MADE SERIES: A PART(Y)

Big bang MADE SERIES

Tittle: A PART(Y)

Author: Deson

Main Casts: Choi Seung Hyun, Han Yeo Reum

Other Casts: Find By Yourself ^^

Length: One Shot

Genre: Romance

Rating: PG 15

Let’s play with fire for the first time in a while

Wanna get out of here right now?

It’s noisy in here, the atmosphere is fantastic

Fearless hotties getting drunk

Opus One’s scattered here and there

But make the end sweet, d’yquem

You don’t back out, you’re going with me to heaven

Being sober is against the rules

 

“Siwhaja ka ahhahaha… wihakakakaa…”

Choi Seung Hyun menatap lawan bicaranya seolah ia bisa mendengar apa yang dibicarakan. Tentu saja telinga Seung Hyun lebih senang mendengarkan suara DJ tapi matanya tidak bisa lepas dari gadis yang ada di hadapannya, yang kemudian otaknya akan menyuruh tubuhnya untuk membawa gadis itu ke hotel terdekat.

Si brengsek yang tampan. Itulah julukan para wanita padanya.

Seung Hyun mendekatkan bibirnya keteling gadis itu dan berbisik lembut, “kurasa aku mabuk.” Bibir Seung Hyun menyentuh daun telinga gadis itu, membuat gadis itu sedikit menjauh, tangan yang cepat segera menarik gadis itu untuk semakin mendekat, “kau lebih hebat dari wine. Kau membuat hatiku berdebar.”

Gadis itu menyerah, tatapan Seung Hyun telah menawan hatinya. Jantungnya berdegup dengan kencang, meskipun hatinya berteriak untuk tidak jatuh cinta pada playboy itu, tapi hasratnya mengkhianatinya.

Seung Hyun menyentuhnya, menciumnya, memeluknya kemudian dia terdiam. Gadis itu masih merasakan panas dalam tubuhnya, ingin di peluk lebih lama lagi tapi Seung Hyun malah melepaskannya. Ia sudah kehilangan kesenangannya. Ia sudah merasa bosan.

Karena tidak berlanjut gadis itu mendengus kesal. Ia menampar Seung Hyun mencaci dan memaki tapi Seung Hyun hanya tertawa. Itu adalah reaksi normal para gadis yang ia permainkan. Ia sudah hapal dengan sikap seperti itu.

“Apa kau tahu apa yang terjadi jika aku melanjutkan permainan ini?” Seung Hyun menatap dingin , “Kau akan datang kepadaku dengan testpack, mengatakan bahwa itu adalah anakku karena aku tidak mau memakai kondom.”

Gadis itu menutup mulutnya, “Kau duluan yang menggodaku. Kau duluan yang memengangku. Sekarang kau ingin berkata bahwa aku memanfaatkanmu?” Seung Hyun tidak menjawab. Ia mengacungkan segelas champagne kepada gadis itu. gadis itu marah kemudian meninggalkan Seung Hyun sendiri. “Dasar playboy brengsek.”

>>deson<<

“Yeo Reum-ah.” Poo Reum memengang tangan tunangannya, menepuknya dengan ragu. “MianhaeJongmal Mianhae.”

Han Yeo Reum menarik kedua ujung bibirnya, “Oppa, apa kau tidak tahu siapa aku, eo?” Yeo Reum memeluk tunangannya dengan erat, “Na Han Yeo Reum-ieyo. Ahli dalam membuat pria patah hati.”

Poo Reum menatap tungannya sekali lagi. Berat rasanya melepaskan orang yang sudah berada dihatinya selama bertahun-tahun. Seseorang yang sudah diyakininya akan menjadi teman hidupnya selamanya. Seseorang yang selalu ada disaat terburuknya tapi saat gadis itu sedang terpuruk ia malah meninggalkannya.

“Ingat, aku yang memutuskan pertunangan ini, bukan kau.” Yeo Reum menatap tunangannya untuk terakhir kalinya. “Cari perempuan yang lebih kaya. Yang bisa membatu perusahanku, bukan seorang wanita seperti aku.”

Poo Reum menggelengkan kepalanya. Ia mengiginkan Yeo Reum. Ia juga tahu gadis itu juga menginginkannya. Melihat gadis itu tersenyum tegar membuatnya semakin sakit. Sebagai laki-laki ia harusnya bisa melindungi wanitanya, ternyata tidak. Ia tidak bisa melindungi wanitanya.

>>deson<<

“Selamat da…” Yeo Reum  terpaku sejenak saat melihat pengjung café-nya. Ia menarik napas panjang lalu kembali tersenyum, “Selamat datang.”

Hatinya sedikit sakit melihat mantan tunangannya tertawa berdua dengan perempuan lain. Ia ingin marah, namun ia ingat bahwa ia harus mengendalikan diri. Dirinya yang meminta untuk memutuskan pertunangan bukan pria itu.

“Yak!” sebuah bentakan keras membuat Yeo Reum menarik pandangannya. Ia melihat seorang pelanggan sedang menatapnya dengan tatapan kesal, “Bisakah kau menyingkir dari sana! Biarkan yang lain melayaniku jika kau tidak mau.”

Jwosonghanida.” Yeo Reum membungkuk penuh penyesalan.

“Americano dua.” Pria lalu mengacungkan sebuah kartu. Yeo Reum baru saja akan mengambilnya, pria itu malah menjatuhkannya. Yeo Reum membungkuk meminta maaf lagi, pria itu tertawa sinis.

Daebak.” Min Ji mendekati Yeo Reum yang sedang membuat Americano, “baru seminggu kalian berpisah, dia sudah menemukan penggantimu. Kupikir dia berbeda dengan orang kaya lainnya ternyata tidak.”

Yeo Reum menepuk tangan Min Ji sejenak, “Aku yang memutuskannya. Kami sudah lama bertunangan, toh akhirnya kami tidak bisa menikah.”

“Dia yang membuat kau memutuskan hubungan kalian.” Min Ji mendengus dengan kesal sambil memberikan sedotan dan tutup kopi pada Yeo Reum.

Yeo Reum tidak membalas. Ia membungkus kopi itu dengan rapih lalu diberikan kepada pria yang sudah menunggu itu. “Kamsahamnida.” Ucapnya tanpa di respon oleh pria itu.

Eonni… aku ada tawaran kerja part time. Apa kau mau ikut?”

>>deson<<

“Itu Lee Bom Yi.” Seung Hyun melihat arah yang ditunjukan oleh Chae Rin, gadis yang sangat terobsesi dengannya, “katanya dia tinggal di London. Aku tidak menyangka dia berada di London.”

“Siapa dia?” tanya Seung Hyun penasaran, “putri pemilik YooGuk Corp. dia sangat tertutup. Menurukku dia sangat sombong. Hanya bergaul dengan orang kaya saja.”

Seung Hyun memutar matanya. Ia memperhatikan gadis itu dengan seksama. Banyak pria yang datang mengodanya namun dia malah menjauh dan mendekati sebuah meja disudut, “dia agresif sekali pada Ji Yong-i.”

“Sudah kubilang jika dia itu hanya bermain dengan selevel dengannya. Dia akan menyesal jika sudah di campakan oleh Ji Yong Oppa.”

“Bagus.” Ucapan Seung Hyun membuat Chae Rin terbelak, “Jika dia dicampakan oleh Ji Yong-i, aku bisa mengambilnya. Siapa tahu aku bisa menjadi pewaris Yooguk.” Seung Hyun tertawa saat melihat Chae Rin termakan oleh ucapan gadis itu benar-benar mengerjai Lee Bom Yi dan membuat Ji Yong kalap.

Ia benar-benar menyukai pesta kecuali, stalker gilanya itu.

Mata Seung Hyun kemudian tertarik kepada seorang gadis berpakaian seperti pelayan. Gadis itu terus menatap ke sudut bukan ke kerumunan yang diciptakan oleh Chae Rin. Menatap perempuan dan laki laki yang sedang mengobrol. Perempuan itu pelayan café yang di temuinya beberapa hari yang lalu, dan pria yang di tatapnya di hari itu.

Tanpa disengaja, Seung Hyun mendengar gadis itu berbicara dengan teman sekerjanya. Memutuskan? Tapi terlihat jelas bahwa gadis itu lebih menderita dengan dari pada sang pria. Gadis itu mencoba berbohong tentu saja Seung Hyun sangat ahli dalam segala hal tentang wanita mengetahuinya.

>>deson<<

“Kau mantan tunangannya Park Poo Reum?”

Yeo Reum tersentak ketika seseorang memergokinya saat melihat Poo Reum dengan kekasih barunya. Ia buru-buru mengambil gelas wine dan membawanya kebelakang.

“Aku tahu sedikit tentang Park Poo Reum. Seseorang yang harusnya dia tidak bisa masuk ke pesta seperti ini. Tapi kemudian aku menyadarinya.” Pria itu terus mengoceh sambil mengekor di belakang Yeo Reum, “Dia membuang sendal bekasnya kemudian membeli sebuah sepatu dan berlari kesini.”

Yeo Reum menahan napasnya untuk menahan amarahnya.

“Wah, aku tidak menyangka pekerja seperti dia bisa masuk ke pesta ini.”

“Aku yang memutuskannya.” Potong Yeo Reum, “bisakah kau pergi. Nikmati saja pestanya.”

“Bukankah jika dia berbuat seperti itu. Kau harus membalas dendam?”

Yeo Reum menatap pria itu dengan kesal, pria itu malah menyunggingkan senyumannya, “Choi Seung Hyun.”

>>deson<<

Gadis itu akhirnya tahkluk. Ia menerima apa yang ditawarkan oleh Seung Hyun. Seung Hyun menang atas gadis itu. Ia memposisikan dirinya sebagai pria yang sulit ditakhluk oleh wanita.

Seung Hyun membawa gadis itu pulang, membelikan gaun. Mengantarnya ke salon. Memberikan perhiasan dan sepatu. Memberikan apa yang paling diinginkan oleh perempuan. Perhatian.

Tapi perempuan itu sama sekali tidak terpengaruh. Seung Hyun merasa seperti membawa boneka hidup. Gadis itu hanya menurut apa yang disuruhnya. Ia tahu bahwa gadis itu masih memikirkan mantan kekasihnya.

“Kau harus meminta ini dan itu padaku. Kau harus bersikap matre dan aku akan menjadikan kau gadis paling beruntung yang diirikan oleh para gadis di pesta.” Sekali lagi gadis itu hanya menggangguk.

Setelah selesai berbelanja, Seung Hyun membawa gadis itu ke café tempan mantannya sering menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Wajah gadis itu terlihat biasa. Bahkan terlihat jika Seung Hyun yang tengah tergila-gila padanya.

“Baiklah, aku sedang tergila-gila padamu. Bisakah kau memberikanku sedikit senyuman. Akting kita tidak akan sempurna jika kau hanya diam seperti itu.”

Yeo Reum menarik ujug bibirnya membentuk senyuman. Senyuman itu indah tapi Seung Hyun merasa bahwa senyuman itu bukan untuknya. “Aku sudah selesai. Sekarang orang-orang akan berpikir aku memutuskan Oppa untuk mengerjarmu. Hufft aku merasa lega.”

Seung Hyun melihat Poo Reum dan teman-teman meninggalkan café. Ia bahkan bisa mendengar teman-teman Poo Reum yang mengunjing Yeo Reum sebelum pergi. Meskipun Yeo Reum berkata ia sudah lega, Seung Hyun bisa melihat bahwa Yeo Reum sangat kecewa dan putus asa.

“Kenapa kau masih melihatnya, padahal aku lebih tampan dan lebih kaya darinya.”

Yeo Reum menatap mata Seung Hyun dengan intens untuk pertama kalinya. Untuk pertama kalinya ia memperhatikan wajah pria itu dengan seksama. Seung Hyun memang tampan, sangat tampan. Kata-kata yang dikeluarkanya sangat manis. Tapi ia tidak bisa di bandingkan dengan Poo Reum yang sudah mengisi hatinya selama bertahun-tahun.

“Ku rasa kau hanya pandai mempermainkan wanita, tapi kau tidak bisa mengerti hati seorang wanita.”

“Kau ingin mengatakan bahwa itu cinta, eo?” Seung Hyun mencibir. Baru kali ini ada gadis yang menolaknya. Ia sangat merasa sakit. Biasanya ia akan marah dan merayu gadis itu tapi kali ini ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia sudah kalah telak.

“Seung Hyun-ssi,” Seung Hyun merasa terpanggil ketika Yeo Reum memanggil namanya, biasanya jika ada wanita yang memanggil namanya ia akan pura-pura tidak mendengar, “Aku juga ingin menjadi wanita yang terlahir kaya. Sehingga aku tidak perlu meninggalkannya. Aku ingin memilikinya. Aku sempat berpikir untuk memanfaatkanmu. Tapi aku tidak mempunyai keberanian. Maafkan aku.”

>>deson<<

Pesta pertunangan Poo Reum. Sebagai salah seorang teman dari calon tunangan Poo Reum, Seung Hyun mendapatkan undangan eksklusif. Ia juga mengajak Yeo Reum sebagai salah satu dari rencana mengantarkan-Poo Reum-ke-gadis-yang-lebih-baik. Rencana yang ia tidak mengerti apa bagusnya dari rencana itu.

Yeo Reum berdandang dengan sangat cantik. Ia mengandeng Seung Hyun dan membuat semua orang yang ada disana iri. Tentu saja Seung Hyun harus mengusir Chae Rin agar tidak mengacaukan rencananya.

“Ini yang terakhir.” Yeo Reum setengah berbisik pada dirinya sendiri.

Seung Hyun mendengar bisikan itu. Ia tidak ingin malam ini menjadi yang terakhir. Terlebih saat ini Yeo Reum berdandan sangat cantik. Gadis itu tidak seperti pelayan paruh waktu atau pramusaji. Gadis itu terlahir dengan kecantikan alami. Meskipun hanya dengan make up yang sederhana, gadis itu mampu membuat semua pria memandang ke arahnya.

Tentu saja Seung Hyun sangat tidak suka melihat tatapan para pria itu ke arah Yeo Reum. Yeo Reum miliknya malam ini. Ia bahkan tidak peduli ketika teman-temannya mengatakan bahwa Yeo Reum hanya memanfaatkannya. Ia tidak peduli, toh ia sudah mengetahuinya.

Kenyataan bahwa ini malam terakhir sandiriwara mereka membuatnya sedih. Ia ingin terus mengadakan pesta setiap hari bersama dengan Yeo Reum. Yeo Reum sudah menjadi candu dalam dirinya, ia sudah mengalahkan alkohol. Ia tidak bisa melepaskan Yeo Reum.

Ballroom hotel milik Seung Hyun di rubah menjadi istana dunia fantasi untuk menyelengaran pertunangan Poo Reum berbanding terbalik ketika Poo Reum dan Yeo Reum. Hanya diadakan dirumah dengan keluarga masing-masing.

Yeo Reum terlihat sangat menikmati pesta. Ia sangat mudah bergaul dengan teman-teman Seung Hyun, mungkin karena dulu ia suka mengikuti pesta dengan Poo Reum. Yeo Reum sudah sangat ahli menjawab tentang keadaannya. Tanpa berbohong, tanpa menjatuhkan dirinya sendiri.

Kepercayaan diri Yeo Reum membuat Seung Hyun semakin jatuh cinta pada gadis itu. Setiap kali ia melihat Yeo Reum, ia menenggak satu wine. Ia tidak tahu, bahwa ia sudah mabuk. Yeo Reum yang membuatnya mabuk. Gadis itu membuatnya mabuk.

>>deson<<

Yeo Reum membawa Seung Hyun ke salah satu kamar pribadi Seung Hyun. Seung Hyun sama sekali tidak melepaskan tangannya dan terus menggengamnya. Ia bahkan tidak bisa membuka sepatu Seung Hyun dan membiarkan dia tertidur.

Hampir subuh ketika Seung Hyun sadar dan melihat Yeo Reum masih terjaga. Yeo Reum dengan tangan yang masih ia genggam. Seung Hyun menatap Yeo Reum dengan tatapan lembut kemudian menarik Yeo Reum untuk lebih dekat dengannya.

“Rencana ini sudah berhasil Seung Hyun-ssi. Oppa sudah bertunangan dengan gadis itu. berkat dirimu.” Yeo Reum mencoba untuk melepaskan diri dari Seung Hyun, “terimakasih.”

Seung Hyun menggeleng. Inikah akhirnya. Ia tidak ingin melepaskan Yeo Reum sekarang. Tidak sekarang,  “Kau pikir semua ini gratis?” hanya kalimat itu yang akhirnya keluar dari mulutnya. Bodoh.

Yeo Reum menatap Seung Hyun tidak mengerti. Seung Hyun lebih cepat dari Yeo Reum. Ia menarik Yeo Reum ke atas tempat tidur kemudian menindihnya dengan tubuhnya.  Yeo Reum mencoba menolak Seung Hyun namun Seung Hyun lebih kuat.

Gadis itu akhirnya menyerah. Ia terlalu takut pada Seung Hyun. Ia tahu bahwa Seung Hyun adalah seorang playboy kelas kakap. Ia menutup matanya dan membiarkan Seung Hyun menang atas dirinya. Menangis.

Seung Hyun berhenti. Melihat matanya terpejam dan menangis. Seung Hyun merasakan sakit yang dirasakan Yeo Reum. Ia mengutuki perbuatannya itu. Ia lalu mendekatkan bibirnya ke mata Yeo Reum dan mengecup air matanya. Setelah selesai ia kembali menggenggam tangan Yeo Reum dan berbaring disebelahnya.

“Aku mempunyai seorang anak.” Seung Hyun tidak tahu harus berkata apa untuk mencairkan keadaan mereka. Untuk pertama kalinya ia ingin jujur kepada Yeo Reum, tentang hal yang tidak pernah diketahui oleh orang-orang bahkan teman dekatnya. “anak itu terlahir karena kesalahan. Kami berpesta dan aku melakukannya dengan teman sekolahku. Aku menolak memakai kondom dan akhirnya dia hamil.”

Yeo Reum membuka matanya perlahan, ia mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Seung Hyun tapi ia tidak bisa melihat Seung Hyun. Ia masih ketakutan.

“Kami tidak menikah. Ayahku berjanji untuk membiayai sekolahnya dan dia pergi keluar negeri setelah melahirkan. Kami tidak pernah berbicara lagi. Dia meninggalkan anaknya begitu saja.”

Sepi. Kening dikeduanya.

“Tidurlah. Aku tidak akan berbuat apa-apa sekarang.”

Seung Hyun berjanji tidak akan melakukan apa-apa. Meskipun berat, ia melakukannya demi Yeo Reum. Matahari hampir terbit ketika Yeo Reum tertidur dan ia hanya bisa melihat wajah Yeo Reum yang terlelap. Ia menatap wajah gadis itu dengan seksama.

Ia tidak ingin pesta ini berakhir.

>>deson<<

Yeo Reum membuka matanya ketika matahari sudah hampir di atas kepala. Ia tidak menemukan Seung Hyun. Baju yang di pakainya masih utuh dan tidak ada tanpa apa-apa. Awalnya ia mencoba untuk tidak tidur tapi lama-kelamaan ia tidak bisa menahan kantuknya.

Ia menemukan sepasang pakaian dan sebuah note diatasnya.

Lain kali aku akan memakai pengaman.^^

Seung Hyun

Yeo Reum hanya bisa tersenyum melihat note itu. Lain kali? Tidak akan ada lain kali. Masalahnya dengan Poo Reum sudah berakhir, ia tidak mempunyai urusan apa-apa dengan Seung Hyun. Ia tidak mempunyai alasan kenapa ia harus menemui pria itu.

Pesta sudah berakhir.

>>deson<<

Seung Hyun menatap anak laki-laki berusia 4 tahun itu. Anak itu sedang bermain dengan mainannya sehingga ia tidak menyadari kehadiran kehadiran Seung Hyun. Ia tidak menyadari bahwa anak itu sudah tumbuh lebih besar, sudah mengerti banyak kata. Terlebih anak itu sangat mirip dengannya.

Ia tidak pernah menginginkan anak itu. Begitu dengan ibu anak itu. Selama empat tahun anak itu dikurung dalam rumah ini, tidak mengenal siapapun kecuali pelayan dirumah ini. Tidak di ijinkan keluar dan tidak boleh terlihat oleh tamu yang datang. Dan selama empat tahun keluarganya sibuk untuk menghapus berita tentang anak itu, ketimbang bermain dengan anak itu.

Tapi setelah berbicara dengan Yeo Reum tentang anak itu. Ia ingin bertemu dengan anak itu. Meskipun ia tidak tahu apakah Yeo Reum bisa menerima anak itu atau tidak. Tapi ia berharap bahwa Yeo Reum bisa menerima kekuarangannya.

“Dia sudah memasuki usia untuk sekolah, apa anda tidak ingin memasukannya ke sekolah.” Salah satu pelayan yang mengurusnya dari bayi. “Ini bukan soal pewaris atau ancaman bagi perusahaan. Tapi ketika besar dia harus mandiri.”

Seung Hyun tahu, ayahnya menerima anak itu sebagai calon pewaris, jika suatu saat ia membangkan dan dikeluarkan dari kartu keluarga. Secara darah anak itu masih keturunannya.

“Ah~” anak itu melihat Seung Hyun dan tersenyum lebar, “Ahjussi yang ada di foto.” Anak itu menunjuk sebuah foto di dinding dimana ada dirinya sedang tersenyum. Anak itu tidak mengenali dia sebagai ayahnya.

Seung Hyun melambaikan tangannya menyuruh anak itu mendekat, “Ireummi mwoya?” Ya… Seung Hyun memahami jika anaknya tidak mengenali dirinya sebagai ayah karena ia sediri tidak tahu siapa anaknya.

Ireummi mwoya?” anak itu balik bertanya.

Tuan…” pelayan yang menjaga anak itu membungkuk, “tuan muda belum diberi nama.”

Seung Hyun menatap pelayan itu dengan galak, “Lalu bagaimana kalian memanggilnya, oh? Ayah dan ibu juga Seung Hoon.”

“Kami menyembutnya Doryeonim, tuan muda. Sedangkan tuan dan nyonya tidak pernah memanggilnya, Tuan Seung Hoon memanggilnya dengan sebutan Seung Hyun junior. Jwosonghamnida.”

Seung Hyun Junior? Seung Hyun mendengus kesal.

>>deson<<

Yeo Reum memulai harinya seperti biasa. Meskipun tidak bisa dibilang akan biasa-biasa saja. Banyak sekali orang yang mengenalinya karena ia berkerja part time di salah satu kawasan elit dan bertemu banyak orang elit. Yaps, ia juga bertemu dengan Seung Hyun disini. Di café ini.

“Yeo Reum Eonni.” Min Ji menunjuk kearah luar, “Ada seseorang yang ingin bertemu dengamu.”

Yeo Reum melirik ke arah yang ditunjukan Min Ji

“Manager-nim bilang, kau boleh cuti hari ini.”  Min Ji kemudian membuka celemek Yeo Reum dan mendorong Yeo Reum hingga pintu keluar.

Seung Hyun sudah menunggu di dalam mobilnya. Ia memakai kacamata hitam dan membiarkan kaca mobilnya terbuka. Membiarkan orang-orang menatapnya dengan tatapan kagum.

“Kau sedang pamer?” Yeo Reum mendekati Seung Hyun menatapnya dengan penuh tanya.

“Aku mencari profilmu.” Seung Hyun memberikan Yeo Reum sebuah map, “kurasa background pendidikanmu sangat bagus untuk pekerjaan ini.”

Yeo Reum menatap Seung Hyun tidak mengerti, “Pekerjaan ini?”

“Sudah kubilang tidak ada yang gratis. Aku sudah membantumu kemarin, sekarang kau harus membayarnya.”

Yeo Reum membuka map yang diberikan oleh Seung Hyun. Ada sebuah kertas dengan tiga daftar didalamnya 1. Membelikan keperluan sekolah, 2. Mengajaknya jalan-jalan, 3. Memberikannya nama.

“Apa ini?”

Seung Hyun membuka jendela belakang. Ada seorang anak kecil yang sedang tertidur lelap di kursi balita. Anak itu tampan mirip sekali dengan Seung Hyun.

“Namanya siapa?” tanya Yeo Reum menatap Seung Hyun. Seung Hyun tidak berbohing padanya. Pria itu benar-benar mempunyai seorang anak.

>>deson<<

Anak itu sangat senang ketika Seung Hyun mengajaknya keluar rumah. Biasanya anak itu hanya bermain sendiri atau jika ada Seung Hoon, ia akan bermain dengan Seung Hoon. Sejak Seung Hoon pergi ke luar negeri untuk kuliah, anak itu merasa kesepian.  Rasa senang Anak itu meluap-luap, berceloteh sepanjang jalan, menanyakan apa saja dan menyanyikan lagu anak-anak yang ia dengar, hingga akhirnya tertidur.

Seung Hyun sendiri tidak yakin apakah anak itu akan aman bersamanya. Ia tidak pernah bermain dengan anak itu sebelumnya. Ia berharap Yeo Reum bisa menyukai anak itu dan menyukai dirinya.

Ya, Ireona.” Seung Hyun membangunkan anak itu setelah sampai di sebuah mall.

Merasa kesal, Yeo Reum mendorong Seung Hyun dan membawa anak itu kepangkuannya. Menggendongnya.

“Kau tidak membawa gendongan?” tanya Yeo Reum diikuti gelengan Seung Hyun, “Susu, Popok, makanan bayi?”

“Dia sudah empat tahun.” Jawab Seung Hyun santai.

Ne, Aku tahu anak ini berumur empat tahun, tetap saja ia masih kecil.”

“Untuk itulah kita kesini, membelikan keperluannya.” Ucap Seung Hyun dengan cuek.

Yeo Reum tidak bisa mendebat Seung Hyun. Ia mengendong anak itu dan berjalan duluan. Lama kelamaan Seung Hyun merasakan kasian pada Yeo Reum dan akhirnya mengambil anak itu dari gendongan Yeo Reum.

>>deson<<

Selama berjalan-jalan sekitar satu jam dan anak itu akhirnya terbangun dari tidur siangnya. Ponsel Seung Hyun terus berbunyi. Karena takut kehilangan momen berharga ini, ia mengheningkan ponselnya.

“Kenapa?” tanya Yeo Reum.

“Tidak tahu. Mungkin ayahku sedang murka sekarang.”

Yeo Reum tidak berkomentar apa-apa. Tentu saja ia menyadari orang-orang diam-diam mengambil foto mereka. Ini mungkin akan jadi gosip paling renyah dengan tagline: anak laki-laki pewaris, Seung Corp. atau wanita simpanan pewaris Seung Corp.,  Yeo Reum tidak peduli dengan hal itu.

Yang menjadi pusat perhatian adalah anak itu. Anak itu sangat cerdas dan tampan. Ia tahu dari mana gen itu berasal. Tapi anak itu terus menerus memanggil Seung Hyun dengan sebutan Ahjussi dan menyebutnya dengan sebutan Ajumoni.

“Kau harus mengajarkannya cara memanggilmu dengan benar.” Ucap Yeo Reum saat mereka makan di sebuah restoran. Setelah mereka selesai membelikan anak itu keperluan sekolah playgrupnya.

“Itu adalah alasan kenapa aku memperkerjakanmu.”

Yeo Reum mendengus kesal, “Lalu namanya siapa?”

“Itu adalah alasan kenapa aku memperkerjakanmu.” Ulang Seung Hyun lagi.

Yeo Reum semakin kesal, ia lalu menatap anak itu dengan lekat, “Aegi-ya. Maafkan appa ya?”

Anak itu menggeleng, “Apa itu appa?” ia menyuapkan sebuah mealball kedalam mulutnya. Dengan cekatan Yeo Reum mengelap mulutnya yang belepotan.

Yeo Reum tersenyum mendengar jawaban anak itu, ah~ pantas saja Seung Hyun menyuruhnya. Pria itu pasti tidak bisa menjawab pertanyaan anak itu. “Keunyang… panggil saja dia AppaKeu ahjussineun Woo Hyun-i Appa.” Paman itu adalah ayah Woo Hyun.

Seung Hyun tampak terkejut dengan ucapan Yeo Reum sedang anak itu malah tersenyum.

“Namamu sekarang Woo Hyun. Jika ada yang bertanya siapa namamu. Kamu menjawab, mana saya Woo Hyun. Choi Woo Hyun.” Woo Hyun mengangguk, ia tampak senang dengan nama baru yang diberikan Yeo Reum  kepdanya. Yeo Reum lalu menatap Seung Hyun, “Seon Woo. Ibu dari Woo Hyun. Gadis itu bermana Seon Woo. Kau juga harus membiarkan anak itu, mengetahuinya, tentang siapa keluarganya.”

“Benarkah? Aku malah tidak ingin ia mengetahuinya.” Ucap Seung Hyun, “Aku hanya ingin dia tahu bahwa ibunya adalah kau.”

Yeo Reum menggeleng, “Mianhae Seung Hyun-ssi.” Ia mengambil tasnya kemudian meninggalkan Seung Hyun dan anaknya.

>>deson<<

Seung Hyun melihat Yeo Reum pergi. Ia lalu menatap Woo Hyun dengan tatapan pernuh harap, “Woo Hyun-ah. Panggil EommaEomma.” Seung Hyun menurunkan Woo Hyun dari kurisnya dan menyuruhnya mengejar Yeo Reum

EommaEomma…”

Yeo Reum menoleh dan melihat Woo Hyun berlari dengan kedua kakinya. Anak itu merentangkan tangannya meminta di gendong. Yeo Reum berjongkok kemudian menyambut Woo Hyun dengan senang.

Eomma, kajima.” Woo Hyun memeluk Yeo Reum dengan erat, “Jangan tinggalkan aku sendirian. Mari kita bermain bersama. Bersama dengan Seung Hoon Uncle.”

Yeo Reum menggendong Woo Hyun, menunggu Seung Hyun berjalan mendekatinya, “Kenapa kau memanggilku dengan sebutan Eomma?”

“Karena namanu Eomma.”

Seung Hyun berhasil menghampiri Yeo Reum. Ia lalu menutup kedua telinga Woo Hyun, “Aku ingin dia hanya tau ibunya. Kau keluarganya. Jika saat besar dia bertanya apakah kau yang melahirkannya, kau boleh menjawab tidak. Tapi selamanya kau adalah ibunya.”

Seung Hyun kembali membawa Woo Hyun dari gendongan Yeo Reum. “Eomma keberatan. Kau tidak boleh membuatnya lelah. Dia milikku.” Seung Hyun lalu mengayunkan anak itu ke atas. Woo Hyun tertawa kegirangan.

>>deson<<

Hampir jam sepuluh malam tetapi Woo Hyun terus terjaga. Anak itu terus mengajak bermain, hingga Yeo Reum dan Seung Hyun kelelahan. Pelayannya mengatakan bahwa anak itu bangun dan tidur sesukanya, jika ia lelah ia akan tertidur sendiri.

Yeo Reum tidak bisa membiarkan anak itu tidur seperti itu, anak itu harus tidur di malam hari dan bermain di siang hari. Ia lalu membawa Woo Hyun ke tempat tidur dan membacakan cerita hingga anak itu tertidur.

Setelah Woo Hyun tertidur, Seung Hyun mengajak Yeo Reum ke kamarnya. Ia memberikan Yeo Reum sebuah map.

Awalnya Yeo Reum takut tapi ia merasa bahwa Seung Hyun ingin berbicara serius dengannya. Ia pun akhirnya memberanikan diri di bawa Seung Hyun ke kamarnya. Ia melihat Map yang diberikan oleh Seung Hyun. Formulir pendaftaran keluarga.

“Woo Hyun akan mulai sekolah Play Grup. Aku harus mendaftarkan dirinya, tapi… aku tidak ingin dia hanya mempunyai ayah dan tidak mempunyai ibu.” Seung Hyun mendekati Yeo Reum dan menatapnya dengan lekat, “Kau yang memberinya nama, kau yang mengajarkan bagaimana harusnya dia memanggilku. Ada banyak hal yang harus dia pelajari, dari seorang ibu. Hanya denganmu aku membicarakan tentang anak itu, hanya denganmu aku mikirkan masa depan anak itu.”

Yeo Reum mendorong Seung Hyun menjauh darinya. Penolakan Yeo Reum membuat Seung Hyun tidak patah arang, “Aku tidak bisa menjanjikan selamanya untukmu. Tapi aku bisa belajar untuk mencintaimu segenap hatiku.”

“Seung Hyun-ssi, sepertinya kau salah paham. Aku…”

Saranghaeyo.” Ucap Seung Hyun lembut. Ia lalu menarik Yeo Reum dan mencumi gadis itu. awalnya Yeo Reum menolak tapi Seung Hyun tahu dimana letak sensitif Yeo Reum. Ia menang. Yeo Reum sudah takhluk ditangannya.

“Yeo Reum-ah.” Seung Hyun berhenti sejenak. Ia menatap Yeo Reum dengan tatapan mesra, “Maaf, aku tidak bisa menepati janjiku untuk mengunakan pengaman. Hanya tiba-tiba saja aku ingin anak perempuan.” Seung Hyun lalu menarik Yeo Reum ke tempat tidurnya.

>>deson<<

“Kenapa kau tidak boleh menyukainya?” tanya Min Ji ketika Yeo Reum pulang dari pesta dengan Seung Hyun. Awalnya ia hanya ingin melepaskan Poo Reum, membalas dendam atas sakit hatinya. Kemudian ia benar-benar jatuh cinta pada Seung Hyun. Setengah hatinya masih terpaut pada Poo Reum sedangkan yang lainnya sudah berkhianat pada Seung Hyun.

“Menyukainya? Aku juga tidak yakin. Saat bersama dengan Poo Reum aku melakukan apapun demi membuat Poo Reum bahagia. Selama aku bertunangan dengannya, aku tidak pernah meminta apapun. Lalu Seung Hyun, aku mendengar bisikan bahwa aku harus bersamanya, aku bahkan meminta hal yang tidak pernah aku ke Poo Reum.”

“Kau merasa egois. Kau merasa ingin memilikinya. Itu namanya cinta. Bersamanya, sampai maut memisahkan. Jika aku merelakan dia begitu saja, yang kau lakukan adalah pengorbanan dan kau hanya akan dapat penghargaan bukan cinta.”

Kata-kata Min Ji yang akhirnya bergema diingatan Yeo Reum. Yah, dia juga mengingikan Seung Hyun. Bukan karena dia tampan atau kaya, tapi dia satu-satunya yang bisa mengobati luka dihatinya, satu-satu orang yang bisa membahagiakannya, bukan hanya dengan uang tapi dengan cinta mereka.

Eotthokae?” tanya Seung Hyun dan Woo Hyun berbarengan. Seung Hyun menggendong Woo Hyun yang sudah memakai baju seragam sekolah. Sejak saat itu Seung Hyun memang rajin mengantar jembut Woo Hyun dan Yeo Reum.

Yeo Reum mengacungkan hasil USG-nya pada kedua pria dalam hidupnya itu.

“Perempuan?” “ Laki-laki?” ucap Seung Hyun dan Woo Hyun berbarengan.

Sejak Yeo Reum menerima lamaran Seung Hyun, Seung Hyun terus meminta seorang adik perempuan untuk Woo Hyun sedangkan Woo Hyun yang mengikuti ayahnya, meminta seorang adik laki-laki.

“Aku tidak tahu, bayinya masih terlalu kecil.” Yeo Reum mendecak kesal, “Bagaimana ini, aku tidak bisa memakai wedding dress.”

Seung Hyun menarik pinggang Yeo Reum dan berjalan berdampingan, “Gwenchana, walaupun kau gemuk, kau tetap sexy dan cantik.” Ucapan Seung Hyun diikuti kekehan Woo Hyun.

“Woo Hyun-ah, kau siap untuk berpesta?” tanya Seung Hyun diikuti anggukan Woo Hyun. Sejak bertemu dengan Yeo Reum ia ingin mengatakan kepada dunia bahwa Woo Hyun adalah anaknya dan Yeo Reum adalah ibu dari anaknya.

Aigooo…” Yeo Reum mencubit pipi Seung Hyun dengan kesal, “Kau ingin mengajarkan anak-anakmu menjadi raja pesta, eo?

Seung Hyun tidak menjawab omelan Yeo Reum, ia malah bertanya balik kepada Yeo Reum , “Bagaimana setelah anak itu lahir kita membuat adik kedua untuk Woo Hyun?”

Si brengsek yang tampan, si Playboy yang kaya itu tetap sama. Tapi bedanya kali ini ia hanya mengoda satu wanita saja, Park Yeo Reum. Satu-satunya wanita yang ia nikahi, yang ia cintai setulus hati.

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: