Twoshot: Behind the Lens

Twoshot: Behind the Lens

Bagian dua: The Model

 

“Cinta yang sempurna itu bukan mencintai seseorang yang sempurna tapi mencintai orang dengan tulus dan membuat orang itu menjadi sempurna.” -deson-

 

Hyori mendecak kesal. Ia masuk kedalam mobil Kyuhyun dengan wajah di tekuk.

“Ya~ lihat wajahmu seperti monster.” Gerutu Kyuhyun

Hyori menggembungkan pipinya kesal.

“Wae??? Kenapa kau wajahmu masam seperti itu.” Kyuhyun menstarter mobilnya, “pasti nilai mu jelek lagi dan harus mengulang semester depan.”

“Ya~” Hyori menunjukan kertas yang sedari tadi di pengangnya.

Kyuhyun melirik sesaat dan melihat angka 98 dikertas itu, “bagus kenapa kau malah cemberut?”

“Apa nya yang bagus?” Hyori memasukan kertas itu kedalam tasnya, “sembilan itu bukan nilai. Aku tidak menyukainya. Hanya karena salah menulis aku gagal mendapat nilai yang sempurna.”

Kyuhyun menggulum senyumnya… ia sudah hapal dengan sifat Hyori yang selalu ingin sempurna. Ia tidak akan mentolelir kesalahan sekecil apapun.

“Tch, dasar anak kecil… jika kau begitu perfeksionis mana ada pria yang akan menyukaimu.” Cibir Kyuhyun.

“Aku juga tidak akan menyukai pria yang tidak sempurna. Aku akan mencari pria yang sempurna. Pria yang bernilai sepuluh.”

“Ya~ kenapa kau mencintai angka sepuluh.”

“Karena sepuluh itu sempurna.” Hyori memamerkan deretan giginya.

Kyuhyun mendecak, “Jika begitu… boleh aku tau berapa nilaiku sekarang?”

Hyori memutar matanya, “hmmmm… satu…”

“Mwo??” Kyuhyun menatap Hyori tidak percaya, “kenapa satu??”

“Satu hal yang membuatmu bagus. Kau itu hidup, selebihnya tidak ada. Kau tidak baik, kau sering marah-marah, kau juga tidak tampan, kau tidak kaya, kau tidak terlalu pintar dan kau itu menyebalkan.”

Kyuhyun mendecak kesal.

 

>>deson<<

 

Kyuhyun memandang Hyori yang berputar memamerkan baju dan sepatu yang di pakainya. Kyuhyun mengutuki Hyori dengan sebutan gadis bodoh. Gadis yang tidak suka dandan itu rela dandan berjam-jam demi mendapatkan riasan wajah semaksimal mungkin tapi pada akhirnya. Sungmin sama sekali tidak memfokuskan kameranya ke wajah Hyori.

Perhatian Kyuhyun kemudian tertarik pada Sungmin, pria yang tidak pernah berhenti menjadi objek pembicaraan Hyori. Pria yang sedikit terlihat lebih feminim.

“Sungmin Oppa itu sempurna… dia itu bernilai sepuluh. Tampan, kaya, pintar, baik, sopan, religius, dewasa, mapan, dari keluarga terpandang dan mempunyai masa depan cerah.”

Kyuhyun mencibir saat teringat ucapan Hyori. Ia merasa… ia rasa ia lebih tampan dari Sungmin. Ia juga tidak terlalu miskin. Ia bahkan sering mengantar jemput Hyori dengan mobilnya. Pintar? tentu saja. Ia pernah menjuarai olimpiade matematika meski ia akui jika Hyori juga pintar dalam bidang sastra. Baik, Sopan, religius, dewasa, mapan, dari keluarga terpandang dan mempunyai masa depan cerah? Aigoo gadis itu benar-benar tidak objektif. Kyuhyun yakin bahwa ia memiliki semua hal yang diinginkan seluruh wanita di dunia ini.

Kyuhyun menggenggam tangannya.

Ia menggambil kunci mobilnya dan memilih menunggu Hyori di dalam mobil.

 

>>deson<<

 

Hyori di depan cermin melihat dirinya baju dan sepatu yang dipakenya. Design sepatu dan baju yang ia kenakan sangat bagus dan trendi. Ia akui Haneul sebagai designer sangat berbakat.

Hyori keluar dari ruang ganti dan melihat Haneul dan Sungmin sedang mengobrol. Sungmin menatap Haneul dengan tatapan berbeda. Mereka terlihat akrab meski baru beberapa hari bertemu. Sebenarnya Hyori sudah merasa tatapan Sungmin berbeda sejak pertemuan pertama mereka.

Sungmin tidak berani menatap mata Haneul tapi saat mata Haneul tidak menatapnya. Sungmin menyelusuri wajah Haneul dengan seksama.

Seperti saat ini, Sungmin menatap Haneul dengan tatapan berbeda.

Hyori menghirup udara sebanyak-banyaknya. Ia mengaggkat dagunya kemudian berjalan dengan angkuhnya melewati Haneul dan berhenti di depan Sungmin.

“Oppa~” Hyori mengeluarkan senyum manjanya, “Ayo aku sudah siap.” Hyori menarik tangan Sungmin untuk segera melakukan perkerjaannya.

Ia melirik Haneul sebentar. Gadis itu, entahlah tapi ia merasa gadis itu juga cantik.

 

>>deson<<

 

“Sungmin Oppa itu punya dua adik kembar. Ku pikir mereka hanya sepupu tapi ternyata mereka itu kembar. Aku tidak menyangka dan kau tau jika adiknya yang pertama itu mencoba mendekati Jiyoo. Choi Jiyoo. Uri Jiyoo. Dia juga…”

“Stop…”

Hyori menoleh pada Kyuhyun dengan polos. Pria itu menunduk. Ia bahkan mencengkram pensilnya hingga patah.

“Wae???”

“Kau ingin bercerita atau belajar?”

Hyori menghembuskan nafas panjang. Ia tidak suka belajar. Ia ingin menjadi model terkenal. Tapi orang tuanya memberi syarat, ia boleh menjadi model asal nilai-nilainya tetap bagus dan Kyuhyun adalah guru privatnya yang bersedia mengajari deretan angka yang tidak bisa di mengerti itu.

“Aku hanya ingin sedikit bercerita.” Ucap Hyori pelan

Kyuhyun menatap Hyori tajam, “Sedikit? Kau telah bicara lebih dari dua jam tentang pria itu.” Kyuhyun mencondongkan wajahnya ke wajah Hyori, “pria yang bahkan tidak pernah melihatmu. Pria yang tidak tertarik padamu.”

“Ara… dia memang tidak menyukaiku tapi aku akan membuatnya menyukaiku.” Ucap Hyori optimis.

Kyuhyun mengebrak mejanya, “Silahkan.”

Kyuhyun bangkit lalu meninggalkan Hyori yang menatapnya penuh tanya.

 

>>deson<<

 

Hyori mendekati meja Sungmin. Ia senang bermain di meja Sungmin. Ia juga meletakan foto dirinya dan Sungmin di meja kecil itu.

Hyori melihat foto itu dengan seksama. Ia tersenyum saat melihat foto itu. Foto itu diambil satu setengah tahun lalu. Saat ia memutuskan untuk mengejar Sungmin. Ia juga yang memaksa Kyuhyun untuk memotret mereka berdua.

Mata Hyori kemudian tertuju pada sebuah ampop coklat dengan hurup H di depannya.

“My H?? Hyori.” Hyori mengambil amplop itu lalu membuka amplop itu dengan hati-hati.

Hyori mengambil foto-foto dalam amplop itu. Foto Haneul dengan latar belakang sungai Han. Haneul yang menatap ke kamara dengan tatapan kosong dan gambar yang terfokus pada air mata yang tahu di pipinya. Belum baju biru Haneul sangat bertolak belakang dengan warna Jingga langit sore.

Foto kedua saat Haneul sedang termenung dengan tumpukan salju dibelakangnya. Baju Orangenya terlihat seperti puding jeruk yang manis.

Haneul saat tersenyum. Haneul saat berkerja. Haneul saat mengobrol dengan teman-temannya.

Tangan Hyori bergetar dengan hebat. Semua foto Haneul merupakan foto Close up yang diambil dari kejauhan. Foto yang fokus pada ekspresi Haneul.

“Kau tau aku tidak suka memotret wajah. Apalagi wajah wanita. Karena ekspresi wajah hanya ada senyum ketika bahagia dan menangis ketika bersedih. Semua itu terasa monoton.”

Hyori merasakan dadanya sesak. Siapa Haneul, kenapa gadis itu yang lebih banyak di foto oleh Sungmin. Bahkan mereka baru bertemu beberapa bulan.

“Hyori-ah.”

Hyori menoleh dan mendapati Sungmin mendekatinya. Hyori mengacungkan foto Haneul.

“Hyori-ah.”

“Kau pembohong.” Ucap Hyori kencang, “Kau tidak pernah mau memotret wajahku. Kau bilang itu hanya manipulasi. Kau bilang ini itu tapi sekarang…”

Hyori melemparkan semua foto-foto itu ke udara.

“Pria yang tidak pernah melihatmu. Pria yang tidak menyukaimu.”

“Kenapa harus dia Oppa… kenapa??? Padahal aku yang lebih dulu masuk kedalam hidupmu. Aku yang selalu ada disampingmu. Tapi kau tidak pernah melihatku. Aku bahkan menolak semua pria agar bisa berjalan denganmu.” Hyori menahan tangisnya. Ia tidak boleh menangis.

Hyori mengambil tasnya kemudian pergi dari hadapan Sungmin.

“Hyori-ah…”

Hyori berdiri menatap Haneul yang entah sejak kapan berdiri disana. Haneul menatap lurus tanpa fokus membuat Hyori ingat pada foto Sungmin. Foto Sungmin memang sempurna tidak ada celanya dan itu membuat Hyori semakin kesal.

Hyori sengaja menyenggol Haneul sebelum pergi dari studio.

“Hyoriiii-ah…”

Hyori tidak peduli pada teriakan Sungmin. Ia berlari tanpa arah dan ttiiinnn…

Hyori menoleh pada sumber suara dan mendapati sebuah mobil hitam menerjangnya.

Hyori merasakan tubuhnya melayang diudara untuk beberapa saat sebelum akhirnya jatuh ketanah. Ia merasakan langit berputar. Ia masih bisa mendengar suara Sungmin memmanggilnya juga beberapa orang yang datang menghampirinya.

 

>>deson<<

 

Hyori menatap langit-langit ruang rawatnya dengan tatapan kosong. Ia tidak menangis ataupun bicara sepatah katapun. Ia hanya diam seribu bahasa.

Kyuhyun melihatnya dengan tatapan sendu. Ia tau Hyori pasti terguncang. Terguncang karena ia harus mendapat jahitan panjang di kaki mulusnya. Ia juga harus di beri penyanggah untuk beberpa waktu dan itu artinya cita-citanya sebagai model harus hilang.

“Yak~ gadis bodoh sampai kapan kau akan begini.” Kyuhyun menarik sebuah kursi dan duduk disamping ranjang Hyori.

“Bagaimana jika kita jalan-jalan. Aku akan meminta kursi roda untukmu.” Ucap Kyuhyun tanpa mendapat respon dari Hyori.

“Atau kau mau makan?”

“Minum?”

“Nonton?”

Hyori diam tidak bergeming.

“Aissshhh…” Kyuhyun mengacak-acak rambutnya frustasi, “Aku seperi bicara dengan patung.”

Kyuhyun lalu pergi meninggalkan Hyori sendiri.

Ia pergi ke mini market untuk membeli makanan kesukaan Hyori. Ia melihat Sungmin keluar dari kamar Hyori saat ia datang.

Kyuhyun menatap Sungmin sesaat tapi pria itu seperti sedang buru-buru. Kyuhyun masuk dan melihat Hyori menangis.

Kyuhyun menatap Hyori dengan sendu. Ia mendekati gadis itu lalu memeluknya.

“Dia pergi…” rintih Hyori yang membuat Kyuhyun membatu.

“Uljima… masih banyak pria didunia ini.” Kyuhyun mengusap punggung Hyori.

“Tapi aku bukan Hyori yang dulu lagi. Aku cacat sekarang. Aku manusia gagal. Aku tidak berharga.” Tangis Hyori semakin menjadi.

“Benarkah??? Bagiku kau tetap sama, sama seperti Hyori yang dulu. Masih cantik dan manja.”

 

>>deson<<

 

Jprettt…

Kyuhyun mengambil gambar Hyori dengan kamera yang baru ia beli. Ia terus mengambil gambar Hyori meski gadis itu tidak menunjukan ketertarikannya sama sekali.

Kyuhyun banyak mengambil foto close up Hyori. Ia senang mendapati Hyori dengan wajah cemberut. Ia benar-benar… puas nenertawawakan wajah Hyori.

“Teruslah tertawa Kyu…” ucap Hyori dingin, “Aku tau sekarang aku cacat dan tidak berguna.”

Ucap Hyori membuat Kyuhyun terdiam.

Kyuhyun lalu mengambil gitarnya dan memainkan sebuah lagu. Hyori akui bahwa Suara Kyuhyun memang bagus tapi ia tidak berbakat memainkan gitar. Kyuhyun benar-benar payah.

“Berhentilah, Kyu.”

Hyori menatap tajam Kyuhyun.

“Kau tidak akan pernah bisa menjadi Sungmin Oppa. Kau berbeda dengan dia dan jangan menghiburku lagi karena aku bukan Hyori yang dulu. Sekarang aku manusia yang tidak bernilai.”

Kyuhyun menaruh gitarnya dan menatap Hyori dengan tajam, “Lalu apa yang kan terjadi jika kau sekarang tidak bernilai??? Dirimu nol dan seperti katamu aku itu satu.”

Kyuhyun membuang tatapannya, “Bukankah sekarang kita sama-sama buruk?”

“Aku membencimu Kyu. Pergi… pergi!!!” teriak Hyori.

Kyuhyun menurut ia beranjak ke pintu.

Didepan pintu ia terdiam dan menoleh pada Hyori, “Kau tau??? Angka sepuluh yang kau suka. Sepuluh itu terdiri dari 1 dan 0. Mereka tidak bisa di pisahkan. Nol akan tetap menjadi nol dan satu akan tetap menjadi satu. Mereka sempurna karena saling melengkapi.”

 

>>deson<<

 

Yeosin menatap Hyori dengan seksama, “Kau pasti akan sembuh dan akan bisa berjalan lagi.” Ucap Yeosin optimis.

“Luka ini pasti sembuh tapi luka akan meninggalkan bekas.” Balas Hyori.

“Saat satu pintu tertutup, pintu lain akan terbuka.” Yeosin menggenggam erat tangan Hyori, “Kau harus merelakan yang pergi dan melihat kesempatan yang datang padamu.”

“Merelakan Sungmin Oppa? Aku bahkan tidak pernah berpikir sampai sana.”

“Apakah kau benar-benar yakin bisa hidup diantara mereka?”

“Aku yakin bisa membuat Sungmin Oppa mencintaiku, tapi sekarang aku tidak yakin.”

Yeosin tersenyum, “Aigooo kau ini masih kecil tapi bertindak terlalu dewasa.”

Hyori menggembungkan pipinya, “Eonni… Aku sudah besar.”

“Jika kau sudah besar. Maka gunakanlah hatimu untuk menilai bukan emosimu.”

“Aku sudah tidak punya hati lagi Eonni. Hatiku sudah hancur bersama kepercayaan diriku dan masa depanku. Sekarang aku hanya mahkluk tidak berguna.”

“Hyo-ya… Nanti akan datang seorang yang tidak melihat fisikmu. Dia tidak akan melihat bekas lukamu. Dia tidak akan melihat kekuranganmu justru dia yang akan menambahi kekuranganmu dengan kelebihanmu. Dia yang tidak memikirkan masalalumu tapi ia hanya akan memikirkan masa depanmu. Bagaimana caranya membuatmu tertawa dan kau juga akan melakukan hal yang sama denganmu. Dan itulah cintamu sesungguhnya.”

 

>>deson<<

 

Hyori meringis saat ibunya membuka perbannya. Ia bahkan tidak sanggup melihat luka panjang dari pergelangan kakinya sampai paha itu. Luka yang tidak terlalu parah tapi membuat impian Hyori menjadi seorang model sirna.

“Sudah selesai,” Nyonya Shin membereskan peralatannya, “Kyuhyun sudah menunggumu diluar. Ia akan menemanimu berlatih jalan.”

Hyori tidak menjawab saat ibunya keluar kamar dan menyuruh Kyuhyun masuk. Sejujurnya sampai saat ini ia malu pada Kyuhyun. Ia telah bersikap angkuh pada teman kecilnya dan sekarang hal yang menjadi kebanggannya hilang.

Kyuhyun menatap Hyori datar. Hyori sekarang lebih banyak diam dan tidak banyak bicara. Ia bahkan terlihat lebih sering melamun.

“Kau pasti menertawakan keadaanku.” Ucap Hyori tanpa menatap Kyuhyun.

Kyuhyun menggeleng, “Tidak. Aku justru berfikir bagaimana baretan kecil itu bisa membuatmu menjadi lemah seperti ini.

“Ada lebih dari dua ratus jahitan di kakiku Cho Kyuhyun.” Ucap Hyori tegas

“Tulangmu tidak patah sama sekali, kakimu hanya robek,” Kyuhyun melihat luka panjang Hyori, “ya~ meski panjang.”

“Luka ini cukup memberiku banyak bekas. Aku tidak bisa jalan dengan sempurna dan saat luka ini sembuhpun akan meninggalkan bekas. Aku tidak bisa menjadi model dengan luka ini. Aku tidak bisa memakai highheels. Aku…” Hyori membungkap mulutnya saat ia melihat Kyuhyun sedang menatapnya.

Hyori mengigit bibirnya. Ia tahu Kyuhyun pasti akan meledeknya dan menertawainya. Kyuhyun sangat ahli dalam mengerjai Hyori dan membuat Hyori menderita. Ia juga pasti sudah mempunyai seribu ide untuk menjahili Hyori.

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya di sebelah Hyori lalu melingkarkan tangannya di bahu Hyori. Ia lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Hyori, “Tch… kau itu masih sama. Masih seperti anak ingusan.”

Hyori menatap Kyuhyun tidak percaya.

“Ayoo… aku kan melatihmu.”

Hyori mengedipkan matanya tidak percaya. Seorang Cho Kyuhyun berbaik hati padanya. Keajaiban.

 

>>deson<<

 

Hyori melangkahkan kakinya ke kamar. Ia sudah bisa berjalan meski masih tertatih-tatih. Ia melemparkan tas tangannya dan sepatunya begitu saja. Ia baru saja pergi ke tempat yang sangat menyakitkan hatinya. Pernikahan Sungmin dan Haneul.

Selama dua jam penuh Hyori menatap kedua pasangan itu. Mereka hanya dekat selama beberapa bulan terakhir dan mereka langsung mengadakan pernikahan.

“Tidak peduli berapa baru kita mengenalnya, jika dia takdir kita. Pada akhirnya kita akan bersama di pelaminan juga.” Ucap Sungmin

Hyori bisa merasakan itu saat mata Sungmin dan Haneul saling bertatapan. Tatapan yang tidak pernah ia rasakan dari Sungmin. Tatapan yang tidak pernah ia lihat dari Sungmin sebelumnya.

Jreng… jrenngg…

Hyori mendengar suara gitar dari beranda. Hyori menyeret kakinya ke beranda dan mendapati Kyuhyun sedang belajar bermain gitar di beranda kamarnya.

“Kyu-ah sedang apa?”

Kyuhyun menoleh dan langsung menatap Hyori, “Kau sudah pulang? bagaimana pestanya? Apa kau menangis?”

Hyori melihat bola mata Kyuhyun menatapnya penuh khawatir. Bukan hanya khawatir ia juga melihat binar yang sama, sama seperti binar mata Sungmin saat melihat Haneul.

Hyori menggeleng, “Kau sedang apa?”

“Aku?” Kyuhyun melirik gitarnya, “aku mencoba untuk menaikan nilaiku. Kau tau aku ingin terlihat keren. Aku juga akan belajar untuk lebih terlihat dewasa.”

Hyori tersenyum miris, “Kyu-ah… terimakasih sudah berbaik hati padaku. Kau masih mau menjadi temanku meski aku seperti ini.”

Kyuhyun menatap Hyori tidak tau apa yang harus dikatakan. Ia hanya menggangguk.

“Aku masuk.” Ucap Hyori diikuti anggukan Kyuhyun.

Hyori berhenti di pintu lalu menoleh kepada Kyuhyun, “Aku lebih suka mendengarkanmu memainkan harmonika dari pada memainkan gitar.”

Kyuhyun tersenyum saat mendengar ucapan Hyori. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, salah tingkah.

Hyori hendak mengunci pintu ketika ia mendengar suara Kyuhyun.

“Sebenarnya aku tidak baik, Hyo-ah. Aku jahat. Aku malah ingin kau seperti ini. Aku tidak ingin kau menjadi model dan memperlihatkan tubuhmu pada semua orang. Aku ingin kau memiliki luka dan hanya aku yang bisa melihat luka itu. Aku egois Hyo-ah, aku yang terlalu menginginkan dirimu tapi aku bertindak seperti pengecut yang hanya bisa menjagamu dari belakang.”

“Seperti katamu Hyo, Aku memang bernilai satu. Aku harus bersyukur karena aku hidup aku bisa melihatmu. Karena aku hidup aku bisa mengenalmu.”

Hyori menyandarkan tubuhnya ke dinding. Ia mengusap sudut matanya yang basah.

“Terimakasih Kyu… justru karena kau hidup kau telah menjagaku.”

 

Finnn~~~

 

 

Yyeiii~~ 10 halaman di tanggal 10 kkkkk… baguskan???

Nandzz selamat Ulang Tahun^^… Wish u all the best… sesuai dengang kehendakmu… berhubung Heechulnya lagi wamil jadi g bisa ikutan, jadi endingnya sama Song Jongki dan Yoo Seungho (?) cuma karena mereka berdua sibuk.. jadi yah begitulah…

/Ngumpet di balik buku Audit/

Doakan semoga UAS Advance accounting teteh besok berjalan dengan lancar… semoga dosen penjaganya baik hati kkkk

Previous Post
Leave a comment

21 Comments

  1. tivaclouds

     /  January 10, 2012

    aaahhh…masih gantuungg…
    kenapa gak jadian aja sih?padahal kyu udah segitunya. hyori, kapan kau dewasa??

    Like

    Reply
  2. saengil chukhahamnida Shin Hyori.. ^-^ yang awet yaaah sama kyuhyun cho.. dan jangan ganggu-ganggu kebahagiaan Sungmin & Haneul lagi, kkkk xD
    Neng ~~ mantep iihhh yang filosofi angkanya,, 1 dan 0 itu saling melengkapi… trus-trus yang pas Sungmin suka foto Haneul diem-diem trus suka merhatiin wajahnya Haneul tanpa sepengetahuannya, it’ sooooooo……. ASDFGHJKL Sweet •(>̯┌┐<)•°

    Like

    Reply
  3. nandz

     /  January 12, 2012

    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    ;_________________________________________;
    FILOSOSFI ANGKA SEPULUHNYAAAA~~~ SUKAAAAAAAA SUKAAAA SUKAAAA SUKAAAAAA SUKAAAAAAAAAAAAAA SUKAAAAAAAAAAAA :3

    terima kasih banyak teteh~ maafkan diriku yang terlambat komen ^^;
    aduh aku suka kata-katanya😄
    amin amin.
    berhubung ga bisa do’ain pengawasnya, aku do’ain aja semoga nilai-nya A deh😄
    dan endingnya…
    oke, karena hari spesial, ama kyuhyun aja gak apalah ya😄

    @haneul ajummha~ : oh tidak bisa, Hyori ditakdirkan untuk menjadi setan di semua hidup couple lain😄

    Like

    Reply
  4. vanny

     /  January 12, 2012

    suuuuuukkkkkkkkkkaaaaaaaaaaaaa…………… aku suka sangat ama critanya..
    trus ama pilosopi angka 10nya jg aku suka…kamu emang hebat dewi hehehehe

    eh ada yg ultah ya..
    mau ikutan ngucap ya hehehe
    happy bornday buat nand..
    wishing you all the best en smoga suatu saat nanti kamu bisa ketemu ama kyu.amin hehehehe

    Like

    Reply
    • makasii udh suka ^///^
      itu filosf anak akuntansi kkkkk g jauh2dari angka kkk

      Like

      Reply
      • nandz

         /  January 14, 2012

        aku suka itu filosofinya tuh~
        ampe aku pajang di status fb~ hehe :3

        @vanny : fufufu, terima kasih ucapannya. amin amin ^^

        Like

        Reply
  5. utit

     /  January 12, 2012

    lho ternyata tentang KyuHyori.Q kira MinNeul.
    Saengil chukahamnimda buat nandz.
    Met berjuang buat deson.
    Tp itu ending masih gantung,jadi boleh donk nagih sekuel.

    Like

    Reply
  6. Reblogged this on More than words and commented:
    thanks teteh~ :3

    Like

    Reply
  7. huaaahhhh..ending nge-gantung, g relaaaa!!

    Like

    Reply
  8. et dah kyu kuat bgt ya matahin pensil, lain kali patahin paku aja sayang *plakk
    aku suka bgt quote paling atas yg tntng ksempurnaan.
    Sama yg tntng angka 10, ah kyu kau memang pintar.
    Dewi eon, kelebihan utamamu slain menulis adalah membuat kata2 biasa menjadi brmakna. Cont0h’a kyk angka 10 itu n0h.
    Hehe

    Like

    Reply
  9. gallagher girl

     /  January 25, 2012

    eonnie, aku suka kalimat paling atas tentang apa itu cinta yang sempurna
    juga tentang arti angka 1 dan 0
    temanku yang tak suruh baca nie cerita juga bilang kalo dia suka kalimat paling atas itu
    kata dia, artinya dalem banget dan pas banget ma keadaan dia
    dan sumpah, cerita ini bagus banget ^_^
    untuk kyuhyun, jadilah diri sendiri
    rasanya aneh kalo kyu jadi kaya gitu
    oh ya, aku juga suka kalimat hyori yang terakhir itu…
    aigoo, banyak banget ya kalimat yang aku suka

    Like

    Reply
  10. annyeong author, readers baru yg tanpa permisi langsung baca ff tanpa kenalan dulu *plakk

    eum aku devi hehe *kikuk*

    hyaa ffnya sedih tp memberikan nilai moral yg baik🙂

    Like

    Reply
    • Annyeong Devi… aku dewi ^^
      terimaksih semoga pesan moralnya tidak hanya dapat dibaca tapi juga dapat diamalkan

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: