NOT Maleficent

geenies (3)

Ingat ketika diawal cerita sang narator menyatakan bahwa kita mungkin pernah mendengar cerita tentang ‘Sleeping Beauty’ sebelumnya. Tetapi mungkin kita ingat secara berbeda. Saat dimulai ada dua kerajaan yang bersaing. Kedua kerajaan tersebut hanya akan bersatu oleh pahlawan yang sangat hebat atau penjahat yang mengerikan. Satu kerajaan dihuni oleh bangsa manusia. kerajaan tersebut dipimpin oleh raja yang sombong dan serakah. Sementara kerjaan yang lain berada di tanah Moors, kerajaan ini dihuni oleh makhluk – makhluk indah dan ajaib. Mereka hidup damai tanpa memerlukan raja atau ratu.

Ini bukan cerita tentang Sleeping Beauty, Meleficent, Putri Tidur atau Princeses Aurora atau apapun itu. Tapi sedikit menggaris bawahi tentang kata bersaing. Toh, Jika tidak ada kata bersaing Sang putri Aurora tidak akan tertidur begitu lama. Mengerikan.

Itu juga terjadi di dunia nyata. Persaingan. Hanya saja ada beberapa yang terlihat jelas dan dijalani dengan ‘yaudah namanya juga manusia’ ada juga yang menyikapinya dengan sikap keukeuh, “Gw harus bisa lebih dari dia.”

Lalu ada dua orang putri, anggap aja dari kerajaan yang berbeda. Mereka dari lingkungan yang sama, hanya satu pendatang anggap aja namanya, Primrose dan yang satu sulah lama menetap, Camellia. Mereka satu angkatan dan sebenarnya punya banyak kesamaan. Hanya saja semakin hari, Camellia terlihat lebih bersinar dari Primrose. Camellia lebih muda dua tahun, sekolah lamanya adalah sekolah unggulan dan selalu mendapatkan nilai yang bagus. Les bahasa Inggris dengan level yang sudah tinggi, cantik, anak berbakti, solehah dan sangat populer.

Disekolah, tidak ada yang tahu jika mereka tinggal di lingkungan yang sama. Hanya beberapa orang. Awalnya mereka, berdua kemana-mana. Sampai akhirnya Primrose lelah, Ia berjalan sendiri dan pada akhirnya mereka tidak pernah terlihat bersama-sama lagi.

Hingga sekian tahun lamanya. Apa yang di lakukan Camellia, diketahui oleh Primrose. Sehingga tanpa ia sadari sendiri, Primrose melangkahkan kakinya ke tempat yang berbeda dengan Camellia. Kenapa Primrose melakukan hal yang seperti itu? Seperti ia menolak untuk dekat dengan Camellia.

Ia tidak pernah puas dengan dirinya sendiri. Karena setiap ia berada di satu keberhasilan. Camellia sudah berada di puncak atau menyusul ke puncak tertinggi.

Sebenarnya ia tidak keberatan dengan kehadiran Camellia. Primrose senang memiliki teman yang hebat, cantik dan benar-benar patut dicontoh. Tapi kenyataannya, ia tidak bisa. Jaraknya dengan Camellia sangat dengat tapi tembok yang tinggi memisahkan mereka.

Apa ini yang namanya sikap bersaing atau ini yang namanya sikap iri?

Bisakah keduanya sukses dengan jalan mereka masing-masing?

Keduanya adalah bunga yang cantik. Tidak bisakah mereka hanya menjadi bunga yang indah tanpa meracuni satu sama lainnya. Jika keduanya bersama, alangkah indahnya taman.

ini bukan tentang Meleficent tapi dua kuntum bunga yang hidup di dalam taman.

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: