Because I am a Fool (바보라서) Part 6

Because I am a Fool (바보라서)

Apa itu pengorbanan? Berdiri dengan hati terluka, sementara dia memikirkan gadis lainnya.

Apa itu kesetiaan? Tetap bertahan menunggunya meski dia tidak pernah datang meski hanya untuk sekedar berterimakasih.

Lalu… Apa itu cinta?

>>deson<<

-Prev-

Aku menghela nafas panjang, “apa kau masih menyukai Choi Eunhee??”

Dia terdiam dan terus melihatku.

“Kim Heechul-ssi?”

“Aku menyukainya.”

Aku merasakan dadaku seperti tertusuk pisau. Mengapa rasanya sakit sekali.

Chapter 6

Aku terbangun dan mendapati Heechul sudah tidak ada. Dia menyiapkanku sarapan yang ku yakin bahwa Ryeowooklah yang memasak semua itu.

Aku membereskan rumah. Untuk pertama kalinya aku mengatur sendiri dekorasi rumahku. Perkerjaanku tidak terlalu melelahkan karena Heechul memberikan barang-barang yang canggih. Aku hanya tinggal menekan tombol dan melihat perkerjaan itu selesai dengan sendirinya.

Dua jam kemudian mulai merasa bosan. Aku mengambil ponselku kemudian mengetikan sebuah pesan untuk Heechul.

To: Mr. Kim

Kapan kau pulang?

Sesaat kemudian dia membalas pesanku.

From: Mr. Kim

Aku ada acara diluar kota, mungkin tidak pulang.

Aku mendecak kesal saat membaca pesannya. Mataku menyusuri tiap sudut rumah, Sekarang aku benar-benar sendirian dan kesepian.

Aku teringat ucapannya semalam saat dia bilang dia menyukai Choi Eunhee. Aku tidak tau kenapa, rasanya sangat menyakitkan mendegar dia berkata seperti itu. Mungkin lebih mudah bagi kami untuk tidak selalu bersama.

Aku hendak menaruh ponselku ketika ponsel itu kembali berdering.

From: Mr. Kim

Kau bosan? Pergilah dengan teman-temanmu. Ajaklah mereka ke rumah untuk menemanimu selagi aku pergi.

Aku berbinar saat melihat pesan singkat itu. Kenapa aku tidak pergi keluar. Mungkin itu bisa meringankan bebanku sejenak.

Aku kemudian mengetikan sebuah pesan untuk Jaena.

>>deson<<

“Kau gila…” ucap Jaena saat aku bercerita padanya jika aku sudah menikah dengan Heechul, “apa kau tidak mementingkan karirmu, hah? Bagaimana jika kebohonganmu tercium oleh netizen?”

Kami berdua sedang berada di sebuah cafe yang lumayan cukup sepi. Kami memang sering menghabiskan waktu bersama di cafe ini. Terlebih aku suka dengan design minimalis dan bergaya natural yang di tawarkan cafe ini.

Aku mengedikan bahuku, “Aku tau, tapi aku tidak suka melihat tampang sedih nenek.”

“kau merusak citramu, dan jika nenek Kim Heechul itu tau maka kau akan dianggap merusak kepercayaannya.”

Aku menatap Jaena, “itu tidak akan terjadi jika kau membocorkan hal ini.” Aku menusukan pisau ke steak yang ada dihadapanku lalu memakannya.

Jaena membuang wajahnya

“Aku tau ini konyol, Jaena-ya… tapi aku benar-benar tidak bisa menolak.”

Jaena menatapku, “kau benar-benar sudah gila. Kau masih mencintainya padahal dia memanfaatkanmu.”

Aku memiringkan kepalaku, “cinta? Memanfaatkanku?”

“Kau tidak hanya menyukainya sebagai idola, tapi kau mencintainya. aigooo Yeosin-ah kau tidak menyadari jika kau mencintainya tapi kau mau menikah dengannya.”

Aku menatap mata bulat Jaena, benarkah aku mencintainya?

“Aku menyukainya, tapi itu dulu. Dia membuatku ilfeel.”

Jaena menatapku keheranan, “Apa aku sudah bercerita jika Junsu memintamu untuk mengatur konsep untuk album JYJ?”

Aku membulatkan mataku.

“Ya seperti yang kau dengar. Junsu memintamu untuk membuatan konsep untuk album JYJ.”

“Aku? Kenapa aku. Aku tidak tau menahu soal begituan.”

“Sebaikanya kau katakan hal itu pada Junsu.”

Aku menatap strawbery float di hadapanku. Apa Junsu ingin membuat fans-nya kabur karena aku menghancurkan albumnya.

“Yeosin-ah, pernahkan aku mengatakan ini?”

Aku mendongkak menatap Jaena yang mulai serius.

“Jangan hanya terfokus pada satu orang saja. Masih banyak orang yang mencintaimu.”

>>deson<<

Aku terperangah saat melihat tumpukan berkas yang di perlihatkan Junsu padaku. Kertas-kertas tua yang berdebu. Didalamnya juga terdapat foto-foto Junsu dan diriku, juga ada fotoku saat mengikuti kegiatan Miss Korea.

“Lihat!” Junsu menunjukan sebuah walkie talkie padaku.

Aku tersenyum saat mengingat walkie talkie tersebut.

“Kau masih ingat kita dulu menggunakan ini saat kau berlatih kepribadian bersama ibuku. Aku membocorkan semua jawabanya padamu.” Ucap Junsu sambil terkekeh, “mungkin itu salah satu alasan kau tidak menjadi pemenang Miss Korea.”

Aku menggembungkan pipi saat mendengar ucapan Junsu, “kau jahat sekali.”

“Tapi mau kau memang atau kalah, kau tetap yang paling cantik.” Ucapan Junsu membuat pipiku memerah.

“Tapi tetap saja aku orang gagal.”

Junsu mengambil sebuah kotak kardus yang besar lalu membukanya perlahan. Aku bisa melihat debu yang berterbangan dari dalam kotak itu.

“Ini kotak kenanganku, aku selalu menyimpan benda yang bisa memngingatkanku pada kenangan. Lihat isinya banyak tentangmu dan Dong Bang Shin Ki.”

Aku mengambil album foto, foto dimana Super Junior dan Dong Bang Shin Ki masih bersama. Aku bisa melihat Heechul dimana-mana.

“Dua puluh dua orang lalu menjadi tiga. Rasanya sepi sekali.” Lirih Junsu.

“Jangan bersedih, sekarang part menyanyimu lebih banyak bukan.” Godaku membuat senyum Junsu mengembang.

“Yeosin-ah… apa kau mencintai Heechul Hyung?”

Aku menatapnya heran.

“Apakah dia sangat berarti bagimu?”

Aku tersenyum lalu membuang wajahku, “kau tau alasan aku menjadi Miss Korea. Itu karena dia. Aku ingin dia melihatku dan sekarang dia melihatku dan aku bahagia.”

Aku menatap Junsu, meski pada kenyataannya sekarang aku menyesal. Dia tidak pernah melihatku sebagai Han Yeosin tetapi melihatku sebagai Choi Eunhee.

“Jika aku mengenalmu lebih dahulu sebelum kau mengenal dia.”

“ne??”

“Anhi…” Junsu berkilah lalu mengambil beberapa kertas, “aku punya beberapa lagu, menurutmu mana yang cocok untuk aku bawakan di pembukan konser nanti. Aku juga punya beberapa aransemen lagu.”

Junsu menyerahkan beberapa lalu yang membuatku pusing karena isinya berupa not balok yang tidak kumengerti sama sekali.

>>deson<<

Aku menatap duduk sambil menunggu nenek Lee selesai di periksa. Nenek menyuruhku untuk menemaninya berobat.

Aku melihat nenek dan Eommonim keluar dari ruang periksa. Aku segera menghampiri mereka berdua.

“Bagaimana keadaan nenek?” tanyaku pada Eommonim.

“Kau disuruh menghadap dokter. Pergilah.” Jawab Eommonim tanpa memandangku.

Aku menatap nenek dan Eommonim tidak mengerti.

“Pergilah temui dokter Jang dulu.” Nenek menepuk pundakku.

Aku menggangguk kemudian msuk kedalam ruang periksa. Disana Dokter Jang sudah menungguku.

“Masuklah Nyonya Kim.” Ada sesuah pusaran di perutku saat dokter itu memanggilku dengan sebutan nyonya Kim. Karena selama ini hanya Heechul yang memanggilku demikian.

“Kondsi nyonya Lee, sangat parah. Jantungnya melemah. Bahkan menurut ibu mertua anda dia tidak ingin meminum obatnya.”

Aku tertegun saat mendengar penjelasan dari dokter.

“Aku sering mendengar cerita nenek Lee. Dia sangat menyayangi anda, meski anda bukan cucu menantu pertamanya tapi selama saya menjadi dokter pribadinya di tidak pernah menceritakan hal ini pada saya. Dia sangat menyanyangi anda.”

Dokter Jang mengambil sebuah map berisi halsil ronsenan nenek.

“Tubuhnya melemah, meski dia sekarang terlihat lebih ceria. Jika begini terus dia bisa masuk rumah sakit lagi.”

“Baiklah Dok, aku akan berusaha membujuk nenek.” Aku mengambil hasil pemeriksaan nenek.

“Satu hal lagi. Jangan membuat dia kecewa.”

Aku memandang dokter Jang sesaat, “akan kuusahakan.” Aku membungkuk sembilan puluh derajat sebelum pergi.

>>deson<<

“Nenek cepatlah minum obat.” Aku gemas melihat nenek yang sedari tadi menganggurkan obatnya.

“Aku sudah bosan minum obat terus menurus.” Ucap nenek sambil mengipas-ngipasi tubuhnya seperti anak usia lima tahun.

Aku pernah membaca sebuah buku yanng katanya saat kita tua nanti, kita akan kembali ke masa kanak-kanak. Dimana kita bertingkah seperti anak usia dini yang senang di manja dan perhatikan.

Aku memutar otakku, “baiklah jika nenek tidak mau. Padahal jika nenek mau minum obat aku akan membaku buah semangka dengan nenek.”

Nenek menatapku dengan tatapan penuh harap.

“Bukankah sangat menyenangkan makan semangka saat awal musim panas seperti ini?” ucapku sambil melangkah keluar kamar nenek.

“Yeosin-ah…”

Aku tersenyum penuh kemenangan.

“Ne,…” Aku menyembulkan kepalaku ke kamar nenek.

“Apa kau tidak punya es krim?”

“Ne? Es Krim?”

Aku harus menyusuri jalan setapak kangwon-do yang panas hanya untuk mencari es krim. Aku menyerah saat menghampiri kedai es krim yang ternyata sudah habis semua. Padahal sekarang baru awal musim panas.

Setelah berjalan sekirat 4 km akhirnya aku mendapatkan es krim. Aku langsung pulang ke rumah. Nenek tampak bahagia saat melihat eskrim yang kubawa meski es itu hampir mencair.

“Kau menyukai es krim?” tanya nenek saat kami makan es krim di beranda.

“Sangat menyukainya.” Jawabku antusias, “dulu aku sering makan eskrim bersama Ryeowook oppa.”

“Iya sekarang kau bisa makan es krim bersamaku.” Ucap nenek tenang.

“Ne, asalakan Halmeoni makan obat dengan teratur.”

Kami terdiam.

“Kau tau Yeosin-ah, Heechul adalah cucu yang paling aku khawatirkan. Dia berbeda dengan cucu-cucuku yang lain. Dia sangat penyendiri. Aku sangat lega saat tau kau bersanding dengannya. Aku bisa dengan tenang melepasnya. Meski pernikahan kalian karena kecelakaan.”

Aku menatap nenek yang sedang menatap langit luas. Apa yang terjadi jika nenek tau hal yang sebenarnya.

>>deson<<

“Eommonim biar aku bantu.” Aku menggulung lengan bajuku untuk membantu Eomonim di dapur.

Rumah sekarang sedang ramai. Para saudara dari keluarga Heechul akan datang dan berkumpul. Mereka melakukan kegiatan bulanan yanitu berkumpul dirumah saudara untuk mengeratkan tali silahturahmi.

“Tidak usah.” Ucap Eommonim tanpa melihatku.

“Tidak apa-apa, aku ingin membantu Eommonim.”

Eommonim menaruh buah yang dicucinya lalu menatapku tajam, “kau boleh menjadi anggota keluarga ini karena Eomma tapi jangan berharap kau bisa menyentuh dapurku.”

Tatapan dingin Eommonim menusuk jantungku. Aku tidak tau apakah aku salah berucap atau bertingkah tapi satu yang pasti Eommonim tidak menyukaiku.

Aku mengalah kemudian memilih menemani nenek mengobrol. Meski aku sangat penasaran kenapa Eommonim bisa marah padaku.

Satu persatu sauda-saudara Heechul berdatangan. Sebagaian dari mereka sudah pernah kutemui di pesta pernikahan namun sebagaiannya lagi aku tidak tau.

Aku menyapa mereka sambil menyajikan air. Mereka tersenyum ramah padaku. Aku bisa mendengar sayup sayup pembicaraan mereka dari ruang keluarga.

“Inikah istri Kim Heechul?” tanya seorang nenek

“Iya dia seorang, Miss Korea dan Model.” Ucap yang lainnya

“Tapi kenapa pesta pernikahannya tertutup dan sangat cepat?”

“Ku dengar itu karena mempelai wanitanya sudah hamil duluan.”

“Ommona~ gadis sekarang. Cantik tapi tidak bermoral.”

Aku tertegun mendengar ucapan saudara Heechul. Hatiku terasa sangat perih.

“Apa Ibu Heechul tidak malu mempunyai menantu seperti itu?”

“Ku dengar dia sangat tidak setuju dengan pernikahan ini. Tapi dia tidak bisa menolak, akan lebih memalukan lagi jika gadis itu melahirkan tanpa seorang suami. Mengingat dia juga sebagai model.”

Aku memandang Eommonim yang masih ada didapur. Itukah alasan Eommonim membenciku. Aku telah mencoreng nama baik keluarga ini.

“Aku harap dia tidak memanfaatkan kepopularitasan Heechul untuk karirnya sebagai model.”

Tiba-tiba saja air mataku jatuh. Aku tidak kuat lagi mendengar isi pembicaraan itu. Aku melangkah ke dapur lalu menyimpan nampan yang kubawa.

Eommonim menatapku sekilas.

“Mianhae…” lirihku pada Eommonim kemudian pergi kekamar nenek.

Aku menghapus air mataku sebelum masuk ke kamar nenek. Setidaknya bersama nenek bisa menahanku untuk menangis.

>>deson<<

Aku memandang nenek yang sudah tidur dengan nyaman. Dengkuran halusnya terdengar memebuhi ruangan. Aku yang sengaja meminta agar tidur dengan nenek. Karena dengan nenek aku bisa melupakan rasa sedihku. Kerena hanya nenek yang mau menerimaku di keluarga ini.

Kreekkkk…

Aku memjamkan mataku. Derap langkah seseorang menghampiriku.

“Kau sudah tidur?” aku bisa mendengar suara Heechul ditelingaku.

Aku membuka mataku dan melihat dia duduk di sampingku.

“Ayo kita pindah. Kasihan nenek kesempitan.”

Heechul berdiri lalu menggedongku dengan bridge style. Aku mengulurkan tanganku kelehernya. Aku bisa mencium parfumnya yang kas.

“Heejin Nuna bilang, kau takut tidur sendirian.” Ucapnya pelan.

Dia membawaku keluar kamar ia menutup pintu kamar nenek dengan kakinya.

“Aku hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri.” Kilahku

“Kau menangis?” Heechul menaikkan gendongannya, “kau tidak bisa menyembunyikannya dariku. Kenapa kau menangis.”

Aku menyandarkan kepalaku ke dadanya saat ia menaiki tangga, “karena… karena… aku sedih.”

“Princess, kenapa kau bersedih?” Heechul membuka pintu kamarnya, “kau bertemu dengan banyak kerabatku, apa mereka menyakitimu.”

Heechul menurunkanku di pinggir tempat tidur kemudian dia duduk di sampingku.

“Mereka mengingatkanku pada keluargaku.” Aku tidak berani menatap wajahnya.

“Kau merindukan ayah ibumu?”

“Aku juga merindukan Hyojoo Eonni dan Hyoshin.”

Heechul menatapku lekat memaksaku untuk melihat matanya juga, “nanti kita akan berkunjung ke rumah orang tuamu.”

Aku menggangguk.

Heechul menyuruhku untuk ke tengah kasur. Ia lalu menarik selimut. Aku menghentikan tangannya ketika dia ingin menyelimutiku.

“Kim Heechul-ssi,…” dia menoleh, “Aku tidak bisa meneruskan kebohongan ini.”

Aku bisa melihat bola matanya membesar.

“Mereka akan menyadari bahwa aku tidak hamil, karena perutku tidak juga membesar. Mereka akan curiga.”

Heechul mendekatkan dirinya padaku, “ku mohon Yeosin-ah… jangan lakukan itu. Kau taukan kondisi nenek sekarang sangat lemah.”

“Tapi itu akan menyakiti nenekmu jika dia tau kita membohonginya.”

Heechul menggenggam tanganku erat, “Ku mohon Yeosin-ah… kita bisa pergi keluar negri dan kau pura-pura melahirkan disana, lalu kita bisa mengadopsi seorang anak.”

Aku tercekat mendengar perkataan Heechul, “Tidak Kim Heechul-ssi, sesuatu yang di mulai dengan kebohongan tidak akan bertahan lama.”

“Aku tau, aku mohon demi nenekku.”

TBC      

pendekya??? mianhae…

aku mau ngadain kuis nih… bagi penjawab pertama dan jawabannya benar… aku kasih ff spesial.. bisa reques sesuka hati (pairing, genre cerita, ide cerita juga boleh)

pertanyaannya adalah: dalam FF deson berapa kali Yeosin ma Heechul nikah (yg ad d blog ini loh) #pertanyaan gapen kkkkkk

sebutin sm Judulnya yah kkk di tunggu jawabannya ya

_deson_

Previous Post
Leave a comment

22 Comments

  1. Kim Nara

     /  July 15, 2011

    eonni annyeong😀
    stay jejak dlu, mw baca dulu🙂

    Like

    Reply
  2. kya…………… *triak dulu*
    ada uri junsu kekekekeke… *bogoshippo* hehehe
    brarti yeosin menantu yg tak diinginkan ya?? kasian
    gara2 ichul yeosin dicuekin mertua hahaha *getok ichul* hehe

    wahhh ada kuis toh..
    brapa kali nikah?? sepertinya 2 kali. bener ga???

    Like

    Reply
    • Yupz junsu mulai ngeksis lg haha
      Iya ichul jahat bgt kkk
      Wah salah onn mereka nikahnya berkali-kali hihi
      Coba inget2 lg

      Like

      Reply
  3. setelah ngubek2 blog, aku cuma nemu 4 kali..
    dah bener ato masih salah ya???

    Like

    Reply
  4. Ohhh heechul ngajarin boong terus yaaa *kick
    ayo yeosin lawan kebohongan (?)

    aigoo otak saya mendadak mampet… gabisa ingat brapa kali abang cantik nikah di blog ini -.-v
    aigoo otak saya mendadak mampet… gabisa ingat brapa kali abang cantik nikah di blog ini -.-v

    Like

    Reply
  5. vanny

     /  July 18, 2011

    judulnya interlude, doushite, opportunity of love en becouve i am fool hehehe

    Like

    Reply
    • Yupss bener 4 buah kkkkk… \^o^/
      tapi di Oppotunity kami hanya tunangan… satu lagi di Post me a heart massage kkkk
      sesuai janji aku aku bikin FF…
      maunya ff yg genre apa, pairingnya siapa?

      Like

      Reply
  6. emmy

     /  July 20, 2011

    hallo slm kenal sy reader bru sy suka nich sma crita yeosin dan heechul dari yang sbelum sekuelnya tp maaf bru coment skrg,lanjutan nya dtunggu lho,jng lama2 dong makasiih

    Like

    Reply
  7. vanny

     /  July 21, 2011

    wah……. dah pulang ya??
    gimana perjalanannya?? hehe

    waahhhhhh (lagi) aku menang toh
    hehehehehe….. senangnya….
    makasi ya Wi *chu en hug*
    slain horor, its fine with me hehe
    pairing ama siapa ya?? maunya seh ama junsu kekekeke. boleh ga??

    Like

    Reply
    • perjalanan yang sangat menyiksa lahir dan batin kkkkk
      Junsu??? Kim Junsu okeh…
      nama korea kakak apa???
      tapi aku g bisa bikin secapatnya… aku sekarang lagi badmood hhhhh

      Like

      Reply
  8. vanny

     /  July 21, 2011

    heemmm…tau bgt tuh gimana rasanya
    aku jg pernah naik bis jakarta – semarang…nyiksa to the max hehe

    nama koreaku Choi Eun Ri
    seep..kapan2 aja bisa
    tunggu mood kamu ok dulu hehe

    Like

    Reply
  9. rinaaays

     /  July 21, 2011

    uwoooooo aa’ ichul tukang bohong *kick !!!

    coffeemilk nya kok balum ada lagi oenn ?

    Like

    Reply
  10. kimbyen

     /  July 24, 2011

    kok disini ak gad komen, prasaan ak komen dah.. Mngkn g kekirim.. Komen ah.,. Thor buat heechul suka sm yeosin, kasian yeosin brtepuk sbelah tgn,. Jgn smpe cerai y thor

    Like

    Reply
  11. sweebee

     /  July 28, 2011

    Gmn kalo kebohonganx djadikn knyataan??? *kedip2*
    Jd Teteh sama bang Ichul buat anak beneran..*sarap*
    Dg bgitu.. smua aman..kekeke..

    Like

    Reply
  12. sagittaliez

     /  May 18, 2013

    part ini nyeseekk bgt masa😦
    mudah”an pernikahannya gak cepet berakhir

    Like

    Reply
  13. Huuaa ga nyangka ama renca hee chul yg di luar dugaan…

    Semkin menarikk..

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: