May Die (?)

dandelionAwal bulan mei.

Tanggal satu yang penuh dengan aksi demo. Sebenernya sih pengen ikut demo. Pengen ikut menyeruakkan isi hati. Menumpahkan keluh kesal sebagai pekerja tapi… kepada siapa seruan itu diutarakan, oh? bos besarnya saja libur karena tanggal merah. Yah dari pada membuang energi mending membuat CV dan pindah ke perusahaan yang lebih baik. Kalo gak ada perusahaan yang baik, maka buatlah perusahaan yang baik.

Jika tahu rasa sakitnya maka jangan menyakiti orang lain.

Tanggal dua adalah tanggal yang membahagiakan bagi rakyat Inggris karena kelahiran putri pertama mereka. Di satu sisi sana ada anak yang bernama Huang Zitao yang enah harus menangis atau bahagia di hari ulang tahunnya. Dan disudut rumah ada seorang anak yang tertawa sedih karna sebuah email. Email yang harusnya ia terima dua hari yang lalu, email yang memberitahunya tentang sebuah tes yang ia tunggu. Terlambat, ia menekankan dirinya bahwa mungkin itu bukan rezekinya.

Lalu siapa yang mengatur rezeki kita?

Tentu saja Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT yang telah menitipkan rezeki kita kepada sang atasan. Jika sang atasan tidak memberikannya di hari yang ditentukan, lalu apa yang didapat sang pekerja? Ia tahu bahkan ia tidak bisa membalas email, harus membayar ini dan itu mendapat ucapan yang tidak mengenakan dari sana dan sini. Ketika ia bertanya kepada dirinya sendiri. Untuk apa ia berkerja selama sebulan? Jika kepada ia berkerja tidak mendapatkan rasa aman dan nyaman.

Bukan masalah uang, tapi cinta.

Seorang guru yang bersabar mengajar anak murid dipelosok negeri sana dengan gaji yang tidak seberapa. Itu karena kecintaannya, feedback-nya ia mendapatkan rasa kasih sayang dari anak didiknya. Seorang perternak rela kulitnya hitam karena terpanggang matahari demi panen yang berkualitas. Itu karena kecintaannya terhadap bumi. Feedback-nya ia mendapatkan dirinya dan keluarganya memakan makanannya yang bernilai

Tanggal tiga adalah dimana dia terdiam, bahkan tidak bisa membenci. Ketika ia termenung dan mencari apa kesalahannya dan mendapati apa yang telah ia temukan. dan itu kembali berulang

Bila keluhan yang sama datang terus menerus… bila kesalahan yang sama terus berulang… bukankah yang paling penting adalah berubah

Bila melepaskan adalah salah satu bentuk perubahan maka ikhlaskanlah

Tanggal empat… tetessan air mata yang sudah terbendung itu akhirnya keluar. Ia tidak tahu kenapa ia harus menangis.

Ia tidak tahu kemana ia harus keluhkan. Berhenti, berbalik atau terus berjalan. Berjalan di tempat yang sama atau menyebrang. Ia bahkan tidak bisa menentukannya sendiri.

 

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: