얼음달 (ICE MOON) Part V

Jjong GirlFriend

얼음달 (ICE MOON)

BAGIAN V

Time, please Stop

 

Ada yang ingin ku ingat tapi tak bisa aku ingat. Adalah bagaimana aku bisa jatuh cinta padanya.

Namun akhirnya setiap kali aku melihatnya, aku semakin menyukainya.

Setiap kali rindu menyergap, aku semakin menyukainya

Aku hanya menyukainya setipa hari, demi hari.

 

Joo In Hyun Agustus 2015

얼음달

 

“Kau benar In Hyun-ah. Sahabat tidak boleh saling menyukai. Lalu apakah sahabat harus saling membenci?” celetuk Hong Jong Hyun dengan lantang.

Setelah sekian lama mereka berteman. Hong Jong Hyun adalah type penjinak bom. Disaat semua teman-temannya akan meledak, ia akan datang untuk menghentikan semuanya. Hanya kali ini saja ia terdengar seperti ingin meledak.

“Ada yang salah, Hong Jjong? Kenapa kau berteriak.”

“Cepat mandi dan datang kesini, kau membuatku tidak sabaran.” Balas Hong Jong Hyun membuat In Hyun tersentak kaget. Jantung berdetak kencang. Takut. Ia takut Hong Jong Hyun marah.

“Kau siapa? Berani menyuruhku seperti itu.” balas In Hyun tidak mau kalah. Ia menarik nafasnya untuk mengatur detak jantungnya.

“Tidak bisakah kau mendengarkan aku kali ini saja. Aku sudah bosan mendengarkan dirimu. Mendengarkan keluh kesalmu.”

In Hyun menatap Hong Jong Hyun dengan panas. Sedangkan yang ditatap sedang menatapnya dengan tatapan teduh seperti biasanya. Duduk dengan melipat kaki dan bersandar di sofa seakan rumah itu adalah rumahnya.

13 tahun yang lalu…

“Yoon Ah-ya, Apa In Hyun tidak masuk lagi?” Hong Jong Hyun memberikan buku catatan milik In Hyun pada Yoon Ah teman sebangkunya sementara matanya terus menatap bangku kosong milik In Hyun.

“In Hyun sedang sakit. Badannya demam. Mungkin besok dia akan masuk untuk presentasi.” Im Yoon Ah kemudian menepuk keningnya, terungat akan sesuatu, “Tugas kelompok? Aku lupa bahwa besok ada tugas kelompok dan presentasi.”

Yoon Ah kemudian mengambil ponselnya dan mengetikan sesuatu, mulutnya bersuara sesuai dengan pesan yang ia ketikan, “In Hyun-ah, apa kau besok akan masuk? Besok kita punya harus―

“Yoon Ah-ya, apa kau mau bertukar teman kelompok? Kau bisa satu kelompok dengan Chan Sung dan mengerjakannya sepulang sekolah.”

Yoon Ah menatap Hong Jong Hyun dengan tatapan menimbang, “Benarkah?”

“Hmm…” gumamnya membuat Yoon Ah tersenyum bahagia. “Jangan lupa memberitahu In Hyun.”

Hong Jong Hyun kembali ke bangkunya. Selama sisa jam istirahat itu Hong Jong Hyun terus menatap layar ponselnya. Hatinya menyuruh untuk menunggu kabar dari In Hyun sementara pikirannya menyusun strategi untuk menemui In Hyun.

Mwoya? Joo In Hyun?”

Hong Jong Hyun menoleh kebelakang ketika Kim Jong Hyun orang yang duduk di depannya menyebut nama gadis yang sejak dua minggu yang lalu hadir dikepalanya., “Mwoya?” Disaat bersamaan ponselnya bergetar.

Jong Hyun-ah, Yoon Ah mengatakan bahwa aku satu kelompok denganmu. Bisakah kau datang ke rumahku selesai sekolah. Karena aku sedang sakit, aku tidak bisa keluar rumah. Joo In Hyun.” Lee Jong Hyun yang duduk di sebelah kiri mereka menunjukan ponselnya kearah Kim Jong Hyun dan Hong Jong Hyun, “Aku mendapatkannya juga.”

Hong Jong Hyun menatap ponselnya dengan tatapan hampa. Ia menerka apakah pesan masuk yang ada di ponselnya sama seperti yang di dapat kedua temannya.

“Hong Jong Hyun apa kau mendapatkan pesan dari Joo In Hyun juga?” Lee Jong Hyun mengambil ponsel Hong Jong Hyun dan tertawa saat melihat sebuah pesan yang belum terbuka.

“Aish gadis merepotkan.”Kim Jong Hyun menekan ponselnya dengan gemas.

Chankaman.” Hong Jong Hyun mengentikan gerakan tangan Kim Jong Hyun

Wae?” Lee Jong Hyun menatap Hong Jong Hyun dengan tatapan curiga, “Aku seperti mencium bau hangus.”

 “Ya ini bau hati yang sedang terbakar.” Timpal Kim Jong Hyun diiringi tawa keduanya.

Hong Jong Hyun hanya tersenyum hambar. Wajahnya tersipu malu.

“Waaaa~ ketua kelas kita sedang jatuh cinta.”

Hong Jong Hyun hanya bisa menahan senyumnya dan menundukan wajahnya yang memerah. Ia tidak bisa membekap mulut temannya

Dowajuseyo.” Ucap Hong Jong Hyun sambil menatap teman-temannya.

Lee Jong Hyun dan Kim Jong Hyun bertukar pandang sejenak. Mereka saling bertukar kode membicarakan apakah akan menolak atau menerima tawaran Hong Jong Hyun.

“Apa yang harus kami bantu?” ucap Kim Jong Hyun.

“Temani aku sampai aku siap mengatakan bahwa aku menyukainya.”

Flash Back End

“Hentikan Hyun-ah.” Ucap Kim Jong Hyun dengan nada kalem, “Jika kau meluapkan emosimu sekarang, sepuluh tahun atau duapuluh tahun lagi. Kita akan tetap seperti ini.”

“Dengarkan dia sekali ini saja.” Tambah Lee Jong Hyun, “Dengarkan seperti dia yang selalu mendengarkan apa yang kau ucapkan.”

In Hyun menggelengkan kepalanya, “Kenapa? Apa ada yang salah denganku?”

Ketiga Jong Hyun menggagguk.

“Aku minta maaf. Soal pesan semalam. Jadi jangan di bahas lagi, okeh?” In Hyun memberikan peritangan kepada ke tiga Jong Hyun Itu.

“Ini bukan soal pesan semalam. Ini tentang seorang anak laki laki.” Hong Jong Hyun menggangkat kepalanya menatap In Hyun. “Seorang laki laki yang selalu menatap sebuah bangku kosong yang sering di tinggalkan oleh pemiliknya.”

In Hyun menurunkan pandangannya dan menatap Hong Jong Hyun dengan perasaan was-was.

“Kenapa dia selalu absen dari kelas, kenapa dia gampang sekali sakit, kenapa dia begitu rentan, kenapa dia begitu lemah, apakah dia berbohong, apakah dia hanya mencari alasan. Anak laki laki itu terus bertanya kepada dirinya sendiri dan ratusan pertanyaan lainnya. Hari demi hari anak laki laki itu menemukan jawabannya satu persatu, dan kemudian berhenti.”

Hong Jong Hyun berdiri dari duduknya dan menghampiri In Hyun.

“Ketika ia hampir menyelesaikan pertanyaannya, ia mendapatkan pertanyaan lainnya, kenapa ia melakukan itu? apakah yang dicarinya?”

“Apa?” tanya In Hyun tidak mengerti.

Hong Jong Hyun menggeleng, “Sampai sekarang ia tidak tahu jawabannya.”

“Mungkin karena dia menyukainya?” tanya In Hyun lagi.

Hong Jong Hyun menggeleng lagi, “Jika anak laki laki itu menyukainya, anak laki laki itu tidak akan membiarkan dia bersama laki laki lain. Jika benar-benar menyukainya, anak laki laki itu akan mengatakannya. Tapi sampai sekarang ia tidak pernah mengatakannya.”

In Hyun menggaruk kepalanya merasa gatal mendadak. Jantungnya kembali berdetak dengan kencang.

“Kita tidak pernah bersahabat In Hyun-ah.” Ucap Hong Jong Hyun dengan nada bisa. “Aku yang menyuruh Lee Jjong dan Kim Jjong untuk bersama, tentu dengan sebuah ancaman. Aku memaksakan diri untuk selalu dekat denganmu. Tentu saja ada maksudnya. Sejak dulu aku tidak berniat untuk bersahabat denganmu.”

“Jadi maksudmu? Ya!” In Hyun berteriak pada Hong Jong Hyun kemudian menendangnya, “Setelah menceritakan hal yang aneh, kau membuat ucapan yang membuatku jengkel.”

“In Hyun-ah.” Panggil Kim Jong Hyun, “Jika Hong Jong Hyun menyukaimu apa yang kau lakukan?”

In Hyun membelakakan matanya, “Bukannya kau yang bilang kalau―”

“Ya!” Lee Jong Hyun melemparkan sebuah bantal pada In Hyun, “Apa kau tidak dengar, dia bukan sahabatmu. Dia tidak ingin jadi sahabatmu.”

“Arrghhh…” Kim Jong Hyun memukul tembok dengan kesal, “Yak Hong Jong Hyun, apa susuahnya mengatakan Joo In Hyun, aku menyukaimu dan Joo In Hyun apa susahnya mengatakan bahwa kau menyukai Hong Jong Hyun.”

“Apa yang kalian lakukan selama tiga belas tahun, oh?” Lee Jong Hyun ikut frustasi, “Saranghae, Choahae, Bogoshipo. Kenapa kata-kata itu sulit sekali kalian ucapakan.”

In Hyun dan Hong Jong Hyun melemparkan tatapan mereka ke arah berlainan.

“Aku tidak peduli lagi apa yang kalian katakan. Kalian adalah pasangan.” Kim Jong Hyun membuat In Hyun dan Hong Jong Hyun membelakakan matanya.

“Aku setuju.” Lee Jong Hyun menggangkat tangannya

“Call.” Kim Jong Hyun Ikut mengagkat tangan

Hong Jong Hyun tertawa, “Call”

In Hyun melirik Hong Jong Hyun dan tertawa, “Call.”

얼음달

Kini ketika anak laki laki yang selalu menoleh ketika namanya disebut itu berdiri dengan penuh karisma. Tidak ada orang yang memanggil nama mereka dengan sebutan yang sama. Tidak ada orang yang menoleh kesal karena terlalu percaya diri namanya disebut.

Dokter Hong, Chef Kim dan Jaksa Lee, nama yang berbeda dan menunjukan diri mereka masing-masing. Nama besar mereka yang akhirnya membuat mereka berbeda dan bersinar. Tapi aku tahu siapa mereka, mereka adalah Jong Hyun dan aku menyimpan rahasia mereka.

TAMAT

==========================================================================================================================================

Sebenernya ada satu part lagi… bagian Hong Jjong galau mau wamil. kenapa ia telat wamil dsb… tapi berhubung dengan kesibukan dunia yang lain saya, jadi di persingkat.

sebenernya cerita ini gaje banget, cerita simpel tapi sangat berat bagi saya pribadi. Berat karena harus bulak-balik flashback dan yang paling sussah karena kadang saya lupa sama ceritanya hahaaa

See you next project ^^

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: