PANDORA KEY’S #9

-PANDORA KEY’S-

Bagian 9

 

“I am a drinker with writing problems“ –Brendan Behan-

 

-Preview-

“Geunsuk~ah…” seorang gadis berlari melewati Namhee.

“Wae??” pria bernama Geunsuk itu menoleh membuat Namhee berhenti dan sedikit bergeser ke samping.

“Bukan karena Kim Heechul itu mentor yang sangat kau kagumi kau jadi menolak perintah Yongbae Sanjangnim.” Gadis itu mencoba mensejajarkan langkahnya dengan Geunsuk.

Namhee tertegun.

“Sampai kapanpun aku tidak ingin mengeledah rumahnya kecuali dia sendiri yang memerintahkan.”

Namhee mengigit lidahnya sendiri. Ia langsung berlari ke luar gedung KNI dan belari ke rumah Heechul.

>>deson<<

“Bagaimana jika ada yang melihat??” tanya Yeosin masih tidak mau menatap Heechul.

“Tidak ada yang melihat. Lagi pula kita sudah selesai.” Heechul membelai kepala Yeosin penuh sayang, “Atau kau ingin lagi.”

“Terimakasih kau gila.”

“Bukannya ini mengasikkan. Anggap saja kado kelulusan dariku.” Heechul masih menikmati wajah merah Yeosin.

“Tidak~ aku tidak ingin kado kelulusan seperti ini.” Yeosin menjauhkan tangan Heechul dari kepalanya.

Yeosin mendecak, “bercumbu di toilet?? Kau gila.”

“Tch… bercumbu denganmu adalah kewajiban bukan hadiah. Tapi aku akan memberikan yang lebih padamu.”

Yeosin menatap Heechul, “Mwol??”

“Seorang bayi yang lucu.” Heechul mengedipkan sebelah matanya.

“Micheoyo.” Yeosin menarik dirinya dari pangkuan Heechul. Ia sudah tidak ingin mengikuti permainan gila Heechul lagi.

“Tapi kau juga menikmatinya bukan?? Jika tidak kau pasti sudah menolaknya.”

“Pakai celanamu.” Yeosin membanting pintu bilik toilet. Ia membereskan gaunnya yang berantakan karena ulah Heechul.

“Ya~ Han Yeosin…” Heechul menyilangkan tangannya dambil bersandar pada bilik toilet, “Apa kau tidak berniat mempunyai anak yang tampan seperti aku?”

Yeosin berbalik dan memandang Heechul, “Ternyata selain workholic kau juga sangat mesum, Tuan Kim.”

“Ak~…”

Ttok… tttokk…

Yeosin menatap Heechul panik saat seseorang mengetuk pintu luar.

“Sampai bertemu di rumah nyonya Kim.” Heechul mengecup bibir Yeosin singkat kemudian pergi kebilik toilet yang ada di pojok.

Yeosin menahan nafasnya ketika seseorang berhasil membuka pinto toilet.

“Yak~ kenapa kau ada disini? Kenapa tulisan itu di taruh didepan.” Ucap seorang clinning servis.

“A~~ aku hanya ingin menikmati toiletnya sendiri.” Ucap Yeosin lalu berbalik menghadap kaca.

Pertugas clinning servis itu memeriksa bilik-bilik toilet dengan seksama. Ia lalu menatap Yeosin curiga sebelum akhirnya ia pergi.

Yeosin pergi ke bilik paling pojok dan tidak mendapati siapapun. Yeosin melihat ke langit-langit yang fentilasinya sudah terbuka lebar. Ia menghembuskan nafas panjang.

“Kim Heechul… kau membuatku gila.”

>>deson<<

Namhee menekan bel rumah Heechul dengan gemetaran. Yeohee sama sekali tidak mendengarkan panggilannya. Ia memang dilarang membuka pintu dan berdekatan dengan jendala.

Namhee kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengetikan sebuah pesan pada Heechul.

Appa mereka akan ke Rumahmu. Mereka akan menggeledah rumahmu.

Namhee terdiam setelah menekan tombol send.

Ia meletakan tangannya di depan dada, “Yeohee ya~ please… buka pintunya.” Namhee menekan belnya sekali lagi.

“Oppa?” ucap Yeohee sambil membuka pintu.

“Keluar dari sana… jebal…” Namhee menarik Yeohee kemudian membawanya ke arah tangga.

Namhee terdiam saat agen-agen KNI sudah bersiap di lobi. Namhee kemudian menarik Yeohee ke lantai atas.

“Oppa, Appeungo…” keluh Yeohee sambil mencoba menarik tangannya.

Namhee tidak berniat untuk melepaskan tangannya, “Kita tidak boleh ada disini. kita harus pergi.”

“Oppa??”

“Dengar Yeohee-ya… kau harus selamat. Apapun yang terjadi kau harus kembali ke masa depan dan menyelamatkan Appa, Arraso??”

Yeohee menggagguk ia tidak berani melawan Namhee… ia terlihat seperti Appa mereka saat serius seperti itu.

>>deson<<

Appa?? Heechul mengerutkan keningnya.

Apa Sulli yang mengiriminya pesan?

Heechul mencoba menghubungi nomor itu tapi tidak aktif. Nomor itu juga yang dulu mengiriminya pesan. Ia pernah melacak nomor itu tapi hasilnya nihil. Ia lalu menekan nomor rumahnya.

“Yeobseyo…”

Heechul mengerutkan keningnya saat mendengar suara laki-laki, “Nuguya~”

“Kim Heechul-ssi?? Kami dari Staf KNI. Kami diperintahkan untuk menggeledah rumahmu.”

“MWO??” Heechul mengalihkan ponselnya, “Siapa yang mengijinkanmu?” Heechul langsung menstarter mobilnya dan meninggalkan kampus Yeosin.

>>deson<<

“Mianhae Hyung…” ucap Geunsuk, “aku hanya menjalankan tugas.”

“Gwenchana… aku mengerti.” Heechul melihat anak-anak buah Geunsuk mencari seseuatu di rumah Heechul.

“Kami hanya mencari apa kau mempunyai senjata api berlebihan.”

“Tidak… aku memiliki ijin atas semua senjata yang kupunya.” Heechul mengedarkan pandangannya, “Apakah kau tidak bertemu dengan seseorang??”

“Siapa?”

Heechul menatap Geunsuk. Ia tau Geuksuk tidak bertemu dengan Sulli. Tapi kemana gadis itu pergi. Apa gadis itu lari sebelum ada penyergapan? Tapi dari mana gadis itu tau.

“Mungkin Yeosin sedang pergi.” Ucap Heechul berbohong.

Tidak ada yang curiga saat melihat pakaian dan peralatan pribadi Sulli. Mereka menyangka semua itu milik Yeosin. Tapi bukan itu yang membuatnya cemas. Ia heran kemana gadis kecil itu pergi.

>>deson<<

“Aku pulang~” ucap Yeosin sambil tersenyum cerah.

Heechul menyambutnya dengan senyuman separuhnya yang khas, “kau membawa apa??”

“Aku membawa makanan. Karena Sulli tidak bisa pergi keluar jadi aku membawa makanan ke sini.” Ucap Yeosin memaerkan belanjaannya pada Heechul.

“Dia tidak ada disini.” Heechul membuka salah satu kantong belanjaan Yeosin lalu mengeluarkan isinya.

“Sulli??? Maksudmu dia sudah pulang ke rumahnya?” tanya Yeosin sedikir Kecewa.

“Kenapa?? Bukannya kau tidak menyukainya? Kau bahkan selalu menyuruhnya mengingat semuanya.” Heechul mengambil sebuah Apple dan memakannya.

Yeosin menggangguk, “Ne, hajiman… Aku merasa ada yang berbeda.”

Heechul menatap Yeosin, “Apa??”

“Aku merasa kalian punya hubungan darah.”

“Mwo??? Kau gila Yeosin~ah… mana mungkin dia anakku.” Heechul mendelik, “Ah~~ katakan saja jika kau ingin memiliki seorang anak.”

Yeosin mendelik.

“Kau mau… aku bisa memberikannya padamu. bagaimana? Kau mau perempuan atau laki-laki??”

“Yak~ Kim Heechul…” Yeosin meleparkan sebuah appel ke wajah Heechul

>>deson<<

“Aku selalu bertanya bagaimana caramu makan ternyata…” ucap Yeohee saat melihat persediaan makanan Hankyung yang di awetkan di kulkas.

“Aku tdak atau kenapa Yonghwa Adjusi menyuruhku untuk tinggal disini.” Namhee mengambil beberapa makanan dan merebusnya.

“Aku ingin pulang ke rumah Appa…” Ucap Yeohee

“Tidak… kau disini saja selama seminggu…”

Yeohee membulatkan matanya, “Shiroo…”

“Kim Yeohee…” Namhee menatap Yoehee tajam, “Tidakah kau tau bulan apa sekarang? Sebentar lagi kita akan terlahir ke dunia. Jika kau terus mengganggu mereka bagaimana kita bisa terlahir ke dunia.”

Yeohee menatap Namhee tajam, “Jika kau ingin kita terlahir kedunia maka biarkan aku pulang ke rumah. Aku ingin pulang.”

Namhee terdiam.

“Katanya kau akan menemukan kotak pandora itu tapi kapan? Kau hanya bersenang-senang dengan pekerjaanmu.”

“Aku berusahaa Yeohee-ya… tapi mereka mencoba menghalangi.”

“Babo~ya… kenapa kau tidak memafaatkan mereka. bukankah itu keahlianmu??” Yeohee mengebrak meja lalu pergi ke kamar.

Namhee menyunggingkan senyumnya, “Dan kelebihanmu… kau pandai menilai orang lain dengan cepat.”

>>deson<<

Namhee berdiri di depan kantor KNI. Ia menunggu ayahnya datang untuk memasangkan alat penyadap di tubuhnya. Ia menggenggam alat itu dengan erat. Alat itu hidup dan matinya.

Ia tidak tau apakah ia bisa kembali ke masa depan atau menjadi kenangan di masa lalu.

Namhee mengembungkan pipinya saat melihat Yunho turun dari mobilnya dan memberikan kunci mobilnya pada vallet parking.

Ia tersenyum saat membayangkan wajah Jung Soojung. Gadis itu sangat cantik. Wajar saja jika melihat ketampanan ayahnya di saat muda.

Ia ingat saat ibunya menasehatinya ketika ia memberi tahu bahwa ia menyukai Soojung, “kau harus menjadi ‘seseorang’ yang lebih dari ayahmu, barulah Soojung akan melihatmu.”

Kini ia mengerti nasihat ibunya. Yunho itu mempunyai segalanya untuk Soojung. Meskipun ayahnya dan Yunho memiliki derajat, kekayaan dan kedudukan yang sama. tapi dirinya. Dia hanya Namhee kecil, putra dari Kim Heechul. tanpa Heechul ia bukan apa-apa.

Huuufttt… Namhee mengembuskan nafas panjang.

Matanya kemudian tertuju pada sesesok jangkung dengan warna rambut menyala. Satu ide terlintas di kepalanya. Ia mendekati pria itu kemudian tersenyum ramah.

>>deson<<

Heechul mengerutkan keningnya untuk kesekian kali. Ia yakin bahwa dokumen yang sedang ia kerjakan sudah ia taruh di lacinya yang terkunci. Ia ingat bahwa ia sedang mengerjakan dokumen itu ketika Sooyeon menggodanya dan Yeosin datang.

Ia yakin hal itu.

Heechul menghembuskan nafasnya. Ia kemudian mengambil rekaman CCTV-nya lalu memasangnya dengan yang baru.

“Hyung~” Daesung masuk kedalam ruang kerja Heechul, “Aku tidak mendapat jejak apapun lagi kecuali… Lee Junho pernah bertengkar dengan Lee Taemin.”

“Mwo??”

“Sebulan sebelum Taemin meninggal mereka bertengkar hebat. Awalnya Junho tersangka utama kematian Taemin. Tapi entah kenapa ia dibebaskan begitu saja.”

Heechul mengerutkan keningnya, “oleh siapa?”

“Choi Corp.” ucap Daesung menyerahkan kopian surat jaminan atas nama Junho, “mereka membebaskan Junho karena junho berkerja di perusahaan itu.”

“Berkerja?? Bukannya dia pengangguran?”

“hmmm… sejenis Freelance…”

Heechul mengerutkan keningnya

>>deson<<

“Apa kau menemukan alatnya?” tanya Seunghyun pada Namhee

Namhee menggeleg, “kau memberiku waktu satu minggu bukan?? Aku akan melakukannya besok.”

Ucapannya Namhee membuat Seunghyun menggangguk kemudian pergi dari ruangan.

Namhee menghembuskan nafas panjang. Ia berbohong. Tentu saja, ia tidak ingin Seunghyun mengagalkan rencananya.

Namhee kemudian sibuk dengan alat navigasinnya. Ia juga memikirkan cara untuk misi ke tiganya yaitu membongkar brangkas Jung Yunho.

>>deson<<

Heechul menyalakan DVD player nya dan menonton rekaman CCTV ruang kerjanya dengan malas. Ia menekan tombol Forward untuk mempercepat. Ia menekan tombol berhenti dan mengulangi video itu saat menemukan hal yang mencurigakan.

Ia tersenyum geli melihat video itu dan mengulang adengan yang sama hingga membuat Yeosin mengerutkan keningnya.

Yeosin yang sedang mengerjakan laporan keuangan yang diberikan Heechul mengerutkan keningnya saat melihat Heechul cekikikan sendiri.

Ia kemudian melangkah keruang tengah dan, “KIM HEECHUL-SSIIIIIII~~”

Heechul menoleh dengan tampang datar lalu kembali menonton videonya.

Yeosin langsung berlari memunggungi layar Tivi 40 inchi itu,”Ya dari mana kau dapat Video ini hah???”

Heechul terkekeh, “tidak sengaja terekam.”

“Hapus sekarang juga Kim Heechul-ssi…”

Heechul mengedikan bahunya lalu bersandar di sofa. Ia mengayunkan remot di tangannya menyuruh Yeosin pergi dari hadapannya, “Jika kau ingin menonton sini.” Heechul menepuk sofa sebelahnya yang kosong.”

Yeosin menggeleng.

“Siapkan popcorn juga.” Ucap Heechul membuat Yeosin semakin menggeleng.

“Ya kenapa kau merekamnya??” tanya Yeosin lagi.

“Aku tidak merekamnya. Itu terekam begitu saja saat pintu dikunci. Aku juga tidak menyadarinya.”

“Kalau begitu hapus.”

“Andwae~” kali ini Heechul yang berteriak, “itu malam pertama kita dan kau terlihat sangat sexi disana.”

Yeosin menatap Heechul dengan tatapan berkaca-kaca.

“Arraso… aku akan membuang bagian itu.” ucap Heechul membuat senyum Yeosin mengembang, “tapi dengan satu syarat!”

“Mwol??”

“kita tonton adegan itu sekali saja.” Ucap Heechul dengan cengiran jail.

“Yak~~~~~”

>>deson<<

Heechul tersenyum melihat Yeosin tertidur lelap di sebelahnya. Gadis itu tertidur sambil tersenyum.

“Apa kau mimpi indah??? Apa aku didalamnya?” tanya Heechul seperti guman.

Heechul tidak bisa memejamkan matanya sedikitpun. Ia memang tidak bisa tidur terlalu lama. Ia hanya butuh 10 menit untuk tidur.

Heechul kembali ke hadapan laptopnya. Ia mengedit video itu, ia membuang bagian Honeymoon mereka ah~ bukan membuang tapi memindahkannya ke dalam kaset bernama X file. Heechul tersenyum saat videonya tersimpan dengan rapih.

Heechul kemudian mengamati video itu dengan seksama. Beberapa saat saat dirinya keluar dari ruangan ia melihat sosok masuk kedalam ruangannya.

Ia tercengang ketika melihat siapa sosok itu, “Lee Junho.”

Heechul terdiam dan mengambil laporan keuangan yang terlah dianalis Yeosin. Choi Corp. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ekspor impor mempunyai dana gelap yang berasal dari penghasilan yang tidak jelas. Choi Corp tempat Lee Junho berkerja. Choi corp merupakan salah satu perusahaan yang tidak berpartisipan dalam pemilu.

Heechul memejamkan matanya. Ada satu hal yang belum terpecahkan.

Ttting ttong tting ttong…

Konsentrasi Heechul terpecah saat mendengar suara bel yang ditekan terus menerus. Heechul menaruh laptopnya dan langsung membuka pintu.

“Appa~”

“Sulli???”

Senyum Sulli mengembang membentuk Eyesmile diwajahnya, “Appa kenapa kau hanya memakai celana dan kenapa tubuhmu berkeringat?” Sulli memperhatikan Heechul dari atas sampai bawah.

“Ya~”

Sulli melangkah masuk bahkan sebelum di persilahkan masuk.

“Eommona~ apa Eomma juga tidur tanpa bajy?.” Sulli melihat pintu kamar utama yang terbuka ia penasaran saat melihat Yeosin sedang tidur ditutupi selimut. Ia mendekat dan memperhatikan dan berniat membuka selimut.

“Kamarmu bukan disini.” Heechul menarik Sulli sebelum ia berhasil melancarkan niatnya.

“Wae??” protes Yeohee, “bukankah kita sering tidur berempat???”

Heechul mengerutkan keningnya.

Sulli membekap mulutnya lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa, “hmmm… maksudku nanti kalian akan mempunyai anak kan??”

Heechul mengikuti Sulli duduk disofa, “tentu saja.”

>>deson<<

Namhee terdiam saat mendengar percakapan Seunghyun dan Junho lewat detectornya. Ia memang menaruh alat penyadapnya di tubuh Seunghyun. Ia tidak tau kenapa tapi firasatnya ia harus membuntuti Seunghyun dengan penuh.

Namhee tau Junho adalah pelaku yang menculik ibunya di Seoul Hall dan sekarang sedang berada dalam penyelidikan ayahnya.

Tapi yang membuat Namhee terkejut adalah Seunghyun bicara dengan Junho di luar ruang tahanan KNI padahal sebagai tersangka Junho harusnya berada di dalam ruang tahanan.

“Heechul akan tau kau mengambil semua berkasnya.” Ucap Seunghyun.

“Dia tidak akan bisa membuktikan bahwa aku bisa keluar masuk ruang tahanan.” Jawab Junho santai.

“membunuh Lee Taemin, melakukan perdangangan senjata tajam dan mencuri berkas agen KNI. Kau tidak termaafkan.” Ucap Seunghyun.

“Jangan kau berfikir bahwa kau itu bersih Choi Seunghyun.” Ucap Junho dingin, “kau adalah bagian dari kami.”

“Hahhaaa… tapi kalian tidak akan mendapat dari apa-apa.”

Namhee terdiam, Seunghyun dan otak semua kegilaan ini.

Pantas saja ia tau bahwa Namhee bukalah Lee Taemin. Pantas saja pria itu begitu menginginkan dirinya.

Namhee tersenyum getir, “Apa yang kau rencanakan, Choi Sanjangnim?”

“Jung Yunho tidak akan bisa menyadarinya sebelum pemilu.”

>>deson<<

Yeosin merasakan kepalanya berdenyut kencang. Perutnya berputar-putar. Ia merasa lapar tapi tidak ingin makan. Ia hanya nafsu saja tapi perutnya ingin mengeluarkan sesuatu.

Ia mendengar suara ribut ribut diluar. Ia melihat suara Heechul dan seorang gadis, Sulli.

Yeosin mengenakan pakaiannya kemudian berjalan perlahan mendekati Heechul. Ia melihat Heechul sedang mengobrol dengan Sulli. Perasaan yang dirasakannya tadi hilang saat ia melihat Heechul.

“Jika kau memiliki anak perempuan kau akan menamai dia apa??” tanya Sulli

“Hmmm apa yah??? Mungkin Yeohee…” jawab Heechul membuat perut Yeosin bergejolak.

Ia bisa melihat kemiripan Sulli dan Heechul. Cara menatap cara tersenyum dan lain-lainnya.

“Apa dia anakkku??” perkataan itu di tepis oleh logikanya. Tidak mungkin. Karena memang tidak mungkin.

>>deson<<

Namhee memandang ruangan Yunho dengan tatapan sinis. Seluruh cacatan, riwayat hidup tugas dan semua data agen KNI berada didalam ruangan itu.

Kenapa Seunghyun ingin ia mengacak-acak brangkas Jung Yunho? Apa ia ingin menghilangkan bukti. Tapi bukti apa-apa???

Namhee melirik jam. Ia hanya mempunyai waktu 5 menit saat pertukaran penjaga. Ia menunggu dengan sabar.

Ia menyelip masuk saat jam menunjukan pukul 5 tepat. Ia mengendap masuk. Ia menekan kode rahasia ruangan Yunho. Ia membuka pintu perlahan. Ia tidak mempunyai alat apapun kecuali sebuah pulpen elektrik. Ia benar-benar tidak mempunyai kesempatan lagi.

Namhee memakai topi menutup wajahnya. Ia berjalan dengan tenang menuju brangkas. Ia kemudian mencari berkar milik Choi Seunghyun.

“Ya kau penyusup!!!” teriak salah satu petugas

Namhee menggulung berkas Seunghyun lalu berjalan menuju jendela.

Dua petugas masuk kedalam ruangan Yunho dan langsung menyerang Namhee. Namhee memukul dua betugas itu dengan gulungan kertas yang ia bawa.

Namhee mendorong kedua petugas yang menghalangi jalannya.

“Ya~”

Namhee menoleh. Ia melihat petugas itu membawa kamera.

Jreeettt…

Namhee tidak bisa menghindar saat petugas itu mengambil fotonya tapi ia sempat menutup sebagian wajahnya dengan tangan.

Petugas itu memencet alarm sebelum Namhee menghajarnya. Namhee tidak punya pilihan. Ia mengeluarkan sapu tangannya kemudian memecahkan jendela. Ia menembakan pulpen elekriknya ke gedung sebelah. Pulpen itu meluncur menembus tembok diikuti oleh juntaian kawat tipis. Namhee mengikat ujung pulpen itu ke tiang penyangga gedung lalu melingkarkan saputangannya di atas kawa tipis itu.

Namhee tersenyum saat ia mendorong tubuhnya melintasi dua gedung dengan menggunakan kawat.

>>deson<<

Donghee menatap hasil tes nya berkali-kali. Ia menatap dua lembar kertas itu dengan tidak percaya. Puluhan serupa sudah ia lakukan tapi hasil tetap sama. Ia juga melakukan metode lain dan hasilnya sama.

Ia mengela nafas panjang.

Ia membandingkan lagi kedua kertas yang ada di tangannya.

“Tidak mungkin bagaimana ini bisa terjadi?” Guman Donghee untuk kesekian kalinya.

Donghee lalu mengambil kunci rahasianya. Ia lalu membuka lemari arsip yang jarang sekali ia sentuh. Ia langsung menyambar Map yang bertuliskan Kim Heechul. Mengambil selembar kertas yang ada disana lalu membandingkan dengan dua kertas yang ada ditangannya.

Ia kembali menekuni rumus-rumus kecil serta contoh dari sebuah gen yang pernah ia tulis di dalam kertas itu sebelumnya. Dengan seksama ia memperhatikan rantai kecil sederhana tapi bisa membawa sifat bawaan dari induk keanaknya.

Sebuah rantai yang indah dimana tidak ada yang dominan didalamnya. Gen dari Ayah dan ibunya kuat dan bagus mengalir dalam darahnya membentuk perpaduan sempurna dan dinamanis. Ia pasti akan bahagia bila menemukan Gen yang sempurna seperti itu tapi sayangnya ia tidak bisa tertawa mengingat DNA siapa yang tengah ia periksa sekarang.

“Ini tidak mungkin terjadi.” Donghee menatap ketiga kertas itu. rantai DNA merupakan rangkaian terkecil dalam tubuh manusia yang membedakan antara manusia satu dengan manusia lainnya, Tidak mungkin ada DNA yang sama didunia ini, “Sulli tidak mungkin anak Heechul dan Yeosin.”

TBC

 

Previous Post
Leave a comment

24 Comments

  1. Mische

     /  April 19, 2012

    Aaahh..kurang panjang dah,pdhl udh nunggu lama..tapi gpp c,ceritanya bagus,walo ada typo sana-sini..(∩.∩)づ hε.•.hε.•.hε..semangat thor!!

    Like

    Reply
  2. utit

     /  April 19, 2012

    heh,napa jadi makin ruwet.
    Akh,kayaknya syaraf mata ama otak lg kagak sinkron.
    Ulang baca !!!
    *ambil keripik*

    Like

    Reply
  3. Carol

     /  April 19, 2012

    Hahahahahaha sumpah Heechul mesum banget.
    Pantes ya anaknya pada jago semua secara dibuat di markas gitu. Hahahahahahaha
    choi seunghyun? Apa2an itu?
    Hla Donghee tahu dong kalo sulli emang anaknya heechul? Aduh makin ribet.

    Like

    Reply
  4. akhirny keluar jg,,hehe
    alurny mkin rumit,, bkn tmbh pnasaran. dtunggu lnjutanny chingu..;)

    Like

    Reply
  5. Waktu bagian namhee berantem sama petugas aku ngebayangin nya kaya lee min ho di city hunter. Apalagi pas dia nyebrang ke gedung seberang😄

    makin seru thor!!! Tp iya bener masih kurang panjang keke ~
    part 10 nya ditunggu ^^

    Like

    Reply
  6. gallagher girl

     /  April 21, 2012

    hohohoho…dah keluar juga
    oh ya…lama tak kesini, pa kabar? *lambai2* PLAK
    gara2 uan jadi nggak bisa buka laptop,
    yg otomatis nggak bisa kesana-kemari (curcol)
    dah ah…mo ngoment part ini
    hyak!apa2an ini?!
    pembukaannya dah kaya gitu?! *tutup mata*
    woah…siapa itu jung soojung? putrinya jung yunho?
    namhee dirimu menyukainya?
    jadi atasan namhee, yg ngasih 3 misi itu ke namhee,
    seunghyun tau ini semua, dia termasuk dalang dari ini semua?
    kelebihan namhee : memanfaatkan orang lain,
    saya suka ini ^^
    kelebihan yeohee : menilai orang lain
    lumayanlah…tapi saya lebih suka kelebihan namhee *evilsmirk*
    namhee ketauan waktu bongkar ruangannya yunho?!ketangkap dong!
    donghae…nggak aneh dong DNA mereka sama,
    lah wong dia (sulli/yeohee) anaknya heenim
    ngomongin gen dan DNA, jadi inget ujian bio kemaren *abaikan*
    omong2…disini kenapa heechul yadong banget ya?? -,-
    sudah ah ngoment part ini… mo baca n ngoment lainnya..

    Like

    Reply
    • hahhaaa… aku juga jarang buka blog gara2 sibuk PKL hehheeee…
      Heechul yadong??? hmmm kayaknya enggak hehheee

      Like

      Reply
  7. yosevanny

     /  April 22, 2012

    seruuuuuuuu.. pasangan mesum are back hehehehehe…
    pantesan anaknya kembar tyt hahaha *emang iya?*
    makin seru aja neh crita. penjahatnya masih abu2
    aku lum dpt gambaran siapa penjahat sebenarnya hehe

    Like

    Reply
  8. wah aku telat bacanya, padahal aku tungguin lho lanjutan yang kamar mandi *ups
    gilak aku suka heechul disini mesumin yeosin haha . penasaran sama otaknya penjahat siapa . ayo lanjut

    Like

    Reply
  9. makin complicated ini….
    Hee berubah jd mesum *eh? Pdahal dri dlu jg udah mesum *plakk
    Tuh ya. Hae tau ulli anak’a hee? Kok gt? Kok bisa? Ah molla. Nex asap ya unn.

    Like

    Reply
  10. blackthrone

     /  May 1, 2012

    hup *mendarat dengan sempurna*
    tok…tok…. *yah, ga nyambung*
    yah, akhirnya bisa ngomen di sini lagi stelah sekian minggu ga kesini
    gara-gara ada sesuatu yg ga penting *un*
    alohaaaa………
    wah, semakin ke sini semakin bingung *lho*
    seunghyun ikut terlibat,
    ok, masalah semakin rumit
    itu part terakhirnya, bikin mupeng
    kenapa muncul kata DNA lagi ?
    dah pengin muntah *kebanyakan makan makanan bernama DNA*
    kekekekekek

    Like

    Reply
    • /sodorin kresek/ jangan muntah karena DNA klo ga da DNA ntar kmu ga diaku anak ma bonyok hahhahaaa

      Like

      Reply
  11. abdulheenim~

     /  May 9, 2012

    BERCUMBU DI KAMAR MANDI?!! ige mwoya?!! teteeeeeehhh gila!! haahahaha kasiyan amat itu yang udah pada ngantri *ngebayangin* hahahhaah~ makin penasaran nih teh! apalagi ama endingnya yg part ini, ck rasanya langsung pengen cekek heechul *andweeee* ==”trus kayanya yoosin juga mao hamil ya?? *so tau* ayo buru teh publish parrt endingnya!! #maksa hahahhahaha *evil laugh*

    Like

    Reply
  12. yoenis_sa

     /  September 25, 2012

    Eonnie. . .
    Ffny keren. . .
    Kapan ney ad lanjutanny. . .???

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: