Pandora Key #2

-PANDORA KEY’S-
Bagian 2

“Coming together is begin. Being together is process. Work together is sucsess.”-nn-

-Preview-

“Ya~ kau sudah gila mana mungkin aku mempunyai anak sebesar ini.” jawab Heechul membuat gadis itu melepaskan pelukannya.

Gadis itu menatap Heechul dengan tatapan memelas, ia menahan tangisnya hingga segukan. Mata gadis itu merah karena terlalu banyak menangis, wajahnya pucat dan bajunya kotor. Darah dikeningnya sudah mengering bahkan menghitam.

Gadis itu mengelap air matanya dengan punggung tangannya, “Appa~”

“Ayah yang tidak bertanggung jawab.” Cibir Yeosin.

Gadis itu menoleh pada Yeosin, menatap Yeosin sejenak lalu memeluk Yeosin erat, “Eomma~”

Kini gantian Yeosin yang menatap gadis itu dengan keheranan. Gadis itu memeluknya dengan erat seperti mereka telah berpisah selama bertahun-tahun.

“Eomma?” ucap Heechul dan Seohyun bersamaan.

“Kalian gila mana mungkin aku… Ya ya…” Gadis itu pingsan didalam pelukan Yeosin. Yeosin mencoba membangunkan gadis itu, tapi gadis itu tetap tidak sadarkan diri.

>>deson<<

“Dia mengalami benturan cukup keras di kepalanya.” Ucap Dokter Shin menunjukan hasil ronsen gadis itu

Heechul memandang Dokter Shin, “Bahkan dia tidak ingat namanya sendiri.”

“Dia tidak ingat namanya sendiri tapi dia memanggilmu ‘Appa’.” Ucap Yeosin

“Mungkin hanya sebagaian memorinya yang hilang. Seperti kau tau hapal jalan menuju rumahmu. Tapi saat kau ditanya berapa jumlah bangunan dan ada bangunan apa saja yang lewati. Belum tentu kau bisa menjawabnya.” Tutur Dokter Shin, “itulah sistem kerja otak kanan dan kiri yang saling bertolak belakang. Terkadang kita ingat tapi tidak bisa mendeskripsikannya dengan baik.”

“Biarkan dia istirahat dulu. Aku akan memeriksa lebih jauh seberapa dalam lukanya.” Ucap Dokter Shin lalu mengemasi peralatannya.

Heechul mengikuti Dokter Shin meninggalkan Seohyun dan Yeosin.

Yeosin mengamati wajah pucat di hadapannya. Gadis itu masih tertidur dengan  pulas. Entah apa yang merasukinya ia bahkan rela untuk menjaga gadis itu. wajah gadis itu seperti tidak asing tapi ia tidak tau siapa.

Yeosin memperhatikan wajah cantik di hadapannya. Gadis itu mempunyai perpaduan yang sempurna. Sepasang mata yang indah tidak terlalu sipit dan tidak terlalu besar, hidung yang tidak terlalu mancung dan bibir merah alami yang manis. Rambutnya bergelombang mirip dengan milik Yeosin dan kulit putih susu sama seperti milik Heechul.

“Kalian mirip.” Ucap Seohyun

Yeosin mengalihkan pandangannya ke Seohyun, “hah??”

“Entahlah tapi aku merasa anak itu perpaduan dari kau dan Heechul.”

Yeosin menyengitkan keningnya, “Maksudmu??”

“Apa gadis itu adalah adik kalian berdua, yang datang mencari kakak-kakaknya untuk mendapatkan sebuah pengakuan.” Seohyun mulai menerawang

“Ya~” Yeosin menatap Yeosin dengan garang, “kau pikir ini sinetron?”

“Lalu apa yang harus ku katakan? Apa aku harus mengatakan bahwa gadis itu anak kalian berdua?? Kau pikir berapa usia gadis itu? tidak mungkin kau melahirkannya saat usia 3 tahun.”

Yeosin nenundukan pandangannya. Ia merasa ada yang salah dengan dirinya, “Huftt… aku lelah… katakan padanya bahwa aku bukan baby sitter gadis itu. Urus saja gadis itu sendiri.” Yeosin mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan Seohyun.

Yeosin menghirup udara sebanyak-banyaknya. Ia merasa dadanya terbakar. Ia tidak tau kenapa tapi ia tidak suka. Ia tidak suka melihat bahwa gadis itu mirip dengannya.

>>deson<<

“Bisa kau tes DNA-nya?” pinta Heechul, “Aku tidak ingin dia terus membututiku. Aku akan melaporkannya pada orang tuanya. Dia berbahaya didekatku.”

“Aku mengerti.” Ucap Pria yang mempunyai nama lengkap Shin Donghee itu, “Aku akan melakukannya. Tapi sebaiknya kau bersabar karena ini tidak akan mudah.”

“Semakin cepat semakin bagus. Aku tidak ingin menyadari siapa aku. Kau tau kadang sesuatu terjadi diluar perkiraan kita.”

“Chul-ah.”

Heechul menoleh, “Apa gadis itu. Gadis yang waktu itu?”

Heechul menarik ujung bibirnya, “kau tau??”

“Aku datang saat dan…”

“Aku tidak ingin membahasnya.” Potong Heechul cepat, “Kurasa dia juga tidak mengingatnya. Itu lebih mudah bagiku.”

“Bukankah gadis itu memanggilnya ‘Eomma’??” DongHee menaikan sebelah alisnya, “Entah kenapa aku bisa melihat sebuah ikatan diantara ketiga. Bahkan kalian sangat sempurna.”

“Kau gila.” ucap Heechul, “mana mungkin…”

Heechul lalu kembali ke kamar gadis itu. Ia berniat untuk meminta Seohyun menjaga gadis itu. Ia harus kembali ke KNI, timnya sudah menunggu untuk melakukan tugas selanjutnya. Tapi sepertinya ia salah.

“Shirooooo…” gadis itu melemparkan bantal ke wajah Seohyun, “Aku benci imo… aku benci imo…”

“Ya~” Seohyun menatap gadis itu dengan tajam, “Siapa yang kau sebut imo?? Aku bahkan terlihat lebih muda darimu.”

“Imooo~~~”

Heechul memandang gadis yang – entahlah gadis itu kira-kira masih berusia tujuhbelas tahun dengan tatapan prihatin.

“YA~ AKU TIDAK SUDI MENJADI IMOMU” teriak Seohyun membuat gadis itu sedikit ketakutan.

“Joohyun-ah…” Heechul membuat Seohyun menoleh dan mengurungkan niatnya untuk menerkam gadis itu hidup-hidup.

“Appa~~~” Gadis itu menghampiri Heechul kemudian memeluk Heechul.

Heechul menghirup udara sebanyak-banyaknya. Mencoba untuk terbiasa dengan sikap spontan gadis itu. Ia lalu mengusap punggung gadis itu perlahan.

“Appa aku takut. Aku takut.” Ucap Gadis itu sambil terus memeluk Heechul

“Panggil aku Seohyun. Itu terdengar lebih bagus, Kim Heechul-ssi… dan silahkan kau jaga anakmu sendiri.” Seohyun pergi meninggalkan mereka berdua.

Heechul menghembuskan nafas frustasi. Ia tidak tau harus bagaimana lagi.

>>deson<<

“Aku tidak suka saat anak itu memanggilku dengan sebutan Eomma…” ucap Yeosin sambil mengaduk-aduk mienya dengan kesal, “Apakah aku terlihat setua itu??”

Jiyong tertawa, ia mencubit pipi Yeosin, “Jika kau marah marah seperti itu kau akan terlihat lebih tua.”

Yeosin menaruh sendoknya dan menatap Jiyong, “Kau sama-sama menyebalkan.”

Jiyong terkekeh.

“Dokter bilang jika gadis itu kehilangan sebagian memorinya karena benturan keras.” Ucap Yeosin pelan, nafsu makannya sekarang menghilang.

“Aku tadi bertemu dengan Ayahmu?” ucapan Jiyong membuat Yeosin menatapnya, ia sekarang masih semakin tidak bernafsu untuk menghabiskan makanannya, “dia bertanya apakah kau bersamaku.”

“Aku tidak ingin membahasnya.” Ucap Yeosin dingin, “Ayo kita pergi. Seohyun sudah menungguku d Seoul Hall.”

>>deson<<

“Aku dapat lokasinya.” Ucap Kyuhyun tanpa menoleh dari layar komputer, “Mereka akan tiba di tujuan kira-kira tiga puluh menit.”

“Dimana lokasinya?”

“Pasar Namdaemun.”

“Siapa yang terdekat?”

Kyuhyun menampilkan layar komputernya di layar utama, “Lee Hyukjae 4 menit, Choi Siwon 10 menit dan Ahn Sohee 20 menit.”

Kyuhyun melirik Heechul yang tidak kunjung memberikan perintah. Pria itu malah sibuk memperhatikan draft nama target yang sedang mereka incar.

“Kibum, katakan pada Sohee untuk berada di Seoul station dan tetap untuk tersambung dengan kita. Katakan pada Siwon untuk berjaga di Seoul city Hall berbaur dengan dengan orang disana dan Kyuhyun pandu terus Hyukjae untuk mendekati target.”

Mereka semua menjawab dengan kompak kemudian mulai menjalankan tugas masing-masing. Heechul kembali memandang kertas yang sudah dua hari ada dimejanya.

Ia baru saja mendapat kabar bahwa target utama mereka telah keluar dari bandara gimpo dan menuju Seoul.

“Ada yang aneh.” Ucap Heechul saat melihat data analisis yang di buat Kyuhyun.

“Apa nya yang aneh.” Ucap Park Jungsoo mengawasi operasi itu dari mejanya.

“Entahlah tapi apa kasus ini tidak terlalu mudah untuk di pecahkan?”

Jungsoo mencibir, “sombong sekali kau.”

“Pasar Namdaemun merupakan pasar terbesar di Seoul, banyak orang yang datang dan berkeliaran disana. Terlalu banyak orang dan mungkin akan menimbulkan kecurigaan…… dan…” Heechul menghentikan ucapannya. Senyumnya mengembang ketika sesuatu terbesit di otaknya. Ia kemudian berbalik menghadap Kyuhyun, “Katakan pada Hyukjae untuk naik ke Seoul City Hall… cari tempat yang bisa melihat seluruh hall dan diam disitu dan temukan seseorang yang mencurigakan.”

“Dapat.” Seru Jongwoon. “Salah satu target sudah dilacak.”

Heechul menyuruh Ryeowook untuk menampilkan layar komputernya di layar utama. Sebuah gambar dari gembong transaksi gelap itu, foto Nickhun Horvejkull berhasil di tangkap. Pria itu memakai kacamata hitam dan terlihat sedang memberikan sebuah kode pada seseorang dengan menggunakan tangannya.

“Mereka akan mengadakan transaksi secara terbuka. Mereka tidak terlibat kontak fisik secara langsung. Mereka tau kita menyadap seluruh alat komunikasinya. Mereka akan saling berkomunikasi dalam jarak jauh dengan menggunakan mata dan mulut.” Ucap Heechul memberikan pengarahan pada anak buahnya, “Cari wisatawan yang mencurigakan yang membawa teropong dan koper besar. Mereka akan berada di tengah kerumunan tapi akan mencari blank spot. Sementara yang lain akan memperhatikan dari kejauhan. Jika barang tersebut sudah berpindah tangan maka pembeli akan langsung mentransefer uangnya lewat e-banking.”

“Kita juga butuh Sungmin dan In-Guk.” Ucap Heechul penuh percaya diri.

“Target diijinkan dibunuh ditempat dan langsung di bersihkan oleh petugas pembersih. Jangan sampai ada seseorang yang menyadari kegiatan ini.” sambung Jungsoo sebelum pergi meninggalkan ruangan.

>>deson<<

Yeosin mengeratkan jaketnya, ia hanya memakai kaos tipis dan jaket yang tidak terlalu tebal. Ia melirik Seohyun yang sama sekali tidak kedinginan dengan jaket besarnya. Yeosin mengembungkan pipinya. Ia harusnya membawa jaket yang tebal.

Yeosin, Seohyun dan beberapa teman-temannya berkumpul di area Seoul City Hall untuk memberikan selembaran pada orang-orang yang lewat. Untuk membeli barang-barang yang mereka jual. Barang yang mereka jual sebagian adalah hasil tangan mereka dan sebagian lagi adalah sumbangan. Hasil dari penjualan itu akan disumbangkan kepada beberapa panti asuhan.

“Kau yakin orang itu akan datang?” tanya Seohyun

“Ne, Ketua kita bilang dia akan datang dan menyerahkan beberapa barang yang bagus. Mereka menyuruh kita untuk tetap disini sampai ada seseorang yang mengantarkan barangnya.”

“Hufftt… perintah yang tidak jelas.” Gerutu Seohyun, “Sampai kapan kita menunggu orang itu. Aku masih ada janji dengan Yonghwa Oppa.”

Yeosin menatap curiga pada Seohyun, “Ya~ sejak kapan kau peduli pada Yonghwa?”

Seohyun memutar matanya lalu berbalik membelakango Yeosin untuk menutupi wajah merahnya. Selama ini ia menyembunyikan startusnya dengan Yonghwa.

“Yeosin-ah… ada yang ingin bertemu denganmu.” Teriak Ahra dari kejauhan.

Yeosin segera berlari ke arah yang ditunjukan oleh Ahra. Dedikasinya yang tinggi ia curahkan begitu saja. Ia tersenyum ramah menyapa kurir itu.

“Kami menyumbang beberapa barang atas perintah Tuan Lee.” Ucap Pria bertubuh tegap itu. Ia segera membuka mobil boxnya dan memperlihatkan barang-barang yang akan disumbangkan.

“Kamsahamnida sanjangnim… anak-anak pasti akan senang mendapatkan hadiah sebanyak ini.” Yeosin melihat puluhan mainan, pakaian dan beberapa barang untuk dijual kembali.
“Tidak perlu sungkan.” Ucap Pria itu mengeluarkan smirknya.

Yeosin tersenyum bahagia ia kemudian menyuruh teman-temannya untuk mengeluarkan barang-barang itu. Setelah semua barang sudah berpindah tangan box itu segera pergi.

“Kita mendapatkan dermawan yang sangat kaya.” Seohyun Yeosin yang kemudian diikuti oleh teman-temannya.

>>deson<<

Heechul mengamati gambar yang di berikan Siwon juga yang diberikan oleh Satelit Khusus KNI. Ia menggamati gerak gerik mobil boks yang sedang mereka incar. Seluruh agennya sudah bersiap di posisi masing-masing. Ia hanya tinggal memerintah dan transaksi itu gagal.

“Siapa dia?” tanya Heechul saat layar satelit tiba-tiba menyorot satu titik yang di beri tanda merah. Satelit KNI hanya mendekteksi orang-orang yang masuk dalam jajaran penjahat yang harus di bunuh atau petinggi-petinggi penting yang harus dilindungi.

Dengan sigap Jongwoon memperbesar gambar dan menujukan foto yang di ambil dari CCTV yang ada di Seul hall.

“Han Yeosin. Putri bungsu Mentri Pertahanan Han Yonghoon.”

Heechul menatap layar tanpa ekspresi, gadis itu. Kenapa gadis itu harus selalu terlibat dengannya. Kenapa gadis itu bisa berada disana, dan kenapa gadis itu selalu ada disekelilingnya. Kenapa harus gadis itu.

“Mereka tahu kelemahan kita. Atau…” Heechul memengang kepalanya yang terasa berdenyut.

Jang Wooyoung tertangkap

Heechul tersenyum saat melihat pesan dari Hyukjae.

“Pidah ke rencana B.” perintah Heechul.

>>deson<<

Yeosin menatap puluhan boneka yang berjejer rapih di standnya. Ia memainkan boneka-boneka itu dengan tangannya. Ia bosan setengah mati dan tidak mempunyai kegiatan. Teman-temannya membagikan selembaran keseluruh Seoul City hall dan ke Namdaemun sedangkan dia dan Seohyun berjaga di stand menunggu seseorang untuk membeli barang-barang mereka.

“Kau seperti tidak pernah bermain boneka.” Ledek Seohyun.

Yeosin menggeleng, “Kau tau… jika di film-film seseorang menyelundupkan sesuatu kedalam boneka-boneka agar tidak ketahuan.” Ucap Yeosin sambil memasang wajah serius.

“Huh, kau selalu mengataiku korban sinetron padahal kau sendiri korban Film…” Seohyun menjitak kepala Yeosin, “Hanya orang bodoh yang menyelundupkan barang lewat boneka. Mereka pasti sudah tertangkap duluan oleh petugas imigrasi sebelum bonekanya sampai di sini.”

Yeosin memerkan deretan gigi putihnya.

“Annyeonghaseyo… Ahn Sohee imnida.” Seorang gadis masuk kedalam stand mereka. Gadis itu memkai kaos putih dan celana jins. Sebuah headset yang sering digunakan oleh anak-anak seumurannya terpasang di telinganya. Tas selempang berwarna hitam bertengger di bahunya membuat dia terkesan lebih dewasa dari umurnya.

Yeosin langsung membungkuk, “Annyeonghaseyo… Yeosin imnida. Ada yang bisa kami bantu?”

“Aku ingin melihat boneka.” Gadis itu mengedarkan pandangannya. Sorot matanya yang tajam merekam semua gambar yang ia lihat.

Yeosin dengan ramah membantu Sohee memilih boneka yang bagus, “Boneka-boneka ini adalah buatan tangan dan ada beberapa hasil sumbangan dari luar negeri.”

Sohee menatap mata Yeosin lekat, “Boneka mana yang berasal dari luar negri itu?”

Yeosin menunjukan boneka-boneka di pojok. Boneka yang tidak jelas bentuknya sengaja ia simpan di pojok karena ia yakin bahwa boneka itu akan laku di jual.

Sohee mengamati boneka-boneka itu dengan seksama. Ia menyentuh boneka itu dengan telunjuknya lalu meletakkan telunjuknya di ujung hidungnya. Ia membaui boneka-boneka itu satu persatu. Ia bisa mencium bubuk mesiu yang khas dalam boneka.

“Dapat.” Ucapnya saat ia menyentuh boneka kambing berbulu sangat jelek. Gadis itu membuat Yeosin dan Seohyun bertukar pandang.

“Aku mau yang ini.” Sohee sambil menggulum senyumnya. Ia mengeluarkan sebuah plastik transparan dari dalam tasnya.

“Kau yakin??” Tanya Yeosin penasaran yang sebenarnya merasa janggal dengan sikap gadis itu.

“Tidak ingin boneka yang lebih bagus?” tawar Seohyun.

Sohee menggagukk pasti, ia berbalik memunggungi Yeosin kemudian menekan tombol call di headsetnya, “Aku dapat barangnya.”

Yeosin mengulurkan tanggannya hendak mengatakan sesuatu namun…

Dorrr…

Sohee, Yeosin dan Seohyun langsung menoleh ke sumber suara. Sohee mengedarkan pandangannya lalu mundur mendekari Yeosin. Tangannya menyelusup masuk kedalam tas kecilnya.

“Apa mereka mengadakan pawai petasan?” tanya Seohyun yang menoleh ke luar stand.

“Diam disini.” Ucapan Sohee membuat Seohyun mengurungkan niatnya keluar stand. Gadis itu melepaskan boneka yang ia pengang lalu mengeluarkan pistol udara X11 dari dalam kantongnya. Ia lalu keluar dengan kuda-kuda yang sempurna, “Diam disitu dan jangan bergerak.”

Yeosin dan Seohyun bertukar pandang. Ia tidak percaya gadis yang lebih muda dari mereka itu bahkan mempunyai senjata tajam.

“Ada apa ini? Kenapa…” Ucapan Yeosin terpotong saat ia melihat seseorang pria bergerak dibelakang Sohee dan memukul Sohee dengan tangan kosong. Gadis itu meringis di atas tanah. Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menahan kesakitan.

“Siapa kau?” tanya Seohyun saat pria itu masuk kedalam stand dan memamerkan senyum yang memikat. Jika tidak melihat adegan sebelumnya, mungkin Seohyun dan Yeosin akan lumer oleh senyum pria itu.

Pria itu terus berjalan mendekati Yeosin dan Seohyun. Membuat kedua gadis itu mundur beberapa langkah.

Pria itu memiliki wajah Asia yang khas, matanya tidak sipit seperti orang Korea atau Jepang. Alisnya yang tebal serta pipinya yang sedikit Chuby membuat pria itu terlihat Cute kecuali sorot matanya yang dingin.

Pria itu mengambil boneka Sohee lalu memasukan boneka-boneka serupa ke palastik yang ia bawa.

“Ya~ kau tidak bisa mengambil boneka itu tanpa membayar.” Ucap Yeosin lantang saat pria itu hendak melangkah keluar stand.

Pria itu menoleh kemudian mememerkan senyum modelnya. Ia sangat tampan.

“Maaf nona tapi ini bonekaku.” Suara merdu pria itu menghipnotis Yeosin. Pria itu mendekati Yeosin.

Yeosin mengepalkan tangannya mencoba untuk tidak takut saat pada pria dihadapannya. Ia tau bahwa pria di hadapannya bukan pria biasa. Dari sorot matanya yang dingin, pria itu mempunyai tujuan yang jahat.

Pria itu mendekatinya lalu terseyum sinis. Sementara Seohyun berjalan memutar keluar stand dan membantu Sohee untuk bangun.

“Jangan bergerak.”

Dua orang pria menodongkan pistolnya. Membuat pria itu otomatis menarik Yeosin ke hadapannya dan menghadapkannya pada dua orang pria yang baru saja datang. Pria itu juga menanjapkan sebuah pisau ke perut Yeosin. Yeosin bisa merasakan benda dingin itu di perutnya.

Hyukjae dan Siwon.

Yeosin ingat kedua wajah itu. Ia pernah bertemu dengan kedua orang itu saat mereka mengawal ayahnya dan saat… pesta pertunangannya. Mereka tidak seperti kelihatannya. Mereka merupakan agen hebat yang dimiliki Korea.

“Lepaskan dia, Nickhun-ssi” Ucap Hyukjae sambil membatu Sohee yang masih berdiri. Sementara Siwon bersiap dengan pistol yang terarah pada Yeosin. Ia mendecak saat tidak menemukan celah untuk pistolnya. Yeosin adalah tameng yang sempurna untuknya.

Nickhun terkekeh ditelinga Yeosin. Membuat bulu kuduk gadis itu meremang.

“Aku tidak akan melepaskannya.” Ucap Nickhun dingin.

Dorr… dorrr… dorrr..

Nichkun menembak tiang penjaga stand dan membuat stand itu rubuh. Ia menarik Yeosin keluar dari stand.

Yeosin melihat beberapa orang pria dengan pakaian hitam dan memakai senjata. Wajah mereka dingin dan sangar. Beberapa dari mereka mempunyai tubuh berotot dan badan yang besar.

“Lepaskan aku!” Nickhun tidak menjawab, pria itu malah menyeret Yeosin lebih jauh. Pria itu membawa Yeosin kearah pasar Namdaemun. Yeosin mendecak, Nickhun tidak akan tertangkap jika ia berhasil masuk ke pasar. Ia harus melarikan diri.

Yeosin menghirup udara sebanyak-banyaknya. Ia harus mencari celah untuk kabur.

Pria itu menyeretnya ke dalam pasar. Ia membukus tangannya yang memengang pisau dengan jaket dan tangannya yang bebas melingkar di pinggang Yeosin menjaga agar gadis itu tidak kabur.

>>deson<<

Kita kalah banyak. Ucap Hyukjae terdengar lewat speaker.

Heechul memperhatikan dengan seksama lewat kamera CCTV Seoul Hall yang berhasil di bajaknya.

“Tetap fokus pada mereka, tetap bertahan, bantuan akan segera datang.” Ucap Heechul pada Hyukjae, ia kemudian menatap Kyuhyun, “Kyuhyun tetap awasi gadis itu.”

Kyuhyun menggangguk, tuganya mengawasi seluruh titik-titik kegiatan yang terekam oleh saltelit KNI. Tidak sulit untuk tetap melihat dimana gadis itu berada tapi ia tidak bisa memastikan gadis itu terluka atau tidak.

“Apa kita tidak akan mengutus seseorang untuk mengejar Yeosin??” tanya Jongwoon.

Mengejar Yeosin? mungkin akan mendapatkan Nickhun tapi juga akan kehilangan target utama pengejaran ini. Semua akan sia-sia jika target itu kembali lolos dan lagi pula selama gadis itu masih terekam di Satelit KNI, mereka akan mudah mencari gadis itu da Nickhun.

Heechul menatap titik-titik merah yang terus bergerak di layar dengan seksama.gadis itu gadis yang masih sama dengan gadis empat tahun lalu yang masih membuat pikirannya yang selalu kacau, yang tidak pernah ia mengerti kenapa ayahnya selalu melindunginya. Gadis yang membuatnya hampir gila hanya karena melihat senyumnya.

Perkerjaannya atau masalah pribadi? Sekali lagi pertanyaan itu muncul di kepalanya setelah empat tahun berlalu, “tidak biarkan saja gadis itu.” ucap Heechul lirih.

Semua orang yang ada disana mengerutkan keningnya. Semua orang dalam ruangan itu tau bahwa gadis itu merupakan orang yang wajib dilindungi. Meninggalkannya berarti melalaikan tugas, dan lagi pula gadis itu adalah…

“Bagaimana jika gadis itu terluka?” tanya Jongwoon

“Kita ditugaskan untuk memburu otak di balik penyelundupan ini, bukan menjadi baby sitter gadis itu. Dia hanya putri mentri pertahanan, mati atau hidup tidak akan berpengaruh bagi kita.” Ingin sekali ia mengucapkan hal yang sebaliknya. Ingin sekali meninggalkan pekerjaan ini dan menyelamatkan gadis itu.

Tapi ia selalu tidak bisa memilih antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Ia seperti budak dalam pekerjaannya.

>>deson<<

“Kalian pasangan yang serasi.” Ucap salah satu adjuma saat melihat Nickhun yang merangkul pinggang Yeosin dengan mesra. Mereka berdua membalasnya dengan tersenyum.

“Lihatlah ini… ini bagus untuk kalian.” Ucap Adjuma itu memamerkan sepasang cincin pasangan pada mereka.

Yeosin menghentikan langkahnya. Ia melirik Nickhun dengan mesra. Nickhun mengerutkan keningnya tidak mengerti, ia menusukan pisaunya ke perut Yeosin agar gadis itu berjalan.

Bukannya berjalan Yeosin malah membalikan badannya ke arah Nickhun lalu mencium bibir pemuda itu. Nickhun kaget dengan tingkah tidak terduga Yeosin. Ia membelakakan mata tanpa bisa berbuat apa-apa.

Yeosin mendorong tangan Nickhun saat pemuda itu lengah. Strateginya berhasil. Ia langsung berlari menjauhi Nickhun.

“Permisiiiii…” Yeosin menerjang kerumunan ia tidak peduli dengan etika berjalan di tempat umum. Ia harus menghindari Nickhun secepatnya.

Yeosin memengang perutnya yang terasa perih. Ia mendapati kaosnya berlumuran darah. Sebuah luka sabetan pisau membelah perutnya. Ini pasti gara-gara ia berbalik untuk mencium Nickhun.

Yeosin memengang perutnya sambil terus berlari.

Yeosin menoleh saat Nickhun tidak terlihat dibelakangnya. Yeosin menghembuskan nafasnya sambil terus memengangi perutnya. Lukanya semakin lebar karena dia terus berlari.

“Mau kemana kau?” seseroang menjambak rambut Yeosin dengan kasar.

Yeosin meringis sebelah tangannya memengang kepalanya.

“Kau tidak bisa lari nona. Kau adalah target kami. Kau adalah pelindung kami.” Ucap Nickhun sambil menarik Yeosin.

“Lepaskan dia.”

Bug,,,,

Jambakan Nickhun melonggar membuat Yeosin terjatuh sambil memegang perutnya. Yeosin melihat Nickhun terjatuh tidak jauh dari tubuhnya.

Seorang anak laki-laki menerjang tubuh Nickhun dengan cepat. Ia bahkan tidak membiarkan Nickhun untuk bernafas. Dengan lincah anak itu menendang Nickhun. Nickhun menghindar tapi ia tidak dapat menghindar saat anak itu melepaskan tonjokannya. Dalam beberapa serangan Nickhun terjatuh.

“Gwenchana???” tanya Anak itu pada Yeosin.

Yeosin menggangguk.

“Kau terluka.” Ucap anak itu panik.

Yeosin terkesima melihat anak itu. Matanya anak itu menatap Yeosin hormat. Ada sedikit keraguan dalam mata itu saat menatap mata Yeosin. Yeosin sendiri merasa familiar dengan mata anak itu. Ia seperti pernah melihat mata itu sebelumnya.

“Siapa namamu???” rasa penasaran itu lebih kuat dari rasa sakitnya.

Manik mata anak itu bergerak, “Nam… hmmm… Taemin… Lee Taemin.”

Yeosin merasa anak itu sedang berbohong padanya. Ia hendak menyanggah anak itu tapi luka diperutnya semakin melebar.

“Kita harus kerumah sakit sekarang.” Taemin membantu Yeosin berdiri.

>>deson<<

“Kita berhasil.”

Heechul tersenyum puas saat mendengar kabar dari Siwon. Mereka tidak hanya menangkap Jang Wooyoung, Nikchun tapi seseorang yang ketahui bernama Junho. Mereka sekarang membawa semua tersangka berserta barang bukti ke kantor.

“Dimana gadis itu?” tanya Heechul pada Siwon.

”Kami tidak menemukannya disini.”

Heechul melihat titik merah yang menunjukan Yeosin terus bergerak. Mungkin gadis itu sudah melarikan diri.

Drrttt… drttt…

Heechul mengambil ponselnya di laci. Ia mempunyai 3 ponsel yang di gunakan untuk hal yang berbeda. Satu ponsel untuk keluarganya, yang selalu aktif selama 24 dalm sehari. Satu ponsel untuk teman, kerabat dan orang lainnya, yang akan mati jika ia sedang berkerja. Dan satu ponsel yang akan di hubungi jika ada misi.

Ia mengerutkan keningnya saat nomor tidak dikenal masuk kedalam ponsel untuk keluarga.

Yeosin terluka, aku membawanya kerumah sakit.

Heechul mengerutkan keningnya. Ia yakin jika anggota keluarga tidak tau bahwa Yeosin terlibat dalam pekerjaannya sekarang.

Heechul menghampiri Kyuhyun. Ia melihat lokasi Yeosin yang terus bergerak. Gadis itu bergerak menuju rumah sakit Seoul.

Heechul mengerutkan keningnya. Ia kemudian menekan tombol call tapi nomor yang menghubunginya langsung tidak aktif.

TBC…

FF ini leakan lebih panjang dari FF cont saya yg terdahulu. sebenernya FF ini udh ada 7 part dan masih dalam pengetikan. FF ini di rombak sekitar 5 kali mulai dari alur, setting sampai tokoh. Di Sini OC nya cuma ada Yeosin, g ada yang lain. Klo misalnya ada Typo nama atau alurnya agak ngaco mohon beritahu ya… ^^

Previous Post
Leave a comment

19 Comments

  1. gallagher girl

     /  January 24, 2012

    eh da yang baru tho…
    ninggalin cap jari dulu yah…
    masih sekolah, bacanya di rumah ntar

    Like

    Reply
  2. blackthrone

     /  January 24, 2012

    ne-chan
    wah, ada yg baru
    ninggalin nama dulu

    Like

    Reply
  3. gallagher girl

     /  January 24, 2012

    yeah…baru selese baca
    kesan pertama habis baca : kening berkerut
    jujur baca part ini ceritannya agak bingungin
    tapi nggak papa, meski begitu bagus kok ceritanya
    ide mesin waktu….
    itu yang manggil yeosin ma hechul pake panggilan omma ma appa itu Yeohee ya?
    terus yang nolongin Yeosin itu Namhee bukan?

    Like

    Reply
    • ada kata2 yg kurang jelaskah?
      Yupz anak ceweknya itu Kim Yeohee n anak cowonya Kim Namhee…
      Klo ada yg masi bingung tanya aja

      Like

      Reply
      • gallagher girl

         /  January 24, 2012

        itu apa Yeosin tahu bakalan ada penangkapan?
        terus hubungannya heechul ma yeosin apa?
        kok heechul bisa kenal yeosin tapi yeosin tidak
        baru nyadar kalo penjahatnya 2pm

        Like

        Reply
        • Hmm Yeosin tau dia bkal d jadiin sandra tapi g tau klo bkal saat itu
          Ntar d part 3 d jelaskan hubungannya ma heechul

          Like

  4. utit

     /  January 24, 2012

    kya.,part 2 rilis.
    Kasian amat anak 2pm jadi penjahat disini
    kekeke….
    Yeosin terluka,aigoo kasian sekali.
    Dan namhee,dirimu menyelamatkan eomma,benar2 terharu.
    Ditunggu kelanjutannya aja deh.
    Deson hwaiting !

    Like

    Reply
  5. wahhhh……..
    critany bwt penasaran gilak !!!
    nextny jgn kelamaan y^^

    daebak.

    Like

    Reply
  6. vanny

     /  February 2, 2012

    mau komen apa ya???
    oh iya… brarti yeosin jg sasaran penjahat juga ya??
    trus ada kenangan apa dia ama ichul??
    ahhhh… ga sabar baca next part *dah nongol ya?*

    Like

    Reply
    • mau komen apa??? maunya apaa?? yang spesial apa biasa??? /slapped//
      Iya Yeosin itu jadi incaran para penjahat dan penjahatanya ga tau siapa??
      Kenangan sepanjang jalan kenangaan lalalaa~~~~~

      Like

      Reply
  7. anyeooong… Lama baru brkunjung lg ke ‘rumah’ eonni…
    Jujur agk bingung peran yeosin dlm misi’a heenim. Blum terlalu ngerti eon…
    Tp aku suka bgt…itu yg nolongin yeosin taemin namhee ya???
    Trus gadis yg nyebut appa eomma itu yeohee ya.
    Wuuaaaa lanjutkan eon. Q suka cerita genre kyk gini.

    Like

    Reply
    • Ntar di jelasin lebih detail lagi tentang misi-misinya… tapi kayaknya ada di part 10000 deh hehehe /senyum evil/
      Yupsss itu my little girl Yeohee

      Like

      Reply
  8. Anak laki yg nolongin yeosin itu namhee kan ?? Tp dia ngaku nama nya taemin ?

    Kyaaaa baru part 2 aja keren . Seru!!^^

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: