Hei… hujan

image

Derap langkahnya semakin terdengar mendekat. Semakin lama semakin membuat berdebar. Semakin membuat hati menjadi luluh… hanya karena mendengar suara langkah kakinya.

“Hei…” ucapnya saat dia sudah disampingku. Menyelinap diantara orang-orang.
“hei…” balasku lagi. Mencoba bergeser agar dia bisa masuk lebih merapat.
“Hujan.” Ucapnya sambik melihat ke atas. Rintik hujan yang semakin membesar.
Seseorang mendorong tubuh kami hingga kami semakin berhimpitan. Aku mendengar degup jantungnya. Mencium wangi tubuhnya. Tubuhnya yang kekar tidak bergoyang meski orang-orang saling mendorong.
Syuut… dia menarikku agar tidak terpisah darinya. cengkraman tangannya membuatku kesakitan
“Sakit ya? Maaf.”
Aku menggeleng. Ini adalah pertama kalinya aku melihatnya dari dekat. Aku hanya sedada bidangnya.
Aku terpaku dihadapannya. Tidak bergerak. Aku terlalu terbuai dengan adegan ini.
“Sam…” ucapku perlahan
“Eung…”
Aku mendorong tubuhnya sedikit. Dia paham dengan gerakanku kemudian perlahan menjauh. Setidaknya ada jarak diantara kami.
“Sudah lama kita tidak sedekat ini.” Ucapnya memecah keganggungan ini. “Benar benar dekat.”
Aku hanya tersenyum. Kami pernah dekat sekali. Hanya dekat. Tidak pernah lebih dari dekat. Itulah alasan kenapa aku menjauhinya.
Setiap dia dekat dengannya. Aku merasa tidak berdaya. Aku kembali jatuh cinta. Jatuh lagi dan merasakan sakit. Itulah alasan kenapa aku menjauhinya.
“Abis hujan reda. Mau minum kopi dulu?” Tanyanya langsung ku jawab dengan gelengan. “Sibuk?” Aku kembali menggeleng.
Kami kemudian terdiam.
“Aku tahu kenapa kamu ngejauhin aku.” Ucapnya. Aku masih terdiam. “Gini… aku bakal lari ke coffee shop… kalau kamu gak mau temenan lagi sama aku kamu gak usah dateng. Tapi kalau kamu masih mau… temui aku disana.” Tampa menunggu jawaban dariku, dia berlari. Menuju coffee shop.
Aku melihat punggungnya yang basah. Mendengar langkah kakinya yang menjauh.
Aku menatap butir hujan yang jatuh. Menimang apakah aku harus menerima atau mengabaikan pria itu. Setelah hujan benar benar surut. Aku mengambil langkahku.

>>deson<<

Sam tersenyum saat melihatku. Ia menyuruhku duduk disebelahnya. Tapi aku menolak.
"Sam aku datang kesini karena aku masih ingin menjadi temanku." Ucapku tanpa berniat untuk basa basi. "Sebagai teman. Maukah kau datang ke pesta pernikahanku?" Aku menyerahkan sebuah undangan kepadany. Kemudian meninggalkannya.
Apa yang telah bumi berikan pada langit dan apa yang telah langit berikan pada bumi? Hujan. Hujan terlahir karena langit tidak bisa membawa air lalu banyak… hujan menguap karena panas bumi.
Seperti hujan itu… aku ingin perasaan ini menguap… seperti hujan itu aku ingin perasaan itu mengalir ketempat yang lebih indah.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: