CoffeeMilk Love n Love

CoffeeMilk 24 Love n Love

Yeosin membuka selimut yang menyelimuti tubuhnnya. Sudah berkali-kali ia bergulung-gulung di kasur. Ia mencoba memejamkan matanya tapi selalu tidak berhasil, setiap 5 menit ia selalu membuka matanya.

Yeosin mendecak kesal lalu pergi ke luar kamar untuk mengambil segelas air putih.

“Insomnia lagi?”

Yeosin menoleh dan mendapati Hyojoo sedang memandanginya. Yeosin melangkahkan kakinya ke dapur lalu mengambil segelas air putih.

“Makanya jangan suka begadang… jadi insomnia kan?” cibir Hyojoo.

Yeosin menatap kakaknya dengan tajam. Ia ingin tidur bukan ingin mendengarkan ceramah kakaknya itu.

“Ampun adjuma, mianhamnida…” ucap Hyojoo penuh tawa saat melihat wajah lelah Yeosin yang menatapnya tajam.

Yeosin mendengus kesal kemudian kembali ke kamarnya.

Ia menarik selimutnya dan menutup matanya kembali. Berhasil ia tertidur.

Yeosin baru saja memejamkan matanya dan ia baru saja ingin memulai mimpinya ketika ponselnya bergetar.

Ia meraba ponselnya karena malas membuka mata. Ia memicingkan matanya dan melihat pesan yang ia terima.

From: Shin Jae-Na

Ahn Ahra C1

Baek Jira A1

Choi Jinri D

Goo Junpyo C1

Han Yeosin A2

Im Hana C2

Shim Chaesun A1

Son Wobin A2

Yoon Jihoo C2

Yeosin melihat deretan nama itu dengan kening berkerut, namanya ada di A2 artinya kelas A praktikum 2 dan Chaesun Kelas A praktikum 1. Aigoo kenapa kami tidak satu kelas saja sih. Menyebalkan.

Yeosin menutup matanya kembali dan tertidur kembali.

>>deson<<

Heechul menatap ponselnya yang terus menerus membisu. Ia tau Yeosin tidak akan menelepon atau mengsms duluan jika tidak dalam keadaan darurat. Anak itu memang sedikit tidak suka berbasa-basi. Ia tidak akan seperti Chaesun yang hobi berbalas SMS dengan Donghae.

Heechul tau hari ini adalah hari pembagian kelas dan jadwal. Disatu sisi ia ingin Yeosin dan Chaesun di kelas bersama sama, karena dengan begitu selalu ada yang bisa mengawasi Yeosin. Ia tau Yeosin bukan anak kecil lagi, tapi tingkahnya yang sangat bodoh kadang-kadang membuatnya khawatir.

Tapi disisi lain jika mereka sekelas akan ada malapetaka. Tau sendiri jika mereka bersama mereka tidak akan berhenti mengobrol dan melakukan ide gila yang aneh-aneh. Hufftt… bagaimana Yeosin bisa memperbaiki nilainya jika begitu.

“Kau kenapa hyung?” tanya Sungmin.

“Ani… aku cuma sedang bosan.” Kilah Heechul

“oo… ku artikan itu kau sedang merindukan Yeosin.”

“Kau salah Hyung…” sela Ryeowook, “Heechul Hyung sedang mengkhawatirkan Yeosin.”

“Bagaimana kau tau???” tanya Shindong.

“Jika Heechul hyung diam dan menatap ponselnya sambil melamun itu artinya dia sedang memikirkan Yeosin, ia mengkhawatirkan Yeosin. Jika Heechul Hyung mondar-mandir tidak jelas sambil memegang ponselnya maka ia sedang merindukan Yeosin tapi tidak berani menghubungi Yeosin karena Yeosin sedang marah atau sibuk.” Papar Ryeowook diikuti anggukan Sungmin dan Shindong.

Heechul menatap Ryeowook tidak percaya. Kenapa orang itu bisa mengetahui segala tindak tanduknya.

>>deson<<

“Jadi???”

“Kau di A2, Chaesun, aku dan Jira di A1.”

“Hah?? kenapa hanya aku yang di A2 sendiri?? Curang…”

“Kkkk… emang nasibmu sendiri yang suka beda dari yang lain, sudahlah yang penting kita sekelas dan tidak perlu mencocokan jadwal dua kali untuk jadwal yang lainnya.”

“Tapi tetap saja, aku sendiri…”

“Kau tidak usah khawatir, kita kan masih bisa bersama saat kuliah.”

“Ne, arraso… aku minta jadwal…”

“Sudah kukirim lewat E-mail.”

“Ok Gomawoooooo…”

Yeosin menutup sambungan teleponnya kemudian membuka E-mailnya ada beberapa E-mail spam dan beberapa tugas yang harus di lakukan untuk beberapa hari kedepan, akhir-akhir ini dinas parawisata Korea sedang gencar-genjarnya mengadakan event visit Korea.

Yeosin membelakan matanya saat membaca E-mail dari Jaena. Ia hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia hampir mati jantungan saat melihat deretan E-mail itu.

Jadwal Kuliah Semester 5 Kelas A Praktikum 2

Senin:

(Praktikum) Pemeriksaan Akuntansi II – 07.00-10.20 –  Lab AKN 2

(Kuliah) Akuntansi Keuangan Lanjutan – 11.00-11.50 – GG B01

(Kuliah) Pemeriksaan Akuntansi II – 12.00-12.50 – GG B01

(Praktikum) Akuntansi Keuangan Lanjutan – 14.00-17.20 – CA K03

(Praktikum) Tekhnik Audit berasis Komputer – 18.30-21.50 – CA Kom 1,3

Selasa:

(Kuliah) Analisis Laporan Keuangan – 09.00-09.50 – CA B02

(Praktikum) Analisis Laporan Keuangan – 14.00-17.20 – GG K09

(Kuliah) Hukum Bisnis – 17.00-18.40 – GG B02

Rabu:

(Kuliah) Akuntansi Pemerintah/Publik – 07.00-07.50 – GG B06

(Praktikum) Akuntansi Pemerintah/Publik – 16-19.20 – GGK09

Kamis:

(Kuliah) Manajemen Investasi – 13.00-13.50 – GG B02

(Praktikum) Manajemen Investasi – 14.00-15.40 – GG K05

Sabtu:

(Praktikum) Sistem Informasi Akuntansi – 07.00-10.20 – GG K07

(Kuliah) Teknik Audit berbasis Komputer – 15.00-15.50 – CA B06

(Kuliah) Sisten Informasi Akuntansi – 16.00-16.50 – CA B06

Ini gilaaaa… Senin masuk jam 7 pulang jam 10 malam???  Padahal semester kemarin ia libur dan menetepakan hari senin sebagai hari bertemu dia dan Heechul. Jika melihat jadwal yang seperti itu bagaimana mereka bisa bertemu.

Selasa dan Rabu juga pulang malam?? Aisshhh… ini jadwal kuliah atau jadwal ke Clubbing??? Sudah ada jadwal yang bentrok, jadwal jeda antar kuliah yang panjang dan kelas yang tidak enak… kenapa g dapet kelas di CA atau CB??? Kenapa harus di GG???

Meski harus di Syukuri juga setelah sekian semester, yang menuntutnya masuk selalu jam 7 pagi (sudah seperti anak sekolah) setidaknya ada beberapa hari yang masuk siang.

Ia mendapat jatah libur hari Jumat. Padahal hari Jumat Jadwal Heechul sangat padat.

“Huffft… Eottheokhae????”

>>deson<<

Yeosin memandang Heechul yang sedang asik bermain twitter. Dari jauh hari mereka memang sudah berjanji untuk meluangkan waktunya tepat sehari sebelum Yeosin masuk kuliah.

“Kau mau bermain twitter terus atau menemaniku??” ucap Yeosin kesal, “sepertinya twitter sudah menjadi pacar keduamu.”

Heechul menatap Yeosin, “Kau cemburu??”

“Tentu saja tidak. Kau pikir aku ini apa yang cemburu pada situs jejaring sosial seperti itu, hah??”

Heechul terkekeh, ia lalu menatap Yeosin dalam, “Apa yang membuatmu marah?? Biasanya kau tidak pernah peduli.”

Yeosin memandang mata Heechul dalam, “Aku sedang ingin bersamamu. Aku ingin memasukan banyak kenangan diantara kita sebelum kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.”

“Mianhae…” Heechul menatap ragu kedalam mata Yeosin, “Maafkan aku yang tidak bisa menjadi pria biasa bagimu.”

Yeosin memalingkan wajahnya, “Itulah sebabnya aku membencimu, dan membenci diriku sendiri. Kita sama-sama kalah oleh jadwal yang begitu menyiksa.”

Heechul menarik Yeosin kedalam pelukkannya lalu mencium keningnya, “tapi jadwallah yang membuat ku tidak pernah bosan. Tidak ada orang yang membuat jadwal kencan sebulan sebelumnya, harus diam dirumah atau didorm. Saat bersama orang lain hanya sebagai teman atau menejer. Selalu bertengkar karena berbeda pendapat.”

“Aku lelah dengan sikap seperti itu.” Yeosin merangkulkan tangannya di pinggang Heechul.

“Mungkin karena dosis keras kepalamu itu yang terlalu tinggi.” Goda Heechul.

“Jadi maksudmu aku keras kepala?”

“Apa aku harus katakan kau itu egois??”

“Kim Heechul-ssi??”

Heechul terkekeh, “Ada saatnya aku merindukan pertengkaran kecil kita. Aku marasa lebih dekat denganmu.”

Yeosin terdiam.

“Kita harus bertahan satu sama lain, arraso??”

“Bagaimana jika aku tidak kuat dan menyerah.” Yeosin menatap Heechul tanpa melepaskan pelukannya. Ia tau, bahwa suatu saat ia akan menyerah dan membiarkan Heechul pergi. Meskipun ia tidak akan pernah bisa melupakan Heechul seutuhnya.

Heechul menatap manik Yeosin yang Coklat, ia tau gadis itu selalu berpikir bahwa ia tidak mencintainya dan hanya merasa sebagai belas kasihan. Gadis itu tidak pernah tau seberapa dalam perasaannya, tidak pernah tau bahwa ia juga memerlukan gadis itu disampingnya, “Sebelum itu terjadi aku akan melatih diriku untuk menjadi yang paling egois.”

Heechul mengacak-acak rambut Yeosin, “Jika ada yang bertanya seperti apa rasa cinta kita maka jawabannya adalah seperti mempertahankan rasa tidak mau mengalah satu sama lain, dan rasa Egois. Tidak akan mengalah pada siapapun dan egois dalam mempertahankannya.”

Yeosin terdiam, ia mengerutkan keningnya tidak mengerti.

Heechul mendengus kesal, “ternyata kau memang lebih mengerti deretan angka daripada deretan kalimat.”

“Apa maksudmu?”

“Sudahlah lupakan.” Heechul bangkit lalu meninggalkan Yeosin, “Lain kali ingatkan aku untuk tidak berbicara yang romantis padamu.”

Yeosin mengembungkan pipinya kesal.

>>deson<<

“Kau bilang, Heechul hanya merasa sayang padamu. tapi kenapa kau masih mencintainya?” tanya Leeteuk saat mereka sedang berduaan.

“Harusnya aku mengucapkan terimakasih padanya karena mau menjadi kekasihku. Aku tau dia hanya merasa simpati padaku, karena rela pergi ke New York selama dua tahun hanya untuk dia.” Yeosin menatap Leeteuk, “Aku tau ini gilaa… aku pernah bercerita pada Youngwoon Oppa, dan dia bilang. Bersikaplah egois, gunakan kelemahan dia.”

“Jadi saat Heechul mau menjadi kekasihmu, kau langsung terima?”

“Dia tidak bilang dia mau menjadi kekasihku, ataupun mencintaiku. Itulah yang membuatku binggung.”

Leeteuk tersenyum, “Tapi dia bilang kepada kami bahwa kau itu kekasihnya.”

“Dia selalu bilang jangan lihat ke belakang, lihat dirinya yang ada dihadapanku. Dia selalu memarahiku jika aku melupakannya. Dia selalu hmmm… entahlah kadang-kadang aku tidak ingin melepaskannya.”

“Itukah sebabnya Heechul tidak pernah menceritakan proses jadian kalian.”

“Tidak ada kata jadian diantara kami.”

“Lalu bagaimana kalian bisa berkomitmen seperti ini?”

“Awalnya kami hanya biasa saja. Tidak pernah mengobrol atau dekat. Aku menyukainya, sangat tapi dia tidak pernah tau. Aku mencoba yang terbaik untuknya. Aku pergi ke New York karena patah hati dan aku gagal lagi. Aku tidak tau harus bagaimana lagi. Cinta dan karirku tidak ada yang berhasil. Aku selalu menumpahkannya pada Youngwoon Oppa dan Ryeowook Oppa. Kedua Oppa itu selalu menyemangatiku. Suatu ketika aku mendapat telepon dari Ryeowook Oppa, tapi dia yang berbicara. Sejak saat itu ia mulai bicara padaku. Kami berjanji akan bertemu di Lotte Word saat aku pulang ke Korea. Sebenarnya aku pulang beberapa kali, tapi aku tidak mau menemuinya. Aku takut, aku takut percaya padanya. Tapi kemudian Youngwoon Oppa berkata, ‘Gunakan keegoisanmu untuk memilikinya sebelum kau benar-benar kehilangannya. Dengan begitu kau tidak akan pernah menyesal. Karena kau pernah memilikinya.’ Setelah itu aku mau bertemu dengannya.”

“Lalu???”

“Tidak terjadi apa-apa. Kami hanya bermain dan mengobrol tentang banyak hal. Dia bisa mencairkan suasana, aku tau kan. Aku mulai terbiasa di dekatnya dan aku merasa nyaman. Dia bilang, ‘kau menyukaiku dan aku juga, apakah harus ada pernyataan lain jika kita sama-sama sudah mengetahui perasaan masing-masing?’

“Jadi sebenarnya apa hubungan kalian?”

“Sepasang kekasih.”

Leeteuk mengerutkan keningnya, “bukannya kau bilang tidak ada prosesi jadian?”

“Ini adalah hubungan kompleks. Dia selalu berkata kepada semua orang jika aku adalah kekasihnya. Dia memperlalukan aku sangat spesial, meski dengan jadwalnya yang super sibuk dan keanehan lainnya. Aku memang bukan apa-apa, tapi dia membuatku menjadi sesuatu yang berharga, terkadang aku takut untuk meninggalkannya.”

“Ehmmm okeh… jadi proses jadian kalian adalah waktu… tapi bagaimana kalian merayakan hari anniversary kalian. Kapan hari jadi kalian?”

“Aku tidak tau. Dia selalu marah saat aku menanyakan hal itu, lalu dia bilang hari jadian kami adalah 7 maret. Saat ku tanya alasannya, dia bilang itu kombinasi angka yang bagus.”

Leeteuk mendecak, “cih dasar pasangan yang aneh.”

>>deson<<

“Bagaimana rasanya berjalan dengan kekasih sendiri di hadapan banyak orang?” tanya Siwon pada Heechul dan Donghae.

Setelah membuka akun twitternya yang mengumumkan kekasihnya bernama Lee Soon Hae…

“Molla… Aku pernah merasakan hal itu tapi tidak terlalu nyaman karena aku menyamar sebagai wanita.” Jawab Heechul

“Aku selalu ingin membawa Chaesun ke Pantai dan menikmati matahari tenggelam dan terbit.” Jawab Donghae

“Itu sangat berisiko, Donghae-ah.” Ucap Heechul.

“Apa kau tidak bosan Hyung… setiap kali pacaran hanya lewat telepon dan jika bertemu hanya bisa di ruangan yang tertutup, jika tidak di dorm ya dirumah.”

“Aku memang lebih suka pacaran di rumah.”

“Apa nya yang enak, tidak ada unsur romantis-romantisnya.” Tambah Siwon.

“Karna dia hanya akan menatapku dan aku juga hanya akan menatapnya, sebebas apapun.” Jawab Heechul

“Kau memang aneh Hyung.” Cibir Siwon

“Benar… kau memang aneh, bukankah selama kalian berdekatan kau selalu membuka twitter.”

Heechul tersenyum, “Jujur saja aku malu mengakuinya.”

Siwon dan Donghae bertukar pandang.

“Saat dia menatapku dengan matanya. Aku merasakan wajahku memerah. Tidak ada yang aku inginkan selain dirinya.”

“Jadi bagaimana dia tau perasaanmu yang sebenarnya jika kau terus menundukan kepalamu.”

“Aku ingin dia mengetahuinya sendiri, tanpa aku ungkapkan, tanpa aku ceritakan. Aku ingin dia yang merasakannya sendiri.”

“Jadi apakah seorang Kim Heechul mencintai Han Yeosin?” tanya Donghae pada Siwon.

“Jawabannya Iya…”Siwon sambil tertawa.

Mereka pun tertawa, kemudian bermain twitter kembali.

>>deson<<

Yeosin menghembuskan nafas panjang. Ia menyalakan komputernya kemudian menoleh pada Chaesun yang duduk disebelahnya. Ia sudah sangat lelah. Kepalanya masih terasa sangat pusing, hari pertama di kampus benar-benar membuatnya mual. Masuk jam 7 pagi dan keluar jam 10 malam. Benar-benar tidak ada toleransi, dosen tepat waktu dan pelajaran membosankan di sepanjang hari.

“Jaena nanya, dosennya siapa?” Chaesun memperlihatkan ponselnya pada Yeosin.

Yeosin mengerutkan keningnya, ia teringat perkataan Ms Han tentang Dosen TABK-nya itu yang masih muda dan ganteng. Sebenernya ia rancu pada perkataan dosen perempuan tentang dosen laki-laki. Waktu semester kemarin Ms Moon pernah mengatakan bahwa dosen Komputer akuntasi 3 ganteng dan banyak yang naksir, ternyata setelah dilihat, lumayan ganteng untuk selera ibu-ibu.

“Muda ganteng.” Yeosin mengikuti ucapan Ms Han Ri-in

Chaesun terkekeh, ia kemudian mengetikan kedua kata tersebut.

Lima menit kemudian sang dosen tiba yang kemudian disusul Jaena dan Jira yang datang dengan senyuman yang dibiaskan, “Dosennya siapa?”

“Gak tau.” Chaesun melirik ke arah dosen itu yang sibuk menyalakan komputer, “katanya Muda dan ganteng.”

Jaena mendelik, “Aisshhh yang bener dong…”

Chaesun mengedikan bahunya, “aku cuma mengutip kata-kata Ms Han.”

Jaena hanya menoleh sesaat. Ia tidak bernafsu… tapi setelah lampu lab dinyalakan dan kelas menjadi terang benderang. Jaena kembali terpaku pada sosok yang berdiri di didepan.

Muda dan ganteng.

Mungkin selera Ms Han jauh lebih tinggi dari Ms Moon.

Muda dan ganteng…

Yeosin bisa melihat beberapa kali Jaena melirik ke asdos yang baru lulus itu.

>>deson<<

Selasa, rabu, Kamis…

Yeosin menghembuskan nafas kesal. Kenapa hari menjadi sangat lamban. Baru beberapa hari kuliah ia sudah merasa sangat bosan padahal saat ia libur dulu ia ingin segera kuliah.

Yeosin melihat ke kalender. Jumat. Jam. 11.00 kst.

Ia benar-benar bosan.

Ia meraih ponselnya kemudian mengetikan sesuatu.

To: MyCinderella

Aku benar-benar bosan.

Tidak lama kemudian Heechul membalas.

From: MyCinderella

Kita keluar. Aku jemput sekarang.

To: MyCinderella

Okey aku menunggumu.

Yeosin kemudian bersiap-siap sambil menunggu Heechul. Ia tidak tau, tapi ia senang bisa bertemu dengan Heechul mengingat kemarin-kemarin ia hanya bisa menatap komputer dan bahan kuliah-nya.

Heechul datang dengan menggunakan kaos tipis berwarna putih tidak lupa juga menggunakan kacamata Hitam.

“Kita mau kemana?” tanya Yeosin mengingat mereka tidak pernah jalan ke tempat yang asing dan ramai.

“Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.” Ucap Heechul sambil menyunggingkan senyuman separonya.

>>deson<<

Yeosin hampir tidak percaya pada apa yang dilihatnya. Tangannya yang menggenggam tangan Heechul berkeringat dingin. Ia membeku, tidak bergerak bahkan tidak sanggup untuk berjedip. Ia takut, jika ia berkedip bayangan itu akan menghilang.

Tapi itu bukan bayangan, itu sosok sempurna yang selama ini hanya ada didalam bayangan Yeosin. Sosok yang selalu ia rindukan, sosok yang sudah lama pergi dari kehidupannya.

“Appa~” bisik Yeosin yang seperti gumaman.

Park Younghae merentangkan tangannya untuk menyambut putrinya. Putri kandungnya. Ia tersenyum melihat putri semata wayangnya tumbuh menjadi perempuan yang cantik.

Yeosin melepaskan tangan Heechul kemudian menyambut ayahnya.

“Appa… Bogoshippo~” ucap Yeosin sambil menahan haru.

“Nado…” Younghae membelai kepala putrinya.

Heechul merasakan tangannya hampa saat Yeosin melepaskan tangannya dan meraih pelukan ayahnya. Ada bagian dari dirinya yang tersenyum melihat Yeosin menangis bahagia dipelukan ayahnya yang sudah lama pergi.

Akhir-akhir ini dia memang sedikit sibuk. Ia keluar dari Youngstreet dan mulai mencari tau tentang ayah Yeosin. Setelah menemukannya sulit baginya untuk meyakinkan ayah Yeosin untuk melihat putrinya. Bukan tanpa alasan ayah Yeosin menyerahkan putrinya pada adik iparnya yang tidak lain adalah kakak dari ibunya sendiri. Park Youngha pasti punya alasan sendiri yang bahkan tidak pernah ia beri tahukan pada putrinya sendiri.

Yeosin terlalu mirip dengan ibunya dan Yeosin adalah keluarga satu-satunya yang ia punya. Bersamanya hanya bisa menghancurkan Yeosin.

“Ada seorang namja yang menemuiku dan memintaku untuk datang ke acara pernikahannya.” Ucap Younghae pada Yeosin.

Yeosin menatap ayahnya, “siapa? Teman ayah??”

“Bukan.” Younghae membelai rambut putrinya, sudah lama Yeosin tidak pernah merasa dekat seperti ini. Ia benar-benar sangat bahagia, “dia orang asing bagiku, tapi dia berani masuk kedalam kehidupanku dan mengubah semua cara pandangku padamu.”

Yeosin mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“Dia memintaku untuk melihatmu sebagai anakku seutuhnya bukan sebagai jelmaan istriku yang sudah pergi. Meski aku sendiri menyadarinya kau mirip dengan ibumu.”

“Appa~”

“Dia benar… kau bukan ibumu. Kau lebih mirip denganku. Kau anakku.” Younghae memeluk Yeosin erat.

Yeosin membalas pelukan ayahnya meski ia tidak mengerti sedikitpun.

“Semakin besar kau semakin mirip dengan ku.” Younghae melepaskan pelukannya lalu menatap bola mata coklat Yeosin yang mirip dengan bola matanya, “Sudah berapa lama aku meninggalkanmu, aku tidak percaya kau akan sebesar ini.”

Pipi Yeosin bersemu merah.

“Aigooo… aku tidak percaya kau akan menikah dan kembali meninggalkanku.” Ucap Younghae membuat Yeosin menatapnya tidak percaya.

“Menikah???”

Younghae menggangguk, “pria itu…” Younghae menunjuk Heechul yang sedang memperhatikan mereka berdua, “dia bilang jika ingin menikah denganmu. Tapi sepertinya pamanmu itu mengajukan persyaratan yang berat.”

“Aku belum lulus kuliah Appa…”

Younghae menggangguk, “Aku tidak bisa lama-lama tinggal di Korea. Aku sedang merintis usahaku di Swiss. Aku akan lebih senang jika kau tinggal bersama orang yang tepat.”

“Appa~”

“Apa kau mencintainya?”

Yeosin terdiam.

“Jika kau tidak mencintainya aku akan menolak pinangannya.”

“Appa aku…”

“Jika kau menolak, kau bisa ikut denganku ke Swiss.”

Heechul menatap Yeosin dengan tatapan biasa. Yeosin bisa melihat tatapan itu. mungkin bagi sebagian orang, tatapan itu diartikan dengam tatapan ketidak pedulian tapi di mata Yeosin tatapan itu adalah tatapan rapuh, harapan yang hanya di sandarkan pada dahan rapuh yang mudah retak.

Heechul tidak punya pilihan, tapi dia Han Yeosin punya seribu pilihan.

“Aku mencintainya Appa… sangat…”

Finn~~~

Hhhhh….

Cerita gak jelas… harus seneng atau sedih yah… kkkkk

Du no-lah hhhhh…

yang jelas itu jadwal beneran ada Y.Y /nangis di ketek Heechul

Previous Post
Leave a comment

19 Comments

  1. nyatet jadwal neng critanya..
    diliat aja udah bikin pusing masing aja disalin di sini,,, bikin gw mual…

    curhat ceh boleh” aja tapi jangan terlalu jujur gitu dunx,,
    ampe semuanya ditumplekin disitu…
    IP Maeta, gue, ma Fitri terpampang jelas tuh…
    It rahasia publik tau..

    Hasil menggalau jadi kayak gini,,
    sering” menggalau Lah..
    Jadi selama ini Yeosin it putri yg terbuang *kayak judul sinetron*
    Kasian,,
    gimana Heechul ngrayu ayah Yeosin neh???
    Siapa tau trik dy bisa berlaku juga buat Donge ntar..
    kkkkk

    Like

    Reply
    • kkk…
      justru jadwal itu yang bikin gw galau…
      gw kan jujur, inget bulan puasa…
      putri yang terbuang??? dasar kornan sinetron >.<'
      tanya ma Heechul dong kenapa bisa ngerayu bokapnya Yeosin kkkk

      Like

      Reply
      • ga cuma u gw juga jadi korban it jadwal sialan..
        Jiah,, gw tau kok soalnya u udah kebanyakan dosa jadi dibikin sok jujur gitu..
        Hhhhhh,,,
        gw bukan korban sinetron… Gw anti yg namanya sinetron…
        Cuma ga sengaja tau judulnya aja..

        Like

        Reply
        • dari pada gw tulis… Jaena IP-Nya 4, Chaesun Ip-nya 3.8, Jira Ip-nya…. itung sendirideh hhhhh
          dasar dudung….

          Like

  2. Omo ~ CA, CB, GG, ampuuun.. Kangen sama dua kampus itu, kangen kuliah diploma, kangeun kuliah pagii.. *nasib mahasiswi ekstensi/ikutan curcol* Euuung~ berarti skrg udah semester 5 yaa neng.. Emang tuh jadwal, kalo tingkat akhir jadi gila-gilaan.. Padat merayap..(>_<'!) Hubungan Yeo sama Hee memang rumit yee.. Sampe2 yg baca aja butuh waktu buat memahaminya, hwhwhwhwhw~ XDD itu wookie Oppanya lucu.. Sampe hafal gitu kebiasannya Heenim.. Нɑɑ˘°˘нɑɑ˘°˘нɑɑ

    Like

    Reply
    • Aku justru g mau kuliah pagi… tapi g mau kuliah malem juga kkk
      hmm semestrer terakhir yg bikin gilaaa,,,
      Wookie oppa kan fans berat Yeonim hhhh

      Like

      Reply
  3. tivaclouds

     /  August 23, 2011

    Aigo…jadi mereka akan menikah??

    Ayo cepet…sebelum heechul wamil >.<

    Like

    Reply
  4. vanny

     /  August 23, 2011

    numpang ngakak..
    astaga..non!!! curhatanmu ini bikin aku ngakak..
    ga salah ntu jadwal kuliah ampe jam 10??
    aigo..dosen klian manusia kan?bukan robot? ckckckck…

    btw..keren jg ya cara ichul ngelamar,
    langsung ke babenya yeosin
    tanpa yeosin tau wakakakakak…
    seru…seru…
    kapan acara lamarannya non??
    sebelum lebaran or abis lebaran?? hahahahaha

    Like

    Reply
    • ngakak diterima
      itu asli jam 10 malem… dosennya bilang klo dia cuma bisa ngajar dari jam 7 sampe jam 10…
      untung aja… asdosnya Muda, seger dan ganteng hhh…
      acara lamaran??? emang disana ada cara lamaran yah…

      Like

      Reply
  5. rinaaays

     /  August 23, 2011

    cieeeh bela2in keluar dari youngstreet buat kayak gitu, sweet

    alasan mereka jadian bagus oenn,
    tadi bacanya pelan2 soalnya agk gak dong wkwkw maklum LOLA

    Like

    Reply
  6. Sooriz

     /  August 23, 2011

    waaaaahhh..
    akhirnya ada FF yg di post lagi…

    aku suka banget baca tentang couple ini eonn.. ;D

    tetep lanjutin eonni…semangat! ^^

    Like

    Reply
  7. vanny

     /  August 24, 2011

    ada dunk,
    aku pernah nonton di drama wonderful life,
    mirip lamaran gitu..
    asdosnya seger??
    bagus dunk, at least bisa bikin mata betah ampe jam 10 hahaha

    Like

    Reply
    • hmm…. yang lamaran kayak gitu…
      ntar deh klo aku ada mood nulis kkkk…
      iya… banget… aku kayak pernah ngeliat dia tapi g tau dimana hhh

      Like

      Reply
  8. Hahahaha onnie itu seriusan jadwal kuliahnya sampe jam 10 malem?? gile ajaaa… tapi asdos yg muda bin gateng kalo beneran bisa kali yee buat cuci mata xDD

    ayeee hayulah mereka buruan nikah xD kkkkk

    Like

    Reply
  9. LJK~

     /  December 24, 2011

    huuhu
    Kayanya pcran sma heechul hrus ekstra sabar
    Pemikiranya gk trduga
    Kekeke

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: