JALAN CINTA: LANGKAH PERTAMA

geenies (1)

Setiap orang mempunyai kisah cintanya sendiri-sendiri. Ada yang bertahun-tahun pacaran terus nikah, ada juga yang pacaran terus tapi gak nikah-nikah. Ada yang lama gak ketemu terus akhirnya nikah, ada yang gak kenal sama sekali trus nikah. Karena kita tidak pernah tahu dengan siapa kita akan berjodoh, tapi kita mempunyai kesempatan untuk memilih. Memilih untuk berada di jalan yang Allah tunjukan atau ngebandel.

Sejujurnya ini bukan karena saya terlahir dalam lingkungan yang sangat Islami, sehingga membatasi pergaualan saya dengan lawan jenis, tapi saya sebagai anak perempuan satu-satunya dalam keluarga, yang selalu mendapatkan perlindungan dari kedua orang tua, kakak dan adik laki-laki saya, saya selalu mendapat amanat dari ibu, jangan pacaran dulu, sekolah ajah yang bener. Begitu terus sampai kuliah bahkan sampai sekarang >//<.

Ketika lampu Hijau menyala, saya lalu bertanya-tanya kepada diri saya sendiri. Apakah pengen pacaran? Atau Pengen nikah?

Hal yang ingin saya lakukan adalah menjadi seorang ibu. Terutama jika mempunyai anak kembar. Bermacam artikel tentang buah hati saya baca satu-per satu, mulai dari cara asuh modern sampai yang ala Rasulullah. Berbagai nama bayi sudah saya siapkan dan apa yang ingin saya lakukan dengan anak-anak kelak sudah ada dalam pikiran saya.

Hingga akhirnya terbesit sebuah kalimat, saya tidak mau pacaran, saya ingin menikah dan mempunyai anak yang lucu dan sholeh. Toh yang saya lebih butuhkan adalah patner hidup, teman untuk bermain bersama anak-anak dan sahabat yang selalu setia.

Hari berlalu, minggu berlalu dan tahun terus berganti. Target menikah saya adalah 23 tahun, tapi kemudian mundur menjadi 25 tahun. Di saat-saat seperti itu saya mulai krisis. Bagaimana jika saya tidak menemukan pasangan hidup dan akhirnya menjadi perawan tua? belum lagi ada Quotes yang menyatakan kalau jodoh itu tidak meluluk soal pernikahan tapi juga soal kematian. Ya… Allah, Astagfirullahal’adzim TT.TT

Di umur 25 tahun yang sudah lewat banyak, makin banyak berdoa dan tidak lupa juga banyak mendokan teman-teman, baik yang bernasib sama, yang lagi nunggu dapet momongan atau yang sudah dapat momongan. Siapa tau Malaikat ngaaamiinin trus ngasih hal yang sama juga ke saya. Setiap sujud, dimana posisi Allah dan hambanya sedang dekat, saya mengutarakan isi hati saya, Ya Allah, Hamba ingin menikah. Tidak jarang juga sampai menangis. Lebay yah, tapi ada satu perasaan yang gak bisa dijelaskan.

Kalau curhat ke temen mah paling jawabannya, “tenang aja ntar juga ada jodohnya” atau “ya udah atuh cari cowok atuh, dandan” tapi kalau curhat ke Allah itu rasanya beda, semuanya tercurahkan meskipun dengan setetes air mata. Saya yakin Allah tahu isi hati hamba-Nya.

Hingga ada sebuah kata-kata Ustad muda yang akhirnya menyadarkan saya. Mengingatkan saya tentang sebuah hadis yang hilang dari kepala saya. Sebuah hadis bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hanya memberikan dua solusi untuk kontroling fase jatuh cinta anak-anak muslim yaitu nikah dan jika belum sanggup puasa.

Puasa.

Hal yang sangat susah saya lakukan akhir-akhir ini karena saya berkerja di rumah makan dengan godaan makanan yang enak-enak dan luar biasa gratisnya. Saya terdiam. berfikir panjang sekali.

Kang Agung yang tiap kali ketemu selalu bilang, “Wi, kok makin lama makin bulet aja.”, meskipun ketemunya hampir tiap hari. Di ledekin anak Resto karena tambah chubby. Dan diledek oleh Cheff karena tiap jam makan.

Cubby emang bawaan dari orok, mau sekurus apapun, pipinya bakal terus segitu, tapi yang membuat saya berfikir lain adalah hadis di atas. Puasa. Puasa mempunyai banyak sekali manfaat. Selain untuk menambah ketaqwaan kita kepada Allah, membuat badan kita menjadi semakin sehat dan efek lainnya bisa kurus.

Kita tidak pernah tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Mungkin bisa seperti ka Naya, yang disuruh pulang ke rumah karena ada cowok yang mau ngelamar eh bukannya ngelamar malah jadi akad nikah. Atau kayak temennya bu Nur, yang awalnya nikahnya kapan-kapan trus orang tuannya sakit tiba-tiba jadi nikah nge-dadak. Jika hal-hal seperti itu terjadi, Insya Allah saya sudah siap. karena dalam waktu tiga bulan ada banyak hal yang bakal terjadi, manusia hanya bisa berencana sedangkan Allah yang menentukan.

Jika pada akhirnya lilin ke dua-puluh-enam ditiup masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Saya tahu Allah memiliki rencana lain. Atau sedang mempersiapkan papah-dedek-kembar disana menjadi papah siaga.

Mendadak atau terencana pokoknya mah puasa dulu, jaga pola makan agar kurus. Sebebernya bingung mau sekurus gimana, orang beratnya cuma 45Kg >//< cuma berat di pipi doang kok alibi. Bagaimana ngecilin pipi? Haruskan sedot pipi?

 

Langkah memulai Cinta adalah dengan Puasa dan menyerah semuanya kepada Allah

Previous Post
Next Post
Leave a comment

2 Comments

  1. yang penting jangan lupa berbagi kabar bahagia aka wa-in undangan ya teh? sekalian tiket kereta juga boleh HAHA
    semoga segera dipertemukan dengan yang terbaik :* <33333

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

GEENIES

국민 꼬마 요정 || National's ELF

Rainbows Romance

My EverlastingLove

chaaanycha

It's all bout Teuki

Pumpkin & Orange

MinNeul's Home

More than words

Keep the memories through the harmony of words—♪

Strawberry Room

Get the berry!

%d bloggers like this: