PANDORA KEYS #7

-PANDORA KEY’S-

Bagian 7

 

“Sesuatu yang besar dimulai dari sesuatu yang kecil dengan Proses dan kesabaran.“

 

-Prev-

“Aku akan mengirimnya sehari setelah pernikahannya. Aku tidak bisa menahannya terlalu lama. Kalian hanya punya waktu selama satu bulan.” Jungsoo menatap kedua atasannya bergantian

“Itu terlalu sebentar.” Ucap Yongbae

“Terlalu menimbulkan kecurigaan jika aku menahannya lebih lama dari itu.”

“Kami setuju.” Ucap Yunho langsung meninggalkan ruangan Jungsoo. Tak peduli dengan tatapan penuh tanya dari Jungsoo.

Yunho berhenti di koridor dan membiarkan Yongbae berjalan lebih dulu.

“Kau gagal. Kau tidak berhasil membuatnya tertarik padamu.” ucap Yunho pelan, “Jung Sooyeon, kau mengecewakanku.” Yunho kemudian berjalan meninggalkan seorang gadis yang sedang berurai air mata.

>>deson<<

“Kau gagal. Kau tidak berhasil membuatnya tertarik padamu. Jung Sooyeon, kau mengecewakanku.”

Sooyeon hanya bisa meneguk ludahnya saat Yunho mengatakan hal itu. Bukan Yunho saja yang merasa kecewa tapi ia juga. Ia adalah orang yang paling sakit hatinya.

Heechul adalah satu-satunya orang yang membuatnya tetap bertahan dari latihan keras KNI. Pria itu yang selalu memotivasinya meski terkesan dingin dan kejam. Tapi di matanya Heechul sangat sempurna.

Sooyeon melangkahkan kakinya yang terasa berat. Ia bahkan tidak bisa memijakan kakinya dengan benar. Tubuhnya terasa berputar dan…

“Noona kau tidak apa-apa?” seseorang mencengkram pinggangnya erat.

Sooyeon memfokuskan pandangannya, “Kim Heechul-ssi??”

Pria muda itu menyunggingkan senyum separuhnya. Mirip dengan senyuman Heechul tapi mata itu bukan milik Heechul.

“Miahae Noona… aku bukan Kim Sanjangnim.”

Sooyeon membenarkan letak tubuhnya. Ia lalu memperhatikan anak itu dengan seksama.

Lee Taemin.

“Aku harus kembali bertugas,” ucapnya dengan sopan, “Noona sebaiknya kau jalan dengan hati-hati.”

Sooyeon menatap anak itu yang menjauhinya. Cara senyum anak itu. Cara berjalannya mirip dengan Heechul.

“Aissshhh… aku kena syndrom patah hati.” Ucap Sooyeon lalu bergerak meninggalkan tempatnya berdiri.

>>deson<<

“Kau gila.” itulah yang komentar pertama Seohyun saat datang diacara resepsi pernikahan Yeosin dan Heechul. Tepat satu bulan satelah lamaran, Yeosin dan Heechul melaksanakan pernikahan. Pernikahan sederhana dan terbatas. Hanya ada teman dan kerabat. Tidak ada wartawan dan pernikahan itu juga tidak di publikasikan.

Bukan karena Heechul seorang agen KNI tapi mereka tidak mau repot-repot menyiapkan acara yang mewah dan memakan waktu dan uang.

“Inikah tunanganmu yang brengsek itu. Yang kau benci sampai mati juga kau cinta sampai mati.” sindir Seohyun sambil melirik Heechul dari atas ke bawah ke atas lagi.

Ia akui Heechul cukup tampan dengan tukedo hitam panjang itu. Serasi dengan Yeosin yang memakai gaun putih pengantin selutut.

“Mwo??” Heechul melingkarkan tangannya di pinggang Yeosin, “Mana mungkin dia membenciku.”

“Akhirnya kisah terpanas KNI berakhir juga.” Ucap Yonghwa sambil menghampiri Seohyun.

“Kisah terpanas?” ucap Seohyun dan Yeosin bersamaan.

“Kalian tidak tahu?” Yonghwa mengusap rambutnya, “Yeosin dan Heechul hyung itu merupakan gosip yang tidak pernah habis-habisnya di bahas. Dari mulai kalangan staf sampai jajaran jendral KNI suka dengan cerita itu. Putri mentri pertahanan itu hilang entah kemana. Bahkan ada beberapa agen kurang kerjaan yang menyelidiki hubungan mereka.”

“Apa maksudmu dengan agen kurang kerjaan hyung?” ucap Hyukjae merasa tersinggung dengan julukan itu.

“Seperti kau tidak pernah terlibat didalamnya saja.” Ucap Kyuhyun yang kemudian diikuti Sohee.

“Sejak masuk di KNI kami sangat penasaran cerita Kim Heechul.” ucap Hyukjae, “Aku, Kyuhyun, Kibum, Yonghwa dan beberapa yang lainnya lalu menyelidiki kasus itu.”

“Kalian benar-benar kurang kerjaan.” Ucap Yeosin yang hampir tidak percaya ternyata seorang agen yang cool dan keren bisa juga menyelidiki gosip yang tidak jelas.

“Gampang menemukan Yeosin. Meskipun dia menyembunyikan identitasnya.” Ucap Kyuhyun, “kalian hidup dalam satu kota tapi bersikap seolah saling tidak peduli dan tidak saling menyukai.”

“Padahal kami sering memergoki Heechul hyung menatap cincin tunangannya.” Kibum tiba-tiba menyelang. Diikuti tatapan kau-so-sweet-sekali-kim-sanjangnim dari yang lainnya.

“Dan hari-hari Yeosin sebelum jadian dengan Jiyong.”

Yeosin dan Heechul bertukar pandang. Mereka tidak menyangka bahwa mereka akan dibuntuti sampai segitunya.

“Banyak perempuan yang patah hati saat mendengar kau menikah” ucap Kyuhyun, “termasuk Sooyeon. Dia bahkan ijin selama 2 minggu karena mendapat undangan pernikahan kalian.”

“Katanya dia depresi.” Ucap Sohee

“Kudengar dia mencoba bunuh diri.” Tambah Hyukjae.

“Ya~ kenapa kalian malah bergosip” ucap Heechul, “Kalian itu seorang agen.”

“Kita sedang tidak bertugas, hyung. Jadi kita bisa mengembangkan bakat kita untuk mencari gosip hahahaaa….” Ucap Hyukjae diikuti tawa yang lain.

>>deson<<

“Kenapa kita disini?” tanya Yeohee yang masih tidak terima tidak mengikuti acara pernikahan kedua orangtuanya. Ia meminta pada Heechul dan Yeosin untuk hadir ke pesta pernikahan mereka tapi mereka membalas dengan kata TIDAK.

Tentu saja Heechul tidak mau mengambil resiko para agen menyelidiki tentangnya dan Yeosin tidak mau pusing dengan tingkah laku anak itu. Yeohee akhirnya terdiam setelah Namhee membujuknya dan mau menemaninya bermain seharian penuh. Yeosin dan Heechul pun akhirnya setuju.

“Berbahaya Yeohee-ya…”Yeohee menirukan perkataan Namhee, ucapan Namhee sepertinya sudah berada di luar kapala Yeohee, “Para starf KNI itu mudah curiga apalagi agen-agennya. Mereka akan dengan mudah melacak latar belakangmu dan mereka akan semakin penasaran jika tidak mendapatkannya dan jika mereka tau identitas aslimu maka kita akan tamat. Kita tidak akan bisa pulang dan kita akan kehilangan Appa.”

Yeohee menainkan PSPnya tanpa minat, “memangnya seperti apa pekerjaan Appa?”

“Tugas Appa adalah mencari dalang dari penyelundupan senjata. KNI menetapkan beberapa orang yang terindikasi pada kasus itu. Salah satunya Haraboji.” Namhee mencoba mengecek peralatan canggihnya, “Appa menikahi Eomma, tidak hanya karena Appa sangat mencintai Eomma… tapi satu alasan yang aku sendiri tidak tau. Dengan menikahi Eomma, Appa bisa juga mendapat surat peringatan jika ia terlihat jelas membela Haraboji.”

“Oppa aku bingung…” Yeohee menggaruk kepalanya, “bicaramu sekarang mirip dengan Appa.”

“Tenanglah Yeohee-ah kotak pandora ini akan segera terbuka.” Namhee memusatkan perhatiannya pada detector kecil yang dirangkainya sendiri. Detector itu bisa mengcopy data hingga ratusan tetra dalam beberapa detik saja termasuk mengkopi password dan kode pin.

Yeohee mendelik pada Namhee, “Oppa bukankah kotak pandora itu tidak boleh di buka. Nanti klo di buka akan menimbulkan bencana.”

Namhee melepas perhatiannya pada alat kecilnya dan menatap Yeohee, “Kotak pandora memang menyimpan keburukan, bencana, penyakit dan segala keburukan tapi disana juga ada satu hal yang paling penting yaitu HARAPAN. Mungkin nanti kita akan menemui banyak halangan tapi kita tidak boleh meninggalkan harapan kita.”

“Kuralat perkataanku tadi… gaya bicaramu seperti Haraboji.” Gerutu Yeohee, “Op…”

“Ssstt…” Namhee menaruh telunjuknya di bibir Yeohee, “mereka datang.” Ia langsung mengambil alatnya dan memasukannya kedalam kantong.

Binar dimata Yeohee kembali menyala, “Appa~ Eomma~” Yeohee langsung berlari menghampiri orang tuanya.

>>deson<<

“Kau belum tidur?” tanya Yeosin saat melihat Sulli masih memainkan PSP-nya, “Ini sudah tengah malam.”

Sulli menoleh, “kenapa Eomma juga belum tidur? Kemana Appa?”

Yeosin naik keatas ranjang dan duduk di samping Sulli, “Dia sedang berkencan dengan pekerjaannya.”

Sulli terkekeh, “Kau cemburu??

Yeosin menggeleng, “untuk apa??”

“Tapikan kalian baru menikah? Harusnya kalian berbulan madu. Bukannya malah meninggalkanmu demi pekerjaan.”

Yeosin tersenyum, “Itulah pekerjaannya. Dia harus selalu ada saat orang lain membutuhkannya.”

“Eomma tidak marah? Eomma tidak kesepian?”

“Kenapa aku harus kesepian, kan masih ada kau yang menemaniku,” Yeosin menarik selimut, “Mungkin aku akan kesepian jika kau sudah pulang kerumahmu.”

Sulli meneguk ludahnya, “Eomma terkadang aku ingin sekali pulang ke rumah. Tinggal bersama dengan orang tuaku lagi. tapi aku tidak bisa.”

“Wae??” Yeosin membulatkan matanya, “Apa kau kabur dari rumah.”

“Entahlah aku tidak tau… mungkin aku harus mencari taunya sendiri.”

“Hmm… sebaiknya kau mulai mengingat namamu.”

>>deson<<

“Kenapa mereka mengirim Appa ke Gimhae??” tanya Namhee diikuti gelengan kepala Yeohee.

“Appa cuma mengatakan seperti itu dan sepertinya Eomma cuek-cuek saja.” Yeohee ingat saat Yeosin lebih mementingkan bermain game dari pada mengurusi Heechul, begitu juga Heechul yang langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun, “Mereka itu saling suka tapi kenapa mereka tetap seperti orang asing”

“Sepertinya pihak KNI tidak menyukai pernikahan mereka.” Namhee memperhatikan genangan air di depannya, “ tapi kenapa?”

“Kenapa berbeda dengan Eomma dan Appa kita? mereka tidak mesra, kaku dan dingin.”

“Apa karena kasus penggelapan senjata itu?? Mereka masih mengejar Eomma dan… Appa??

“Sepertinya aku harus bertindak. Jika begini terus mereka bisa bercerai.” Yeohee menangkupkan tangannya di wajahnya.

“Perkataan Yunho pada Sooyeon juga aneh. Kurasa mereka merencanakan sesuatu.”

“Apa?” Namhee menoleh pada Yeohee, “Kenapa kau menangis?”

Yeohee memandang Namhee, “Apa kau tidak bisa mempercepat penyelidikanmu?”

Namhee terdiam.

“Aku benar-benar merindukan rumah.” Keluh Yeohee.

“Kau yakin merindukan rumah?” tanya Namhee, “Bukankan kau selalu marah jika Eomma tidak mengabulkan permintaanmu. Kau bahkan ingin Eomma dan Appa bercerai agar Appa bisa menikah dengan Eomma baru yang bisa menuruti semua keinginanmu. Jika kau ada dirumah kau akan menjadi penghalang bagi Appa dan Eomma untuk memberikan kita adik?”

Yeohee menggembungkan pipinya, kesal, “Yak~ Kim Namhee, kau pikir aku juga tidak tau kalau kau juga membenci Appa. Kau benci karena Appa lebih menyayangiku dan sering memberikanmu latihan super keras. Tapi kenapa kau sekarang malah membelanya??”

Namhee mencengkram tangannya dengan erat, “aku pergi.”

>>deson<<

 “Bagaimana hasilnya?” Seohyun langsung menghampiri Yeosin yang baru keluar dari ruang sidang.

Yeosin menegakkan kepalanya lalu memamerkan deretan gigi putihnya, “Aku berhasil.” Yeosin memamerkan selembar kertas yang bertuliskan lulus pada Seohyun.

Seohyun membekap mulutnya tidak percaya, “Jinjja??”

Yeosin menggangguk, “Aku pikir aku tidak akan keluar hidup-hidup ternyata aku bisa melewati sidang ini dengan mudah.”

“Chukhae…” Seohyun lalu memeluk Yeosin, “Kau harus menetraktirku.”

Yeosin melepaskan pelukannya lalu pura-pura berpikir, “Hmmm…”

“Yak kau menjelaskan semuanya padaku.”

Yeosin mengeluarkan smile eyesnya, “arraso~” Yeosin lalu menggandeng Seohyun ke luar kampus.

“Kau tidak merayakannya dengan suamimu???”

Yeosin terdiam. Ia lupa bahwa sekarang ia sudah memiliki suami.

“Kenapa??” tanya Seohyun bingung melihat ekpresi Yeosin

“Tidak apa-apa.” Jawab Yeosin acuh. Bagaimana ia akan ingat jika Heechul saja tidak pernah ada di rumah. Heechul selalu mendapat tugas keluar kota bahkan ke luar negri. Ia hanya pulang untuk mengambil baju dan menaruh baju kotor. Ia lebih mirip menjadi seorang pembantu dari pada seorang istri.

Seohyun melepaskan gandengan tangan Yeosin, lalu menatap Yeosin, “Kau tidak boleh begitu. Kau harus menemui suamimu. In-Guk Oppa bilang dia akan tiba di Seoul nanti sore. Sebaiknya kau dandan lalu menjemput suami.”

Yeosin membulatkan matanya tidak percaya.

Seohyun lalu menarik Yeosin menyeret gadis itu ke salon yang paling bagus.

>>deson<<

“Kenapa kasus sekecil itu harus melibatkan KNI?? Apalagi yang diutus adalah agen terhebat Kim Heechul.”

Namhee hampir saja beranjak dari tempat duduknya ingin kembali ke kelas, ketika ia mendengar dua orang pegawai KNI sedang bergosip.

“Aku rasa ini hanya pengalihan.”

“Kau ikut rapat kemarin kan? Mereka sengaja tidak mengundang Kim Heechul. Mereka sudah mencurigai Kim Heechul. ”

“Bagaimana mungkin Heechul berkhianat, KNI adalah jantungnya, hidupnya.”

“Tapi cinta dia itu buta. Sejak bertemu dengan gadis itu hidupnya menjadi hancur.”

“Hancur?”

“Jung Yunho menilai bahwa kinerja Heechul menurun sejak 4 tahun lalu. Konsentrasinya melemah. Kau tau saat penyergapan di City Hall. Ia bahkan lamban memberikan perintah.”

“…”

“Ada beberapa gosip yang mengatakan bahwa dia sempat frustasi saat gadis itu pergi. Ia menghabiskan waktu di kantor tapi pikirannya kemana-mana.”

“…”

“Dan mertuanya, Han Yonghoon. Dia masuk daftar tersangka kasus perdangangan senjata itu?”

“Kenapa?? Ah~ karena ia menggunakan tameng anaknya??”

“Tidak, Nickhun, Junho dan Wooyong yang sudah tertangkap sedang diintrograsi oleh petugas inspeksi. Sejauh ini mereka masih berbelit-belit.”

“Maksudmu??”

“Semua bukti mengarah pada mentri pertahanan.”

Namhee mencengkram gelasnya dengan erat. Ia menundukan kepalanya bahkan sampai kedua orang yang ada didekatnya itu sudah pergi jauh darinya.

“Lee Taemin apa yang lakukan disini?”

>>deson<<

Heechul mendecak kesal sambil membanting tubuhnya ke kursi. Ia baru tiba dari Gimhae dengan jet KNI dan langsung di suguhi oleh rapat. Selama 5 jam ia duduk di ruang rapat dan memperhatikan semua data dan bahan yang di sajikan oleh Kyuhyun dan Jongwoon.

Heechul meregangkan tubuhnya yang serasa mati rasa. Peserta rapat lainnya sedang mencari makan atau pergi ketoilet. Ia mengecek ponselnya. Tidak ada pesan masuk. Heechul menghela nafas panjang.

Ia menekan tombol satu lalu mendekatkan ponselnya ke telinga.

“Kita sedang rapat.” Sooyeon mengambil ponsel Heechul kemudian mematikannya.

“Apa maksudmu??” Heechul berdiri kemudian meraih kembali poselnya dari tangan Sooyeon.

“Kita sedang berkerja Kim Heechul-ssi. Kau tidak boleh mencampurkannya dengan masalah pribadi.” Sooyeon menarik dasi Heechul kemudian membenarkan posisi dasinya yang miring, “Apa dia tidak bisa melakukannya dengan baik. Kau bahkan tidak terlihat seperti orang yang sudah menikah.”

Heechul menghempaskan tangan Sooyeon, “Sepertinya kau yang lebih terlihat mencampurkan masalah pribadi dan pekerjaan. Juga mencampuri urusan pribadiku.”

Heechul mengambil tasnya, tapi Sooyeon menahan tangannya.

>>deson<<

 “Han Yeosin-ssi”

Yeosin menggentikan langkahnya. Ia baru saja akan melangkah meninggalkan halaman KNI setelah memastikan Seohyun meninggalkannya, tapi sebuah suara menghentikannya.

“Sohee-ssi.” Yeosin membungkuk.

“Kau pasti mencari Suamimu. Dia baru saja datang. Sepertinya dia masih di ruang rapat.” Ucap Sohee saat melihat bungkusan yang di bawa oleh Yeosin, “Mari aku antar. Aku juga ingin menemuinya.”

“Kau dari mana?” tanya Yeosin sambil melihat kertas bawaan Sohee yang banyak.

“Aku baru dari kantor pos. Mengecek beberapa kiriman.” Sohee masuk lift kemudian menekan angka 15, “kau pasti sedih baru menikah tapi sudah di tinggal suamimu keluar kota.”

Yeosin menyibakan rambutnya ketelinga, “Tidak… Aku tau itu pekerjaannya.”

“Tidak usah malu mengakuinya. Aku juga kadang kesal saat di minta tugas secara mendadak.”

Yeosin menyergitkan keningnya, “Memangnya berapa lama kau menjadi agen?”

“Aku dilatih oleh ayahku yang merupakan seorang veteran. Aku resmi masuk saat kasus di City Hall. Tapi karena aku kurang cermat, Nickhun bisa melumpuhkanku dengan mudah. Makanya sekarang aku mengurusi surat-surat ini.”

Pintu lift terbuka dan keduanya keluar. Mereka kemudian berbelok ke kiri dan masuk ke ruangan di pojok.

Sohee mengetuk pintu tiga kali lalu masuk kedalam ruangan.

“Sanjang~” Sohee mendekap mulutnya saat melihat Sooyeon dan Heechul berhadapan dan mereka saling berpegangan.

“Yeosin-ah.” Heechul langsung menghempaskan tangan Sooyeon begitu ia melihat Yeosin.

>>deson<<

“Sekarang aku yang akan melatihmu.”

Namhee menatap pria bertubuh tegap di hadapannya, name tagnya tertulis Choi Seunghyun.

“Bukankah mentorku Seo In-Guk Sanjangnim. Kenapa merubahnya?”

Seunghyun menggulum senyumnya, “Kau akan pindah ke divisiku makanya kau sekarang akan dilatih olehku.”

Namhee menggeleng, ia tidak boleh pindah devisi. Itu akan sulit melacak jejak ayahnya apalagi Devisi Seunghyun sangat bertolak belakang dengan devisi ayahnya.

“Kenapa? Bukankan hasil tes mengatakan aku masuk devisi Gladestone?”

“Kami sudah mengecek ulang hasil tesmu dan ternyata kami salah kau harusnya masuk ke devisi Skylight, dibawah pengawasanku.”

Namhee meneguk ludahnya.

“Tugasmu mudah. Kau akan mengecek senjata-senjata baru dan mencobanya. Kau juga akan mencoba mobil ciptaan terbaru KNI dan beberapa alat yang diciptakan untuk agen. Menarik bukan.”

Namhee mendecak, ia merasa bodoh menjadi kelinci percobaan KNI. Ia harus pindah. Kembali ke sisi ayahnya lagi.

>>deson<<

Heechul mondar mandir di ruangannya mencoba menjelaskan apa yang terjadi tapi sepertinya Yeosin sama sekali tidak berniat mendengarkannya. Gadis itu bahkan tidak membalas menatapnya membuatnya semakin frustasi.

Belum lagi Sooyeon yang tidak mau pergi dan ingin menjelaskan kejadian yang sebenarnya tapi sampai saat ini ia bahkan belum membuka mulutnya.

“Kau membawa makanan?” Tanya Sooyeon saat melihat kotak yang terus di bawa oleh Yeosin, “untuk Kim Sanjangnim?”

Yeosin mengangguk tanpa melihat Sooyeon.

“Apa kau ingin menghidangkanya untuk suamimu? Mari ku bantu.” Tawar Sooyeon.

Heechul tersenyum saat melihat Yeosin membuka kotak yang ia bawa. Ia memperhatikan Yeosin yang sedang memisahkan kimchi dari tempatnya itu.

“Dia belum makan sejak pagi. Kurasa kau harus menyuapinya agar dia mau makan.” ucap Sooyeon di selingin sengiran nakal.

Heechul mengerutkan keningnya. Kenapa dengan wanita?? Bukankah beberapa menit yang lalu Sooyeon menjelek-jelekan Yeosin tapi sekarang??

Yeosin berdiri dengan membawa sepiring Kimchi. Ia berjalan menuju Heechul dengan mengitari punggung Sooyeon. Sooyeon menjulurkan kakinya saat Yeosin berada dihadapannya.

Brukk…

Heechul melihat tubuh Yeosin oleng dan langsung memeluknya agar tidak terjatuh sialnya piring yang di bawa Yeosin melayang ke meja Heechul dan mendarat dengan tidak mulus disana.

“Omona~ Han Yeosin-ssi… inikan file penting kenapa kau membajirinya degan saos kimchi.” Sooyeon mendekap mulutnya tidak percaya.

Yeosin menatap Heechul. Ia bisa merasakan tatapan marah Heechul. Bukan marah pada Yeosin tapi pada Sooyeon. Heechul menghela nafasnya panjang. Ia lalu mendekap tubuh Yeosin untuk meredakan amarahnya.

“Kau tidak marah?” tanya Sooyeon, “Dia baru saja menghancurkan pekerjaanmu selama satu  bulan.”

“Berhetilah Jung Sooyeon.” Bentak Heechul membuat Sooyeon dan Yeosin tersentak, “Kembalilah ke pekerjaanmu.”

Sooyeon menatap Heechul tidak percaya. Saat ia tidak sengaja menumpahkan kari ke meja Heechul. Heechul sangat marah  bahkan mengusirnya. Sekarang saat Yeosin yang menumpakan kimchi ke mejanya malah ia yang kena usir.

Sooyeon mengepalkan tangannya sebelum meninggalkan ruangan Heechul. Ia juga melemparkan tatapan benci pada Yeosin.

Heechul menatap Yeosin, “Gwenchana???”

Yeosin tidak menjawab.

Heechul menekan tombol di mejanya. Tirai-tirai yang ada disana langsung menutup dan pintu otomatis terkunci. Peredam suara aktif hingga tidak ada yang bisa melihat atau mendengar apa yang terjadi diruangan itu.

>>deson<<

Hufft…

Namhee menghela nafas panjang setelah seharian berkutat dengan benda-benda canggih yang menurutnya sama sekali tidak canggih. Di masanya 3G merupakan barang rongsokan. Mereka sudah pindah ke yang namanya DGL4 selain kecepatannya yang memukau, daya simpan memorinya juga sudah sampai ke miliaran Tetra.

“Sudah malam. Kau pulang lah.” Ucap Seunghyun.

Namhee menatapnya penuh semangat, “Jinjja? Kamsahamnida.”

Namhee membereskan barang-barangnya ketika dia teringat sesuatu, “Seosangmin???”

Seunghyun menoleh.

“Kenapa aku di pindahkan ke devisi ini?”

Seunghyun menaruh alat yang sedang ia cek lalu menatap Namhee, “Karena aku yang memilihmu.”

“Kenapa kau memilihku?”

Seunghyun menggulum senyumnya, “Karena aku melihat bakatmu. Di tasmu. Benda itu apakah itu hasil rakitanmu??”

Namhee tercengang. Ia melihat alat GPS Yeohee disana. Alat yang rusak karena tekhnologi DGL belum ada. Makanya ia merombaknya dan menggunakan satelit yang ia sadap lalu mengembangkannya sendiri.

Namhee menggagguk.

“Alat apa itu??”

Namhee mencengkram GPSnya, “Guest Point in Seoul. Alat untuk melacak dimana keberadaan adikku, kesehatannya bahkan siapa saja yang ada di dekatnya.”

Seunghyun menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi, “Jenius. Aku menyukai alat itu. Boleh aku mempelajarinya.”

Namhee menggeleng, “Kau harus melangkahi mayatku dulu.”

Seunghyun terkekeh, “Sebegitu berharganya kah adikmu atau kau terlalu menyayangkan benda itu jatuh ke tanganku.”

Namhee tersenyum, ia tahu Seunghyun bukan orang yang bodoh. Cepat atau lambat Seunghyun pasti tau bahwa ia sudah lebih mahir di bidang tekhnologi, “Aku tidak pernah melepas perhatianku dari adikku. Itulah kenapa aku ada disini. Untuk melindunginya.”

“Jika aku memberimu pilihan apa kau mau berkerjasama denganmu.”

Namhee mengerutkan keningnya.

“Jika kau lolos 3 tes yang aku berikan. Aku akan memindahkanmu ke Divisi Gladestone di bawah pengawasan Heechul. Itu artinya kau akan menjadi bawahan Heechul. Mengingat muridnya Song Joongki sudah pindah ke Chichago empat tahun lalu.”

Namhee menatapnya tidak percaya.

“Tapi jika kau gagal. Aku akan tetap di bawah pengawasanku bersama Yonghwa.” Seunghyun melirik Yonghwa yang berada di ruang sebrang yang terpisah oleh dinding kaca.

>>deson<<

“Han Yeosin.”

Yeosin menepis Heechul dengan kasar. Ia benar-benar muak dengan Heechul. Heechul selalu terlihat bahwa pria itu mencintainya tapi jika sudah berhadapan dengan pekerjaan, Heechul selalu mengabaikannya.

“Itu tidak seperti yang kau bayangkan.” Ucap Heechul keras karena serang tidak ada yang bisa mendengar mereka, “Kami tidak melakukan apapun.”

Yeosin mengerutkan keningnya, “Aku tidak peduli dengan apa yang mau kau lakukan. Aku benar-benar tidak peduli.”

“Lalu untuk apa kau kemari?”

“Aku di paksa oleh Seohyun.” Ucap Yeosin jujur, “Lakukan saja apa yang pekerjaanmu aku tidak peduli. Bukankah kau lebih mencintai pekerjaanmu di bandingkan denganku.”

“Han Yeosin-ssi.”

“Hentikanlah, Kim Heechul.” Yeosin mengelap air matanya yang sedari tadi ditahannya.

“Aku tidak pernah memikirkan seseorang lebih dari ini, Han Yeosin-ssi. Kau yang pertama dan satu-satu yang membuatku gila. Aku tidak tau kenapa tapi kau benar-benar membuatku ingin mati.” Heechul menarik tangan Yeosin lalu mendekap tubuh Yeosin, “Ku mohon jangan seperti ini.”

Yeosin memukul dada Heechul, “kenapa kau mengatakannya sekarang? Harusnya kau buktikan itu sejak dulu.”

“Mianhae…” Heechul menarik dagu Yeosin lalu menundukan kepalanya. Ia melumat bibir Yeosin pelahan dan intens.

Yeosin menutup matanya lalu membuka mulutnya perlahan. Heechul merapatkan tubuh Yeosin ke tubuhnya lalu menggangkat tubuh Yeosin perlahan dan membawanya ke sofa.

Yeosin membuka matanya saat tangan Heechul mulai bergerak nakal.

“Ups baby… mianhae…” ucap Heechul kemudian mengecup bibir Yeosin lagi.

>>deson<<

“Tiga tes?? Tes apa??”

Seunghyun terkekeh, “Tes pertama kau harus bisa menyadap seluruh alat komunikasi di KNI dalam waktu bersamaan tanpa ketahuan pihak kemanan. Caranya bebas dan kau harus menjelaskan caranya padaku.”

Namhee meneguk ludahnya sendiri. Tentu saja tidak mudah menyadap alat komunikasi KNI. KNI mempunyai penjagaan khusus terhadap alat komunikasi.

“Kedua, buat sebuah rancangan alat penyadap yang bisa lolos dari dektector KNI dan kau harus menyadap satu orang seharian dan harus membeberkan cara kerja alat itu padaku.”

Namhee merasakan lututnya lemas. Seunghyung benar-benar ingin membuatnya mati muda.

“Ketiga…” Seunghyun menatap Namhee ragu, “Kau pasti tidak akan mampu menjalaninya.”

“Aku pasti bisa melakukannya. Katakan saja?” ucap Namhee penasaran.

“Bobol Brangkas Jung Yunho. Acak-acak isinya tanpa mengambil apapun.”

Namhee menatap Seunghyun tidak percaya. Pria itu benar-benar sudah gila.

“Kau tidak sanggup menyanggupinya?”

>>deson<<

Kkriiing… kriiing…

Kriing… kriiing…

“Jam berapa sekarang?” Tanya Yeosin sambil memengang kepalanya yang terasa pusing.

“Jam tiga pagi.” Ucap Heechul menenggelamkan wajahnya ke leher Yeosin. Untung saja sofa di ruang kerjanya cukup lebar hingga bisa cukup untuk mereka tiduri.

Kkriiing… kriiing…

Yeosin mendorong tubuh Heechul perlahan, “teleponmu berdering.”

Heechul mencium kening Yeosin. Ia memandang Yeosin yang tampil berantakan. Tuhan apa yang dipikirannya hingga gadis itu telihat begitu berantakan namun dimatanya gadis itu terlihat sexy. Heechul berjalan ke mejanya lalu menggangkat teleponnya.

Yeosin merasakan dingin di tubuhnya saat Heechul menarik tubuhnya. Ia menarik tubuhnya dan duduk di sofa. Gaunnya yang kusut tidak mampu menangkis udara malam. Ia memandang Heechul yang sedang bicara dengan lawan bicaranya sambil memeluk tubuhnya sendiri. Heechul tersenyum ketika mata mereka bertemu. Heechul lalu menunjuk kamar mandi agar Yeosin bisa mengambil mantel Heechul.

Yeosin merasakan selangkangannya perih saat ia berjalan. Ia menyusuri tembok agar tidak terjatuh.

Yeosin tersenyum saat melihat kamar mandi Heechul yang komplit. Selain perlaatan mandi yang komplit juga ada lemari besar yang berisi puluhan baju kemeja dan jas. Heechul benar-benar menjadikan ruang kerjanya sebagai rumah keduanya. Yeosin mencuci mukanya lalu memakai jaket Heechul yang bersih.

Yeosin melihat Heechul membereskan Kimchi yang terjatuh itu lalu kembali ke kursinya dan bergelut dengan laporannya.

Yeosin mendekati Heechul, “Kau tidak mau makan? katanya kau belum makan dari pagi dan sekarang sudah hampir pagi lagi.”

Heechul menggeleng, “Jungsoo baru saja meneleponku. Dia bilang ingin melihat laporanku.”

Yeosin merasa bersalah kerena menumpahkan kimci itu ke laporan Heechul, “tapi kau harus makan. Bagaimana kau bisa berpikir jika perutmu kosong.” Yeosin mengambil sisa kimchi yang masih utuh lalu mendekati Heechul.

Heechul tidak bergeming malah sibuk mengetikan jarinya dihadapan laptop.

Yeosin mendengus kesal lalu memutar kursi Heechul hingga menghadapnya, “Jangan Seperti anak kecil Kim Heechul-ssi.” Ia lalu menyuapkan sepotong kimchi yang besar pada Heechul.

Heechul menatap Yeosin sambil mengunyah lalu menarik Yeosin kepangkuannya, “Apa kau tidak lapar juga?? Setelah melakukan itu??” Heechul lalu menyuapkan sepotong kimchi ke mulut Yeosin.

Heechul mengelap ujung bibir Yeosin, “Jangan marah lagi. Kau tampak menyeramkan saat cemburu.”

“Aku tidak cemburu.”

“Ya… kau cemburu. Kau bahkan tidak mau melihat wajahku.”

Yeosin menatap Heechul tajam.

“Arraso… kau tidak cemburu.” Heechul mengacak-acak rambut Yeosin, “Bereskan barang-barangmu. Aku akan mengantarmu pulang.”

>>deson<<

Namhee berjalan dengan lunglai menuju apartermennya. Apa yang harus ia lakukan. Bagaimana ia bisa lulus tes yang di berikan oleh Seunghyun. Bagimana ia bisa mengetahui musuh ayahnya jika ia tidak bisa berdekatan dengan ayahnya.

Namhee menendang sebuah batu yang ada di hadapannya. Ia menyesal kenapa dulu ia sering bolos latihan bela diri yang ayahnya berikan. Kenapa ia lebih tertarik pada tekhnologi dari pada ilmu fisik.

“Ya~ Kim Namhee… baru segitu saja kau sudah lemah bagaimana jika nanti kau menghadapi masalah.” Suara teriakan ayahnya masih terngiang di kepalanya.

“Shirooo… Aku tidak mau latihan terus aku cape. Kenapa hanya aku yang harus latihan, Kenapa Yeohee tidak pernah ikut latihan.”

“Karena Yeohee itu perempuan. Kau harus menjaganya jika Appa dan Eomma pergi.”

“Shirooo… Aku tidak mau.”

Namhee menghembuskan nafasnya. Mungkin Yeohee benar saat mengatakan bahwa ia benci pada ayahnya yang selalu menyayangi Yeohee dari pada dia. Ia marah pada Ayahnya saat ayahnya memasang GPS ditubuhnya. Ia benci. Tapi ia tidak ingin kehilangan ayahnya.

“Fokus Namhee, yang kau butuhkan hanya itu. Jika pikiranmu tenang maka kau bisa mengunci targetmu dengan mudah dan jika targetmu lari kau bisa memikirkan rencana untuk mengejarnya lagi. Jika kau fokus maka kau akan melihat kelemahan musuhmu.”

Namhee memeluk lututnya, “Appa~~”

Peta jalur telekomunikasi KNI ada di hadapannya lebih menyeramkan dari pada gambar angin putting beliung yang sering di gambar oleh Yeohee dulu.

TBC

 

Monday…. I hate monday but… tidak hari ini… karena saya sangat menyukai hari ini… sebenernya pengen curhat ke Heechul soal PKL, karena aku menemukan sesuatu yang (bening)… tapi sebaiknya disimpan di dalem hati aja ntar kalian pada suka lagi hahhaaaaa….

dan… untuk Pandora series… lanjutannya tunggu hari-hari free saya saja yah heheheee…. sebenernya part ini mau di publish kemaren2 cuma saya lupa naro modem hohoooooo

ILOPU Chu~~~~~

Previous Post
Leave a comment

19 Comments

  1. uhuuu,,,ditunggu kelanjutannyaaa

    Like

    Reply
  2. gallagher girl

     /  March 6, 2012

    muncul juga… kami kira bakal nunggu ampe 3 bulan…

    akhirnya nikah juga ^-^
    mwo!??
    kisah terpanas di KNI???
    ckckck… ampe segitunya
    saya tertawa waktu para “agen kurang kerjaan” sedang bergosip ria xD
    ngakak saya waktu baca itu xD
    aku kira cuma ibu2 arisan yg sering bergosip, ternyato agen2 yg seharusnya imagenya cool kalo sedang tidak bertugas mereka mengasah bakat mereka yg lain : gosip!
    oo… sooyeon disuruh buat ngalihin perhatian hee dari yeosin tho?
    hee dicurigai banget! mang tampang penghianat ya?
    kalo hawa datar (?) di wajahnya saya baru percaya!
    Namhee Yeohee… fighting! (?)
    ayo tunjukkan bahwa kalian sepasang anak kembar yg tidak akan kalah!
    appa omma kalian menanti keberhasilan kalian ^^
    dan saya selalu suka adegan kalian berdua ^^
    lucu sih ^^
    hal yg saya tanyakan pada kesempatan kali ini :
    jadi sebenarnya kotak pandora itu apa? data rahasia?

    oke…sepertinya koment saya tidak penting lagi… saya sudahi…
    saya mo nerusin ngerjain tugas buat ujian yg dikumpulin besok *curcol*
    sekian…terima kasih ^^
    HWATING !

    Like

    Reply
    • tadinya sih mau saya publish klo udh wisuda hahhaaaaa
      Ya~ sekali-kali bikin beda image agen yg biasa cool hheehheee
      Kotak pandora itu ya…. tanya aja mbah google…

      Like

      Reply
      • gallagher girl

         /  March 7, 2012

        mwo !!!
        abis wisuda?!
        janganlah!
        iya aku tahu pandora itu apa -,-
        yg aku tanyain pandora di sini itu apa?

        Like

        Reply
  3. lop u chu dah teteh😄
    kyaaaaaa~~~~~
    nikah nih ye nikah nih ye *poke poke*

    ah~
    namhee-ya~ *hug* kalo ngikutin maunya Seunghyun ntar namhee-nya kena masalah lagi =_=
    tapi kalo ga di turutin ntar ga bisa ngawasin appa-nya dong =______=

    semangat teteh PKLnya !
    kali2 nemu jodoh, angkut langsung bawa ke KUA😄
    kalo lebih, saya siap nampung (?) :3

    Like

    Reply
    • Apa Hyo~~~ /kibasbulumata/
      Trus Namhee harus gimana dong Juma Hyo~~~ /kedipmanja/

      Oke tenang Hyo~~~
      tujuan PKL no 1 cari jodoh ;-P

      Like

      Reply
  4. utit

     /  March 6, 2012

    akhirnya nikah juga tp kasian yeohee g blh dtg ke pernikahan mereka.
    Dan kantor KNI ternoda dgn perbuatan pengantin baru…
    Wuah,ujiannya namhee berat juga ya.
    Tapi yakin namhee bisa melakukannya,demi appa,eomma,dan yeohee
    Namhee…HWAITING !

    Like

    Reply
    • Aw waaw~~~ itulah kenapa Namhee dan yeohee bisa hebat… karena mereka di bikinnya di kantor KNI /plak/

      Like

      Reply
  5. huaaaa prok prok akhr.a publish jg.
    Ninggalin jejak dlu, c0ment menyusul teh.

    Like

    Reply
  6. jiyong menghilang T.0.P pun jadi. Nyahahaha. Teteh, itu ada nc’a tp di skip *sigh wae? Wae? Wae? Pdahal penasaran *otakmesumkumat.
    Itu seunghyun ngsh tantangan’a gtu amat ya? Kyk mau manfaatin uri taemin~ie, menyadap,membongkar brankas yunho. Tidakkah er~ sdikit aneh? Atw cuma mau ngremehin taem aja? Ah m0lla. Pnjahat’a msh blum bisa nebak.
    Ngakak pas kata2’a namhee yg bilang ‘kau selalu menggagalkan eomma dan appa memberikan kita adik’ nyahahaha.
    Hee’a q suka, dia lbh trbuka dsni. Woah~. trus itu kyu sama hyuk jd bpak2 pnggosip. aig0o
    Tth kdang suka buat typo yg hrus’a ku jd mu atau sbalik’a. Tth kyk’a sdkit trburu2 ya ngtik’a smpe ada yg dsingkat2 kata’a.
    Oke, gwenchana. Yg penting ff’a keren. Pkl’a semangat ya.

    Like

    Reply
    • Hmmmm… ntar jiyong muncul lg kok lengkap dgn daesung .. seungri… top n taeyang… n penjahatnya bukan mereka kok… mereka kan anak baik….
      Knpa di skip??? Klo mau lanjutin aja sendiri hahhaaaa…
      Masihhh ada typo toh hahaaa…
      Gomawo~~

      Like

      Reply
  7. vanny

     /  March 7, 2012

    cie..cie..nikah niyeee….hehehe…
    untung ruangannya ichul dibuat se private mungkin ya kalu ga wakakakakkk..
    jd bapaknya yeosin penjahat ya trus biar mrk bebas nyelidiki ichul di suruh tugas kluar terus??
    hadooohh…kasian namhee,anak sekecil itu harus menanggung beban berat #eeaaaa hahaha

    Like

    Reply
    • Itu salah satu kegunaaan ruangan di private hahaaaaa…
      Penjahatnya bukan bapaknya yeosin…
      Namhee sudah besar juma… sudah 18 tahun…

      Like

      Reply
      • vanny

         /  March 7, 2012

        ohhh…bukan toh..kirain hehe
        ach bagiku mah namhee teteplah ank kecil yg manis dan imut hehehe

        Like

        Reply
  8. Akhir nya mereka nikah juga… Yeyy!! ^^

    omo , mereka ngelakuin “itu” nya di kantor ._. Tp kantor heechul canggih jg ya, sampe ada pengedam suara gitu hahahaha

    buat namhee , keep hwaiting pasti kamu bisa ngejalanin tugas berat itu ^^

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: