CoffeeMilk: Miss You More Than You Know

CoffeeMilk 28 Miss You More Than You Know

 

Yeosin menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia harus membuat karangan ilmiah maksimal 2 lembar. Tapi masalahnya setiap ia mengetik pasti lebih dari dua lembar. Ia hampir frustasi karena tidak bisa mengedit tulisannya sendiri.

Ia meniup poninya lalu memandang fotonya dengan Heechul saat di Lotteword. Disana ia masih telihat polos seperti anak kecil dan Heechul masih berambut panjang bergelombang. Rambut Heechul diikat ke atas seperti samurai Jepang dan Yeosin menguraikan rambutnya yang masih sebahu.

Waktu itu Yeosin marah pada Heechul karena rambut Heechul ternyata sama panjangnya dengan rambutnya. Heechul tidak bisa menuruti keinginan Yeosin karena harus mengikuti tuntutan managernya untuk memanjangkan rambut untuk album ketiganya. Akhirnya Heechul memutuskan untuk mengikat rambutnya keatas.

Yeosin mandang foto itu lagi. Seperti mimpi, ia pergi ke benua lain untuk melupakan Heechul tapi kemudian dia menyerah dan kembali ke Korea. Dia melirik foto yang satu lagi. Foto pernikahan mereka. Seperti mimpi. Ia bahkan belum sempat menjadi istri yang baik untuk Heechul tapi Heechul sudah meninggalkannya di medan perang.

Yeosin menghembuskan nafasnya. Ia mengambil menyalakan pemutar lagu kemudian menyalakannya. Nada-nada Close ur Mouth-nya M&D langsung terdengar di seluruh kamar. Yeosin menekan tombol Next kemudian lagu berpindah menjadi lagu Memories Super Junior.

Yeosin melanjutkan pekerjaannya kemudian berhenti seketika saat lagu tersebut sampai pada Reff kedua. Yeosin langsung menekan tombol next dan lagu kemudian berganti ke lagu Kim Jang Hoon feat Heechul.

Yeosin menekan tombol Next dan lagu berpindah menjadi lagu First Star Heechul.

Yeosin menekan tombol stop. Ia menekan tombol perintah print pada komputernya. Ia bahkan tidak peduli dengan karangannya lagi. Otaknya sudah buntu dan entah kenapa menjadi tidak karuan. Karena Heechul? Entahlah tapi melihat foto botak Heechul berkeliaran di internet, cara mengirim surat kepada Heechul di sana. Ingin sekali Ia mengirim surat pada Heechul tapi sayangnya ia tidak tau apa yang harus di katakan. Baginya mendengar Heechul baik-baik saja sudah cukup.

Yeosin memandang 2 lembar kertas yang masih basah itu. Ia memasukan kertas itu kedalam map tugas dan meninggalkannya begitu saja.

 

>>deson<<

 

Yeosin menatap penjelasan dari Koordinator jurusannya dengan seksama. Sosialisasi PLK di kelasnya sangat ramai. Ada seribu pertanyaan yang ada di oaknya tentang bagaimana cara PKL yang baik, apa yang harus di lakukan, Apa yang harus dilakukan dan sebagainyanya.

Tangannya merinding saat Sang Dosen menjelaskan tentang Wisuda. Wisuda akan di lakukan 2 kali. Tanggal 18 Juli dan tanggal 18 Oktober 2012. Ikut wisuda tahap 1 atau 2 tergantung pada kesiapan mahasiswa dan dosen pembimbing. Kuota untuk ikut wisuda 1 adalah 140 orang dan sisanya ikut wisuda 2.

“Apa yang mau kau ambil.” Tanya Cici

Yeosin memutar otaknya, ”intermedite. Kau??”

“Wah hebat, aku mau ngambil sistem.’

Sistem. Yeosin bergidik. Bukannya ia tidak tidak menguasai mata kuliah itu. Dalam mata kuliah semester 3 itu dia mendapatkan nilai sempurna hanya saja ia tidak suka membuat bagan flowchart yang ribet. Ia tidak menyukai sistem.

Saat Semester 2 yang lalu ia ingin mengambil pajak sebagai konsentrasinya tapi setelah kemarin gagal dalam kuliah intermedite, ia bertekat untuk mengambil mata kuliah itu. Ia menyukai mata kuliah yang bertebaran angka itu, tapi sialnya kenapa ia harus mendapat nilai jelek. Hanya karena kesalahan bodoh. Telat 2 menit saat UTS. Menyebalkan.

“Pooknya kita berempat harus satu tempat PKL.” Itu ikar Yeosin, Jira, Jaena dan Chaesun, “Masuk sama-sama, keluar bareng. Wisada tahap satu.”

Yeosin memperhatikan Dosennya yang masih menerangkan tentang tata cara semidar sidang dan lainnya.

PKL, Seminar, Sidang, Wisuda. Setelah itu apa yang harus dia lakukan?

Yeosin menenggelamkan wajahnya di telapak tangannya.

 

>>deson<<

 

“Ige mwoya??” Yeosin menatap tulisan ilmiahnya yang sudah mendapat nilai di tambah note dari sang dosen. Yeosin membolak-balikan kertasnya mencoba membaca tulisan tangan Dosennya yang seperti sandi rumput bergoyang, “su..sudah bagus… tapi… tidak menyambung dengan judul.”

Yeosin mendecak kesal. Tidak nyambung dengan judul. Ya ampun sejak kapan ia membuat tulisan yang nyambung dengan isi. Bukan Han Yeosin tentu saja. Ia terbiasa meluapkan apa yang ada di pikirkannya, kesulitannya adalah apa inti dari tulisan yang ia tulis. Baginya semua tulisan adalah inti dan jika di edit maka akan aneh. Meski jujur ia memang tidak suka menulis panjang-panjang. Karena memang ia tidak suka dan pikirannya tidak bisa di perpanjang. Tapi…

Yeosin melirik ke Chaesun yang ada di sebelahnya. Gadis itu sedang berusaha membaca note dari sang Dosen.

“Sudah bagus… tapi terlalu teroritis.” Chaesun menoleh pada Yeosin, “harus di jelaskan secara detail kah? Dia bilang maksimal 2 lembar tapi meminta untuk menjelaskan step by step dengan seksama.”

“Molla-yo” Yeosin mengedikkan bahunya. Ia mengedarkan matanya ke sekeliling kelas dan kemudian berhenti pada si Asdos. Ada yang baru dari tampilan Asdos muda yang baru lulus 2 tahun silam itu.

Masih ingatkan konsep ganteng dari 2 dosen perempuan Yeosin, Ms Han dan Ms Moon. Ehmmm,,, mungkin konsep ganteng itu harus sedikit di ubah. Jika kemarin Yeosin berpihaak pada Ms Han yang mempunyai selera lebih tinggi dari Ms Moon tapi kali ini. Bukannya ia tidak setuju pada Ms Han, tapi ia berpikir ulang untuk mengatakan bahwa Asdos itu ganteng.

Rambutnya di potong pendek dengan belah tengah dan berponi(?). entah lah tapi ia terlihat aneh dengan potongan rambut itu.

“Kenapa dosen akuntansi senang sekali memakai gaya rambut seperti itu. mentang-mentang Dosen akuntansi makanya rambutnya di belah tengah rata kiri-kanan biar keliatan balance.” Celetuk Yeosin.

“Hah??” Chaesun, Jira dan Jaena menoleh.

“Itu si MSG.” Yeosin menghadapkan dagunya. MSG –Muda,Seger,Ganteng- julukan Jaena untuk sang Asdos, “gaya rambutnya sama kayak Mr Ahn, Mr Yan, Mr Yu dann… ah pokoknya potongannya yang begitu deh.”

Chaesun terdiam sesaat kemudian tertawa, “oiya yah… belah tengah terus hahahaaa…”

Yeosin mencibir. Bukannya ia tidak suka dengan pria yang berambut pendek tapi ia merindukan seseorang yang sering berambut panjang. Orang yang selalu disuruhnya untuk potong rambut. Orang yang selalu menyaingi panjang rambutnya.

 

>>deson<<

 

Ada dua hal yang yang mengganggu pikiran Yeosin saat ini. Pertama borang untuk mengajuan PKL pada perusahaan dan tugas Advancenya. Materi kuliah Advance tidak terlalu sulit karena hanya pendalam dari Intermedit dan basic. Ya… kalo di panjangin Basic itu dasar akuntansi keuangan (Basic Accounting), intermedite itu Akuntansi keuangan menengah (intermedite Accounting) dan Advance itu Akuntansi Keuangan Lanjutan (Advance Accounting).

Ia menyukai mata kuliah yang merupakan akar dari Jurusan akuntansi itu. Bukan karena ia menyukai Jurusan akuntansi. Ia benci. Tapi ia lebih menyukai mata kuliah itu dari pada mata kuliah pengantar ilmu ekonomi yang sampai detik ini masih tidak menyukainya. Ia membenci hapalan setengah mati.

Tapi anehnya…

Untuk mata kuliah seperti Dasar Manajemen, Kewirausahaan, Sistem Akuntansi, Pengantar bisnis yang merupakan hapalan, ia bisa mendapat kan nilai yang sempurna. Padahal ia tidak pernah menyentuh buku-bunya sama sekali.

Lah kok bisa???

Itulah Yeosin, jika ia membenci sesuatu ia akan stay away dan mendiamkannya. Jadi, ia tidak menyentuh bukunya sama sekali tapi… ia mendekati Jaena atau, Jira atau Chaesun.

Jira yang selalu belajar dalam keadaan tenang. Yeosin berusaha untuk dekat dengannya dan meminta dia membacakan semua hal yang di bacanya. Begitu Juga dengan Jaena, tanpa disuruh Jaena akan berkomat-kamit sendiri dan membuat Yeosin mendengarkan apa yang ia hapal.

Chaesun? Gadis itu selalu bertanya panjang kali lebar tentang apa yang tidak di mengertinya. Dan Yeosin hanya mendengarkan.

Jadi saat ujian Yeosin hanya menulis apa yang dia dengar.

Sebaikanya cara belajar yang seperti ini jangan di tiru. Sebagai pelajar yang baik, hakikatnya buku adalah guru yang paling bijak sana. Buku tidak pernah salah. Klo buku salah maka yang nulisnya dudung>>> sama kayak FF gaje ini kkkk.

Dan untuk pelajaran yang seperti hitungan seperti Basic, intermedit, Advance, Manajemen Keuangan, Matematika Keuangan, dan lain-lain Yeosi melakukan pertapaan. Ia meriview semua buku yang ia pinjam (yang pasti Yeosin tidak meminjam buku perpustakaan, yang ia pinjam adalah catatan teman sekelasnya dan memfoto kopinya). Ia tidak tau dari mana kebiasaan mengkopi buku itu tapi yang dia ingat, dia memang jarang mencatat. Lagi pula apa yang perlu ia catat jika tulisan dosen yang seperti rumput bergoyang atau apa yang di ucapkan oleh dosen sudah ada di handout.

Ia melakukan penyendiriaan selama ia mungkin. Jika ia sudah menyerah ia akan menghubungi Chaesun, Jira atau Jaena untuk menanyakan kebuntuannya. Lebih seringnya jika di mata kuliah hitungan memereka menginap di salah satu apartermen yang paling dekat dengan kampus. Mereka biasanya saling share info, soal sampai gosip.

Sebaiknya cara ini juga jangan ditiru. Kenapa??? Sudah di jelaskan sebelumnya jika Yeosin sering mengalami telat saat ujian. 2 x dia tidak di perbolehkan masuk ujian karena telat 2 menit. Akibatnya nilainya kurang dan akhirnya ada keterangan pelanggaran peraturan di IP-nya.

Jadi pada intinya. Sampai sekarang. Ia tidak pernah tau bagaimana cara belajar yang baik. Ia tidak pernah mengerti bagaimana standar nilai itu di berikan. Apakah nilai itu di berikan kepada mahasiswa 4D (datang, Duduk, Diam dan Dengar)? Atau pada mahasiwa yang belajar sampai tengah malam hingga ia lupa bahwa besok ia harus bangun pagi untuk ujian?

Mungkin hanya Tuhan yang tau tentang hal ini.

Kembali ke Soal Advance. Yeosin masih menekuni Soal-soalnya. Memencet kalkulatornya yang bisa menghasilkan angka miliaran. Satu hal yang ia kuasai adalah menekan tombol kalkulator dengan tangan kiri. Agar saat ia mengerjakan soal, tangan kirinya menekan angka dan tangan kananya langsung mencatat hasil. Tidak usah seperti sekarang yang harus mengambil kalkulator mememncet angka setelah mendapatkan hasil menaruh kalkulatornya lalu mengambil pensil dan menuliskannya di kertas. Ribet.

“Ddda…” Seseorang menutup kedua mata Yeosin.

“Ya~~” Yeosin memberontak kemudian menarik tangan yang menutup matanya, “Aku sedang tidak ingin main-main.”

Yeosin berhasil melepaskan diri kemudian mengambil kalkulator dan bukunya. Ia lalu pergi keruang tengah.

 

>>deson<<

 

Heechul tersenyum saat ia resmi keluar dari pelatihan militernya. Ia merindukan Yeosin. Tentu saja. Gadis itu selalu saja membuatnya tidak bisa berpikir kenapa ia tidak bisa melepaskan gadis itu begitu saja.

Ia sudah bertemu dengan dongsaeng-dongsaengnya. Ia juga sudah melepas kangen dengan mereka. Ia penasaran kenapa Yeosin tidak menunjukan batang hidungnya. Hingga akhirnya ia menemukan Yeosin sedang memperhatikan buku di hadapannya.

Heechul bisa melihat deret angka yang bisa mencapai miliaran dan panjangya bisa dua halaman polio. Ia heran kenapa gadis itu bisa berdamai dengan angka padalah dulu saat Sekolah Junior jika di tanya Yeosin selalu menjawab ingin masuk Jurusan Sastra.

Dulu ia bisa melihat raut wajah takut saat gadis itu diterima di jurusan yang tidak diinginkannya. Yeosin tidak mengenal Akuntansi sama sekali. Saat ia di sekolah Senior dulu, ia lebih senang bergelut di pelajaran Fisika dan Kimia bahkan mencoba untuk mempelajari bahasa Jerman. Ia selalu mencibir pelajaran Ekonomi yang menurutnya berbelit-belit.

Heechul menghembuskan nafas lega saat ternyata gadis itu mampu memahami mata kuliahnya meski di semester awal di bertekat untuk ikut seleksi masuk perguruan tinggi lagi dan memilih jurusan yang disukainya.

Terlintas suatu ide di kepalanya. Heechul mendekati Yeosin kemudian menutup matanya. Ia bisa mencium bau parfum gadis itu dengan leluasa. Ia merindukan gadis itu. sangat.

“Ya~ aku sedang tidak ingin main-main.” Yeosin melepaskan tangannya kemudian meninggalkannya sendiri. Yeosin tidak meliriknya sama sekali. Yeosin bahkan tidak mengucapkan apapun.

Heechul merasakan tubuhnya lemas dan akhirnya ia menjatuhkan dirinya ke atas kasur. Gadis itu tidak merindukannya.

Heechul menutup matanya dan kemudian ia terlelap begitu saja. Ia tidak ingin berbikiran negatif pada Yeosin. Ia ingin berpikir jernih dulu, mungkin saja Yeosin sedang PMS atau dia masih marah karena soal kemarin.

 

>>deson<<

 

Yeosin menghentikan langkahnya. Ia berbalik ke kamar dan mendapati Heechul sudah memejamkan matanya. Yeosin menatap Heechul tidak percaya. Ia baru saja ingin mengirim surat pada Heechul di sana tapi pria itu sudah pulang dan sialnya ia tidak tau kepulangan Heechul jatuh pada hari ini.

Yeosin menatap Heechul sesaat.

Apa yang di pikirkan Yeosin. Tidak ada. Dia hanya terlalu senang sampai-sampai tidak bisa memikirkan apapun juga.

 

>>deson<<

 

Heechul terbangun di tengah malam dan mendapati Yeosin tertidur dengan posisi duduk sambil memegang kalkulatornya. Di telinganya terpasang headset yang masih mengalunkan sebuah lagu.

Heechul mengambil headset itu dan mematikannya. Ia terkejut saat ia mengetahui bahwa Yeosin sedang mendengarkan lagunya bersama Kim Jang Hoon. Rasa penasarannya bertambah. Ia masuk kedalam historis dan melihat lagu apa yang sudah di putar oleh gadis itu. Heechul terkejut saat mendapati lagu-lagu yang di nyayikannya menempati posisi teratas. Bukan hanya itu semua lagu yang ada di Mp3 Yeosin memang suaranya semua, baik suara perform maupun lagu lainnya.

Heechul tersenyum kemudian mengangkat tubuh Yeosin ke kamar dan menidurkannya. Heechul tersenyum melihat wajah polos gadis itu. Heechul kembali ke tempat belajar Yeosin. Ia terkejut saat melihat foto-foto nya saat menjalani pelatihahan dalam kotak pensil Yeosin. bukankah gadis itu selalu menyembunyikan identitasnya?

Miss U… Miss U… Miss U…

Heechul melihat tulisan Yeosin di kertas coretannya.

“Gadis bodoh.” Decak Heechul.

 

>>deson<<

 

Yeosin merasa canggung saat terbangun dan mendapati Heechul disebelahnya. Biasanya saat alarmnya berbunyi secara otomatis tangannya menghentikan bunyinya lalu kembali tidur tapi untuk saat ini ia tidak bisa memejamkan matanya lagi.

Yeosin bangun kemudian menyiapkan sarapan. Ia juga membereskan rumah dan kemudian mandi. Saat selesai mandi ia mendapati Heechul sudah duduk di meja makan. Yeosin tersenyum malu. Ia benar-benar canggung dengan suasana seperti ini.

“Mulai sekarang aku akan mengantarmu setiap pagi.” Ucap Heechul saat mereka sarapan.

“Tapi jadwalku tidak selalu pagi, sementara kau harus datang tepat jam 9.” Sergah Yeosin.

“Tapi aku ingin mengantarmu setiap hari. Aku ingin menjemputmu setiap hari.”

“Tapi…” Yeosin menggeleng, tidak mungkinkan ia berangkat pagi-pagi sementara kuliahnya di mulai jam 1 siang, “Bagimana jika… jika aku masuk lebih dahulu, kau boleh mengantarku lalu pergi ke kantor tapi jika kau yang pergi lebih dulu maka aku yang akan mengantar.”

Heechul menatap Yeosin sesaat, “tapii…”

“Begitu juga dengan pulangnya,” ucap Yeosin tidak menerima pembantahan, “Jika aku pulang lebih dulu maka aku akan menjemputmu dan jika kau pulang lebih dulu maka kau harus menjemputku.”

Heechul terdiam sejenak, “baiklah.”

Heechul mengambil kunci mobilnya. Hari ini Yeosin masuk jam 7 sedang dirinya masuk jam 9 sementara pulangnya. Ia pulang jam 5 dan Yeosin pulang jam 9 malam. Untuk hari besok, ia masuk jam 9 dan Yeosin masuk jam 1 siang dan pulangnya ia jam 5 sore dan Yeosin jam 7 malam. Heechul menggandeng tangan Yeosin. Ia ingin mengabulkan permintaan Yeosin permintaan yang dulu sulit sekali di kabulkannya.

 

>>deson<<

 

“Boleh aku tau kenapa kau mengacuhkanku saat aku datang??” tanya Heechul saat menjemput Yeosin.

“Hmmm… Aku tidak pernah mengacuhkanmu.”

“Kenapa kau marah padaku saat itu? karena Sohee?”

“Aku tidak pernah membenci Sohee. Aku hanya tidak suka kau memperlihatkan kecintaanmu di depan kamera. Seakan kau memang menyukai gadis itu dan aku hanya seorang gadis yang hanya mengharapkan sesuatu yang mustahil.”

“Karena memang kau tidak pernah mengharapkan sesuatu yang mustahil.”

“Kim Heechul-nim…” Yeosin menatap Heechul lekat, “Bolehkan aku meminta sesuatu??”

Heechul mengerutkan keningnya, “Apa???”

“Apa jika aku pergi kau akan melepaskan aku??”

Heechul mengehentikan mobilnya tepat di depan apartemen mereka. Ia memandang Yeosin dengan lekat dan sialnya ia tidak menemukan senyum jahil Yeosin. Yeosin seriuns dengan perkatannya.

 

Finn~~

Oppa… bukannya aku tidak merindukanmu… tapi sekarang aku lagi sibuk banget… ratusan ide yang ada di otak aku g bisa aku tulis semua. Aku cuma pengen bilang, take care Oppa~ ^^

For my beloved reader doakan sy semoga UTS kali ini g kena komdis lagi hhehheeee… dan semoga masih bisa nge post ff lagi…

Leave a comment

20 Comments

  1. utit

     /  October 16, 2011

    deson hwaiting !!

    Like

    Reply
  2. kimbyen

     /  October 16, 2011

    udah lama nunggu coffee milk akhrny kluar juga ff ini.,. Aku jg kangen sm heechul oppa thor.,.

    Like

    Reply
  3. tivaclouds

     /  October 16, 2011

    Semangat bwt UTS nya dewi^^

    Like

    Reply
  4. nde~ eonni HWAITTING!!😀
    heenim oppa, nado bogoshipo😦

    Like

    Reply
  5. vanny

     /  October 17, 2011

    curcolmu sangat kebangetan
    aku ikut gemes liat jadwal kuliahmu hehehe
    selamat berjuang aja non hohoho

    tapi…tapi….itu endingnya knapa bisa begitu???? *

    Like

    Reply
    • bingung mau gimana lagi onn…
      stress saya… mudah2 ni pala g botak kayak para dosen2 itu kkkk

      endingnya??? Yeosin mau pergi kak Y_Y

      Like

      Reply
  6. Endingnya gantung tuh..
    MSG numpang ngeksis.. kkkk

    Ntar-ntar aku bakal sering” nanya yg banyak biar u bisa ikut belajar juga kkk
    Galau mau UTS neh..
    Ntar kita belajar bareng yooo… belajar nonton DT ma HB wkwkwk
    Chingu-ya Hwaiting!!

    Like

    Reply
    • iya dong kan mau Selingkuh sama MSG /digorok jaena/
      ogah ah~~ g nanya juga dia suka manggil gw seenaknya apalagi u nanya ma dia… ntar dia naksir lagi ma gw /loh(?)
      ne hwaiting… kita harus dapet iP 4 (LAGI) hhhhhhh

      Like

      Reply
  7. vanny

     /  October 18, 2011

    mau pergi kemna??? himalaya???

    Like

    Reply
  8. dah lama g baca cofeemilk akhirnya da lagi….
    aaaa teteh q jdi ikutan kangen ma bang ichul…
    waduh seperti biasa curhatannya g jauh” dari akutansi ung….
    aaa aku dah pusing yg cuma bantuin teteh q bkin skripsi tntang data tidak pasti itu
    slamat bejuang ywh teh buat Kulnya
    moga dpet IPK gede n bisa cumload… AMIEN…

    Like

    Reply
  9. hahaha
    hwaiting teteh
    sistem belajar yang bagus :p
    sistem belajar saya juga acak kadut, semester ini lebih kacau dri sebelumnya =__=
    curcol ye soal kuliahnya😄
    aw aw aw
    sekali lagi teteh semangaaaaaaat !!

    Like

    Reply
  10. Apa jangan2 yg diatas itu cara belajar nya author?? Boleh juga hahahahaha .
    Itu ending nya kok gitu…… -____-

    aigoo… Dari kemarin baca ff heechul disini . Jadi kangennnn X(

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: