We Got Married Spesial Chuseok

We Got Married Spesial Chuseok

Practise Room 9 AM

“Hana, Deul, sset… Hana, Deul, sset…”

Enam orang gadis membelakangi kamera dan menggerakkan tubuhnya sesuai dengan irama yang mereka dengar. Mereka mengadopsi tarian salsa yang dipadukan dengan gerakan tangan yang indah. Gerakan yang mereka lakukan cukup sederhana tapi tidak bisa dilakukan orang yang baru belajar dance.

Apakah pengantin perempuannya salah satu dari mereka?

Kamera berputar dan menghadap keenam gadis cantik itu. Sanni tersenyum ramah sambil terus mengerakan tangannyan. Baby J yang sedang berada di bagian center melambaikan tanggannya. Shinhyo dan Haneul ikut melambaikan tanggannya. Yeonim menatap kamera sesaat kemudian mengedipkan sebelah matanya. Sun yang melihat tingkah konyol Yeonim tertawa sambil terus mengikuti irama musik.

Omona~ jinis, itu grup Geenis.

 Mereka sangat cantik meski tanpa menggunakan make-up.

Keenam gadis itu mengambil dua langkah kedepan, kemudian Sanni dan Yeonim turun kebawah Sementara Haneul memutar badannya kekiri menghadap Sun sedangkan Shinhyo memutar badannya ke kanan menghadap Baby J.

“Selesai.” Ucap pelatih Koreo mereka, “Kalian boleh istirahat.”

Apa mereka sungguh menjadi pengantin perempuannya?

Ne, wae?

Aku berharap aku yang menjadi pengantin laki-lakinya. Hahhaaa

Sanni segera mengambil minum kemudian membagikannya pada member lain yang sudah melingkar sambil regegangkan otot-otot mereka.

Tting ttong…

Keenam member 6-Nies menoleh saat melihat sebuah kotak surat mendekati mereka. Mereka bertukar pandang kemudian mendekati kotak misterius itu.

“Ige mwoya?” ucap Sanni sambil terkekeh.

Shinhyo meraih kotak itu kemudian mengambil kartu yang berada didalamnya dan membacanya, “We got married mission.

“Siapa yang ikut acara itu?” tanya Haneul penasaran.

“Yeonim Eonni.” Seru Baby J sambil menunjuk nama Yeonim didalamnya.

Wah kita mendapatkan Yeonim

Aku tidak bisa percaya ini hiks

“Jinjjayo?” Yeonim mengintip kartu itu tidak percaya. Ia membaca namanya disana kemudian menatap membernya dengan tatapan bingung.

“To: Yeonim.” Shinhyo membacakan kartu itu dengan keras.

Cheoeum mannal unmyeong

Cheoeum geudaeran geol nan aratjyo

Gilgo gin siganeul dolgo dorawa

Urin dasi mannal geojyo

“Yeo~ kata-katanya indah…” ucap Haneul sambil melirik kartu yang ada di tangan Shinhyo, “apa dia pria yang pernah dekat denganmu Eonni?? Dari kata-katanya dia seperti bilang kalau kalian berjodoh.”

“Gyeongbokgung 7AM.” Shinhyo menatap Yeonim, “Eonni kau bisa bangun pagi?”

Wajahnya memerah, kurasa dia menyukai kata-kata kartu itu

Wajah Yeonim memerah, “Ku rasa aku tidak akan tidur malam ini.”

“Andwaeyo… bagaimana jika suamimu kabur saat melihat wajahmu yang seperti zombi?” seru Baby J.

Yeonim terdiam, “Bagaimana aku bisa tidur dengan dada yang berdebar seperti ini.”

Wajahnya sudah seperti kepiting rebus.

Aaa yepeotta

“Siapa yang akan menjadi suami virtualmu?” tanya Haneul diikuti gelengan kepala Yeonim.

“Aku susah untuk dekat dengan seseorang dan terkesan jutek saat pertama kali bertemu.” Yeonim menengelamkan dirinya di lututnya, “Eottokhae???”

“Kau harus menyukainya dulu baru, kau bisa dekat dekatnya.” Seru Baby J.

“Kau menyukai pria seperti apa?” Tanya Shinhyo

Yeonim menggerakan matanya ke kiri dan kekanan, “Hmmm… aku suka pria yang lebih tinggi dariku dan mempunyai mata yang indah. Tidak harus bisa menyanyi tapi bisa memainkan gitar. Terlihat tampan memakai hanbok, humoris dan penyayang…. Hmm…”

“Itu type yang diinginkan oleh gadis-gadis.” Ucap Shinhyo membuat Yeonim menyengirkan gigi putihnya.

“Kalau begitu kau ingin siapa yang menjadi suamimu?” tanya Haneul diikuti senyuman sumringah Yeonim.

“Song Joongki.”

“Andwae…” Seru Shinhyo keras

“Keudae, Jung ilwoo…”

“Andwae…” ucap Haneul keras

“Jang Daehyun.”

“Eonni ingat umurmu.” Seru Baby J

“Eunhyuk, Kyuhyun, Sungmin.” Lanjut Yeonim

“Andwae, andwae, andwae.”

Mereka tidak menyebut namaku, hiks…

Yeonim memang dikenal dekat dengan beberapa aktor…

“Kalau begitu aku harus menikah dengan siapa?”

“Xiah Junsu.” Seru Sun, “bukankah kau menyukainya?”

Yeonim menggangguk, “Aku menyukai Xiah Junsu, ah~ aku menyukai Lee Junki, bagaimana Chansung 2PM, Kim Soo Hyun, Minho oppa, Lee Hyun Woo hmmm…”

“Eonni kau tidak bisa menikahi semuanya.” Seru Baby J diikuti sengiran Yeonim.

“Bagaimana dengan seseorang yang tidak kau sukai?” ucap Shinhyo

Yeonim terdiam, tersenyum bingung, “nan Eotteokhae?”

“Jika kau tidak menyukainya kau harus mengedipkan matamu tiga kali.” Ucap Baby J diikuti tatapan tidak mengerti dari member lain, “Kau akan melakukannya seperti sedang kelilipan, dan setelah tiga kali kau mengedipkan matamu, kau melihat dia dan kau akan menyukainya.”

Yeonim tertawa, “bagaimana jika aku masih tidak menyukainya?”

“Kau lakukan itu lagi.” Ucap Baby J, “Jika masih tidak menyukainya maka kedipkan lagi matamu.”

“Kurasa Suaminya akan berpikir untuk memberikan obat cacing untuk istrinya.” Ucap Shinhyo diikuti gelak tawa member lain.

“Bagaimana jika kau menyukainya?”

“Hmmmm…” Yeonim berpikir, “I Don’t know.” Ucap Yeonim stuck.

“Jika kau menyukainya maka kau akan mengedipkan sebelah matamu padanya.” ucap Haneul.

“Yak!” protes Yeonim tapi tidak direspon oleh member lain.

Apa dia akan benar-benar melakukan hal itu? aigoo aku tidak kuat melihatnya.

>>deson<<

Annyeonghaseyo Geenies, Yeonim imnida^^

Aku merasa canggung dengan orang yang baru bertemu dan terkadang aku menjadi pendiam dan tidak tau harus berbuat apa. Ku harap suamiku nanti orang yang bisa tidak canggung sepertiku. /senyum/

Type idealku?

Aku tidak tau, tapi aku suka pada pria yang bisa membuatku jatuh cinta.

>>deson<<

Istana Gyeongbok 7AM

Yeonim tersenyum saat memasuki Kwon Sung Jeon atau kediaman ratu. Ia merasa seperti ratu-taru jaman Joseon ketika melangkahkan kakinya di istana dengan memakai hanbok.

Dia terlihat cantik mengunakan hanbok.

Siapa pengantin prianya?

Yeonim memandangi dirinya di cermin. Ia menepuk-nepuk pipinya perlahan, ia benar-benar mengantuk karena tidak bisa tidur sementara ia harus bangun pagi-pagi dan pergi ke gyeongbokgung.

Yeonim meniup udara keluar, ia benar-benar deg-degan. Ia mencari posisi menunggu yang enak.

“Apakah aku harus berbaring?” tanya ke kamera, “Ah tapi itu sedikit erotis.”

Yeonim akhirnya memilih untuk duduk sambil menunggu. Ia menatap lurus kedepan seperti drama-drama yang sering ia tonton.

“Hffttt… Apa aku terlihat seperti putri?” tanya langsung tertunduk lemas karena tidak sanggup menahan riasannya, “Aku tidak pernah memerankan peran putri kerajaan. Aku tidak bisa melakukannya.”

Yeonim kembali menegapkan tubuhnya, “Apa suamiku seorang raja?” tanyanya pada cermin, “Aku berharap dia datang dengan memakai hanbok juga.”

Dia mulai terlihat kebosanan

“Kapan dia akan datang? Aku tidak sabar.” Yeonim mengetukan jari-jarinya di meja, “ini bisa membuatku gila.” Bisik Yeonim ikut mengikuti ekspresi Lady Misil

Ah ada yang datang

Siapa itu?

Kreekkk…

Yeonim membulatkan matanya saat seseorang masuk kedalam kamar. Ia ingin menoleh tapi ia tidak ingin menurunkan citra seorang putri yang baru di bangunnya beberapa menit yang lalu itu.

Yeonim tidak kuat menahan tawanya yang menghancurkan image putri yang baru di bangunnya, “Lee Hwon-ssi??” tanyannya saat melihat Kim Soo Hyun duduk dihadapannya, “Keudae, apakah aku Heo Yeonwoo?” tanyanya bodoh.

Dia akan menikah dengan Kim Soohyun? Jinjja?

Soohyun tertawa, “Apakah kau sedang berakting?”

Yeonim merengut kesal ketika melihat Soohyun yang menggunakan Jas bukan hanbok seperti apa yanga ada di dalam bayangannya.

“Suamimu sudah menunggumu.”

Yeonim terbelak, “Neoneun aniya?”

“Dramaku sudah habis dan aku bukan raja lagi.” Ucap Soohyun sambil tertawa, “tapi dia memintaku untuk menjemputmu dan ingin membuat cerita cinta sendiri.”

Ah bukan dia ternyata

Wajah Yeonim memerah saat mendengarkan ucapan Soohyun.

Yeonim mengikuti Soohyun berjalan ke Kang han jeon (kediaman Raja). Wajahnya lurus seperti baru disetrika. Ia lupa untuk memasang tampang ratu yang ia pelajari sebelumnya. Ia terlalu gugup untuk melakukannya.

Wanggi mama jusumida.” Ucap salah satu prajut yang membuat Yeonim kaget mengumumkan kedatangannya.

Bolehku tebak sepertinya, dia seorang aktor.

Soohyun sedikit membungkuk mempersilahkan Yeonim untuk masuk kedalam. Seorang penjaga membukakan pintu untuknya. Membuat Yeonim menghirup udara sebanyak-banyaknya sebelum melangkahkan kakinya ke Kang Han Jeon.

Yeonim melangkahkan kakinya masuk kedalam kediaman raja yang sangat luas. Yeonim dapat melihat seorang pria memakai hanbok membelakanginya. Deratan bangku kosong menjadi penghalang mereka berdua.

Yeonim berjalan perlahan mendekati suami virtualnya. Ketika jaraknya tinggal 1 meter Yeonim berhenti karena pria itu menoleh dan menatapnya.membuat wajahnya memerah. Ia hanya dapat menarik kedua ujung bibirnya, tersenyum simpul karena otaknya sudah mati saking gembiranya.

Ah ommo diaa~

>>deson<<

Annyeonghaseyo Xiah Junsu imnida

Aku salah satu member JYJ yang baru saja menyelesaikan solo concert di berbagai negara. Hmm hehhee… Aku jarang dekat dengan perempuan tapi aku bisa di bilang teman yang menyenangkan. /tertawa/

Type idealku?

Nan molla /tertawa/ aku suka melihat seseorang yang memiliki innerbeauty tidak peduli kata orang dia jelek atau tidak cantik tapi dimataku dia tetap cantik. Aku lebih suka jika dia terlihat seperti Dewi Hera.

Jika aku menyukainya aku akan memberikan dia pin rambut, /munjukin pin rambut warna coklat dengan inisial KJS/

Jika aku tidak menyukainya aku akan memberikan dia topi /nunjukin topi dengan tulisan XIA/

>>deson<<

Junsu mondar-mandir dengan tidak sabar di kursi singgasana sambil menunggu kedatangan istri virtualnya. Sebelumnya ia menelepon Jaejoong dan Yoochun bagaimana sikap seorang raja. Mereka mengatakahan bahwa ia harus tenang dan berwibawa. Satu menit ia duduk di kursi singgasana dengan ekspresi seperti raja tapi menit selanjutnya ia mulai bosan dan melakukan banyak gerakan.

Junsu hendak duduk di kursi singasananya ketika salah satu prajurit berteriak bahwa ratunya telah datang. Ia membeku seketika ditempatnya. Ia bisa merasakan langkah seorang yang tenang dan anggun mendekatinya.

Junsu penasaran dengan istri nya kemudian berbalik. Ia terkejut ketika melihat seorang gadis dengan memakai hanbok berjalan kearahnya. Gadis itu berhenti ketika menatap mata bulatnya. Gadis itu tersenyum simpul hingga membuatnya penasaran. Wajahnya yang bulat terasa datar hingga ia tidak bisa menebak apakah gadis itu menyukainya atau tidak.

Annyeonghaseyo.” Gadis itu membungkuk membuat tatapan Junsu teralihkan

Annyeonghaseyo.” Junsu membalas salam gadis itu sambil menutup wajahnya malu.

Gadis itu mendekati Junsu lalu kembali membungkuk, “Annyeonghaeyo.” Ucap gadis itu terlihat canggung.

“Ah~ annyeong..” Junsu melihat gadis itu melihat gadis itu tampak lucu ketika gugup dan ia juga menjadi gugup seketika, “haseyo.”

Eottoekhae??” gadis itu mengelap keringat dengan punggung tangannya kebiasaan ketika ia gugup, “Annyeonghaseyo, Yeonim imnida.”

Xiah Junsu imnida.” Junsu tertawa melihat keringat bercucuran dari kening Yeonim, “ige…” Junsu menyerahkan sapu tangannya.

Yeonim menerimanya dengan cangung. Ia kemudian membelakangi Junsu lalu mengelap keringat di keningnya.

Junsu memperhatikan tindakan Yeonim yang menurutnya menarik. Gadis itu bertingkah sepetri putri kerajaan, sifatnya yang seperti itu atau dia sedang berakting. Rasa penasaran Junsu semakin meningkat tajam.

“Ini akan ku kembalikan nanti.” Yeonim menaruh sapu tangan Junsu disakunya.

“Tidak usah dikembalikan.” Ucap Junsu membuat Yeonim menggangguk, “belikan yang baru. Eu Kyang kyang~”

“Ne??” Yeonim mengerutkan keningnya, kemudian menyunggingkan senyumnya ketika Junsu mengeluarkan tawa khasnya. Ia terkena jebakan Junsu dan itu terasa sangat menyebalkan. Bagaimana ia bisa dengan mudah dibodohi oleh orang yang baru dikenalnya.

Junsu terkekeh melihat ekspresi-ekspresi Yeonim yang masih cangung dengannya membuatnya lebih bersemangat untuk membuat gadis itu mengeluarkan seluruh ekspresi yang ada dirinya. Ia seperti mendapat mainan baru yang mengasikan, “Aku bercanda.”

Yeonim memutar matanya kemudian menghembuskan nafas lega ketika Junsu tidak melanjutkan kata-katanya. Ia benar-benar malu ketika mengeluarkan ekspresi yang berlebihan ketika Junsu membuat ulah. Ia melirik Junsu yang juga sedang memandang kesekeliling dengan bosan.

“Kau bosan?” tanya Junsu.

Yeonim menatap Junsu sejenak kemudian menggeleng, “Aniyo.” Ia tidak ingin membuat ‘suami’nya berpikir jelek tentang dirinya meskipun ia benar-benar tidak tau harus berbuat apalagi.

“Tapi aku bosan.” Ucap Junsu membuat Yeonim membatu. Sepertinya Junsu benar-benar merasa bosan dengannya. Junsu tertawa renyah ketika melihat eskpresi Yeonim yang menatapnya seperti hantu, “Kita keluar.”

>>deson<<

Aku gugup /senyum/ Aku bahkan tidak bisa berpikir dan keringat dingin terus membanjiri tubuhku. Aku benar-benar tidak percaya diri dihadapannya.

Eomma~ aku tidak tau apa yang harus ku katakan. Aku benar-benar canggung

>>deson<<

Yeopposo…

Dia memang cantik dan terlihat konyol. Dia seperti tidak menyukai bajunya dan terus memandang keluar. Dia seperti tidak menyukaiku.

Aku akan berusaha agar dia menyukaiku.

>>deson<<

“Aku tidak pernah memainkan drama kolosal sebelumnya dan aku tidak begitu suka dengan pelajaran sejarah.” Ucap Yeonim saat mereka berjalan menyebrangi jembatan menuju Hyangwon-jeong. Yeonim melihat guratan kecewa diwajah Junsu dan menyesali perkatannya

“Aku sebenarnya ingin membawamu ke pantai tapi aku tidak tau apa kau menyukai pantai atau tidak jadi aku membawamu kesini.”

“Aku tidak menyukai pantai, aku lebih suka pegunungan.” Yeonim menebus rasa bersalahnya pada Junsu, “tapi aku suka bermain air.”

“Baguslah kalau begitu.”

Yeonim dan Junsu berjalan beriringan dalam diam.

“Bagaimana dengan konser solomu?” tanya Yeonim memecah keninganan.

“Sangat menyenangkan,” ucap Junsu, “berdiri sendiri di atas panggung dan tidak membaginya dengan siapapun. Bagaimana denganmu?”

“Minggu depan kami akan pergi ke Tokyo untuk konser pertama kami.” Ucap Yeonim sambil menggelengkan kepalanya, “Aku tidak tau kenapa aku masih sering demam panggung sampai saat ini.”

“Minggu depan aku ingin akan ke Eropa menyelesaikan tour-ku.” Ucap Junsu terdengar sedih.

“Wae?” tanya Yeonim tidak mengerti.

Junsu hanya menggeleng, “Tidak bukan apa-apa.”

Jeda

Jeda

Jeda

“Aku ingin memberimu semangat. Mungkin kita bisa bertukar pesan.” Junsu menggerakkan tangannya naik turun membuat Yeonim menoleh dan mengerutkan keningnya, “kau bosan?”

Junsu menggelengkan kepalanya perlahan, “Tidak.” Padahal hatinya sangat kebosanan setengah mati, “Aku hanya lupa tidak membawa ponselku.”

Yeonim terkekeh, “Mau balap lari denganku?”

Junsu menoleh pada Yeonim, “dengan menggunakan Hanbok?”

“Wae? Kau takut kalah?” tantang Yeonim. Membuat Junsu mengerucutkan bibirnya, “Yang menang boleh meminta apa saja dari yang kalah dan yang kalah harus mengabulkannya.”

“Oke.” Junsu menggulungkan lengan bajunya, “yang sampai ke Hyangwon-jeong duluan dia yang menang.”

Yeonim menarik roknya, “satu, dua, tiga~~~” Yeonim sudah berlari sebelum menyelesaikan hitungannya. Ia berlari sekuat tenanga namun ketika di tengah tengah ia merasakan tenaganya habis dan keringat mulai bercucuran. Ia memutuskan untuk berjalan.

Junsu mendecak melihat Yeonim semakin jauh tertinggal sementara Hyangwon-Jeong sudah ada didepan matanya. Ia membalik badannya kemudian menghampiri Yeonim. Sambil menyilangkan tangannya di dada, “Kenapa lama sekali?” Ucap Junsu tidak sabaran.

Yeonim menurunkan roknya, “aku tidak bisa berlari.”

Junsu menaikan lengan bajunya kemudian sambil mendecak. Ia meraih kaki dan punggung Yeonim dan membopong Yeonim dengan kedua tangannya menahan gadis itu agar tidak terjatuh.

“Yak!” Yeonim mencoba berontak tapi Junsu malah tertawa, pria itu menggendong Yeonim sambil berjalan menuju Hyangwon-jeong, “bukankah aku berat?”

“Beratmu hanya 39kg?” ucap Junsu tidak percaya saat mendapati berat gadis itu tidak sampai setengahnya dari berat badannya, “Tadinya aku ingin memintamu memakai pakaian ratu tapi kau pasti keberatan dengan rambut yang besar. Aku menjadi tidak sabar karena kau tidak bisa melakukan apapun.”

“Sepertinya kau benar-benar merencanakan ini?” desis Yeonim.

“Hmmm sebenarnya ini ide Jaejoong dan Yoochun juga. Harusnya aku tidak menuruti semua perintahnya. Ahh~ aku tampak seperti orang bodoh.” Junsu menurunkan Yeonim dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia sangat malu karena telah memengang tubuh Yeonim dengan beraninya.

Yeonim merasa kikuk setelah turun dari gendongan Junsu. Ia melihat Hyangwon-jeon ada di depan matanya lalu bergerak perlahan meninggalakan Junsu “Junsu-ssi!”

Junsu menoleh. Ia melihat Yeonim tertawa dengan riang sambil merentangkan kedua tanggannya di depan Hyangwon-Jeon, “Aku pemenangnya.”

“Ya! Ya! Aku yang menggendongmu sampai sini kenapa kau yang jadi pemenangnya. Tidak pemenangnya aku.” Junsu mendorong Yeonim kemudian berpose di pintu.

“Aku yang sampai pintu duluan. Aku pemenangnya. Hahahaa..” Yeonim mendorong Junsu dari tempatnya kemudian tertawa.

>>deson<<

-Makan pertama-

Mereka berdua duduk berhadapan sambil menunggu makan mereka datang. Yeonim memasukan tangannya ke dalam bajunya seperti yang dilakukan oleh putri-putri raja. Sebenarnya ia tidak sadar melakukan itu. Dia menyembunyikan tangannya karena ia gugup.

“Kau tidak menyukai pakaiannya?” tanya Junsu membuat Yeonim menoleh. Gadis itu menggeleng dengan jelas membuat riasaan dikepalanya bergerak.

“Ani… aku menyukainya. Johaeyo.” Yeonim menggangguk tegas.

“Aku yang meminta mereka untuk bertemu disini dan memakai baju seperti ini.” Ucap Junsu menunduk malu, “Haruskan kita melakukan upacara sesuai dengan adat kerajaan?”

“Mwo?” Yeonim membelakan matanya tidak percaya. Ia bahkan lupa jika ia sedang duduk manis mengikuti perannya sebagai putri kerajaan. Yeonim kemudian mengambil alih ekpresinya lalu mengatur nada suaranya kembali, “Kenapa harus diistana Gyeongbok?”

Junsu menatap gadis dihadapannya. Gadis itu tidak pandai menyembunyikan perasaannya tapi dengan sekuat tenaga untuk tetap berlaku sopan dihadapnnya. Ia mengelus dagunya seperti para raja yang sedang menyusun strategi perang, “Hmmm karena kedua temanku pernah berperan sebagai raja dan aku ingin mencobanya sekali saja, Eu Kyang kyang…”

Yeonim menaikkan sebelah alisnya ketika mendengar suara tawa khas Junsu yang menurutnya menyeramkan, “Ku kira orang yang akan menikahiku adalah seorang anak raja. Makanya aku hampir mati senang saat Soohyun Oppa datang ke hadapanku.”

Junsu melirik kearah Yeonim, “Kau dekat dengan Soohyun lagi?”

“Kami pernah menjadi model untuk sebuah merek celana dan sepatu.” Jawab Yeonim seingatnya, “dan drama jika tidak salah sebagai cameo.”

Junsu membulatkan bibirnya, matanya memicing seperti tidak menyukai jawaban Yeonim, ia menghujamkan tatapannya ke meja dan berkata dengan pelan, “Jangan menyebut dia lagi.”

“Mwo?” Yeonim meminta Junsu mengulangi perkataannya tapi pria itu malah mengangkat wajahnya dan tersenyum bodoh. Yeonim mengerutkan keningnya, melihat perubahan wajah Junsu yang dratis. Ia mengerti apa yang diucapkan pria itu barusan, “Waeyo?”

“Karena aku suamimu…” Deg… jantung Yeonim terasa berhenti. Junsu menatapnya dengan serius selama beberapa detik sebelum pria itu mengangkat mulutnya dan mengeluarkan tawa khasnya, “Eung kyang kyang~”

Yeonim mendecak ketika ia menyadari dirinya telah di kerjai dan mendenguskan nafas kesal.

“Heumm…” Junsu mengeluarkan dehaman seorang raja yang dipelajarinya dari Jaejoong dan Yoochun, “karena aku suamimu, itu terdengar aneh.” Junsu menaikan alisnya sebelas bertanya pada dirinya sendiri sementara Yeonim sibuk melihatnya.

“Haruskah kita berbicara dengan nada kerajaan?” tanya Yeonim diikuti tatapan Junsu, “Kita memakai baju kerajaan dan berada dikerajaan. Haruskah kita berbicara dengan formal juga.”

“Wae? Kau tidak menyukainya.”

“Ini mudah jika aku memengang skrip dan berakting di depanmu, tapi ini tidak mudah karena aku ingin dekatmu.” Ucap Yeonim sambil memainkan jarinya dimeja, terlebih karena ia bosan menjadi bulan-bulanan Junsu, “Menikah bukan main-main. Aku ingin berusahaa agar aku terlihat baik dihadapanmu.”

Junsu menatap Yeonim dengan lekat. Ia mengembuskan nafas halus, gadis itu benar, jika menikah mereka harus menjadi diri mereka sendiri, “keudae, apa yang bisa membuat kita lebih dekat. Apa aku harus duduk disebelahmu???”

“Yak!” Yeonim mengembungkan pipinya, ia memegang dadanya berdegup kencang. Ia merilekskan jantungnya kemudian menatap Junsu, “Kita harus membuat nama panggilan? Bagaimana aku memanggilmu? Junsu Oppa? Junsu-ssi? Junsu-nim? Yeobong~” ucap Yeonim merasakan bulu kuduknya merinding, entah karena kata terakhir yang diucapkannya atau karena suara tawa Junsu yang aneh.

“Bagaimana jika pohon kelapa?” ucap Junsu membuat kening Yeonim mengerut, “Aku menyukai pohon kelapa dan aku ingin memanggilmu dengan sebutan pohon kelapa, Eu kyang kyang~”

“Jinjjayo?” Yeonim menatap Junsu dengan tatapan khawatir, khawatir jika pria itu kebanyakan tertawa dan membuat perutnya sakit, “lalu aku memangilmu apa? Pohon palem?”

“Hmmm… apa yang kau suka?”

Yeonim memicingkan matanya, “Aku suka tattoo, anjing kecilku yang paling aku sayangi, dia yang hilang dan ditemukan mati karena tertabrak mobil polisi.” Ucap Yeonim dengan mimik sedih.

Junsu menelan ludahnya sendiri menahan getir tapi matanya menangkap senyuman jahil Yeonim. Ia menarik ujung bibirnya mengakui bahwa gadis dihadapannya bukan hanya bisa dijadikan objek perpeloncooan tapi juga bisa menjadi bumerang baginya.

“Aku sangat suka sapi.” Ucap Yeonim, membuat Junsu menatap lurus kearahnya lagi

“Kau benar menyukai sapi?” tanya Junsu keherananan, biasa perempuan menyukai sesuatu yang imut dan lucu tapi gadis ini menyukai sesuatu yang sangat berbeda.

“Bukan dagingnya, aku suka mengkoleksi benda-benda yang berbentuk sapi atau bergambar sapi. Aku suka pada anime sapi, atau corak hitam putih sapi, benda-benda yang berbentuk sapi.” Ucap Yeonim membuat Junsu menggangguk.

“Oke aku akan memanggilmu kokoneot namu dan kau akan memanggilku So.” Ucap Junsu sambil menahan sedikit geli. Bagaimana ia bisa menyamakan dirinya dengan sapi. Ah~ sangat menyebalkan

So Oppa~” Yeonim mengedipkan sebelah matanya lalu menunduk menyembunyikan wajahnya yang merah.

“Ini tidak aneh lagi bukan?” tanya Junsu membuat Yeonim menggangguk, ia kemudian menarik cengiran besar diwajahnya, “ah~ bagaimana jika aku juga memanggilmu Yeo (seperti) So (sapi)?”

Yeosin mengerutkan keningnya sambil mencerna kata kata Junsu, Yeo So atau dengan kata lain ‘Seperti Sapi’. Ia mendecak kesal saat melihat tawa khas Junsu membahana didalam ruangan. Pria itu sepertinya sangat puas menjahili dirinya.

>>deson<<

Dia mengatakan bahwa dia ingin membuat nyaman hubungan ini dengan blak-blakan tapi tidak terlihat mengemis. Dia terlihat dewasa dan pintar mengutarakannya.

Aku sedikit rileks dan senang mendapat istri sepertinya. Aku membuat dia tertawa agar dia merasa nyaman denganku. Seperti itu berhasil karena dia tidak segugup sebelumnya. Tapi entah kenapa aku yang menjadi gugup hahahaaa…

>>deson<<

Bermacam makanan yang ada di jaman kerajaan sudah tersedia di meja keduanya. Mereka menatapnya dengan antusias dan bersemangat. Yeonim mengambil sumpitnya dan mengambil kimchi dan memakannya dengan lahap, bahkan tatapan Junsu sama sekali tidak dihiraukannya.

“Apa warna favorit mu? Tanya Junsu sambil menyumpitkan nasinya.

Yeonim berpikir sejenak, “hmmm… Merah dan biru.  Wae?”

Junsu menggeleng sambil menyembunyikan senyumnya, “Apa makanan favoritmu?” tanya Junsu lagi.

“Kimchi, dan seafood.” Jawab Yeonim.

“Heumm…” Junsu mengarahkan sumpitnya kearah kimchi lalu memasukannya ke atas sendok Yeonim, “makan yang banyak.”

Yeonim tersipu mendapat perlakuan dari Junsu, “Apa makanan kesukaanmu?”

Junsu melayangkan smiriknya, Yeosin merasakan hal tidak enak ketika melihat cengiran Junsu, “Cari saja di internet, jika ingin tau.” Yeonim mendecak kesal sudah menebak sebelumnya, membuat Junsu menoleh sambil mengeluarkan bunyi tawanya yang khas, “Apa kau ingin tau?”

“Aniyo. Aku tau kau tidak suka makan yang terlalu panas.” Yeonim memperhatikan Junsu yang selalu meniup makanannya sampai dingin baru memakannya.

Junsu melirik sekilas karena kaget. Ia menaruh sumpitnya dan menatap Yeonim, “Jika aku mengatakannya apa kau akan membuatkannya?”

Yeonim menatap Junsu penasaran, “Aku tidak pandai memasak, aku hanya memasak yang layak untuk dimakan saat lapar.”

Junsu terkekeh, “aku lebih suka makanan buatan sendiri.”

“Hmm… bagaimana jika kau membuatkannya untukku.” Yeonim menatap Junsu dengan mata bulatnya, “Aku tidak pandai memasak karena dapur dikuasai oleh Sanni Eonni.”

Junsu membulatkan matanya menyetujui perkataan Yeonim, “Jaejoong juga tidak suka berbagi dapur dengan siapapun.”

“Dan senang membuat makanan yang mereka sukai.” Ucap Yeosin sambil terkekeh.

“Tidak mempedulikan perasaan member lain yang makan.” Junsu mengajak Yeonim ber High-Five ria, “Memangnya kau tidak suka makan apa?”

“Aku suka Seafood tapi Sanni tidak menyukainya, Sun juga.” Ucap Yeonim sambil mengigit ujung sumpitnya, “Keudae, apa yang tidak kau sukai?”

“Aku tidak bisa makan pedas?” ucap Junsu pelan.

Yeonim membelakaan matanya, “Jinjja?? Ya~ mana ada orang tidak suka makan pedas.” Goda Yeonim membuat Junsu menunduk malu.

>>deson<<

 “Siapa type idealmu?” tanya Junsu sambil memainkan makanannya dan membuat suatu prakarya baru daiatas mangkuknya.

“Hmmm… saat ini Lee Joonki.” Ucap Yeonim tidak yakin.

Junsu mengerutkan keningnya, “Saat ini??” Ia baru tau jika ada orang yang mengatakan bahwa ‘saat ini’ type idealnya adalah A dan besok adalah B. sangat tidak konsisten.

“Type idealku sering berubah-ubah. Aku suka pria yang bisa membuat aku jatuh cinta. Aku suka melihat akting Lee Joonki-ssi di drama Arang satto jun jadi aku rasa dia type idealku saat ini. Dia benar-benar membuatku hampir pingsan setiap melihat tatapannya.”

Junsu membulatkan mulutnya tidak percaya. Gadis didepannya memang tidak bisa di prediksi.

“Bagaimana type idealmu? Apa kau masih menyukai Nakami Yuki (Gokusen)?”

Junsu menatap Yeonim, “Bagaimana kau tau?”

“Katamu jika aku ingin tau tentangmu aku harus melihat di internet.” Yeonim mengacungkan ponselnya. Gadis itu sibuk menscarching tentang Junsu ketika pria itu asik memainkan makanannya. Junsu merasa sedikit berdosa karena telah mengacuhkan gadis itu.

“Lihatlah!” Junsu memperlihatkan kasil karyanya pada Yeonim. Sebuah bentuk hati besar berwarna hitam dari kacang polong dengan ukiran J setengah Y di tengahnya, “Eu kyang kyang~” junsu kembali tertawa.

“Oppa ini gambar apa? Kenapa ada ikan ada disini?” Yeonim menunjuk hutruf Y setengah J yang Junsu buat setengah mati.

“Heeuummm…” Junsu melipat tangannya pura-pura marah, Yeonim menghentikan tawanya saat Junsu menatapnya dengan tajam, “Bagaimana jika kita keluar dan menikmati pemandangan disekitar sini?”

Yeonim mengambil suaranya dan menatap Junsu, “Dengan baju seperti ini?”

“Kita berganti pakaian dulu. Aku sudah melihat Nae kokoneot Namu versi 300 tahun yang lalu jadi aku ingin melihat Nae kokoneot Namu versi 300 yang akan datang.” Ucap Junsu sambil terkekeh.

Yeonim merasa tidak terlalu terganggu mendengar suara tawa Junsu, “Dari ucapanmu aku seperti terlihat seperti makhluk purba.”

“Pohon kelapa memang sejenis pohon purba, eung kyang kyang~” Junsu menambah ucapan Yeonim dan tertawa dengan keras, “Kemari, aku ingin mengabadikan moment ini.”

Yeomim bergerak ke arah Junsu dan tersenyum menghadap kamera.

1st Selca

>>deson<<

Junsu memakai kaos putih ngetat dibalut dengan jas berwarna coklat. Ujung poninya dibiarkan keatas membuat wajanya terlihat fress. Ia berdiri sambil menunggu Yeonim berganti baju. Ia agar tidak sabar melihat seperti apa gadis itu.

“Ini pertama kalinya aku menunggu lama untuk seorang wanita.” Ucap Junsu pada kamera, “apakah aku sudah terlihat keren?” Junsu mengehembuskan nafasnya mengusir rasa gugupnya. Ia menaik turunkan tangannya secara beraturan dan kadang-kadang berlari ditempat, atau melakukan hal aneh lainnya.

“Ah igo~” ucap Junsu saat pintu gerbang istana terbuka. Ia tidak bisa menutup mulutnya sat melihat Yeonim keluar dengan mengunakan shortdress putih coklat senada dengan baju yang ia pakai. Gadis itu menutup wajahnya yang tersenyum malu.

Junsu ikut terkekeh menyadari ekspresi wajahnya. Ia mengelap wajahnya yang menghilangkan rona merah diwajanya kemudian mendekati Yeonim. Ia melihat Yeonim dari dekat dan membuat wajahnya semakin memerah.

“Apakah aneh?” tanya Yeonim pada Junsu.

Junsu menggeleng, “Yeppeo.” Membuat rona merah di wajah Yeonim.

“Kita mau kemana?” tanya Yeonim saat Junsu membawanya ke mobilnya.

“Kita akan melihat bunga bungur. Bunga itu sangat indah ketika musim gugur.” Ucap Junsu membuat Yeonim menggeleng, Junsu seperti hidup ratusan tahun yang lalu, meski pakaian sudah berubah tapi ucapannya masih seperti orang dinasti Joseon.

Junsu menoleh pada Yeonim ingin mengaitkan sabuk pengaman gadis itu tapi gadis itu sudah lebih dulu mengaitkan, “oo” Yeonim menyadari gerakan Junsu yang tertahan. Ia kemudian tersenyum melihat tingkah bodoh Junsu.

“Aku ingin mengajakmu main ice skyting tapi itu bukan tempat yang tepat.” Ucap Junsu, “jadi aku akan membawamu ke tempat rahasia.”

Yeonim menggangguk, “kata-kata yang ada di secret mission itu darimu?”

“Ehmm.”

“Kau yang membuatnya?”

“Ani… itu adalah lagu dari albumku yang ditulis oleh saudara laki-lakiku.” Ucap Junsu.

“Saudara kembarmu?”

“Ne?”

“Aku ingin sekali mempunyai anak kembar?” ucap Yeonim membuat Junsu mengerutkan keningnya, “Aku suka anak kecil tapi aku takut melahirkan. Jadi aku ingin melahirkan sekali saja hhiiii.”

Junsu menggeleng, “kau ingin anak laki-laki atau perempuan?”

“Laki-laki atau perempuan sama saja. Kau?”

“Aku ingin punya dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. Kau punya saudara?”

Yeonim menggeleng, “Aku anak tunggal tapi aku dekat dengan kakak sepupu-ku dan sudah menggapnya kakakku sendiri.”

“Jinjja?”

“Hmm…”

“Aku juga dekat dengan saudara laki-lakiku dan kami tidak pernah bertengkar. Aku sering meneleponnya dan membicarakan kaset game terbaru.”

Yeonim tersenyum, “Aku menelepon memberku ketika aku merasa bosan.”

“Kalian jarang bertemu?”

“Ani… kadang kami melakukannya ketika bersebelahan.”

“Ah~ kami juga melakukan hal yang seperti itu dan sangat menyenangkan. Aku berkali-kali melakukan percakapan bodoh di Twitter dengan Jaejoong.”

>>deson<<

Junsu memarkirkan mobilnya di depan sebuah gedung. Ia membuka sitbeltnya dan menyuruh Yeonim turun. Yeonim terpaku melihat gedung itu dua lantai itu. Gedung itu terlihat baru direnovasi dan terlihat seperti restoran yang baru di buka.

“Aku tidak bisa membawa bunga bungur jadi aku membuatkannya untukmu.” Ucap Junsu sambil membungkuk kepada pemilik Toko kemudian berjalan menaiki tangga.

Yeonim terpana ketika melihat pohon imitasi bunga bungur lengkap dengan bunga yang ungunya yang cantik. Di bawah pohon itu ada sebuah grand piano berwarna putih. Junsu memutar piano itu lalu duduk dengan manis. Ia merengangkan jari-jarinya sebelum menyentuh tuts piano.

“Kau ingin mendengar lagu itu kan?” tanya Junsu sambil memainkan nada-nada seperti lagu lagu kolosal, “dengarkan dengan baik.”

따스히 드리운 햇살에 너를 그려본다
Ttaseuhi deuriun haetsare neoreul geuryeobonda
Dalam sinar matahari bersinar hangat, aku menarikmu keluar

스치듯 불어온 바람에 너를 느껴본다
Seuchideut bureoon barame neoreul neukkyeo bonda
Lewat angin yang bertiup, aku merasakanmu

익숙한 향기에 이끌려 난 지금 어디론가
Igsughan hyanggie ikkeullyeo nan jigeum eodironga
Aku pergi ke suatu tempat, yang dipenuhi oleh aroma familiar

바람이 멈춘 그 자리에 그곳에 서 있는
Barami meomchun geu jarie geugose seo itneun
Dan kau berdiri di tempat di mana angin bertiup berhenti

너 처음 만난 그날 운명처럼 그대란 걸난 알았죠
Neo cheoeum mannan geunal Unmyeong cheoreom geudaeran geol Nan aratjyo
Pada hari pertama aku bertemu denganmu, seperti takdir, aku tahu itu kamu

길고 긴시간을 돌고 돌아와 그댈 다시 찾은거죠
gilgo gin Siganeul dolgo dorawa Geudael dasi chajeungeojyo
Aku pergi sekitar dan sekitar untuk waktu yang lama dan menemukanmu lagi

라랄랄라 라라 라랄랄라라라라 라랄랄라
Lalallalla lala lalallalla Lalala lalallalla lalallalla

라랄랄라 라라 라랄랄라라라라 라랄랄라
Lala lalallalla Lalala lalallalla

내 앞에 있는 그대 모습 정말꿈은 아니죠
Nae ape itneun geudae moseub jeongmal Kkumeun anijyo
Ini bukan mimpi, kau beridiri dihadapanku

꽃잎이 비처럼내려와 우릴 감싸 주네요
kkotipi bicheoreom naeryeowa uril gamssa juneyo
Kelopak bunga berjatuhan seperti hujan dan menyelimuti kita

시간이 흘러도 오늘처럼 행복하길 기도하죠
Sigani heulleodo oneul cheoreom haengboghagil gidohajyo
Aku berdoa bahwa jika waktu berlalu, akan selalu bahagia seperti hari ini

먼 훗날 다시 긴 잠이 들 때도 함께 같은 꿈을 꿔요
Meon hutnal dasi gin jami deul ttaedo hamkke gateun kkumeul kkwoyo
Ketika kita jatuh ke dalam tidur nyenyak di masa depan, mari kita bermimpi mimpi yang sama

새들이 잠들고 고요한구름 하늘이 낯설 때도
Saedeuri jamdeulgo goyohan gureum haneuri natseol ttaedo
Burung-burung tertidur dan awan terdiam di langit tampak asing

어둠은 걷히고 태양은또 다시 눈부시게 빛나죠
Eodumeun geodhigo taeyangeun tto dasi nunbusige bitnajyo
Tapi kegelapan ini terangkat dan matahari menyilaukan dan bersinar lagi

처음 만난 그날 운명처럼 그대란 걸 난 알았죠
Cheoeum mannan geunal unmyeong cheoreom geudaeran geol nan aratjyo
Pada hari pertama aku bertemu denganmu, seperti takdir, aku tahu itu kamu

길고 긴 시간을 돌고 돌아와우린 다시 만난 거죠
Gilgo gin siganeul dolgo dorawa urin dasi mannan geojyo
Aku pergi sekitar dan sekitar untuk waktu yang lama dan menemukanmu lagi

Lovely lovely love love lovely lovely love love

Lovely lovely love love lovely lovely love love

오늘도 내일도 행복하길 기도하죠
Oneuldo naeildo haengboghagil gidohajyo
Aku berharap bahwa besok akan bahagia

라랄랄라 라라 라랄랄라 라라라 라랄랄라
Lalallalla lala lalallalla lalala lalallalla

라랄랄라 라라 라랄랄라 라라라 라랄랄라
Lalallalla lala lalallalla lalala lalallalla

Yeonim terpana melihat Junsu dengan suara merdunya. Ia seperti melayang ke tiga ratus tahun yang lalu ketika menemukan cinta sejatinya dan sekarang ia berhadapan kembali dengan pria itu membuat bulu kuduknya merinding membayangkan hal tersebut.

“Otte, o??” tanya Junsu sambil memandang Yeonim

Yeonim mengacungkan dua jempolnya, “daebak.”

Junsu menepuk kursinya menyuruh Yeonim duduk disebelahnya. Yeonim duduk disebelah Junsu dengan canggung. Ia menundukan wajahnya malu.

“Apa kita harus mengumumkan pernikahan kita?” tanya Junsu, “Aku akan memberitahu Jaejoong.” Junsu merogoh kantongnya dan mengeluarkan ponselnya.

Yeonim menandang Junsu dengan cemas, perasaannya menjadi campur aduk tidak menentu. Junsu menyelakan speakernya membuatnya dapat mendengar dengan jelas nada sambung dari telepon Junsu disusul suara berat diujung sana, “Ne?”

“Hyung~ na ya.” Ucap Junsu diselingi oleh cengiran.

Ara~” ucap Jaejoong ketus, “sebaiknya kau meminta nomor teleponnya dari pada berpura-pura meneleponku hahahaa.”

Junsu terperanjat, ia melirik ke arah Yeonim sejenak, “Ya! Hyung~”

“Dia senang ketika tau akan menikah.” Ucap Jaejoong yang ditujukan kepada Yeonim, “kau mungkin akan kerepotan melihat tingkahnya yang tidak mau diam.”

Yeonim memandang Junsu, Junsu menyerahkan ponselnya pada Yeonim, “Annyeonghaseyo~”

Jaejoong terkekeh, “Annyeonghaeseyo.”

“Apakah ini dia?” tanya suara lain diujung telepon, “Ya junsu-ah kau mendapatkan gadis cantik?”

“Yoochun Hyung~ Sudahku bilang istriku cantik.” Teriak Junsu membuat Yeonim tersipu.

Ya… Ee nappeun…” gerutu Jaejoong, “nuguseyo?

“O..” Yeonim membulatkan bibirnya, “Yeonim imnida, Han Yeonim.”

Yeonim?? Jinjja?” ucap Yoochun tidak percaya, “Nyalakan video.

“O??” Yeonim terperanggah ketika melihat dua wajah tidak asing di hadapannya, wajah bulat Yoochun dan lonjong milik Jaejoong.

Junsu mengambil ponselnya sambil memerkan deretan gigi putihnya dengan bodoh.

Yak kami tidak ingin melihat wajahmu.” Ucap Jaejoong membuat Yeonim menahan tawanya.

Yeonim-ssi kau harusnya mendapatkan suami yang lebih baik.

“Yak~” Junsu membagi layar ponselnya dengan Yeonim, “kalian cemburu padaku?”

“Yeonim-ssi jangan sampai kau diduakan dengan pohon kelapa.” Sahut Yoochun.

“Hmmm… harus harus sering bersabar jika bersamanya.” Tambah Jaejoong

Jaejoong dan Yoochun melambaikan tangannya sebelum menutup sambungan teleponnya.

>>deson<<

Awalnya aku takut karena tidak bisa mengambil alih situasi karena aku pikir pasti suamiku adalah raja atau seseorang dengan kepriadian seperti raja atau seorang yang jauh lebih tua dariku tapi setelah bertemu dengannya image raja di kepalaku langsung runtuh, dia seperti anak kecil dan sangat tergila-gila dengan pohon kelapa.

>>deson<<

Dia sangat menyenangkan dan bisa beradaptasi denganku langsung, dia langsung tau apa yang disukaiku dan tidak. Dia terlihat dewasa tapi polos, dia juga terlihat kekanakan tapi bicaranya dewasa. Ah~ entahlah kurasa aku menyukainya.

>>deson<<

“Aku ingin memberimu ini.” Junsu menyerahkan sebuah pin rambut pada Yeonim.

“Ah~ kyeopta.” Yeonim menerimanya dengan senang hati.

Junsu menatap Yeonim. Yeonim balas menatap Junsu. Keduanya kemudian tertawa.

“Aku tidak bisa bersikap romantis.” Ucap Junsu malu-malu.

“Jangan lakukan hal itu.” ucap Yeonim

“Wae?” tanya Junsu dengan kening berkerut, ia kemudian menyelepikan anak rambut Yeonim yang menghalangi wajah gadis itu ke telinganya. Junsu langsung mengerti ketika melihat wajah Yeonim yang memerah, “kau malu Eung kyang kyang~”

Yeonim melirik tajam pada Junsu, ia mengeluarkan tatapan membunuhnya. Ia kemudian mendengus frustasi ketika melihat tampang Junsu yang begitu senang. Ia menepuk dadanya perlahan.

Ia kemudian mengambil ponselnya, “Aku akan menelepon oppaku.”

“Siapa?”

“Sean Oppa.”

Yeonim menunggu teleponnya tersambung, Junsu menatapnya penuh tanya, “Jinu Sean.”

Yeonim menggangguk tapi teleponnya sedang tidak aktif. Yeonim menghembuskan nafas panjang kemudian mengetikan nomor lain, “Aku akan menghubungi Teddy Oppa.”

Junsu menaikan alisnya sambil mengagguk.

Ne?

“Oppa aku menikah.” Ucap Yeonim begitu tersambung.

“Aku mendapatkan daesang award kkkk”

“Aku serius.” Ucap Yeonim saat mendengar kekehan Teddy

Kau mau pamer? Ajaklah suamimu kesini nanti, kau harus meneraktirku.” Ucap Teddy dengan santai.

Yeonim mengerutkan keningnya, “Kau tidak ingin mengatakan petuah apa-apa pada kami?” tanyanya polos membuat Junsu menutup mulutnya menahan tawa.

Junsu kemudian mengambil ponsel Yeonim, “Hyung aku akan menjaga Yeonim dengan sebaik-baiknya.”

Mengurus Yeonim itu sangat mudah, berikan dia nasi saat lapar dan berikan bantal saat dia mengantuk, dia bisa makan dan tidur dimanapun.”

Yeonim menyembunyikan wajahnya sedangkan Junsu mengulum senyumnya, “Ne Hyung aku akan ingat kata-katamu.”

Yak Han Yeosin… kau tidak boleh membuat kabur suamimu dengan sifat kenanakanmu.” Ucap Teddy sebelum menutup teleponnya.

Junsu mengetikan sesuatu ketika teddy menutup teleponnya, “ini dia, pangeran tampan memanggil putri cantik.” Junsu kemudian mengambil ponselnya yang berdering.

“Jika kau memerlukanku kau tinggal memencetnya, aku akan segera ada.” Ucap Junsu sambil menyerahkan ponsel Yeonim.

>>deson<<

Junsu mengantar Yeonim kedepan restoran. Mereka melihat member 6-Nies sudah menunggu di fan mereka sambil melambaikan tangan pada Junsu dan Yeonim.

“Senang sekali bisa bertemu denganmu hari ini.” Ucap Junsu

Yeonim mengangguk, “Jika aku tidak punya jadwal lain aku pasti akan menemanimu lebih lama lagi.”

Junsu menggagguk.

“Bisa kau tutup matamu sebentar?” pinta Yeonim, Junsu menatapnya heran kemudian menurut, “buka matamu.”

Junsu membuka matanya dan melihat Yeonim mengulung rambutnya dan memperlihatkan leher jenjangnya.

“Sampai jumpa lagi.” Yeonim melambai sambil melanghkan menjauhi Junsu.

Junsu melihat Yeonim bergerak membelakanginya ia menatap rambut Yeonim yang di gelung dan ditusuk oleh pin rambutnya. Ia tersenyum senang saat melihat gadis itu memakai barang pemberiannya.

“Yeo so-ah” teriak Junsu membuat Yeonim berbalik.

Yeonim berbalik dan melihat Junsu membuat tanda Love yang besar padanya. Ia tersenyum kemudian melambai dan kembali ke pada membernya.

Finn~

We Got Married spesial Chuseok… tapi chuseoknya udah lewat kkkk… berhubung Junsu n Yeonimnya sibuk dengan album n grup masing2 jadi mereka ga bakal nongol lagi d WGM kkkk… 

alasan lainnya Authornya bisa gila klo nulis semua karakter gila junsu yang doyan ma pohon kelapa dan keanehan lainnya kkkkk

Around and around Lyric:

Translation Credits: pop!gasa

Romanizations by: kpoplyrics.net

Indonesia translet by: Deson

Next Post
Leave a comment

10 Comments

  1. kurang panjanggggggggggg ahahahahah..
    seru..kakak suka..
    imagenya junsu dapet bgt..
    kakak ampe ngakak di kantor, untung ga ditegor hahahaha

    dew, itu lagu pas konser kmrn kakak nangis dengernya…mana muka junsu minta dipeluk huhuhuhu….makin kenceng nangisnya hahahahah..

    hayooo…WGMnya dilanjut lagi hahahaha

    Like

    Reply
    • huffttt… aku bisa gila klo nulis kayak gini terus kak, bener2 menguras energi kkkk…
      itu junsu ga pernah kehabisan ide buat ngelawak aku jadi cape sendiri hhh
      aku juga ga sengaja dapet lgu itu, awalnya gara2 lyricnya yg bagus eh pas diliat yg nyanyi junsu hehehee… pas banget kan😀

      Like

      Reply
  2. llynSQ

     /  October 26, 2012

    ige mwoya? kkkkkk.. hhahahahhaaaa..
    jadi juga di bikin ni cerita?
    hhahahahaa, sumpah ngbcanya ngakak guling2..
    ampe2 mbak kosan gw kaget ngliatin nya.. hhhihhiihhiii..
    Junsu GILA!!! *no coment*
    hhahahahahahahhaaa^^

    Like

    Reply
    • Jauh2 dateng ke sini cuma buat nulis no comment ckckckkkkk…
      klo katamu junsu itu gila, kata temen kosan u, u yg gila hhhhhhh ^^v

      Like

      Reply
  3. ANDWAEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE….
    JUNSUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU~~~~~~~~~~ /slow motion-adegan lari dan berusaha menggapai junsu/ xD
    andwae andwae~

    envy envy envy envy
    jyunsyu juga idola akoh~ selain joongki.
    tampaknya hyo mau buat perhitungan sama PDnya xD

    ampun deh junsu -_____-
    membayangkan apa jadinya yeo kalo ketemu lgsg ama jj plus uchun .__.

    Like

    Reply
  4. Hoahhh. . .
    Ini keren + kocak + so sweet pkoknya smuanya deh eon
    ff ini sukses bkin aku ngakak kayak orang gila sndrian di kamar
    mpe kakakku yg diluar blg aku uda gila
    hahahaha
    gk bsa ngebayangin klo junsu iktan WGM bnran
    ini bnran gk bkal dilnjtin lgi eon? Pdhl seru loh
    hehehe

    Like

    Reply
    • Tergantung… klo ratingnya (?) bagus, banyak yg suka dan ada ide buat nulis aku lanjut…
      tapi berhubung Junsu itu abstrak banget orangnya… aku butuh waktu n kesabaran buat ngayalin junsu heheheee

      Like

      Reply
  5. sielfighter

     /  December 21, 2012

    Eu Kyang-Kyang….😀 hhh
    astaga,,..!!! hey pohon kelapa… bikin gemess.s…🙂
    lanjuttt…!!! *kissue

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: