»GEMINI« Part 1

»GEMINI«

Cho Kyuhyun, Han Hye-Na, Han Yeo-Sin, Kim Heechul

Han Jaesuk, Cho hyunsik, Lee Soman, Park Mi-Na, Kang Daesung, Kwon Jiyong, Hwang Chansung, Song Jongki, Lee Hongki, Victoria Song.

-Part 1-

Ruangan klasik bergaya timur dengan cat yang di dominasi oleh warna abu-abu muda itu tidak hentinya sepi. Seorang pria paruh baya duduk sambil memejamkan matanya sambil terus mendengarkan sekertarisnya membacakan setumpuk laporan. Ia duduk di kursi eksekutif di balik papan yang bertuliskan CEO, Han JAESUK.

“Itu laporan dari bagian keuangan, tuan.” Sekertaris Kang menyudahi laporannya.

Jaesuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, membiarkan aroma lavender masuk kedalam paru-parunya. Ia menyerap sebanyak-banyaknya informasi dan berfikir dengan tenang. Tenang itu adalah kunci untuk menghadapi masalah.

“Bagaimana dengan rencana kita, apa ada masalah? Bagaimana dengan kompetitornya? Berikan informasinya.”

“ada dua perusahaan yang sangat cocok untuk rencana kita yaitu, U-nix dan Max corp. Saat ini yang paling berpengaruh adalah Max Corp. pemiliknya bernama Kim Heechul, Usia 29 tahun, menikah dan sudah mempunyai 2 orang anak kembar, laki-laki dan perempuan. Dia pintar dalam menciptakan sesuatu, dia salah satu orang yang berpengaruh dalam menciptakan trend di Korea bahkan dunia. Awalnya perusahaan itu adalah perusahaan biasa, namun setelah orang tua Heechul menyerahkan bisnis itu pada anaknya, perusahaan itu berkembang menjadi pesat. Selama sepuluh bulan memengang kendali perusahaan, Heechul sudah bisa beberapa cabang perusahaan.”

Jaesuk membuka matanya, ia mengerutkan keningnya, “Kembar???”

“Benar, tuan… Kim Namhee, laki-laki dan Kim Yeo-Hee, perempuan. Mereka baru berusia 8 bulan. Istrinya ibu rumah tangga tapi…”

“Cukup…” ucap Jaesuk dingin, “pergilah…”

Sekertaris Kang menunduk, ia kemudian menaruh map yang ia bawa di meja Jaesuk. Ia menunduk lagi sebelum meninggalkan Jaesuk pergi.

Jaesuk memutar kursinya menghadap jendela. Ia menyipitkan matanya untuk melihat matahari terbit. Ia tidak tau sudah berapa malam ia habis kan di kantor, baginya kantor adalah rumah. Kerja adalah nafasnya dan uang adalah kotoran yang harus di buang.

Jaesuk memandang matahari yang muncul secara perlahan. Ia menghela nafas panjang. Kilasan-kilasan masa lalu terbesit di kepalanya. Bayangan yang tidak pernah muncul selama dua puluh tahun terakhir.

“Aku lebih suka matahari terbit dari pada matahari tenggelam.”

Jaesuk memejamkan matanya lagi.

“Ini bukan keberuntunganmu, rasi bintang Gemini bukan jalanmu. Karena saat kau berhadapan dengan Gemini maka jalanmu akan terpecah. Kekuatanmu, hartamu dan segala yang kau punya akan terbagi dua.”

“Lupakan ramalan bodoh itu. Itu hanya perkataan orang bodoh.”

“Kau tidak boleh dekat dengan Gemini atau Gemini akan menghancurkanmu.”

Jaesuk membuka matanya. Ia menatap matahari yang sudah berada di awang-awang, “Aku juga menyukai matahari, karena selama matahari bersinar, aku tidak bisa melihat rasi bintang Gemini.” Gumam Jaesuk.

>>deson<<

“Bangun… ayo bangun…” sebuah suara halus tepat di telinga Heechul.

Heechul menggerang lalu menarik selimutnya menutupi kepalanya. Ia masih ingin tidur. Ia tidak bisa tidur semalam karena mendengar suara tangisan anak-anaknya. Setiap Jam anaknya terus menangis, membuatnya khawatir hingga tidak bisa tidur..

“Kim Heechul-ssi sudah siang.” Heechul merasakan tubuhnya di guncang. Ia membalikan tubuhnya ke sisi lain lalu memeluk gulingnya erat.

“Ya sudah jika tidak mau bangun… jangan salahkan aku jika kau terlambat.” Suara itu naik beberapa oktaf sehingga membuat Heechul membuka matanya. Heechul menyunggingkan senyum separonya. Sebuah ide melintas di kepalanya. Ia membalikkan tubuhnya dan mendapati istrinya hendak berbalik. Dengan sigap ia menarik tangan istrinya hingga gadis itu terjatuh di atas tubuhnya.

Heechul hanya tersenyum simpul. Ia menyingkapkan rambut yang menutupi wajah gadis itu, ia menatapnya dalam. Heechul mencoba memasukan wajah gadis itu kedalam ingatannya. Setiap inci dari wajah gadis itu, setiap sudut dari lekukan wajahnya. Ia memang sangat pintar dan sering memunculkan ide-ide jenius, tapi ia selalu kesulitan untuk mengingat apa yang sudah ke luar dari otaknya itu, ingatannya buruk, dan hal yang tidak ingin dia lupakan adalah wajah istrinya sendiri.

Yeosin menatap Heechul tajam. Ia mencoba melepaskan diri dari cengkraman Heechul. Tapi sia-sia tenaga Heechul lebih banyak dari padanya.

Heechul menarik tubuh Yeosin kesampingnya, lalu menguncinya dengan tubuhnya. Kini posisinya terbalik Heechul diatas dan Yeosin di bawah. Heechul menatap mata coklat Yeosin, mata yang paling di sukainya. Matanya yang selalu memandangnya, mata yang tidak pernah berhenti untuk khawatir tentangnya. Heechul selalu menyukai mata Yeosin karena dari sana ia tau betapa besar cinta Yeosin padanya.

Pandangan Heechul beralih dari mata Yeosin ke bawah. Ke hidung lalu ke bibir.

Yeosin meneguk ludahnya saat mata Heechul beralih ke bibirnya. Ia bisa merasakan hembusan nafas Heechul yang terasa di wajahnya. Ia bisa melihat wajah Heechul yang semakin mendekat dan…

Oooeeee…. ooeee….

Heechul berhenti. Yeosin menyunggingkan senyumnya menyuruh Heechul untuk menyingkir. Heechul menjatuhkan dirinya di sebelah Yeosin, membuat gadis itu bebas dan segera menemui anak-anaknya.

“Kenapa kalian egois sekali. Appa juga butuh Eomma kalian.” Ringis Heechul sambil menenggelamkan kepalanya ke bantal.

Yeosin menghampiri box bayi-nya ia kemudian menggangkat Yeohee yang menangis. Ia menimang-nimang Yeohee agar berhenti menangis dan tidak mengganggu Namhee yang masih tertidur.

“Kau sudah tau orang yang akan menginap disini?” tanya Heechul yang sudah duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan Yeosin yang sedang menimang-nimang Yeohee.

“Belum… katanya dia akan datang dua atau tiga hari lagi.”

Heechul menggangguk, tatapannya ke Yeosin berubah. Bukan tatapan sayang seperti biasanya, tapi tatapan khawatir. Ia khawatir pada gadis itu, ia takut gadis itu tidak bisa menerimanya lagi.

Perusahaannya sedang tidak berjalan dengan baik. Ada beberapa masalah yang semakin memburuk. Ia takut perusahaannya hancur dan ia menjadi miskin. Ia takut Yeosin meninggalkannya.

“Kau jangan mengkhawatirkan aku. Aku bisa memahaminya. Aku bisa berkerja jika kau mau.”

Heechul membelakakan matanya, “apa kau gila? Lalu siapa yang akan mengurus Namhee dan Yeohee? Aku tidak mau mereka di rawat oleh orang lain.”

Yeosin membawa Yeohee duduk di sebelah Heechul. Yeosin menatap Heechul lembut, “kita bisa menitipkannya pada Eommonim selagi aku berkerja.”

“Tidak.” Ucap Heechul dingin. Ia tidak ingin istrinya berkerja, ada atau tidak adanya anak-anak mereka ia tidak suka melihat istrinya berkerja. Karena itu membuat harga dirinya sebagai laki-laki terluka.

“Tapi kita sedang butuh uang.”

Heechul membelai pipi istrinya, “Aku yang akan mencarinya. Kau diam saja dirumah dan rawat Namhee dan Yeohee dengan baik, arra~”

Yeosin menatap Heechul, ia tau hanya mengandalkan Heechul saja tidak cukup, meski mereka sudah menyewakan lantai bawah kepada seorang itu tidak akan menutupi ke kurangan dana perusahaan. Meski Heechul cenderung menutupi tapi Yeosin tau perusahaan Heechul dalam kondisi yang sangat tidak menguntukan. Seseorang telah menyabotase jalur distribusi perusahaan dan itu membuat perusahaan rugi.

“Arraso…” Yeosin menggangguk.

Heechul tersenyum pada Yeosin kemudian membelai kepalanya, ia juga mengecup pipi putrinya sebelum beranjak ke kamar mandi.

>>deson<<

Cho Kyuhyun melemparkan map yang di berikan oleh ibunya. Ia mendecak kesal saat melihat semangat ibunya untuk menjodohkannya dengan wanita pilihannya. Ia mengambil PSP-nya kemudian memainkannya. Saat-saat genting seperti ini hanya PSP-nyalah yang mampu menenangkan pikirannya.

“Tidak ada ada pilihan lain.” Victoria menyerahkan sebuah map lain kehadapan Kyuhyun.

“Mereka masih mengganggapku sebagai anak kecil. Mereka tidak pernah mempercayaiku sepenuhnya.” Kyuhyun tanpa melepaskan perhatiannya dari PSP-nya.

Victoria memandang Kyuhyun, “Nyonya Cho menyuruhmu menikah karena dia percaya bahwa kau sudah dewasa.”

“Jika dia tau aku sudah dewasa pasti dia membiarkan aku mencari jodohku sendiri.”

“Lalu apakah kau sudah mencarinya?”

Kyuhyun menghentikan aktifitasnya, ia menatap Victoria dalam, “Aku mencarinya selalu. Setiap detik, menit dalam hidupku aku selalu mengingatnya.” Kata-kata teredam dalam pikiran Kyuhyun.

“Gadis musim semi.” Cibir Victoria

Kyuhyun membelakakan matanya, ia tidak percaya jika Victoria masih ingat dengan cerita itu. Kisah seorang gadis yang dia temui saat musim gugur. Gadis yang telah menawan hatinya, gadis yang sampai sekarang tidak pernah ia temui lagi, gadis yang ia tidak ketahui namanya.

“Tapi sepertinya ayahmu tidak akan akan membiarkan itu terjadi.” Victoria mengagkat sebelah alisnya.

“Apa maksudmu?”

Victoria menatap map yang ada dihadapan Kyuhyun, “ide semacam itu tidak akan di terima oleh Univers. Kita akan kalah bersaing dengan Max corp. Ide-ide mereka lebih menjual dari pada kita.”

Kyuhyun menatap Victoria, “maksudmu??”

“Ayahmu akan menikahkanmu dengan nona Univers. Tentu saya membuat khawatiran ibumu berkurang dan ayahmu bisa memegang proyek itu dengan lega. Tidak perduli seberapa bagusnya ide Max corp. Univers di tangan kita.”

Kyuhyun memandang map itu tanpa minat. Ia benar-benar tidak mengerti dengan cara kerja tim kreatif di perusahaannya. Mengapa orang-orang di perusahaannya tidak mempunyai ide cemerlang. Sepertinya dia harus memecat beberapa karyawan.

>>deson<<

Hyena memasukan kuncinya ke lubang pintu. Ia mengerutkan keningnya saat mendapati pintu apartermennya tidak terkunci. Ia yakin bahwa sebelum ia pergi ke luar, ia sudah mengunci apartermennya.

“Aku pulang~” suatu kebiasaan Hyena saat masuk kedalam rumah, ia selalu mengucapkan hal itu meskipun rumahnya tidak ada siapapun. Ia seperti telah tersugesti jika ia mengucapkan hal itu, ia merasa ada yang menunggunya untuk pulang. Meski pada kenyataan atau kebiasaannya ia tidak akan menemukan siapapun. “omo~”

Hyena hampir menjatuhkan belanjaannya saat ia melihat sosok ayahnya sedang menatapnya. Sosok yang selalu ia rindukan, sosok yang selalu ia lihat di balik tumpukan kertas di balik meja kerjanya.

Hyena mendengus, pantas saja apartermennya tidak terkunci.

“Ada apa datang kesini?” tanya Hyena to the point.

Suatu keajaiban bila CEO perusahaan Univers, perusahaan terbesar di Korea datang langsung menemuinya. Meskipun Han Jaesuk adalah ayah kandungnya sendiri. Tapi itu tidak membuat suatu hubungan yang istimewa. Ayahnya ataupun bukan, Hyena hanya bisa melihat sosok Jaesuk di koran dan berita ekonomi. Tidak ada perayaan ulang tahun, perayaan musim panas, musim dingin, tidak ada perayaan kelulusan sekolah, yang ia kenal hanya seseorang yang berkutat dengan rapat dan rapat.

“Kenapa kau begitu dingin pada ayahmu sendiri?” Jaesuk melambaikan tangannya kemudian menyuruh Hyena duduk.

“Bukan kebiasaanmu untuk menemuiku, apalagi tidak ada hari besar atau janji sebelumnya. Dan tidak ada sekertaris Kang yang mewakilimu.”

Jaesuk terkekeh, “Kau adalah putriku, sejak kapan aku harus menemuimu dengan janji atau hanya di hari besar.”

Hyena mencibir, “Putrimu adalah Univers. Kau lebih menyayangi perusahaanmu dari pada aku.”

Jaesuk tersenyum miris, “maafkan aku… untuk itu aku ingin memberikan satu kasih sayangku padamu.”

“Apa?”

“Aku berencana untuk menikahkanmu dengan salah satu rekan bisnisku.”

Hyena menatap ayahnya tidak percaya. Ia bangkit dari duduknya, “maaf, tapi aku sama sekali tidak berniat untuk menikah dengan orang yang tidak kukenal dan menjadi bagian dari univers.”

“Han Hyena… kau adalah putriku satu-satunya… kau adalah pewaris univers. Kau tidak bisa menolaknya.”

Hyena menarik nafasnya dalam, “maaf, tapi sejak aku keluar dari rumah, sejak saat itu juga aku tidak mau berhubungan dengan univers lagi.”

Hyena meninggalkan ayahnya. Ia tau ayahnya tidak akan menyerah begitu saja, dan ia juga tidak akan menyerah. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menjauhi segala sesuatu yang berhubungan dengan univers dan teman-temannya.

Jaesuk melihat Hyena menutup pintu kamarnya. Ia tau Hyena bukan orang yang bisa di ajak kompromi dengan mudah, ia memiliki pendapat yang sulit untuk di bantah. Ia mempunyai prinsip hidup yang kuat. Jaesuk tersenyum miris, “kau mirip dengan ibumu.”

>>deson<<

Yeosin memperhatikan belanjaannya sekali lagi. Ia memilah-milah barang yang harganya murah dan mahal. Ia memilih barang yang berkulitas standar, untuk kali ini saja. Saat ia harus benar-benar menghemat.

Yeosin berhenti disalah satu produk susu bayi. Ia menimbang-nimbang untuk membeli susu yang murah. Tapi kemudian ia tidak tega. Ia tidak mau melihat putra-putrinya kekurangan gizi. Biar saja ia yang menahan lapar agar putra-putrinya tetap sehat. Yeosin kemudian mengambil susu yang terbaik.

Yeosin mendecak saat antrian di kasir. Ia harus segera pulang, ia menitipkan Namhee dan Yeohee ke ibu mertuanya sejak tadi pagi. Mungkin sekarang anak-anaknya sedang menangis merindukannya.

Dddrttt… drttt…

Yeosin melihat layar LCD ponselnya. Kwon Jiyong, salah satu manager perusahan Heechul yang merupakan mata-matanya.

“Yeobseyo…”

Yeobseyo… nyonya… saya baru mendapat laporan bahwa salah satu klien kita mengundurkan diri.” Ucap Jiyong menuturkan laporannya.

“Apa??”

“Ada beberapa isu yang beredar di kalangan pedangang tentang penyalanggunaan saluran distribusi… saya belum tau apa yang mereka seberkan, tapi itu membuat beberapa klien memutuskan untuk berhenti berkerja sama dengan kita.”

Yeosin tiba di depan kasir, ia membayar belanjaannya sambil terus mendengarkan pemaparan dari Jiyong.

“Bisakah kau memberiku lebih banyak data?”

Tidak bisa nyonya… itu bukan bagian dari job desk saya. Saya hanya bagian keuangan dan tidak bisa mencampuri urusan bagian pemasaran dan humas.”

Yeosin mengerutkan keningnya, ia pikir masalah perusahaannya hanya masalah internal, tapi itu justru dari pihak luar, “baiklah, bisa kau siapkan laporan keuangan secara terperinci padaku. Aku minta laporannya diberikan padaku besok.”

Baik, nyonya…

Yeosin menutup ponselnya lalu membawa belanjaannya keluar. Ia hendak menyetop taksi ketika ia ingat bahwa ia harus lebih berhemat. Ia lalu melangkahkan kakinya menuju halte bus terdekat.

Yeosin melirik jam di tangannya. Sudah larut malam. Ia harus cepat-cepat sampai kerumah. Perasaannya tidak menentu. Ia khawatir jika Namhee dan Yeohee menangis.

Brukkk… seseorang menabrak Yeosin.

“Mianhae… mianhae…” ucap orang yang menabraknya sambil menundukan wajah.

Yeosin meringis. Ia merasakan tangannya sakit. Ia melihat ke tangannya dan mendapati tas tangannya hilang. Ia menoleh dan melihat orang menarbraknya membawa tasnya.

“Yak~” Yeosin berteriak membuat orang itu menoleh, tanpa menghiraukan Yeosin orang itu memotong jalan raya.

Yeosin mengejar orang itu. Ia hampir bisa mengejar orang itu.

Pencuri itu berbalik saat Yeosin sudah berada didekatnya. Ia tersenyum sinis, saat Yeosin mendekatinya ia mendorong Yeosin hingga terjungkal ke belakang.

Yeosin tersungkur, ia bisa melihat pencuri it dengan lihai tersenyum padanya. Yeosin hendak berdiri ketika sebuah klakson berbunyi dihadapannya…

Tetttttt…. brukkk…

Yeosin merasakan tubuhnya melayang kemudian menubruk sesuatu. Ia bisa mencium bau amis di sekitar kepalanya. Ia melihat orang-orang datang mengerumuninya sesaat sebelum semuanya menjadi hitam.

>>deson<<

Heechul mendengar suara tangis anak-anaknya saat ia memarkirkan mobil. Ia mengerutkan keningnya mendengar suara anak-anaknya yang sangat keras.

Heechul mendapati ibunya sedang mencoba mendiamkan anak-anaknya.

“Eomma??” suara Heechul membuat Nyonya Kim menoleh, “dimana Yeosin? Kenapa Namhee dan Yeohee menangis?” Heechul kemudian menggendong Yeohee yang menangis

“Yeosin belum pulang. Katanya dia hanya pergi berbelanja sebentar.” Ucap nyonya Kim sambil menimang-nimang Namhee, “Eomma tidak bisa menghubungi ponselnya, Eomma khawatir, Eomma takut terjadi sesuatu yang buruk.”

Heechul membelai putra dan putrinya. Sesaat keduanya terdiam. Ia juga merasakan firasat buruk sama seperti yang dialami oleh ibu dan anak-anaknya. Ia takut sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya.

Heechul menatap Namhee, anak laki-lakinya itu mirip sekali dengan Yeosin. Matanya, hidungnya, mulutnya. Namhee menatapnya sambil terisak. Heechul memeluk putranya.

“Appa akan carikan Eomma…” Heechul lalu mengelus kepala Yeohee.

“Aku titip Namhee dan Yeohee, aku akan mencari Yeosin dulu.” Heechul memeluk Eommanya, “Aku akan segera kembali.”

Heechul menaruh Yeohee di dalam boxnya kemudian ia mengambil kunci mobilnya.

Namhee dan Yeohee kembali menangis ketika Heechul pergi. Nyonya Kim kemudian mencoba mendiamkan cucu-cucunya lagi.

>>deson<<

Hyena tidak habis pikir dengan pemikiran ayahnya. Dulu ayahnya pernah membentaknya agar tidak mengurusi perkerjaannya sekarang. Ayahnya meminta dia untuk masuk kedalam perusahan.

Hyena mencibir. Ia tidak pernah mengerti dengan jalan pemikiran ayahnya. Menurut neneknya, sifat dan wajah yang dimiliki oleh Hyena semuanya mirip dengan ibunya. Sosok yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Hyena hanya melihat foto ibunya dalam ruang kerja ayahnya. Itu pun jika Hyena bisa masuk ke ruangan itu.

Hyena meluruskan kakinya sambil menunggu busnya datang. Ia tidak bisa naik motor dan tidak pernah mau belajar nyetir, meski ayahnya sudah membelikannya mobil. Ia lebih suka naik bus atau kereta. Lebih ramai. Ia merasa tidak sendirian hidup didunia ini. Ia merasa ada orang yang lebih susah dan menderita hidupnya dibandingkan dengan dirinya.

“Yak~ kau ini kenapa?? Kau malah asik asikan disini?” seorang pemuda keluar dari mobilnya kemudian menatapnya tajam.

Hyena mengerutkan keningnya.

“Ayo pulang…” pemuda itu menarik tangan Hyena. Hyena meronta tapi tenaga pria itu lebih besar. Pemuda itu memasukan nya kedalam mobil.

Pemuda itu duduk dibelakang stir, Hyena hendak melangkan jutaan protesnya namun urang saat pemuda itu menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang membabi buta. Hyena lupa caranya bernafas saat melihat bayangan mobil-mobil lain yang berupa kilasan. Hyena melirik ke spideometer, 250km/jam. Hyena meneguk ludahnya. Ia pikir hanya TVG adalah kereta tercepat, tapi sepertinya ia salah dan dunia salah. Harusnya pemuda disebelahnya ini yang harus di masukan ke buku rekor dunia karena kecepatan dan otaknya tidak berjalan dengan seimbang.

Hyena bisa menghirup udara dengan nyaman ketika pemuda itu menghentikan mobilnya di sebuah rumah.

“Cepat keluar.” Pemuda itu membuka pintu mobil.

Hyena merasakan kepalanya sangat pusing. Ia merasa jiwanya masih berada di halte bus. Pandangannya tertuju pada rumah besar dihadapannya. Rumah tiga lantai itu sangat bising, apalagi lagi saat mendengar suara tangis bayi di dalamnya. Hyena bergedik.

Laki-laki itu menatapnya tajam, ia mendecak kemudian menarik tangan Hyena masuk kedalam rumah. Ia melewati bagian depan dan tengah begitu saja. Ia menaiki tangga kemudian masuk kedalam sebuah ruangan.

Hyena mengedarkan pandangannya, ia melihat dua bayi menatapnya sambil menangis didalam boks. Hyena mengerutkan keningnya.

“Kenapa kau diam saja?” bentak pemuda itu membuat kesadaran Hyena terkumpul, “Apa kau tidak kasian melihat mereka menangis karena kau tinggalkan seharian. Ibu macam apa kau?”

Hyena mengerutkan keningnya. Ia menatap pria di hadapannya dengan tajam. Ia tidak suka di bentak apalagi oleh pria yang tidak di kenalnya sama sekali.

“Aku akan mengantar Eomma pulang dulu, kau tenangkan mereka.” Ucap pemuda itu saat Hyena hendak membuka mulutnya.

Pemuda itu meninggalkan Hyena dengan dua bayi itu begitu saja. Hyena mendengus sekali. Kepalanya sakit karena mendengar suara bayi-bayi itu.

Hyena mendekati bayi-bayi itu. Ia menatap bayi-bayi yang menatapnya dengan mata bulat polos.

“Berhentilah menangis, aku bukan ibu kalian.” Ucap Hyena saat melihat bayi-bayi itu.

Hyena mendengus kesal. Ia berjalan menuju pintu. Ia akan pergi selagi pria itu keluar. Lagi pula ia bukan ibu dari bayi-bayi itu, ia tidak peduli.

Ia hampir mencapai tangga ketika ia mengurungkan niatnya. Ia tidak tega. Suara- bayi itu sudah serak, ia tidak tau berapa lama bayi itu menangis. Ia menjadi kasihan.

Hyena mendekati boks bayi itu. Ia tidak tau apa yang harus ia lakukan.

“Ssttt… cup.. cup… cup…” Hyena membelai salah satu bayi itu. Namun bayi itu tetap menangis, “jangan menangis, dan biarkan aku pergi. Aku bukan ibu kalian.”

Salah satu dari bayi itu menatap Hyena sambil mengapaikan tangannya. Hyena tidak yakin dengan instingnya, bayi itu minta di gendong. Hyena mengeguk ludahnya. Mimpi apa semalam hingga ia tersesat di rumah ini dan bertemu dengan bayi. Ia tidak pernah mengendong bayi. Ia tidak tau cara mendiamkan bayi.

Hyena menarik nafasnya kemudian menggendong bayi itu. Bayi itu menggeliat di pangkuannya.

“Cup… cup… cup…” Hyena mencoba menenangkan bayi dipangkuannya. Tapi bayi itu tidak berhenti menangis.

“Belum berhenti menangis?” pemuda itu kembali lalu mengendong bayi yang satunya lagi.

Hyena melihat cara pemuda itu menggendong anaknya. Hyena takjub saat bayi yang ada di gendongan pemuda itu diam saat di gendong. Hyena mengikuti cara pemuda itu menggendong anaknya. Perlahan-pelahan bayi yang ada dalam gendongannya terdiam namun masih terisak. Bayi itu pasti lelah menangis, nafasnya sudah tersenggal-senggal.

Pemuda itu membaringkan anaknya di kasur. Ia menggumamkan sebuah lullaby pada bayinya. Hyena mengerutkan keningnya. Ia tidak mungkin tidur di kasur itu.

Hyena keluar dari kamar kemudian mencari kamar lain. Ia membuka sebuah kamar yang berada disebalah kiri kamar yang tadi. Ia terpukau saat melihat isi kamar itu. Kamar itu tidak kalah dengan kamar yang dimilikinya dirumah.

“Orang itu pasti menyayangi anaknya hingga mendesign kamar secantik ini.” Ucap Hyena penuh kagum. Kamar itu di design seperti istana dalam dongeng-dongeng. Ia tersenyum miris, “seperti dongeng.”

Hyena kemudian membaringkan bayi yang ada di gendongannya kemudian menyanyikan sebuah lullaby.

>>deson<<

Jaesuk menyusuri lorong rumah sakit dengan tergesa-gesa. Baru saja ia mendapat telepon dari salah satu anak buahnya yang mengabarkan bahwa putrinya tertabrak mobil. Ia langsung meninggalkan rapat yang sangat penting. Bagaimana pun Hyena adalah putrinya, satu-satunya keluarga yang ia punya.

“Bagaimana keadaannya?” ucap Jaesuk begitu sampai ke ruang perawatan putrinya.

“Sejauh ini kondisinya masih belum stabil. Mungkin beberapa jam lagi dia akan sadar.”

Jaesuk merasakan lututnya melemas. Ia memegang tangan Hyena yang pucat. Ia merasa menjadi ayah yang paling buruk.

“Aku minta laporan kesehatannya, semuanya. Aku akan membawanya ke Jepang jika sampai besok pagi ia tidak sadarkan diri.” Ucap Jaesuk

“Baiklah Sanjangmin.” Dokter itu menggangguk, kemudian pergi.

Jaesuk menatap putrinya, air matanya menetes begitu saja, “jangan tinggalkan ayah Hyena-ya…jangan tinggalkan ayah…”

Jaesuk memandangi wajah putrinya. Ia membelai wajah pucat putrinya, “maafkan ayah jika selama ini ayah telah menjadi ayah yang buruk untukmu.”

Jaesuk mengalihkan tatapannya pada Kang Daesung sekertarisnya, “temukan orang yang telah membuat putriku seperti ini.”

Daesung menggangguk, “algesimida sanjangnim.”

TBC…

Gajekah??? mian… ini adalah Oneshot gagal hhhh… FF yg bikin aku Insomnia 3 malem gara2 habis nonton ratu deokman karena tiba2 di potong alurnya… terlalu cepetkah alurnya??? anehkah ceritanya??? jangan tanya kenapa banyak boybandnya… aku lagi marukkk kkkk

n thanks bwt Yuli yg udh ngijinin pake Hyena, sori klo ffnya jelek n disini g Hyena bgt… cz aku bukan iblis betina jd g tau cara mendreskripsikan iblis betina /digiles/

_deson_

Leave a comment

25 Comments

  1. onnie… ini ceritanya hyena sama yeosin mirip ya? terus ketuker? si heechul ngira hyena itu si yeosin, terus appanya hyena ngira yeosin tu hyena? gitu bukan??

    aa onnie jangan sampe si yeosin pake ilang ingatan segala >< kasian itu 2 anak kembar malah dapet ratu iblis xD ._.v trus kalo emng mirip jangan sampe si kyu ketuker ._.v

    Like

    Reply
    • iya ceritanya mereka mirip gituuu…
      trus ke tuker…
      iya juga yah kasihan namhee n Yeohee
      tapi kan ga papa sekali-kali dapet Kyu kkkkkkkkkk #plaaaak

      Like

      Reply
  2. Untuk pertama kalinya aku mampir dan meninggalkan jejak disini dan apa yang kudapatkan?
    Yak, DEWI SONIA!!! Aku tau ide ceritanya bagus, tapi apa kau sebegitu nafsunya mendapatkan suamiku sampai membuat cerita seperti ini? Kita tertukar? Aku baru tau kalo wajah kita mirip. *PLAK!* Dan apa kau pikir suamiku tersayang itu sebegitu bodohnya sampai salah mengenali orang? Aku rasa tidak. *jgn tendang aku keluar blog karena komen sakit jiwa ini*
    Ehm ehm, karakter Ichul unyu bgt. Dia ayah yg baik, ya? Aku baru tau. *digiles truk*
    Ah, aku masih tidak terima dengan kenyataan bahwa dirimu tergoda dengan suamiku yang memang sangat tampan itu sampai2 kau bermaksud selingkuh dari Heechul. Dan apa itu? Note terakhir? Ratu iblis? Aku ini gadis paling baik hati di mata seorang Cho Kyuhyun, bagaimana mungkin kau menuduhku sebagai ratu iblis?
    Oke, henitkan komen tidak waras ini, aku tahu dirimu menyesal membiarkanku meninggalkan komen di blogmu, Deson~ya. So, annyeong! Aq menghilang dulu. *WUUUUUUUUUUUSSSSSSSSSSSHHHHHHHHHH!*

    Like

    Reply
    • cie cie ratu iblis datang /semprot kemenyan + tabur kembang/
      Yak sebenarnya suamimu tercinta itu tidak bodoh karena dia emang g tau siapa Han Yeosin, yg bodoh itu c Ichul ampe g ngenalin istrinya sendiri /dilindes/ sebenernya g mirip2 bgt sih, Yeosin jauh lebih cantik #plaaak
      jangan salahkan aku jika aku tergoda… salahkan suamimu kenapa bisa sangat ganteng… aku juga tidak beratan jika nanti kita tertukar dan aku di jodohkan dengan dia hhhh
      ichul memang appa idaman setiap anak kkkk
      mungkin itu dimata Kyuhyun tapi dimataku kau ratu iblis😛
      ratu iblis yg suka menghilang kkkk

      Like

      Reply
  3. critanya seru..
    wah… bisnisnya mas ichul lagi susah ya…
    sini aku pinjamin duit buat modal usaha hehehe
    belum ngeh sama gemini.
    trus ayahnya hyena knapa tuh??
    keknya hyena en yeosin kembar ya??
    sampe ga bisa dibedain ama ichul en babenya hyena

    ya Tuhan, kasian bgt si kembar kalau sampe dirawat ama hyena..
    bisa2 ga slamat ntar mereka berdua *cemas*
    ga mungkin bgt ratu iblis bisa ngerawat baby hahahaha *dicakar yuli*

    trus apalagi ya??
    segitu aja dulu, ntar kita lanjutkan lagi
    hahahaha

    Like

    Reply
    • bisnisnya lancar cuma ada yang jahat sama dia gitu makanya jadi mandet…
      gemini itu ya gemini…
      aku juga mikir dua kali Onn wakitu nulis ini…
      gak tega ninggalin namhee n Yeohee… tapi demi tuntutan peran /digilesss/
      di part selanjutnya bakal lebih dijelasin lagi kok Onn kkk

      Like

      Reply
  4. aku datang..*ga da yg ngarepin*

    ini yg bikin u ribet” nanyain photoshop it ma gw??
    ide critanya bagus..
    Hyena-Yeosin it kembar kah?
    Kacian klo c kembar da dtangan Hyena,mending namhee kasih k gw.
    Dasar maruk, udah punya heechul msih mau ngambil calon suami orang.

    Part ini blm bgtu jelas..
    Blm bisa nangkep inti critanya..
    One shot gagal?
    Trz jd brp part ini?

    Maksud gemini it c kembar Hyena-Yeosin iah?
    Gemini it artinya kembar kan?
    Jd ntar yg bisa ngalahin Jaesuk it Hyena-Yeosin.
    Tp tnyata mereka kmbar yg ga saling tau.

    Like

    Reply
  5. vanny

     /  August 15, 2011

    maksud ku, napa judulnya gemini aku lum nangkep hehehehe
    demi tuntutan peran ato mau berpaling sejenak dari ichul dengan mengorbankan si kembar?? hahaha..
    kalu gitu enjoy your time with kyu wakakakakak….

    Like

    Reply
    • gemini itu nama rasi bintang… kkk
      aku juga ga tau… aku emang rada payah sama yang namanya ngasih judul… g da satupun yang beres judulnya

      Like

      Reply
  6. kimbyen

     /  August 15, 2011

    pertama ak g mudeng am crita dbgian trakhr trus ak ulang lg baca ny bru mudeng deh, trnyta yeosin-hyena kembr.. Lucu jg, tp ih sh ichul gbs bdain ap y?.. Oh y, Ak mau ny ichul am yeosin, kyu am hyena… Ak tnggu klanjutanny

    Like

    Reply
    • sulit dimengertikah bahasanya????
      iya… heechul itu pinter tapi dudung hhhhhh…
      gak bisakah kita bikin couple kyusin… kayaknya lebih bagus dari pada Yeonim kkkkk

      Like

      Reply
  7. Uuoooooo putri yang ditukar (he???), ato gadis yang tertukar (watdehel), apapun itulah yang jelas ketukar (???????) -..-
    Itu maksud nama anaknya chul yeohee : yeoja heechul, dan namhee : namja heechul ya? *krik krik sotoy tingkat dewa* LOL deh😄
    Hadeuh hadeuhh kayaknya bakalan rempong ya ini bok ya kalo sampe ketuker. Semoga cepet pulih ya cyinnn *apedah bahasa gue* XDDD
    Lanjoootttttttttttttt

    Like

    Reply
  8. KYAAAAA~~ baru maen-maen lagi kesini dan nemu epep baru, langsung baca..😀 Castnya Disini banyak bertebaran idol terkenal yaah.. Sanggup neng bayar feenya mereka?.. Kkk XDD Aku ngiranya Hyena sama Yeosin jiwanya yang tertukar, kaya 49 days itu loh neng.. Bener tak?.. Atau emang mereka kembar tapi ga ngeh?.. Marganya sama2 Han khan.. Okelah, aku ngesot ke part selanjutnya..😀

    Like

    Reply
    • tenang masih ada kartu kredit Bang Ichul jd aq terlalu mikirin bayar mereka kkkk….
      jiwa yg tertukar??? aku malah g kepikiran sampe situ hhhh…
      marganya sama2 Han iya sih sengaja kkkk

      Like

      Reply
  9. verina

     /  October 21, 2011

    ihh ga kebayang abang AB punya anak.
    teteh ko kau ktuker si ama si iblis betina? ga kesian ama buah cintamu dgn si abang? nanti keracunan tuh si kembar klo d urus hyena *dgiles. uwooo aku baru baca ini dan langsung penasaran ama part2 slanjut a.
    udah ahh nyampah a mao ngesot ke part 2.. *tringgg menghilang

    Like

    Reply
    • coba mulai membiasakan diri untuk membayangkannya heheeee
      sebenernya sih ga tega tapi gimana yag hhh
      silahkan ^^

      Like

      Reply
  10. ini ceritanya keren deh..
    gemini tuh kembar kan???
    kasian si kembar di tinggal emaknya..

    Like

    Reply
  11. Ghye_

     /  November 11, 2011

    ini apanya yg ketuker, raganya doang ya??
    tp qo bsa ketuker sih gmn caritanya..
    lanjut ke part selajutnya deh ^^

    Like

    Reply
  12. Likeeeeeeeeeeeeeeeee…

    Like

    Reply
  13. You really make it seem so easy with your presentation but I to find
    this matter to be actually one thing that I feel I’d by no means understand. It seems too complicated and very vast for me. I am taking a look forward for your next post, I’ll attempt to get the hold of it!

    Like

    Reply
    • hahaaa… yeah sometime my hand cann’t handle my imaginations hahaaa…
      thankyu for comming and comment❤

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: