aku melewatkan ulang tahunmu begitu saja…

Meski kau jauh disana, tapi jarak bukan suatu penghalang untuk doa yang tulus… aku berharap… kau bisa menemukan belahan hatimu, menemukan cahayamu, dapat berjalan di jalan yang lurus dan dapat berbegangan pada sesautu yang hakiki…

Jika kau tidak menemukannya datanglah padaku, Insya Allah aku akan membantu…

Tetap sehat Kim Heechul-ssi…

Tetaplah menjadi idolaku…

your fans deson

Previous Post
Leave a comment

11 Comments

  1. wahhhh dalem banget teh
    aku kira itu beneran ternyata cuma mimpi toh…..
    wahhh bang ichul dapet nightmire pas bangun liat malaikat …….malaikat kematiannya
    hehhehehehe *peace teh becanda
    aku fikir bakal lanjutan dari cofee milk ternyata bukan…..
    yg lanjutan cofee milk kapan d’publish ge teh?????

    mau ngucapin disini sekalian aja buat bang ichul bias dari teh DeSon
    Saengil chukkahamnida oppa
    moga sehat selalu, disayang keluarga n disayang semua elf’s n cepet dapet jodoh *geje
    Amien….

    Like

    Reply
  2. wahhhh dalem banget teh
    aku kira itu beneran ternyata cuma mimpi toh…..
    wahhh bang ichul dapet nightmare pas bangun liat malaikat …….malaikat kematiannya
    hehhehehehe *peace teh becanda
    aku fikir bakal lanjutan dari cofee milk ternyata bukan…..
    yg lanjutan cofee milk kapan d’publish ge teh?????

    mau ngucapin disini sekalian aja buat bang ichul bias dari teh DeSon
    Saengil chukkahamnida oppa
    moga sehat selalu, disayang keluarga n disayang semua elf’s n cepet dapet jodoh *geje
    Amien….

    Like

    Reply
    • mwoya???? malaikat kematian??? boleh2 juga wkwkwkkkkkk
      coffeemilk di publish setiap kali sy galau kkkkkk

      ngucapinnya salah harusnya di twitnya dia
      disini mah dia gak bakal baca….

      Like

      Reply
  3. hai, chingu…
    qu panggil apa neh?? onnie pu saeng, qu bru 19th
    #plak gdaygnanya
    buka2 om google, eh dpet blog amu, qu Arieni, slm knal y,
    qu suka tulisan amu serasa nyata, qu reader bru dsni bolehkah sya bca tulisan2 amu ni????????
    yeosin beruntung y bisa ketemu si heenim……..
    #ngiri.com

    Like

    Reply
  4. ige mwoya?????
    hadiah ultah yg sangat beda dari yg lainnya hahahaha…
    cinta pertamaku adalah *'”love at the first sight”
    tapi sayang dia bukan untukku hahaha *malah curcol*

    sama dunk wi, aku jg dah 3 taon ngefans ama heechul ^^

    Like

    Reply
    • Mwoya ige??? *gaya Haha Oppa*
      sebenernya aku mau ngasih bom ke dia tapi kejauhan wkwkwkkkkk tapi takut meledak di jalan …
      gak apa2 yang pertama itu biasanya g enak,,, kkkk
      cinta pertaman itu kenangan… cinta terakhir itu keabadian #plaakkk /deson sok tua/

      Like

      Reply
  5. cinta pertaman itu kenangan… cinta terakhir itu keabadian ==> laik dis…. semoga aja ya hehehe……

    Like

    Reply
  6. sweebee

     /  July 28, 2011

    hmm… daleeeeeem bangeeeet… *emg laut???*
    Keren bngt Teh..
    terharu biru aq baca nih ff..

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: