CoffeeMilk: Berubah – Tidak Berubah

Yeosin-Heechul

Yeosin-Heechul

“Hmmm…” Yeosin menjawab pertanyaan pria yang sedang memandangnya itu dengan sebuah gumaman kecil.

Mendengar jawaban Yeosin, sinar mata pria itu menjadi pudar. Bukannya Yeosin tidak menyadarinya tapi ia sudah hapal. Pria itu hanya bicara bahwa ia akan menutup akun pribadinya. Ia berkata bahwa sesaeng fans menyebalkan, bahwa ia tidak ingin kehidupan pribadinya terusik dan banyak sekali spam tidak berguna. Ia sudah mengatakan seribu kali bahwa ia tidak akan membuat media sosial baru, tapi… dia membuka lagi karena penasaran dan setelah bosan ia akan berkata akan menutupnya.

“Kau tidak mendengarku?” Pria itu memiringkan sedikit kepalanya agar bisa menatap wajah Yeosin. Yeosin mendorong wajah pria itu karena menghalangi pandangannya yang sedang fokus. Melihat dirinya diduakan oleh dua porsi nasi goreng, pria itu mendengus kesal, “Aku tidak ingin makan nasi goreng.”

Mendengar pernyataan pria itu, Yeosin langsung membanting spatula yang dia penggang dengan keras lalu mematikan kompor, “Tidak usah makan jika tidak mau.” ia lalu menuangkan nasi goreng itu kedalam sebuah piring dan membawanya ke meja makan.

“Ya!–“

“Kim Heechul-ssi.” Yeosin memotong ucapan pria itu dengan cepat. “Jika kau ingin menutupnya, tutup. Jika kau ingin membuka, buka.”

Heechul menatap gadis itu dengan tatapan dinginnya. Ia tidak percaya bahwa, ia dikalahkan oleh nasi goreng. Ia tidak bisa percaya bahwa gadis itu lebih memilih menghabiskan dua porsi nasi goreng daripada berbagi dengannya.

“Kau berubah Han Yeosin.”

“Tentu saja aku berubah. Aku masih tumbuh meski tidak secepat masa pertumbuhan.”

“Apa hanya perasaanku saja atau kau telah menyukai hal lain?”

“Hal lain?” Yeosin menyuapkan sendok demi sendok kedalam mulutnya. Ia kesal setengah mati karena Heechul membangunkannya pagi-pagi buta hanya meminta makan tapi setelah gadis itu memaksa kan diri memasak, tanpa mengeluh dan dengan sepenuh cinta, pria tiba-tiba pria itu mengatakan tidak ingin makan. Seketika saja, gadis itu ingin menerkam Heechul yang berdiri di hadapannya, tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa sebagai gantinya ia melahap semua nasi itu dengan perasaan kesal dan menjawab pertanyaan Heechul dengan seadanya.

Wae?? tanya Heechul dalam hati, ia pikir bahwa semakin hari hubungannya dengan gadis itu semakin baik. Meskipun mereka masih tidak bisa berjalan keluar berdua dengan bebas toh keduanya memang lebih senang menghabiskan waktu mereka di rumah dengan mengobrol, menceritakan apapun, merencanakan sesuatu, atau membersihkan rumah. Apa karena dia sekarang sudah kembali bersama Super Junior dan kembali sibuk maka gadis itu kembali menjadi gadis yang sangat menyebalkan.

Sangat sensitif, tukang marah-marah, tukang mengancam, cengeng dan sinis.

Heechul melipatkan kedua tangannya dan memandang gadis itu dari dapur. Gadis itu melahap semua nasinya padahal tadi dia berkata bahwa dia tidak lapar sama sekali, “Kau seperti kuda yang lepas dari kekakangan.”

Yeosin menaruh sendoknya dan membalas tatapan Heechul, “Kau ingin memulai pertengkaran sepagi ini, huh?”

“Kau yang memulainya.” jawab Heechul cepat. Ia tidak tahu kenapa gadis itu begitu sensitif hari ini.

“Kau membangunkan aku…” Yeosin mengambil sendoknya dan mengarahkannya kepada Heechul, “Bahkan sebelum ayam berkokok hanya untuk memulai perkelahian.”

“Ya Han Yeosin!”

“Ya? Han Yeosin?” Yeosin mengulangi seruang Heechul dengan nada tanya. Ini pertama kalinya Heechul menyebutnya demikian ketika marah. Setidaknya beberapa tahun belakangan.

“Aku sangat lelah. Kau tahu itu. Bagaimana aku bisa memulai pertengkaran denganmu.”

“Kita sudah bertengar sekarang.” Yeosin meletakan kembali sendoknya kemudian meningalkan nasi goreng yang mendingin itu dan Heechul dalam kesunyian.

Heechul hanya bisa menghela nafas panjang ketika melihat Yeosin meninggalkannya sendirian.

>>deson<<

Heechul memakan nasi goreng buatan Yeosin dengan perasaan hampa. Ia benar-benar kelelahan setelah berlatih, syuting dan melakukan persiapan sebelum comeback. Ia ingin makan sepiring nasi goreng hangat dan berbagi cerita gadis itu. Melihat gadis itu dan melepaskan rindunya, tapi sepertinya ia salah, gadis itu tidak merindukan. Sama seperti dulu, gadis itu tidak pernah merindukannya. Gadis itu terlalu sibuk di siang hari dan terlelap ketika malam, ketika gadis itu ingin menemuinya gadis itu bisa membuka internet atau melihatnya dimajalah. Sejak saat itu ini hanya cinta bertepuk sebelah tangan.

>>deson<<

Yeosin tidak bisa langsung tidur dengan perut kenyang. Ia merasa lelah sekali karena menunggu Heechul sampai larut. Harusnya ia tidak menunggu pria itu. Pria itu tidak suka ditunggu dan datang seenaknya. Pria itu selalu mengacak-acak hatinya, setiap hari, setiap detik. Tapi ia sendiri tidak bisa mengacuhkan pria itu begitu saja. Pria itu sangat penting baginya. Pria itu adalah sumber inspirasi-nya, pria itu adalah kekuatannya. Meskipun pria itu tidak selalu berada disisinya tapi karena itu ia selalu mempunyai cara untuk terus berjuang untuk selalu di sebelahnya. Selalu ia yang berjuang.

>>deson<<

“Aku sudah menghabiskan nasi gorengnya.” Heechul masuk ke kamar lalu menutup pintunya dengan rapat kemudian melewati Yeosin.

“Hmmm…” Jawab Yeosin sambil melihat Heechul berjalan melewatinya dari pantulan cermin.

Keduanya saling berdiam diri di keheningan. Mereka hanya diam bahkan tidak memandang satu sama lain.

drrttt…. drrttttt…

Yeobseyo?” Heechul langsung mengangkat teleponnya pada dering kedua.

“Mwoya? kau langsung menggangkat teleponku bahkan tanpa melihat siapa yang menelepon?” Suara Ryeowook terdengar dari ujung speaker Heechul.

Wae?” Tanya Heechul sambil mengigit ujung bibirnya. Menahan agar suaranya tidak terlau ketara ia sedang kesal.

Tadinya aku mau menawarimu makan karena kau seharian tidak makan dan Yeosin mungkin sudah terlelap tidur. Tapi sepertinya sudah terlambat. Kalian sudah memulai perang dingin. Kau sedang memandang langit-langit kamar dan Yeosin sedang menandang dirinya di cermin.

Heechul memandang ke seluruh sudut ruangan. Mencari di mana Ryeowook memasang CCTV. Ah~ tidak, Ryeowook sangat cocok memiliki kekuatan super natural yang bisa tahu apa yang terjadi pada dirinya dari pada menjadi agen CIA dengan kamera super canggih untuk memata-matainya.

“Hyung, coba tanyakan kepada Yeosin, apa dia besok akan pergi berbelanja?”

“Kau telepon saja dia.” jawab Heechul dengan setengah bergumam.

“Eyy Hyung… kau tidak ingin aku bantu, huh?”

Heechul menyerah. “Yeosin-ah, Ryeowook bertanya apakah besok kau akan pergi berbelanja?”

“Besok? tidak nanti siang?”

Heechul meneguk ludahnya tentu saja ini sudah hampir pagi. “Kau dengar wook-i ah?

“Hyung, coba kau tanyakan apakah dia mendapatkan jamur yang aku inginkan?

Heechul membelakan matanya, “Yak! kau menyuruh istriku untuk mengerjakan apa yang kau mau?”

“Aku sudah mendapatkannya. Aku sudah menaruhnya di dalam kulkas. Aku sudah memberinya garam jadi Oppa tinggal memakannya.”

Heechul menggelengkan kepalanya, “Kenapa kau lakukan itu?” Heechul semakin lama-semakin posesif. Ah tidak dari dulu Heechul memang posesif. Makanya Yeosin tidak suka menceritakan hal yang macam-macam pada Heechul atau Heechul akan berbuat onar.

“Aku tidak melakukan itu untuk Oppa.”

Oppa?”

“Ryeowook Oppa.”

“Han Yeosin.”

“Ryeowook Oppa memintamu untuk makan dengannya. Kalian tinggal makan. Kalian tidak perlu bersusah-susah memasak. Kalian hanya tinggal memanaskannya saja.”

Heechul mengeram, “Kau tau aku tidak suka melihat kau melakukan hal itu.”

“Aku tidak melakukan hal itu untukmu.”

“tapi untuk mereka?”

Yeosin menghela nafas panjang, “Kim Heechul-ssi, apa aku terlihat seperti perempuan yang sangat ahli dalam memasak. Hanya kau yang menyukai masakanku.” Yeosin benar, dalam hal masakan Yeosin dan Heechul satu selera.

“Lalu?”

“Aku hanya membuatkannya untukmu. Karena Ryeowook oppa bilang ia terlalu lelah untuk membuat masakan sesuai seleramu.”

“Lalu?”

“Lalu apa lagi? kau ingin memulai pertengkaran selanjutnya?” Yeosin menatap Heechul dari pantulan cermin. Ia berusaha menahan emosinya tapi terlambat. Emosinya sudah meluap

“Kenapa kau marah?”

“Karena kau memancing emosiku.”

Heechul menghela nafas panjang. “Aku tidak bermaksud. Aku hanya bertanya… Aku hanya merasa kau berubah.”

Yeosin membalikkan badannya menatap Heechul tajam, “Aku memang berubah tapi kau tidak berubah. Kau masih kekanakan dan perlu seseorang untuk selalu mendengar apa yang kau ucapkan. Kau masih senang mencari perhatian dan tidak peka.”

Heechul membuka mulutnya ingin membalas perkataan Yeosin tapi kemudian ia menutup mulutnya kembali. Yeosin juga tidak berubah, ia masih sensitif tapi bukan sensitif soal skandal tapi sensitif soal makanan, pakaian dan hal yang di perlukan Heechul. Yeosin juga masih suka marah-marah, tapi bukan marah-marah tidak jelas seperti dulu melainkan marah-marah karena Heechul melakukan hal yang salah. Yeosin juga sering mengancamnya, sinis dan… tapi semua itu juga karena ulahnya.

“Jadi apakah aku benar-benar tidak berubah?” Tanya Heechul pada akhirnya. Ia merasa bersalah pada Yeosin.

“Ya sedikit.” Jawab Yeosin perlahan.

“Apa?”

“Hmmmm…” Yeosin memutar kedua bola matanya mengulur waktu, membuat Heechul penasaran beberapa detik, “biasanya kau memanjangkan rambut saat comeback dan memotong pendek saat repacked tapi kali ini kau memakai rambut pendek saat comeback dan ku harap juga rambut pendek saat repacked.”

“Hanya itu?” Tanya Heechul tidak percaya, Selama dua tahun perubahan dirinya hanya berkisar rambut? kenapa tidak di sebutkan saja berapa model rambut yang di cobanya selama dua tahun belakangan.

Yeosin tertawa terbahak-bahak ketika Heechul menarik selimutnya dan menutup kepalanya. GAdis itu bisa mendengar Heechul bergumam tidak jelas.

__________________________________________________________________________________________

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: