Because I am a Fool (바보라서) part 8

Because I am a Fool (바보라서)

Apa itu pengorbanan? Berdiri dengan hati terluka, sementara dia memikirkan gadis lainnya.

Apa itu kesetiaan? Tetap bertahan menunggunya meski dia tidak pernah datang meski hanya untuk sekedar berterimakasih.

Lalu… Apa itu cinta?

>>deson<<

-Prev-

“Karena bayi itu kan kau menikah dengan Heechul? Sekarang bayi itu sudah tidak ada lagi. Apa kau masih mempertahankan pernikahan kalian??”

Aku merasakan sebuah sensasi yang aneh dalam perutku. Aku seperti ingin memuntakan semua makanan yang ada diperutku. Aku sudah lelah dengan semua ini.

“Bercerailah dengan anakkku.”

Aku merasa duniaku menjadi putih kembali.

Chapter 8

Musim panas hampir berakhir tanpa aku sadari. Aku sempat koma dan menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa minggu. Gips yang menempel di kaki dan tanganku sudah dilepas secara permanen. Luka di beberapa bagian tubuhku juga sudah mengering.

Tapi aku masih terlihat lemah. Mungkin aku terlihat seperti orang depresi, aku tidak mau berbicara dengan siapapun kecuali dengan Appa dan Eomma-ku saja. Bahkan jika dengan Eomma aku hanya bisa menangis.

Mereka mengira karena aku kehilangan bayiku tapi bukan itu justru karena aku takut menghadapi Eommonim. Aku masih ingat dengan jelas perkataannya yang menyuruhku pergi dari kehidupan anaknya.

Ada sebagian dari diriku yang tidak rela mendengar perkataan itu. Aku ingin marah tapi aku tidak bisa, aku hanya bisa menangis menyesali diriku yang bodoh.

“Kau sudah siap?” Heechul membawa koper berisi pakaianku

Aku meliriknya sekilas lalu membuang wajahku ke jendela.

“Kau masih betah disini?” ia duduk disampingku, “padahal dokter sudah mengijinkanmu pulang dari minggu kemarin.”

Heechul mengambil tanganku lalu menciuminya, “kau masih marah karena aku bilang kau kehilangan bayimu?”

Aku masih terdiam.

“Kau mengeluarkan banyak darah saat terjatuh, kaki bahkan tangan kananmu retak. Kepalamu mengeluarkan banyak darah. Aku khawatir padamu, aku takut sesuatu terjadi padamu. Dokter Jang tau kau tidak hamil, dia sendiri yang mengatakan kau keguguran. Dia bilang agar nenek tidak terlalu syok. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, pikiranku terlalu kalut. Aku pun tidak sanggup melihat kau kesakitan saat di meja operasi.”

Heechul menarik daguku agar aku melihatnya.

“Aku tidak ingin melihat kau bersedih, tersenyumlah, Yeosin-ah.”

Aku melihat mata hitam Heechul. Aku menyukai mata itu. Aku menyukainya saat dia hanya memandangku. Aku tidak tau berapa waktu yang tersisa lagi untukku bisa melihat mata itu secara bebas.

Aku menarik bibirku membentuk satu lengkungan yang hambar,

Heechul mengacak-acak rambutku, “Ayo Eomma sudah menunggu kita dirumah.”

Rumah?? Aku menatapnya tidak percaya.

>>deson<<

Aku menatap rumah itu sekali lagi. Rumah itu seperti zombie yang akan melahapku. Aku tidak ingin masuk kedalam. TIDAK.

Heechul menggandeng tanganku masuk kedalam rumah. Abeoji dan Heejin Eonni menyambut kami. Aku bisa melihat Eomma hadir tapi tidak memberikan ekspresi apapun.

“Beristrahatlah dulu, sepertinya istrimu kelelahan.” Ucap Abeoji sambil menepuk bahu Heechul.

Heechul mengajakku ke lantai atas, ke kamarnya.

“Tidurlah dulu, saat makan malam nanti aku akan membangunkamu.” Heechul membaringkanku di kasurnya. Heechul mengecup keningku sebelum dia pergi. Aku bisa melihat punggungnya menghilang di balik pintu.

Aku takut kehilangan dia.

Aku tidak bisa memejamkan mataku walau satu detikpun. Aku takut mimpi buruk menghantuiku. Aku takut saat aku tertidur aku tidak dapat melihat wajahnya. Aku hanya termenung sambil memandang foto kami dihari pernikahan dimana kami sama-sama memakai hangbok.

Sesuatu yang dimulai dengan kebohongan tidak akan berlangsung lama

Aku tau kalimat itu. Kalimat yang selalu aku gunakan untuk Heechul. Tapi aku menyesal, karena aku tidak ingin semua ini berakhir.

Karena sekarang aku tau aku mencintainya. Sangat mencintainya.

>>deson<<

Heechul kembali saat makan malam tiba. Dia kaget saat melihat ku sedang menotatap foto kami berdua dengan tatapan kosong.

Dia mendekatiku lalu duduk di sebelahku, “Kau ingin makan di bawah atau disini?” tanya Heechul lembut.

Aku tidak menjawab hingga membuat Heechul kesal dan pergi meninggalkanku.

Heechul datang membawakan sepiring nasi untukku. Dia menyuapi dengan sabar. Meski aku hanya bungkam dan makan dengan diam dan tetap menatap lurus ke depan.

Heechul menaruh piring di meja. Ia lalu mengelap bibirku dengan tisu, “Ada apa denganmu? Kenapa kau menjadi pemurung seperti ini? Mana Yeosin yang ceroboh tapi ceria? Apa kepalamu terbentur?”

Aku menatapnya tajam dan dingin. Dia tersenyum manis. Aku miris melihat senyumnya, senyumnya membuatku sadar jika aku harus melepasnya. Aku mendorongnya hingga tersungkur.

“Aku tidak terbentur Kim Heechul-ssi.” Ucapku dingin

“Jika kau tidak terbentur kenapa kau hanya diam dan diam. Apa kau sudah berubah menjadi patung, hah?”

Aku terdiam.

See… kau diam lagi.”

Aku kesal padanya aku bangkit dari kasur. Aku mengambil koperku lalu memasukan barang-barangku ke koper.

“Kau mau kemana?” Heechul meraih tanganku untuk menghentikan kegiatanku.

“Aku ingin pergi jauh darimu.” Ucapku dingin

Heechul menarikku mendekati tubuhnya.

“Aku ingin pergi, Kim Heechul-ssi. Aku ingin menikmati kesendirianku, aku ingin menikamati lukaku sendiri… aku…”

Heechul menutup ucapanku dengan bibirnya. Ia mencium ku dalam, aku mencoba meronta tapi kekuatannya terlalu besar.

Aku bisa merasakan air mataku menetes.

Kenapa aku menyukaimu Kim Heechul-ssi… kenapa kaua tidak membiarkan aku pergi…

Aku memejamkan mataku membiarkan dia menjamah mulutku. Ia bermain dengah lidah dan ludahku. Setelah puas dia melepaskan ciumannya lalu menatapku. Aku mencoba mengatur nafasku yang berantakan.

“Tetaplah disampingku, Aku juga ingin merasakan kesendiranmu, merasakan lukamu, aku ingin merasakan apa yang kau rasakan.” Ucapnya sambil membelai wajahku, “apa kau mengijinkanku?”

Aku menatap matanya sesaat lalu mengecup bibirnya. membiarkan bibir kami menempel untuk beberapa saat. Aku berharap bahwa waktu akan berhenti saat itu, aku ingin kami seperti itu selamanya. Hanya menyentuh tanpa bisa saling memilki lagi.

Tapi waktu tidak berpihak padaku. Waktu terus berjalan dan setelah merasa sudah mendapat ijin dariku Heechul semakin gesit. Ia menjamah setiap inci dari tubuhku. Membuatku bergelinjang geli.

Dia membawaku ke tempat tidur dan kami pun mulai terlarut dalam permainan kami.

>>deson<<

Aku terbangun dan langsung merasakan pusing. Tubuhku masih polos dibawah selimut. Well, tidak bisa disebut polos lagi karena sekarang sudah banyak tanda merah dimana-mana. Sudah banyak bekas Heechul diseluruh tubuhku.

Aku melihat bajuku dan Heechul yang berantakan sudah tidak berserakan. Aku juga melihat sarapanku sudah tersedia di meja.

Aku menarik selimutku lalu membawanya kekamar mandi. Selesai mandi aku sarapan, tidak bisa disebut sarapan juga sebenarnya karena aku makan jam 3 sore. Aku tidak tau kenapa aku bisa tidur selama itu. Mungkin karena Heechul membuatku terlalu lelah.

Aku membawa piring kotor ke dapur. Seperti biasa Eommonim mengacukhanku, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Aku takut Eommonim semakin marah padaku.

Aku menghabiskan sebagian waktuku dengan mengantar nenek ke dokter atau sekedar mengobrol dengan Abeoji. Tidak ada yang dapat aku kerjakan dirumah ini, karena segala sesuatu sudah di kerjakan Eommonim. Membuatku merasa risih dan tidak berguna.

Karena sering bersama dengan Abeoji aku menjadi lebih dekat dengan beliau, bahkan aku di ijinkan untuk melihat koleksi perangkonya. Tak kusangka Abeoji mempunyai hobi yang unik.

Sementara nenek, ia tidak terlalu manja lagi padaku. Terkadang beliau menceritakan masa kecil Heechul padaku, betapa pintar dan menggemaskannya dia dulu.

Aku tau waktuku dirumah ini semakin sedikit, sampai nenek meninggal atau sampai Eommonim mengusirku. Dan itu bukan pilihan, aku hanya menunggu waktu.

>>deson<<

Aku sedang merapikan kamar saat Heechul datang. Dia langsung datang dan mengecup keningku. Aku tidak menyangka bahwa aku akan merindukannya. Satu bulan dia meninggalkanku. Meski setiap detik aku mendapat telepon darinya.

“Aku membawa tamu untukmu.” Ucapnya tepat ditelingaku

“Siapa?”

“Lihatlah sendiri, aku mau mandi dulu.” Heechul mencium kepalaku sebelum pergi ke kamar mandi.

Setelah selesai membereskan kamar aku pergi keruang tengah untuk melihat tamu yang datang. Aku terkejut saat melihat Choi Eunhee sedang mengobrol hangat dengan Eommonim.

“Yeosin-ah…” sapa Eunhee saat melihatku

Aku membungkuk hormat padanya, “lama tidak berjumpa denganmu.”

Eunhee tersenyum, “Bagaimana keadaanmu? Aku turut bersedih mengenai bayimu.”

Aku meneguk ludahku sendiri. Bayi.

“Hampir waktunya makan malam, kau maukan membantuku memasak?” ucap Eommonim pada Eunhee.

Aku mengerutkan keningku, Eommonim mengajak Eunhee ke dapurnya, sementara aku dilarang menyentuhnya sama sekali. Aku iri pada gadis itu, dia bisa berbicara akrab dengan Eommonim bahkan Eommonim mengajaknya memasak bersama.

Aku hanya menjadi penonton setia saat melihat keakraban mereka di dapur. Aku bahkan sering melihat Eommonim tersenyum. Mereka membicarakan sesuatu yang tidak ku mengerti. Aku hanya bisa menyimpulkan bahwa mereka sudah saling mengenal satu sama sebelumnya.

“Cobalah ini Eunhee sendiri yang membuatnya.” Eommonim mempromosikan masakan Eunhee pada Heechul.

“jinjja-yo~” Heechul kemudian mengambil sumpitnya, “wa~~ mashita.”

Aku hanya bisa menahan getir saat Heechul berkata itu.

“Menurutku jauh lebih enak teh buatan Yeosin.” Ucap nenek sambil menatap tajam Eommonim, “Kakiku sakit aku ingin makan di kamar.”

Piring dan sumpit nenek bahkan masih bersih. Ia belum menyentuh makanan Eunhee sedikitpun. Seakan tidak punya beban Nenek melangkahkan kakinya menuju kamarnya.

“Hmm… Aku juga harus ada perkerjaan yang harus ku selesaikan.” Abeoji ikut meninggalkan meja makan.

Aku melihat Abeoji meninggalkan kami menuju ruang kerjanya. Aku mengedarkan pandanganku. Canggung. Aku bisa merasakan tatapan dingin Eommonim mengarah padaku.

“Sayang sekali padahal makanannya enak.” Heechul menyuapkan kembali makanan itu ke mulutnya, “Kau juga harus makan yang banyak Nyonya Kim. Ayo… Aaaa…” Heechul mencoba menyuapkan makanan itu ke mulutku.

“Makanlah kau harus banyak makan.” Ucapnya lembut

Aku membuka mulutku, membiarkan makanan itu masuk kedalam muluku. Entah kenapa makanan itu terasa pahit dimulutku.

>>deson<<

Aku mendapati diriku sendirian dikamar yang besar itu. Heechul pergi pagi-pagi sekali karena ada urusan perkerjaan, tapi dia berjanji akan pulang saat makan siang.

Aku juga mendapati rumah dalam keadaan sepi. Aku hanya melihat Eommonim sedang duduk diruang tengah.

“Kemarilah.” Ucap Eommonim dingin tanpa melihat ke arahku.

Aku mendekati Eommonim lalu duduk dihadapannya.

“Hanya ada kau dan aku dirumah ini. Tidak ada siapapun.” Ucapnya dingin, “mungkin kau masih setengah sadar saat aku mengatakannya sekarang aku akan mengatakannya lagi padamu.”

Aku mengerutkan keningku. Perutku terasa bergejolak, sepertinya aku akan mendengar sesuatu yang buruk.

“Pergilah dari kehidupan anakku.”

Aku seperti dejavu dengan kata-kata itu. Kata-kata dingin itu bahkan lebih menyakitkan dari pada serangan fans Heechul. Eommonim sama sekali tidak melihat wajahku saat mengatakan hal itu. Tidak. Dia memang tidak pernah melihatku.

“Kau lihat Choi Eunhee? Dialah yang seharusnya menjadi menantuku. Gadis manis, baik dan tidak bengal sepertimu. Bukan gadis yang bisa hamil diluar nikah.”

Bukan gadis yang bisa hamil diluar nikah

Bukan gadis yang bisa hamil diluar nikah

Bukan gadis yang bisa hamil diluar nikah

Untuk pertama kalinya aku bisa melihat mata Eommonim. Mata yang sama yang dimiliki oleh Heechul, mata yang aku sukai. Tapi entah kenapa aku membenci yang satu ini.

“Kau datang dengan mencoreng wajah keluarga kami, membuatku malu dihadapan semua anggota keluarga yang lain. Sekarang bayi yang menjadi alasan pernikahan kalian sudah tidak ada lagi. Pergilah dari rumah ini.”

“Eommonim…” panggilku lirih

“Jangan panggil aku seperti itu aku tidak sudi kau panggil seperti itu.”

Eommonim berdiri dan melewati begitu saja. Ia meninggalkanku sendiri.

Aku menutup mataku untuk menahan air mataku. Terlambat aku bahkan sudah meneteskannya sebelum aku menyadarinya.

>>deson<<

“Kau mau kemana?” tanya Heechul saat melihatku berbenah.

“Aku tidak sanggup lagi.”

“Apa maksudmu?” Heechul menarik tanganku

“Aku sudah tidak sanggup lagi berakting menjadi istrimu, Kim Heechul-ssi” Aku menepis tangannya, “sesuatu yang dimulai dengan kebohongan tidak akan berlangsung lama.”

Heechul kembali menarik tanganku, “Jelaskan apa yang terjadi.”

“Tidak ada yang terjadi. Aku hanya ingin keluar dari hidupmu. Seharusnya kau bersyukur aku pergi dari hidupmu, karena tidak akan ada lagi yang memberimu aib.”

Heechul mengerutkan keningnya.

“Kau tau, aku yang mencoreng nama baik keluargamu. Aku yang menurunkan citra keluargamu dengan menggoda anak laki-lakinya. Aku gadis yang dihamili anak lelakinya sebelum nikah. Aku gadis yang hamil di luar nikah yang menjadi menantu keluarga ini.” Aku mencoba untuk menahan air mataku

“Stop Yeosin-ah… Apa yang ada di kepalamu itu, hah?”

“Yang ada dikepalaku adalah satu kenyataan yang tak pernah terungkap, kenyataan yang tertimbun oleh keegoisan sang cucu untuk melihat neneknya tersenyum.” Ucapku setengah berteriak

“Jadi apa maumu?”

Aku melepaskan kekangan Heechul, “Aku ingin kenyataan itu. Aku ingin permainan ini berakhir.”

“Baiklah jika itu yang kau inginkan. Tunggu disini dan aku akan menjelaskan itu pada mereka. Kau tidak boleh pergi dari rumah ini. Tidak.”

>>deson<<

“Halmoni, Appa, Eomma, Nuna…” aku melihat Heechul yang sedang duduk tengah keluargarnya, “mianhae….”

“Ada apa kenapa kau tiba-tiba meminta maaf?” tanya Eommnim

“Aku telah mencoreng nama kalian dengan ulahku.”

Mereka semua terdiam

“Kami sudah memaafkanmu sejak dulu.” Ucap Halmeoni

“Bukan hanya itu saja, ada satu kebohongan lagi yang ingin aku katakan.” Aku bisa mendengar keraguan dari suara Heechul.

“Apa itu?” tanya Abeoji

“Saat Aku menikah dengan Yeosin. Yeosin tidak sedang mengandung anakku.”

Aku bisa melihat ekspresi kaget mereka. Nenek memegangi dadanya. Aku resah melihat ekspresi wajah nenek.

“Apa maksudmu?” tanya Heejin Eonni, “lalu anak siapa yang dia kandung?”

“Dia tidak hamil. Tidak anak siapapun. Hal itu dia lakukan agar orang tuanya mau menerima lamaranku.”

“Kim Heechul…”

“Mianhae, Appa… Aku tau aku salah. Tapi saat itu aku kalut, kalut saat nenek bilang aku harus menikah. Aku tidak punya apapun kecuali sekandal kecilku bersama Yeosin. Aku hanya ingin melihat nenek tersenyum bahagia.”

Heejin mendekati nenek yang mulai merasakan sesak. Hatiku perih saat melihat kejadian itu.

“Yeosin tidak bersalah, akulah yang memulai semua ini. Aku menyuruhnya untuk menjadi kekasihku agar nenek percaya. Tidak kusangka nenek ingin aku menikah dengannya.”

“Jika kalian berpikir Yeosin mencoreng nama baik keluarga ini. Maka kalian salah karena akulah yang melakukannya. Yeosin hanyalah korban keegoisanku. Aku yang memaksanya untuk masuk kedalam keluarga ini.”

“Aku sungguh keterlaluan Kim Heechul.”

Aku melihat Appa melemparkan tamparannya ke arah Heechul. Aku merasakan sakit yang sama. Aku sudah tidak sanggup lagi. Aku mengambil koperku lalu menyeretnya.

Aku tidak ingin melihat wajahnya untuk terakhir kali karena jika aku melihatnya semakin sulit untuk melepaskannya.

Aku bisa merasakan dia menatapku. Aku tidak peduli. Dia yang memulai permainan ini dan dia yang harus mengakhiri. Dia hanya memberiku dua pilihan dan aku memilih untuk melepasnya.

>>deson<<

Aku membuka mata dan masih merasa janggal dengan semua pagi yang kulewatkan. Aku tidak bisa memandang dia yang masih terlelap di sampingku. Aku masih bisa merasakan parfumnya, detak jantungnya da hembusan nafasnya yang menerpa wajahku.

Aku tak bisa menghilangkan suara lembutnya di telingaku. Rajukan manjanya serta tatapan mata hitamnya.

Sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya olehku. Bahwa aku akan merindukannya.

Tidak. Aku tidak boleh merindukannya sekarang. Dia milik Choi Eunhee.

“Kau sudah bangun?” tanya Jaena yang baru keluar kamar mandi. Sudah beberapa minggu ini aku memang menginap di apartermen Jaena. Aku tidak punya nyali untuk pulang ke rumah atau ke apartermen Hyojoo.

“Iya aku harus mengurus perceraianku dan mencari perkerjaan yang layak. Aku tidak mungkin bergantung terus padamu.” Aku duduk di kasur.

Jaena duduk disebelahku, “kau yakin dengan keputusanmu?”

Aku menggangguk.

“Lihatlah wajahmu Yeosin-ah, kau terlihat kurusan dan lelah. Istirahatlah untuk beberapa hari.”

“Tidak Jaena-ya, kau sudah cukup membantuku. Biar aku belajar untuk mandiri.”

Jaena hanya menggeleng melihat kekeras kepalaanku, “kau jangan terlalu lelah, ingat para ELF dan fans Heechul belum tau soal perceraian kalian, mereka masih memburumu.”

Aku menggangguk, “aku tau… aku sudah belajar dari pengalaman.”

>>deson<<

Aku merasakan kepalaku berputar saat berdiri dalam antrian. Aku tidak tau tapi akhir-akhir ini aku selalu cepat lelah. Mungkin efek kecelakan waktu itu atau stress yang berlebihan.

Aku sampai di pengadilan tepat pada waktunya. Aku mengambil berkas perceraianku. Aku hanya tinggal menandatanganinya dan meminta Heechul melakukan yang sama. setelah itu kami resmi bercerai.

Aku menghirup udara yang terasa amat berat. Amplop berwarna coklat itu sangat menyiksa. Aku memasukan amplop itu kedalam tas. Aku tidak mau mengambil resiko melihat amplop itu hilang.

Aku mengedarkan pandanganku dan melihat sesosok yang aku kenal.

“Junsu Oppa…”

Junsu menoleh dan tersenyum padaku.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku

“Mengurus gugatan yang belum selesai.” Ucapnya santai, “kau? Sedang apa kau disini?”

“Mengurus perceraianku. Oppa aku lapar, ayo kita makan.”

Aku langsung menariknya sebelum dia bertanya macam-macam. Aku tidak ingin disinggung atau ditanya macam-macam mengenai perceraianku. Karena itu akan membuka lukaku.

>>deson<<

“Kau sudah menghabiskan porsi makan untuk tiga orang. Apa kau baik-baik saja?” tanya Junsu saat aku menghabiskan semangkuk jjangjangmyon

“Aku merasa sangat lapar padahal aku sudah sarapan pagi. Apa mengurus perceraian begitu melelahkan.”

Junsu terdiam

“Oppa apa aku boleh makan lagi?” Aku menatapnya dengan penuh harap, “Aku ingin makan susi.”

Junsu menatapku dengan heran. Ia tidak menolak dan memesankan susi untukku. Bau ikan yang ada di susi itu membuatku mual. Aku tidak tau kenapa tapi saat aku makan susi itu aku malah mengeluarkan semua makananku di toilet.

“Kau kekenyangan.” Ucap Junsu yang menungguku di luar toilet.

“Entahlah… tadinya aku sangat menginginkan susi tapi saat aku menciumnya, perutku terasa mual.”

“Aneh, bukankah kau menyukai seafood?” tanya Junsu diikuti anggukanku, “Kau harus ke dokter Yeosin-ah.”

“Aku tidak kenapa-kenapa?” elakku

“Tapi aku mencium sesuatu yang tidak beres.” Junsu menarik tanganku. ia menyimpan uangnya di meja lalu membawaku ke dokter terdekat.

>>deson<<

Aku berdebar saat dokter memeriksa tubuhku. Ia mengecek berkali-kali dengan teliti dan seksama.

“Apa akhir-akhir ini kau merasa sering pusing?” tanya Dokter padaku

Aku menganggukan kepalaku.

“Kau sering merasa mual?”

Aku melirik Junsu sesaat, “kadang-kadang.”

“Nafsu makanmu bertambah banyak?”

“iya dia makan sangat banyak sekali.” Kali ini Junsu yang menjawab.

“Selamat anda akan menjadi seorang ibu.” Dokter itu menyerahkan hasil pemeriksaannya padaku. Aku melihat kertas putih itu dengan seksama hingga aku melihat tulisan POSITIF di pojok kanan bawahnya.

“Kandungan anda memasuki usia 10 minggu, usia yang masih sangat rawan untuk keguguran. Sebaiknya anda menjaganya lebih hati-hati karena aku melihat kandungannya tidak stabil.” Dokter itu kini menatapku, “sebaikanya kau tidak terlalu stress nyonya, itu sangat berpengaruh pada kandungan anda.”

Aku menatap Junsu dengan tatapan bingung.

“Chukahae…” ucap Junsu sambil memelukku

TBC

lagi-lagi gaje wkwwkkwkkkkkk…. mianhae…

terlalu cepetkah alurnya??? kkk klo di lambatin ntar tambah panjang… Ini cerita after story terpanjang… panjangnya aja ngalahin inti ceritanya wwkwkwkkk

Leave your comment please

_deson_

Leave a comment

28 Comments

  1. tivaclouds

     /  July 25, 2011

    Waahh…yeosin hamiL???chukkae….
    Batalkan ajja perceraian kalian.

    Masih sebel sama heenim knpa gak mencegah pas yeosin pergi dr rumah.iihh…menyebalkan!

    Next chapt ditunggu… =Dpa gak mencegah pas yeosin pergi dr rumah.iihh…menyebalkan!

    Next chapt ditunggu… =D

    Like

    Reply
  2. emmy

     /  July 25, 2011

    waw seru..seru,..seru!!tp pndek bnget bikin pnasaran stng mati lanjutannya dong please,tp tetep deh makasii bnget udah bikin crita yg keren bnget ,desy emang the best author

    Like

    Reply
  3. vanny

     /  July 25, 2011

    akhirnya ichul ngaku juga….
    tapi kasian jg ya ama yeosin
    hamil di saat yg tepat ato ga ya?? hehehe
    astaga tuh mertua, tega amat ya nyakitin mantu…
    penasaran ama reaksinya dia setelah tau ichul dalang dibalik ini semua *sok ala sinetron* hehehe

    Like

    Reply
    • kemaren banyak protes abis ichulnya boong terus…
      sekarang udh jujur nih…
      hmmm menurut aku sih tepat >>>tepat di pelukan Junsu hhhh
      itu saking sayangnya nyokap k anak…
      reaksinya gimana yak?? kita liat aja ntar

      Like

      Reply
  4. Yeosin hamil yeosin hamil.., chukhaeeeeee😀
    aaaa tapi gmn itu nasibnya?? jangan cere dongse… eommanya heechul astagaaa *elusdada kayak maknya goo junpyo (baca: jahat) ._.v

    bagus onn…😀 kasian junsu😐 dongse… eommanya heechul astagaaa *elusdada kayak maknya goo junpyo (baca: jahat) ._.v

    bagus onn…😀 kasian junsu😐

    Like

    Reply
  5. emmy

     /  July 25, 2011

    aduh maaf ya dewi slh ktik dewi jd desy,pkoknya suka dah ama critamu ini,bgus nich klu dbwat novel,dilanjutin ya

    Like

    Reply
  6. Cieee hamil neh critanya..
    *tiup terompet, nyalain petasan
    ga sabar mau punya keponakan..
    Kira-kira anaknya ce aph co iah??

    Jangan cerai dunx ntar ponakan gw ga punya appa..
    Ayo buru kasih tau Heechul klo Yeosin hamil..

    Iah agak kecepetan dikit, tapi tetep bagus og

    Like

    Reply
    • Ya~~~ u kan dah tau jalan ceritanya gimana sih???
      u maunya apa?? ce ato co???
      kan masih ada Junsu hhh…
      jangan di kasih tau dong ntar keburu tamat ceritanya kkkk, kita maen petak umpet dulu sebentar #plaaak

      abis klo di panjangin lagi takut hambar

      Like

      Reply
  7. Hufh,,
    kenapa dirimu malah membuka kedok gw.
    Kan critanya gw disini bperan jd pihak yg ga tau aph”😦
    ntar klo gw dserbu trz dtanya”in ma fans u gmn?😦

    Like

    Reply
  8. Udah..
    Kan tadi sekalian buntutin Yeosin ma Junsu krumah sakitnya
    hufh,, efek temenan ma u neh..

    Like

    Reply
    • Yeosin ma Junsu bukan k dokter sarap tapi k dokter kandungan u ini gimana sih
      loh kok jd nyalahin gw…
      suruh siapa u mau temenan ma gw😛

      Like

      Reply
  9. kimbyen

     /  July 26, 2011

    yeosin hamil tp saat2ny mereka cerai, jgn cerai dong.. Kasian anakny gad bpk klo cerai.. Ak mau bpkny heechul..
    lanjut thor

    Like

    Reply
  10. hehhh~ mian eonn bru comment skr, sbnar.y sihh udh bca dari kemaren tpi bru sempat komen skr #gk ad nanya loe!

    akhhh~~ eonni, eonni hamil ehh malah mw cereee! andweeeeeeee!!!
    kasian baby.y kann! it jg si ibu mertua nnek sihir jelekkk, ngapain bandingin yeosin eonn sm si choi eunhee???!!
    aishh~ pokoknya jgn smpe ceree!! aku gk relaaa

    huaaahhh~~ #nangis di plukan yeppa!😀

    Like

    Reply
  11. rinaaays

     /  July 26, 2011

    oemmanya heechul minta di cubit nih, nyebelin !!

    yes! yeosin hamil !! chukae!!

    oenni , ini nanti ada versi heechulnya gak ?

    Like

    Reply
  12. yes yes yes yeosin hamil ga jadi cerai deh.. hhe
    jadi penasaran reaksinya bang icul gmn..

    tapi aku rada bingung ma sikap heecul di awal2 cerita..
    dia sebenernya suka ga sih.. pasti suka kan..
    tapi ko masih pake kedok neneknya…
    ahhh membingungkan.. harus baca ulag dari awal nih,, hhe

    Like

    Reply
  13. sweebee

     /  August 2, 2011

    wow..wow..wow.. adegan apa itu???? Setelah berantem terus…. tiiiiiiiit sensor *tutup mata pake tangan Onew*

    Ye..ye.. Teteh hamil… tp kok badanx gak kelihatan kayak org hamil ya??? *abaikan*
    Mau cerai??? Jangaaaaaaaaaaaaaan nanti kalo abang sy jd gila gara2 Teteh cerein gmn hayyo??*tepuk2 pundak abang*

    Junsu Oppa jgn mengganggu pasangan itu, mending sama aku aja *tarik tangan Junsu oppa menjauh dari Teteh*

    Like

    Reply
    • Yakk~~~ kenapa baca part ini di bulan puasa????
      ckckckkkkk anak nakal
      gimana yah??? cere jangan???
      gimana ntar aja deh

      Like

      Reply
  14. sagittaliez

     /  May 18, 2013

    kyaa sedih seneng campur semua jd satu baca ff ini >.< yeoshin hamil😮 #goyang itik bareng halmeoni *

    Like

    Reply
  15. Aigoo ada apa lagi ini? Yeosin hamil.. Lalu gimana heechul dan keluarganya?

    ahhh semakin rumit dan menarik..

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: