Wedding Cake

ryeowook-yeonmi-wedding1

Tittle: Wedding Cake

Author: Deson

Main Casts: Kim Ryeo Wook, Min Sang Mi

Other Casts: Find By Yourself ^^

Length: One Shot

Genre: Romance

Rating: PG 15

Sang Mi duduk sambil memandang wedding dress-nya untuk kesekian kalinya. Ia masih tidak percaya bahwa ia akan memakai gaun itu besok. Gaun yang dipesannya khusus dari perancang busana terkenal, jauh sebelumnya. Gaun yang menghabiskan seluruh tabungannya. Gaun yang menjadi impiannya sejak dulu.

“Ada yang kurang, tapi. Apa… apa kau tidak ingat apa yang kurang.” Ah Mi adik Sang Mi, dari tadi bolak bali membuka buku catatannya, mengerutkan keningnya, kemudian kembali menggerutu, “tidakah kau melupakan sesuatu?”

Sang Mi menggeleng.

Pesta pernikahan besok adalah pesta Sang Mi, tapi yang mengurus semua hal adalah Ah Mi. catering, sewa gedung, undangan, dan hal lainnya kecuali gaun pengantinnya.

“Kenapa kau hanya melihat gaun pengantin itu, apakah kau menikah hanya dengan gaun pengantin. Kau bahkan tidak peduli saat calon pengantin laki-laki bilang dia sedang sakit.”

“Dia hanya kelelahan karena mempersiapkan pernikahan ini. Besok juga akan sembuh.” Ucap Sang Mi tanpa menolehkan pandangannya dari gaun pengantinnya.

“Sang Mi-ya…” Yeo Shin datang dengan membawa kue pengantin ditangannya, “kenapa kue pengantin ini ada di depan pintu. Apa kau sengaja menaruhnya diluar?”

“Ah Wedding Cake.” Ah Mi menepuk keningnya lalu menuliskannya di catatannya, “Aku lupa memesan Wedding cake. Pantas saja ada sesuatu yang kurang. Tapi siapa yang menaruh kue itu didepan pintu?”

Yeo Shin membawa kue itu lalu meletakannya di meja, “kalian tidak memesannya.” Dijawab dengann gelengan Sang Mi dan Ah Mi. Ia lalu membuka kotak kue itu.

Kue dua tingkat itu hanya kue biasa dengan krim putih dan gula mutiara. Tidak ada hiasan bunga-bunga atau ornamen lainnya. Hanya kue yang sangat simpel. Diatas kue itu ditancapkan sebuah note yang bertuliskan.

사상은 완벽할 필요가 없어… 그냥 진실기만 하면 된다…

Love doesn’t need to be perfect… it just need to be true…

“Mungkin pengirimnya malu karena kue-nya jelek. Makanya ditinggal begitu saja diluar.” Ucap Yeo Shin begitu kecewa dengan kue itu.

“Setidaknya kita punya kue pengantin.” Ucap Ah Mi lalu melirik kakaknya.

Sang Mi sudah mengalihkan tatapannya dari gaun pengantinnya. Ia menatap kue dihadapannya dengan tatapan kosong. Meski tidak disebutkan ia tahu siapa pengirim kue itu. Ia tahu dengan pasti kenapa orang itu mengirimkan kue itu.

>>deson<<

“Kue pengantin itu tidak enak―”

Sang Mi mengerutkan keningnya tanpa melepaskan tatapannya pada pria yang mengunakan celemek dan sibuk menghias kuenya. Tangannya begitu cekatan membuat ukiran-ukiran dengan krim warna-warni. Hanya dalam beberapa menit saja kue polos itu berhasil disulap menjadi kue yang sangat cantik.

“Kue pengantin itu hanya cantik.” Dia melepaskan pandangannya dari kue lalu mengambil sepasang boneka pengantin lalu di tancapkan di ujung kue paling atas.

Dengan sebuah instruksi singkat, Sang Min menyalakan saklar dan lampu-lampu yang menghiasi kue itu berkelip dengan indah. Keduanya terpana. Sang Mi sangat terlena dengan kue itu, sedangkan pria itu cukup puas dengan hasil kerjanya.

“Jika aku menikah, apakah kau akan membuatkanku kue seperti ini?” tanya Sang Mi.

Pria itu menoleh ke Sang Mi, gadis yang sudah menunggunya dengan sabar. Gadis itu tidak mengeluh meskipun menunggunya adalah pekerjaan yang sangat membosankan. Tidak. Gadis itu tidak pernah mengeluh.

Itulah yang membuatnya kagum pada gadis itu. Tidak. Ia tidak yakin apakah itu rasa kagum atau lebih.

Ia tidak tahu kapan perasaan kagum itu berubah. Ia tidak pernah memikirkannya, hanya saja saat ia menyadarinya perasaannya lebih dari rasa kagum. Yang sering ia pertanyakan adalah kenapa perasaannya itu bisa berubah.

“Kau mau?”

Sang Mi mengangguk, “Tentu saja. Apalagi gratis.”

Pria itu tersenyum kecut.

Oppa, Ryeowook Oppa.”

Pria itu menoleh ke arah Sang Mi… Sang Mi menatapnya dengan tatapan berbinar. Ia tidak tahu apa yang ada di pikiran gadis itu, tapi ia bisa melihat kehangatan.

“Jika kita menikah, aku ingin kue pengantinnya cantik dan enak.”

Ryeo Wook menarik kedua ujung bibirnya, “Apakah kau akan makan semua kue itu di malam pertama.”

“Tentu saja.” Jawab Sang Mi lalu di hadiahi sebuah cubitan.

>>deson<<

Tidak ada tulisan lain pengirim atau sesuatu yang bisa di jadikan petunjuk. Tapi Sang Mi yakin bahwa yang mengirimkan kue itu adalah Kim Ryeo Wook. Jika bukan pria itu, pasti Ryeo Wook yang memerintahkannya.

“Kenapa wajahmu? Bukahkan sekarang semuanya sudah lengkap.” Ah Mi menyimpan Kue itu di tempat yang aman, “Kau bisa menikah besok.”

Sang Mi terdiam. Melihat hal itu Yeo Shin mendekati sahabatnya dan bertanya. “Wae?”

Awalnya Sang Mi terdiam, namun kemudian ia menatap Yeo Shin dengan tatapan berbinar. “Awalnya… aku pikir jika aku menikah aku akan bahagia…” ia kemudian menatap cincin yang ada di jari manisnya, “tapi sekarang kenapa aku merasa… aku adalah orang yang tidak bahagia.”

Yeo Shin mengela napas panjang, “Kau tahu pernikahan itu bukan akhir… tapi sebuah awal. Awal yang ingin kau tuju bersama suamimu. Jika kau merasa tidak bahagia…” Yeo Shin menepuk tangan Sang Mi, “Bukan karena kau tidak bahagia, tapi kau sedang takut. Ketakutan itu yang akhirnya membuatmu tidak bahagia. Kenapa? Apa kau berubah pikiran?”

Sang Mi tidak menjawab. Pikriannya kacau, ah tidak… pikirannya kembali memikirkan hal yang ia hindari. Kim Ryeo Wook.

>>deson<<

“Malvis?” Sang Mi membelakakan matanya tidak percaya. Ia kemudian merebut dua tiket yang ada di Ryeo Wook dan memastikan jika tiket itu asli.

“Pelanganku yang memberikannya. Katanya itu adalah hadiah pernikahan kita.” Ucap Ryeo Wook dengan malu.

Sang Mi menatap Ryeo Wook, “Aku menyukainya Oppa.” Kemudian memeluknya, “setelah lima tahun aku menunggumu memintaku menjadi kekasihmu, lalu menunggu empat tahun untuk mendengar lamaranmu. Oppa, aku tahu penantianku tidak sia-sia.”

Ryeo Wook hanya bisa tersenyum, sebenarnya ia merasa bersalah membuat Sang Mi mempersiapkan pernikahan mereka sendiri. Ia ingin membantu dan menyenangkan hati Sang Mi, tapi pekerjaannya sebagai Koki tidak bisa ditinggalkannya begitu saja.

Mungkin nanti Sang Mi akan pergi Ke malvis. Ryeo Wook bahkan tidak bisa mengatakan bahwa dirinya tidak bisa pergi.

>>deson<<

Jinjja… Jika kau berubah pikiran dan ingin membatalkannya. Lebih baik aku mati saja.” Ucap Ah Mi dengan keras ketika mendengar ucapan Yeo Shin. Ah Mi benar-benar tidak mengerti sikap Sang Mi, kenapa kakaknya itu ingin sekali menikah tapi saat hari pernikahannya mendekat ia malah membatalkannya. “ini bukan pertama kalinya kau membatalkan pernikahanmu Min Sang Mi!!”

“Aku tahu… kau tidak usah khawatir.” Balas Sang Mi.

Sang Mi tidak bisa tenang. Bukan karena ia ingin membatalkan pernikahannya, tapi ia merasa ada yang salah. Ia memikirkannya sekali lagi. Tapi ia tetap tidak tahu apa yang salah.

“Aku tidak bisa menahannya.” Sang Mi menatap Ah Mi dan Yeo Shin, “Aku harus pergi.”

“Ya Min Sang Mi!!!!!”

Sang Mi tidak mempedulikan seruan adik dan sahabatnya itu. Ia tidak akan tenang sampai mendapatkan jawabannya.

>>deson<<

Sang Mi menayalakan mobilnya, tidak lupa juga ia menyalakan radio yang selalu menemaninya jika menyetir sendiri. Ia tidak suka dengan keheningan dan suara radio membuatnya lebih terjaga.

“Kali ini ada sebuah seorag bintang tamu, Koki dari Jamsil, Kim Ryeo Wook.”

Sang Mi menghentikan mobilnya seketika. Kim Ryeo Wook. Jamsil. Koki. Sang Mi tidak perlu mengeceknya. Itu pasti Ryeo Wook. Firasatnya tidak pernah salah. Ia yakin itu.

“Annyeonghaseyo, Kim Ryeo Wook imnida.”

Sang Mi merasakan lututnya terlalu lemas untuk menginjak gas. Itu suaranya. Kim Ryeo Wook. Kim Ryeo Wook yang pernah menjadi miliknya dulu.

“Anda seorang Koki, kenapa ingin menjadi bintang tamu radio kami sekarang?”

“Ada seseorang yang mengatakan bahwa aku harus mengikuti kata hatiku. Kali ini aku ingin mengikutinya. Aku menulis surat ini dan yakin bahwa dia sedang mendengarkannya…”

Sang Mi meremas stir mobilnya dan menatap radionya dengan sangat lekat.

“… Tidak. Aku mengunakan logikaku. Jika benar. Sekarang dia sedang mencariku. Aku membuatnya begitu. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padanya.”

“Apakah seorang perempuan? Silahkan…”

“Untuk seseorang yang pernah bertanya kepadaku dimana rumahku. Dia bertanya kepadaku karena dia penasaran karena aku tidak pulang ke rumah selama tiga hari.” Ryeo Wook terkekeh. Sang Mi ingat, itu adalah percakapan pertama mereka. Ryeo Wook adalah orang yang menarik perhatiannya. “Setelah itu dia menawarkan rumah yang murah dan bagus. Aku pikir pekerjaannya adalah seorang sales. Setelah itu kami menjadi dekat…”

“… setelah sekian lama aku baru tahu, dia bertanya karena khawatir aku sakit karena tidak pernah tidur. Selanjutnya aku mengetahui arti dari sikapnya dengan sangat lambat…”

“Apa kau ingin mengatakan kau ingin kembali?

Ryeo Wook tertawa dengan ringan, “Aku pernah berjanji padanya untuk memberikan pernikahan yang indah. Aku hanya ingin mengabulkannya, meskipun bukan aku yang menjadi pengantin prianya.”

Sang Mi terdiam…. Apa yang diinginkannya dulu?

Kau bersedia menjadi wedding Organizer gadis itu?”

“Tentu saja tidak… lebih baik jika kami tidak bertemu. Aku hanya ingin mengantarkan sesuatu yang manis. Rasa yang tidak pernah ku berikan kepadanya selama disisiku.

Wedding Cake. Sang Mi mengingatnya.

“Aku tidak menyesal telah melepasmu. Meskipun menyakitkan bagi kita, tapi pada akhirnya kita mendapatkan senyuman kita masing-masing. Karena cinta tidak harus aku dan kamu.. tidak perlu menjadi sempurna, cukup menjadi nyata…”

“Ada hal lain yang ingin kau sampaikan?”

Radio itu menjadi hening… tidak lama setelah itu, terdengar sebuah lalunan lembut.

Sang Mi tidak bisa menahan air matanya. Perpisahannya dengan Ryeo Wook sangat menyakitkan. Mendengar suara Ryeo Wook baik-baik saja membuatnya sangat sakit. Sakit.

Terlebih mendengar suaranya menyanyikan lagu yang ingin didengarnya di pernikahannya nanti. Instingnya selalu benar dan ia percaya. Ia yakin dan percaya bahwa Ryeo Wook juga mencintainya dan masih mencintainya. Tapi kenapa?

>>deson<<

“Kita batalkan pernikahan kita?” Sang Mi menahannya. Sering tapi akhirnya kata-kata itu keluar juga.

Ryeo Wook menatap selebar kertas yang baru diterimanya. Ia mengikuti lomba internasional. Kejuaraa memasak yang sudah sangat ia nantikan. Awalnya ia ingin memberitahukan kepada Sang Mi. orang yang sangat spesial baginya. Tapi Sang Mi malah sangat marah. Tanggal lomba itu sama dengan tanggal pernikahan mereka.

“Kenapa? Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa”

“Sang Mi-ah…” Ryeo Wook menatap Sang Mi dengan tatapan bingung, ia benar-benar lelah. Lelah dengan pekerjaannya, lelah dengan persiapan pernikahan mereka, “Aku benar-benar ingin pulang ke rumah.”

Pulang? Ke rumah orang tuanya dan meninggalkan Sang Mi sendirian?

“Baiklah.” Sang Mi meninggalkan Ryeo Wook. Sejak saat itu ia tidak pernah bertemu dengan Ryeo Wook.

>>deson<<

신부에게 (Shin bu e ge) | To My bride |

새하얀 드레스 수줍은 발걸음
Saehayan deureseu sujubeun balgeoreum
The pure white dress, shy steps,

꿈꾸는 설레임
Ggumgguneun seolreim
dreamy expectations

나만을 믿고 내 곁에 선 소중한 그대
Namaneul mitgo nae kyeote seon sojunghan keudae
My precious you who is standing beside me, and trusting me

차가운 시선이 우릴 막아설 땐
Chagaun shiseoni uril magaseol ddaen
When the cold stares try to stop us,

슬퍼도 했지만
Seulpeodo haetjiman
it’s sad but,

어느새 그댄 사랑으로 날 감싸주었죠
Eoneu sae keudaen sarangeuro nal kamssajueotjyo
In no time, you wrapped me up with your love

그대도 나도 아닌 다른 이유로아파해야 했던 날 참아준 그대
Keudaedo nado anin dareun iyuro apahaeya haetdeon nal chamajun keudae
Days of suffering caused neither by you nor I, which you endured

약속할게요 더 이상의 눈물은없을 거란 걸
Yaksokhalgeyo teo isangui nunmureun eopseul georangeol
No more tears will we share, I promise you

눈부신 아침도 오후의 향기도 까만 밤하늘도
Nunbushin achimdo ohu-ui  hyanggido ggaman bamhaneul do
Dazzling morning, scent of afternoon, and dark night skies

내 곁에 있는 그대로 인해
Nae kyeote itneun keuda ro inhae
Because there’s you here by my side

아름다울 수 있죠
A reumdaul su itjyo
Are all beautiful

세상 모든 기쁨과 슬픔 또 사랑
Sesang modeun kippeumgwa seulppeum ddo sarang
All joy and sadness and love in the world

함께 나눌 사람을 난 찾은 거죠
Hamkke nanul sarameul nan chajeun geojyo
I had found someone to share

약속할게요 더 이상의 외로움 없을 거란 걸
Yaksokhalgeyo teo  isangui weroum eopseul georangeol
No more loneliness will be, I promise you

힘들었던 만큼 넉넉한 행복들을
Himdeureotdeon mankeum neokneokhan haengbokdeureul
The hardships you suffered, I will turn them into abundance of happiness

드릴 거예요
Deuril geoyeyo
For you

늘 지금처럼 해맑은 웃음만
Neul jigeum cheoreom haemalgeun useumman
The laughing face and happiness, just like now

지어 주세요
Jieo juseyo
Please keep giving me them in the future

그대도 나도 아닌 다른 이유로아파해야 했던 날 참아준 그대
Keudaedo nado anin dareun iyuro apahaeya haetdeon nal chamajun keudae
Days of suffering caused neither by you nor I, which you endured

약속할게요 더 이상의 눈물은없을 거란 걸
Yaksokhalgeyo teo isangui nunmureun eopseul georangeol
No more tears will we share, I promise you

세상 모든 기쁨과 슬픔 또 사랑
Sesang modeun kippeumgwa seulppeum ddo sarang
All joy and sadness and love in the world

함께 나눌 사람을 난 찾은 거죠
Hamkke nanul sarameul nan chajeun geojyo
I had found someone to share

약속할게요 더 이상의 외로움 없을 거란 걸
Yaksokhalgeyo teo  isangui weroum eopseul georangeol
No more loneliness will be, I promise you

 

>>deson<<

“Kim Ryeo Wook-ssi, Apa kau tidak mempunyai rumah?” pertanyaan pertama Sang Mi. awal dari kisah mereka berdua.

“Rumah? Kenapa? Ini adalah rumahku.” Ryeo Wook merentangkan tangannya. Ia merasa sudah nyaman di kantornya. Semua yang ia butuhkan ada dikantor.

“Rumah. Bukan sekedar tempat kau tinggal tapi tempat kau kembali setelah kau berpergian. Tempat kau merencanakan masa depan, tempat kau berlindung, tempat kau merasakan nyaman.” Ucap Sang Mi dengan panjang lebar. Gadis itu seperti seperti cahaya matahari pagi yang begitu hangat.

Ryeo Wook meletakan microphone dan headsetnya. Ia tersenyum, “Seandainya kau bisa menjadi rumahku. Tempat terakhir yang selalu inginku tuju.”

Ddrttt… Ryeo Wook melihat ponselnya, Han Yeo Shin.

Dia sudah menerima kue-nya dan sedang mendengar suaramu di mobilnya. 100% aku tidak salah.

Ryeo Wook menarik ujung bibirnya. Hatinya sedikit ringan. Setidaknya batu yang menganjal di hatinya kini sudah mengencil.

“Semoga Bahagia, Min Sang Mi…”

The End…

=========================================================

=====================

Hadiah Pernikahan untuk Sahabat tercinta… yakin mau ninggalin Ryeo Wook??? hahahhahahaaa

Sorry telat dan banyak typo heheheee

Next Post
Leave a comment

19 Comments

  1. >.<
    sory baru bisa komen padahal dah dibaca semalem..😥
    yak, deson, kau pengen aq ngebatalin pernikahanku kek sangmi gitu trs balik lg ke ryeowook??
    kurang dari sebulan lagi nie, jahat amat?? T^T
    aigo, apa kau ga tau kl ryeowook tu dah cinta mati ma diriku sampe rela jadi yg kedua?? #smirk
    tenang, dy ga bakal terlupakan koq, dy tetap jadi pemegang hatiku apapun yg terjadi.. #lirikkanankiri_takutdibacacalonsuami :p
    ga mau tau ya, pokok'a kau harus memperbaiki hubungan sangmi dan ryeowook..
    aq mau sequel bwt hadiah pernikahanku yg sebenarnya nanti.. kkkkk #watados

    Like

    Reply
  2. iseng2 cari bacaan, mampirnya ksni.
    mau koreksi. ada yg kurang tepat deh kayaknya (menurutku).
    yg bagian ini. “Kali ini ada sebuah seorag bintang tamu, Koki dari Jamsil, Kim Ryeo Wook.”
    mendingan kata ‘sebuah’ nya dihapus aja, bacanya kurang sreg klo ada kata sebuah dibelakangnya kata seorang.
    ini sang mi sblmnya batal nikah ama ryeowook?? trus skrg mau batalin nikahnya lagi??

    Like

    Reply
  3. Jadi sangmi sama ryeowook nggak jadi nikah??? Duh kasian sangmi.. padahal semua perlengkapan pernikahannya udah siap semua.. T.T aku terharu bacanya.. walau agak pusing karena alurnya maju mundur… tapi semuanya bagus ko aku suka.. sukkaaaaaa banget..
    Btw.. aku new readers authornim bunga harnum imnidaa.. keep writing!!

    Like

    Reply
  4. Yah… sangmi sama wookie nggak jadi nikah?? Kasian mereka.. bikin sequelnya lagi dong thor.. aku pengen liat pernikahannya sangmi sama ryeowook.. oh iya.. aku readers baru.. yuki.. salam kenal ya..

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: