Aku Menunggumu

12092186_548573868627572_624086869_n

Tittle: Aku (masih) Menunggumu

Author: Deson

Art Poster: Gitahwa @Hospital Art Design

Main Casts: Lee Dong Hae, Han Ye Sha

Other Casts: Shim Chae Sun

(Find By Yourself ^^)

Length: One Shot

Genre: Romance

Rating: PG-15

 

Dua tahun berlalu sejak Dong Hae pergi meninggalkan kekasihnya karena menjalani tugas negara, ia tidak pernah mendengar kabar apapun tentang kekasihnya. Nomornya tidak pernah menjawab, pesannya tidak pernah dibalas. Ia sudah mencari kekasihnya ketika mendapat libur. Hasilnya selalu saja nihil. Kini setelah ia dibebas tugaskan, hal pertama yang ingin dia lakukan adalah menememukan kekasihnya, Shim Chae Sun.

Dong Hae akan menyusuri keberadaan Chae Sun di daerah Hongdae. Tempat mereka pertama kali bertemu, tempat mereka selalu berkencan, dekat dengan kampus Chae Sun yang dulu.

Semua persiapan sudah beres. Dong Hae siap untuk mencari kekasih hatinya. Hatinya terus merasakan gelisah sejak dua tahun yang lalu, sejak Chae Sun mengantarkannya sebelum pergi wamil. Ia tidak pernah melupakan kejadian itu. Gambaran Chae Sun menatap dirinya dan melambaikan tangannya.

“Kau baru datang, kau mau pergi lagi?” Ibunda Dong Hae datang membawakan teh untuk anak kesayangannya.

Dong Hae tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya, “Tentu saja, aku harus melakukan sesuatu.” Sebenarnya Dong Hae ingin mengatakan bahwa ia ingin menemui kekasihnya, tapi ia ingin itu menjadi rahasia. Ia ingin membuat kejutan untuk ibunya. Membawa Chae Sun, calon menantu terbaik kepada ibunya.

“Apa kau bisa melakukan sesuatu sebelum pergi?”

Dong Hae menatap ibunya, “Apa? Akan kulakukan jika ibu yang meminta.”

“Benarkah?” Senyuman ibu menjadi sangat cerah, ia membelai putra kesayangannya itu, “Ibu ingin kau bertunangan dulu dengan Ye Sha.”

Dong Hae tertegun, “Ye Sha?”

“Han Ye Sha.” Ucap Ibunya dengan bangga, “Dulu kalian ingin ibu jodohkan tapi kau menolaknya karena kau belum siap. Sekarang apalagi yang kau tunggu. Ye Sha dan kau sudah sama-sama dewasa.”

Dong Hae ingin menolaknya tapi ia tidak tega menghapus raut bahagia di wajah ibunya. Sementara disisi lain ia masih berharap bertemu dengan Chae Sun.

>>deson<<

Pesta pertunangan itu belangsung secara sederhana. Hanya dihadiri oleh kedua orang tua pria dan wanita. Tidak ada acara khusus hanya ada acara tukar cincin dan makan-makan. Isi pembicaraan diacara itu dimonopoli oleh ibunya Dong Hae dan orang tua Ye Sha. Dong Hae dan Ye Sha sendiri kebanyakan diam dan hanya menjawab ketika ditanya.

“Pernikahannya tidak usah terlalu lama.” Ibu Ye Sha menatap Dong Hae dengan tatapan berbinar.

“Iya, enam bulan cukup untuk mempersiapkan pernikahan.” Sahut ibu Dong Hae.

“Dua bulan juga cukup hahhaaa…” Ibu Ye Sha membuat Ye Sha dan Dong Hae tertegun.

Kedua orang tua itu sangat semangat sekali membicarakan tentang pernikahan. Ini bukan pertama kalinya. Dulu saat sebelum Dong Hae bertemu dengan Chae Sun, ibunya pernah memintanya untuk bertemu dengan orang tua Ye Sha. Kedua kalinya saat ia berkencan dengan Chae Sun, Saat itu Dong Hae menolak pertemuan itu. Tapi kali ini ia tidak bisa lagi menolak.

“Bisa kita berbicara sebentar?” Dong Hae meminta Ye Sha untuk keluar sejenak. Ye Sha mengagguk.

Bisa dikatakan bahwa Dong Hae sudah mengenal Ye Sha hampir seumur hidupnya. Mereka sekolah di tempat yang sama, meskipun Ye Sha jauh di bawa Dong Hae, berkuliah di tempat yang sama dengan jurusan yang berbeda. Kedua orang tua mereka dekat sehingga hubungan Dong Hae dan Ye Sha juga dekat.

Eoremariya.” Dong Hae membawa Ye Sha ke balkon, menikmati indahnya laut mokpo. “Kau tampak berbeda, sudah berapa lama kita tidak bertemu?”

Ye Sha tersenyum, “dua bulan?”

Dong Hae mengerutkan keningnya.

“Aku mengunjungimu di camp militer. Apa kau tak ingat. Ah~ Oppa ingatanmu benar-benar parah.”

“Oh iya aku lupa.” Dong Hae tersenyum malu. “Ye Sha-ya.” Dong Hae menatap Ye Sha dengan lembut, “Ada yang ingin aku katakan padamu.”

“Jangan terlalu kaku.” Ye Sha memukul bahu Dong Hae perlahan, “Aku  tahu. Chae Sun?”

“Kau tahu hubunganku dengannya?” Dong Hae menatap Ye Sha tidak percaya. Selama ini tidak ada yang tahu hubungan dirinya dan Chae Sun kecuali sahabat dekat mereka.

Oppa, kita satu almamater, sekolah kemudian belajar di kampus yang lama. Temanmu juga temanku. Pacarnya temanku adalah teman temannya temanmu. Kita dalam lingkaran yang sama. Tentu saja aku tahu.”

Dong Hae mengagguk, tentu saja ia tahu ada beberapa temannya yang juga teman Ye Sha. Ketika ia pergi ke sebuah pesta dan menemukan Ye Sha disana. Meskipun ia hanya menyapa Ye Sha saja ketika bertemu. Hubungan mereka adalah hubungan saling bertukar sapa, tidak lebih.

“Jika kau tahu kenapa kau masih menyetujui pertunangan ini?”

Ye Sha mengendikan bahunya, “Aku hanya ingin mengatakan aku menunggumu Oppa.” Ye Sha tersenyum seperti biasanya, “Aku tidak berjanji akan menunggumu, tapi aku menunggumu. Sampai kau menemukan jawabannya. Kau tahu bahwa aku sendiri tidak bisa menolak pertunangan ini.”

Tentu saja, ibunya akan mempertimbangkan keputusannya. Ia akan membawa Chae Sun ke hadapan ibunya. “terimakasih Ye Sha-ya.”

Oppa…” Ye Sha meraih tangan Dong Hae. Ia lalu mencabut cincin yang bermayan di jari manis Dong Hae, “Saat kau siap. Aku akan memberikannya padamu.” Ia lalu membawa pergi cincin tunangan Dong Hae. Dong Hae juga tidak membantah, ia bisa memaklumi perasaan Ye Sha.

>>deson<<

Dong Hae duduk disebuah café yang sering dikunjunginya bersama dengan Chae Sun. café itu milik salah seorang teman Chae Sun. Semoga saja teman Chae Sun itu masih mengingatnya.

“Kau mencariku?”

“San Ni? Yoon San Ni?” Dong Hae berdiri lalu mengulurkan tangannya, “Saya Lee Dong Hae, kekasih Chae Sun, apa kau masih berhubungan dengan Chae Sun?”

San Ni menjabat tangan Dong Hae lalu menyuruh Dong Hae untuk duduk. Gadis itu ingat pernah bertemu dengan Dong Hae beberapa kali, tentu saja bersama Chae Sun. tapi ia tidak pernah ingat Chae Sun mengatakan bahwa Pria itu adalah kekasihnya.

“Aku tidak punya, terakhir ponselku hilang dan semua nomor ada di nomor itu. Terakhir aku bertemu dengannya saat kelulusan, sejak saat itu aku tidak pernah mendengar kabar tentangnya.”

Dong Hae menghirup napas panjang, “Apa ada seseorang yang kau kenal yang masih berhubungan dengan Chae Sun?” ia menatap San Ni dengan penuh harapan.

San Ni menatap Dong Hae dengan ragu, ia kasihan melihat Dong Hae. Ia lalu menyerahkan sebuah undangan, “mungkin Yeo Shin mengetahuinya. Kudengar mereka melanjutkan kuliah bersama. Mungkin juga Chae Sun akan datang”

 “Terimakasih San Ni-ssi.” Dong Hae menerima undangan itu dengan senang.

“Jangan terlalu berharap.” San Ni mencoba memperingati Dong Hae, “Mungkin Yeo Shin juga tidak pernah bertemu lagi dengan Chae Sun. Kau tahu Chae Sun orang yang sangat tertutup.”

>>deson<<

Pesta Yeo Shin berada di Kangwon-do, disebuah resort milik keluarga Han. Para tamu yang datang membawa mobil mewah, kecuali Dong Hae yang jalan mengunakan kaki. Ia mengerutu sepanjang jalan karena jalan dari jalan raya sampai resort Han Yeo Shin begitu jauh. Belum lagi ketika ia dikejutkan oleh pengawalan ekstra ketat. Petugas memeriksa setiap tamu undangan, hanya tamu yang membawa undangan asli dan sesuai nama mereka yang bisa masuk.

“Yoon San Ni?” tanya petugas mengerutkan keningnya lalu memandang Dong Hae penuh curiga.

Keringat dingin bercucuran di dahi Dong Hae. Bagaimana? Bagaimana ia bisa masuk kedalam? Bagaimana jika ia diusir?bagaimana jika ia di masukan ke penjara?

“Ah- Oppa kau salah membawa undangan? San Ni  mencari undangannya di mobil.” Han Ye Sha. Ia lalu memberi kode agar Dong Hae mengikutinya.

“Masih mencari Chae Sun?” Han Ye Sha melipat kedua tangannya di depan dada. Raut wajahnya terlihat kesal. “Kau jauh-jauh datang kesini, hanya untuk Chae Sun. Apa kau tahu kau bisa di usir, eo?”

“Jangan  memikirkan aku.” Ucap Dong Hae. Ia sebenarnya tidak ingin terlihat oleh Ye Sha. Tidak tahu tapi ia ingin sekali menghindari Ye Sha.

“Baiklah.” Han Ye Sha membuka pouch-nya lalu mengeluarkan sebuah cincin, “Aku akan membantumu masuk, tapi dengan satu syarat.”

Dong Hae menggelengkan kepalanya, “tidak usah.”

“Kau pikir mereka akan membiarkanmu masuk, meskipun San Ni memberikan undangannya, eo?” Ye Sha memasukan cincinya kembali, “Sudahlah jika kau tidak mau.”

>>deson<<

Dong Hae menarik kedua ujung bibirnya selebar mungkin dan mendengus kesal ketika tidak ada orang yang melihatnya. Ia mengedarkan pandangannya mencari Chae Sun. tapi gadis itu tidak terlihat dimana pun. Han Yeo Shin yang tuan rumah pun berada bersebrangan dengannya.

Ia melirik Ye Sha. Ingin meninggalkan gadis itu tapi perjanjian mereka, “kita adalah tunangan yang saling mencintai. Jangan pernah menjauh dari sisiku.” Ia ingin meninggalkan gadis itu dan pergi dari pesta ini.

“Ye Sha?” Seorang gadis mendekati mereka berdua, membuat Dong Hae tersenyum. Ia melirik Dong Hae, memperhatikan Dong Hae kemudian kembali menatap Ye Sha  “Nugu?”

“Tunanganku?”

“Ah…” gadis itu menggaguk, “tampan.” Komentarnya singkat.

Dong Hae tersenyum mendengar komentar singkat itu.

“Wajahnya sangat familiar. Terlihat seperti wajah pria yang kencan dengan Chae Sun. kau ingat kan. Waktu itu kita pernah mereka berkencan di café milik San Ni. San Ni sampai marah-marah karena mereka tidak pergi-pergi.”

“San Ni bilang mereka tidak berkencan.”

“Ah benar. Mereka tidak berpacaran. Chae Sun hanya memanfaatkannya.”

“Memanfaatkan?” Ye Sha menutup mulutnya, ia melirik Dong Hae menyuruh pria itu untuk diam “Apa maksudmu.”

“Aku juga tidak begitu yakin. Chae Sun terlalu baik. Dia tidak bisa menolak pria yang menyukainya. Meskipun ia tidak menyukainya. Kau ingat pria jurusan bisnis yang tergila-gila pada Chae Sun? pria itu nekat pergi ke rumah Chae Sun di Daegu dan mengancam Chae Sun.”

“Lalu?”

Molla. Aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi. Dia tidak pernah ke Seoul lagi”

“Apa dia tinggal di Daegu?”

Gadis itu tidak menjawab. “Untuk apa membicarakannya. Aku tidak suka gadis yang baik dan populer.” Gadis itu melirik Dong Hae sejenak kemudian meninggalkan mereka berdua. “neo chorom.

“Gadis yang menyebalkan.” Komentar Dong Hae setelah gadis itu berlalu.

“Dia datang hanya untuk mengetahui hal itu. Seperti kau lihat, orang-orang disini hanya akan mengatakan apa yang ingin mereka katakan, bukan menjawab pertanyaanmu.” Ye Sha seolah tahu bahwa gadis itu hanya akan mengatakan hal yang menyebalkan, “dan gadis itu, Ada yang bilang bahwa Hater lebih tau dari pada orang yang dibencinya.”

“Kau benar.” Dong Hae mengakui kepintaran Ye Sha. “kau juga tampak seperti mereka.”

Ha Ye Sha terdiam. Bukankah itu sudah terlihat jelas. Ia sama dengan gadis itu, sama seperti Chae Sun. Sama seperti gadis lainnya yang ada di dunia ini. Ia tidak akan blak-blakan tentang isi hatinya. Terutama pada pria yang disukainya.

Tidakkah pria itu melihatnya.

>>deson<<

Mereka berdua duduk di dalam mobil Ye Sha. Ye Sha menawarkan diri mengantarkan Dong Hae mencari Chae Sun. Meski pada awalnya Dong Hae menolak tapi Ye Sha keukeuh pada keinginannya.

“Aku tidak akan menganggu kalian. Aku akan pergi setelah mengantarmu sampai ke Daegu.”

“Tapi aku merasa tidak enak padamu. Bagaimana jika kedua orang tuamua mengetahuinya.” Dong Hae juga masih punya hati. Meskipun pertunangan mereka hanya ambisi kedua orang tuanya, tapi Ye Sha tetap tunangannya.

“Ini adalah bantuanku, bukan sebagai tunanganmu tapi sebagai seorang teman.”

Akhirnya Dong Hae luluh dan menerima tumpangan Ye Sha.

Mereka berdua saling terdiam di dalam Mobil. Tidak ada percakapan. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.

Subuh menjelang, mereka berdua sudah keluar dari Toll. Ye Sha membuka kaca mobilnya membiarkan udara dingin masuk kedalam mobilnya.

“Ini aneh bukan?” ucap Ye Sha membuat Dong Hae bertanya kenapa, “Kita sudah kenal selama hampir dua puluh tahun, tapi kita seperti orang asing. Tidak ada percakapan atau apapun. Benar-benar membosankan.”

Dong Hae setuju dengan Ye Sha. Untuk sementara ia berpikir, Ye Sha benar. Ia sama sekali tidak mengenal Ye Sha. Siapa Ye Sha sebenarnya. Ia hanya menganggap Ye Sha adalah adik tetangga. Hanya adik tetangga.

“Tapi aku tahu banyak tentang mu Oppa.” Ucap Ye Sha membuat Dong Hae menatapnya ragu, “tanya saja aku bisa menjawabnya.”

“tanggal lahirku?”

“15 Oktober.”

Dong Hae terkesima dengan jawaban Ye Sha, ia bahkan tidak tahu kapan Ye Sha ulang tahun, “tempat aku lahir?”

“Mokpo.”

Dong Hae kembali tersenyum.

“Apa yang aku sukai?”

“Kau menyukai makanan laut. Kau menyukai Orange Juice. Kau menyukai warna biru. Kau menyukai icon. Kau menyukai Kim Tae Hee. Kau menyukai film finding nemo. Kau menyukai perempuan berambut panjang. Kau menyukai ―”

“Ye Sha-ya…” Dong Hae menghentikan ucapan Ye Sha, “Aku terlihat seperti tunangan yang jahat. Kau mengetahui semua hal tentang aku, tapi aku tidak mengenalmu sama sekali.”

Gwenchana.” Ucap Ye Sha dengan senyum mengembang, aku sudah mengalami ini sejak lama.

>>deson<<

Sesuai dengan kesepakatan, Ye Sha hanya mengantar Dong Hae sampai Dae Gu. Selanjutnya Dong Hae berjalan sendirian.

Oppa, aku akan menunggumu.” Ucap Ye Sha sebelum pergi.

“Tidak usah menunggu, aku tidak tahu akan disini berapa lama.”

Ye Sha menggeleng, “Tidak. Aku akan menunggumu.”

Dong Hae hanya membalas Ye Sha dengan sebuah senyuman. Ye Sha melihat Dong Hae  semakin menjauhinya. Ia akan menunggunya tidak peduli berapa waktu yang ia habiskan untuk menunggu Dong Hae.

>>deson<<

Dong Hae tidak percaya apa yang dilihatnya. Chae Sun dengan seorang bayi ditangannya. Chae Sun dan suaminya menyuruhnya masuk. Ia masih tidak percaya melihat foto pengantin yang terpajang di rumah itu.

“Bagaimana?” tanya Dong Hae.

“Tadinya aku mau mengundangmu, tapi kau sedang wajib militer. Aku tidak ingin mengaggumu.” Ucap Chae Sun. “aku telah menikah Oppa.” Chae Sun seolah tahu apa yang akan dikatakan oleh Dong Hae.”

“Aku mendengar beberapa rumor. Apakah itu benar.”

Chae Sun tertawa, “Rumor?” ia kemudian menggeleng, “Kami bertemu kemudian pacaran lalu menikah. Tidak ada rumor seperti yang kau dengar. Kau tahu, teman-temanku kadang mempunyai imajinasi yang berlebihan.”

Dong Hae terdiam. Ia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Kau kesini dengan Ye Sha, kemana perginya Ye Sha?”

Dong Hae terkejut. “Bagaimana kau bisa mengenal Ye Sha?”

“Tentu saja kami berteman. Teman baik. Sama seperti kau dan aku. Dia juga sering datang berkunjung kesini. Apa kau masih tidak mengerti?”

Dong Hae menggeleng, “Aku tidak mengerti. Ye Sha bilang dia hanya mengenalmu saja.”

Chae Sun tertawa, “Apa kau masih tidak bisa melihatnya, Ye Sha-lah yang menyukaimu, bukan aku. Kita hanya teman. Aku cukup tersanjung ketika tahu kau juga menyukaimu tapi aku tidak ingin menyakiti Ye Sha. Apa kau tidak bisa merasakannya? Apa kau hanya menganggapnya adik tetangga?”

“Chae Sun-ah.”

Oppa…” Chae Sun sedikit meninggikan suaranya, “Mianhae… membuatmu salah paham. Tapi kita hanya berteman. Bahkan orang lainpun tahu bahwa kita hanya teman. Hanya kau yang menganggap kita lebih.”

“Jika kau mengaggap kita teman, kenapa kau lakukan itu padaku?”

“Apa?”

“Kau memberikan makan siang setiap aku ke perpustakaan. Kau memberikanku bunga ketika aku masuk rumah sakit. Kau selalu memberiku pesan semangat. Kau―”

“Bukan aku.” Chae Sun menggeleng, “Bahkan aku tidak punya nomor teleponmu.”

Dong Hae munjukan ponselnya, “Bukankah ini nomormu. Kau selalu mengabaikan pesanku.”

Chae Sun mendecak, “Ini ponselku.” Ia menaruh ponselnya di atas meja. “Telepon aku jika itu benar nomorku.”

Dong Hae segera menekan tombol call. Ada suara sambung tapi ponsel Chae Sun tidak bersuara. Sebuah suara serak terdengar di ujung sambungan.

“Yeobseo.” Dong Hae mengenali suara itu, kemudian terdengar suara isakan. Dong Hae tersadar. Pantas saja. Nomor itu tidak pernah menjawab semua panggilannya. Semua pesannya. Ia mematikan sambungannya dan menatap Chae Sun.

“Kau hanya berfikir bahwa itu adalah aku dan kemudian kau mengejarku. Bukan. Semua makan siang itu adalah buatan Ye Sha. Aku hanya menemaninya saja. Yang menjaga merawatmu selama di rumah sakit adalah Ye Sha. Aku hanya datang sesekali dan sialnya kau hanya melihatku ketika setengah sadar. Semua pesan semangat dan pujian lainnya adalah Ye Sha.”

“Chae Sun-ah…

“Apa kau juga tidak tahu?” Chae Sun menyerahkan sebuah album foto kepada Dong Hae, “Ye Sha sangat menyukaimu. Dia yang selalu menjenggukmu di kamp. Apa kau tidak ingat? Dia juga yang merekomendasikan mu ke profesor untuk beasiswa. Ye Sha juga yang membantu ibumu ketika sakit. Ketika kau masuk kamp, dia selalu ada untukmu, sebelum kau masuk kamp, dia ada untukmu, jauh sebelum itu dia selalu ada tapi kau tidak pernah melihatnya.”

“Bodoh.” Ucap Chae Sun begitu menyakitkan Dong Hae, “kau menyia-nyiakan orang yang menyukaimu. Pergilah. Dia menunggumu. Dia masih menunggumu.”

>>deson<<

Dong Hae kembali berjalan menyusuri jalan yang sama. Foto-foto yang diperlihatkan Chae Sun membuatnya berfikir. Ia tidak pernah tahu bahwa Ye Sha menyukainya. Sangat. Terlebih itu, ia membuat banyak kesalahpahaman.

Dong Hae menyuruh Chae Sun untuk tidak memberi tahu Ye Sha jika dirinya sudah pulang. Dan benar saja, Ye Sha masih menunggunya.

Mobil Ye Sha masih terpakir ditempat yang sama. Tidak bergerak sedikitpun. Didalam mobil itu, Dong Hae melihat Ye Sha menangis. Ia tidak pernah tahu seberapa sering ia membuat Ye Sha menangis tapi ia yakin ia sudah menghancurkan hati gadis itu.

Dong Hae tidak tahu apakah ia harus menghampiri Ye Sha atau pergi meninggalkan gadis itu. Ia benar-benar tidak ingin melakukan keduanya. Lalu ia berbelok ke sebuah kedai sambil terus menunggu Ye Sha pergi. Dengan begitu ia harap bahwa rasa bersalahnya sedikit berkurang.

“Kau melihat mobil itu seperti ingin merampok mobil itu.” seorang kakek menghampiri Dong Hae dan duduk disebelahnya.

“Aku hanya sedang menunggu.”

Yeoja?” kakek itu mengerutkan keningnya, “Jangan menunggu perempuan atau membuat menunggu perempuan.”

Wae?”

“Karena pria yang baik adalah pria yang tidak membuat menunggu perempuannya.”

Wae?”

Kakek itu menatap Dong Hae dengan gemas, “ikuti saja hatimu dan jangan pernah membuat alasan untuk mencintai. Karena mencintai tidak memerlukan alasan. Sehingga kau tidak perlu menunggunya atau dia yang menunggumu.”

Dong Hae terdiam sejenak.

Ia lalu mengeluarkan ponselnya mencari nama Chae Sun. Ia lalu mengantinya dengan nama Ye Sha.

Setelah memikirkannya dengan seksama, Dong Hae mengetikan sebuah pesan.

Mianhae, Chae Sun-ah.”

Tidak ada jawaban. Tentu saja ia tahu. Sakitnya menuliskan nama orang lain diatas namanya sendiri, Dong Hae tidak menyalahkan Ye Sha ataupun Chae Sun. yang mengiria nomor itu adalah nomor Chae Sun adalah dirinya sendiri.

Dong Hae kembali menuliskan pesan singkatnya.

Mianhae Chae Sun-ah. Tadinya aku berniat untuk mencarimu tapi aku tidak sanggup. Bagaimana jika kau sudah memiliki yang lain. Aku tidak akan mencarimu, tapi kita masih bisa berteman. Lain kali aku akan mengunjungimu bersama tunanganku. Ku harap kita bisa memiliki hari yang indah, dengan kehidupan kita masing-masing. Aku akan kembali kepada tunanganku. Mencoba untuk mencintainya. Annyeong.

Dong Hae kemudian melemparkan ponselnya ketempat sampah.

“Kamsahamnida Harabeoji.”

Leave a comment

7 Comments

  1. maaf adik, baru baca.
    huaaaaaaaaaaaaaaaaaa keren nih ff nya.
    tp lucu deh yesha manggil donghae oppa??
    aduh,,,,ngakak abis.
    hahahahaa

    Like

    Reply
  2. Jadi ini cerita yg lu bilang kemaren??
    Bagus.. bagus.. cuma sengaja d gantung yaa?? Hehhehee
    Iseng buka2 wp lu eeeh, nemu ni cerita..
    Simple sih, pas ceritanya.. udah lama ga baca cerita lu berasa ada yg kurang gtu..
    Ga ada typo lg bertebaran, kkkkkkkk^^

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: