EXO FANTASI: HEALING ANGEL

EXO Fantasi

Tittle: Healing Angel

Author: Deson

Art Poster: –

Main Casts: Zhang Yi Xing, Rosella

Other Casts:

(Find By Yourself ^^)

Length: One Shot

Genre: Fantasy, Mistery, Romance

Rating: PG-15

 

Saat itu Rosella baru berumur tujuh tahun, ketika ia melihat sesuatu yang sangat mistis. Pertama kalinya ia menyaksikan seorang malaikat maut mencabut nyawa seseorang. Ia sendiri tidak yakin apakah sosok misterius itu adalah malaikat maut, tapi melihat kejadian itu ia menyimpulkan bahwa sosok itu adalah malaikat maut.

Sejak saat itu Rosella tidak pernah takut pada kematian, saat ia mengalami kecelakaan beruntun atau saat dokter mengatakan bahwa ia memiliki tumor  otak, gadis itu hanya tersenyum. Gadis itu akan bertemu dengan sosok malaikat yang pernah dilihatnya saat itu.

“Jadi kau tidak mau menjalani pengobatan?”

Rosella menggeleng.

Dokter Park menatap Rosella sesaat. Ia menatap Rosella dengan penuh kasih sayang, “Apa tidak boleh, sebagai pamanmu aku ingin kau menjalani terapi.”

“Tidak usah buang-buang uang paman.” Rosella tersenyum lebar seakan vons tumor itu sama seperti mendapatkan mobil mewah, “daripada menjalani kemotrapi, itu akan merusak kulitku, lebih baik aku menjalani perawatan kulit atau spa, agar saat aku mati, aku bisa cantik tampil cantik.”

“Sella.”

“Siapa yang ingin hidup lama?” Rosella menatap pamannya dengan mata yang berbinar, “hidup tua dan keriput? Tidak mempunyai tenaga, hanya ada kesedihan. Setiap malam sambil menunggu kematian , melamunkan masa muda.”

“Tidak seperti itu, Sella…”

“Pokoknya aku tidak ingin menjalani pengobatan.”

>>deson<<

“Rosella, 24 tahun, baru saja divonis mempunyai tumor otak. Dia menolak menjalankan pengobatan. Dua jam yang lalu dia ditemukan pingsan di daerah Hongdae. Pembuluh darahnya pecah. Penyebabnya belum ditemukan.”

Zhang Yi Xing menatap gadis dihadapannya. Ia sedikit terganggu dengan gadis itu. Gadis itu tidak terlihat sebagai gadis kurang mampu. Ia memiliki tubuh yang terawat, pakaian bermerek, barang-barang mewah. Tapi kenapa dia tidak mau menjalani perawatan, jelas uang bukan masalah utamanya.

Sebagai dokter ia sangat ingin menyembuhkan semua penyakit pasiennnya. Apapun itu ia melakukan yang terbaik.

“Yi Xing, kau yang ambil pasien ini. Rawat dia sampai sembuh.” Ketua dokter bedah dalam menepuk bahu Yi Xing, “Dia adalah keponakan dari Kepala departermen, jika kau tidak bisa menyembuhkannya, kau tahu  apa akibatnya.”

“Kenapa saya?” Tanya Yi Xing.

“Karena kau mampu membuat orang yang tidak mempunyai kesempatan untuk sembuh menjadi sembuh. Sekarang tugasmu adalah membuat dia hidup kembali.”

“Tapi dia tidak ingin hidup. Bagaimana dia bisa hidup.”

Kepala Dept bedah menatapnya dengan tajam, “Aku tidak tahu, itu perintah dari atas.”

Yi Xing mendengus kesal. Tentu saja ia ingin menyembuhkan pasien kecuali pasien yang tidak ingin sembuh. Itu hanya membuang waktu dan tenaganya.

>>deson<<

Tengah malam ketika Rosella bangun dari pingsannya. Ia merasakan sakit luar biasa dikepalanya. Ia terbangun kemudian minum segelas air putih. Ruangan tempatnya dirawat sangat besar dan sepi. Rosella tidak betah kemudian pergi keluar untuk menghidup udara segar.

Ia berjalan dengan santai melewati lorong-lorong rumah sakit. Ia kemudian berhenti di sebuah bangsal. Ia melihat ke dalam bangsal itu dan mendapati seseorang yang sangat ia ingin temui. Malaikat maut.

Rosella terpana untuk beberapa saat. Orang itu tidak berubah sama sekali. Tidak menua, dan tetap taman. Kharisma nya sama sekali tidak pudar malah semakin bertambah.

Orang itu… Rosella terdiam ketika orang itu berbalik dan sebuah cahaya masuk kesalah satu pasein yang sedang tertidur. Pasien itu bergerak meronta kemudian berhenti. Rosella mendekap mulutnya tidak percaya. Pria itu benar-benar malaikat maut.

Tanpa takut sama sekali, Rosella membuka bangsal itu. Orang itu sedikit panik namun tersenyum, “Ada yang bisa saya bantu, nona?”

Rosella menatap wajah orang itu dengan seksama. Pria itu memakai dokter lengkap dengan stestokop yang melingkar di lehernya. Sebuah papan nama, bertuliskan Zhang Yi Xing, “Kau bukan orang Korea?”

“Aku mendapatkan Beasiswa di sini.”

Rosella menggangguk, “itu nama aslimu? Apa kau seorang manusia?”

Dokter muda itu menggaguk, “tentu saja. Kau pikir aku itu apa?”

“Malaikat pencabut nyawa.” Ucap Rosella dingin. Ia lalu menatap pasien yang sedang terbaring itu. matanya melotot ketika ia tahu bahwa orang itu masih hidup, “dia masih hidup.”

“tentu saja.”

“Jadi tugasmu gagal malam ini?”

Yi Zing mengerutkan keningnya, “Maksud anda?”

>>deson<<

Yi Xing sudah tidak heran ketika melihat tatapan Rosella padanya. Ia tidak tahu apa yang diketahui oleh Rosella yang jelas gadis itu sudah tahu jika ia mempunyai sebuah kekuatan. Tapi bagaimana Rosella bisa tahu sedangkan ia tidak pernah mengenal Rosella sebelumnya.

“Kau tidak ingin menjalani pengobatan. Kenapa kau masih di Rumah sakit?” tanya Yi Xing.

“Kau adalah malaikat maut, setidaknya aku harus dekat dengamu.” Ucap Rosella. Sema seperti sebelumnya, Rosella menolak untuk melakukan Kemotrapi. Ia juga tidak mau meminum obat. Satu-satunya yang ia lakukan adalah meminum obat anti nyeri. Untuk mengurangi rasa sakitnya. “Oiya kapan kau akan mencabut nyawaku?”

Yi Xing menarik kedua ujung bibirnya, “kapan? Kenapa aku harus memberitahumu. Jika hal itu terjadi mendadak akan lebih seru.”

Rosella memanjukan bibirnya, “Aku tidak bisa menunggu lebih lama. Cepat lakukan saja.”

Yi Xing menatap Rosella dengan pandangan penuh pertanyaan, “Apa kau tidak takut. Mati itu sangat menyakitkan.”

Rosella menggeleng. “Tidak. Terlalu sakit ketika tua karena sudah rapuh sedangkan aku masih muda. Aku bisa menahannya.”

Yi Xing tertawa. “Kau orang nekat dan juga bodoh.”

Rosella mengakuinya, “Aku baru tahu jika malaikat maut juga bergaul dengan manusia.”

>>deson<<

Yi Xing dipanggil oleh kepala departemen. Awalnya Yi Xing ingin menolak tentu saja ia hanya dokter residen dan sangat tidak ingin masuk kedalam lingkaran politik rumah sakit, tapi ada hal yang membuat dia penasaran. Undangan kepala departemen dipenuhinya dengan sukarela.

“Apakah anda tahu kenapa Rosella tidak mau menjalani perawatannya?”

Kepala Departemen terdiam sejenak. Ia tidak tahu alasannya. Rosella adalah anak yang pemberani dan juga sangat tertutup.”mungkin otaknya rusak karena tumor itu.”

Yi Xing menggeleng, bukan jawaban itu yang ingin dia dengar, “Apakah dia pernah kehilangan seseorang?”

“Neneknya.” Jawab Kepala Departemen, “Sejak kecil Rosella tinggal bersama neneknya. Selain itu ia tidak pernah dekat dengan neneknya.”

“Kapan neneknya meninggal?”

“Saat umurnya tujuh tahun.”

Yi Xing menganggukan kepalanya, ia sepertinya mulai mengerti tentang keadaan Rosella.

“Kenapa?”

“Rosella dan neneknya. Aku bisa memahami kesendiriannya. Meskipun kedua orangtuanya sangat mampu. Kenyataan bahwa ia tinggal bersama neneknya dan melihat kekhawatiran neneknya membuatnya berpikir bahwa ia tidak ingin seperti itu. Tua, sengsara dan sakit-sakitan.”

“Dokter Zhang?”

Yi Xing membungkuk meminta maaf, “Jika kau ingin mengobati otaknya, kau harus mengobati hatinya terlebih dahulu.”

>>deson<<

“Kapan aku mati?” pertanyaan itu selalu muncul ketika Rosella bertemu dengan Yi Xing. Sejujurnya Yi Xing bosan dengan pertanyaan itu. Pertanyaan itu juga kerap di pertanyaakan Rosella ketika Yi Xing sedang mengunjungi pasiennya. Banyak pasiennya sekarang yang tidak mempercayaianya.

“Apa kau benar-benar ingin mati?” tanya Yi Xing, yah benar. Ia akan mengobati gadis itu lagi. Meskipun ia mempunyai seribu kekuatan untuk menyembuhkan orang yang sedang sekarat tapi ia tidak akan menyembuhkan gadis itu. Ada banyak orang yang masih ingin hidup kenapa ia harus berurusan dengan gadis yang ingin mati.

“Benarkah?” Rosella menatap Yi Xing tidak percaya.

“Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan sebelum mati.”

“Tidak usah aku hanya ingin mati cantik saja.”

Yi Xing mengerutkan keningnya. Gadis itu kemudian memanggil semua stylisnya dan beberapa fotografer. Ia menghias wajahnya lebih cantik dari pada pengantin wanita. Dengan gaun berwarna merah, kulit putih dan kurusnya terekspose. Tubuh langsing putih itu bukan karena perawatan. Tapi karena sel tumor yang sudah menjalar hebat. Seberapa besar nafsu makannya ia terlihat seperti sebuah tengkorak hidup.

Tidak hanya satu pose, gadis itu menginginkan ratusan pose dengan berbagai gaun. Ia sampai bingung foto mana yang akan di pasang di pemakamannya. Reaksi gadis itu sama seperti gadis seusianya yang sedang melakukan foto prewed.

“Apakah kau benar-benar menyukainya?” tanya Yi Xing diikuti anggukan Rosella. Ia mencoba mengerti Rosella tapi ia tidak pernah menemukan jawabannya.

>>deson<<

“Bukankah dia sama sepertimu.” Ucap Kyung Soo satu-satunya orang selain Rosella yang mengetahui tentang kelebihannya.

“Apanya?”

“Kau telah hidup dari waktu ke waktu. Bukan karena keinginanmu tapi kau sedang menunggu. Dengan menyembuhkan banyak orang bukankah kekuatanmu semakin melemah. Kau juga tidak pernah mengasah kekauatanmu. Sama dengan Rosella, kau juga sedang menunggu kematian.”

“Tapi aku berbeda. Aku sudah hidup selama ratusan tahun.”

Hyung… Hidup ratusan tahun atau baru kemarin hidup, tidak ada bedanya. Kau diberikan anugrah oleh Orion untuk menyembuhkan. Kau harus menggunakannya.”

Yi Xing tertunduk. Orion, mahluk yang memberikannya kekuaatan untuk menyembuhkan. Juga mengambil sebagaian dari hidupnya.

Hyung…” Kyung Soo menepuk pundah Yi Xing, “Jika semua yang kita ingin bisa terkabul dengan mudah, dunia tidak akan menarik.”

>>deson<<

 Yi Xing menatap Rosella dengan lekat. Rosella dalam keadaan baik akhir-akhir ini terutama saat ia tahu akan segera meninggal. Ini akan semakin menyulitkan mereka.

“Aku bukan Tuhan yang tahu kapan kau akan mati, tapi aku bisa merasakan bahwa malaikat maut akan datang ke sini. Jika kau ingin mati. Kau harus berada dalam kondisi dimana malaikat maut menginginkanmu. Kondisi antara hidup dan mati.” Yi Xing mengambil obat anti nyeri Rosella. “Kau tidak perlu meminumnya, kau akan kesakitan, tapi bukankah kau ingin cepat mati.”

“Nanti malam. Okeh. Aku akan bersiap.”

“Jangan terlalu berharap. Siapapun tidak pernah tahu kapan tepatnya malaikat maut akan datang.” Yi Xing menatap Rosella sesaat, “Apa kau yakin tidak akan menyesal? Tidak ada hal yang membuatmu penasaran atau sesuatu yang ingin kau lakukan sebelum mati?”

Rosella terdiam sejenak, “Ada. Aku ingin melihat seseorang menangis untukku. Setulus hati.”

Yi Xing mendecak, “Lupakan saja.”

“Oiya… Aku sudah memutuskan foto yang mana yang aku pajang.” Ucap Rosella dengan riang. Ia menunjuk sebuah foto yang masih terbungkus rapih, “Maukah kau menyimpannya dan memasangnya di upacara kematianku. Permohonan terakhirku.”

Yi Xing menggangguk kemudian mengambil foto itu keluar.

>>deson<<

Yi Xing selalu memantau keadaan Rosella, Rosella semakin kritis. Ia bahkan berteriak dan menyiksa dirinya sendiri saat tidak bisa menahan nyeri dikepalanya. Ia ingin membantu tapi ia bisa merasakan aura malaikat maut yang semakin kuat. Rosella benar-benar akan mati.

Dia mengunci dirinya sendiri di ruangan saat aura malaikat maut semakin menguat. Ia mencoba untuk mengalihkan perhatiannya pada foto Rosella. Ia menatap Foto Rosella sejenak. Cantik.

Yi Xing terpana untuk beberapa saat. Ingatannya kembali ke waktu tujuh belas tahun yang lalu dimana ia kehilangan kekasihnya, Song Xian. Saat itu ia berusaha untuk menyelamatkan seorang nenek dan cucunya yang tertabrak sebuah mobil.

Kondisi Song Xian sedang tidak baik, ia baru saja menolong seorang ibu yang melahirkan dengan bayinya. Namun sifat baik hati Song Xian yang tidak pernah habis itu mencoba untuk menolong nenek dan cucunya. Song Xian kehilangan kesadarannya dan pingsan. Yi Xing mencoba untuk memberikan pertolongan pada Song Xian tapi Song Xian menolak, Song Xian meminta Yi Xing untuk menolong nenek itu dan Song menolong sang cucu.

“Kita telah hidup lebih lama, sebagai gantinya kita harus menolong orang biasa itu agar bisa menikmati hidupnya sedikit lebih lama lagi. Agar mereka bisa bisa menyelesaikan apa yang belum terselesaikan.”

Malaikat maut telah datang, Song Xian akhirnya menyerahkan nyawanya sebagai ganti dari nyawa cucu nenek yang diselamatkannya. Ia juga memberikan kelebihan terakhirnya pada Yi Xing, sifatnya yang selalu ingin menyelamatkan orang. “Aku akan selalu ada disampingmu Yi Xing.” Kata-kata terakhir yang selalu diingat oleh Yi Xing.

Yi Xing semakin cemas. Ia berlari ke kamar Rosella dan melihat malaikat maut sudah berdiri menati Rosella. Yi Xing masuk ke kamarnya dan mencoba untuk menyelamatkan Rosella. Kondisi Rosella benar-benar buruk. Keajaiban pun sangat susah untuk menolongnya.

“Rosella… Rosella…” panggil Yi Xing.

Agar mereka bisa bisa menyelesaikan apa yang belum terselesaikan.

Ia tidak pernah mengerti kenapa seseorang seperti dirinya dan Song Xian bisa mati. Apa yang telah diselesaikan oleh Song Xian sedangkan dirinya belum. Kenapa ia masih merasa bahwa Rosella masih membutuhkan satu kempatan

“Bangun… Rosellla.”

>>deson<<

Rosella melihat keseliling. Awalnya ia tidak melihat apapun kemudian semuanya menjadi jelas. Ia berada didalam sebuah ruangan berwarna putih. Dengan seorang perempuan cantik yang terasa sangat familiar tapi ia tidak ingat siapa.

“Apa kau yakin tidak akan mengingkari keputusanmu?” wanita itu sangat cantik, dengan rambut panjang yang mengkilap dan senyum yang indah, “Setelah kau melewati ruang ini kau tidak akan kembali.”

“Tentu saja. Aku ingin bertemu dengan nenekku.”

“Kenapa kau sangat ingin bertemu dengannya?”

“Karena hanya dia yang mencintaiku. Dia satu-satunya orang yang tulus merawatku. Bukan karena uang atau jabatan. Aku hanya ingin dekat bersamanya.”

Wanita itu mengangguk dengan anggun, “benarkah?”

Rosella… Rosella…

Rosella terdiam mendengar suara itu. Yi Xing, ia tahu bahwa Pria itu memanggil namanya. Suaranya terdengar sangat menyakitkan.

“Apa kau yakin?” Tanya wanita itu sekali lagi.

Bangun… Rosellla.

Rosella menatap wanita itu sekali lagi. Ia mengingatnya. Wanita itu.

“Kita bertemu saat kau dan nenekmu mengalami kecelakaan tujuh belas tahun yang lalu.” Wanita itu menjawab pertanyaan Rosella, “Aku yang menyelamatkanmu.”

“Kenapa kau menyelamatkanku? Kenapa kau tidak membiarkan aku mati.” Tanya Rosella.

“Sekarangpun aku akan melakukan hal yang sama. Mencegahmu melakukan hal bodoh.”

Rosella menggeleng, “tidak.”

“Bukankah Yi Xing sudah memberitahumu.” Wanita itu mengusapkan tangannya keudara membuat layar fatamorgana dimana Yi Xing berteriak dan mencoba menolongnya, “kau tidak bisa meninggal sebelum berhasil menyelesaikan apa yang belum terselesaikan.”

“Apa itu?”

“Yang masih kau inginkan sebagai manusia.” Ucap wanita itu membuat Rosella semakin tidak mengerti, “Kau adalah manusia, lakukanlah apa yang manusia lainnya lakukan. Jika kau menginginkan sesuatu kejarlah.”

“Aku ingin bersama nenekku.”

“Percayalah, kalian akan bertemu disaat yang tepat.”

“Kau tidak mengerti.”

“Aku juga manusia.” Bentak wanita itu hingga membuat Rosella mundur beberapa langkah, “Aku pernah mengalami hal yang sama dengamu, setidaknya jika kau hidup kau tidak akan pernah menyesal. Hiduplah seperti apa yang nenekmu inginkan.” Wanita itu kemudian mendorong Rosella hingga terpental jauh.

Rosella merasa tubuhnya diputar-putar, terjatuh dari ketinggian seribu meter dan merasakan dingin. Tubuhnya sudah dingin. Satu-satunya kehangatan yang ada berasal dari Yi Xing yang terus memanggil namanya dan memeluknya dengan erat.

“Rosella… Rosella.”

Rosella membuka dan melihat Yi Xing menatapnya dengan khawatir. Matany sembab meski tidak mengeluarkan air mata. Ia tersenyum, inikah rasanya meninggalkan seseorang, tidak ingin melihat air mata yang ditinggalkan.

Itukah yang neneknya inginkan, tidak ingin dirinya menangis.

>>deson<<

“Akhirnya kau menggunakan seluruh kekuatanmu, untuk menyelamatkannya.” Ucap Kyung Soo yang akhirnya menjadi dokter pribadinya.

“Ya, sekarang aku harus belajar kedokteran lagi, karena mungkin aku tidak mempunyai kesempatan untuk menyembukan orang lagi.” Yi Xing tertunduk malu. Ia jatuh pingsan saat mencoba untuk membangunkan Rosella, tidak hanya itu Kyung Soo mengatakan bahwa ia pingsan selama tiga hari. Rosella bahkan sudah sembuh dan mau menjalani kemotrapi.

Ttokk ttokk…

Rosella masuk dengan menggunakan kursi roda. Tubuhnya lebih kurus dari sebelumnya, kulitnya menghitam efek dari trapi, tapi senyumnya yang lebih lebar dari sebelumnya menandakan bahwa ia lebih sehat dari sebelumnya.

“Jadi apa yang belum terselesaikan olehmu?” tanya Yi Xing pada Rosella

Rosella menggeleng, “Kau sudah tidak menyembuhkanku lagi.”

Kali ini Yi Xing yang menggeleng, “Aku memang tidak mempunyai kekuatan tapi disana, banyak orang yang sama sepertiku. Mempunyai kekuatan. Kita bisa mencari mereka. Menyembukanmu.”

“Aku tidak ingin sembuh.” Rosella mencoba menggapai tangannya, “jangan sembuhkan aku dengan kekuatan itu lagi. Aku mohon.”

Yi Xing menatap Rosella, “Apa sekarang kau benar-benar ingin hidup.”

Rosella tertunduk. Apa yang ia inginkan? Awalnya ia tidak menginginkan apapun tapi sejak kejadian itu ia ingin melakukan apa yang neneknya inginkan. Sejak saat itu ia ingin terus bersama dengan Yi Xing.

“Aku hanya ingin kematian itu berjalan sesuai dengan rencana Tuhan, begitu juga dengan hidupku.”

Yi Xing menggangguk.

>>deson<<

“Apa yang belum terselesaikan oleh seorang Song Xian?” Nenek Jung menghampiri Song Xian. Ia melihat cucunya yang sedang bersama dengan Yi Xing menjalani terapi.

“Aku menukar nyawaku dengan Rosella berharap bahwa Yi Xing bisa menjadi pria normal. Kami juga manusia. Kami hanya memiliki sedikit kelebihan. Aku ingin dia tidak hanya memberikan kesempatan kepada manusia lainnya, aku berharap dia bisa memberikan kesempatan yang sama pada dirinya sendiri. Semoga saja dengan ada Rosella Yi Xing bisa menyadarinya.”

Nenek Jung tersenyum. Ia mendapati cucunya mendapatkan kesempatan yang langka, ia berharap pengorbanan Song Xian juga tidak sia-sia.

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: