Jangan Pernah Lelah Untuk Bermimpi

capture71

Ingat salah satu drama Korea berjudul Misaeng. Drama tentang seorang pemuda yang bermimpi besar yang terlalu tinggi menenggakan kepalanya sehingga yang ia dapat hanya usapan angin. Dia sadar bahwa dia berkerja jauh dibawah teman-temannya dan masuk karena rekomendasi seseorang yang sangat berpengaruh. Tidak mempunyai keahlian khusus dan masuk lewat jalur khusus tapi dia tidak menyerah, dia berkata kepada dirinya sendiri, “Aku bekerja keras. Tidak. Aku keluar ke dunia karena aku tidak bekerja keras. Karena aku tidak bekerja keras, itulah kenapa aku ditelantarkan. padahal tempat dia berkerja adalah salah satu perusahaan elit.

Kadang ada saatnya saya merasa, menyesal. Kenapa tidak melakukan hal itu sungguh-sungguh sebelumnya. Kenapa dulu hanya bermain dan sekarang menyesal. Jika saja… tapi dalam agama-saya kata itu dilarang. Tidak boleh berandai-andai, maka sekarang saya mencari cara bagaimana saya bisa menghadapi dunia yang luas ini. Dunia yang semakin saya tahu banyak, semakin merasa bahwa saya ini hanya setitik debu di gurun zahara.

Masih di drama yang sama, saya melihat bahwa sang pemeran utama mendapatkan tugas untuk merapihkan isi folder, dengan percaya diri dia melakukan yang terbaik tapi boss-nya berkata bahwa susunan folder itu seperti catatan hariannya. Catatan yang hanya dimengerti oleh dirinya dan mencerinkan siapa dirinya.

Kenapa tidak boleh?

Mungkin saja bisa tapi toh pada kenyataanya kita bekerja dengan manusia. Manusia yang akan melihat pekerjaan kita dan manusia yang akan berkerja dengan kita. Lalu kenapa kita begitu egois dan memikirkan diri sendiri. Memaksa orang lain untuk mengerti kita sedangkan kita sama sekali tidak peduli dengan mereka.

Ada salah satu tulisan dari Bapak I Made Andi Arsana (Teknik Geodesi UGM) yang sangat menginspirasi saya. Salah Satunya adalah:

  1. Apapun bidang ilmu kamu, akhirnya kamu akan berhubungan dg MANUSIA yang beda umur dan latar belakangnya. Belajar komunikasi yang baik. Jangan bangga jadi alay!
  2. Bangga bisa software dan gunakan alat-alat canggih? Suatu saat kamu harus yakinkan MANUSIA akan skill itu. Belajar komunikasi dengan bahasa manusia biasa!
  3. Kamu orang teknik dan hanya peduli skil teknis? Kamu salah besar! Nanti kamu akan jual skil itu pada MANUSIA, bukan pada mesin!
  4. Kamu kira orang teknik hanya ngobrol sama mesin dan alat? Kamu harus yakinkan pengambil kebijakan suatu saat nanti dan mereka itu manusia. Belajar ngomong sama manusia!
  5. Malas basa-basi sama orang yang tidak dikenal? Enam tahun lagi kamu diutus kantor untuk presentasi sama klien yang tidak kamu kenal. Belajar!
  6. Malas belajar bikin presentasi? Lima thn lagi bos kamu datang dengan segepok bahan, “saya tunggu file presentasinya besok!”
  7. Kamu orang sosial dan malas belajar hal-hal kecil di komputer? Lima tahun lagi bos kamu datang bertanya “cara membesarkan huruf di Ms Word dengan shortcut gimana ya?’ Mau nyengir?

Dari dulu saya menyukai sastra, buku apapun saja baca. Saya ingin masuk jurusan sastra. Saya kursus bahasa Inggris, mendengarkan lagu-lagu barat dan menonton Film tanpa subtittle. tapi keinginan saya tidak terpenuhi oleh orang tua saya. Mereka tidak ingin anaknya masuk bahasa karena bahasa bisa dipelajari dimana saja. Saya marah. Tentu saja.

Baiklah, saya jadikan mimpi itu sebagai hobi. Menulis dan membaca sebagai hobi. Menulis apa yang saya suka dan tetap membaca apa yang harus saya baca dan Psikologi dan Biologi menjadi tujuan berikutnya. 3 tahun kemudian, saja diterima di salah satu perguruan tinggi negeri dan mendapatkan jurusan yang tidak saya mengerti. Akuntansi. Jurusan yang sangat mengerikan. Jauh dari jurusan yang saya inginkan dan berbanding terbalik dengan apa yang saya cita-citakan.

Bertempur dengan sesuatu yang saya tidak sukai tapi saya sudah mencoba untuk menyukainya, minimal tetap bertahan sampai lulus. Saya menyukai pajak, dan ingin konsen di dalam pelajaran itu sampai akhirnya saya malah terjebak di dunia akuntansi. Tidak bisa beralih ke pajak. Sedih bukan? tapi lagi-lagi lewat drama itu.

Salah satu adegan ketika Young Yi menghadap ke Kepala Departemen Keuangan. Harusnya ia melaporkan rencana bisnis timnya tapi ia tidak bisa menuliskan laporannya tapi malah mengatakan apa yang ia temukan ketika membuat laporan. Kepala Departemen keuangan sangat menyukai penjelasan Young Yi. Lalu Kepala Departemen bertanya tentang Jurusannya. Young Yi menjawab kalau ia belajar politik, ilmu pengetahuan alam dan diplomasi.  Lalu Kepala Departemen bertanya apakah Apakah Young Yi mau belajar akutansi secara terpisah. Young Yi menjawab bahwa ia akan senang mempelajarinya. Lalu Kepala Departermen Keuangan memberi respon, “Bagus, pelajarilah dengan cepat. Karena accounting adalah bahasa dari manajemen bisnis.”

Speechless.

Saya tahu bahwa Tuhan tidak pernah tertidur dan Tuhan mengatur kehidupan saya begitu indah. Karena Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan tapi yang kita butuhkan. Benar, Tuhan tetap menjadikan saya sebagai anak yang bisa terus membawa keinginan orang tua saya tapi Tuhan juga tidak lupa tentang keinginan kecil saja. Saat itu, saya menyadari bahwa selama 10 tahun itu saya tidak menginginkan sesuatu yang sangat mustahil.

Seorang teman pernah berkata, “mimpilah setinggi langit, kalaupun nanti kita terjatuh, kita akan jatuh dihamparan bintang.” dan sekarang aku ada diantara hamparan bintang. Dulu cita citaku adalah menerjemahkan buku asing kedalam bahasa Indonesia, berbicara dengan bahasa asing dan jalan-jalan ke negara asing tapi sekarang aku mengeditnya sedikit menjadi cita-citaku adalah menerjemahkan kondisi manajemen perusahaan kepada investor asing, berbicara dengan mereka tentang prospek perusahaan ke depan dan rapat keluar negeri. Amiin Ya Rabb😀

Untuk itu, Saya harus berkerja keras, lebih keras agar bisa terus mengajar mimpi-mimpi itu dan terus bermimpi. Terus berusaha dan tetap berikhtiar. Saya Yakin bahwa Tuhan tidak tidur dan Tuhan punya rencananya. Siapa tahu salah satu Mimpi itu ada yang di restui oleh-Nya😀. Bukan seseorang yang kelilipan karena terlalu lama menatap langit tapi seseorang yang berlari mendekati takdirnya.

Terkahir kata-kata dari Drama Misaeng, “Sebuah jalan kecil bukan hanya dimana kamu berjalan, tapi dimana kamu berjalan, agar kamu bisa bergerak maju ke depan. Sebuah jalan dimana kamu tidak dapat maju kedepan bukanlah sebuah jalan. Sebuah jalan terbuka untuk semua orang, tapi tak semua orang bisa mendapatkan jalan”

just_keep_dreaming_banner

jangan lupa bersyukur

Previous Post
Leave a comment

1 Comment

  1. Reblogged this on More than words and commented:
    Inspiring.
    “Karena Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan tapi yang kita butuhkan….”

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: