얼음달 (ICE MOON) Part III

Jjong GirlFriend

얼음달 (ICE MOON)

BAGIAN III

It started without Knowing

 

Bagaimana kami bisa bersahabat selama itu?

Entahlah.

Aku juga punya teman baik wanita dan beberapa teman lainnya tapi kami seperti magenet yang menempel terus. Selalu ada topik menarik untuk di bicarakan, selalu ada waktu yang tepat untuk bertemu dan… entalah mungkin karena kami menyukai hal yang sama.

Entahlah aku juga tidak yakin.

Joo In Hyun Juni 2015

얼음달

“Kalau kalian datang ingin menanyakan soal pesanku semalam aku tidak ingin menjawabnya.” Ucap In Hyun sambil menyeka air matanya. Itu adalah kalimat terpanjang yang di ucapkan oleh gadis itu selama dua jam menangis.

“Kau pikir kami tertarik.” Ucap Lee Jong Hyun menohok hati.

“Kami tahu kau dicampakan lagi oleh pria.” Kim Jong datang dengan pancake hangat dan segelas susu panas. “Kau menyembunyikan hubungan kalian. Jika Hong Jjong tidak mengatakannya, kami tidak akan pernah tahu.”

“Ya! Ini adalah masalah pribadiku.”

“Iya itu masalah pribadimu, tapi bisa kau tidak membuat kami khawatir dan menangis.” Lee Jong Hyun menaruh telunjuknya di kening In Hyun dan mendorongnya dengan keras, “kau selalu saja menangis di bahu kami.”

In Hyun mengerucutkan bibirnya. “Ini juga bukan kebiasaanku. Kau juga sering mengadu padaku jika di campakan oleh wanita.”

Yah.. mereka seri untuk hal yang satu ini.

Satu bulan sebelumnya

In Hyun memutar-mutar gelasnya tanpa minat. Sudah berhari-hari ia hanya duduk termenung dibelakang kasir. Melamun. Tidak ada yang ia kerjakan. Toh jika ada pelanggan, Kim Jong Hyun lah yang melayani mereka dari awal sampai selesai.

Status In Hyun di kafe itu adalah seorang kasir dan asisten koki, tapi kenyataannya In Hyun tidak lebih dari seekor kucing di dalam toko. Kerjaanya hanya duduk dan bermain. Menghabiskan kue dan bereskperimen dengan bahan bahan milik Kim Jong Hyun.

Hari ini In Hyun tidak ingin melakukan hal apapun. Ia hanya sibuk memperhatikan Kim Jong Hyun yang sibuk membuat resep baru. Tak ada terbesit sedikitpun untuk membantu sahabatnya itu.

“Jika kau tidak ingin membantu setidaknya kau hilangkan wajah kusutmu itu.” teriak Kim Jong Hyun jengah melihat tabiat buruk sahabatnya itu.

“Kim Jjong-ah.”

Wae?”

“Apa kau tidak menyesal?”

“Apa?”

“Kau keluar dari jurusan kedokteran dari universitas ternama. Apa kau tidak pernah menyesal?”

Tidak ada jawaban.

“Saat Hong Jjong lulus, menjadi dokter. Mempunyai junior yang cantik-cantik dan karir yang bagus. Apa kau tidak menyesal? Tidak bisa menyicil rumah karena harus membayar sewa toko ini, tidak bisa pergi dengan gadis-gadis cantik karena harus melayani pengunjung. Apa kau tidak menyesal?”

“Joo In Hyun, apa kau mabuk?”

“Tentu saja tidak. Aku hanya sedang berpikir.”

Kim Jong Hyun menghela nafas panjang. Ia hanya menggeleng melihat kelakar sahabatnya itu. Ada dua hal yang tidak ia mengerti di dunia ini. Joo In Hyung dan persabahatan mereka. Kenapa mereka masih bersahabat sampai sekarang.

Mereka selalu bersama. Sebenarnya tidak selalu. Jarang sekali mereka berkumpul secara utuh, terutama saat Lee Jong Hyun di angkat sebagai Jaksa dan Hong Jong Hyun menjadi dokter spesialis. Yang tersisa hanya dirinya dan Joo In Hyun.

Sebelumnya juga seperti itu, selalu ada Joo In Hyun, Hong Jong Hyun dan Lee Jong Hyun atau Joo In Hyun, Hong Jong Hyun dan Kim Jong Hyun atau Joo In Hyun dan  Hong Jong Hyun atau Lee Jong Hyun dan Kim Jong Hyun.

“Kau mau mengantarkan pesanan Hong Jjong?” Kim Jong Hyun menyerahkan satu kotak bekal siang dengan berbagai menu, “Hong Jjong bilang dia tidak bisa keluar membeli makan karena jadwal Operasi yang berdekatan.”

“Kenapa harus aku? Kau yang disuruh olehnya.” Gerutu In Hyun sambil meraih kotak bekal siang itu.

Bagi Kim Jong Hyun, In Hyun adalah manusia yang paling sulit di tebak. Ia bisa menebak pikiran Hong Jong Hyun dan Lee Jong Hyun dengan mudah. Tapi pikiran Joo In Hyun terlalu kompleks. Bahkan Dua sabahatnya itu juga tidak bisa mengerti pikiran Joo In Hyun.

 

얼음달

 

Joo In Hyun menyukai bau rumah sakit. Ketika kecil dulu, In Hyun pernah masuk UGD dan nyaris meninggal. Seorang dokter dengan jas berwana putih lah yang menyelamatkannya. Sejak itu, In Hyun selalu terkagum-kagum dengan kharisma seorang dokter. Baginya seorang dokter adalah malaikat tanpa sayap.

Malaikat tanpa sayap itu tentu saja tidak setampan yang ia bayangkan. Saat Hong Jong Hyun masuk jurusan kedokteran. In Hyun banyak tahu tentang dunia kedokteran dan pria-pria itu tidak setampan yang ia bayangkan. Banyak teman-teman Hong Jong Hyun yang mengejarnya tapi tidak pernah sesuai dengan harapnnya. Title malaikat tanpa sayap itu kemudia terkebur begitu saja. Ia hanya menyukai bau rumah sakit.

 “Joo In Hyun-ssi?”

In Hyun menoleh dan mendapati seorang pria sedang menatapnya. Pria itu tinggi, mungkin lebih tinggi dari Hong Jong Hyun dan memakai jas berwana putih. Aura wajah pria itu sangat manis bersaja, membuat gadis itu menarik anggapan bahwa masih ada malaikat tanpa sayap yang dicarinya.

“Kau sedang sakit? Atau mau bertemu dengan dokter Hong?”

Gadis itu mengertutkan keningnya. Pria itu mengenalnya, tapi ia sama sekali tidak mengenal pria itu. Jika ia menolak pria itu sangat disayangkan. “Aku hanya ingin bertemu dengan Hong Jjong.” In Hyun kemudian melirik jas pria itu, “Sung Joon-ssi.”

Pria itu terkekeh. Manis. “Kau masih memanggilnya Hong Jjong, Lee Jjong dan Kim Jjong?”

Pria itu mengenal kami? In Hyun mencoba untuk menarik kedua ujung bibirnya dan tertawa ringan, “yah begitulah.”

“Dokter Hong Sedang ada di ruang Operasi.” Ucapan Sung Joon membuat In Hyun mendecak kecal, “Jika kau mau. Aku bisa menemanimu sambil menunggu Dokter Hong.”

In Hyun melirik jam tangannya. Tidak ada yang cara lain. Ia juga tidak bisa kembali ke kafe karena Kim Jong Hyun akan segera melemparkan pisaunya ke kekepalanya.

“Baiklah.”

 

얼음달

 

“Dokter Hong pernah mengajakmu ke acara kencan buta grup waktu itu.” Sung Joon menjelaskan tanpa ditanya.

In Hyun mengangguk mencoba mengingat kejadian itu. Ia ingat kencan buta para dokter yang sangat membosankan. Mereka hanya mengucapkan kata-kata asing dan kemudian tertawa. Saat itu, Lee Jong Hyun dan Kim Jong Hyun sedang wamil, mau tidak mau ia mengikuti acara itu dengan Hong Jong Hyun.

Ia tidak tahu apa yang terjadi saat itu, saat ia sadar ia sedang ada di atas gendongan Hong Jong Hyun. Acara kencan buta itu gagal. Menurut Jong Hyun, acara itu kacau gara-gara dirinya mabuk dan mengacau.

Sejak saat itu, ia tidak berani lagi masuk ke jurusan kedokteran dan mengurung diri diperpustakaan.

“Oh maaf.”

Sung Joon mengerutkan keningnya, “Kenapa kau minta maaf?”

“Karena aku mengacaukan kencan buta kalian.”

Sung Joon tertawa renyah.

“Itu sudah berlalu. Lagi pula semua itu bukan salahmu.”

In Hyun mengigit bibir bawahnya. Senyuman Sung Joon mengoda imannya. Ia tidak pernah tahu jika Hong Jong Hyun mempunyai teman setampan itu. Dia terlihat lebih dewasa dan mapan.

Drrrt…

Ponsel In Hyun berbunyi. Hong Jong Hyun

“Aku pamit dulu.” In Hyun memberitahu bahwa Hong Jong Hyun sedang menunggunya. Ia membungkuk hormat dan berjalan melewati pria itu. Sangat tidak enak bahwa pria itu sangat mengenalnya sedangkan dia hanya punya ingatan yang buruk. Mungkin ia harus bertanya kepada salah satu sahabatnya nanti.

“Joo In Hyun-ssi. Jika Kau masih sama seperti dulu. Aku juga masih sama.” Ucapan pria itu membuat In Hyun menghentikan langkahnya. “Aku masih menyukaimu.” Dan membuat tubuh gadis itu membatu, untuk beberapa detik

 

얼음달

 

In Hyun menatap Hong Jong Hyun makan bekal yang dibuatkan oleh Kim Jong Hyun dengan lahap. Hanya dengan melihat Hong Jong Hyun melahap bekal yang dibawanya, In Hyun merasa kenyang. Ia bahkan memberikan bekalnya untuk Hong Jong Hyun.

“Aku bertenya kepada Kim Jjong, Apakah dia merasa menyesal atas pilihannya. Tidak melanjutkan pendidikan dokternya.”

“Lalu?”

“Melihatmu makan seperti ini, aku mengerti alasan kenapa dia tidak ingin menjadi dokter.”

“kenapa?”

“Kau terlihat seperti robot. Menunda makan siang hanya untuk mengoperasi pasien. Sibuk dengan tugas dan penelitian. Tidak heran, hanya kau yang tidak pernah berkencan.”

Hong Jong Hyun tidak menjawab.

“Apa kau senang bisa menjadi dokter? Apa kau tidak pernah merasa menyesal?”

Hong Jong Hyun menatap In Hyun dengan tatapan curiga, “Kenapa? Kau bosan? Kau menyesal tidak bisa seperti Lee Jong Hyun. Tidak seperti gadis-gadis lain yang bisa membeli tas bermerek, tidak bisa berkumpul di tempat mewah dan bertemu dengan pria kelas atas.”

In Hyun mengerutkan keningnya. Ia seperti tertusuk oleh kata-katanya sendiri. Kata-kata yang ia lemparkan kepada Kim Jong Hyun beberapa saat lagi. “Bukankah cita-citamu dulu menjadi seorang pilot?”

“Kadang.” Hong Jong Hyun membuat In Hyun kembali berbinar. “Kadang aku merasa lelah dan ingin marah.”

“Lalu kenapa kau tidak berhenti?”

“Karena aku tidak ingin berhenti.” Ucap Hong Jong Hyun membuat In Hyun merinding, “Aku ingin menjadi pilot, tapi aku rasa jika aku menjadi pilot, aku tidak akan sebahagia ini. Aku harus terus meninggalkan orang yang aku cintai. Arrggghhh… aku bahkan tidak sanggup membayangkannya.”

“Orang yang kau cintai?” ini adalah pertama kalinya Hong Jong Hyun menceritakan tentang orang yang dicintainya. Hong Jong Hyun selalu tertutup soal kisah cintanya tapi entah kenapa hari ini ia mengatakannya, tanpa paksaan.

“Cinta pertamaku. Dia bilang akan menikah dengan seorang dokter. Kemudian aku memutuskan untuk menjadi dokter.”

In Hyun mengigit bibirnya. Ia mengingat ucapan Sung Joon sebelum meninggalkan pria itu sendirian.

Kenapa? Kau hanya mengaggapnya sahabat? Semua orang tahu, kau menyukainya. Kau tidak percaya? Kau akan sakit ketika kau mendengar dia menyukai orang lain. Lalu kau pura-pura tidak terjadi apa-apa dan ketika hatimu hancur kau akan meraung padanya. Apalagi jika bukan kau menyukainya.

Aku tidak menyukainya.

Kalau begitu, jadilah kekasihku. Ingat ketika kau akan mencarinya dan membericarakan tentangnya. Aku akan menutup mata dan tidak akan kecewa tapi siapa yang kau sukai.

Sudah kukatakan aku tidak menyukainya

Kalau begitu beri aku kesempatan. Kesempatan untuk menyukaimu atau kau bisa memberi kesempatan kepada dirimu, untuk menyukai aku atau sahabatmu.

Ia tidak bisa mengatakan bahwa ia marah dengan kisah Hong Jong Hyun tapi ia merasa aneh. Selama bertahun-tahun, ia tidak pernah tahu bahwa Hong Jong Hyun menyukai seorang gadis.

“tapi itu hanya masa lalu, aku tahu bahwa aku hanya bayang-bayang untuknya.”

Flash Back End

In Hyun merasa menjadi orang paling bodoh sejagad. Bagaimana mungkin ia bisa berpikir bahwa ia-lah yang memberi Sung Joon sebuah kesempatan. Kesempatan untuk mendapatkan cinta. Sesungguhnya bahwa dirinyalah yang diberikan satu kesempatan oleh Sung Joon, kesempatan untuk lepas dari mencintai sahabatnya sendiri.

Apakah ia menyukai sahabatnya? ya.

Sejak kapan? Ia juga tidak mengetahuinya dengan pasti.

“Baiklah kami tidak akan bertanya tentang pesan semalam. Tapi bisakah kau mencuci mukamu terlebih dahulu.” Kim Jong Hyun mengerakan tangannya naik turun di depan wajahnya.

“Kau benar-benar jelek.” Sambung Lee Jong Hyun membuat ketiga pria itu tertawa terbahak bahak.

 

==================================================================================

Kenapa pengerjaan cerita ini lama? Karena di kerjain dari belakang ke depan.

Jadi ceritanya udah selesai? Mungkin. Karena deson kan hobi mengutak atik cerita. Kecuali kalo udah di publis.

Kenapa Tokohnya Kim Jong Hyun (SHINee), Lee Jong Hyun (CNBlue) dan Hong Jong Hyun? Mungkin karena nama mereka yang sama, dan tahun kelahirannya, Klo ada Choi Jong Hyun dan Park Jong Hyun lahir di tahun yang sama. Bakal di perhitungkan.

Kenapa tokoh utama perempuannya namanya Joo In Hyun? Karena suka sama tokoh Queen In Hyun’s man. Suka sama Yoo In Ah. Kenapa Joo. Biar variasi aja hahaaa…

Kenapa milih alur maju mundur? Gak tau. Saya menulis apa yang ada di kepala saya. Mungkin saat itu saya sedang ngeliat syahrini yang maju mundur, yah semoga saja endingnya gak ada adegan di bawah menara eifell atau ketabrak sinkansen. ^^

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: