얼음달 (ICE MOON) Part II

Jjong GirlFriend

얼음달 (ICE MOON)

BAGIAN II

Tears

Kami sudah bersahabat hampir sepuluh tahun. Sejak di sekolah menengah dulu sampai mereka sukses di karir masing-masing. Dari mereka yang bukan apa-apa dan sekarang menjadi sangat terkenal.

Hong Jong Hyun adalah dokter terkenal di Seoul, ia selalu sibuk dengan urusan operasi dan operasi, tapi kalian tidak pernah tahu bahwa Hong Jong Hyun yang selalu dingin ketika membelah tubuh manusia itu sama sekali benci dengan Seondae (jeroan), sup darah dan sosis. Ketiga benda itu selalu mengingatkan Hong Jong Hyun pada organ tubuh pasiennya di ruang operasi.

Berbeda denga Hong Jong Hyun, Lee Jong Hyun yang kurus dan tirus itu akan memakan segala macam makanan, ia tidak peduli pada kualitas yang penting kuantitas. Ia adalah pemakan segalanya, terutama saat Kami sedang berkumpul. Lee Jong Hyun seperti seorang yang kesurupan. Sebenarnya Lee Jong Hyun bukan orang yang rakus, tapi karena pekerjaannya ia selalu menunda makan, terutama saat kasusnya mendekati deadline, sebagai seorang jaksa yang handal, banyak sekali penjahat yang bergantung padanya. Seakan ia lupa bahwa manusia juga butuh makan dan istirahat.

Aku dan Kim Jong Hyun adalah orang yang setipe. Berjiwa bebas dan tidak suka dikekang. Karena idealisme kami yang tinggi akhirnya kami membuka sebuah toko kue kecil. Tentu saja bukan hal mudah berkerja dengan Kim Jong Hyun, tapi setidaknya lebih baik dari pada mengejar penjahat bukan?

Ya, dulu aku dan Lee Jong Hyun mengambil jurusan yang sama. Tentu saja, aku tidak berkerja gila-gilaan seperti Lee Jjong.

Joo In Hyun Mei 2015

얼음달

 

 

“Kalian mengobrol di-chat sambil berhadapan?” In Hyun mengeluarkan ekspresi wajah yang datar. Ia menarik meraih anak tangga dan berpegangan agar tidak terjatuh, “Maldo andwae.”

Setelah merasa kakinya dapat menopang tubuhnya ia mencoba berjalan ke arah sofa untuk duduk didekat Lee Jong Hyun dan Hong Jong Hyun. Ia sempat ragu dan melirik Kim Jong Hyun sesaat. Mendekati Kim Jong Hyun adalah hal yang paling berbahaya.

Alasannya? Karena Kim Jong Hyun adalah orang yang paling peka dan sensitif. Kecuali mulutnya. In Hyun bisa menebak bahwa pria itu akan bertanya tanpa henti.

“Kemana ayah dan ibuku?” In Hyun menyadari bahwa rumahnya begitu sepi.

Kedua orang tuanya juga sangat dekat dengan ketiga sahabatnya. Mereka selalu mengobrol dengan Ayah In Hyun dan mengobrol seperti ayah dan anak. Bahkan ibunya selalu berkata, adeul adeul adeul pada sahabatnya. Melihat seperti itu In Hyun kadang merasa seperti anak tiri.

Eomma pergi ke rumah harabeoji.” Hong Jong Hyun menunjuk sticky notes yang ada di kulkas.

Bahkan mereka sudah menyebut kakek In Hyun seperti menyebut nama kakek mereka.

“Lee Jjong kau tidak ada deadline?” In Hyun menatap Lee Jong Hyun dan di jawab dengan sebuah gelengan, “Hong Jjong kau tidak ada panggilan dari rumah sakit?”

“Kau seperti mengusir mereka.” Jawab Kim Jong Hyun, “Apa kau ingin berduaan denganku?”

In Hyun langsung membelakan matanya, “Ya! Terimakasih.”

Satu minggu sebelumnya

Joo In Hyun menatap sahabat terbaiknya dengan tatapan penuh pengharapan. Sementara laki laki di sebrang meja membuang pandangannya jauh keluar tidak mempedulikan sekeras apa gadis membujuknya. Pria itu bukan tidak peduli padanya tapi tidak peduli pada apa yang di katakan oleh gadis itu.

“Tolong aku Jong Hyun-ah.” In Hyun merapatkan kedua tangannya dan menatap Hong Jong Hyun dengan sorotan Puppy eyes-nya. “Sekali ini saja.”

Jong Hyun bergeming. Ia tidak pernah kuat melihat In Hyun memohon, tapi ia masih memikirkan ribuan resiko yang akan datang jika mengabulkan permintaan gadis itu. Bertahun-tahun mengenal gadis itu, ia sudah tahu apa yang di rencanakan gadis itu.

“Aku tidak mau In Hyun-ah.” Jawaban Jong Hyun membuat In Hyun mengembungkan pipinya kesal.

“Hong Jong Hyun~” Dimata In Hyun, Hong Jong Hyun adalah teman yang selalu setia dan selalu ada. Apapun yang ia butuhkan, apapun yang ia mau, Hong Jong Hyun akan memberikannya. Kadang ia merasa bersalah karena Jong Hyun selalu menemaninya disela waktu sibuknya. Ia juga ingin Hong Jong Hyun sama seperti Lee Jong Hyun dan Kim Jong Hyun. Punya seseorang yang lebih spesial dibandingkan sahabat, “Ini hanya kencan biasa, Jjong-ah.”

Hong Jong Hyun menoleh membuat In Hyun kembali bersinar. “Kau tau aku tidak suka melakukan hal yang seperti itu.”

“Kenapa tidak suka? Bisa kau jelaskan?” In Hyun menyilangkan tangannya di depan dada, “Kau tidak suka kencan buta? Kau ini sudah 26 tahun dan tidak pernah punya kekasih atau kau tidak menyukai perempuan, oh? Jadi kau menyukai siapa? Kim Jjong? Lee Jjong?”

“Ya!”

“Jadi ikutilah kencan buta ini sekali saja. Kau kenal dia bukan? Choi Soo Young. Dia juga dokter. Kalian pasti cocok satu sama lain.”

Hong Jong Hyun menarik nafas panjang. Ia tidak ingin mengatakan iya tapi ia juga tidak tega mengatakan tidak. Ia mengerti apa maksud In Hyun, ia juga ingin seseorang yang spesial hadir di hidupnya tapi keyakinannya berbeda. Ia tidak yakin bahwa gadis itu akan cocok dengannya dan terlebih ia tidak ingin membuang waktu karena itu.

“Yu~huu…” In Hyun mengepalkan tangannya dan tersenyum bahagia. Jong Hyun memang belum memberikan jawaban tapi In Hyun tahu bahwa pria itu sudah setuju untuk ikut kencan buta yang di buatnya. “Jong Hyun-ah, sekarang aku bisa tenang karena kau akan segera punya kekasih.”

Wae?”

Keunyang.” In Hyun menopangkan dagunya di kedua tangannya, “Aku merasa bersalah padamu. Setiap aku membutuhkan kalian, kau selalu datang yang pertama. Saat aku kesusahan, saat aku sedih tapi saat aku bahagia kau menjadi orang yang terakhir yang aku temui. Kau selalu membagi kesenanganmu denganku, aku sangat berterimakasih. Tapi― Hong Jong Hyun, Aku ingin kau juga mendapatkan kebahagian yang besar. Maka dari itu carilah seseorang yang bisa memberikannya padamu.”

Untuk pertama kalinya Jong Hyun menarik ujung bibirnya membentuk sebuah lengkungan tipis, “Jika aku merasa dia tidak cocok denganku. Aku boleh meninggalkannya?”

In Hyun menatap Jong Hyun tajam, “Ya! Ada apa denganmu? Apa kau tidak menyukai wanita oh?”

“In Hyun-ah bukan begitu.”

“Aku akan memberi tahumu jika ada PEREMPUAN yang aku sukai.” Jong Hyun mengatakan perempuan dengan penuh penekanan. “tapi jika aku memberitahumu, berjanjilah kau akan menerima gadis itu.”

Wae?

“Kau ingat saat Kim Jjong membawa gadis yang dia sukai dan kau membencinya setengah mati, oh? Kau tidak ingat?” Jong Hyun mendecak, “Saat itu dia tidak makan dan tidak minum, bahkan sampai di bawa kerumah sakit.”

Jjong-ah,” In Hyun mengela nafas panjang memikirkan alasan untuk membela diri, tapi tak satupun yang bisa ia keluarkan, “ya, aku membenci gadis itu, Kim Jjong sendiri sudah tahu itu sejak lama. Dia saja yang tidak peka.” In Hyun mengigit bibir bahwahnya. Alasan yang sangat tidak masuk akal.

 

얼음달

 

Di sebuah toko kue kecil bernuansa pastel disalah satu sudut jalan gangnam, seorang gadis duduk dengan kue tart yang masih setengah hias. Gadis itu mencoba untuk menyemprotkan cream ke tart itu dengan sebaik mungkin tapi fokusnya selalu terbuyar. Lagi-lagi gadis itu menatap meja yang diisi oleh pria dan wanita yang duduk berhadapan di dekat jendala yang menghadap ke jalan utama.

Mereka pasangan yang serasi, sama-sama tinggi, sama-sama good looking dan sama-sama pintar tapi gadis itu merasa bahwa pembicaraan mereka semakin membosankan. Mereka hanya membahas tentang jurnal-jurnal kedokteran dan akhirnya pembicaraan itu di dominasi oleh si wanita.

Mwohae?

“Oh?” Gadis itu terlonjak ketika mendengar suara berat dari belakang tubuhnya. Ia hampir saja menyemprotkan cream yang di pegangya. Untung saja, orang itu lebih cepat dan segera menahan tangan gadis itu.

“Jjong-ah, kau mengagetkanku.”

“Aku tidak pernah mengagetkanmu.” Pria itu berjalan memutar meja lalu duduk dihadapan gadis itu. “Kau terlalu fokus pada mereka.” Pria itu menunjuk pasangan yang duduk di dekat jendela itu.

“Bagaimana menurutmu? Mereka cocok bukan?”

Pria itu menggeleng, “Jangan membohongi dirimu sendiri. Kau tahu mereka sangat tidak cocok.”

Wae?” gadis itu tidak mau terima.

“In Hyun-ah.” Pria itu mencomot beberapa butir coklat dan memakannya, “Kau ingat perasaanmu pada Sung Joon dulu? Kau sangat menyukainya dan dia juga sangat menyukaimu. Tapi hati kalian tidak. Kalian hanya bertengkar dan akhirnya kalian putus.”

In Hyun memajukan bibirnya lalu meremas krim ditangannya dan menyeprotkannya pada tart yang hampir jadi.

“Seperti yang kau bilang, cinta itu seperti es krim. Akan cepat lumer bila tidak segera dimakan dan akan membuat tersedak jika memakannya sekaligus.”

In Hyun menghentikan gerakan tangannya ia ingat saat Hong Jong Hyun datang menemuinya setelah putus dengan Lee Hong Ki. Hong Jjong tidak menyalahkan dirinya seperti Lee Jjong dan Kim Jjong, sebaliknya Hong Jjong menghiburnya dan memberikan kata-kata yang sangat memotifasinya.

“Itu kata-kata yang dikatakan Hong Jjong padaku.”

“Aku putus dengan Ji Hyun.”

Ssrttt…

“Yak!” Gadis itu berteriak karena ucapan pria itu membuat tangan In Hyun terpeleset dan membuat garis sepanjang tiga senti di kue yang sedang dihiasnya. Ia menatap marah pada pria itu, “Lee Jjong, kau tau betapa susahnya aku menghias kue ini, oh?”

Lee Jong Hyun mengelus dadanya karena kaget, “Yak! Kau bisa membuat orang lain terkena serangan jantung.”

“Kau membuat kue-ku rusak.”

“Kau lebih kesal karena kue-mu rusak dari pada nasib sahabatmu?”

“Aku tidak peduli dengan kehidupan percintaanmu, kau mau jadian dengan Ji Hyun, Ji Eun,  putus dengan Ji Yoon, Ga Yoon. Aku tidak peduli.”

Brakk…

Lee Jong Hyun menggebrak meja dan berteriak, “Ya! Joo In Hyun. Kau benar-benar tidak punya prikemanusiaan. Kau tau aku selalu berpihak padamu tapi kau tidak pernah berpihak padaku.”

“Kapan kau berpihak padaku?”

“In Hyun-ah, Lee Jjong-ah.” Suara berat Hong Jong Hyun menghentikan pertengkaran kecil In Hyun dan Lee Jjong.

“Aissh,, kenapa kau merelai mereka?” Kim Jong Hyun ―bersandar di daun pintu tidak jauh dari In Hyun dan Lee Jjong berdecak kecewa, ia mengacungkan ponselnya ke arah Hong Jjong, “Aku baru saja ingin mengajakmu bertaruh.”

Ige mwoya?” Soo Young yang tadi diam melihat pertengkaran mereka angkat bicara. Ia memandangi pria-pria itu satu persatu, “Hong Jong Hyun kemudian Lee Jong Hyun lalu Kim Jong Hyun.” Gadis itu kemudian tertawa.

“Kami bersahabat sejak sekolah dulu.” Terang Hong Jong Hyun singkat, padat dan jelas.

“Kau harus menjelaskannya dengan seksama, Hong Jjong-ah.” Ucap In Hyun dengan berbinar. Ia tidak ingin Soo Young salah paham dengan keadannya. “Jangan terpengaruh oleh mereka. Kami hanya berteman baik sejak Sekolah menengah dulu. Karena sering bertemu dan bertengkar, kami menjadi akrab. Kami hanya berteman.”

“Kalian lucu sekali, berteman dan memiliki nama yang mirip, bahkan sama.” Soo Young mengedarkan padangannya, “Hong Jong Hyun seorang Dokter, Lee Jong Hyun seorang jaksa dan Kim Jong Hyun seorang chef terkenal.”

“Dia bukan chef terkenal, hanya seorang mahasiswa yang malas belajar.” Celetuk Lee Jjong mendapatkan hadiah sebuah jitakan dari Kim Jjong.

“Persahabatan yang cukup unik. Senang sekali bisa berteman dengan kalian.”

In Hyun membuang pandangannya, sahabat?

 

얼음달

 

In Hyun berjalan bolak-balik di hadapan ketiga sahabatnya. Bibir kecilnya tidak henti-hentinya mengomel tentang ini dan itu, harusnya ini dan itu. Ketiga Jong Hyun duduk sambil melihat gadis itu bolak-balik, sama sekali tidak peduli dengan apa yang gadis itu ucapkan, ah lebih tepatnya sudah hapal apa yang gadis itu bicarakan.

In Hyun mempunyai stuktur, pola kalimat, diksi apapun itu yang bagus, sehingga terdengar seperti ia sedang membaca karya ilmiah. Pola kalimat yang jelas dan maksud dan tujuannya tersampai dengan tepat. Sebenarnya In Hyun berbakat menjadi pengacara atau jaksa. Gadis itu lulus dengan nilai terbaik di jurusan hukum universitas terkemuka di Seoul. Hanya saja gadis itu benci berurusan dengan penjahat. Anehnya lagi ia malah memperlakukan sahabatnya seperti seorang penjahat.

In Hyun menghela nafas panjang. Tenggorokannya kering karena terus menerus mengoceh. Saat itu ia melihat sebuah botol melayang padanya. Hong Jjong melemparkan minuman di saat yang tepat.

“Hyun-ah sudah berapa kali kau berpacaran?” tanya Kim Jjong membuat In Hyun mengertutkan keningnya.

“tiga?”

“Bohong.” Celetuk Hong Jjong.

“Cinta pertama Kang Ha Neul, lalu pria super romantis Junho, childish boy Yo Seob, Kau juga berpacaran dengan temanku Lee Hong Ki, kau juga pernah di campakan oleh aktor bernama Sang Hyun.” Lee Jong bahkan menekuk jari-jarinya satu persatu agar terlihat mendramatisir.

“Jong Hoon, Chan Sung, Him Chan, Ki Kwang―”

“Aku tidak pernah pacaran dengan Ki Kwang.” In Hyun dengan cepat, “Baiklah aku memang play girl. Puas kalian! Tapi aku tidak pernah mempermainkan mereka. Kami pacaran dengan baik dan putus dengan baik.”

“In Hyun-ah.” Kim Jjong menahan nada bicaranya sesaat, “Kau tahu bahwa memilih pasangan itu bukan main-main kau harus memilihnya dengan hati bukan karena kau suka. Pria juga punya hati dan merasakan hal yang sama. Bukan pakaian yang ketika kau suka kau beli dan pakai berkali-kali jika sudah rusak kau buang.”

“Kau tau bagaimana rasanya patah hati tapi kenapa kau memaksanya untuk merasakan hal itu juga.” Lee Jjong ikut menimpali

“Aku hanya ingin Hong Jjong bahagia.” Ucap In Hyun dengan penuh penekanan dan tidak mau kalah, “dia tidak pernah punya pacar seumur hidupnya. Aku hanya ingin dia hidup normal.”

“Dengan menjadi playboy? Seperti kau?” terka Kim Jjong, “Hyun-ah biar dia memilih siapa yang ingin dia jadikan kekasih. Kau hanya perlu menyukainya.”

“Bagaimana jika dia menyukai seseorang yang aku benci. Seperti yang kau lakukan.”

“YA!”

“In Hyun-ah.” Hong Jjong akhirnya membuka mulutnya untuk menghentikan perdebatan ini, “Kau sudah berjanji padaku bahwa kau tidak akan memaksamu. Aku kan membawa gadis itu, tapi kumohon bersabarlah sedikit. Kau pasti menyukainya juga.”

In Hyun menarik nafas panjang kemudian menggaguk, “Kalian bukan hanya teman bagiku tapi juga kakak, jadi siapapun yang menjadi istri kalian, itu harus yang baik.” Gadis itu mengacungkan kelingkingnya. Meminta sumpah ketiganya.

Ketika ia mengubah nama persahabatan diantara mereka menjadi saudara. Semuanya terasa asing. Ia merasa memiliki semuanya tapi ia juga tidak berhak atas apapun. Ia berasa masuk ke dimesi yang lebih gelap, lalu terjerum di lembah bernama cinta.

 “Arraseo.” Hong Jjong Hyun mengaitkan kelingkingnya.

Bagaimanapun nama itu terlalu tabu untuk di ucapkan, oleh karena itu ia memilih untuk menghindarinya.

Flashback END

Ketika ia tidak bisa menolak atau meneruskan untuk terjatuh kedalam lubang bernama cinta itu. Ia harus berputar atau menemukan jalan yang lain. Saat itulah Sung Joon ada di hadapannya. Menawarkan hal yang mungkin menjadi tawaran yang terbaik.

In Hyun yang memilih Sung Joon tapi kenapa, hatinya tidak tenang.

wae?” Tanya Hong Jong Hyun ketika melihat air mata In Hyun tiba-tiba menetes

“Ya! Kim Jjong kau membuatnya menangis.” Seru Lee Jong Hyun panik dan membawa gadis itu ke sisinya.

“Kenapa kau menangis, eo?” tanya Hong Jong Hyun yang juga panik.

Kejadian semalam, seminggu yang lalu, sebulan yang lalu bahkan sepuluh tahun yang lalu berputar di kepalanya. Semuanya berputar dengan cepat dan membuatnya semakin tersiksa. Ia salah. Ia tahu ia salah.

Ia mencoba memikirkan apa yang membuatnya menangis, tak ada satupun yang dia ingat. Ia hanya merasa bahwa hatinya sangat hancur dan ia ingin menangis.

Lee Jong Hyun menarik tangan In Hyun dan membiarkan pundaknya basah oleh air mata.

Sedikit demi sedikit In Hyun bisa menghela nafas panjang dan membiarkan tangisnya mereda, tapi perasaan itu semakin berkembang.

“Mianhae.” Satu kata itu yang hanya meluncur di bibirnya.

 

 

===============================================

Ide ini terlintas begitu saja. Sumpah, gw suka banget Lee Jong Hyun dan kalo gw bisa, gw pengen temenan sama dia. Berhubung kita lahir ditahun yang sama. Gw suka banget kalo dia sama anak2 CNBlue ngomong pake satori, ampun daaah berasa ngeliat bidadara berbadan manusia, gantengnya gak ketulungan (apalagi kalo maen drama) tapi ada sisi lain yang nunjukin sisi manusiawinya and berhubung gw gak bisa nulis logat satori disini… Okeh kita skip aja hahaa

Kedua adalah Hong Jong Hyun, aktor model yang pernah di gosipin sama Nana AS. Intinya bukan itu. Jauh sebelum itu pas dia jadi rockie actor gw udah jatuh hati sama karakter dia yang jarang ngomong. Sosok misterius yang patut di cinta. Pas gw cari ternyata doi lahir tahun yang sama sama gw. Okeh. Iyah. Enggak. Dia bulan januari dan menurut kalender China, umurnya lebih tua dan gw bisa manggil Oppa ke doi. *yes* itu malah yang bikin greget ke dua.

Kim Jong Hyun? See? Gak ada postingan khusus tentang dia di blog ini. Maaf ya Kim Jjong-Ssi… saya pencinta ONTA (Onew dan Taemin) sejati, tapi karena saya membutuhkan jasamu please, be my friend too hheheee

Dan kalo perhatiin ini adalah FF penuh dengan orang yang kelahiran tahun 1990. Gak akan ada nama nama yang muncul di tahun selain tahun 1990. Hahhahaa

regards
Seseorang yang lahir di tahun 1990

Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: