Hasta La Vista, Baby

Hasta La Vista, Baby

 

“Jika mencintaimu adalah kesalahan maka biarlah aku mengulangi kesalahan itu lagi.-NN-”

 

Putih.

Kemudian HITAM…

Putih. Hitam. Putih. Hitam.

Jika kedua warna itu dihadapkan padamu mana yang akan kau pilih?

Putih?

Hitam?

Putih melambangkan kemurnian dan kepolosan, memberikan perlindungan, ketentraman, kenyamanan dan memudahkan refleksi. Namun terlalu banyak warna putih bisa menimbulkan perasaan dingin, steril, kaku dan terisolir.

Hitam adalah warna yang kuat dan penuh percaya diri, penuh perlindungan, maskulin, elegan, dramatis, dan misterius. Tapi hitam juga merupakan warna lambang duka dan dapat menimbulkan perasaan tertekan.

Mana yang akan kupilih? Ketika kedua warna itu datang silih bergantian.

Perasaan dingin,  kaku, dan terisolir lalu menjadi sebuah duka yang mendalam dan melahirkan perasaan tertekan.

Aku tidak dapat merasakan hal apapun kecuali dua warna itu.

>>deson<<

Putih

“Mianhae… aku terlambat membuat sarapan. Aku merasa tidak enak badan tadi pagi jadi tidak bisa membuat makanan lain. Kau tidak keberatan bukan? A~ kau pasti akan terlambat masuk kerja apa kau ingin dibuatkan sesuatu? Atau kau ingin dibuatkan bekal? Kau bisa memakannya di mobil atau di kantor. Kalau tidak bisa kau bisa memakannya di jam makan siang. Jangan terlamat makan nanti kau bisa sakit. Sekarang kau bangun dulu dan aku akan siapkan bekal untukmu.”

Aku mencium bau strawberi dihidungku. Gesekan kulit halus di permukaan wajahku. Aku tau dia sedang membangunkanku dengan cara yang sangat halus. Tapi ini membuatku tambah mengantuk.

“Bagunlah… aku tidak ingin kau terlambat.”

Suara yang halus berhasil membuatku membuka mata.

Cup…

Sebuah sentuhan ringan mendarat di bbirku, tidak perlu membuka mata aku tau bahwa bibir mungilnya yang melakukannya. Tangannya kemudian menyentuh tanganku kemudian menuntunku ke kamar mandi.

Aku tidak terlalu betah mandi berlama-lama. Aku melakukan apapun dengan cepat kemudian keluar dengan menggunakan handuk.

“Aku baru membelikanmu dasi.” Ucapnya ketika aku keluar dari kamar mandi, “bagaimana kau suka. Aku bosan melihatmu memakai warna yang tua. Aku ingin kau memakai warna yang cerah. Kata orang-orang memakai warna cerah akan membuat harimu cerah.”

“Aku memilih warna merah karena itu merupakan warna cinta. Aku ingin kau selalu ingat bahwa aku selalu mencintaimu.”

Aku menatap langit-langit saat dia memasangkan dasi di leherku. Aku tidak bisa menahan godaan mencium aromanya atau aku mencoba untuk mengalihkan pikiranku dari dirinya. Aku tau semua ini tidak benar. Sampai kapan aku akan memperlakukannya dingin seperti ini.

Aku melakukan apa yang seharusnya. Tapi tidak dengan hatiku. Aku tidak tau kenapa hatiku sangat keras, bahkan tidak bisa lunak padanya. aku bahkan terlihat seperti boneka tali dihadapannya.

“Apa kau sibuk hari ini?” dia menepuk bahuku.

“wae?”

Dia menggulum senyumnya wajahnya sedikit merona, “Aku ingin makan siang denganmu. Sudah lama sekali kita tidak keluar bersama. Tiba-tiba saja aku ingin makan seafood kimchi di dekat kantormu. Apa kau tidak keberatan.”

“Heum” Ucapku singkat.

Dia tersenyum meski hanya mendengar satu kata dariku. Wajahnya semakin memerah dan bersemu. Matanya berkilatan senang. Aku tidak tau kenapa satu kata yang tidak jelas maksudnya itu bisa membuat dirinya begitu bahagia. Dia yang terlalu mengerti aku atau dia memang selalu begitu.

>>deson<<

Hitam

Awan kelabu tidak henti untuk datang padaku. Hanya awan hitam jelek yang membuat kelam seluruh pojok pengelihatanku. Awan itu tidak akan terlihat dimata siapapun kecuali aku. karena awan itu adalah perasaanku, yang penuh dengan duka dan tidak tau bagaimana cara menurunkan hujan. Seperti aku yang tidak bisa menangis. Seperti aku yang pertama kali melihat warna hitam menyelimuti hidupku.

Semuanya begitu jelas di kedua mataku, meski kabut hitam itu menyelimutiku. Aku melihatnya tersenyum di ujung jalan sambil melambai padaku. Senyum yang sama dengan kedua lesung pipi dan mata bulatnya yang bercahaya, seolah seluruh wajahnya ikut tersenyum. Senyum yang selalu dia berikan padaku, yang sangat biasa dimataku.

Ia terus melambaikan tangannya padaku. Raut wajahnya berubah, merengek meminta aku membalas lambaian tangannya. Tapi tanganku tidak bergerak, aku ingin menatapnya dari sini. Memandang wajah cantiknya, terus dan terus.

Senyum diwajahnya berganti dengan kerutan. Ia menurunkan tangannya dan mengepalkannya di bawah. Ia menarik kakinya berjalan kearahku. Ujung rambutnya berayun perlahan di bahunya, Aku bisa merasakan aroma strawberri di ujung rambutnya yang menggelitik hidungku. Aku tidak tau kenapa dia begitu mendominasi kepalaku.

Dia sempurna dan aku baru menyadarinya.

Mata kecoklatannya semakin terlihat jelas memancarkan pesona keanggunan. Menatap mataku dengan ketegasaan. Ada kesan manja sekilas tapi justru mengesankan bahwa dia seorang gadis dewasa yang membutuhkan kasihsayang. Dia terus menatapku hingga aku terus membalas tatapannya dengan tatap biasa. Tatapan biasa yang kuberikan padanya. Tatapan lurus. Tatapan tanpa arti. Kurasa itu bukan tatapan tanpa arti lagi, tapi tatapan terpukau, hingga tidak tau bagaimana cara membalas tatapan cantiknya itu.

Dia melangkahkan kakinya diatas zebracross tapi ia berjalan seolah sedang memimpin parade busana diatas catwalk. Dibelakangnya puluhan orang ikut menyebrang. Tapi bagi kedua mataku mereka hanya silulet kecil yang mempercantik bidadariku.

Aku tidak tau apa yang membuat diriku menarik kedua ujung bibirku. Membuanya seperti tersenyum. Mungkin karena efek tidak terduga dari jantungku yang berdetak diatas normal, sehingga membuat pikiranku berkerja di luar kendaliku. Ah~ kurasa karena gadis itu berjalan semakin mendekat denganku dan membuat sensasi aneh di atas perutku dan menjadikan seluruh organku tidak terkendali.

Aku masih terdiam diposisiku menyambut dia. Dia melangkahkan kakinya dengan riang ketika ia menoleh ke kiri secara tiba-tiba. Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya, tapi telingaku masih bisa menangkap apa yang terjadi.

“AWAS ADA MOBIL!!”

Aku melihat tubuhnya yang mungil terpental beberapa meter. Dia tersungkur diatas aspal dan perlahan warna merah keluar dari setiap ujung nadinya. Dia mencoba mengangkat tangannya tapi sial seluruh tubuhku membeku. Bahkan air matapun tidak mencair.

>>deson<<

Putih

Aku terbangun karena sorot sinar mentari yang menusuk kedua mataku. Aku mendengus kesal lalu membalikan tubuhku kearah lain, menyelimuti seluruh tubuhku dengan selimut dan kembali tertidur. Aku benar-benar butuh tidur.

Sifat workaholic-ku membuatku memilih untuk menyelesaikan pekerjaanku daripada tertidur. Jadi aku paling tidak suka ada orang yang membangunkanku pagi-pagi buta dan menyuruhku mandi lalu sarapan. Aku lebih suka bangun lalu mandi setelah itu berangkat kerja. Aku hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk semua itu jadi aku tidak perlu bangun pagi-pagi buta dan melakukan hal yang tidak berguna.

니가 마지막 사랑이니까
niga majimak saranginikka
다신 못 만날 사랑 바로 너니까
dasin mot mannal sarang baro neonikka
나를 완성할 사람 평생 함께할 그 사람
nareul wanseonghal saram pyeongsaeng hamkkehal geu saram
내 아픔 모두 감싸줄 그 사람
nae apeum modu gamssajul geu saram

Karena kau adalah cinta terakhirku
Karena kau adalah cinta yang tidak pernah akan aku temui lagi
Kau yang akan menyempurnakanmu dan akan bersamaku selamanya
Kau adalah orang yang akan menyembuhkan semua lukaku

(Because It’s You by LeeHyun)

Aku menggeram, “Ya! Kenapa kau membangunkanku pagi-pagi begini. Sudahku bilang aku tidak suka bagun terlalu pagi. Aku baru saja tertidur dan kau malah membagunkanku. Apa kau tidak suka melihatku beristirahat sejenak, huh?’”

Tidak ada jawaban.

Aku membuka mataku, memaksa melihat sekeliling, mencari seseorang yang sudah mengusik kedamaianku.

Tirai masih tertutup dengan rapih. Cahaya matahari masuk melalui celah tirai dan ventilasi. Aku melirik jam dan ternyata hari sudah siang, matahari sudah hampir menempati singgasananya dan alarm ponselku sudah berteria-teriak. Tak ada seorang pun yang membuka tirai dan memaksaku membuka mata. Tidak ada teriakan seseorang yang menyuruhku bangun. Hanya waktu yang menyadarkanku bahwa aku sudah terlambat.

Aku menyeret kakiku ke kamar mandi. Aroma strawberi mengusik hidungku. Awalnya aku risih dengan aroma itu tapi lama kelamaan aku terbiasa menhirup aroma itu. Aroma itu sedikit pudar baunya tidak pekat dan terasa hambar.

Setelah selesai mandi aku mencari bajuku. Biasanya baju itu sudah tersedia di atas ranjang dan aku tinggal memakainya. Sekarang aku mencarinya di Walking Closet memakainya sendiri.

“Seharusnya kau memintaku untuk memasangkannya. Kau tidak perlu sungkan. Dengan senang hati aku akan memasangkannya padamu.”

Aku menggangkat kepalaku menatap langit-langit. Bukan untuk menghidari aromanya yang menggoda tapi untuk menahan air mataku agar tidak keluar. Betapa munafiknya aku saat dia ada dan aku mengacuhkannya dan ketika dia tidak ada dihadapanku aku malah mencarinya. Aku bahkan tidak bisa membiarkan dia melihat air mataku yang menetes.

“Oppa!”

Aku mengelap kedua sudut mataku.

“Sampai kapan Oppa akan seperti itu. Eomma dan Appa sudah menunggu. Kau tidak ingin terlambat ke upacara peringatan mendiang istrimu bukan?”

Aku menarik dasiku sampai ujung, mengambil jas hitamku kemudian mengikuti adik perempuanku turun ke bawah.

>>deson<<

Hitam

“Sudah satu tahun berlalu, tapi kami merasa baru kehilanganmu. Kau menantu yang baik, cantik dan benar-benar sempurna.” Appa mengangkat gelas araknya kemudian meminumnya diikuti dengan Eomma.

Upacara peringatan ini sangat membosankan mereka terus berbicara padanya seolah dia ada disini dan mendengarkan. Jika dia disini dia pasti akan memperhatikan aku, mendengarkan aku dan tersenyum padaku.

Haruskah ku teteskan air mata ini?

Ketika dia hilang dari pandanganku dan aku masih terdiam disudut hatiku yang beku. Tidak pernah membicarakan, tidak pernah bergerak menemuinya tapi disetiap ichi otakku, aku mengumamkan namanya. Merasakan kehadirannya. Menginginkan dia kembali.

Apa itu rindu?

Apa itu cinta?

Apakah harus merasakan rindu dulu baru bisa merasakan cinta?

Kenapa dia tidak tersenyum lagi dihadapanku?

Aku membaringkan tubuhku di kasur setelah upacara selesai. Rasa lelah menyelimuti diriku, enah apa yang rasakan tapi aku masih menggangap dia ada. Itu yang menghantui hidupku sampai saat ini. Aku masih bisa merasakan aromanya. Aku masih bisa melihat senyumnya meski hanya dalam otakku. Aku merasa dia masih hidup.

“oppa apa kau ingin aku pijat?”

Aku membuka mataku. Ingatanku kembali ke satu setengah tahun lalu. Dimana aku menjatuhkan tubuhku ke kasur setelah pesta resepsi. Dia menghampiriku dan memijit kakiku. Dia bahkan belum melepas gaun pengantinnya.

“Aku tau pernikahan ini karena perjodohan orang tua kita. Tapi Oppa bisakah kau mencintaiku. Aku akan berusaha membuatmu mencintaiku. Tapi jika kau tidak bisa mencintaiku aku rela meninggalkanmu.”

Aku tertegun. Entah kenapa ingatan itu merasuk kedalam otakku.

Aku menatap foto pernikahan kami dan melihat dia tersenyum dengan manisnya, “Apa yang ingin kau katakan?”

Dia tidak menjawab.

Tiba-tiba mataku tertuju pada tasnya yang tergelatak diatas meja rias. Aku menghampirinya dan menyentuhnya perlahan. Tas hijau itu adalah tas kesukaannya. Dia bilang tas itu tas spesial karena aku yang membelikannya.

Aku membuka tas itu perlahan dan mengambil ponselnya. Aku melihat banyak fotoku yang diambil selagi tidur dan selagi aku fokus berkerja. Mataku tertuju pada folder download. Aku membukanya dan aku tersentak ketika melihat foto hasil USG. Namanya tertera di atas foto itu.

Aku merasakan pipiku basah. Dadaku sesak dengan penyesalan. Apa yang telah kuperbuat selama ini. Bahkan air mataku terlambat menyadarinya. Ia bahkan sudah bahagia disana dan aku tidak bisa meraih kebahagiaan untuknya.

>>deson<<

Bukan dia yang tidak memberikan warna dalam hidupku tapi aku yang memutuskan untuk tidak memakai warna apapun. Aku memilih untuk mewarnai hidupku dengan warna hitam.

Warna hitam yang berarti nol. Aku akan mengulangnya dari awal. Aku tidak ingin menyesal dan kembali memberikan rasa sakit. Aku membuat hitamku sendiri, membiarkan orang menilai berapa diriku sendiri.

Hingga nanti aku menemukan seseorang dihatiku, yang nyaman untuk diriku sendiri dan aku akan memberikan seluruh warna putih dalam hidupku. Dia bebas memberikan warna diatas warna putihku.

“Hingga aku menemukan seseorang seperti itu, maukah kau mengisi hidupku sebentar saja?”

Tamat

Previous Post
Leave a comment

13 Comments

  1. Ah. . Sedih. . .
    Tp aku ska bget sma kta” eonnie
    yg memilih wrna bwt hdup kita ya kita sndri bkan org laen
    dpat 1 pljran baru stlah bca ff ini
    hehehehe

    Like

    Reply
  2. blacktrone

     /  November 1, 2012

    suki.. suki.. suki.. ya~
    knp aku mrasa awalnya ga dong ya *getokpala
    pas mulai dong, napa malah mati cewnya, hadeuuhh…
    tapi, aku suka crita yg sedih begini, ga bahagia~ hohoho
    trus itu maksud kalimat terakhir apa, kak? udah nemu penggantinya? aduh semakin hadeuh nih
    nyesel ya? harusnya nyesel tu di depan bukan di belakang, ya
    sekarang dapet satu pelajaran ttg warna, padahal kmrin dijelasin dosen ttg warna yg mengandung arti penyakit ato masalah #ganyambung
    *udah panjang blom komennya, lirik, ternyata blum ==’*
    haha, tapi udahan ah
    aku kesini cuma mo nyapa kakak tersayang *muntahajakak*
    MALAM KAK, ogenki desuka? oyasuminasai (?)
    NB. arti judulnya apa? hohoho…

    Like

    Reply
    • Hasta La Vista itu artinya selamat tinggal… jadi ini cerita tentang cowok yang datar, hidupnya tuh lempeng aja… dia itu terkesan pasrah sama keadaan… dijodohin ma orang tua, dia terima aja, pas istrinya meninggal dia juga nerima aja… pas satu tahun istrinya meninggal dia baru ngerasa kehilangan, dia masih ngerasa istrinya masih hidup… pas dia inget2, dia tuh ternyata jahat banget udah ngenyia-nyiain istrinya… jadi pas kata terakhirnya itu dia berjanji sama dirinya sendiri buat ngewarnai hidupnya, kalo dia udh nemu orang yang nyaman dihatinya, selama dia belum nemu, dia bakal cinta sama mendiang istrinya aja… begitu ceritanya hehehee

      Like

      Reply
      • blacktrone

         /  November 2, 2012

        owh, miris banget
        hahaha… aku bisa bayangin ekspresi cownya
        makasih kak udah jelasin, akhir2 ini otakku ga bisa jalan lancar

        Like

        Reply
  3. TactorKim!

     /  November 2, 2012

    weits!! aku cuka nih cerita gini, ‘tanpa ada nama pemain’, tanpa cast ~ membuat kita bebas nentuin siyapa yg jadi castnya untuk ngebayangin.. dan aku ngebayangin itu aku dan heenim!! /PLAK / /ga ada yang nanya kiiimmm!!/ 😄

    aku udeh duga tuh yeoja lagi hamil, abis tiba2 dia pengen makan sesuatu, kaya orang ngidam~ /berasa jadi dukun beranak yg lagi menganalisis/ xD

    aku jga pernah bikin cersapen (cerita sangat pendek =.=) yg kaya gini, tanpa ada cast, dan lumayan🙂 lumayan susah T-T
    salut sama teteh jadinya!! keren, aku suka teh~ like it! /lempar jempol heebum/😀

    Like

    Reply
    • aku malah ngebayangin kyuhyun hahaaaa…
      justru hal yang membuat aku tersiksa adalah memikirkan nama tokoh kkkk
      heebum punya jempol? sejakkapan? hhhhh

      Like

      Reply
  4. kakak baru ngeh ama FF ini wakakakakakak…

    suka critanya.. salah satu sad ending yg kaka suka hahahaha..
    seing2 ya bikin sad ending hihihihi

    Like

    Reply
  5. Nia_kyueun

     /  November 15, 2012

    Ah sdih bgd onn. tpi aku suka, soal’a kalo sad ending itu lbih brkesan #apaan dh! Hehe
    ah ff daebak bgd onn, bingung mau comen apaan lgi
    oh iya lasta la vista itu bhs apa onn? Prancis?

    Like

    Reply
    • Hasta La Vista… bahasa apa ya?? saya juga ga tau… saya dapet abis nonton film trus ada kata2 itu dan artinya selamat tinggal hehheee

      Like

      Reply
  6. ceritanya bagus banget ini.. yuki aja ampe nangis bawang bacanya😀 tadinya nggak tau arti judul hasta la vista, tapi setelah melihat komentarnyaa, ternyata selamat tingggaaall… hueeee😦

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: