The Angel and The Demon

The Angel and The Demon

 

MALAIKAT bersayap SETAN dan IBLIS berhati KRISTAL

 

Yeosin mengembungkan pipinya kesal. Ia salah masuk ruangan, harusnya ia tidak ke dorm suju sekarang-sekarang ini, karena di jam sibuk seperti ini Heechul sedang melakukan dinas luarnya dan akan pulang sore hari.

Yeosin melihat berbagai pasangan di depannya. Panas? Tidak tapi… ia merindukan satu sosok. Ia juga ingin berduaan dengan Heechul dan melakukan hal yang pasangan lain lakukan.

Yeosin memilih untuk berkeliling dorm dan akhirnya menemukan dua buah Fanfiction yang sudah di bukukan. Yeosin mengerutkan kening saat membaca judul novel tersebut. MALAIKAT BERSAYAP SETAN dan IBLIS BERHATI KRISTAL. Kedua fanfiction itu di karang oleh orang yang sama dan mempunyai tebal yang sama. Dari ringkasan cerita yang dia baca kedua cerita tersebut mempunyai tarik tersendiri.

“Yeosin-ah sedang apa?” Chaesun menyembulkan kepalanya dari balik pintu, “Makan siang sudah siap.”

Yeosin menggangguk lalu mengambil kedua buku tersebut.

“Chaesun-ah…” Chaesun menoleh, “Mana yang kau pilih menjadi Malaikat bersayap setan atau iblis berhati kristal???”

Chaesun mengerukan keningnya, “iblis berhati Kristal.”

“Kenapa??”

“Hmmm… lebih baik terlihat buruk di luar dari pada sok-sok baik di luar padahal didalamnya seperti setan.”

Yeosin mengerucutkan bibirnya. Seperti itukah??? Atau karena Chaesun memang setan??? Pikir Yeosin yang kemudian melihat dua pasangan malaikat sedang mojok. Yeosin mencibir, mana ada malaikat yang senang mojok di siang hari begini.

“Eonni…” Yeosin menelusup duduk di antara Leeteuk dan Sanni. Leeteuk langsung memberikan tatapan tidak suka, tapi Yeosin tidak perduli malah menatap Sanni, “mana yang pilih. Menjadi Malaikat bersayap setan atau iblis berhati kristal?”

Sanni menatap Yeosin sesaat, “Malaikat bersayap Setan.”

“Wae??”

“Suka aja… baik hati tapi sedikit Evil.”

Yeosin menatap Sanni sesaat lalu berpindah pada Leeteuk. Yeosin salah sudah bertanya pada Sanni, karena pada dasarnya Sanni sangat menyukai malaikat terutama malaikat tanpa sayap.

Yeosin menatap dua buku di tangannya. Mana yang harus ia baca terlebih dahulu. Malaiakat atau iblis?? Kedua buku itu sangat menarik dan ia sangat ingin membaca keduanya.

“Haneul Eonni…” seru Yeosin saat Haneul melintas di hadapannya sambil membawa Orange juice untuk Sungmin.

“Ne….”

“Mana yang kau pilih menjadi malaikat bersayap setan atau menjadi iblis berhati kristal?”

Haneul memutar matanya, “hmmm… apa pula itu malaikat bersayap setan dan iblis berhati kristal… dua duanya tidak ada yang cocok dengan karakterku hhahahaa…” ucapnya sambil mengibaskan rambut.

Yeosin melonggo sambil terus memperhatikan Haneul yang berjalan menuju Sungmin. Harusnya ia tau dari awal jika Haneul itu gadis berhati labuMin…ckckckkk… dan sampai kapanpun hatinya akan tetap Orange seperti labu. Hhhhh…

Setelah menimang-nimang akhirnya Yeosin memutuskan untuk membaca seri pertama yaitu Malaikat bersayap setan.

>>deson<<

MALAIKAT besayap SETAN

Starring: Cho Kyuhyun & Song Ji-Yoo

Ji-Yoo POV

“Aku tidak suka dengan dia…” ucap Eun-Hwa membuatku kaget setengah mati, “Munafik. Di hadapan orang-orang saja dia baik padahal di belakangnya buruk.”

Aku memiringkan kepalaku mencerna kata-kata Eun-Hwa. Pria itu, Jung Ahkyung –pria yang di tunjuk oleh Eun-Hwa adalah direktur keuangan perusahaanku dan Eun-Hwa berkerja. Pria itu dikenal sebagai malaikat di kalangan karyawan karena sering sekali memberikan bonus untuk karyawan secara tidak terduga. Tapi juga yang paling sering memecat bawahannya tanpa diduga.

“Kau tau Oh Mi-Na, Seo Seul-Kyung, Go In-Suk dan karyawati yang keluar dari perusahaan ini begitu saja?? Mereka semua di deportasi karena dia.” Sungut Eun-Hwa, “padahal sebelumnya mereka di berikan bonus secara cuma-cuma.”

Aku menggangguk. Aku selaku bagian HRD tau pasti tentang mutasi atau kepindahan karyawan-karyawan dengan sangat baik. Dan orang-orang yang di sebutkan oleh Eun-Hwa tadi, adalah orang-orang yang pindah tanpa keterangan. Mereka pindah begitu saja tanpa menyebutkan alasannya.

“Ah… sudah jam 5 aku harus pulang.” ucapku sambil melirik jam. Bergosip dengan Eun-Hwa memang tidak ada habisnya, malah membuat lupa waktu dan ketergantungan.

Aku melirik jam di tanganku. Aku sudah menunggu hampir setengah jam tapi pria itu belum juga menempakan batang hidungnya. Aku mendecak kesal.

“Ini untukmu.” Sebuah bunga mawar mengacung di hadapanku. Aku mengambilnya dan melihat ia tersenyum manis dihadapanku. Cho Kyuhyun, pria yang mampu melumerkan hatiku hanya dengan senyum simpulnya.

“Kenapa kau diam. Aku tampan ya?” ucapnya sambil mengacak-acak rambutku.

Aku menjulurkan lidahku, “narsis. Kau itu tidak tampan sama sekali.” Aku berjalan mendahuluinya, aku tidak mau dia melihat wajahku yang memerah karena telah berbohong.

“Huh… padahal aku sudah berusaha untuk tampil setampan mungkin.”

Aku melirik Kyuhyun yang berdiri disampingku. Dia terlihat tampan dengan kaos putih dan celana hitamnya. Tas ranselnya di sampirkan bergitu saja di bahu kirinya belum lagi rambut yang sudah agak panjang itu mengayun saat ia melangkahkan kaki. Dia terlihat sangat tampan.

“Tunggu…” Kyuhyun menarik tanganku lalu berjongkok di hadapanku.

Ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya kemudian mengeluarkannya. Ia memasangkan wedge heels putih yang senada dengan blazer putih yang kukenakan. Ia mendongkah saat berhasil memakaikannya padaku. Aku menatap wedge heels itu. wedge heels yang sempat aku incar beberapa hari yang lalu dan sekarang Kyuhyun memberikannya kepadaku secara cuma-cuma.

“Gomawo…” ucapku malu-malu.

Dia mengacak-acak rambutku lagi, “Sekarang kau repot-repot mendongkak saat jalan denganku.” Ucapnya sambil tertawa membuatku kesal setengah mati.

“Aku punya kejutan lain untukmu.”

Aku mengerutkan keningku. Setelah mawar, sepatu benda apa lagi yang akan dia berikan padaku. Aku bukan wanita matrealistis tapi dia begitu senang memberiku banyak barang. Aku bahkan punya space tersendiri dikamar untuk menaruh barang-barang pemberiannya.

“Jjajang…” sebuah gelang kaki teruntai di hadapanku.

Aku tersenyum dan tidak bisa menolak saat dia memasangkannya di kakiku.

“Apa kau senang??” ucapnya sambil mengandeng tanganku

Aku menggaguk. Dia terlalu baik untukku.

“Apa lagi yang kau inginkan?”

Aku menggeleng, “Aku ingin menggandengmu seperti ini selamanya.”

Dia tersenyum sangat manis.

Kami pergi ke tepi sungai Han dan mengobrol tentang banyak hal. Aku menyandarkan kepalaku ke bahu Kyuhyun dan Kyuhyun menyandarkan kepalanya di atas kepalaku. Tangan kami saling berpengangan. Aku bisa mendengar detak jantungnya dengan jelas.

Mataku kemudian tertuju pada pasangan yang sedang berduaan. Sang pria berlutut di hadapan gadisnya lalu menyerahkan cincin bermata berlian sambil mengucapkan cinta. Aku tersenyum saat melihat adegan itu. pria yang sangat romantis dan ku yakin bahwa gadis itu sangat bahagia di lamar di tengah ribuan orang saat senja.

“Aku ingin itu.” ucapku asal. Aku ingin dilamar, oleh Kyuhyun seperti itu. Aku ingin Kyuhyun segera melamarku.

“Kau ingin??” tapi sepertinya ucapanku disalah artikan oleh Kyuhyun.

>>deson<<

Aku mengetukan jariku di atas meja. Kyuhyun sama sekali tidak membalas panggilanku dan sama sekali tidak menampakan batang hidungnya selama satu minggu. Aku jadi mengkhawatirkannya. Aku juga terus gelisah.

Aku putuskan untuk pulang sendiri dan…

Aku melihat orang berkerumun. Mereka memaki dan terlihat sangat marah.

Aku mendekati kerumunan itu dan melihat Kyuhyun bergelimangan darah. Tanpa pikir panjang lagi aku langsung mendekari Kyuhyun lalu memeluknya.

“Stopp… jebal…” teriakku meminta orang-orang itu untuk berhenti memukul Kyuhyun.

“Kenapa kau membelanya, dia itu pencuri.” Ucap salah satu dari mereka

Aku menggeleng, Kyuhyun bukan pecuri.

“Dia mencuri cincin berlian seharga 5 Juta won dari tokoku. Dan minggu kemarin dia mencuri sebuah gelang kaki dari tokoku.”

Aku menatap Kyuhyun yang ada di dalam pelukankku. Kyuhyun-ku bukan pencuri.

“Minggu lalu dia mencuri sebuah Widge heels putih dari tokoku.”

“Dia mencuri bunga mawar di kebunku.”

“Dia pernah mencuri boneka tedy bear di tokoku.”

“Dia pernah mencuri tasku.”

“Dia pencuri…”

“Tidaaakkkk…” Aku memeluk Kyuhyun saat pria itu memuntahkan darah dari mulutnya. Aku memeluk Kyuhyun dengan erat.

>>deson<<

“Apa yang kau inginkan di dunia ini?” tanya Kyuhyun saat kami sedang menikamati senja.

“Tidak ada.”

“Katakan saja.”

Aku menatap Kyuhyun sesaat, “Aku suka dengan pria romantis.”

Kyuhyun mengerutkan keningnya, “contohnya?”

“Saat aku kecil aku pernah berkhayal tentang seorang pamgeran berkuda putih yang datang padaku lalu memberikanku bunga mawar. Dia mempunyai senyum yang indah dan wajah yang tampan. Dia kemudian mengajakku jalan-jalan lalu memakaikannku sepatu yang indah. Dia juga memberikanku gelang kaki yang indah.”

Kyuhyun menatapku dengan lekat. Aku masih bisa merasakan tatapannya saat itu, tatapan datar yang menyimpan sebuah rahasia. Seandainya aku tau sejak awal seandainya aku tidak mengatakan keinginan-keinginan konyol itu. Mungkin sekarang Kyuhyun masih bisa bersamaku dan menikamati senja bersama.

“Kyuhyun mempunyai kelainan yang baru kami ketahui sejak dia Sekolah menengah. Dia selalu ingin mengabulkan permintaan orang yang dia sayangi dengan cara mencuri.” Ucap Choi Siwon sepupu jauh Kyuhyun yang juga merupakan boss di tempatku berkerja.

Aku mengigit bibir bawahku saat mengatahui kenyataan itu.

Aku memaki diriku sendiri, aku tidak pernah tau tentang penyakitnya tapi dia selalu memberikan apa yang aku inginkan.

Aku menatap tubuhnya yang di balut oleh selang-selang. Jika aku tidak mengatakan hal yang macam-macam mungkin dia masih disisiku.

Aku menggenggam tangannya yang dingin, “Aku tidak menginginkan apapun. Aku hanya ingin kau selalu di sampingku dan menemaniku sampai akhir hayat nanti.”

Aku mengusap air mata yang jatuh di kedua pipiku.

>>deson<<

“Kyuhyun… ayo kita terapi.” Ucapku saat dia sudah sadar. Dia duduk di jendela dan memandangi kota Seoul. Dia sering menghabiskan hari-harinya dengan melamun dan melihat orang yang berlalu lalang di bawah.

“Tidak aku tidak gila.”

Aku menghembuskan nafas panjang, “Aku ingin kau terapi.”

Kyuhyun menatapku dengan tatapan datarnya itu. Aku ingin dia sembuh. Tidak taukah dia bahwa dia sangat berarti bagiku.

“Bagimana jika aku tidak bisa sembuh.” Ucapnya dingin tanpa melihatku.

“Kau pasti bisa sembuh. Kau pasti bisa.”

Kyuhyun menggeleng.

“Kita pasti bisa melewatinya.” Ucapku optimis.

“Kau tau aku tidak bisa hidup tanpamu. Tapi kau bisa hidup tanpaku.” Dia menatapku lalu mengeluarkan senyum khasnya. Senyum jahil yang membuatku lupa jika dia seorang Klepto. Senyum yang mampu membuat hatiku berdetak kencang. Senyum yang membuatku nyaman disisinya. Senyum yang mengingatkanku bahwa itu senyum terakhir yang akan ku lihat selamanya.

Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya keluar jendela.

“Andwaeeeee…” kuliah tubuhnya melayang di udara hingga membentur sebuah mobil yang terparkir dibawah. Aku melihat tubuhnya berlumuran darah. Aku melihat dia tergeletak di bawah.

Aku tertunduk lemas, “kenapa kau lakukan hal itu?”

>>deson<<

Ji-Yoo ya… aku tau kau akan mengetahui penyakitku suatu saat nanti. Tapi aku tidak akan menyesal telah memberikan hadiah-hadiah itu. aku senang melihatmu tersenyum. Aku bahagia melihat kau tertawa. Meski kata orang-orang aku ini setan tapi biar dimatamu aku menjadi malaikat.

Ji-Yoo ya melihat senyummu menjadi addicted bagiku. Aku selalu terangsang untuk melihat senyummu itu. Berkali-kali aku masuk penjara tanpa sepengetahuanmu. Aku mencuri. Dan lagi-lagi aku mencuri. Aku tidak tau kenapa aku mencuri. Tapi aku bahagia melihatmu tersenyum.

Ji-Yoo ya mungkin saat kau baca surat ini. aku sudah tidak ada disampingmu. Tapi percayalah Ji-Yoo sayang, bahwa aku akan selalu menemanimu dan menjadi malaikat pelindungmu. Aku akan tetap melihatmu meski kau tidak melihatku. Aku akan selalu melihat kau tersenyum dan kau tidak perlu khawatir lagi tentang keadaanku.

Aku akan baik-baik saja Ji-Yoo ya…

Hiduplah… dan temukan orang yang lebih baik dari aku…

Aku membaca surat yang sudah lusuh itu. kata-kata dalam surat itu sudah ku hapal di luar kepala tapi entah kenapa aku selalu ingin membacanya. Aku selalu percaya bahawa Kyuhyun akan selalu menjagaku.

“Oppa, kau adalah malaikatku… meski kau bersayap setan. Meski caramu mencintaiku buruk tapi kau tetap seorang malaikar dimataku.”

Fin~

>>deson<<

IBLIS berhati KRISTAL

Staring Park Eun-Hwa & Choi Siwon

Eun-Hwa POV

Dor… dor…

Aku menutup telingaku saat Siwon mengarahkan senapannya ke boneka target. Tatapan pria itu dingin dan tagas. Ia siap mengarahkan matanya ke target lalu menguncinya dan dor… target itu tertembak.

Siwon menyukai olah raga ini. Ia terobsesi pada olah raga ini sejak kematian tunangannya dan semenjak kematian sepupunya Cho Kyuhyun ia semakin menggilai olah raga ini.

Aku mengembungkan pipinya sebal. Sudah berjam-jam aku menunggu dan lebih parahnya lagu Ji-Yoo tidak bisa menemaniku karena masih berkabung.

“Apa enaknya sih olah raga ini.” gerutuku yang ternyata terdengar oleh Siwon.

Siwon menarik tanganku lalu mengenggamkan sebuah pistol di tanganku, “kau tau rasanya marah? Rasanya kecewa? Rasanya sakit? rasanya frustasi?…”

Aku memejamkan mataku dan mencoba perasaan itu.

“Appa… Eomma kemana?”

“Appa kenapa Eomma menangis??”

“Appa…Appa… Appa…”

Aku melihat bayangan ayahku berada di hadapanku. Dia menatapku dengan tidak peduli. Sosok ibuku bersimpuh dihadapannya dan menangis tersedu-sedu.

“…Dan kau tidak tau bagaimana cara menghentikannya.” suara Siwon mengalum lembut di telingalku. Ia memasangkan aerphone dan dorrrr… aku menarik pelatuk pitol dan mengarahannya tepat di kepala boneka target.

Aku menatap Siwon yang wajahnya tidak lebih dari lima senti di hadapanku. Hidungnya yang macung serta sorot matanya yang lurus dan dalam. Bibir Siwon seolah tersenyum melihat kematian targetku.

“Jangan melihatku… atau kau akan jatuh cinta padaku.”

Aku segera membuang wajahku dan bergerak menjauhinya. Aku menaruh aerphone dan pistol di tempatnya kemudian meninggalkannya ke toilet.

Aku merapihkan wajahku. Aku menepuk-nepuk wajahku. Aku tidak ingin terlihat bahwa aku menyukainya meski jujur aku sangat menyukainya. Sangat. Tapi dia masih dibayangi oleh tunangannya yang sudah meninggal. Dia hanya mencintai tunangannya yang meninggal tertabrak mobil.

>>deson<<

“Jam berapa rapatnya?” ucap Siwon saat kami tiba di Mokpo. Hari ini kami ada rapat dengan klien di Mokpo aku sebagai sekertaris pribadinya harus ikut dengannya.

“Jam 2 siang.”

Siwon menggangguk, “Kau boleh pergi dan kembali sejam sebelum rapat.”

Siwon langsung pergi ke kamarnya dan meninggalakanku sendiri. Ia tau jika aku berasal dari Mokpo tapi Mokpo bukan tempat yang ingin aku kunjungi. Mokpo tempat yang menyisakan rasa sakit yang mendalam.

Aku memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar pantai. Aku menelanjangkan kakiku dan membuat jejak kaki disepanjang pantai.

Laut selalu membuatku menjadi lebih tenang.

Dari kejauhan aku melihat sosok yanga aku kenal. Siwon. Dia sedang melemparkan kerang-kerang ke laut. Celananya di gulung dan kemejanya di biarkan terbuka memperlihatkan abs-nya yang terbentul sempurna.

“Sanjangnim.”

Siwon menoleh lalu kembali meleparkan sesuatu ke laut.

“Kenapa kau suka menembak, memanah, melemparkan sesuatu pada target yang tidak bersalah?” aku duduk sambil memperhatikannya. Dia terus meleparkan benda-benda itu ke laut tanpa menoleh. Aku hanya bisa melihat punggungnya yang terus bergerak.

“Kau tidak akan pernah bisa melihat, karena hanya aku yang bisa melihat musuhku.” Ucapnya lalu menghempaskan tubuhnya ke sebelahku.

Dia memejamkan matanya. Membuatku menyusuri tiap inchi lekuk tubuhnya. Dia sangat sempurna dengan hidung yang tajam dan mara yang meneduhkan. Bibir tipisnya yang terbuka membantunya bernafas. Rahangnya yang tegas serta garis-garis wajah yang begitu kuat. Dia seperti sosok pangeran yang begitu sempurna.

“Jangan melihatku seperti itu, nanti kau jatuh cinta padaku.”

Aku memalingkan wajahku, saat Siwon bangkit dari tidurnya dan bergegas pergi.

“Ayo rapat akan dimulai.”

>>deson<<

Semua orang tau tentang cerita ini. Tentang kematian tunangan boss muda pemilik perusaahan.

Kematiaannya begitu cepat, gadis itu sedang menyebrang ketika sebuah taksi menabraknya. Dia langsung meninggal dan membuat hati Siwon menjadi dingin. Tak ada satu gadis pun yang bisa menarik hati sang tuan muda. Hati Siwon seolah sudah menjadi batu.

Dia menjadi hard worker dan perfeksionis. Aku mengerti kenapa dia melakukan itu. Dia hanya menunutupi luka hatinya yang sudah pecah. Termasuk sakit hati yang ia sendiri tidak tau harus di lampiaskan kemana.

Ia gampang emosi dan mudah frustasi. Jika sudah seperti itu. latihan tembak adalah pelampiasan terakhirnya. Ia menembak apapun target yang ada dihadapanya. Ia menembak dengan membabi buta sampai semuanya emosinya terluapkan. Ia bahkan tidak memakai earphone

“Ini sudah jam sebelas malam.” Ucapku mengingatkan dan dia menoleh dan menatapku tajam.

Matanya merah seperti orang yang habis minum-minuman keras.

Ia menaruh pistolnya lalu menarik tanganku. Higheels yang ku pakai membuatku tertatih-tatih mengikuti langkahnya hingga salah satu heelsnya patah.

Siwon menatapku lalu mematahkan heels yang satunya lagi. Ia tidak banyak bicara lalu memasukan ku kedalam mobil.

Ia sama sekali tidak bicara dan mengantarkanku sampai apartermenku.

Aku terdiam. Aku tidak berani melawannya. Meskipun hatiku sakit melihat dia seperti itu. kenapa dia tidak bisa melepaskan tunangan yang sudah 2 tahun pergi itu dan menatapku sejenak saja.

>>deson<<

Aku berjalan lunglai ke apartermenku dan mendapati bau alkohol menyerbak. Aku melihat dia disana. Dia.

“Appa…” mata merahnya menatapku dan tertawa. Dia pasti sedang mabuk.

“Kenapa appa bisa masuk?” tanyaku dan melihat jendela apartermenku terbuka dengan lebar. Aku mendecak kesal.

“Hmmm…” dia mengulurkan tangannya padaku.

“apa??”

Plaaak…

Aku merasakan pipiku merah, “jangan berlagak bodoh. Mana uangmu.”

Aku menggeleng, “aku tidak punya.”

Dia lalu mendorongku dan mengambil tasku dengan pasksa. Ia mengambil dompetku dan mengeluarkan isisnya begitu saja.

“Ya…”

Aku melihat Siwon menerjang ayahku. Aku menyeka bibir bawahku yang mengeluarkan darah. Aku melihat Siwon yang bergulat dengan ayahku. Dia bukan lawan yang sepadan untuk Siwon, meski dia mabuk dia adalah mantan petinju.

Aku melihat Siwon tersungkur.

“Tidaakkk… Appa Andwae….”

Aku melihat appa tersenyum licik. Ia mengeluarkan sebuah pisau dari sakunya kemudian menerjang Siwon.

Dorrrr…

Aku membekap mulutku saat melihat Appa memengang perutnya yang mengeluarkan darah. Aku menatap Siwon yang mengarahkan pistolnya kedepan. Wajahnya di penuhi cipratan darah Appa.

Aku menggelengkan kepalaku lemah.

Siwon lalu mengarahkan pistolnya ke kepalanya.

Dorrrr…

Darah Siwon bercecer keseluruh penjuru ruangan.

End Of POV

>>deson<<

Siwon POV

Dorrr…

Tembakan tepat pada sasarannya tapi yang kudengar adalah cibiran dari Kyuhyun. Bayangannya tepat di hadapanku dan cengiran khasnya mengembang.

“Permainanmu jelek.” Cibir Kyuhyun.

Aku hanya menyunggingkan senyumku, ku akui jika permainanku kacau.

“Jangan bilang jika kau mulai jatuh cinta pada targetmu?”

Aku terdiam. Kata-kata Kyuhyun mengena dihatiku

“Kau ingin membalaskan kematian tunanganmu dengan cara membuat anaknya jatuh cinta padamu dan kau menelantarkannya. Tapi ternyata dia tidak pernah menyukai anaknya dan selalu menyiksa istri dan anaknya.” Cibir Kyuhyun, “bodoh, Choi Siwon kau bodoh.”

Aku menundukan kepalaku. Kyuhyun benar jika aku bodoh. Aku sudah terlanjur mencintai dan dia juga merasakan hal yang sama. Apa yang akan dia lakukan jika aku hanya membalaskan kematian tunanganku yang terbarak oleh ayahnya meski aku yakin dia tidak pernah tau akan hal itu. Apa yang akan dia lakukan jika aku hanya memafaatkannya.

Dan kini dihadapannya aku menembak mati ayahnya. Ayahnya yang dicintainya meski sering menyiksanya.

Aku melihat bulir air mata di sudut matanya.

“Kau dan dia berada didalam dunia yang berberda. Dia hanya melihat dia sebagai cerminan manusia yang frustasi karena ditinggal oleh tunanganmu. Dia hanya cinta karena kasian dan kau melihatnya hanya sebagai boneka target dan alat balas dendam yang salah. Kau mencintainya karena kebencianmu.”

Kurasa Klepto Kyuhyun itu benar. Kita memang berada di dunia yang berbeda.

Aku mengarahkan pistolku ke kepala dan menarik perlatuknya perlahan.

“Good bye my target…”

Fin~~

>>deson<<

Yeosin mendecak kesal saat kedua fanfiction itu selesai dibacanya, “apa ini… tidak ada sisi romantisnya… tidak ada romancenya. Kenapa fanfic yang seperti ini bisa dibukukan?”

Heechul tertawa renyah saat mendengar omelan Yeosin, “menurutku fanfic itu cukup romantis.”

Yeosin memiringkan kepalanya, “apanya yang romantis, tokohnya mati semua.”

“Memberikan mawar, mengikatkan sepatu, memakaikan gelang kaki pada kekasih di depan umum dan juga bermain dipantai apakah itu bukan sesuatu yang romantis.”

Yeosin mendecak kesal. Ia lupa jika kadar romantis Heechul itu sangat minim.

“Jadi kau memilih mana? menjadi malaikat bersayap setan atau iblis berhati kristal??” Yeosin mendekati Heechul dan memandnagnya penuh penasaran.

“Mencintai seseorang dan memperlakukannya dengan baik meski dengan cara yang salah atau memperlakukan seseorang dengan buruk kemudian jatuh cinta padanya. Sepertinya tidak ada yang bagus.”

“Lalu??’

“Aku hanya ingin menjadi udara. Yang selalu kau butuhkan dan kau hirup. Aku akan selalu ada di sekitarmu dan di tubuhmu meski berkali-kali kau buang tapi kau akan menghirupnya kembali.” Ucap Heechul mencoba merayu Yeosin.

Yeosin mengembungkan pipinya, “lalu bagaimana aku tau kau tidak dihirup oleh perempuan lain.”

Heechul -_____-

TAMAT…TAMAT…  TAMAT……

 

 

I miss U so Much Honey… aku bisa gila gara-gara kamu ga pernah nongol sekalinya nongol malah berita soal Soheechul… kapan berita Yeo-Nim tercium media #ngarepdotcom

Leave a comment

30 Comments

  1. ah kata-kata heechul co cweet..
    tapi banyak kata-kata yang salah ketik ya…

    Like

    Reply
  2. Yeosin mengembungkan pipinya, “lalu bagaimana aku
    tau kau tidak dihirup oleh perempuan lain.”
    ngakak bca part it.
    bisa aja nh yeosin.
    miss heenim.
    e0ni ada typo kyk’a.
    tp n0 matter, crita.a kren.

    Like

    Reply
  3. skrg wktu’a komen panjang stelah td di kampus bca,eh dosen trigönometri udah n0ngol aja. Jd td k0men’a cuma dkit.
    Song jiyoo? Apakah itu saya? Kalau iya, je0ngmal g0mapta e0nnie.
    Ekhem uri kyuhyun-si di jadiin klepto, di keroyok masa, dipenjara dan akhirnya mati bunuh diri. Tidakkah ini sangat menyedihkan e0n?
    Deson eon : mengenaskan.
    Haha
    Siwon juga, akhir’a mati bunuh diri. Ck tp wonie bunuh diri elit pke pistol. Nah lho kyuhyun-ssi lompat dari jendela? Aigoo.
    Extremly sad end.
    Enakan yg yeoNim couple ya, masih hdup. Kekeke.
    Ff slalu keren dan slalu ada pesan m0ral di dalam.a.
    Like it.

    Like

    Reply
    • Yupss It’s U #dance
      gak dipenjara kok, dia cuma msk rmh skt doang
      bagi saya happy ending adalah dimana Yeosin dan Heechul bersama. yng laen??? gak tau heheheeeeee

      Like

      Reply
      • eonie kyu bilang pernah dipenjara berkali2 tp jiyoo gk prnah tahu.
        Huhu eonie kan klo bkin ff end’a yeoNIM always together. Coba sekali2 heenim-si selingkuh sma jiyoo gt *plakk
        Haha

        Like

        Reply
        • O yg d penjara it iya
          Mwo?
          Mau yeosin selingkuh ma kyuhyun? Oke ntar d bkin yeohyun story hahaha #evillaugh

          Like

  4. vanny

     /  November 22, 2011

    i loph diz story.
    jarang2 jeng deson bikin FF yg sad ending hehehe *nyengir*

    brarti ga ada yg enak ya
    tapi keknya perlu jg dipraktekkan sikap kek gitu skali2 hehehe..

    sumpah, gombalannya ichul ga bgt…
    tap keren jg seh jadi udara, sangat dibutuhkan hehehe

    Like

    Reply
  5. hansungind(park hyunchan)

     /  November 22, 2011

    annyeong,,,saya reader lama
    yang baru komen,,,adi angkat chulli
    kembaran shindong,,,

    dsini chulli oppa so sweet bgt,,
    oppa mau jdi udara,,aku bkal rajin2 menghirupnya ntar,,,
    adik evil ku kok mengenaskan sekali,,
    mati pake bnuh dri segala,dri jendela lgi,,mang ga da tali ya*plak*
    siwon bnuh drinya pake pistol bneran pa mainan itu????

    ff nya kren,,,lam kenal ya buat authornya

    Like

    Reply
  6. Hmm.. kenapa satu keluarga eh maksud gue sodara sedarah beda bpk ibu a.k.a sepupu /ribet bgt bhasa gue/ mati bunuh diri smua?
    Mengenaskan..
    Ji yoo n Eun-Hwa kasian bgt..
    Tega bgt u ksh harapan palsu ma mreka..
    Ji yoo msh mending ada sneng2 nya pas awal2..
    Lha Eun Hwa ga da seneng2nya sama sekali..
    Niat bikinin mreka ff ga ceh?
    cckkk

    Like

    Reply
  7. Ghye_

     /  November 23, 2011

    kenapa 22’y mati….
    wahh ini fiksi dalam fiksi ya…
    kyu itu jemput siwon ya,, ya ampuun kyu mati pake ngajak”😄

    Like

    Reply
  8. lizzeaa

     /  November 23, 2011

    hahahahaha……#knp saya ketawa???
    bener tu kata ika eon niat buatin g sich?????#dinjek,kenapa diriku menderita sekali(diriku???pd gila,tp kyaknya it namaku ya eon????hehehe)
    aku suka critanya si-hwa,mau d buatin yg kya gt lg,##ngarep
    keren banget……daebak pokoknya

    klw hesin couple sich pasti sll sweet d mana”,,,,,,

    Like

    Reply
    • niat kok say…
      emang dari awal bikin polling udah mau di matiin semua tokohnya hhhhh…
      ntar ya klo ada ide yang cocok buat siwon kkk

      Like

      Reply
  9. LJK~

     /  December 23, 2011

    sereem amat itu 2 certa fanfiction
    Gk ad yg berakhir bahagia

    Smga heechul yeosin gk kya gt

    Like

    Reply
  10. gallagher girl

     /  January 25, 2012

    jadi ini fanfict dalam fanfict…
    Malaikat bersayap Setan atau Iblis berhati Kristal
    kok pilihannya jelek semua..
    nggak da pilihan Malaikat berhati Kristal, ya?
    terus kok nasip mereka jelek banget
    dua orang sepupu yang mati semua
    kasian…kasian…kasian…. *ala upin ipin*
    tapi ngakak waktu baca bagian ini :
    “Aku hanya ingin menjadi udara. Yang selalu kau butuhkan dan kau hirup. Aku akan selalu ada di sekitarmu dan di tubuhmu meski berkali-kali kau buang tapi kau akan menghirupnya kembali.” Ucap Heechul mencoba merayu Yeosin.
    Yeosin mengembungkan pipinya, “lalu bagaimana aku tau kau tidak dihirup oleh perempuan lain.”
    waktu baca itu aku jadi ingat komik yang pernah aku baca…

    Like

    Reply
  11. gallagher girl

     /  January 28, 2012

    hehehe…
    tu komik tahun 90-an kalo g salah
    aku baca komik tu waktu smp
    komik serial pertama yg aku baca

    Like

    Reply
  12. Ngakak baca ending nya hahahahahahaha .
    Kyu berasa kaya malaikat pencabut nyawa , yg jemput nyawa nya siwon -___-

    aku suka cerita nya kyu . Tp syg nya dia klepto huffft…

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: