BLACK SIDE [1/2]

BLACK SIDE (Thunder Story)

Thunder’s POV

“Oppa akan menikah?” Hanna memandang undangan yang kuberi dengan tatapan sendunya yang membuatku entah kenapa menjadi serba salah. Dia terus menunduk dan tidak membalas pandanganku seperti biasanya. Suaranya sedikit bergetar seperti sedang menahan tangisnya.

“Dia anak ketua perkumpulan. Namanya Jihyun. Aku sudah menceritakan padamu tentang dia bukan?”

Hanna menggangkat kepalanya dan memandangku dengan sebal. Wajah pucatnya membuatku terkekeh, dia mudah sekali mengganti mimik wajahnya. Aku bahkan tidak pernah tau kapan dia merasa senang dan sedih karena dia bisa menampilkan ekspresi keduanya dengan bersamaan. Meski kami saling mengenal dari kecil tapi aku tidak memahami sifatnya sedikitpun.

“Ara~ dia putri ketua perkumpulanmu yang sangat cantik dan kau begitu terpesona padanya. Dia juga pintar memasak dan sangat suka membuat kue. Saat sekolah dia pernah menjuarai perlombaan melukis dan lukisannya sangat bagus. Kau bahkan ingin menjadi model lukisannya tapi dia tidak pernah bisa membuat lukisan manusia. Dia juga pandai berbahasa asing. Kau menyukainya karena kalian sudah sering bertemu sejak kecil.” Hanna mengulangi perkataanku dengan tepat. Dia memang memiliki ingatan yang hebat.

“Ya aisshhh kau hebat sekali. Ingatanmu cukup bagus dan kau juga pintar. Kenapa kau tidak mencari seorang pria dan menikah dengannya.” Aku melingkarkan tanganku di bahunya tapi dia terdiam tidak membalas seperti biasanya, membuatku mengendurkan tanganku.

Hanna membalikkan tubuhnya dan menatapku tajam, “Jika aku dan Jihyun di tangkap oleh musuhmu mana yang akan kau selamatkan terlebih dahulu. Aku atau Jihyun?”

“Yak! Apa yang kau bicarakan?”

“Mana yang akan kau selamatkan terlebih dahulu. Aku atau Jihyun?”

“Akan kuselamatkan keduanya.”

“Kau tidak bisa memilih keduanya. Kau harus memilih salah satu.”

Aku memandangnya dengan tajam, “Jika begitu aku tidak akan menyelamatkan keduanya. Aku akan menghancurkan musuhku lalu kalian berdua selamat dengan sendirinya dan jika ada yang mati aku pastikan aku yang mati terlebih dahulu.”

Hanna tertunduk dan aku meninggalkannya. Entah kenapa Hanna sedikit menyebalkan akhir-akhir ini. Dia terlihat sensitif dan setiap hal kecil dia permasalahkan dan kadang membuatku emosi.

>>deson<<

Mblaq adalah sebuah organisasi ilegal yang melayani jasa sebagai pembunuh bayaran. Kami biasanya berkerjasama dengan mafia-mafia besar untuk membunuh mangsa mereka secara diam-diam tanpa meninggalkan jejak. Kami mempunyai bakat dan keterampilan khusus kami telah dilatih sejak kecil dan didik dengan keras oleh ketua kami Rain.

Aku, Seungho, Mir, Lee Joon, dan G.O merupakan anggota inti perkumpulan kami. kami tidak terkalahkan. G.O merupakan anggota yang sangat akrab dengan komputer dan dunianya, tidak ada yang tidak bisa ia lakukan dengan alat-alat canggih itu. Lee Joon adalah anggota paling aktraktiv, ia adalah anggota yang paling cepat berlari. Mir adalah anggota yang paling pintar menyamar, bahkan ia terlihat cantik ketika menyamar sebagai perempian. Sedangkan aku dan Seungho kami sama-sama mempunyai kemampuan analisis yang hebat dan juga kemapuan untuk bertarung yang hebat.

Bukannya aku menyombong tapi aku memang yang paling hebat dari semuanya tapi ketua memilih Seungho sebagai leader grup kami. Aku tidak peduli toh itu hanya formalitas saja.

“Jihyun-ah” aku melambai pada Jihyun yang sedang melukis kolam.

Jihyun menoleh sesaat kemudian memfokuskan kembali pada lukisannya.

Aku menghampirinya kemudian bersandar kepunggungnya, “kita akan menikah kenapa kau masih begitu dingin padaku.”

Jihyun menurunkan peralatan lukisnya, “Justru karena kita belum menikah maka kau tidak boleh bersandar sembarangan.” Jihyun bangkit dan membuatku hampir terjatuh.

“Yak!” aku hendak menerkam Jihyun ketika tatapan Seungho menghentikanku.

Seungho memiringkan kepalanya menyuruhku untuk bersiap menghadapi tugas yang akan kami hadapi. Aku manatap Jihyun sesaat sebelum meninggalnya. Gadis itu menatapku sesaat kemudian kembali lagi dengan aktivitasnya semula.

>>deson<<

Author’s POV

“Ini jebakan!” Seru G.O sambil terus memperhatikantablet PC-nya.

“Apa?” Lee Joon mengembungkan pipinya kesal.

“Aku sudah bilang bahwa ini hanya jebakan. Mana mungkin ada orang yang mau datang ketempat seperti ini malam-malam begini.” Seru Mir.

“Tidak.” Seungho berjongkok dan mengaduk-aduk tanah dengan ranting, “dia kemari dan menyadari sessuatu. Mereka pindah haluan.”

“Mereka mengetahui kita.” Ucap G.O

“Tidak mungkin bagaimana mungkin mereka bisa mengetahui identitas kita. Kita saja tidak pernah menunjukan batang hidung kita. Bahkan klien kita tidak pernah bertemu langsung dengan kita dan yang lebih penting kita tidak pernah gagal menjalankan tugas kita.”

Door…

“Joon~” Seungho menarik Lee joon sebelum sebuah peluru melesat ke dadanya.

“Mereka memasang perangkap.” Seru G.O menangkap adanya metal disekeliling mereka.

“Formasi 34” seru Seungho.

“Apa?” teriak Mir, Lee Joon, G.O dan Thunder bersamaa

“Sekarang!!”

Mereka berpencar kesegala arah. Sementara tembakan mengikuti mereka. Thunder memilih berjalan dari pohon ke pohon ia hampir terkena granat yang terpasang di tanah untungnya ia berhasil melarikan diri.

Tadi pagi mereka mendapat sebuah pesan dari klien yang meminta untuk membunuh seorang wanita yang dijadikan tawanan oleh penyelundup narkoba. Wanita itu harus mati sebelum membocorkan informasinya pada para penyelundup sayangnya mereka sudah kabur sebelum ia sampai di tempat tujuan.

Thunder berhasil keluar dari gunung Daegu dan berjalan dengan tertatih-tatih. Ia menyobek bajunya sedikit dan mengingatnya di atas luka yang terkena percikan granat. Ia berjalan tertatih-tatih sambil menahan rasa sakitnya.

>>deson<<

Hanna tercengang ketika melihat Thunder tergeletak di depan rumahnya. Ia segera menggangkat Thunder ke tempat tidur dan membersihkan lukanya tidak peduli bahwa ini masih tengah malam ia merawat luka Thunder dengan sepenuh hati.

Hanna menatap wajah orang yang sangat ia sayangi. Ia tidak tau apa yang membawanya hingga bertahan hidup sendiri dan menunggu pria itu. Hingga pada akhirnya pria itu memilih wanita lain dari pada dia.

“Kau memilihnya karena kalian sudah berteman sejak kecil, lalu bagaimana denganku. Kita bahkan sudah saling mengenal sejak bayi.” Hanna mengusap air mata yang jatuh di wajah pucatnya.

Hanna memandangi wajah yang sedang telelap itu. Ia harusnya meninggal sepuluh tahun yang lalu bersama orang tuanya sehingga ia tidak perlu melihat orang itu bergandengan tangan dengan wanita lain.

Hanna menggenggam tangan Thunder dan tertidur di samping Thunder. Mungkin saat ini adalah saat terakhirnya memengang Thunder karena esok ia belum tentu bisa menyentuh Thunder dengan bebas ada wanita yang lain yang akan cemburu melihatnya.

“Pada akhirnya hanya ada satu pria dan satu wanita akhir cerita bahagia”

>>deson<<

Thunder bangun ketika kesadarannya sudah pulih. Ia langusung meninggalkan Hanna tanpa membangunkan gadis itu terlebih dulu. Sangat berbahaya bila ada yang melihat dirinya dengan menggunakan baju ninja terlihat bersama Hanna. Meski Hanna sudah tau semua tentang perkerjaannya tapi itu tidak bisa menjamin bahwa Hanna tidak akan diserang oleh musuh-musuhnya.

“Kau kemana semalam?” todong Seungho begitu ia masuk kedalam markas.

“Aku tekena granat sialan itu.” jawab Thunder lalu duduk di kursinya.

“Kita lanjutkan,” Seungho memulai rapat mereka berlima. Ia tampak serius dengan kasus yang dihadapinya, “Kurasa mereka hanya memancing kita atau mereka memang sengaja bermain-main dengan kita.” Seungho menatap G.O

“Klien mengirim E-mail dengan menggunakan IP Hongkong… ia memberikan foto korban dengan mengattact-nya dan ternyata  telah disisipi oleh virus yang bisa mendetek keberadaan kita. Aku sudah menghapus virus itu ketika sampai di markas.”

“Aku sempat bertemu dengan seseorang dan dia mati di hadapanku.” Lee Joon angkat bicara, “Aku sempat membuka identitasnya dan pergi kerumah orang itu dan mengejutkan ketika aku kembali di ikuti dari jauh. Aku memcoba bermain-main dengan dia tapi dia juga mati ketika aku mendekatinya.”

“Seperti ada yang mengontrol mereka dari jauh.” Ucap Mir, “mereka mengenal kemampuanku. Mereka trus mengikuti meski aku menyamar berkali-kali.”

Tatapan Seungho berpindah ke Thunder, “apa kau tidak diikut oleh seseorang.”

Thunder memutar otaknya. Ia tidak merasakan apapun kecuali kakinya yang terasa perih. Tidak ada yang menghadangnya ketika ia pergi atau memang mereka sengaja tidak menghadang.

Ddrttt…

Thunder mengambil ponselnya

Dara Noona Calling…

“Noona~”

“Cheondoong-ah” Dara sedikit terisak.

Thunder bangkit dan memandang Seungho dengan mata berkaca-kaca. Mereka memang sengaja tidak menyerang tapi mereka menunggu. Mereka menunggunya untuk membuka identitasnya sendiri dan mereka melihatnya masuk kerumah Hanna.

>>deson<<

“Mereka datang dan mengacak-acak rumah untuk mencarimu. Tapi mereka tidak melihatmu dan semakin membabi buta. Mereka menarikku dan menjatuhkanku ke lantai. Aku mau mengaku dan tetap mungkap. Mereka lalu mengambil kursi lalu membantingkannya padaku tapi Hanna menghalanginya kursi itu mengenai kepalanya kemudian ia pingsan.” Ucap Dara sambil terisak di bahu Thunder.

“Dokter bilang dia koma karena kursi itu mengenai tumor di otaknya. Mereka bilang Hanna tidak akan sembuh.”

Thunder mengepalkan tangannya kesal. Matanya tidak pernah terlepas dari Hanna yang terbaring di kasur. Wajahnya yang pucat seakan tidak pernah sakit. Ia tidak pernah bertanya kenapa wajahnya lebih pucat dari pada kebanyakan orang Korea. Ia tidak pernah tau jika Hanna mengidap penyakit berbahaya.

“Dokter bilang dia harus di operasi. Kemungkinan berhasil operasi hanya 30%. Dia tidak punya orang tua tetapi dia memberikan kuasanya padamu.”

Thunder menatap Dara tidak percaya. Kenapa gadis itu memberikan kuasa padanya bukan pada Dara yang jelas lebih dewasa, Dara yang sudah dianggap Eonninya sendiri.

Thunder menggeleng, “tidak.”

“Kau harus memutuskannya.”

“Kita tidak tau apakah dia ingin hidup atau mati. Bagaimana jika dia ingin mati? Bagaimana jika aku menandatanganinya dan operasinya gagal? Dia akan mati. Dia akan mati.”

“Cheondoong-ah” Dara mengusap punggung Thunder perlahan, “tapi kita harus berusaha lebih dulu.”

“Noona~” ucap Thunder serak, “Aku tidak ingin memilih jalan yang tidak diinginkannya.”

>>deson<<

Jihyun menatap Hanna yang terbaring lemah di tempat tidur. Thunder pernah beberapa kali menyebuh nama Hanna tapi ia tidak pernah peduli dengan itu. Sekarang ia berhadapan dengan gadis itu dan mendapat banyak cerita dari Dara. Kapan mereka bertemu, sedekat apa mereka, dan seperti apa hubungan mereka.

Jihyun merasa aneh berdiri diantara mereka. Terlebih melihat tatapan Thunder yang menatap Hanna. Ia yakin bahwa Thunder terlalu buta untuk melihat tatapan Hanna. Thunder tidak pernah melihat cinta Hanna untuknya dan ia sendiri tidak menyadari bahwa ia juga membutuhkan Hanna disisinya.

“Kau disini?” Thunder menaruh plastik belanjaannya di meja dan menatap Jihyun, “terlalu berbahaya pulanglah.”

“Aku pernah bilang pada Appa jika perkumpulan ini tidak sehat. Kita harus berhenti.” Ucap Jihyun tanpa membalas tatapan Thunder, “Akan ada lagi yang terluka setelah ini, entah aku atau siapapun.”

Thunder mendecak gila saja, dia hampir kehilangan Hanna dan mungkin jihyun. Tidak ia tentu tidak akan membiarkan semua itu terjadi, “Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu.”

“Jika begitu lepaskan aku.”

Thunder menatap lekat Jihyun, “Apa? Kau takut mereka menemukanmu dan membuatmu seperti Hanna? Mereka tidak akan melakukannya padamu. Aku berjanji.”

“Bukan itu yang aku aku takutkan. Tapi aku takut kehilangan dirimu. Bagaimana setelah kita menikah dan kau… kau…” Jihyun meneguk ludahnya lalu menatap langit-langit untuk menahan air matanya.

“Jihyun-ah…”

“Melihatmu mati jauh lebih baik dari pada melihat tatapan perempuan lain yang kehilangan dirimu.”

Thunder menatap Jihyun tidak mengerti

Pada akhirnya hanya ada satu pria dan satu wanita akhir cerita bahagia. Itu adalah kata-kata yang diucapkan Hanna pada Dara Eonni saat melepasmu bersamaku.” Jihyun menatap Thunder tajam, “Kau pikir apa artinya dirimu di matanya. Kenapa dia menyembunyikan penyakitnya darimu. Kenapa? Karena tidak ingin merusak hubungan kita.”

>>deson<<

“Aku akan membalas apa yang telah mereka lakukan padamu.” Thunder menggengam tangan tangan Hanna dengan erat.

Dara menatap adiknya dengan sendu, Thunder akhirnya memutuskan untuk menyetujui operasi pengangkatan tumor di kepala Hanna dengan syarat ia akan pergi membalaskan dendamnya. Ia tidak akan bisa melihat Hanna berjuang melawan kematiannya, pria itu akan membalaskan dendamnya.

“Dendam tidak akan membuat api menjadi sulut.” Ucap Dara pada Thunder

Thunder mengikat tangannya dengan kain, “aku tidak akan membuat api itu sulut tapi aku ingin menyelesaikan apa yang telah aku perbuat dan hidup damai dengan Hanna.”

“Cheondoong-ah…”

“Noona… jaga cintaku.” Thunder menatap Dara kemudian menatap Hanna, “Jika dia mati maka aku juga akan mati, tapi jika dia hidup aku juga akan hidup. Noona aku ingin membalas kebodohanku dengan nyawaku, agar dia tidak perlu menyesal telah terluka karena mencintaiku.”

Dara menatap ke adik satu-satunya. Ia merasa hatinya sangat hancur, tapi ia tidak dapat melakukan apapun untuk mencegah adiknya itu.

TBC

Leave a comment

2 Comments

  1. utit

     /  October 11, 2012

    Huwa…nyonya kim selingkuh
    Uri heenim dikemanain ?

    Cast mblaq,thriller pula.
    Jgn2 abis nonton dramanya G.O bareng yeon hee& si ji sub !

    Suke2 tp msh penasaran ama kelanjutan pandora ?
    *nagih*

    Like

    Reply
    • -deson-

       /  October 12, 2012

      hehee… kan spesial ultahnya Thunder n Seungho hehee… iya aku abis nonton GHOST hihiii ceritanya bikin greget…
      hmm… aku ada ide buat PAndora tapi males ngetik hihiii

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: