Sebuah Pertanyaaan

geenies (6)Awalnya semua berawal dari pertanyaan. Mungkin dari dirinya sendiri atau dari orang lain. Perbedaannya adalah ada orang-orang yang berusaha mencari jawaban itu dan ada orang yang menunggu jawaban itu datang.

Jawaban telah datang dari seorang yang mencari jawaban kepada seorang yang menunggu jawaban. Hanya saja yang membuat kesal adalah orang yang menunggu jawaban sudah tahu tentang jawaban persoalan mereka tapi ia bertingkah seperti mengerti namun bersikap tidak tahu.

Kemudian orang yang mencari jawaban terdiam, pertanyaan lain menghampirinya lagi. Apa yang ada dipikiran orang yang menunggu jawaban. Jika ia tahu apa yang membuat ia berlaku seakan ia tidak tahu apa-apa.

Dengan pertanyaan itu ia tahu bahwa orang yang menunggu jawaban adalah orang yang sangat lamban dan keras kepala. Ia menerima masukan dan tanggapan dari orang lain dan buku tapi ia melakukan apa yang hanya ia ingin lakukan. Ia melakukan apa yang menurutnya benar meski ia tahu orang lain juga benar.

Cara menghadapi kekeraskepalaan orang adalah jangan menasehatinya dan biarkan dia hingga jatuh, setelah dia merasakan sakit dia akan tahu dan begitulah nasihat akan dia terima. Tapi kenyataannya adalah seberapa jatuhnya dia, dia hanya akan tertawa dan terdiam, tidak ada niat untuk berlari atau mengejar keterpurukannya.

Apa yang harus dilakukan jika untuk berjalan memerlukan dua kaki yang sama kuat, dua kaki yang saling mengisi dan dua kaki yang saling melengkapi. Jika yang satu lambat, apakah bisa yang satunya berlari? Jika pincang, seberapa kuatkan kaki lain yang akan menahannya.

Jangan sampai menangis untuk hal yang tidak berguna.

Jika ada yang bilang untuk apa mempertahankan orang yang tidak bisa mempertahanmu. Seseorang yang tidak bisa memberikan kepastian. Seseorang yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Dia tahu masalah tapi dia tidak pernah melakukan action untuk menyelesaikannya dan ketika masalah semakin bertambah banyak. Dia hanya menyampaikan ingin berhenti dan mencuci tangan.

Perasaan ini?

Seperti masuk ke medan perang, dan ketika terkepung dia angkat tangan dan menyerah.

Perasaan ini?

Lebih parah dari LDR, menunggu tanpa kepastian dan akhirnya bersanding dengan yang lain

Perasaan ini?

(&&$%^$*&)(@&(#%@*$#@*(&#)(~!@#$%^&*_@#&(@%#@(*%#@#&)(@*#(@%^#&$^~!@#$%^&*_%#&~!@#$%^&*_^%(&*()*)(^%$#$%^%$$##%%^@&^%#(*@^&#(@#%@#!@#$%^&*~!@#$%^&*_)

Sekarang? apa yang harus dilakukan?

 

Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: