Eviliogy: Into A New World

Eviliogy: Into A New World

Yeosin menunggu Heechul latihan sambil memainkan ponselnya. Ia iseng-iseng mengirimkan pesan jail kepada Chaesun. Chaesun pun membalas dengan pensan yang tidak jelas. Mereka akhirnya saling berkirim pesan sambil membunuh rasa bosan.

SCS: Sudah pergi melayat?

HYS: Sudah kemarin malam bersama Heechul. Kenapa? Kau belum?

SCS: Aku ingin pergi tapi, aku harus check ke dokter

HYS: Wah… akhirnya kau memeriksakan kejiwaanmu juga

SCS: Ya~ aku tidak gila

HYS: Lalu kenapa kau ke dokter

SCS: Tanganku sakit lalu dokter memintaku untuk tes darah

HYS: Mwo??? Tes KEHAMILAN???

SCS: Iya… kau puas… sebentar lagi Donghae akan punya anak

HYS: Kenapa kau tidak memberi tahu aku. sudah berapa bulan? Jangan lupa setelah itu kau periksa diri ke dokter sarap.

SCS: ne, aku sedang di ruang ronsen… ternyata bisa di pakai untuk USG juga

HYS: Apa kau sudah lihat bayinya? Namja atau Yeoja?

SCS: Namja… itu anak Donghae

>>deson<<

Yeosin mengambil Yeohee yang terus menerus menangis. Anak itu terus menerus menangis meski sudah di gendongan ibunya. Yeosin sudah kehabisan akal untuk menghentikan tangis anak perempuannya itu, ia tidak tau apa yang menyebabkan anaknya menangis.

Yeosin sudah memberikan putrinya susu, mengecek popoknya, mencoba bermain, memberikan foto ayahnya, menyanyikan lagu nina bobo. Tapi anak itu tidak mau berhenti menangis.

Yeosin mengambil ponselnya mencoba menghubungi Heechul. Tapi tangis Yeohee membuatnya tidak dapat mendengar suara Heechul dengan baik. Akhirnya malah memutuskan untuk memutuskan sambungan teleponnya begitu saja. Yeosin menimang-nimang Yeohee lagi, tapi anak itu tidak mau diam dan terus menangis.

Yeosin menatap wajah Namhee yang menatapnya binggung. Namhee terbaring di kasurnya sambil memeluk boneka jjinbang Heechul. Yeosin membelai anak laki-lakinya itu. Anak itu terdiam kemudian memainkan mainnannya lagi.

Yeohee sedikit rewel dari pada Namhee. Namhee hanya butuh pelukan dari ibunya untuk meredakan tangisnya sedangkan Yeohee butuh ayahnya. Itulah yang membuat Yeosin kesal, ia tidak tau kapan Heechul akan pulang. Heechul bilang hanya akan pergi sebentar tapi sampai saat ini pria itu tidak menampakan wajahnya.

“tch… ayah macam apa ayahmu itu?” Ucap Yeosin pada putrinya, “dia bahkan tidak peduli pada tangismu.” Yeosin menepuk punggung Yeohee pelan. Yeohee sudah kehabisan nafasnya, wajahnya memerah karena terus-terusan menangis.

“Siapa orang kau bilang tidak peduli pada anaknya, huh?”

Yeosin membalikan tubuhnya dan mendapati Heechul menatapnya dengan tajam. Yeosin menunjukan deretan gigi putuhnya, tangannya masih sibuk menepuk-nepuk punggung Yeohee.

“Aigoo… lihat wajahnya merah. Sejak kapan dia menangis? apa kau tidak bisa mendiamkannya.” Heechul mengambil Yeohee dari tangan Yeosin.

“Dia menangis saat kau pergi. Aku sudah lelah menyuruhnya untuk diam.” Ucap Yeosin sambil meregangkan tangannya yang sudah kram karena menggendong Yeohee, “harusnya kau membawa dia bersamamu juga.”

Heechul mendelik, “kau ini gila ya… kau ingin dia ikut denganku? Itu sama saja menyuruhku untuk menelantarkannya. Kau inikanibunya kau harusnya bisa mendiamkan anakmu.” Heechul membawa Yeohee pergi ke kamar luar sambil menepuk punggung Yeohee perlahan. Tangis Yeohee mulai mereda, dan kemudian anak itu tertidur di gendongan Heechul saking lelahnya.

Yeosin mengambil Namhee yang dari tadi diacuhkannya gara-gara sibuk mendiamkan Yeohee. Ia membawa putranya ke kamar kecil putranya lalu membaringkan di ranjang yang berbentuk mobil F1.

Yeohee dan Namhee memiliki kamar yang terpisah. Meski mereka lebih sering tidur dengan kedua orang tuanya. Namhee mempunyai kamar di sebelah kanan orang tuanya dengan cat dasar warna biru. Ia memiliki ranjang berbentuk mobil F1 dan beberapa mainan yang hampir tidak tersentuh. Heechul memang sedikit berlebihan saat membelikan mainan untuk anak-anaknya. Ia bahkan membelikan mobil remote control untuk bayi berusialimabulan ckckckkkk..

Untuk Yeohee, Yeosin memberikan sedikit penekanan pada Heechul. Yeosin memang sedikit bawel jika menyangkut masalah Yeohee, bukannya ia tidak sayang pada Namhee tapi Yeohee itu anak perempuannya, aset berharganya. Yeohee memiliki kamar di sebalah kiri kamar Yeosin. warna dindingnya di hiasi warna pink soft. Jika kamar Namhee didesin seperti istana mainan, maka kamar Yeohee di design seperti istana boneka. Boneka-boneka itu di simpan di sebuah lemari kaca yang besar. Meski terkadang Yeohee tidak mau tidur di kamarnya saat melihat boneka-boneka pemberian dari semua adjusi-adjusinya itu.

Heechul memang menyayangi putra-putrinya meski ia terlihat berlebihan. Dia kadang sangat protective. Yeosin bisa ingat saat pertama kali ia melahirkan, Heechul bahkan tidak berani memengang Namhee. Tapi setelah ia bisa menggendong Namhee, ia tidak akan menyerahkan Namhee kesiapapun. Ia terus menggendong Namhee. Heechul paling tidak suka melihat anaknya menangis, ia akan melakukan apapun agar anaknya tidak menangis.

Yeosin membaringkan tubuhnya di sebelah tubuh putranya. Ia membelai rambut Namhee perlahan kemudian menyanyikan lagu tidurnya, lagu tidur yang biasa di nyanyikan Heechul untuknya. Lagu yang menjadi lagu tidur anak-anaknya juga.

Yeosin ingat saat mengatakan pada Heechul saat ia mengandung. Heechul tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tapi ia bisa melihat binar bahagia dari sorot mata Heechul. Selama hamil Yeosin tidak pernah mengalami morning sick atau ngidam. Malah Heechul yang sering mengalami morning kiss dan ngidam. Heechul selalu meminta ciuman saat ia membuka mata, dan jika ia tidak mendapatkannya maka ia mengalami muntah-muntah dan tidak enak badan. Heechul juga selalu meminta makanan yang asam, tapi tidak pernah menghabiskannya. Akhirnya Yeosinlah yang menghabiskannya.

“Namhee-ah, tumbuh yang sehat dan kuat, arra~.” Yeosin membelai wajah putranya, “Orang-orang berkata kau mirip denganku, tapi menurutku, kau mirip ayahmu. Kau bahkan lebih tampan darinya.” Yeosin menyungkingkan senyuman saat saat melihat Namhee tertidur pulas di sebelahnya. Saat tertidur seperti itu, Namhee terlihat sangat mirip dengan Heechul.

“Nyonya Kim… apa kau membandingkan aku dengan putraku?.” Ucap Heechul sambil menyilangkan tangannya di pintu.

Yeosin bangkit lalu melewati Heechul begitu saja. Yeosin kemudian kelantai bawah dan mengambil segelas air. Heechul mengikuti istrinya lalu memeluk Yeosin dari belakang.

“Yeohee, juga cantik lebih cantik dari ibunya.” Bisik Heechul di telinga Yeosin.

Yeosin membalikan tubuhnya lalu menatap Heechul dalam, “Tentu saja Yeohee cantik, ibunya saja cantik.” Cibir Yeosin kemudian melepaskan diri dari Heechul.

“Kita harus ke Gwangju sekarang.” Ucapan Heechul menghentikan langkah Yeosin.

Yeosin berbalik dan menatap Heechul tidak mengerti, “kita? Lalu anak-anak?”

“Kita titipkan pada Eomma. Tidak mungkin kita membawanya jugakan?”

Yeosin mendecak, “Tidak, aku tidak mau. Kau tidak lihat Yeohee seharian rewel. Ia terus menangis. Apalagi jika mereka kita titipkan ke Eomma, Namhee akan ikutan rewel.”

“Lalu? Apa kita harus membawa mereka juga?” Heechul menatap Yeosin dingin.

“Iya. Kau membawa Yeohee dan aku membawa Namhee.” Ucap Yeosin dingin, “Kita akan menjaga mereka.”

Heechul memandang Yeosin sesaat. Ia tidak punya pilihan. Lagi pula Gwangju tidak terlalu jauh, “baiklah.”

>>deson<<

Heechul menjalankan mobilnya perlahan sambil terus memandangi anak-anaknya yang tidur dalam boks di kursi belakang. Ia takut membangunkan kedua putra-putrinya. Tidak sebenarnya ia takut jika putra-putrinya terjatuh. Makanya ia memelankan laju mobilnya.

“Kau ingin membuatku mati jamuran yah?” ucapan Yeosin kesal, “jika begini terus kapan kita sampai ke Gwangju.”

“Sabarlah… pelan-pelan asalkan kita sampai dengan selamat.”

Yeosin mendecak kesal, “naikkan kecepatanmu tuan Kim, atau aku yang menyetir.”

Heechul menoleh sesaat, “tidak… aku yang menyetir.”

Yeosin memparkan tatapannya ke luar jendela. Ia tidak habis pikir dengan pikiran Heechul. Heechul melarangnya menyetir sendiri, setelah ia melahirkan. Bukan hanya itu sejak Yeosin hamil, Heechul sudah sangat mewanti-wanti Yeosin untuk tidak menyetir sendiri. Yeosin tidak tau alasannya, Heechul mengambil alih semua kunci mobilnya, termasuk audi merah ngejreng milik Yeosin.

Jam delapan malam kami sampai diGwangjuHospital. Disana sudah di penuhi oleh para wartawan. Yeosin ingat saat ia melahirkan dulu. Banyak wartawan yang menginginkan foto anak mereka, mereka bahkan sampai menunggu hingga tengah malam untuk mendapatkan berita hangat soal kelahiran putra pertama Kim Heechul.

Heechul menghentikan mobilnya di parkiran ia lalu menelepon seseorang. Yeosin menoleh kebelakang dan mendapati Namhee sudah bangun, sedangkanYeohee masih terlelap. Yeosin mengambil Namhee kemudian menggendongnya.

“Hyung, akan kemari dan membantu kita masuk kedalam.” Ucap Heechul kemudian mengambil alih Namhee dari pangkuan Yeosin.

“Tinggal masuk kedalam, apa susahnya?” Gerutu Yeosin.

“Aku tidak mau ambil resiki, kau ingat saat kau melahirkan Sanni masuk tanpa mengawalan dan akhirnya ia masuk dalam keadaan tidak mulus.”

Yeosin ingat itu, saat kabar hubungan Leeteuk dan Sanni tercium masyarakat. Saat Yeosin melahirkan dan akhirnya Sanni mengalami luka di sekitar tubuhnya akibat serangan dari wartawan yang memburu berita dan fans Leeteuk yang masih tidak merestui hubungan mereka.

Ttok… ttok… ttok…

Leeteuk mengetuk kaca mobil Heechul. Heechul menurunkan kaca mobilnya. Leeteuk tidak datang sendiri. Ia juga bersama Siwon dan Yesung.

“Ayo cepat Chaesun sedang sekarat, dan Donghae terus menangis.” ucap Leeteuk penuh khawatir.

“Mwo???” ucap Yeosin tidak percaya.

Heechul dan Yeosin segera keluar dari mobil. Yeosin mengambil Yeohee yang masih tertidur di jok belakang dan Heechul mengambil perlengkapan Yeohee dan Namhee di bagasi.

“Biar aku membawanya.” Siwon menawarkan bantuannya untuk membawa Yeohee.

Yeosin menatap Heechul sesaat ia meminta persetujuan Heechul. Heechul menggangguk meski ia terlihat sedikit tidak suka putrinya di sentuh oleh siapapun termasuk dongsaengnya. Tapi kali ini bahaya jika Yeohee tidak dibawa Siwon. Yeosin menyelimuti Yeohee dengan selimut besar dan tudung diwajahnya. Ia tidak ingin wajah anaknya tersorot lambu blizt para wartawan.

Yeosin di jaga oleh Leeteuk memasuki area rumah sakit disusul oleh Heechul yang membawa Namhee, lalu Siwon yang membawa Yeohee terakhir Yesung yang membawa barang bawaan.

Wartawan langsung mengerubungi mereka saat mereka dantang. Heechul mendekap Namhee dengan erat ia meminta wartawan untuk tidak menggunakan blitz ke pada putra-putrinya.

“Tolong jangan memakai blizt.” Ucap Heechul sambil menutup wajah Namhee dengan tangannya.

Ketika mereka hampir samapai pintu masuk rumah sakit seorang wartawan lemeparkan bliztnya ke arah Yeohee. Heechul menyadarinya kemudian berbalik.

“SUDAH KUBILANG JANGAN MEMAKAI BLIZT.” Teriak Heechul kemudian membuat Namhee kaget lalu menangis, Heechul menepuk punggung Namhee pelan, “mereka masih terlalu kecil, kulitnya masih sensitif.”

Wartawan itu kemudian menggangguk dan meminta maaf.

>>deson<<

Suara tangis Namhee membuat Yeohee bangun dan menangis juga. Yeosin mengambil alih Yeohee dari tangan Siwon kemudian menenangkannya. Heechul juga berusaha menenangkan Namhee yang terus menangis.

“Kenapa kau berteriak. Kau membuat takut anakmu.” Ucap Yeosin pada Heechul.

“Aku tidak suka mereka melemparkan blizt itu pada Yeohee. Mereka bisa melukai Yeohee.” Ucap Heechul yang masih berusaha menenangkan Namhee.

“Aku tau kekhawatiranmu pada Yeohee, tapi tidak seharusnya kau berteriak pada mereka. Justru kau bisa melukai Namhee. Kau membuat Namhee takut.” Yeosin menarik tangan Heechul, “biar aku yang menggendong Namhee.”

Heechul menghela nafas panjang lalu menyerahkan Namhee ke pangkuan Yeosin dan mengambil Yeohee dari Yeosin.

Yeohee terdiam saat berada di pelukan ayahnya sedangkan Namhee masih saja menangis. Yeosin terpaksa harus menimang-nimang Namhee agar segera menghentikan tangisnya. Bisa-bisa karena tangisan Namhee bayi-bayi lain yang ada di rumah sakit menangis semua.

Heechul menghampiri Donghae yang sedang duduk menunggu di depan ruang bersalin. Heechul menepuk bahu Donghae perlahan, “dia akan baik-baik saja.”

Donghae mendongkah dan menatap Yeohee dalam gendongan Heechul, “ku harap begitu. Aku panik saat darah mengalir di paha Chaesun. Aku takut sesuatu terjadi padanya.”

“Aku bisa mengerti perasaanmu, aku juga merasakan yang sama saat Yeosin melahirkan. Aku tidak bisa tenang jika belum melihat anak dan istriku selamat.”

Yeohee kecil ngulurkan tangannya. Donghae adalah salah satu adjussi kesayangan Namhee dan Yeohee. Donghae adalah salah satu orang yang bisa menggendong anak-anak Heechul.

Donghae menerima uluran tangan Yeohee ia tersenyum, “Doakan supaya adikmu cepat lahir dan kau bisa bermain dengan adikmu.”

Yeohee menarik kedua ujung bibirnya membentuk senyuman yang indah dengan Eye smile yang tidak kalah memukau.

“Jika aku pernah mengatakan Yeohee mirip denganmu maka aku tarik ucapanku… ternyata Yeohee mewarisi senyum ibunya yang menawan.” Ucap Donghae sambil menatap takjub pada Yeohee.

“Yak~ kau ini sedang kritis begini masih saja tebar pesona. Harusnya kau berdoa agar anakmu mewarisi wajahmu yang tampan dan tidak menurunkan sifat evil ibunya.” Ucap Heechul sinis.

Donghae terekeh.

“Apa belum selesai?” tanya Yeosin sambil terus mengelus punggung Namhee. Namhee sudah tidak menangis tapi ia masih tegukan, “kenapa lama sekali?”

Donghae menggeleng.

“Bayinya baru saja lahir, laki-laki.” Ucap Sanni yang baru keluar ruang bersalin. Senyum cerah tampak menghiasi wajahnya, “Dokter sedang membersihkan bayimu dan kau bisa melihatnya di ruang bayi.”

“Laki-laki?” Yeosin menatap Namhee, “Namhee-ah, kau punya adik laki-laki, apa kau senang?”

Namhee menatap ibunya lewat bola mata besar kecilnya dengan tatapan bingung. Yeosin tersenyum melihat wajah inncent anak laki-lakinya, ia mirip Heechul saat masih kecil.

“Kau sudah menjadi seorang hyung… jadi kau tidak boleh menangis.” Yeosin menghapus air mata Namhee, “Kau harus tahan mendengar teriakan Appa-mu itu, meski suaranya seperti moster tapi hatinya baik.”

“Yak~!” Heechul melototi Yeosin, suaranya yang keras membuat Yeohee yang ada dalam pelukan Heechul kaget dan menangis, “Kau membicarakan aku dengan anakku didepanku, hah?” Heechul mencoba menimang-nimang Yeohee agar berhenti menangis.

>>deson<<

Chaesun sempat mengalami pendarahan sebelum dilarikan ke rumah sakit.  Cairan ketubannya sudah pecah sebelum sampai rumah sakit. Chaesun dan Donghae memutuskan menikah saat Yeosin tengah hamil. Sebenarnya Chaesun ingin menunda kehamilannya tapi Donghae terus mendesak Chaesun karena tidak bisa menahan iri saat melihat anak-anak Heechul yang manis dan lucu.

Chaesun meminta pihak dokter untuk tidak melakukan operasi sesar. Chaesun ingin melahirkan dengan normal. Chaesun pun harus berada di ruang bersalin selama 7 jam hingga akhirnya melahirkan bayi laki-laki yang sehat.

Donghae menatap bayinya yang tertidur pulas di boksnya. Ia tersenyum saat melihat anaknya.

“Mirip denganmu.” Ucap Leeteuk yang berdiri di samping Donghae.

Donghae terkekeh, “aku malah melihat dia seperti Chaesun.”

Hening.

“Aku tidak tau bahwa rasanya akan seperti ini. Seperti ada kembang api yang meledak didalam perutku. Seperti ada sesuatu yang mereka dalam dadaku kemudian menjalar ke seluruh tubuh. Aku merasa menjadi orang yang sangat berbahagia hari ini. aku sangat senang sekali.”

“Aku pernah mendengar kata-kata itu dari Heechul, saat Yeosin melahirkan. Aku jadi penasaran seperti apa rasanya.”

Donghae menoleh pada Leeteuk, “makanya cepat-cepat kau lamar Yoon Sanni dan segera buatkan anak yang lucu.”

Wajah Leeteuk bersemu merah, “Aku akan melamarnya. Tapi nanti… saat kami benar-benar siap untuk menikah dan berumah tangga.”

“Hyung… kau tau… itu kata-kata ku saat aku berbicara pada Yeosin di hari pernikahannya. Menunggu saat benar-benar siap. Kemudian Yeosin memberiku sebuah kalimat, ‘kita tidak akan pernah tau seberapa kita siap kita jika kita tidak menghadapinya’, ya dia benar… mengumpulakan teori tidak akan berpengaruh jika tidak melakukan prakteknya.”

Leeteuk menunduk, “kuharap Sanni tidak keberatan jika aku mengantarkannya ke rumah orang tuanya.”

Donghae mengembangkan senyumnya. Ia memeluk Leeteuk dengan erat, “semoga berhasil hyung.”

>>deson<<

Donghae menjelaskan kepada pers tentang kelahiran anak pertamanya. Senyum diwajahnya tidak berhenti merekah. Ia terus saja melemparkan senyuman kearah kamera seakan tidak pernah takut kehabisan senyumnya.

Disebelah Donghae kanan ada Heechul yang menggendong Yeohee dan Yeosin yang menggendong Namhee. Ini adalah konferensi pers pertama Heechul setelah kedua anaknya lahir. Dengan bangga Heechul memperlihatkan putri kecilnya yang terlelap di pangkuannya.

Heechul masih melarang penggunaan lampu blizt yang berlebihan. Ia masih tidak menginjinkan sorotan lampu tajam itu mengenai kulit sensitip putra-putrinya.

Disebelah kiri Donghae ada Leeteuk, Leeteuk mengumumkan kepada pers bahwa ia akan melamar Sanni. Hal itu membuat Sanni memelik tidak percaya. Leeteuk menundukan wajahnya yang merah. Tidak berani menatap wajah Sanni yang juga memerah.

>>deson<<

Yeosin hendak menidurkan Yeohee dan Namhee di ranjangnya ketika Heechul datang dengan membawa boks besar. Yeosin mengerutkan keningnya saat melihat tingkah suaminya itu.

“Kenapa kau bawa itu? bukankah tiap malam Yeohee dan Namhee tidur bersama kita?” Tanya Yeosin

Heechul menggangkat Namhee perlahan kemudian memasukan putranya ke dalam boks, “mereka sudah besar dan aku merasa kesempitan.” Heechul kemudian mengangkat Yeohee dan menaruhnya di sebelah Namhee.

“Mereka baru 8 bulan, apanya yang sudah besar. Kau ini ada-ada saja.” Ucap Yeosin sambil menatap Heecchul tajam, “cepat kembalikan mereka kekasur, aku lelah dan ingin tidur.”

Heechul mendekati Yeosin lalu merangkul pinggang istrinya, “kau tidak lihat ekspresi Namhee di rumah sakit tadi? Dia senang saat dia mendengar dia mempunyai seorang adik.”

Yeosin memengang kening Heechul, “kau ini lupa yah, Namhee itu kakak Yeohee.” Yeosin mencoba melepaskan diri dari Heechul, “Sudahlah jangan berpikiran yang aneh-aneh.”

“Yak Nyonya Kim.”

Yeosin menatap Heechul tajam, “Aku lelah.”

“Yeosin-ah…”

>>deson<<

“Yak Han Yeosin jika kau tidak bangun akan ku jeburkan kau ke air.”

Yeosin mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia memusatkan pengelihatannya. Ia lalu menepuk pipinya dengan keras.

“Kau ini tidur atau mati. Kenapa susah sekali membangunkanmu.”

Yeosin menoleh dan mendapati Heechul sedang menatapnya dengan tajam. Ia menggerutu sebal, sedang enak enak bermimpi malah dibangunkan. Yeosin hendak menutup matanya ketika Heechul menarik tangannya.

“Biarkan aku melanjutkan mimpiku yang indah Mr. Kim.” Ucap Yeosin yang masih mengantuk.

“Yak~ kau ini… semua gadis memimpikan aku menjadi kekasih mereka sedang kau yang jelas-jelas kekasihmu malah di diamkan begitu saja.”

Yeosin menatap Heechul dengan mata sayunya, “Aku tau aku kekasihmu. Makanya aku memimpikan diri menjadi istrimu, Arra~”

Yeosin kemudian menutup matanya lagi.

Heechul terkekeh saat melihat pesan-pesan yang dikirimkan Yeosin untuk Chaesun dan sebaliknya. Ia tidak habis pikir, apa yang dipikirkan oleh kedua gadis itu sampai mempunyai pesan-pesan yang tidak bermutu..

HYS: iyalah itu anak Donghae masa anak Ikan

SCS: Itu anak ikan. Ikanku namanya Donghae😛

HYS: hah? sarap?

SCS: Gila

HYS: Crazy

SCS: Sableng

HYS: sinting

Fin~~~~

hhhh… produk baru??? ini sih project bertiga… project para Evil dalam mengerjai seseorang atau malah di kerjai… istilahnya curhatan rame2 *baca: sampah milik bersama* kkk

UNTUK SHIM CHAESUN CHUKAHAE~YO… semoga anak u bisa seganteng bapaknya dan tidak secerewet emaknya… kkkkkk hhhhhkkkkk

Still leave comment

>>deson<<

Leave a comment

28 Comments

  1. IGE MWOYA??!!!
    Kenapa sms gila kita tadi siang dimasukin???
    Owh gw tau,, itu sumber inspirasi u kan..
    Emanx gw it slalu bisa ngasih u inspirasi /angkat kerah

    Kasian Yesung cuma jadi babu kalian,,
    disuruh bawain barang doanx..
    Tapi bener” sarap deh neh cerita kayak yg bikin /kabuurrr

    Like

    Reply
    • YAK~~~ pede banget u /lempar sepatu/
      tadinya gw mau ngerjain Sanni tapi gak jadi…
      dia tidak terpancing umpan gw…. btw… Selamat ya Chingu kkkk

      Like

      Reply
  2. kimbyen

     /  July 27, 2011

    daebak… Itu sh yeosin mimpikn? Lucu jg sh heechul jd seorang ayah, bner2 sayang bgt am ankny… Ak sk bgt, akhrny ak bs ksmpean baca heechul jd ayah wlau mimpiny yeosin…

    Like

    Reply
  3. vanny

     /  July 27, 2011

    astaga kirain beneran, aku dah mau paketin popok 1 dus hehehehe…
    moga aja beneran ya..
    aku jg ntar kalu nikah pengen anak kembar hehehe

    Like

    Reply
    • kkkk… sabar kak Yeosin masih kuliah masih belum boleh nikah… apalagi punya anak kkkk
      hmmm… aku juga mau kkk

      Like

      Reply
  4. vanny

     /  July 27, 2011

    mau apa non?? popok 1 dusnya?? hehehehe
    wah.. ichul musti extra sabar neh nungguin bisa punya anak dari yeosin hehehehe

    Like

    Reply
    • bukan… mau anak kembar ^///^
      Iya… butuh pengorbanan buat ngedapetin Yeosin
      harus, sabar, egois, keras kepala n mau menang sendiri kkkkk

      Like

      Reply
  5. chaaanycha

     /  July 27, 2011

    yak~!
    ige mwoya??

    pertama,
    gw ngebaca ini cerita merinding disko, geli, ngakak, ga habis pikir…

    kenapa sanni bisa ada diruang bersalinnya chaesun?
    harusnya donghae dong yg ada disana ngedampingin chaesun,
    atau ga yeosin,
    cz, yeosin kan udah pernah ngelahirin..
    sanni masih polos belum tahu apa-apa… /plaak

    Like

    Reply
    • Merinding?? emang gw bikin FF horor
      ngakak??? kayaknya gw nga ngelawak deh /lempar panci/

      yah unni namanya juga mimpi… mana bisa di atur
      klo kenapa Yeosin g didalem… kan Yeosin lagi gendong anaknya masa iyah disuruh bantuin yg lahiran…
      kenapa donghae g didalem >> gw juga bingung… sesuai kata2 gw sebelumnya… mimpi emang g pernah jelas kkkkk

      Like

      Reply
      • dasar,
        ngeles aja lu kayak bajaj..
        kkk^^

        habis,
        sanni belum ada pengalaman gitu,
        tiba2 dia nongol keluar dari ruang bersalin??
        bingung saya…!!
        /lempar panci balik/

        Like

        Reply
  6. KYAAAAA~~ ini ceritanya seru neng..😀 aiiih, aihh.. Ada dede bayi.. *Poppo YeoHee & NamHee* come to jinggahjuma dear.. *wink* ceritanya ini mimpinya Yeo yaa.. Ketauan nih yee yg udah pgn nikah.. Hwhwhwhwhw~~ eiy, tapi kasian juga itu Teuk Oppa, keduluan sama dongsaeng2nya..😉 Pengen punya DEDE BAYI KEMBAR juga.. *narik Labumin Panda* ( ◦˘ з(◦’ںˉ◦)~♡

    Like

    Reply
    • Annyeong jinggajjuma ^^
      iya ini mimpinya Yeosin gara2 smsan g jelas ma Chaesun kkkk
      abis teuk oppa bilangnya pengen nikah umue 35-an dan berhubung Heechul dah ngebet ya begini ….
      ayo dong nikin juga dede kembarnya biar Namhee n Yeohee ada temen kkkk

      Like

      Reply
  7. tivaclouds

     /  July 28, 2011

    Yaaahh…kirain beneran, trnyata mimpi.
    Seru bgt kehidupan pernikahan heechul-yeosin.

    Like

    Reply
  8. rinaaays

     /  July 28, 2011

    hedeeeeh oenni, aku kira beneran !!
    menikmati bgt bacanya, lucu juga klo mereka punya anak

    knp gk bikin other sidenya mereka aja oenn ?

    Like

    Reply
  9. kyaa knp cuma mimpiii??? >< (berharap because i'm a fool anaknya kaya gitu xD)
    ahaha iya onnie setuju sama @rinaaays bikin other side aja… jadi cerita mereka udh berumah tangga gituu.. cerita lepas gitulah onn😀

    Like

    Reply
  10. sweebee

     /  August 3, 2011

    Yeohee..Namhee.. sini sama jumma, biarkan orangtua kalian bikin adk lg *ajak kponakanku jln2 bareng Siwon*

    Hmm.. Abang keren kalo jd Appa.. *give applause*
    Teteh juga gak kalah keren kalo jadi Eomma *acungin 10 jempol*

    Untungnya yg ngidam Abang bkn Teteh, kalo Teteh yg ngidam trus ngidamnya pngen dpeluk Junsu Oppa bs gaswat tuh.. *elus2 dada*

    Ow ya Teh, salam sama istrinya Donghae Oppa ya, bilangin kpn nyusul Teteh pnya de2k lg *Plak*

    Like

    Reply
    • Yak~~ apa-apaan itu /tarik Namhee n Yeohee/
      ingat program pemerintah Kim Heerin-ssi dua anak cukup kkkk
      kita masih muda jadi belum cocok jadi orang tua /kibas rambut/
      ah~ iya yah kenapa g kepikiran buat ngidam pelukan Junsu /catet di buku catetan/ kkkk
      iya ntar disalamin hhhh

      Like

      Reply
  11. *giggle~*😄 aaaah lucuuuuwww
    (ˇ▼ˇ)–C<ˇ_ˇ).
    Terlihat sekali heechul adalah appa yang baik HUAHAHAHAHAHA😄

    Like

    Reply
  12. Ghye_

     /  November 11, 2011

    ga nyangka heechul ternyata appa yang baik,,,^^

    Like

    Reply
  13. DegaKyu

     /  January 31, 2013

    Ige mwoya??
    Aq kirain beneran heechul punya anak kembar. Eh gtwx CUMA MIMPI. musnah lah sudah bayangan q. Tp klo seumpama nih heechul ma yeosin punya anak msa’ iya sampe’ segitu protectx. G bkl disadisin kn sama heechul?! Secara heechul itu kn sadis bener. Chingu bikin story yg heechul-yeosin px anak kembar gini donk. Tp yg beneran bkn mimpi doang kya’ gini. Penasaran aq gimana kehidupan mereka klo udh px anak. Ok?!

    Like

    Reply
  14. sagittaliez

     /  May 19, 2013

    eh??ini mimpi o.O kirain beneran >.< kyaa donge punya bab😀

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: