Proposal Nikah

dandelion

Apa yang dipikiran kamu soal menikah? lalu bagaimana dengan saya sendiri? Ketika ditanya soal nikah, saya salalu menjawab ya, saya ingin menikah.

Sejujurnya ingin menikah muda, ingin punya anak kembar, ingin punya 2 anak perempuan dan dua anak laki laki. Ingin jarak diantara kami tidak terlalu jauh. Ingin menjadi teman mereka, Ingin menjadi sahabat mereka.

Kehidupan pernikahan yang ada dikepala saya sama seperti ketika menulis coffeemilk, tentang Kim Hee Chul, dan istrinya Han Yeo Sin lalu anak-anak mereka Nam Hee, Yeo Hee, Min Hee dan Jae Hee. Saya tidak pernah menginginkan sosok seperti Kim Hee Chul, Tapi jika di persatukan dengan karakter seperti Kim Hee Chul maka Karakter Han Yeo Sin-lah yang akan hadir. Jika dipersatukan dengan sosok yang karakternya mirip Xiah Junsu, maka Yeo Nim lah yang akan keluar. Intinya adalah saya ingin belajar bagaimana mencintai dia. Apa yang dia suka dan apa yang dia benci. Saya ingin mencoba banyak hal.

Masalahnya datang adalah ketika seorang kakak ingin menjodohkan ‘adik’-nya ini dengan seseorang. Saya tahu dia. Bagaimana dia dan sedikit banyak sifatnya. Dia seorang yang bagus, sangat bagus, calon suami idaman.

Jawaban saya? saya menolaknya😄.

Alasan pertama adalah alasan yang saya tidak akan pernah saya katakan dan menjadi alasan kuat kenapa saya mengatakan tidak. Jika bukan karena alasan itu mungkin saya akan berkata iya. Tapi alasan itu yang membuat saya berpikir panjang dan akhirnya membuat saya ragu.

Alasan kedua adalah karena dia terlalu bagus untuk saya. Okeh, banyak orang yang tidak setuju dengan alasan ini. Mencari suami harus yang lebih bagus, agar bisa menjadi imam yang baik atau bisa membimbing kita dengan benar.

Kata Arien, cari calon suami emang harus yang terbaik. Dia terlalu bagus kenapa harus ragu. Dia orangnya berprinsip kan pasti ga akan ngecewain. Pilih suami kan buat seumur hidup ya baguslah beruntung teteh dapet dia.

Entahlah kalo bilang sama ibu pasti ibu juga akan berpendapat yang sama. Kadang saya benci sama sifat plin plan ini. Ini bahkan bukan soal ujian UN matematika kenapa saya bingung dengan perhitungan saya sendiri? -_-‘

Alasan ketiga adalah jika saya bilang iya dan semuanya berjalan kemudian akhirnya berakhir. Ini adalah hal yang tidak bisa saya hadapi hahaa… malu kalo ketemu dia lagi.

Saya tidak pernah sadar dengan sifat saya yang satu ini, sebelum akhirnya ada seseorang yang mengatakannya, “Wi, kamu itu kalo deket sama cowok pasti ngejauh. Yang tadinya dia suka karena gestur kamu bilang kamu gak suka jadi dia gak jadi suka sama kamu.”

Sebenernya gak sama cowo aja, sama cewe juga. Yups, saya adalah orang yang berbeda dengan orang yang tidak saya kenal, lebih pendiam dan kikuk. Saya selalu mengamati orang-orang sebelum saya mengambil kesimpulan tentang sifat seseorang, lalu saya berbaur dengan sifat mereka dan akhirnya menjadi akrab.

Nah, itu kemudian masuk ke friendzone kata anak-anak jaman sekarang mah.

Akhirnya saya disuruh bikin CV. Tentu saja saya nolak tapi rasa penasaran saya luar bisa tetap melakukannya. Saya baru mendengarnya, CV nikah. Ngeliar CV kerja aja udah frustasi, apa lagi bikin CV nikah.

Dengan bantuan mbah google akhirnya saya menemukan format CV nikah dan saya mengisinya.

Lembar pertama, Check

Lembar Kedua, Check

Lembar Ketiga, Check. Eh Wait. Saya mulai berhenti di kolom terakhir. Lompat ke lembar selanjutnya dan Pengisian berakhir disana.

Apa sih visi dan misi nikah saya. Apa sih aktivitas sehari-hari saya yang patut di banggakan. Apa sih kriteria calon suami saya. Kesiapan nikah mulai dari kesiapan ilmu, mental, fisik, finansial, yang saya tahu cuma kesiapan orang tua saya.

Rencana pernikahan?

Pernah terpikir untuk membuat acara yang sederhana, tapi karena saya anak perempuan satu satunya dan mendengar kode dari ibu seminggu yang lalu pas mau ke undangan, kayaknya gak mungkin. Pasti ada riual adat pecahin telor, siraman sampe saweran.

Keinginan kecil saya adalah membuat Garden Party. Saya ingin menikah di tanggal 19 Desember, sama seperti pernikahan ibu dan bapak. Tapi setelah di pikir-pikir bulan desember adalah musim hujan dan sepertinya tidak mungkin mengadakan garden party hahaa…

Kemudian saya berhenti, tidak melanjutkan CV itu lagi, Sebuah pertanyaan yang pernah dilontarkan kepada saya, “Kamu mau nikah atau butuh nikah?”

Pertanyaan yang saya ajukan kepada diri saya sendiri dan tidak bisa saya jawab. Saya tidak ingin bertindak ceroboh.

Karena nikah satu kata yang besar tangungjawabnya, sahnya karena ucapan dan haramnya karena ucapan.

Saya ingin memperbaiki diri saya dulu, Saya tidak ingin berubah karena bertemu dengan dia tapi saya bertemu dengan dia karena saya sudah berubah. Ingin mempercantik diri, lahir maupun batin. Sehingga siapapun kelak yang akan menjadi imam saya nanti. Mari kita bergandengan tangan menuju surga-Nya

Hingga saatnya, kolom kosong di CV itu akan terisi dengan sendirinya. Tentang Visi, misi dan rencana hidup Kita di dunia akhirat.

Trus target nikahnya kapan?

Masih tetep, umur 25 tahun maximal. ^^

Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: