CoffeeMilk Saranghae

CoffeeMilk Saranghae

Yeosin menatap Heechul yang sedang sibuk dengan kertas-kertasnya. Ia mengerutkan keningnya, sejak kapan Heechul serius berkerja, biasanya pria itu sangat serius jika berhubungan dengan bermain dan bermain. Ia memang pria sibuk, tapi hard worker Yeosin rasa bukan suaminya sekali. Heechul tampak berbeda dari sebelumnya.

Heechul yang sekarang ia lihat adalah seorang pria yang berkerja di Public Service, bukan seorang selebriti. Tatapannya nakalnya berubah menjadi tatapan dingin dan tegas. Pria yang menolak ajakan bermain di club dan menghabiskan waktu dirumah. Bahkan pria itu menghapus account Twitternya, satu-satunya alat yang bisa membuatnya diam.

Biasanya Yeosin dibuat pusing tujuh keliling saat melihat tingkah Heechul yang seperti bola bekel. Memantul kesana. Pergi kesini. Main kesana. Tapi sekarang Yeosin bertambah pusing memikirkan cara bagaimana caranya membuat Heechul bergerak dari kursinya.

Mungkin satu minggu yang lalu Yeosin masih bisa menahan diri. Ia bisa pergi bersama Heejin, atau keluar bersama Shin Jaena. Tapi lama-lama Yeosin menjadi gerah. Ditambah lagi Yeosin sekarang sudah tidak lagi kuliah, tidak berkerja, menjadi ibu rumah tanggapun bukan.

Yeosin menghembuskan nafas, bosan. Ia sudah mengantuk tapi Heechul masih sibuk dengan pekerjaannya bahkan tidak meliriknya sama sekali. Jam 22.03 Yeosin mengedarkan pandangannya dan Mata Yeosin tertarik pada gitar elektric yang berdiri di sudut ruangan. Yeosin tersenyum ketika ia mendapat sebuah ide dikepala.

Dengan perlahan-lahan ia berjalan kesebrang ruangan dan mengambil gitar itu.

Ia menghela nafas.

Ia melirik Heechul yang masih bersembunyi dibalik kertas-kertasnya.

Yeosin menaruh gitarnya di atas meja. Ia kemudian berlari kecil ke kamar dan gubraakkkkk…

“Han Yeosin-ssii… bisakah kau diam sebentar!”

Yeosin menggangkat kepalanya. Lututnya berdeyut keras.

Yeosin ingin berteriak bahwa lututnya sakit. Tapi Heechul pasti akan memarahinya. Ia kemudian bergegas bangkit dan menendang kotak yang membuatnya jatuh. Tapi bukannya lukanya sembuh lukanya semakin sakit. >.<

Yeosin mengambil ponselnya dan headset. Ia membawanya ke ruang tengah dan menaruhnya di dekat gitar elektrik. Ia kemudian berlari ke gudang dan mengambil sebuah banner yang sangat besar. Banner berukuran 2×3 meter favorit Yeosin. Karena menurut Yeosin di banner itu Heechul terlihat hmmmm…. Tampan.

Lee Chihoon

>>deson<<

Jreeng…  jreenng…

Heechul menaruh kertas-kertanya, merasa jengah mendengar suara berisik. Ia menatap Yeosin dan bersiap memarahi gadis itu. Tapi niatnya tertunda saat melihat gadisi itu duduk menghadap sebuah benner besar.

Heechul tersenyum saat mendengar suara denting piano yang mengalun dari Iphone Yeosin melewati speaker yang diduduki oleh Yeosin. Nada-nada yang sangat familiar. Lagu yang diciptakan Heechul untuk Yeosin.

 

 

Baro nae iyagi

Yeah~… this is a stupid song for naui babo namjachingu

Because this is stupid love from babo yeojachingu

Cause he keep smile even I hurt him…

He keep loving me, the way I am…

Ini kisahku

Yeah~ ini adalah sebuah lagu bodoh untuk kekasih bodohku

Karena ini adalah cinta yang bodoh dari pacar bodoh

Kerena dia tetap tersenyum walau aku menyakitinya

Dia tetap mencintaiku, apa adanya

Da geuryeongeoji

Selalu seperti ini

Dangsineun naege miso

Dangsineun naege useossda

Amugeotdo molla haneun jeopyeong jombwayo

I know you hurt, wae jaguman utgimanhaeyo?

Kau tersenyum didepanku

Kau tertawa didepanku

Lihat kau berlaga seperti kau tidak tau apapun

Aku tau kau terluka, kenapa kau tetap tersenyum?

Nan baboraso guron gabwa

No have time to spend with you

Nan bappa, neomu bappa and you got it

Mianhae amugeotteo haejunge eomneun narajeo

Nan nappeun, neomu nappeun and you know it

Igeot bakke halge Eopta, Nan eoddeokhalkka

Hajiman Saranghanda baby…

Naega jinjja nege jalhalge…

Mungkin karena diriku bodoh

Tidak mempunyai waktu untuk habiskan denganmu

Aku sibuk, sangat sibuk dan kau dapat itu

Aku minta maaf karena tidak ada yang bisa aku lakukan

Aku jahat, sangat jaha dan kau tau itu

Tidak ada hal lain untuk aku lakukan. Apa yang harus aku lakukan

Tapi aku mencintaimu, sayang

Aku akan menjadi yang tebaik untukku

Baby Don’t lie…

Sayang jangan berbohong

Nal saranghanda haenoko

Hajiman neon wae ulgo ittni

You say nan gwaenchanha

Hajiman ulgo inneun nun muribodyeo

Neo ye seul peumi boyeo

Kau katakan kau mencintaiku

Tapi kenapa kau menangis

Kau berkata aku baik-baik saya

Tapi aku melihat air matamu

Aku melihat kesedihanmu

Naege marhae, baboya

Naege yogi ittagomarya

Yeongwonhi neon

Katakan aku padaku sekarang, bodoh

Bahwa aku disini

Selalu untukmu

Deureobwa jeongmal

Dengarkan aku sedikit saja

ojik geudeh hanaman wihehsuh

nuhmaneul wi heh ootgo

nuh maneul wi heh oolgeh

namani neoreul wihan yeoja

Aku akan menyanyi hanya untukmu

Aku akan tertawa hanya untukmu

Aku akan menangis hanya untukmu

Aku satu-satunya gadis untukmu

 

Niga neomu saenggaknaneun nalen

naege jungyohangeon neoya

Ne majimag sarang gude

ijeh neh soneul neh soneul jaba

aku selalu memikirkanmu setiap hari

aku takut jika kau meninggalkanku

kau adalah cinta terakhirku

sekarang peganglag tanganku

 

Please Don’t lie

Tolong jangan berbohong

Nal saranghanda haenoko (you told me you loved me)

Hajiman neon wae ulgo ittni (but why are you crying)

You say nan gwaenchanha… (I’m Okkay)

Hajiman ulgo inneun nun muribodyeo (but I see your tears)

Neo ye seul peumi boyeo(I see your sadness)

Kau katakan kau mencintaiku

Tapi kenapa kau menangis

Kau berkata aku baik-baik saya

Tapi aku melihat air matamu

Aku melihat kesedihanmu

 

Naege marhae, baboya

Naege yogi ittagomarya

Yeongwonhi neon

Katakan aku padaku sekarang, bodoh

Bahwa aku disini

Selalu untukmu

Marhaejwoyo…

Katakan padaku

 

Naega sseureojil ttae

Myeot beonigo nal ireukyeojwo

Neomu chisahajana neodapji mot-hajana
Ttokbaro nae du nuneul bwa

Jebal seulpeo marayo

Nan geudael jikilge

Kapanpun aku terjatuh

Kau membantuku untuk bangun

Kau sungguh mengkhawatirkan dan ini bukan dirimu

Lihatlah kedalam mataku

Tolong jangan bersedih

Aku akan menjagamu

 

Boy, Ddak hanbeonman nae maleul deuruhyo
Nan niga jotta baby

Nan deudieo michilgeoya

Naega saranganeun iyu

Boy, dengarkan aku untuk kali ini

Aku sangat menyukaimu, sayang

Mungkin aku akan menjadi gila

Alasan kenapa aku hidup

 

Tell me why do you cry?

Tell me why do you lie?

Girarinda marya…

Katakan padaku kenapa kau menangis

Katakan padaku kenapa kau berbohong

Aku akan menunggumu

 

Yeosin tidak pernah melepaskan tatapannya pada banner di hadapannya. Seakan ia sedang berhadapan dengan pria itu dan mencurahkan semua isi hatinya. Ia juga mengakhiri lagunya dengan satu kedipan mata yang manis.

Gadis itu kemudian menaruh gitarnya disampingnya dan menatap bannernya dengan intens. “Kau selalu memberikan yang terbaik untukku tapi aku tidak pernah memberikan apapun padamu.”

Yeosin menopangkan dagunya sambil berbicara pada sebuah banner.

“Ini tidak adil. Rasanya seperti cinta bertepuk sebelah tangan. Well meski aku yang untung dalam hal ini. Tapi tetap saja aku merasa tidak enak. Aku seperti mengacuhkanmu. Hei… tidak tidak… apa kau mau balas dendam padaku. Tiga bulan terakhir aku mengacuhkanmu karena PKL dan sidang. Apa sekarang kau ingin mengacuhkanku? Kumohon jangan karena aku tidak ingin kau acuhkan.”

Yeosin berdiri kemudian memeluk bannernya dengan erat.

“Rasanya aneh. Kau dekat denganku tapi aku tidak bisa memelukmu.” Gumam Yeosin.

>>deson<<

“Ini tidak adil. Rasanya seperti cinta bertepuk sebelah tangan.” Yeosin merasakan dadanya sesak saat mengatakan hal ini. Ia tidak ingin mengatakan hal apapun tapi bibirnya terus berucap, “Well meski aku yang untung dalam hal ini. Tapi tetap saja aku merasa tidak enak. Aku seperti mengacuhkanmu.”

“Hei… tidak tidak… apa kau mau balas dendam padaku. Tiga bulan terakhir aku mengacuhkanmu karena PKL dan sidang. Apa sekarang kau ingin mengacuhkanku? Kumohon jangan karena aku tidak ingin kau acuhkan.” Yeosin berdiri dan mensejajarkan tubuhnya dengan banner itu, meski pada akhirnya ia tidak dapat mensejajarkan tubuhnya. Kemudian memeluk bannernya dengan erat.

“Rasanya aneh. Kau dekat denganku tapi aku tidak bisa memelukmu.” Yeosin menahan suaranya dan terdengar bergetar. Yeosin ingin meneriakan kaliamat itu tapi ia tidak ingin Heechul mendengarnya.

Ia mencintai Heechul tapi ia bodoh soal cinta.

“Jika seperti ini bagaimana?” Yeosin merasakan sebuah tangan menyusup kedalam pinggangnya.

Yeosin membulatkan matanya. Tidak mungkin banner yang dipeluknya berubah menjadi Heechul. Atau Heechul keluar dari bannernya.

Ah~ Yeosin mengutuki dirinya Babo. Tangan yang ada di pinggangnya adalah tangan Heechul. Heechul yang asli ada didekatnya dan sekarang memeluknya.

What???? Memeluknya????

Yeosin merasakan wajahnya memerah.

Heechul membalikan badan Yeosin dan menatap wajah gadisnya dengan intens.

“Aku hanya memelukmu, kenapa kau menjadi salah tingkah begitu, huh? Bukannya kita sudah sering melakukan lebih dari itu.”

Yeosin mengerucutkan bibirny, “yak!! Aku…  aku… ah~ babo!”

Yeosin membalikkan badannya dan berjalan ke kamar. Ia menyerngit saat melangkahkan kakinya keras-keras. Pelukan Heechul membuatnya lupa bahwa lututnya sedang cedera.

Ia melangkahkan kakinya dengan pelan. Hingga sakitnya tidak terasa. Bahkan ia tidak merasa menginjakan kaki dibumi.

“Kenapa kakimu?”

Yeosin menoleh dan mendapati dirinya sedang di bopong oleh Heechul.s

“Hah?”

“Aisshhh…” Heechul menatap Yeosin gemas.

“Kau ini kenapa, huh? Kenapa kau bersikap seperti ini. Seperti kau baru jatuh cinta padaku.” Ucap Heechul sambil membaringkan Yeosin di kasur.

“Dan kau…” Heechul menaruh telunjuknya di kening Yeosin, “Jangan pernah membawa banner itu keluar dari gudang.”

 Yeosin mengerutkan kening sambil melihat punggung Heechul menjauh.

Heechul membawa banner itu ke gudang dan kembali dengan peralatan obat. Heechul mengobati lutut Yeosin tanpa berkata sepatah katapun.

Yeosin memperhatikan wajah Heechul dengan seksama, wajah itu mengingatkannya pada seseorang.

FlashBack~

“Staff room, dress room…” Yeosin membaca setiap tulisan di pintu yang ia lewati, “Aaa~ SUPER Junior Room.” Ia bersorak saat melihat ruangan yang ia cari.

Ia hendak mengetuk pintu ketika melihat seorang penjaga melewatinya sambil membawa sebuah banner. Yeosin menatap banner itu, ia menyukai pemuda dalam banner itu.

“Ahjjusi~” Yeosin mengejar pegawai itu, “bolehkan banner ini untukku?”

“Maaf ahgasi, banner ini akan di pakai di show berikutnya.”

Yeosin mengembungkan pipinya, “Jebal ahjussi, berikan banner ini untukku.” Yeosin menyatukan tangannya dan memasang aegyo termanis seumur hidupnya.

“maaf nona tidak bisa.”

“Ahjussi~~~~~” rengek Yeosin.

“Yeosin-ah!” Yeosin membalikkan badannya dan menadapati Ryeowook mendekatinya.

“Oppa aku ingin banner itu, jebal. Kata Oppa aku harus menjadi E.L.F aku mau membawa banner itu ke studio. Jebal Oppa.” Rengek Yeosin.

Ryeowook menjitak kepala Yeosin kemudian berbica dengan petugas itu. Yeosin memperhatikan banner itu dengan tatapan kagum. Pria dalam banner itu entah sejak kapan ia mulai menyukainya. Tch pria toilet.

“Apa kau benar-benar mau bannernya?” tanya Ryeowook diikuti anggukan Yeosin, “tapi setelah ini kau harus menjadi E.L.F.”

“Apapun itu, Elf, kurcaci, angel, devil, terserah padamu Oppa.”

“ige…” Ryeowook menyerahkan banner itu pada Yeosin.

Yeosin membulatkan matanya tidak percaya, “Ryeowook Oppa gomawoyooo~” teriak Yeosin bahagia.

Ryeowook tidak membalas ucapan Yeosin. Ia kembali ke ruangannya tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Yeosin tidak peduli. Ia kemudian membawa bannernya dan duduk di studio untuk melihat penampilan Superjunior di starking.

Yeosin memilih duduk dipojok dan menutup badannya dengan bannernya. Ia tidak ingin pria toilet itu melihat dirinya membawa banner bergambarkan wajahnya.

Senyum Yeosin yang cerah, pupus ketika Kang Hodong memanggil salah satu ulzzang terkenal. Lee Chi Hoon.

Kim Heechul n Lee Chihoon

Yeosin menurunkan bannernya dan meraskan tubuhnya menjadi lemas.

“Kim Heechul-ssi coba kau kedepan, kalian benar-benar mirip.” Kang Hodong menunjukan foto Heechul dan Chihoon yang mirip.

Chihoon atas, Heechul bawah

Yeosin mengetuk kepalanya, “babo gateunna.” pantas saja wajah Ryeowook menjadi tidak bersahabat sejak saat itu. Pantas Ryeowook a~~ Yeosin mendecak kesal. Ia benci KIM HEECHUL

Yeosin memutuskan untuk keluar dari studio. Bagaimana Heechul bisa menyukainya jika ia salah mengenali wajah Heechul. Ia benci benci benci Kim Heechul. tapi juga meyukainya.

FlashBack End~

Yeosin setelah itu tidak menghubungi Ryeowook. Ia sangat malu pada Ryeowook. Tiga hari setelah itu Ryeowook mengirimkan banner 2×3 masing-masing personil SJ. Tapi Yeosin hanya memasang banner Heechul di pojok kamarnya.

Ya banner Heechul, banner kesayangannya itu ada di pojok kamar di rumah orang tuanya dan banner yang ia peluk adalah benner Chihoon.

Yeosin mengigit bibir bawahnya.

“Kim Heechul-ssi.”

Heechul menoleh.

Yeosin memamerkan deretan gigi putihnya. Ia kemudian menggagkat tangannya ke atas kepala membentuk tanda love, “Saranghae.”

“tch…” Heechul menutup kotak obatnya dan kembali ke meja kerjanya.

>>deson<<

Heechul melihat Yeosin sudah terlelap dan memutuskan untuk tidak mengganggu gadisnya itu. ia menarik selimut dan mencoba terpejam. Ia merasakan sebuah tangan menyusup ke pinggangnya.

“Heechul oppa…” suara serak Yeosin terdengar pelan.

“Aku tidak tau kenapa aku selalu jatuh cinta padamu. Setiap kali aku melihat senyummu aku jatuh cinta.  Meski kau berbuat hal yang menyebalkan tapi setelah melihatmu aku jatuh cinta lagi. Aku jatuh cinta padamu setiap saat. Eotteokhae??”

Heechul tersenyum mendengar curhatan gadis mungilnya itu.

“Tapi lagi-lagi aku melakukan hal bodoh. Aku tidak tau kenapa aku bisa sebodoh ini. Aku tidak tau apa yang harus ku katakan untuk membuatmu percaya. Aku hanya bisa katakan Saranghae Yeobo.”

Heechul membalikan badannya menghadap Yeosin. Ia mengecup kening Yeosin kemudian membelai pipinya, “nado saranghae yeobo.”

Heechul kemudian memeluk Yeosin dengan erat. Ia bisa mendengar detak jantung Yeosin yang kencang. Gadis itu pasti tidur dengan kegirangan. ^^

“aku hampir gila saat kau membawa banner chihoon. kau pasti tidak tau anak itu sudah debut sebagai member led apple. aku tau kau pasti tidak menyadarinya. nae babo yeoja chingu.”

“Aku juga mencintaimu sama seperti kemarin, hari ini dan seterusnya. Selamanya aku mencintaimu. Jika aku mulai bosan denganmu, aku akan mengingat hari dimana aku jatih cinta padamu, dan mulai mencintaimu dari awal.”

Finn~~~~~

coffemilk yang sangat aneh… tiba2 terinspirasi saat dapet pic itu hahhaaaa… tapi sumpah ngeliat tampang Heechul jaman itu ketawanya pengen dijejelin sama sendal, ketawa yang akyu syukhhaaaaa❤

bonus pic

heechul n chihoon

heechul n chihoon

heechul n chihoon

lee chi hoon

kim heechul

pic source: chanyrizqina.blogspot.com n google

Leave a comment

9 Comments

  1. annyeong…
    akhirnya postingan baru jg…
    wkwkwkwkw ngakak deh wkt baca salah ngenalin org….
    ckckckck

    Like

    Reply
  2. gaemhee

     /  July 28, 2012

    Aah bikin galau baca ff ini eon T.T miss heechul oppa… Ah btw lebih suka hee yang biasanya yang hyperakfif kalo yang kayak ginj bikin galau bawaanya eon hehe *peace* eon please tell hee oppa we miss him alot :p eonni fighting!!!

    Like

    Reply
  3. utit

     /  July 30, 2012

    terlalu damai…
    Biasanya khan ada pertumpahan darah
    *kabur*

    Like

    Reply
  4. ngakak bacanya.. yeosin dah nyanyi sepenuh hati eh bannernya salah pic hahahah….ckckckckck…pinter dikit napa *kaburrrrrrrrrrrrrrr*

    Like

    Reply
  5. HA HA HA~~~ ketuker ama Chihoon. xD
    Dia emang imyut sih. *loh?
    Tapi ini sosuit banggets teh.. *emut heenim (?)

    Bbyong! Magnae ilang!

    Like

    Reply
  6. hahaha
    Keterlaluan smpe bsa salah org
    Kekkee
    Heechul a coooll

    Like

    Reply
  7. eonni ff ini aku suka bgt.. heechul yg tampan dan aneh so sweet….

    Like

    Reply
  8. lizzeea

     /  August 24, 2012

    akh,lagunya???aku suka pas part yg bodoh,bodoh,bodoh*cuma it yg inget*.berasa frustasi bgt nyanyinyag.taemin lebih mrp chul ah dr pd chihoon.it pas ketauan peluk2 baner pasti yosin kaya orang stres,kekeke.

    Like

    Reply
  9. sagittaliez

     /  May 17, 2013

    aduhhh ngakak saiia yeoshin salah melu banner wkwkwk
    heechul oppa saranghae😀

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: