» GEMINI « Part 4

» GEMINI «

Cho Kyuhyun, Han Hye-Na, Han Yeo-Sin, Kim Heechul

Han Jaesuk, Cho Hyunsik, Park Mi-Na, Kang Daesung, Kwon Jiyong, Hwang Chansung, Song Jongki, Lee Hongki, Victoria Song.

 

– Part 4 –

Hyena menatap Yeohee yang sedang terbaring lemah dengan jarum selang infus di tangannya. Yeohee meringis saat ia bergerak dan merasakan tangannya sakit. Hyena semakin merasa bersalah.

“Dia mirip dengan ayahnya.”

Hyena menoleh dan mendapati Kyuhyun sedang mengulurkan soft drink padanya. Hyena mengambil soft drink dari tangan Kyuhyun lalu kembali menatap Yeohee.

“Apa dia akan membenciku jika sudah besar nanti?” ucap Hyena saat melihat tangan Yeohee. Bekas jarum itu mungkin akan membekas selamanya di tangan Yeohee.

“Kenapa harus?”

“Aku hampir saja membunuhnya?”

Kyuhyun terkekeh, “tidak ada seorang anak yang membeci ibunya. Semarah apapun, dia akan selalu mempunyai alasan untuk memaafkan. Karena tanpa seorang ibu, tidak akan ada seorang anak.”

Hyena terdiam. Ibu. Satu kata itu tidak pernah ia ucapkan sama sekali. Ia hanya mempunyai ayah dan ayah di dunia ini. Ia tidak mengenal sosok ibu. Ia bahkan tidak tau seperti apa ibunya. Hal yang selalu neneknya katakan bahwa dia sangat mirip dengan ibunya. Kadang-kadang Hyena memandang dirinya dicermin sambil membayangkan bagaimana bentuk rupa ibunya.

Hyena menatap lembut Yeohee. Ia juga tidak tau seperti apa ibu Yeohee. Kenapa wanita itu meninggalkan anak-anakanya sendirian. Persamaan nasib, mungkin kata itu yang membuat Hyena mau melakukan perkerjaan gila ini. Ia marah pada perempuan yang meninggalkan anaknya sendirian, dengan seorang ayah yang workholic.

“Aku harus pulang dan mengambil beberapa baju untuk Yeohee.” Hyena berdiri dari duduknya kemudian mengambil tasnya.

“Mau aku antar?” tawar Kyuhyun.

Hyena langsung menggeleng, “tidak perlu aku bisa sendiri.” Hyena melangkahkan kakinya keluar kamar rawat Yeohee ketika suatu pertanyaan melintas di kepalanya. ‘dimana rumah Yeohee?’. Saat ia di ‘culik’, ia tidak memperhatikan jalan karena Heechul mengebut. Hyena menarik nafasnya kemudian berbalik, ia menatap Kyuhyun ragu kemudian berkata, “setelah di piki-pikir aku memang butuh tumpangan.”

Hyena bisa melihat senyum Kyuhyun mengembang. Jantungnya berdetak dengan kencang. Entah kenapa senyuman Kyuhyun mengingatkan dia pada seseorang.

 

>>deson<<

 

Yeosin memegang keplanya yang terasa sakit. Ia merasa sedang menaiki wahana permainan puting beliung di Lotteworld. Ia bisa mencium bau rumah sakit yang begitu menusuk hidungnya.

 “Kau sudah sadar?”

Yeosin mengenal suara itu. Ia menyipitkan matanya untuk membiasakan pengelihatannya dengan cahaya. Ia menoleh dan mendapati seseorang sedang menatapnya.

“Chansung Oppa~…” lirihnya perlahan. Setelah ia berhasil melihat dengan jelas siapa orang yang ada didekatnya.

Chansung mengerutkan keningnya, “kau mengenalku?”

Yeosin mengangguk perlahan.

Chansung mendekati pasiennya itu dan mengamati wajahnya. Ia tidak pernah mengenal gadis bernama Hyena meski wajahnya mengingatkannya pada seseorang. Seseorang yang pernah tinggal di hatinya.

“Maafkan aku nona, tapi aku merasa tidak pernah mengenalmu.” Ucap Chansung jujur.

Yeosin menyunggingkan senyumnya, “Kau melupakanku Oppa?”

Chansung menggeleng cepat, “Aku tidak pernah mengenal seseorang yang bernama Han Hyena.”

Yeosin terdiam. Ia mencoba mencerna kata-kata Chansung dengan seksama, “Han Hyena?? Siapa?”

“Namamu, Han Hyena bukan??”

Yeosin menatap Chansung, “Aku Yeosin, namaku Yeosin, sejak dulu sampai sekarang, namaku tetap Yeosin. Apa kau benar-benar membenciku hingga melupakan segala tentang aku???”

Chansung terdiam. Ia menatap pasien di hadapannya itu, “Han Yeosin…” satu nama dari seribu nama yang ia hindari di muka bumi ini. Cinta pertamanya yang bertepuk sebelah tangan. Seorang gadis yang memilih menikah dengan pria lain dan meninggalkannya sendirian.

“Kau sudah ingat?” Yeosin mencoba duduk. Ia sudah tidak betah berlama-lama tidur.

Chansung membantu Yeosin duduk dengan tegap. Ia mengatur posisi ranjang Yeosin agar gadis itu bisa duduk dengan nyaman. Setelah merasa Yeosin duduk dengan nyaman ia memperhatikan wajah gadis itu dengan seksama. Ia membuka feltilator yang berada di hidung gadis itu.

“Huft… sudah berapa lama kita tidak bertemu? Aku hampir saja tidak mengenalimu?” ucap Chansung setelah benar-benar yakin bahwa gadis di hadapannya bukan Hyena tapi Yeosin.

“Kau pergi ke Amerika selama lima tahun dan meninggalkanku sendiri.”

Changsung mengulum senyumnya, “apa jika aku tetap tinggal di Korea, kau tidak akan menikah dengannya?”

Yeosin menatap Chansung tidak mengerti, ia hendak bicara tapi Chansung menotongnya terlebih dahulu, “tapi kenapa mereka memanggilmu Hyena? Han Hyena.”

Yeosin mengerutkan keningnya, “aku tidak mengenal Hyena. Siapa dia?”

“Kau di bawa kesini dengan identitas bernama Hyena. Itu hal pertama membuatku berpikir bahwa kau mirip dengan Yeosin. Kedua semua hasil pemeriksaanku dengan dokter pribadi Hyena sangat jauh berbeda. Catatan medis kalian berbeda. Dan sekerang yang aku bingungkan kenapa bisa terjadi seperti ini?”

“Aku tidak tau…” Yeosin memegang kepalanya yang kembali pening, “yang aku ingat aku sedang membeli susu dan popok untuk Namhee dan Yeohee dan setelah itu aku tertabrak.”

Chansung menatap Yeosin lekat-lekat, “kau yakin hanya itu?”

Yeosin menggangguk, “bolehkah aku pergi… aku harus menemui Namhee dan Yeohee.”

Chansung terdiam, “Apa mereka anak-anakmu?”

Yeosin menggangguk.

“Kau belum sembuh, kau harus beristirahat dulu. Aku akan memberitahu ayahmu.”

“Ayah???” Yeosin mengerutkan keningnya lagi, “Aku tidak mempunyai ayah.”

 

>>deson<<

 

Hyena membuka pintu kamar tidur utama, kamar tidur Heechul dan istrinya. Kamar itu memiliki ranjang ukuran king size dengan dipan yang bergambarkan foto pernikahan mereka. Di sebelah kiri kamar full dengan foto bayi Yeohee yang sedang tersenyum dan sebelah kanan ada foto bayi Namhee yang lucu.

Hyena mengamati foto Yeohee yang super besar. Foto itu terdiri dari tiga bagian papan yang membentuk wajah Yeohee secara sempurna. Hyena memegang gambar pipi Yeohee, yang membuat papan itu berputar dan mempilkan gambar lainnya.

Hyena mengerutkan keningnya. Ia mendorong dua papan lainnya dan mendapati kedua papan itu berputar dan menampilkan gambar di balikanya. Gambar Yeohee kecil kini berganti menjadi Yeohee dan kedua orang tuanya.

Hyena memutar sembilan puluh derajat salah satu papan dan mendapati sebuah celah diantara papan-papan itu. Ia masuk kedalam celah itu dan mendapati dirinya berada di dalam kamar Yeohee.

Hyena penasaran dengan gambar Namhee, ia mengecek gambar Namhee dan mendapati hal yang serupa. Foto Namhee itu juga merupakan akses jalan menuju kamar Namhee.

Hyena tersenyum kemudian kembali ke tujuannya semula. Mencari baju untuknya dan Yeohee.

Matanya kemudian tertuju pada sebuah buku di tumbukan baju Yeohee. Hyena mengambil buku itu kemudian membukanya salah satu halamannya.

“Ehmm… Aku mau menikah denganmu.” Ucapnya tiba-tiba sambil menyerahkan sebuah cincin padaku. Hah ini gila, tanpa tau ada angin apa dia langsung melamarku.

“Untuk apa?” aku mengutuki diriku dengan kata-kata yang keluar dari mulutku begitu saja.

“Bodoh, memangnya untuk apa lagi. Memangnya ada pria lain yang mau menikah denganmu?” cibirnya, aku tau dia sedang menahan wajah malunya. Dia terlihat lucu saat sedang malu-malu.

“Memangnya ada perempuan lain yang mau menikah denganmu.” Balasku mencibirnya lagi dan wajahnya semakin memerah.

“Ku anggap itu sebagai jawaban kau sanggup menemaniku seumur hidupmu.”

Aku menatap pria yang sedang memegang tagganku kini, pria dengan kadar romantis yang minim dan tidak pernah kreatif dalam menciptakan rayuan-rayuan gombal untuk kekasihnya. Pria yang lebih sering to the point dari pada membuat rayuan gombal. Aku menatap matanya intens, “Kau akan mati jika kau melanggar janjimu.”

Hyena tersenyum saat menemukan diary Yeosin. Ia lalu membawa diary itu kedalam barang bawaannya. Ia akan menemukan Yeosin dengan cepat kemudian membawa wanita itu pulang ke rumahnya dan ia terbebas dari kedua anak kembarnya.

 

>>deson<<

 

Kyuhyun langsung melesat ke ruang kerja Heechul saat melihat Yeosin masuk kedalam kamarnya. Ia mencari sesuatu, sesuatu yang bisa ia laporkan pada ayahnya. Sesuatu yang bisa menghancurkan gadis yang dicintainya. Ia tidak punya pilihan, tapi ia punya kesempatan.

Ia akan menghancurkan Max corp dan membiarkan ayahnya memenangkan tender. Ia lalu akan menolak perjodohan itu dan membawa Yeosin bersamanya ke New York dan hidup bersama dengan gadis impiannya itu.

Ia tidak peduli dengan ayahnya atau pun Heechul. Ia akan menghancurkan Heechul dengan keluarganya dan memberikan ayahnya kemenangan. Ia hanya meningginkan gadis musim gugurnya, tidak lebih.

Kyuhyun memfoto beberapa arsip yang ada disana. Ia langsung mengirimkannya ke Victoria langsung. Disana Victoria yang akan mengurus semua hal dan memberikan informasi selanjutnya yang harus di lakukannya.

Aktifitas Kyuhyun terhenti saat ia membuka sebuah album. Album pernikahan Yeosin dan Heechul. Hatinya merasa tercabik, saat melihat senyum Yeosin yang merekah di samping Heechul.

“Aku terlambat menemukanmu, bukan berarti aku tidak bisa memilikimu.”

Kyuhyun kemudian menaruh album ke tempat yang paling terpecil.

 

>>deson<<

 

Yeosin menatap bingung orang-orang dihadapannya. Ia tidak mengenal siapapun diantara mereka, kecuali Chansung. Dan Chansung pun sama ia tengah menatap Hyena dengan bingung.

“Apa da tidak mengalami trauma dan semacamnya?”

Chansung menggeleng, “dari hasil pemeriksaan dia dalam keadaan yang baik-baik saja.”

“Tapi kenapa dia tidak mengenaliku.”

Chansung menatap Yeosin, “kau benar-benar tidak mengenal dia?”

Yeosin menggeleng.

“Aku ayahmu, nak. Apa kau tidak mengingatnya?” Jaesuk mencoba mengingatkan putrinya lagi

Yeosin menggeleng lagi.

“Aku ingin kau memeriksa ulang tubuhnya. Aku tidak ingin hal buruk sekecil apapun menimpa putriku.” Jaesuk membelai kepala putrinya dulu sebelum dia beranjak pergi.

“Aku benar-benar tidak mengingatnya.” Ucap Yeosin setelah pria yang mengaku ayahnya pegi.

“Kau yakin?” tanya Chansung.

“Kau tau hal itu Oppa. Aku tidak punya Appa. Aku hanya tinggal dengan Eomma dan adjusi. Aku tidak punya anggota keluarga yang lain.”

Chansung melipat tangannya. Ia tau Yeosin yang ia kenal memang hanya tinggal dengan ibu dan pamannya. Menurut Eommanya sendiri, ayah Yeosin meninggal di medan perang.

“Aku akan menulusuri riwayat Han Hyena lewat catatan medis, mungkin butuh waktu yang lama. Kau ikuti saja kemuaannya. Jika ada kesempatan untuk kabur. Pergilah dan temui suami dan anak-anakmu.”

Yeosin menatap Chansung, “kamsahamida Oppa~, kau menyelamatkanku sekali lagi.”

Chansung tersenyum kemudian mengacak-acak rambut Yeosin.

 

>>deson<<

 

Kyuhyun melihat gadis di sebelahnya. Matanya masih lembab karena semalaman menangis. Ia ingin sekali memeluk gadis itu saat menangis, tapi ia tidak bisa. Ia hanya bisa menatap gadis itu dari kejauhan.

“Kita mau kemana?” tanya Hyena saat ia sadar bahwa jalan yang mereka tempuh bukan menuju rumah sakit.

Kyuhyun tersenyum tanpa berniat menghentikan laju mobilnya, “kau harus mendapatkan sedikit refresing untuk menghilangkan kerut di wajahmu.”

“Mwo?” Hyena refleks memegang wajahnya.

“Kau harus banyak tersenyum, agar Yeohee tidak kaget saat melihat kerutanmu yang bertambah banyak.”

Hyena mencibir. Matanya kemudian terpaku pada plang di hadapannya. Lotteworld.

“Ayo keluar.” Kyuhyun sudah menghentikan mobilnya dan menatap Hyena.

“Shirooo…” Hyena menggeleng.

Kyuhyun kemudian keluar mobilnya lalu menyeret Hyena keluar mobilnya. Hyena memberontak tapi ia tidak peduli. Ia ingin menikmati kebersamaannya dengan gadis yang ia sukai.

Hyena terpaksa mengikuti kemauan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan saat Hyena mengikutinya dari belakang. Ia mengambil beberapa foto selca dan secara diam-diam mengambil foto Hyena.

Mereka memutari Lotteword tanpa berniat sedikitpun menikmati permainan disana. Bagi Kyuhyun melihat Hyena sudah menyenangkan dari pada semua permainan yang ada ada di hadapannya.

“Wah kalian pasangan yang sangat serasi.” Ucap salah satu SPG di salah satu stand.

Kyuhyun dan Hyena saling bertatap wajah.

“Kami sedang mengadakan lomba, untuk pasangan. Kalian ingin mencobanya?”

“Iya…”

“TIDAK”

Kyuhyun menatap Hyena dan berkata dengan tegas, “dia bilang kita pasangan yang serasi.”

Hyena memalingkan wajahnya, “TIDAK.”

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke arah Hyena dan menatap gadis itu lekat-lekat. Tatapan yang sama yang ia berikan 7 tahun lalu. Tatapan yang dibalas oleh senyum manis gadis musim gugurnya. Tatapan yang selalu di elu-elukan oleh setiap para wanita, tatapan menatikan yang bisa membuat gadis manapun jatuh cinta.

Hyena bisa merasakan jantungnya berdetak dengan kencang. Ia bisa merasakan nafas lembut Kyuhyun di wajahnya. Ia juga bisa melihat binar mata Kyuhyun yang- entahkah mungkin yang membuat jantungnya berdebar.

Ckreekkk…

Tanpa mereka sadari SPG tersenybut memfoto keduannya, “kalian benar-benar pasangan yang serasi.”

Kyuhyun melepaskan tatapannya. Hyena tertunduk menyembunyikan wajah merahnya. Gadis itu langsung pergi begitu saja tanpa mempedulikan Kyuhyun yang memanggilnya. Ia merasa ada yang salah dengan jantungnya setiap kali bertatapan wajah dengan Kyuhyun. Seperti ada virus yang menjalar di seluruh tubuhnya dan akan mematikan seluruh fungsi otaknya.

 

>>deson<<

 

Yeosin memperhatikan kamarnya dengan seksama. Pria yang mengaku sebagai ayahnya membawanya keluar dari rumah sakit dan mebawanya ke rumah mewah ini. Yeosin mengenal aroma rumah ini, aroma yang selalu ia rasakan saat ia berdekatan dengan ibunya. Tapi aroma rumah ini sedikit lebih dingin.

“Apa aku tinggal disini?”

“Tidak nona…” ucap sekertaris Kang, “anda tidak tinggal disini. Anda keluar rumah dan tinggal di aparteren anda selelah lulus sekolah menengah.”

“Lalu kenapa kalian membawaku kesini bukan ke apartermenku?” ucap Yeosin saat mulai gerah dengan penjagaan ketat yang di berikan oleh ‘ayah’nya.

“Tuan masih menyelidiki kasus ini dan dia tidak ingin terjadi hal yang buruk pada anda.”

Yeosin mendecak kesal. Ia tidak suka di kekang seperti ini. Ia bukan seorang putri, ia tidak butuh penjagaan ketat dan bodyguard yang bergelimpangan, ia bisa menjaga dirinya sendiri.

“Sudah ku katakan aku bukan Han Hyena.” Yeosin menutup pitu kamarnya dan membiarkan Daesung kaget dengan hantaman pintu kamarnya yang disengaja di banting. Dia harus pergi, Yeosin ingin bertemu dengan anak-anaknya. Ia harus pergi.

Mata Yeosin tertuju pada telepon yang tepasang di sebelah tempat tidurnya. Ia langsung meraih telepon itu lalu menekan beberapa angka yang sudah di hapalnya. Sedetik kemudian ia langsung membanting telepon itu karena kabel telepon itu sudah diputus.

 

>>deson<<

 

Heechul menatap istrinya dengan tajam, “dari mana kau?”

Hyena berjalan dengan santai lalu melewati Heechul, “pulang kerumah dan mengambil pakaian ganti Yeohee.”

“Selama inikah?”

Hyena berbalik dan menatap Heechul. Ia bisa merasakan tatapan tajam Heechul padanya, “Dimana Namhee?”

“Di rumah Eomma… aku menitipkannya untuk sementara waktu, selama kau menjaga Yeohee.”

Hyena mengerutkan keningnya, “memangnya kau mau kemana?”

Tatapan Heechul melunak, “Aku harus ke luar kota dan membereskan beberapa masalah dengan Univers.”

“Univers? Lagi?”

“Wae??? Kau keberatan jika aku menghadapi Univers? Kita masih punya banyak masalah yang harus di hadapi. Kompetitor dan kecurangan yang di buat oleh Univers. Kita tidak punya banyak waktu untuk di buang-buang.”

Hyena memandang Heechul. Ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres antara Max dan Univers.

 

>>deson<<

 

“Maafkan aku…”

“Sudah berulang kali aku memaafkanmu, tapi setiap kali aku teringat kejadian itu. hatiku terasa sakit dan aku kembali membencimu. Maka aku putuskan untuk tidak memaafkanmu tapi melupakanmu.”

“Tapi…” Jaesuk mencoba menggapai tangan Mina namun di tangkis begitu saja.

“Pergilah dan hiduplah dengan layak. Jaga anak kita.” Mina berbalik dan meninggalkan Jaesuk.

Jaesuk segera berlari ke hadapan Mina lalu menghadang jalan Mina, “Kau ingin meninggalkanku???”

“Berhentilah bertingkah koyol Han SangWoo….” Mina mendorong Jaesuk dari jalannya, “Kau ingin menghilangkan anakmu, darah dagingmu demi ambisimu. Lebih baik aku yang pergi dari hadapanmu dari pada melihat kenyataan itu.”

“Mina-ya… dengarkan aku… kita masih punya Hyena.”

Mina menatap Jaesuk tajam, “kau pikir aku ibu macam apa yang tega membuat anak sulungnya menderita sementara anak bungsunya bergelimang harta. Kau gila.”

Jaesuk menutup matanya. Kilasan masalalunya bersama mantan istrinya masuk begitu saja. Ia tidak bisa melupakan kejadian itu. Kejadiaan saat istrinya meninggalkannya dengan anak sulung mereka dan meninggalkannya dengan Hyena sendirian. Seandainya ia bisa ia ingin kembali ke masa itu.

 

>>deson<<

 

Jongki menatap gadis di hadapannya. Gadis itu tiba-tiba minta bertemu dan di tempat yang tidak terduga. Jongki menerima ajakan itu karena dua hal, yaitu karena dia adalah anak dari Presdir tempatnya berkerja dan karena dia butuh bicara dengan Hyena juga.

“Matamu sembab. Kau habis menangis?” tanya Jongki yang heran karena melihat penampilan Hyena yang berantakan.

“Apa kau sudah mendapatkan informasi yang aku minta.”

Jongki merogoh tasnya. Ia tau kebiasaan ayah dan anak itu, selalu to the point tanpa basi basi dan sebagainya.

“Aku tidak menemukannya. Tapi aku menemukan ini.” Jongki menyerahkan sebuah map berwana putih pada Hyena, “Aku mencurinya dari sekertaris ayahmu, Kang Daesung. Dia pintar tapi sangat ceroboh, aku mengkopinya saja saat dia lenggah.” Jongki tersenyum lebar.

“Apa ini??” Hyena membuka map itu dengan perlahan.

“Perencanaan ayahmu.”

Hyena menyusuri halaman demi halaman, ia memasukan informasi dengan cepat ke otaknya. Max dan U-nix dua perusahaan distributor yang bersaing berkerja sama dengan perusahaan ayahnya. Ada beberapa sejarah kecil dan biografi pemilik perusahaan tersebut. “Kenapa kau memberikan ini padaku?”

“Hyena~… mungkin kau tidak tertarik pada perusahaan ayahmu. Tapi perusahaan sangat bergantung padamu.”

Hyena mengerutkan keningnya.

“Mulanya aku hanya bingung saat barang-barang kita menumpuk di gudang. Kita mempunyai barang yang rusak karena tidak di salurkan. Aku mengatakan ini pada ayahmu dan ia hanya diam saja.”

“Lalu??” ucap Hyena tanpa minat.

“Itulah jawabannya.” Jongki menunjuk map putih itu, “Max dan U-nix, kedua perusahaan distibutor yang ayahmu tunjuk. Mereka belum resmi menjadi distributor kita, aku tidak tau mengapa ayahmu terus menundanya. Secara kualitas Max jauh lebih unggul tapi U-nix mempunyai kesempatan jauh lebih besar untuk mendapatkan kerjasama ini.”

“Wae??”

“Karena perjodohanmu dengan putra pemilik U-nix.”

Hyena mencibir, “Ya Tuhan… kenapa aku terbawa masalah ini?”

“Ayahmu harus segera menetapkan distributornya Hyena-ya… jika tidak perusahaan akan dalam masalah yang serius. Kau liat laporan keuangan kita? Sebagian besar aktiva berada dalam persediaan, jika kita tidak segera memasarkan produk kita maka kita bisa bangkrut.”

“Kenapa kau tidak katakan hal ini pada ayahku, kenapa harus padaku?”

Jongki menghirup nafas panjang, “Ini adalah politik Hyena. Tidak masalah bagi ayahmu untuk memilih dari kedua perusahaan itu. Tapi dia ingin kau yang melakukan hal itu demi perusahaan. Jika kau menerima perjodohan ini, maka U-nix bisa marger dengan Univers dan kau sebagai pemegang perusahaan yang sah. Tapi jika ayahmu memilih Max maka perusahaan akan berkembang hingga ayahmu wafat dan semua berakhir.”

“Kenapa berakhir?”

“Karena tidak ada yang meneruskan. Kau tidak pernah peduli pada perusahaan ayahmu dan ayahmu tidak akan mungkin berniat untuk memarger dengan Max dan membiarkanmu terlantar. Maka saat ayahmu wafat nanti, kami akan mengadakan RUPS dan memilih presdir yang baru, dan bukan kau tentunya. Kau hanya akan mendapat sepersekian dari laba perusahaan.”

“Bagaimana jika aku tidak memilih?”

“Jika perusahaan bangkrut sekarang, maka ada sekitar tiga ratus ribu orang lebih yang akan kehilangan pekerjaannya.”

Hyena terdiam. Ia menatap map putih dihadapannya. Ia tidak pernah berpikir bahwa perusahaan ayahnya akan serumit ini. Ia bahkan tidak tau bahwa ayahnya menyeret dirinya masuk kedalam masalah perusahaan.

“Lalu apa yang harus aku lakukan?”

“Jika kau menolak perjodohan ini… maka kau harus membuat ayahmu setuju dengan proposal yang ditujukan oleh Max corp.”

“Aku tidak mau.”

“Hanya itu satu-satunya cara, membuat ayahmu setuju dengan proposal yang diujukan oleh Max.”

“Bagaimana jika ayah menolak?”

“Akan ada ribuan ayah yang akan kehilangan perkerjaannya termasuk ayahmu.”

Hyena terdiam.

“Hyena-ya… berikanlah keputusan yang bijak. Keputusan yang terbaik untuk semua orang, bukan hanya untukmu saja.”

TBC

banyak yang nyangka klo Jaesuk di sini adalah pemain runningman… bukan… itu mah Yoo Jaesuk…klo yg disisini itu namanya Han Jaesuk, yang pernah maen di all about Eve.

Previous Post
Leave a comment

13 Comments

  1. tivaclouds

     /  September 20, 2011

    Pelan2 misterinya mulai terungkap…udah g bgtu bingung lagi sama ceritanya.
    Tinggal penyelesaian konflik nya.

    G sabar nunggu part selanjutnya^^

    Like

    Reply
  2. Yahahahaaa saya banget itu ketipu kirain Yoo Jaesuk. Dan dgn bodohnya, knp sy ga mikir marga Hyena kan Han, berarti bokapnya juga Han dong. Babobobobobooo~
    Han Sangwoo itu siapeh? Kakak Hyena? Sy yg lupa ato emng belom dibahas ya? Ato mungkin bahasnya di chapt2 selanjutnya? *bawel bener*
    Deson kamu anak akuntansi? O.o semua yg kmu jelasin pelajaran semester 2 ku, dan skrg udah terhapus dr memoriku. Cm nyangkut seupil doang. Wkwkwkkkk
    Okelahh… Mari menunggu next chapt😄

    Like

    Reply
    • itu looh yg main di All bout eve… trus banyak deh…
      kakaknya Hyena?? emang belum dibahas kkkkk
      iya aku mhasiswa akuntansi gagal. kkkk
      km akuntansi juga kah???

      Like

      Reply
  3. utit

     /  September 22, 2011

    semakin bikin penasaran

    Like

    Reply
  4. vanny

     /  September 22, 2011

    pendek hehehehehe *kicked*
    sukurlah yeosin dah sadar *prok prok prok*
    tuh kan, malah bikin makin penasaran deh…
    apa pula itu kyu bawa hyena jalan2, ga tau apa ada anak kecil yg lagi sakit??
    ckckckck…

    Like

    Reply
  5. neervhanha

     /  September 24, 2011

    *lambai2* new reader here~ hehe
    abis ngubek2 om gugel akhirnya nemplok disini deh,, ^^
    ntar komen benerannya di next chapter aja yah. Soalnya belom baca chapter2 yang sebelumnya.😀

    salam kenal ^^

    Like

    Reply
  6. aaaaaaaa onnie maap baru komeen ><
    omaigatt!! jadi ceritanya hyena sama yeosin beneran kembar?😮 aa kaget sumpah, tapi mereka nggak tau kalo mereka kembar?😮

    woahh berati yeosin nikah muda ya? kembarannya aja belum nikah ._.

    Like

    Reply
    • Iyah ceritanya begitu
      Nikah muda? Kayaknya cuma yeosin deh yg nikah muda klo ichul /colek2/ masi bisa d bilang muda g ya? /d tendang/

      Like

      Reply
  7. ha,,ha,,, baru nyadar ternyata jaesuk bukan yang di runningman..
    jadi disini ceritanya perusahaan bang icul saingan ama perusahaan kyu ya..

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: