CoffeeMilk: Knock… Knock… Knock…

CoffeeMilk 29 Knock Knock Knock

 

PG 17+++

Anak kecil harap menjauh

 

Girl get up…” sebuah suara halus menyapa telinga Yeosin. Gadis itu menggeliat kemudian menarik selimutnya, “girl… get up Please…

Yeosin menarik selimutnya lebih tinggi. Ia menutup telinganya dengan bantal dan mencoba untuk kembali ke alam mimpi.

“Ya~ apa kau ingin menguras kesabaranku. Cepat bangun atau aku akan memasukanmu ke dalam bak mandi.

Yeosin tidak berkutik ia tidak peduli dengan ancaman yang dilancarkan oleh Heechul. Ia tidur dua jam lalu dan sekarang ia benar-benar lelah dan ingin tidur.

Heechul memadang Yeosin yang masih terbungkus selimut. Ia mendecak saat melihat Yeosin malah bergulung di bawah selimut bukannya bangun.

Heechul menarik selimut Yeosin dengan paksa. Gadis itu mengerang tapi tetap menutup matanya. Heechul semakin gemas melihat tingkah Yeosin. Gadis itu akan terlambat jika mereka tidak berangkat bersama dan Heechul akan lebih terlambat jika gadis itu tidak segera membuka matanya.

Heechul menarik tangan Yeosin kemudian membopongnya ke kamar mandi.

Yeosin mengerang, “Lima menit lagi. Aku masih mengantuk.”

“Kau sudah mengatakan hal itu sepuluh kali Han Yeosin sayang.”

Heechul menedorong pintu kamar mandi dengan kakinya, “Buka matamu atau akan ku madikan kau dengan air dingin.”

“Ini bulan Desember, Sayang~ kau tidak tau… ini dingin.” Yeosin melingkarkan tangannya keleher Heechul. Ia tidak ingin di ceburkan kedalam bathub

“KALAU BEGITU BUKA MATAMU.”

Heechul menurunkan gendongannya. Yeosin terpaksa turun dengan wajah manyun.

“Cepat mandi… sepuluh menit lagi, kita akan pergi.”

Yeosin mengembungkan pipinya kemudian menggangguk.

 

>>deson<<

 

Yeosin menatap kertas yang ditangannya. Ia menatap jadwal pengganti kuliahnya dengan seksama. Peraturan di kampusnya setiap mata kuliah harus di dilaksanakan 7 kali tatap muka kali sebelum UTS dan 7 kali sebelum UAS. Jika dosen tidak bisa mengajar hari itu maka harus di adakan kuliah pengganti.

Yeosin mendecak saat melihat jadwal pengganti yang jumlahnya tidak sedikit itu. Bukannya ia tidak suka dengan dosennya atau apapun. Dosen-Dosen tinggat akhir biasanya super sibuk, bukan karena apa-apa tapi mereka memang mempunyai pekerjaan lain selain mengajar.

Mereka tentu memilih diajar oleh dosen yang berpengalaman dan terjun langsung di dunia perakuntansian dengan resiko sering ditinggal keluar kota dan di beri tugas segudang dari pada dia ajarkan oleh dosen yang hanya bisa mengajar.

Kadang-kadang dosen dosen itu juga memberikan pengalaman menarik mereka.

“Resiko mahasiswa tingkat akhir. Dosennya pada sibuk.” Celetuk Dayan meski bukan itu yang Yeosin kesalkan.

“Iya tapi bukan itu masalahnya.” Ucap Yeosin, “Kalau tidak ada Dosen seharusnya ada jarkom.”

Mereka bertiga, Yeosin, Dayan dan Mina langsung keluar kelas saat mendapat kabar bahwa sang dosen tidak dapat masuk. Mereka sudah menunggu satu setengah jam tapi Dosen ASP-nya itu belum datang juga. Mereka sekelas akhirnya meminta Wonhyun untuk menelepon sang dosen.

“Tadi Mr Seo bilang jika dia sudah mengatakan pada Yoo Seo-Ah jika ia tidak akan datang.”

Langsung saja Yeosin dan teman sekelasnya marah karena sang ketua kelas bahkan belum tidur. Saat ditelepon pun anak itu malah belum bangun. Benar-benar ketua kelas bejat.

“Dia itu autis atau kelainan jiwa sih?” tanya Yeosin.

Bukan sekali dua kali Yoon Seo-Ah tidak memberi kabar seperti itu sering bahkan ia tega tidak memberi kabar sama sekali. Sering masuk telat, bukan telat lagi. Dia sering masuk kelas 30 menit sebelum kelas berakhir. Jika kelas dimulai jam 8 maka ia akan masuk jam 9. Dia selalu bertopengkan absen jika dia tidak masuk, dia telat dengan alasan mengambil absen.

“Dia memang kelainan jiwa.” Ucap Dayan tegas

Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk pergi ke perpustakaan, mengerjakan tugas tugas yang diberikan oleh dosen-dosen mereka.

“Advance, ASP, TABK. Kenapa tugasnya analisis laporang keuangan?” tanya Yeosin.

“Menatang-mentang kita mahasiswa tingkat akhir jadi ga disuruh bikin laporan keuangan lagi tapi analisis.” Tambah Dayan

“Aishhh…benar-benar bikin gila.” ucap Yeosin.

“Libur dua minggu, masuk lagi langsung UAS.” Sambung Dayan.

“Ayo semangat-semangat UAS terakhir, setelah itu kita lulus.” Ucap Mina penuh semangat.

Yeosin tersenyum jika mengingat hari kelulusannya. Ia tidak sabar ingin cepat-cepat lulus dan segera keluar dari tugas dan tugas.

>>deson<<

 

Yeosin menyumpal sebuah tisu ke hidungnya yang berair, ia bahkan tidak punya waktu untuk sekekedar membuang cairan bening itu. Matanya fokus pada layar notebooknya dan tangannya sibuk mengetikan sesuatu. Lima menit sekali ia mendecak karena perhitungannya salah.

“Kau tampak pucat.” Heechul mendekati Yeosin lalu memeluknya dari belakang.

Yeosin memandang Heechul sesaat.

Heechul menarik tisu yang menggantung di hidung Yeosin, “Kau sakit?” tanyanya sambil memegang kening Yeosin.

“Aku hanya kecapeaan. Beberapa tugas membuatku gila.”

Heechul terkekeh, “Nanti kau pasti akan merindukan suasana di kejar-kejar tugas seperti ini.”

Yeosin menggangguk, “Aku pasti akan merindukan saat kena komdis. Oppa kau tadi bahwa aku kena peringatan komdis?”

Heechul menggeleng, “Kenapa??”

“Aku tadi terburu-buru memakai baju dan memakai baju seadanya. Aku memakai baju yang berenda di depan. Baju yang tidak ada kancing di depannya. Aku lupa jika tadi itu hari rabu dan tidak memakai kemeja formal. Lupa jika aku melewati seorang komdis, aku kesal dengan Seo-Ah dan lupa jika di hadapanku ada komdis. Untung saja dia hanya memberi peringatan padaku. Aku tidak tau apa jadinya jika KTM ku diambil.”

“Kau lolos??” tanya Heechul tidak percaya.

“Aku memakai jaket dan dia bilang jika di kampus dilarang memakai jaket kaos. Aku jawab saja jika aku tidak tau peraturannya. Komdis itu diam dia lalu bertanya apa aku sakit. Aku jawab aku ada kelas di lab dan sangat dingin. Komdis itu kemudian menggangguk.”

“Dia tidak mengatakan apapun?”

Yeosin menggeleng, “Mungkin dia hanya basa-basi ingin menyapaku.”

“Hah??”

“Mungkin dia terpesona melihatku dan ingin berkenalan denganku.” Yeosin mengerlingkan matanya mencoba menggoda Heechul.

“Kau tidak akan berhasil menggodaku Han Yeosin-ssi.” Ucap Heechul.

“Kau tidak tau betapa banyak pria yang di gosipkan denganku. Apa perlu aku sebutkan?” Goda Yeosin lagi, “Mereka bilang karena aku manis dan cantik, tapi aku tidak percaya. Mereka pasti membual, jika aku benar-benar cantik pasti pasti pria dihadapanku pasti sudah tergoda.”

“Kau selalu membuat kesabaranku menipis Han Yeosin-ssi. Heechul mendekatkan wajahnya ke wajah Yeosin. Ia menempelkan bibirnya ke bibir tipis Yeosin. Yeosin tersenyum lalu mengalungkan tangannya ke leher Heechul dan membalas ciuman Heechul.

>>deson<<

“Kau sebaiknya tinggal di roomrent-mu lagi.” ucap Heechul sambil menyerahkan baju Yeosin. Yeosin yang sedang mencoba mengaitkan tali branya terdiam.

Heechul membalikan tubuh Yeosin lalu mengaitkan pengait bra Yeosin. Yeosin kemudian memakai bajunya sementara Heechul memakai celana dalamnya kembali.

“Kau kelihatan lelah, rumah ini terlalu jauh dari kampusmu dan kau terlalu banyak tugas.”

Yeosin mengembungkan pipinya, “Kau ingin aku tinggal sendirian?”

Heechul menggelengkan kepalanya, “Bukan begitu. Coba lihat dirimu, kau terlihat kelelahan dan pucat. Aku tidak ingin kau sakit.”

Yeosin menatap Heechul sendu, “Oppa apa kau kurang puas?”

Heechul menggeleng, “bukan begitu??”

“Lalu apa??? Kau mengusirku dari rumah ini???”

“Girl listen, Aku hanya tidak ingin kau sakit. Aku mengkhawatirkanmu. Aku takut kau kenapa-kenapa.”

“Apa kau tidak tau bagaimana jika aku tidak melihatmu? Apa kau bisa merasakan bagaimana perasaanku jika kau darimu? Kenapa kau ingin aku jauh darimu?”

“Aku mencintaimu, aku juga tidak ingin jauh darimu. Kau tau aku tidak bisa hidup tanpamu tapi aku juga tidak bisa melihat kau sakit. Kau tidak boleh sakit.”

“Bohong. Kau bohong.” Yeosin merasakan matanya memanas, satu persatu air matanya jatuh, “Jika kau mencintaimu kenapa kau ingin aku pergi darimu.”

Heechul menatap Yeosin serba salah. Ia meraih kepala Yeosin lalu mengecupnya, “tidurlah, besok setelah pikiranmu jernih kita akan bicara.”

Heechul mengambil baju dan celananya yang berserakan dilantai. Ia lalu meninggalakan Yeosin sendiri dikamar.

Yesoin menatap Heechul yang hilang dibalik pintu. Ia memeluk tubuhnya sendiri dan menangis didalam kamar sendiri. Ia tidak tau kenapa, tapi mendengar ucapan Heechul hatinya sangat sakit.

 

>>deson<<

 

Yeosin memandang ke whiteboard dengan tatapan hampa. Fluenya belum sembuh di tambah moodnya jelek karena tadi pagi Heechul meninggalkannya sendiri. Heechul tidak membangunkannya. Ia memang kuliah siang, tapi biasanya Heechul membangunkannya untuk sarapan bersama.

Yeosin menghembuskan nafasnya panjang. Tubuhnya benar-benar lelah. Ia butuh istirahat. Ia bahkan tidak mendengarkan celotehan Ms Rin yang hampir menangis. Kadang ia merasa ironis dengan kampus tercintanya. Sudah 3 kali ia melihat dosen wanita yang menangis didepan kelas. Pertama saat dosen Akuntansi dasarnya Ms Dae pindah dan dia menangis. Kedua saat pengganti Hukum bisnis dan Ms Moon menangis karena terusir dari kelas, padahal ia sudah susah payah datang ke kampus untuk mengajar. Ia sudah meninggalkan pekerjaannya demi mahasiswa yang kerjanya hanya mengobrol. Dan yang ketiga Ms Rin yang menangis karena mahasiswanya tidak ada yang mengikuti perintahnya.

“Saya mengajar disini bukan karena uang. Jika kalian ingin tau banyak klien saya yang mencari saya. Mereka yang mendatangi saya. Bukan saya yang mencari mereka.” ucapnya dengan penuh harus, “Saya mengajarkan kalian untuk kalian, agar kalian tau bahwa audit ini seperti ini dan agar kalian bisa menjadi orang yang sukses.”

Kata-kata Ms Rin masuk ketelinga kanan dan keluar kr telinga kiri Yeosin.

“Kalian bisa les akuntansi keuangan dalam 3 bulan. Kalian bisa les Pajak, tapi kalian tidak akan pernah bisa menemukan tempat les Audit. Kuliah ini hanya kalian dapat sekarang dan kalian tidak akan menemukannya lagi dimanamun. Tidak ada les audit.”

“dan menjadi seorang auditor handal itu tidak mudah. Butuh ketelatenan dan pengetahuan. Jika kalian berleha-leha seperti ini bagaimana kalian bisa menjadi seorang auditor.”

Yeosin menundukan kepalanya. Sepertinya ceramah Ms Rin akan panjang.

Ddrttt… drttt…

Yeosin merogoh sakunya dan membuka ponselnya.

From: My Hubby

Pulang jam berapa??? Nanti aku akan jemput.

Yeosin mengetukan jarinya ke meja. Sebenarnya ia pulang jam 3 sore tapi jam segitu Heechul belum pulang. Heechul pulang jam 5 dan ia tidak ingin membuat Heechul pulang lebih awal.

To: My Hubby

Plg jam 5. Tidak usah menjemput jika kau sibuk.

From: My Hubby

Aku tidak sibuk. Aku kan menjemputmu tepat waktu.

Yeosin tersenyum membaca balasan Heechul. Heechul pasti akan datang tepat waktu. Sekarang ia harus memikirkan apa yang harus ia lakukan selama 2 jam.

“Ms Han… apa kau bisa mengulangi apa saya bicarakan sebelumnya?”

Ucapan Ms Rin membuat Yeosin membatu.

 

>>deson<<

Heechul mengajak Yeosin berbelanja bulanan. Ia menggunakan masker dan jaket. Heechul menggandeng tangan Yeosin membuat jantung gadis itu berdetak dengan kencang.

“Jangan jauh-jauh,” bisik Heechul ditelinga Yeosin.

“Kau tidak takut ketahuan fansmu?”

“Mereka tidak akan mengetahuinya.” Heechul menarik bahu Yeosin agar gadis itu mendekat, “bukankah ini yang kau inginkan?? Berjalan berdua saling berpengangan tangan.”

Yeosin mengangguk. Ia lalu melingkarkan tangannya di pinggang Heechul.

“Jangan pernah di lepas.” Bisik Heechul di telinga Yeosin.

Yeosin menarik ujung bibirnya membentuk senyuman.

“Aku mempunyai ide yang bagus.” Ucap Heechul saat mereka sudah tiba di rumah mereka.

“Apa??” tanya Yeosin yang sedang menonton sebuah drama.

Heechul menyerahkan segelas susu pada Yeosin. Yeosin mengerutkan keningnya ia tidak suka susu. Ia lebih suka kopi susu.

“Aku akan mendaftarkanmu kesebuah lembaga asuransi.” Ucap Heechul sambil meneguk susunya.

“Aku belum lulus bagaimana aku bisa berkerja disana.” Ucap Yeosin sambil meniup susunya.

“Bodoh, maksudku aku membuat polis untukmu.”

Yeosin menatap Heechul datar, “tidak.”

“Aku takut kau sakit makanya aku mendaftarkan kau.”

“Ya ampun Kim Heechul-ssi… itu sama dengan pemborosan.”

“Itu bukan pemborosan. Preminya cukup murah kok hanya seratus ribu won perbulan.”

“APA???” Yeosin mendecak, “jinjja, kau itu sungguh menyebalkan.”

“Kenapa aku yang menyebalkan. Aku kan memakai uangku sendiri.”

“Kau tau itu pemborosan. Berapa uang yang kau buang untuk membayar premi asuransi. Uang itu bisa kau tabung.”

“Tapi itu bisa berguna jika kau terjadi apa-apa padamu, Han Yeosin-ssi.”

“Kau tau perbandingan mendapatkan uang asuransi itu satu bading seratus ribu. Aku tidak apa-apa dan jika aku sakit asuransi itu hanya membayar setengahnya. Kecuali jika aku mati.” Yeosin menatap Heechul dengan tajam, “atau kau ingin membunuhku untuk mendapatkan uang asuransi?”

“Gila.” cibir Heechul

“Lalu kenapa kau mendaftarkan aku ke asuransi? Kau lihat aku baik-baik saja.”

“Tapi siapa yang akan tau apa yang akan terjadi dimasa depan.”

“Percaya padaku, aku hanya butuh istirahat dan aku akan sembuh.”

“Kenapa kau alergi sekali dengan namanya asuransi, huh??” ucap Heechul kesal.

“Karena aku memang tidak membutuhkannya. Semua itu hanya membuang-buang uangmu saja. Banyangkan uang seratus ribu won jika kau kumpulkan setiap bulan. Akan jadi satu juta dua ratus ribu won satu tahun lagi dan jika kau menaruhnya di investasi mungkin uang itu akan menjadi berlipat-lipat. Belum lagi bunga yang kan kau dapat nantinya dan…”

Yeosin berhenti saat bibir Heechul menempel dibibirnya. Heechul menarik bibirnya, “semoga kau kembali sadar bahwa kita sekarang sedang dirumah bukan sedang kuliah akuntansi.”

Yeosin tersipu malu, “Ne arraseo.”

“Aku akan tetap mendaftarkanmu.” Ucap Heechul pelan.

Yeosin menarik nafasnya panjang, kekhawatiran Heechul kadang-kadang sangat berlebihan, “Ne aku akan membuat polis asuransi… tapi…”

Heechul menatap Yeosin dengan antusias. Ia senang akhirnya Yeosin bisa menyetujui rencananya.

“Nanti jika aku hamil. Aku akan mengikuti asuransi yang satu tahun kemudian saat aku melahirkan aku bisa mendapatkan uang asuransiku kembali.” Yeosin mengerlingkan matanya. Ia kemudian berlari ke kamar.

“Ya Han Yeosin… kau benar-benar pelit.” Teriak Heechul, “kau sama seperti Jungsoo.”

“Sayang aku tidak pelit hanya tidak ingin membuang-buang uang.” Jawab Yeosin dari kamar.

Heechul mematikan televisi kemudian menyusul Yeosin ke kamar. Ia melipat tangannya dan menyandarkan tubuhnya di pintu.

“Aku baru tau kenapa kau memilih jurusan Akuntansi.” Ucap Heechul, “ternyata kau itu sangat perhitungan.”

Yeosin memarkan deretan gigi putihnya.

“Aku akan tetap membuatkanmu polis asuransi.” Ucap Heechul diikuti gelengan kepala Yeosin.

“Kalau begitu jangan salah kan aku jika aku membuatmu hamil.” Heechul menutup pintu kamar lalu mematikan lampu.

“Oh My God… Oppa~~~~~” Teriak Yeosin saat Heechul menggelitiki tubuhnya.

 Fin~~~~

 Lama g bikin CoffeMilk kangen juga… 

 Kangen curhat terselubung dan hohohhooo bagian ini rada Yadong heheheee mianhae…

-deson-

Leave a comment

15 Comments

  1. “Nanti jika aku hamil. Aku akan mengikuti asuransi yang satu tahun kemudian saat aku melahirkan aku bisa mendapatkan uang asuransiku kembali”
    Ini pasti dapet info dari bu Rini

    “Kalian bisa les akuntansi keuangan dalam 3 bulan. Kalian bisa les Pajak, tapi kalian tidak akan pernah bisa menemukan tempat les Audit. Kuliah ini hanya kalian dapat sekarang dan kalian tidak akan menemukannya lagi dimanamun. Tidak ada les audit.”
    Kata2 bu Rini banget neh..

    Bu Rini sumber inspirasi u iah??? hahaha
    Kacian tuh kemarin beliau udah hampir nangis eh waktu kuliah malah ga u dengerin..

    Yak! YADONG..
    Tali bra aza dibawa-bawa…

    Like

    Reply
    • hhahahhaaaaa… dia emang best teacher…
      kata-katanya itu bukan cuma teori tapi langsung prakteknya…
      enak aja gw ngedengerin dia kok makanya gw bisa nulis panjang lebar ttg dia yg g gw dengerin cuma Mr bambang hhhhhhh… abis gw g ngerti apa yg diaomongin

      Ya-iYADONG hhhahahahahahaaaaaaaaaaaa

      Like

      Reply
  2. ninggalin jejak dlu, tp itu ada warning 17+ ya.
    Brhubung sya udh 17 lbh 10 bulan jd boleh d0ng baca breng kyu.
    Hahaha

    Like

    Reply
  3. mengaitkan tali bra dan memakai celana dalam ??? Apakah ada warning 17+ karena kata2 itu? *plakkk
    Eheihei e0n curhatan kuliah ya, hebat bisa jd inspirasi bkin ff.
    Yeosin e0n perhitungan, cocok bgt masuk akuntansi..
    Heenim kekeuh bgt bkin asuransi bwt e0n, pdahal ksh aja th asuransi ke saya. Gk bakal n0lak yakin.
    Always… Ending’a slalu membuat sy brfikiran yg iya iya.. *yadong
    Good job e0n, tp rate’a kyk’a msh pg 15+ tuh, naekin dkit ya *kabur

    Like

    Reply
    • Yeosin g perhitungan kok cuma seneng aja ngitung2 hoho
      Tadinya mau d kasi NA21 tapi saya tdk mau mengotori pikiran saya hoho

      Like

      Reply
      • andwae! Klo nc 21 sya gk bisa bca ntar’a…
        Stuju tp sma k0men’a utit e0n. Knp gk pas awalnya yg diceritain knp msti udh slese *yadongagain
        *kabur

        Like

        Reply
  4. utit

     /  December 17, 2011

    ciah…ada yang curcol !
    Ceritanya bagus,tp sumpah Q keganggu banget dengan tali bra dan celana dalam,kenapa kau buat adegannya pas mereka udah ‘selesai’ kenapa g pas ‘mulai’ aja *otak yadong kumat*
    #tengok kanan kiri,takut ada reader dibawah umur baca komenku#

    Like

    Reply
  5. vanny

     /  December 19, 2011

    demi apa ada peringatan 17+????
    deson kelamaan ngejablay ga gara2 kang ichul ga pulang2?? hehehehehe..

    as always, i love coffeemilk hehehe
    curhatannya deson jalan terus..haha

    beneran dosenmu pernah nagis gara2 mahasiswanya?? hebat ^^

    Like

    Reply
  6. hansungind(parkhyunchan)

     /  December 24, 2011

    heenim oppa,,,,
    bogoshipoyooooo

    waduh,,itu tali bra ikutan eksis dsini,,
    untung cuma bgian akhirnya aja yg dtulis,,,
    kalo dcritain smua mrinding saya,,,

    coffemilk lanjut trusssss,,,
    bca ini sdkit ngobatin rsa kangen ke heeppa,,

    Like

    Reply
  7. kimbyen

     /  March 4, 2012

    aduh yadongny kurang thor.. *ketauan deh yadongny* hahaha😄

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: