얼음달 (ICE MOON) PART IV

Jjong GirlFriend

얼음달 (ICE MOON)

BAGIAN IV

Blind

 

Awalnya cinta adalah dia.

Adalah sesuatu yang tidak bisa aku ungkapkan terlebih pada seseorang yang lebih mengenal diriku dari pada aku sendiri. Ini menyakitkan untukku ataupun dia.

Tapi pertanyaanny adalah sampai kapan aku akan membiarkan aku menyakiti diri sendiri. Membiarkan dirinya dalam ketidaktahuan.

Sekarang, cinta adalah dia.

Adalah sesuatu yang aku pertaruhkan. Karena tidak ada yang murni persahabatan anatara perempuan dan laki-laki. Maka aku bertaruh atas nama cinta. Untuknya.

 

Joo In Hyun Juli 2015

 

얼음달

 

“Aku jelek seperti ini saja. Teman-temanku tampan semua, apalagi aku cantik. Kalian pasti akan jatuh cinta padaku.” Ucapan In Hyun membuat ketika pria itu langsung terdiam.

Ketiganya saling memalingkan wajahnya membuat In Hyun bertanya-tanya. “Wae?”

“Kau bilang kami tidak boleh bertanya, sekarang kami yang menyuruhmu untuk tidak bertanya.” Seru Kim Jong Hyun dengan wajah yang serius.

In Hyun memengang wajahnya lalu lari mencari cermin, “Apa ada sesuatu di wajahku?” In Hyun menemukan cermin di kamar mandi. Ia tidak mendapatkan hal yang aneh di wajahnya kecuali wajahnya yang memerah semerah apel.

“Kenapa kalian tidak menjawab?” Teriak In Hyun dari kamar mandi, “Apa kalian benar-benar jatuh cinta padaku?”

Dua tahun sebelumnya

“Aku tidak bisa… aku ada janji dengan Chan Sung.” In Hyun mengengamannya pada tasnya. Ia bersiap-siap kabur Lee Jong Hyun dan Kim Jong Hyun, “Dia akan membunuhku jika aku tidak datang.”

“Kami akan di bunuh oleh Hong Jjong jika kau tidak datang.” Seru Lee Jong Hyun

“Bulan kemarin kita sudah mengunjunginya. Untuk apa mengunjunginya lagi. Biarkan Hong Jong Hyun melakukan tugasnya dengan benar, jangan menganggunya.”

“Kita datang bukan untuk menganggunya, tapi memberinya semangat.” Kim Jong Hyun mengepalkan tangannya.

“Kenapa kalian begitu bersemangat, oh?” In Hyun menatap sahabatnya dengan kesal, “Ketika kalian wajib militer saja, aku dan Hong Jjong tidak pernah menjenguk kalian.”

Lee Jong Hyun dan Kim Jong Hyun terdiam.

“Biarkan aku pergi. Aku sedang melakukan tugas kuliah. Apa kalian tidak tahu. Aku ingin lulus tahun ini.” In Hyun beranjak pergi tapi Kim Jong Hyun menghalanginya.

“In Hyun-ah.” Lee Jong Hyun menatap In Hyun dengan serius. Ia merapatkan kedua tangannya di depan dada.

In Hyun menatap Lee Jong Hyun dengan seksama, “Kau menyukaiku?”

Lee Jong Hyun dan Kim Jong Hyun saling melirik. Keduanya ingin tertawa tapi menahannya. In Hyun yang merasa ditertawakan  oleh sikap keduannya menatap keduanya dengan tajam.

Ia sudah tidak bertemu dengan teman sekolah menengahnya dulu, karena kesibukan masing-masing. Bahkan ia tidak pernah bertemu dengan Yoon Ah sahabat baiknya di sekolah menengah dulu. Tapi ketika Jong Hyun itu terus menempel padanya. Harus ada waktu meskipun ia tidak punya.

Lee Jong Hyun kemudian merangkul bahu In Hyun, “Kita adalah sahabat.” Sementara tangan lainnya meraih Kim Jong Hyun.

“Dan kita tidak boleh saling menyukai.” Ucap Kim Jong Hyun setelah mendapatkan cubitan dari Lee Jong Hyung

 

얼음달

 

Setelah mendapatkan amukan dari Chan Sung karena membatalkan janji mendadak, Kehidupan In Hyun terasa membosankan. Mereka mengujungi Hong Jong Hyun tapi tidak ada yang bercerita. Semuanya sibuk dengan ponsel masing-masing.

In Hyun mengedarkan pandangannya, bosan. Ia kemudian melirik ke dalam ponsel Kim Jong Hyun.

Nugu?” tanya In Hyun penasaran

Kim Jong Hyun menatap In Hyun dengan tatapan berseri, “Aku akan keluar kampus.”

Joo In Hyun, Lee Jong Hyun dan Hong Jong Hyun menatap Kim Jong Hyun dengan tatapan tidak percaya.

“Aku tidak ingin menjadi dokter. Aku ingin membuka sebuah kafe dan membuat makanan.”

Plaak… In Hyun memukul kepala Kim Jong Hyun dengan keras, “Kau bodoh. Banyak orang yang menangis karena tidak diterima dan kau sekarang kau menyia-nyiakannya, oh?”

“Dokter bukan cita-citaku, itu cita-citanya,” Kim Jong Hyun menunjuk Hong Jong Hyun, “Aku sudah lelah mempelajari sesuatu yang aku benci. Aku ingin menikmati hidupku.”

“kenapa kau bicara seperti itu? kau bukan orang yang suka bicara sembarangan dan yang paling logis diantara kita. Sebentar lagi kau lulus, kenapa kau mengatakan hal yang seperti itu, oh?”

“Seseorang menyadarkanku, aku rasa aku jatuh cinta dan dia bilang jika aku harus mengingikuti kata hatiku.” Kim Jong Hyun memperlihatkan perlihatkan foto seorang gadis pada In Hyun.

In Hyun mengambil ponsel Kim Jong Hyun dan menatap foto gadis itu dengan penuh marah, “gadis ini?”

Kim Jong Hyun mengangguk.

“Aku tidak menyukainya.” Ucap In Hyun dengan dingin, “Aku tidak peduli apakah kau sahabatku atau bukan. Jika kau berkencan dengannya aku juga akan membencimu dan tidak akan berbicara denganmu se-la-ma-nya.”

Kim Jong Hyun merebut ponselnya dari In Hyun, “Waeyo? Kenapa kau membencinya? Dia bahkan seribu lebih baik dari dirimu dan lebih cantik.”

In Hyun menatap Kim Jong Hyun dengan kesal, “Aku pulang.” In Hyun langsung pergi tanpa mendengar jawaban dari teman-temannya.

Hong Jong Hyun merebut ponsel Kim Jong Hyun dan langsung memperlihatkan foto gadis itu kepada Lee Jong Hyun.

“kau melakukan hal buruk.” Komentar Lee Jong Hyun.

Wae?” tanya Kim Jong Hyun tidak mengerti

“Mungkin dikehidupan dulu In Hyun adalah seorang ratu atau dia telah menyelamatkan kita dari kematian. Intinya jika kau terus mempertaruhkan gadis itu, kisah cinta kalian hanya akan seperti romeo dan juliet.”

Kim Jong Hyun menatap Hong Jong Hyun, “Aku tidak mengerti perkataan seorang pengacara.”

“Gadis itu adalah gadis yang paling dibenci oleh In Hyun.”

Wae?

“Mungkin dikehidupan sebelumnya gadis itu pernah melakukan sesuatu pada In Hyun.”

ah Waeyo?”

Hong Jong Hyun mengangkat bahunya, “tidak tahu. pemikiran seorang wanita sangat kompleks dan tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.”

 

얼음달

 

In Hyun menghela nafas panjang. Ia tidak pernah benar-benar membenci gadis itu tapi gadis itu selalu saja melakukan hal yang tidak disukainya.

In Hyun melirik ponselnya. Ia menimbang-nimbang sesaat kemudian menghela nafas. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Ia memutar kembali badannya dan berjalan ke dengan lemas.

Hong Jong Hyun duduk seakan menunggunya. Kedua sahabatnya yang lain sudah tidak terlihat. Ia tidak tahu kenapa ia kembali datang ke tempat itu dan membuat hal yang paling tidak disukainya datang. Tatapan para tentara yang memandangnya.

“Aku tidak tahu kenapa aku datang kembali.”

“aku tahu.”

In Hyun menutup mukanya dengan kedua tangannya, “Kenapa kau selalu ada saat aku membutuhkanmu. Aku merasa bahwa aku tidak berguna tanpamu.”

Hong Jong Hyun tidak berkomentar.

“Ini tidak terasa berat ketika Lee Jjong atau Kim Jjong pergi. Tapi saat aku tahu bahwa kau akan pergi. Aku merasa sangat kehilangan. Awalnya aku ingin terus mengunjungimu tapi aku harus belajar bahwa aku tidak bisa selamanya bergantung padamu. Aku ingin belajar tanpamu….

“Tapi langkah kakiku terus berjalan ke arahmu. Tolong maafkan aku kali ini.”

“Kau tidak melakukan kesalahan apapun.”

“Aku melakukannya. Bagiku kau adalah orang yang paling berharga. Maka Hong Jjong-ah. Jika aku menyukai seseorang. Jangan menyukai orang yang aku benci.”

Wae?”

“Karena aku ingin terus bersamamu.” In Hyun mengigit bibirnya, “Sebagai sahabatmu.”

Kata-kata itu keluar begitu saja dari bibir In Hyun dan air matanya menetes ke pipi, tolong Hong Jjong-ah, tolong katakan bahwa kau tidak mau. Tolong, meski itu sebuah kebohongan.

 

Flash Back End

 

Nugu-ya?” Tanya In Hyun dari kamar mandi, “Siapa orang yang menyukaiku?”

Tidak ada jawaban dari ketiganya.

In Hyun menatap wajahnya di cermin. Ia menyukai salah satu sahabatnya. Harusnya ia senang. Tapi kenayataannya ia tidak terlalu senang.

Harusnya ia bahagia bahwa cinta yang datang tanpa ia sadari itu berakhir tapi kenapa hatinya terasa sakit.

Ia merasa di khianati.

In Hyun menarik nafasnya berat. “Kalian ingat bahwa kita adalah sahabat―” In Hyun mengigit bibirnya, “tidak boleh saling menyukai.”

=============================================================================================

 

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: