Pandora Key’s #10

-PANDORA KEY’S-

Bagian 10

 

 

 

Sebuah rantai yang indah dimana tidak ada yang dominan didalamnya. Gen dari Ayah dan ibunya kuat dan bagus mengalir dalam darahnya membentuk perpaduan sempurna dan dinamanis. Ia pasti akan bahagia bila menemukan Gen yang sempurna seperti itu tapi sayangnya ia tidak bisa tertawa mengingat DNA siapa yang tengah ia periksa sekarang.

“Ini tidak mungkin terjadi.” Donghee menatap ketiga kertas itu. rantai DNA merupakan rangkaian terkecil dalam tubuh manusia yang membedakan antara manusia satu dengan manusia lainnya, Tidak mungkin ada DNA yang sama didunia ini, “Sulli tidak mungkin anak Heechul dan Yeosin.”

>>deson<<

“Kau tidak bisa menahanku dengan bukti yang lemah seperti itu?” elak Heechul pada Yunho. Ia di panggil secara mendadak oleh surat perintah pengkapan dan membuat emosinya meledak saat Yunho melayangkan tuntutan padanya.

“Tapi foto yang di ambil petugas keamanan mirip denganmu. Dan mempunyai tanda lahir yang sama denganmu.”

“Foto itu tidak jelas dan sidik jari pelaku berbeda denganku.”

“Hanya orang tertentu yang tau password ruanganku Kim Heechul-ssi.”

“Kau pikir aku tau, huh??!”

Yunho terdiam. Menurut agen yang membuntuti Heechul. Heechul tidak keluar apartermen sedikitpun. Ia tidak punya bukti yang kuat untuk menahan Heechul.

>>deson<<

Yeosin diam tanpa ekspresi saat mendengar berita tentang pembobolan brangkas president KNI. Meskipun Pihak KNI menutupinya tapi Yeosin bisa mencium kebohongannya. Ia tau Heechul dalam masalah.

Yeosin diam-diam memperhatikan Sulli. Jika Sulli menoleh padanya ia langsung membuang wajahnya.

“Apa Eomma masih marah padaku karena aku pergi dari rumah tanpa bilang-bilang?” tanya Sulli saat melihat tingkah aneh Yeosin.

Yeosin tidak menjawab pertanyaan Sulli malah asik mengganti chanel TV.

“Eomma~” rajuk Sulli

Yeosin melemparkan tatapan dingin pada Sulli.

Sulli duduk disebelah Yeosin, “Eomma??”

“Jawab pertanyaanku dengan jujur.” Ucap Yeosin dingin, “Apa kau mempunyai saudara laki-laki?”

“Eomma~”

“Jawab saja.”

Sulli meneguk ludahnya, “aku punya seorang Oppa.”

“Kau mempunyai seorang adik?”

Sulli menggeleng

“Saudara selain dia?”

Sulli menggeleng lagi.

“Apa kau bermarga KIM??”

“Eomma~”

“Berikan tanganmu…”

Sulli mengulurkan tangan. Yeosin kemudian membalikan tangan Sulli yang memperlihatkan tanda lahir di atas nadi Sulli. Sama seperti tanda lahir yang dimiliki Heechul

“Apa, kakakmu mempunyai tanda yang sama?”

Sulli mengangguk

Yeosin membekap mulutnya tidak percaya. Hal yang ia takutkan terjadi.

“ikut aku.”

Sulli mengikiti Yeosin memasuki kamar utama. Yeosin mengeluarkan sebuah kotak kayu. Ia membukanya dengan perlahan dan mengeluarkan Griz, pistol kecil dengan pelatuk otomatis.

“Apa aku pernah mengajarimu untuk mengunakan alat ini?” tanya Yeosin

Sulli menggangguk

“Kau tau apa resikonya?”

“Ini pistol otomatis… bisa melukai diriku sendiri.”

Yeosin menggagguk, “bawalah… lindungi dirimu.”

“Tapi… bagaimana dengan Eomma??”

Yeosin tersenyum, “Jika kau hidup berarti aku juga hidup… tapi jika aku hidup belum tentu kau hidup.”

Sulli menatap Yeosin lalu memeluknya erat.

>>deson<<

Donghee menatap Heechul yang masih sibuk dengan kertas-kertasnya. Entahlah apa yang dipikirkan pria itu hingga membuatnya mengerutkan kening begitu dalam.

“Hyung aku tidak mempunyai waktu untuk melihatmu berkeja.” Ucap Donghee membuat Heechul menatapnya.

“Aku harus menyerahkan ini padamu.” Donghee menyerahkan hasil laboratoriumnya.

Heechul mengerutkan keningnya lalu membaca hasil tes Donghee.

“Harusnya hasil tes bisa di dapat satu minggu. Tapi aku perlu waktu selama 3 bulan untuk memeriksanya.”

“Apa artinya?” tanya tidak mengerti.

“Artinya kau adalah ayah dari anak yang bernama Sulli itu.”

Heechul menatap Donghee tanpa ekspressi.

“Aku mengecek DNA Sulli sesuai perintahmu dan tidak menemukan silsilah keluarganya. Aku melihat kemiripan DNA Sulli dan Yeosin dan hasilnya cocok. Untuk pembanding aku juga mencocokan dengan DNA-mu dan hasilnya 100% akurat. Ia anak kandungmu dengan Sulli.”

Heechul menyandarkan tubuhnya ke sandaran.

“Hyung apa kau masih menyukai gadis itu? Apa kau ingin kembali ke masalalu dan memperbaiki kesalahanmu. Aku punya sebuah alat penjelajah waktu… kau bisa ke masa itu dan kau bisa …”

Mesin waktu milik Yonghwa.

Heechul tetap memasang ekspresi datarnya. Pantas saja semua orang mengatakan Sulli sangat mirip dengannya dan Yeosin. Juga anak lelaki tetangganya itu. Murid KNI yang sekarang di bawah bimbingan Seunghyun. Anak laki-laki yang menggunakan identitas Lee Taemin.

Jadi yang membobol brangkas Yunho itu dia. Ia memiliki tanda lahir yang sama. tapi kenapa anak itu melakuan hal itu. Kenapa anak-anaknya kembali ke masa lalu. Apa yang mereka cari.

“Kita akan bicara nanti.” Ucap Heechul dingin.

Heechul menunggu Donghee keluar dari kantor KNI baru ia menekan nomor Yunho, “sebagai tersangka aku bisa membela diri bukan??? Aku akan mencari bukti.”

>>deson<<

Namhee membaca riwayat hidup Seunghyun dengan seksama. Ia merupakan salah satu keturunan keluarga kerajaan yang harus di hapus karena adanya sistem republik.

Ayah dan paman Seunghyun merupakan salah satu tokoh pergerakan monarkisme. Yang sering masuk keluar penjara karena aksinya yang menginginkan Korea sebagai negara absolut monarki.

Namhee mengerutkan keningnya.

Ia semakin bingung…

Ia menatap hamparan padang rumput dan langit. Ia tidak tau apa yang membawanya kemari. Yang terpikir olehnya adalah… dia harus pergi sejauh mungkin dari Seoul. Tempat yang tidak bisa di temukan.

“Yak~” Namhee menoleh dan mendapati Heechul mendekatinya perlahan. Ia mengerutkan keningnya. Bagaimana Heechul bisa tau tempat persembunyiannya.

“Ada seseorang yang berkata jika DNA itu tidak bisa berbohong.” Ucap Heechul mendekati Namhee, “Donghee benar, kau memiliki separuh DNA-ku.”

Namhee tersenyum, “Aku tidak tau apa aku yang terlalu bodoh atau kau yang terlalu pintar. Aku memang tidak bisa membohongimu terlalu lama.”

Heechul tersenyum kemudian kemudian memeluk Namhee.

“Ayo kita jemput adikmu.”

“Tidak perlu.” Ucap Yeohee dengan senyum mengembang berjalan diikuti Yeosin.

“Kau tau??” tanya Yeosin pada Heechul.

Wajah Heechul memerah, “Aku tidak percaya bisa mendapat anak kembar.” Heechul memeluk pinggang Yeosin, “Sekarang jelaskan pada kami kenapa kalian datang ke masa ini.” Heechul menatap Namhee dan Yeohee bersamaan.

“Aku mengikuti Oppa.” Ucap Yeohee polos

“Aku tidak berniat mengajaknya. Awalnya aku tidak tau dia datang.” Jawab Namhee

Yeohee menjulurkan lidahnya.

“Appa terluka karena melindungiku. Seseorang ingin Appa mati.” Ucap Namhee, “Yonghwa Samchon mengatakan padaku bahwa kau memiliki musuh besar dan hanya kau yang tau. Aku harus mencari taunya sendiri.”

“Jadi kalian mencari tau sendiri??” tanya Yeosin diikiti anggukan Yeohee

“Omonaaa~~~”

“Aku menemukan identitas Taemin dan mengganti nama lalu masuk KNI. Tapi sepertinya Choi Seunghyung mengetahuinya lalu memperlambatku. Dia memintaku melakukan 3 misi. Pertama aku harus bisa menyadap seluruh alat komunikasi di KNI dalam waktu bersamaan tanpa ketahuan pihak kemanan. Kedua, buat sebuah rancangan alat penyadap yang bisa lolos dari dektector KNI dan aku harus menyadap satu orang seharian dan harus membeberkan cara kerja alat itu padaku. Ketiga…membobol Brangkas Jung Yunho. Acak-acak isinya tanpa mengambil apapun.”

“Pada tugas kedua aku memutuskan untuk membuntutinya dan tanpa terduga….”

“Dia menemui Lee Junho di luar tahanan…” sambung Heechul.

Namhee menatap Heechul kagum.

“Choi Minhwan, merupakan salah satu pewaris Choi Corp. adik dari Choi Dongwoon. Junho berkerja di Choi Corp. dan bisa bebas karena kuasa Coi Corp. Choi Corp di pimpin oleh Choi Dongwoon yang merupakan sepupu Choi Seunghyun. Choi Corp adalah perusahaan keluarga yang di bangun oleh mantan keluarga kerajaan.”

“Choi Seunghyun adalah sepupuku” ucap Yeosin lirik, “Ayahya adalah kakak ibuku.”

Heechul dan Namhee menatap Yeosin meminta penjelasan lebih lanjut.

“Saat aku kecil aku sering mengikuti lomba pidato dan memang. Choi Adjusi berkata bahwa aku lebih berbakat dari pada Eonni. Dia ingin menjadikan aku seorang putri. Saat itu aku senang. Tapi ayah melarang. Mereka bertengkar hebat.”

“Aku dibawa Choi Adjusi ke sebuah desa dan diperlakukan seperti putri raja. Ayah marah lalu membawaku pulang dan sejak itu aku di kawal dengan ketat. aku lebih sering mengikuti kelas bela diri dari pada kepribadian. Ayah menginginkan aku menjadi seorang gadis mandiri dari pada seorang putri.”

“Mereka ingin membuat sebuah kerajaan.” Ucap Namhee… ”dan sebentar lagi pemilu. Saat yang tepat untuk menghancurkan sebuah negara.”

“Tapi mereka membutuhkan Yeosin. Itulah sebabnya mereka mengincar Yeosin. dan dimasa depan mereka mengincar kalian karena kalian sudah mengetahui terlalu banyak.”

“Tidak… mereka tidak mengincar kami. Tapi mengincar aku.” ucap Namhee, “Mereka tidak tau bahwa Yeohee juga ikut dalam misi ini.”

“Sebaiknya kita bergegas…” ucap Heechul, “mereka akan datang kesini.”

“Siapa??”

“Choi corp. bukankah mereka mengincarmu?” Heechul menetap Namhee

“Kita akan kemana Appa?” tanya Yeohee.

“Kalian sudah tau jawabannya bukan?? Saatnya pulang.” ucap Heechul santai.

Heechul memberikan Namhee pistol jarak jauh. Ia memberikan Yeosin kunci mobilnya, “Kalian naik mobilku dan pergi ke gedung KNI. Mereka tidak akan memeriksa kalian. Aku akan membawa mobil Yeosin dan mengikuti kalian dari belakang Arraso!!”

Namhee, Yeohee dan Yeosin menggangguk.

“Kau bisa bertahan bukan???” Tanya Heechul sambil memperhatikan perut Yeosin.

Yeosin memengang dada Heechul, “Mereka anak-anak yang hebat, sama seperti ayahnya.”

>>deson<<

“Pastikan Sulli tidak terlihat di CCTV. Kau tau caranya bukan?” ucap Heechul lewat mobiradio.

“Itu bisa di atur.” Ucap Namhee tenang.

Yeosin memelirik Namhee yang sedang berkutat dengan alat-alat yang dirancangnya, “Tch Aku tidak heran. Kau memang mirip dengannya.”

Yeohee yang duduk di belakang ikut berkomentar, “baru kali ini Eomma berkata Oppa mirip Appa.”

“Kau juga sangat mirip dengannya.” Ucap Yeosin sambil kembali berkonsetrasi pada stirnya, “Kenapa aku bisa melahirkan anak seperti kalian??”

“Berputarlah lewat jalan Jung-An dan masuk lewat pintu belakang KNI. Aku akan membawa mereka ke depan gedung KNI.”

Yeosin memutar Stirnya ke jalan yang diperintahkan Heechul.

“Ada yang mengejar kita.” Ucap Yeohee sambil menatap 2 mobil hitam di belakang mereka.

“Itu mobil Minhwan.” Ucap Yeosin

“Eomma Eotthokhae???”

“Pengangan.” Yeosin menginjak gas dengan kencang kemudian membanting Strir ke kiri sambil menginjak rem sehingga membuat mobil berputar 180 derajat.

Yeosin membuka kaca mobilnya lalu mengarahkan pistolnya ke dua mobil tersebut.

Ddor… dorr

Dua tembakan langsung mengarah ke ban mobil tersebut. Mobil-mobil itu oleng kemudian menambrak pembatas.

Yeosin memutar kembali mobilnya.

“Eomma Daebak.” Ucap Namhee kagum

“Sebaiknya kau belajar lebih baik dariku.”

“kau hebat Sweetheart…” Ucap Heechul membuat Yeosin merona.

>>deson<<

Keributan yang di buat Yeosin membuat agen-agen KNI keluar gedung. Heechul melangkah dengan mudah masuk kedalam kantornya. Ia kemudian berdiri di depan Lift menunggu istri dan anak-anaknya datang.

“Appa~” ucap Yeohee saat melihat Heechul

“Yak babo… kenapa kau berteriak.” Ucap Namhee sambil menjitak Yeohee.

“Appo~~”

Heechul memicingkan matanya melihat penyusup masuk berserta agen KNI, “Mereka masuk. Kita harus bergegas keruangan Yonghwa.”

Yeohee memakai topi menutup sebagian wajahnya. Ia berjalan di belakang Namhee dan Yeosin di belakangnya. Ia berjalan agak menjauh dan seperti murid KNI yang sedang diburu tugas.

Heechul mengedarkan pandangannya. Semua CCTV mati. Ia mendecak. Ia tidak mungkin menghajar mereka secara terang-terangan.

Seseorang mendekati Yeosin. Dengan sigap ia meraih pundak orang itu kemudian meutar tangannya dan mematahkan tangan orang itu.

Ia mengeluarkan volvernya dan mengarahkan ke beberapa orang yang menguntit Yeosin. senjata itu tidak berbunyi sehingga membuat Heechul senang.

>>deson<<

“Kau diam disini.” Yeosin menarik Yeohee duduk di dekat manekin-manekin yang sering di buat latihan oleh Seunghyun, “mereka tidak akan melihatmu.”

Namhee langsung mengotak-atik mesin waktu Yonghwa. Ia mencoba mengingat bagaimana cara Yonghwa menghidupkan mesin itu.

“Lee Taemin-ssi…”

Gerakan Namhee terhenti.

Lee Junho

“Apa kabar sepupuku??? Kabarnya kau melakukan bunuh diri, huh???

“Kau senang sekali bisa bebas berkeliaran, Lee Junho-ssi.” Ucap Heechul

Junho mengarahkan pandangannya ke Heechul sambil mengarahkan pistolnya ke Yeosin, “Apa kau akan melindunginya seperti tempo dulu?? Atau melepasnya seperti saat di Seoul Hall?”

“Jangan bergerak Yeosin-ah.” Teriak Heechul pada Yeosin, “dia menggunakan senjata yang akan langsung membunuhmu jika kau bergerak sedikit saja.”

Yeosin tersentak, ia meneguk ludahnya saat Junho mendekatinya.

“Bukannya kau mempunyai jenis senjata yang sama Yeo-ah??” ucap Minhwan membuat Heechul menoleh ke belakang.

“Annyeong sepupu ipar.” Sapa Minhwan pada Heechul

“Dan kau murid KNI palsu.” Minhwan melemparkan tatapannya ke arah Namhee, “kenapa kami tidak berhasil mengungkap identitas aslimu. Bahkan si bodoh Seunghyun juga tidak.”

Namhee melirik Yeohee. Adiknya berada ditempat yang aman. Yeohee adalah satu-satunya kesempatan terakhirnya untuk diselamatkan.

“Kenapa kau melakukan hal ini hwan-ah?” tanya Yeosin

“Nuna~… kita adalah penerus raja Korea. Aku tidak akan membiarkan mereka mengacak-acak negara ini lagi.” Minhwa mendekat Yeosin

“Kau gila~”

Heechul menatap Namhee. Namhee menggangguk seolah tau apa yang direncanakan oleh Heechul.

“Honey~” panggil Heechul mesra ia lalu memiringkan kepalanya.

“Yak~” teriak Yeosin kemudian berjongkok

Mendengar aba-aba dari Yeosin langsung menerjang Minhwan dan Namhee langsung menembakan pistolnya ke arah Junho.

Junho memengang lengannya saat timah panas itu mengenai pergelangan tangannya, “Yak~ kau pikir kau siapa?”

Pistol yang di pengag oleh Junho terlepas membuat Minhwan pecah konsentrasinya. Heechul mengambil kesempatan itu lalu melayangkan tinjunya ke wajah Minhwan.

>>deson<<

Namhee mendecak saat tembakannya meleset.

Junho melayangan tatapan kesalnya pada Namhee. Ia menerjang Namhee. Namhee berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari Junho.

Brugg… Tubuh Namhee menubruk mesin waktu Yonghwa. membuat mensin bergerak dan mulai berputar lambat.

Dua orang berbaju Hitam masuk kedalam ruangan Seunghyun. Ruangan yang digunakan untuk menguji berbagai senjata di KNI itu memang sengaja di buat kedap suara agar tidak mengganggu aktivtas agen-agen yang sedang berkerja.

“Kau tidak apa-apa” Tanya Heechul khawatir.

“Aku baik-baik saja Kim Heechul-ssi.” Jawab Yeosin

“Setelah ini kau harus ke dokter. Aku tidak mau kau terluka.”

“Aku baik-baik saja Kim Heechul-ssi.” Ulang Yeosin.

Heechul menatap Yeosin kemudian menyungingkan senyumnya. Tiba-tiba saja ia mempunyai kekuatan untuk memukul anak buah Minhwan.

Junho mencengkram kerah baju Namhee, “kau bukan tandinganku, anak kecil.”

“Lawanmu bukan dia tapi aku.”

Namhee melihat Seunghyun keluar dari ruangan penyimpanan barang.

Junho mendecak, “pengkhianat.”

Seunghyun mengedikan kepalanya.

Junho melepaskan cengkramannya lalu menatap Seunghyun dengan sengit. Tanpa basa basi lagi memukul Seunghyun. Seunghyun membalas pukulan Junho dengan menendangnya.

>>deson<<

Minhwan memengang mulutnya yang mengeluarkan darah. Ia melihat anak buahnya juga babak belur karena Heechul.

Minhwan melihat Griz nya tergetak begitu saja. Griz yang terlepas saat Namhee menembak tangan Junho. Minhwan mengambil Griz itu lalu melihat Yeosin jauh dari Heechul. Ia mendekati Yeosin dan memeluknya dari belakang.

“Nuna Aku mencintaimu…” bisik Minhwan, “Kau jarang sekali main kerumah.”

“Hwan-ah…”

Heechul menoleh dan melihat grizz itu menempel di tubuh istrinya.

“Yak~ Choi Seunghyun lepaskan dia!” ucap Minhwan dengan senyum kemenangan.

Seunghyun mengangkat tangannya dan langsung di kunci oleh Junho.

“Kim Heechul.” Minhwan meunjukan dagunya ke arah Seunghyun.

Heechul berjalan mendekati Seunghyun sambil mengangkat tangannya. Junho menendang kaki Heechul membuatnya jatuh berlutut.

“Jika kalian bergerak… Yeosin akan mati di tanganku.” Ancam Minhwan.

>>deson<<

Yeohee mengepalkan tangannya saar melihat kakak, ayah dan ibunya bertarung di hadapannya. Ia hampir tidak bisa bernafas saat Minhwan menyandra Ibunya.

Minhwan menarik ibunya membelakanginya.

“Eomma Eottohae??”

Ia melihat mesin waktu Yonghwa sudah bergerak dan mengeluarkan cahaya kebiruan sama seperti pertama kali ia lihat.

Jari Yeohee menyentuh Griz yang di berikan oleh ibunya.

Yeohee menghela nafasnya. Ibunya sering mengajarinya menembak. Tapi ia tidak pernah menembak manusia. Ia tidak pernah menembak sasaran bergerak.

Yeohee mengacungkan Griznya kearah Minhwan.

“Adjusi mianhae…”

Dorrr…

>>deson<<

Dorrr…

Heechul dan Seunghyun melihat Minhwan oleng. Heechul segera menarik Yeosin menjauh dari jangkauan Minhwan. Seunghyun lalu berbalik dan menendang kaki Junho hingga terjatuh.

Yeohee melepaskan Griz yang di pengannya.

“Yeohee-ya~…”

 Namhee berlari mendekati Yeohee yang masih membatu. Ia menarik tangan Yeohee lalu menariknya masuk kedalam mesin waktu Yonghwa.

“Appa~” ucap Yeohee parau.

“Pergilah~” ucap Heechul, “biar kami yang menyelesaikannya.”

Yeohee menggaguk. Ia kemudian mengikiti Namhee masuk kedalam lorong waktu yang dingin itu.

TBC

Leave a comment

23 Comments

  1. mische

     /  May 31, 2012

    waaaah..daebak!!!
    udh lama nungguin lnjtanny,
    gomawo udh dilanjutin thor..
    fighting!!!!

    Like

    Reply
  2. abdulheenim~

     /  June 1, 2012

    yak! bener2 ga bisa nafas pas bacanya! takut heeppa nya kenapanapa. apalgi ada T.O.P nya jga~ ==aa teteh keren! makin penasaran aja jadinya!! tpi jadi ga kejutan dong buat heeppa sama yeo-eonni krna anaknya uda ketauan kya gmana hahaha. like it teh😀

    Like

    Reply
  3. Mereka masuk kedalam mesin waktu lg? Apa misi mereka udah selesai?? ._.

    Yeosin sama heechul hebat , bisa engeh itu anak mereka . Dan tau mereka datang dari masa dpn

    waktu yeosin nembak ban mobil minhwan, oke itu KEREN BANGET!!!
    Makin lama ff ini makin daebakkk

    next, part 11 ditunggu. Keep hwaiting eonni^^

    Like

    Reply
    • iya mereka masuk kedalam mesin waktu lagi? misi mereka kan mencari tahu musuh ayahnya.
      gomawo dah suka ^^
      selamat menunggu

      Like

      Reply
  4. oenniiiiii akhirnya publish juga nih lanjutan . aku suka waktu mereka tembak – tembakan hehe . keren . apalagi heechul emang keren jadi ngebayanginnya semangat hehe .

    Like

    Reply
    • iya sebenernya mau di publish tiap senen… tapi selalu ga inget hari karena harus ngejar2 dosen hehehheee…
      heechul emang daebak kkkkkk

      Like

      Reply
  5. Carol

     /  June 2, 2012

    Yeeeiii baru sempet baca sekarang.
    Onnie keren deh ngebayangin nonton film action nih.
    Jadi sebenernya seunghyun baik kan? Ckckckc
    tak kusangka Kim Heechul bisa romantis pake panggil sweetheart honey.. Cieee…

    Like

    Reply
    • Seunghyun kan baik meski heechul lebih baik baik baik hehehee
      iya dong secara Heechul gitu loh hahahhaa

      Like

      Reply
  6. utit

     /  June 3, 2012

    makin seru
    g nyangka ternyata yeosin pinter bela diri dan nembak.
    Tapi kurang panjang…
    TBC bikin nyesek
    *demo ke deson*

    Like

    Reply
    • Apanya kurang panjang??? perasaan ini halaman sama kayak part selanjutnya…
      Yeosin kan keren abis belajar dari Angelina Jolie hahahahaa

      Like

      Reply
  7. Raeinlee

     /  June 3, 2012

    Daebak,,, yang ditunggu datang juga, wah makin penasaran neh gmn lnjtny… Always waiting for your ff…

    Like

    Reply
  8. yosevanny

     /  June 4, 2012

    Dew..dr mana aja..kangen hehehe..
    msh sibuk dgn kuliah???

    haiyahhh!!!!!makin seru aja…
    yeosin en hee dah tau ttg anak2nya tapiiiii….reunian mrk cuma bentar TTTT

    Like

    Reply
    • Eonni~ aku juga kangen hehehheeee
      aku udh ga kuliah skrg… lg nunggu sidang hehheee
      atuh klo reuninannya diperpanjang mereka gak lahir2 ke dunia hehehee

      Like

      Reply
  9. ini yg d tunggu2.
    ak sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………….

    d tuggu part 11ny^^

    Like

    Reply
  10. aku telat lg bacanya.. Hoaaa e0nnie keren … Amat sangat keren ceritanya.
    Ugh? Taem sulli udah ktauan anak yeonim dari masa dpan? Aigooo….
    Brasa n0nt0n mr. And mrs. Smith ada tembak2annya. Mantep.

    Like

    Reply
  11. gallagher girl

     /  June 17, 2012

    mereka berdua (heechul ma yeosin) kagak kaget ato shock ato gimana gitu??
    respon mereka datar sekali buat orang yg tau kalo anak mereka datang ke masa lalu
    okelah…kalo hee kagak kaget karna dia tahu ada mesin waktu buatan yonghwa
    tapi yeosin kan kagak tau apa-apa?!

    intinya di sini….pengembalian kekuasaan kerajaan ya?
    yeosin mo dijadikan putrinya gitu….calon pemimpin kerajaan?

    wuih~ adegan tembak-tembakannya….
    bayangin yeosin nembak ban mobilnya minhwan….itu keren!
    cuma adegan pukul-pukulan ma tendang-tendangan di ruang latihan itu….kurang BANYAK!

    oh…jadi seunghyun itu orang baik

    misi namhee (ditambah yeohee) dah selese pho?
    kok mereka masuk ke mesin waktu buat pulang ke jaman yang seharusnya

    oke….comen saya cukup di sini
    masih nunggu part selanjutnya
    ganbatte! hwating!
    jaa, mata *hilang*

    Like

    Reply
  12. deson, lanjutin lg donk..
    daku penasaran sama ending’a.. ^^
    critanya kereeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnn abis..
    daebak dech deson..
    cpet lnjutin ya..

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: